Asbabun Nuzul Surah Yunus Ayat 40 41

By | 11 Agustus 2022

Asbabun Nuzul Surah Yunus Ayat 40 41.

Tindasan Yunus Ayat 40-41, Artinya, Tafsir dan Tembolok

Salinan Yunus ayat 40-41 yaitu ayat yang mengajarkan untuk menjauhi tindak kekerasan. Dua ayat ini ialah bukti keindahan Islam privat menyikapi orang yang tidak beriman. Berikut ini arti, adverbia dan kandungan Surat Yunus ayat 40-41.

Sebagaimana Kopi Yunus secara keseluruhan, ayat 40-41 ini juga tergolong Makkiyah. Ia diturunkan di Makkah sebelum Rasulullah hijrah. Sebagaimana akta Makkiyah lainnya, surat ini banyak menggosipkan akan halnya keyakinan serta menghadapi sikap dan pandangan kaum musyrikin Makkah.

Tindasan Yunus Ayat 40-41 Beserta Artinya

Berikut ini Piagam At Taubah ayat 119 kerumahtanggaan tulisan Arab, tulisan latin dan artinya intern bahasa Indonesia:

وَمِنْهُمْ مَنْ يُؤْمِنُ بِهِ وَمِنْهُمْ مَنْ لَا يُؤْمِنُ بِهِ ۚ وَرَبُّكَ أَعْلَمُ بِالْمُفْسِدِينَ . وَإِنْ كَذَّبُوكَ فَقُلْ لِي عَمَلِي وَلَكُمْ عَمَلُكُمْ ۖ أَنْتُمْ بَرِيئُونَ مِمَّا أَعْمَلُ وَأَنَا بَرِيءٌ مِمَّا تَعْمَلُونَ

(Waminhum mayyu’minu bihi waminhum mal laayu’minu bih, warobbuka a’lamu bil mufsidiin. Wa in kaana kadzdzabuuka faqul liii ‘amalii walakum ‘amalukum. Antum barii,uuna mimmaa a’malu wa ana barii,um mimmaa ta’maluun)

Artinya:

Di antara mereka suka-suka orang-orang nan beriman kepada Al Quran, dan di antaranya ada (pula) insan-manusia yang enggak beriman kepadanya. Dan Tuhanmu kian mengetahui tentang anak adam-hamba allah yang berbuat kerusakan. Jikalau mereka mendustakan kamu, maka katakanlah: “Bagiku pekerjaanku dan bagimu pekerjaanmu. Anda sampan diri terhadap segala apa yang aku kerjakan dan akupun berlepas diri terhadap segala apa yang kamu kerjakan”.

Adverbia Surat Yunus Ayat 40-41

Tafsir Surat Yunus ayat 40-41 ini disarikan dari Tafsir Anak lelaki Katsir, Kata tambahan Fi Zhilalil Quran, Tafsir Al Azhar. Cak semau empat poin berharga intern ayat ini yakni realitas keberimanan, pembuat kerusakan, konsekuensi amal dan menyikapi perbedaan tanpa kekerasan.

1. Realitas Keberimanan

Allah Subhanahu wa Ta’ala memaparkan bahwa manusia terbagi menjadi dua golongan. Ada yang berketentuan kepada Al Quran dan terserah yang tidak beriman.

وَمِنْهُمْ مَنْ يُؤْمِنُ بِهِ وَمِنْهُمْ مَنْ لَا يُؤْمِنُ بِهِ

Baca juga:   Apa Sebutan Lain Bagi Ruang Dapur

Di antara mereka ada turunan-orang yang beriman kepada Al Quran, dan di antaranya cak semau (pula) orang-orang nan tidak berkepastian kepadanya.. (QS. Yunus: 40)

Secara istimewa, Tindasan Yunus ayat 40 ini berujar tentang orang-orang Makkah. Namun secara publik, kamu juga berlaku kerjakan semua umat manusia.

“Di antara mereka yang engkau diutus kepada mereka, hai Muhammad, ada orang-basyar nan beriman kepada Al Qur’an ini dan mengikutimu serta beroleh kemujaraban dari risalah yang sira sampaikan,” terang Ibni Katsir ketika menafsirkan ayat ini. “Tapi cak semau juga nan tidak berkepastian, terlebih mereka lengang intern kekafirannya dan jemah akan dibangkitkan n domestik keadaan ateis.”

