Anggota Tubuh Apa Yang Biasanya Digerakkan Dalam Gerak Tari Gantar

By | 9 Agustus 2022

Berpangkal Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Tari Gantar Oleh Para Gadis Dayak

Tari Sortang
merupakan spesies tarian sangkutan antara muda mudi yang berasal berbunga Suku Dayak Benuaq dan Dayak Tunjung di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur. Ajojing ini melambangkan kegembiraan dan juga keramah-tamahan kaki Dayak dalam menyambut pengunjung nan datang menyadran, baik sebagai wisatawan, investor, atau para petandang yang dihormati. Tamu-tamu lebih lagi diajak ikut goyang badan bersama para penari.[1]

Tari Gantar ini dahulunya hanya ditarikan pada detik seremoni adat namun, menurut versi kisah yang tak bahwa tari penjolok yakni ajojing yang dilaksanakan bilamana upacara pesta tanam padi.[2]
Properti tari sebuah galah tersebut adalah kayu yang digunakan lakukan melubangi tanah pertanian dan bambu pendek adalah tabung benih padi yang siap ditaburkan pada liang tersebut. Propaganda suku privat tari ini mengilustrasikan pendirian menutup gorong-gorong tanah tersebut. Muda-mudi dengan suka cita menarikan tari tersebut dengan pamrih panen tulat akan berkecukupan ruah hasilnya.[3]

Tari ini galibnya dilakukan bergantian oleh anggota masyarakat Suku Dayak Tunjung dan Benuaq. Varian lain juga beredar dalam umum bahwa dahulunya Tari Sortang adalah ialah tari sakral yang namun dapat ditarikan detik para pahlawan pulang berusul tempat resistansi. Tari ini sebagai penyambut kedatangan mereka dan ditarikan oleh gadis-perawan remaja. Peruntungan tongkat panjang yaitu sebuah sumpit dan diberi hiasan kepala maupun kranium antagonis (digantungkan) yang telah dibunuh maka itu para pahlawan. Sedangkan bambu mungil merupakan peraga unutk mengganjar gerak tari.[2]
[4]

Sejarah dan Filosofi

[sunting
|
sunting sumber]

Terserah suatu mitos yang mengawali lahirnya Tari Penjolok.[5]
Saga ini dulunya sangat dipercaya pada masyarakat Dayak Tunjung dan awam Dayak Benuaq. Konon menurut saga yang berkembang dalam masyarakat Kaki Bangsa Dayak Tunjung dan Suku bangsa Dayak Benuaq bahwa lahirnya Tari Gantar berawal dari kisahan di Negeri Batara Nayu nan diyakini sebagai tempat Dewa Nirwana yang bernama Negeri Oteng Doi. Plong suatu musim terjadi kejadian didalam keluarga Betara di Wilayah Oteng Doi atau Negeri Betara Langit. Anak bini tersebut terdiri pecah suatu atasan batih yang bernama Oling Metal Oling Bayatn. Oling Bayatn mempunyai sendiri istri dan dua orang momongan putri yang bernama Dewi Ruda dan Haur Bela. Keluarga tersebut nasib tenteram dan damai di Negeri Oteng Doi. Lega suatu ketika datanglah seorang Dewa nan bernama Dolonong Utak Dolonong Payang, tanpa disangka oleh tanggungan Oling Besi. Kesanggupan Dolonong Utak tenyata beritikad buruk. Oling Metal dibunuhnya dengan tujuan dapat menikahi istri Oling Metal. Peristiwa tersebut terjadi didepan mata istri dan kedua anak Oling Besi. Karena takutnya candik Oling Besi menerima invitasi Dolonong Utak untuk menikah, tetapi kedua anaknya menyimpan antipati sreg ayah tirinya tersebut.[5]

Baca juga:   Berikut Ini Yang Tidak Termasuk Ganggang Hijau Yaitu

Hari berpalis periode, setelah kedua Putri Oling Besi menginjak remaja mereka empat mata berencana untuk membunuh ayah tirinya. Plong suatu hari kedua Dewi tersebut akan melaksanakan niatnya buat membalas mortalitas Ayah kandungnya plong Ayah tirinya, saat Ayah tirinya (Dolonong Utak) menengah istirahat di balai-auditorium rumahnya. Ketika kesempatan itu tiba dibunuhlah dolonong Utak dengan menunggangi Sepit. Sehabis diketahui bahwa Ayah tirinya meninggal kedua putri tersebut senang, keduanya bersuka cita dan mengungkapkannya dengan bersuka cita empat mata. Dan sebagai musiknya mereka mengejar sepotong buluh pendek dan mengisinya dengan nilai-bijian. Ungkapan kepuasan membunuh Dolonong Utak itu di untuk setakat bilang tahun.[5]

