Apa Fungsi Dari Oil Cooler Pada Sistem Pelumasan

By | 12 Agustus 2022

Apa Fungsi Dari Oil Cooler Pada Sistem Pelumasan.

Paparan Umum Sistem Pelumasan (Outline of Lubrication System)

Pelumasan pada
engine
berfungsi untuk melumasi komponen-suku cadang yang bergesakan dan mencegah berkaratnya bagian–bagian
engine
nan bergerak translasi maupun rotasi. Tujuannnya kerjakan mempertahan umur dan daya tahan komponen sesuai dengan kehidupan ekonomisnya. Lega sistem pelumasan didukung oleh beberapa suku cadang utama diantaranya adalah
oil pump,
oil pengayak,
lubricating valve,
oil cooler,
thermostat, dan tak-tidak.
Gambar di atas menunjukkan riuk satu cermin dari sistem pelumasan nan digunakan plong perlengkapan selit belit.

Total oli yang harus disuplai maka itu pompa oli ke komponen-komponen
engine
yang membutuhkan pelumasan hampir tak korespondensi berubah tanpa menghiraukan besarnya barang bawaan dan kecepatan, tetapi sebaliknya jumlah oli yang disuplai pompa oli akan meningkat ketika terjadi peningkatan
kecepatan engine
dan akan mengalami penghamburan momen kecepatan
engine
menurun. Disisi lain pompa oli harus mensuplai oli dengan produktivitas nan cukup buat menjaga tekanan oli tersebut, meskipun puas saat putaran
engine
rendah. Berbagai macam kaidah telah dilakukan bakal mengatasi persoalan tersebut, diantaranya adalah dengan menunggangi
cut off valve
lega piston
cooling oil jet
(piston cooling nozzle).
Cut off valve
lain akan membuka takdirnya tekanan olinya di dasar 2 kg/cm2. Momen tekanan
engine
rendah. Dengan mekanisme tersebut sebuah pompa oli dengan produktivitas yang kecil boleh digunakan.

Delivery pressure
sebuah pompa oli buat sistem pelumasan
engine
biasanya berkisar 3-4.5 kg/cm2
yang diatur maka itu
regulator valve. Hal ini tentunya sudah diperhitungkan mengenai adanya tekanan nan hilang (pressure loss) pada
penapis, penyejuk oli (oil cooler), dan pada pipa-pipa pelumasan.

Pron bila terjadi kebuntuan pada
oil cooler, maka akan terjadi kenaikan tekanan oli dalam sistem yang akan mengakibatkan terjadinya kerusakan plong pipa-culim saluran pelumasan dan komponen-suku cadang lainnya. Buat mencegah situasi tersebut, maka pada sistem pelumasan dilengkapi dengan adanya
safety valve
(valve
akan terbuka plong tekanan 10 kg/cm2).

Baca juga:   Keuntungan Menggunakan Atm Dan Kartu Debit Sebagai Berikut Kecuali

Pada
oil cooler
dan
full flow tapis
dilengkapi dengan adanya sebuah
short valve
untuk mengantisipasi kalau terjadi kebuntuan pada
oil cooler
dan
full flow penapis.

Pompa oli

Pompa oli yang paling banyak digunakan bagi sistem pelumasan
engine
adalah tipe
external gear pump
maupun
trochoid pump. Impitan oil pelumasan engine berkisar antara 3 – 4.5 kg/cm2
selama pengoperasian
engine
kerumahtanggaan batas normal. Debit oli nan disuplai ke sistem berkisar antara 50 – 300 liter/menit.

Salah suatu komponen utama dari sebuah
external gear pump
adalah dua gandeng dan tertutup besikal gigi rapat maka dari itu yang saling apartemen pompa. Pompa ini bekerja dengan cara menggerakkan salah satu kereta angin giginya dengan sebelah sesuai anak panah pada gambar.

Jumlah revolusi oli yang dapat dipindahkan tersangkut dari besarnya roda transmisi tersebut. Pompa oli ini berfungsi untuk memindahkan oli dari oil pan ke sistem.

oil pump 2

Trochoid pump
yaitu pompa kereta angin transmisi dengan gigi-gigi berbentuk kurva
trokoida, besaran gigi berasal rotor luar. Rotor luar berbentuk bumbung dan berputar pada rumah pompa, sedangkan sumbu rotor dalam terletak eksentrik terhadap sumbu tabung tersebut, sehingga pemasukan oli pelumas berlangsung ngeri lurus terhadap eksentrisitas tersebut.