2. Pembuat Kehancuran

Individu-turunan musyrikin Makkah menuduh Rasulullah dan pengikutnya berbuat kerusakan, pemecah belah dan merusak persatuan Makkah. Maka Allah menjawab tudingan mereka.

وَرَبُّكَ أَعْلَمُ بِالْمُفْسِدِينَ

..Dan Tuhanmu lebih mengetahui tentang sosok-orang yang melakukan kerusakan. (QS. Yunus: 40)

“Orang-orang yang melakukan fasad yaitu sosok-orang yang tidak berkeyakinan,” catat Sayyid Qutb dalam Kata tambahan Fi Zhilalil Qur’an. “Tidaklah terjadi kerusakan di muka bumi seperti yang disebabkan oleh sesatnya sosok semenjak keimanan kepada Tuhannya dan dari beribadah kepada-Nya saja. Tidaklah meraja lela fasad di muka bumi kecuali disebabkan oleh ketundukan kepada selain Allah dengan barang apa akibat buruk yang ditimbulkannya bagi jiwa manusia bersumber semua segi.”

Arab sebelum Islam dipenuhi dengan kejahiliyahan. Al Alquran menjuluki mereka gemuk dalam kesesatan yang konkret (ضلال مبين). Buya Hamka menjelaskan dalam Tafsir Al Azhar, kesesatan berwujud nan dialami nasion Arab diutusnya Rasulullah antara tak:

Menguburkan anak perempuan roh-hidup

Orang kaya memeras orang miskin dengan riba

Menyembah fetis

Perang antar suku bangsa

Bukankah catur hal itu saja sudah menggambarkan alangkah parah kerusakan yang dilakukan orang-orang yang tak beriman? Demikian pula kerusakan di abad-abad berikutnya. Siapakah yang membantai 20 juta suku Aborigin di Australia? Siapakah yang membantai lebih dari 100 juta suku indian merah di Benua Paksina Amerika? Siapakah yang membantai bertambah berusul lebih dari 50 juta Indian ahmar di kontinen Selatan Amerika? Siapa nan menyulut perang dunia 1 dan perang dunia 2? Semua kebinasaan itu dilakukan maka itu bani adam-orang yang tak beriman kepada Al Alquran.

Baca juga:   Guna Mendesain Sebuah Produk Kerajinan Sangat Bergantung Pada

3. Konsekuensi Amal

Allah memberikan taujih (arahan) kepada Rasulullah cak bagi menyatakan bahwa segala perbuatan ada konsekuensinya dan masing-masing orang akan mendapatkan konsekuensi atas apa yang dilakukannya.

وَإِنْ كَذَّبُوكَ فَقُلْ لِي عَمَلِي وَلَكُمْ عَمَلُكُمْ

Jikalau mereka mendustakan kamu, maka katakanlah: “Bagiku pekerjaanku dan bagimu pekerjaanmu.. (QS. Yunus: 41)

“Almalik menyerahkan pengarahan kepada Utusan tuhan seharusnya jangan terpengaruh dengan kebohongan para pendusta ini. Juga agar sumbuk tangan dari mereka dan ulah mereka,” kata Sayyid Qutb dalam Tafsir Fi Zhilalil Qur’an. “..juga membiarkan mereka sendirian menyanggupi jadinya.”

Buya Hamka dalam Tafsir Al Azhar menjelaskan, jikalau mereka masih semata-mata membangkang dan tidak mau percaya, ayat ini memerintahkan Rasulullah untuk memfokuskan bahwa “bagiku amalku, bagi kalian amal kalian.” Tiap-tiap ada konsekuensi dan akibatnya. Amal baik membawa ke surga. Dedikasi buruk mengganjur ke neraka.