Kemudia pecah dunia keadaan di alam Batara tersebut diketahui maka itu seorang manusia yang mewah gandeng dengan tunggul Batara yang bernama Kilip. Karena Kilip memaklumi kejadian itu maka Bidadari Ruda dan Dewi Bela merentang Kilip agar ia tidak membualkan kejadian ini kepada Dewa-dewa bukan di Negeri Oteng Doi. Kilip menyetujui dengan mengajukan satu syarat yakni Dewi Ruda dan Dewi Bela harus mengajarkan tari yang mereka lakukan saat bersuka cita. Tanpa pikir pangkat Haur Ruda dan Dewi Bela pula mengajarinya. Dari hasil pertemuan tersebut Kilip mendapatkan suatu tulang beragangan dansa sakral karena peruntungan tari tersebut faktual tongkat panjang dan seketul bambu, maka Kilip memberi nama disko tersebut laksana Dansa Gantar nan artinya tongkat (yang sepatutnya ada sebuah sumpit) dan sepotong bambu yang normal disebut Kusak.[5]

Gerak Tari Gantar

[sunting
|
sunting perigi]

Gerakan Tari Galah yang sekarang sering kita saksikan adalah rangkaian gerakan yang mengalami proses penggarapan maupun pemadatan. Gerakan Tari tongkat panjang didominasi sreg kampanye suku. Pada awalnya Tari Gantar dibagi menjadi 3 varietas, ialah:[1]
[6]

Baca juga:   Pernyataan Yang Bukan Termasuk Faktor Pendorong Integrasi Sosial Adalah

Penjolok Rayat

[sunting
|
sunting sumber]

Spesies Tari Gantar ini alatnya namun satu merupakan Gantar (kayu nan jenjang), pada ujung tongkat tersebut diikatkan/digantung tengkorak hamba allah yang dibungkus dengan kain merah dan dihiasi dengan Ibus. Mereka menari berkeliling sambil menyanyi, dipinggang tukang tari terikat mandau. Apabila tidak menyandang tongkat, mereka mengelewai (melambaikan tangan sesuai irama).[1]
[5]

Gantar Busai

[sunting
|
sunting sumber]

Varietas tari ini semata-mata mengirimkan sehelai bambu nan diisi dengan poin-bijian nan dipegang tangan jihat kanan sedangkan tangan kiri tidak mengapalkan barang apa-apa (kosong) periode goyang pinggul dilambai-lambaikan sesuai irama, sementara itu bambunya berdimensi 50cm diberi dua belas gelang mudahmudahan berbunyi gemerincing seandainya digerakkan. Besaran awi maupun sekat tersebut sesuai dengan jumlah penarinya. Mereka menari berpuak-puak, kadang suka-suka nan “Ngloak” (menari sewaktu saling memupuki dengan talk basah).[1]
[5]

Sekat Senak dan Kusak

[sunting
|
sunting mata air]

Jenis Tari Sortang ini, penarinya menggunakan dua peralatan tari yaitu Senak (tongkat) yang dipegang tangan kidal. Sedangkan Kusak (bambu) nan dipegang asisten, yang berisi biji-bijian biar nyaring bunyinya. Kusak dipegang tangan kanan dengan jejak kaki tangan telentang dan siku ditekuk. Senak biasanya berdimensi satu sampai seperempat meter, sedangkan Kusak dengan 30cm yang diisi dengan biji-bijian dan ujungnya di beri akhir yang disebut dengan Ibus.[1]
[5]

Referensi

[sunting
|
sunting sumber]

  1. ^


    a




    b




    c




    d




    e




    “Tari Sortang”. Indonesia Kaya Web. Diarsipkan pecah versi nirmala tanggal 2015-02-20. Diakses tanggal
    21 Februari
    2015
    .




  2. ^


    a




    b




    P3KD (1977-1978).Ensiklopedia Nada dan Tari Daerah di Kalimantan Timur.Jakarta:Pesanan Pengkhususan dan Pendataan Kebudayaan Daerah Daya. Hal. 13

  3. ^


    “Tari Galah Kaltim”. Bibliotek Digital Kultur Indonesia. Diakses tanggal
    21 Februari
    2015
    .





  4. ^


    “Yuk Mengenal Tari Tongkat panjang”. Griya Wisata. Diarsipkan dari versi tulus sungkap 2015-02-20. Diakses copot
    21 Februari
    2015
    .




  5. ^


    a




    b




    c




    d




    e




    f




    g




    “Sejarah, Kelebihan dan Deskripsi Tari Gantar”. Vanie Pick. Diakses copot
    21 Februari
    2015
    .





  6. ^


    “Tarian Galah! Tarian Saling Mengenal Muda-Mudi”. Berita Baik Indonesia. Diakses tanggal
    21 Februari
    2015
    .




Pranala asing

[sunting
|
sunting sumber]

  • Video di YouTube
Baca juga:   Which of the Following Sentences is Correct



Anggota Tubuh Apa Yang Biasanya Digerakkan Dalam Gerak Tari Gantar

Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Tari_Gantar