Saat posisi unit dioperasikan ditempat erot, oli mengalir dan subur di ujung oil pan. Sehingga oli bersikulasi tak sempurna.
Scavenging oil circuit
mempunyai
strainer
yang terdapat disisi inkompatibel dengan
strainer
penting. Sehingga oli yang kaya diujung
oil pan
dihisap oleh
scavenging pump
dan dialirkan ke sebelah sebelahnya.

Tapis Oli (Oil Tapis)

Oli yang digunakan lakukan pelumasan pada
engine
secara lambat-laun akan menjadi kotor (terletak karbon, abu, kotoran) yang akan menyebabkan terjadinya abrasi pada komponen yang bersinggungan. Lakukan menjaga hal tersebut diatas, maka lega sistem pelumasan
engine
dilengkapi dengan adanya
oil filter
(penapis oli) agar residu tersebut boleh disaring dan oli nan bersikulasi tetap bersih.

Baca juga:   Yang Berarti Menggabungkan Sesuatu Dengan Yang Lain Adalah Lafaz

Pada sirkuit pelumasan, dapat diklasifikasikan ke privat tiga macam terampai dari susunan filter oli yang digunakan.

  • Full flow type
  • Bypass type
  • Combination of full flow and bypass
    (digunakan pada
    engine
    dengan ukuran sedang hingga yang berdimensi besar).

Pada
full flow type, filter oli dipasang pada sirkuit oli. Seluruh oli akan melintasi pengayak oli ini dan kemudian dialirkan ke onderdil-onderdil nan bergesekan.

Pada
bypass type, oli disaring dan dikembalikan sekali lagi ke
oil pan.


Full Flow Type Penapis Element


Seandainya dibandingkan dengan
bypass oil filter,
full flow oil filter
memilki kapasitas sirkulasi oli yang lautan, impitan yang hilang (pressure loss) memadai osean, dan lebih cepat mengalami kebuntuan.

Material yang digunakan ibarat elemen tapis untuk tipe ini biasanya terbuat berpangkal kertas dengan kombinasi pipa besi yang mempunyai area penyaringan (filtering area
= 30-50
micron).

engine oil filter


Bypass Type Penyaring Element


centrifugal oil filter

Sebuah
bypass oil filter
dirancang bikin melepas material-material maupun kotoran-hajat yang berdimensi relatif kian kerdil.
Filter
ini kadang menggunakan jeluang dengan berat diversifikasi yang pangkat bagi unsur penyaringannya. Terserah memperalat bahan juga yang dari lebihlebihan-remah papan, serpihan-lebihlebihan kertas, dan lain-bukan yang dipak. Bilang kembali
filter
yang menggunakan kecondongan
centrifugal
buat melepas cirit-kotoran pada oli.

Berikut ini ditunjukkan gambar
pengayak
yang menunggangi gaya sentrifugal untuk melepas endap-endap dalam oli.


Oil Cooler


Ketika oli sreg
engine
temperaturnya mengalami peningkatan hingga melebihi batas atasnya,
oil komidi gambar
akan mengalami penipisan. Hal ini akan merusak suku cadang-komponen
engine
yang bersanggit. Cak bagi mencegah kejadian tersebut maka puas sebuah
engine
dilengkapi dengan adanya
oil cooler.

Terdapat dua macam spesies dari
oil cooler, adalah:

  • Plate tube type
    (multiple plate type)
  • Shell & tube type
    (multiple tube type)

tipe oil cooler


Regulator Valve & Oil Jet


Regulator valve
& berfungsi untuk mengeset besarnya impitan pada sistem pelumasan (sekitar 3-4.5 kg/cm2). Oil jet berfungsi kerjakan mendinginkan bagaian bawah dari piston. Struktur
regulator valve
dan
oil jet
ditunjukkan berikut ini:

Baca juga:   Perbedaan Besaran Vektor Dan Besaran Skalar

regulator valve & oil jet

Apa Fungsi Dari Oil Cooler Pada Sistem Pelumasan

Source: https://penambang.com/sistem-pelumasan-lubrication-system