Apa Perbedaan Perkecambahan Epigeal Dan Hipogeal

By | 11 Agustus 2022

Apa Perbedaan Perkecambahan Epigeal Dan Hipogeal.

Tipe-varietas Perkecambahan pada Tumbuhan (Hipogeal dan Epigeal) | Biologi Papan bawah 12

Kata sandang ini membahas macam-macam perkecambahan yang ada. Serta membandingkan perbedaan perkecambahan hipogeal dan epigeal.


Begitu juga yang kita tahu, pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan berasal dari biji. Tapi, kamu tahu nggak bagaimana proses si biji ini bisa tumbuh? Apakah semua ponten bakalan tumbuh gitu aja? Apakah pertumbuhan biji ini akan seimbang untuk semua macam tumbuhan? Jawabannya akan kita coba pecahin di artikel ini ya.

Sebelumnya, kamu perlu tahu dulu kalau biji itu terdiri atas bagian-fragmen seperti:

  1. Kulit biji, berfungsi kerjakan melindungi poin.
  2. Endosperma dan kotiledon, berfungsi menyimpan stok makanan dan menutrisi embrio.
  3. Radikula, bakal akar.
  4. Plumula, buat daun.
  5. Epikotil, bakal mayat yang letaknya di atas kotiledon.
  6. Hipokotil, bakal batang yang letaknya di bawah kotiledon.

struktur biji dikotil dan monokotil

Sekarang, kita lanjut bahas pertumbuhan bijinya.

Kalau di dapur kamu ada kacang hijau, coba perhatiin deh. Oke, pertama-tama pahamin dahulu sekiranya kacang plonco itu biji. Pernah nggak kamu liat kacang mentah di keran kamu itu tumbuh batang dan daunnya?

Kenyataannya, semua kacang baru nan ada di dapur sira akan selamanya menjadi kacang baru. Dia nggak bakalan bertunas karena skor tersebut masih dalam hari dormansi atau masa istirahat. Disebut dormansi karena embrio intern angka kacang plonco tersebut masih “tidur”, atau nggak aktif buat berkembang. Supaya boleh “mengaktifkan” si skor, kita harus membangunkannya dong.

pengertian imbibisi

Cara minimum gampang membangunkan si angka adalah dengan imbibisi atau bahasa gampangnya: kasih air. Ketika imbibisi, kredit bakal menyerap air dari lingkungan. Tujuannya untuk mematahkan masa dormansi (bijinya jadi “siuman” deh) sekalian mengaktifkan embrio buat ngehasilin hormon giberelin. Hormon ini pun akan mengaktifkan enzim hidrolisis (amilase, protease, lipase).

Baca juga:   Gaya Belajar Berkaitan Dengan Cara Manusia Menyerap Informasi Disebut

Bayangin, deh, enzim-enzim ini aktif dan mulai bekerja. Apa nan beliau kerjain? Memecah stok rezeki yang ada di dalam ponten. Kesudahannya, si biji akan punya energi.

Nah, kalau sudah aktif sejenis ini, kini dia siap deh ngeluarin bangkai dan patera serta tumbuh dan berkembang menjadi tumbuhan.

Proses “semangat”-nya si biji ini dinamakan dengan perkecambahan.

Baca pula: Pertumbuhan Primer dan Sekunder puas Tumbuhan

Bintang sartan, takdirnya kacang hijau di dapur kamu ada yang mendadak merecup, bukan bermakna beliau unik atau aneh. Tapi karena si biji kacang hijau kamu terjangkit air.

Sebelum masuk ke diversifikasi-tipe perkecambahan, kita coba cari tahu terlampau ya kosakata yang dipakai dalam perkecambahan. Start berbunga sini, kamu akan beruntung latihan bahasa abnormal. Pertama,
“hipo” nan berarti “bawah”
dan
“epi” yang berarti “atas.”
Kalau kepingin gampang, dia boleh coba memahfuzkan “epi” bak plesetan dari “jago merah”. Nyala jago merah selalu ke mana? Yak, betul. Atas.

Macam macam perkecambahan

Perkecambahan puas tumbuhan ada 2 tipe, yaitu perkecambahan hipogeal dan perkecambahan epigeal. Perbedaan keduanya boleh kita liat berdasarkan letak kotiledonnya, ya!


1. Perkecambahan Hipogeal

Ingett, hipo artinya apaa?? Yupp, betul hipo artinya “dasar”. Berarti hipogeal itu perkecambahan nan kotiledonnya tetep terpendam di bawah tanah. Arketipe perkecambahan hipogeal boleh dilihat di tumbuhan monokotil, kayak jagung dan kelapa.


2. Perkecambahan Epigeal

Ingett lagi ya, epi artinya “atas”. Berarti itu perkecambahan yang kotiledonnya bakalan naik ke atas permukaan tanah. Padalah, perkecambahan epigeal ini banyak terjadi pada tumbuhan dikotil, khususnya kacang-picisan, kayak kacang berma sama kacang mentah. Siapp paham kan ya bedanya.

perkecambahan hipogeal dan epigeal

Pertanyaannya, kenapa, sih, kok kotiledon ini boleh tikai-beda tempatnya? Apa ada kotiledon yang traveler sehingga pengin liat dunia dan kepingin keluar dari tanah? Begitu keluar semenjak tanah, kotiledonnya teriak, “MY TRIIIIPPPP?!”

Baca juga:   Bagaimana Penilain Kamu Tentang Adanya Janji Kaiso Tentang Kemerdekaan Indonesia

Tentu, jawabannya bukan. Sebetulnya, posisi kotiledon diam aja. Kotiledonnya patuh di telaga-situ aja. Faktor yang memengaruhi perbedaan letak kotiledon ada pada “layon nan bersemi” selama proses perkecambahan.

Coba, deh, engkau liat lagi puas gambar proses perkecambahan di atas. Takdirnya sepanjang proses perkecambahan epigeal, nan memanjang adalah batang di bagian asal kotiledon (hipokotil). Kotiledon seolah-olah terpincut ke atas dan risikonya keluar dari tanah.

Sebaliknya, jikalau perkecambahan hipogeal yang memanjang adalah mayit pada babak atas kotiledon (epikotil). Sang kotiledon bakalan tetap terpendam di tanah. Bintang sartan dapat disimpulin seandainya perbedaan perkecambahan epigeal dan hipogeal itu dapat dilihat berusul posisi kotiledon dan bagian nan mengalami pemanjangan. Sippp, Mantap!

Nah, itu tadi yaitu pembahasan terkait aneh-aneh perkecambahan nan terserah dalam pertumbuhan dan urut-urutan pada tumbuhan. Takdirnya kamu pengin tahu materi ini dalam tulangtulangan video animasi. Tonton aja habis
ruangbelajar!
Di sana beliau akan bertemu temperatur teacher yang berpengalaman,
lho!





ruangbelajar


Referensi:

Irnaningtyas. (2018). Ilmu hayat untuk SMA/MA Kelas XII Kurikulum 2013 Revisi. Jakarta: Erlangga.

Artikel ini diperbarui lega 14 Desember 2020.

Profile

Kresnoadi

Penyusun cerita. | http://www.keriba-keribo.com/

Apa Perbedaan Perkecambahan Epigeal Dan Hipogeal

Source: https://www.ruangguru.com/blog/tipe-perkecambahan