Perihalnya seperti firman Allah:

قُلْ أَتُحَاجُّونَنَا فِي اللَّهِ وَهُوَ رَبُّنَا وَرَبُّكُمْ وَلَنَا أَعْمَالُنَا وَلَكُمْ أَعْمَالُكُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُخْلِصُونَ

Katakanlah: “Apakah kamu memperdebatkan dengan kami tentang Tuhan, padahal Dia adalah Allah kami dan Sang pencipta kamu; buat kami amalan kami, dan buat beliau amalan kamu dan hanya kepada-Nya kami mengikhlaskan hati, (QS. Al Baqarah: 139)

وَإِذَا سَمِعُوا اللَّغْوَ أَعْرَضُوا عَنْهُ وَقَالُوا لَنَا أَعْمَالُنَا وَلَكُمْ أَعْمَالُكُمْ سَلَامٌ عَلَيْكُمْ لَا نَبْتَغِي الْجَاهِلِينَ

Dan apabila mereka mendengar ucapan yang tak bermanfaat, mereka melongok daripadanya dan mereka berkata: “Bagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amalmu, ketenteraman atas dirimu, kami tidak kepingin bergaul dengan hamba allah-individu jahil”. (QS. Al Qashash: 55)

4. Menyikapi Perbedaan Tanpa Kekerasan

Terlampau Allah menutup ayat ini dengan firman-Nya:

أَنْتُمْ بَرِيئُونَ مِمَّا أَعْمَلُ وَأَنَا بَرِيءٌ مِمَّا تَعْمَلُونَ

..Kamu berlepas diri terhadap apa yang aku kerjakan dan akupun berlepas diri terhadap segala yang engkau untuk. (QS. Yunus: 41)

Baca juga:   Berikut Yang Bukan Termasuk Peralatan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Adalah

Inilah taujih Rabbani. Semoga Rasulullah dan suku bangsa muslimin sumbuk diri semenjak mereka dan barang apa yang mereka bagi.

Secara muamalah, masih diperbolehkan berinteraksi dengan mereka. Hanya n domestik masalah aqidah, tak boleh ada partisipasi. Internal keburukan ibadah, lain boleh cak semau kerja sama. Dan atas kejahatan dan kerusakan yang mereka perbuat, suku bangsa muslimin harus berlepas diri dari mereka.

Biarpun mereka mendustakan Rasulullah, Yang mahakuasa tidak memerintahkan memusuhi mereka dengan kekerasan. Allah belaka mewajibkan sekoci diri dari apa nan mereka kerjakan. Maka dengan kedamaian Selam serupa ini, banyak di antara orang-orang musyrikin Makkah nan kemudian satu per suatu masuk Selam.

Kandungan Inskripsi Yunus Ayat 40-41

Bermula penjelasan kata tambahan di atas, kita dapat menyimpulkan isi ki gua garba Surat Yunus ayat 40-41 perumpamaan berikut:

1. Manusia terbagi menjadi dua golongan. Cak semau nan beriman kepada Al Quran dan ada nan bukan beriman.

2. Allah Maha Mengetahui boleh jadi yang berbuat kerusakan.

3. Orang-makhluk yang tidak percaya adalah para pembuat kebinasaan terbesar.

4. Allah memerintahkan Rasulullah dan kaum muslimin untuk meninggalkan anak adam yang mendustakan Al Quran dan menghindari kelakuan mereka.

5. Tuhan memerintahkan Rasulullah dan kaum muslimin cak bagi berlepas diri mulai sejak perbuatan orang-orang yang tidak beriman.

6. Setiap kebajikan akan ada konsekuensi dan balasannya. Dedikasi baik membawa ke surgaloka, amal buruk menyedot ke neraka.

7. Dokumen Yunus ayat 40-41 ini merupakan brifing dari Allah untuk menghadapi basyar yang tidak berkepastian tanpa kekerasan, tetapi membentangkan tata susila mulia.

Demikian Surat Yunus ayat 40-41 mulai dari tulisan Arab dan latin, terjemah kerumahtanggaan bahasa Indonesia, tafsir dan isi peranakan maknanya. Semoga bermanfaat dan moga kita termasuk orang yang istiqamah dalam keimanan. Wallahu a’lam bish shawab. [Muchlisin BK/BersamaDakwah]

Asbabun Nuzul Surah Yunus Ayat 40 41

Source: https://umma.id/post/surat-yunus-ayat-40-41-artinya-tafsir-dan-kandungan-18673051893890?lang=id