Bagaimana Pengaruh Bahasa Dan Tulisan India Di Indonesia

By | 11 Agustus 2022

Bagaimana Pengaruh Bahasa Dan Tulisan India Di Indonesia.

Kita mungkin sayang menemui nama dan kata seperti Pustaka, Karya, Guru, Sastra, Hangit, Wisnu, Wijaya, ataupun semboyan-semboyan seperti Kartika Eka Paksi atau Jalesveva Jayamahe. Nama-segel internal bahasa Sanskerta tersebut adalah suatu bukti bahwa hingga kini kembali pengaruh India masih terasa kental di bumi Indonesia. Salah suatu penyebabnya, budaya India adalah budaya “asing” pertama nan sifatnya “maju” dan sudah lalu lama berasimilasi dengan budaya tempatan Indonesia. Asimilasi ini kemudian diakui selaku bagian dari budaya Indonesia itu sendiri.

Jika ditelusuri ke belakang, maka bahasa yang berkembang di Indonesia bisa dibagi dua kelompok. Pertama rumpun bahasa Papua dan kedua rumpun bahasa Austronesia. Rumpun bahasa Austronesia terdiri atas 200 jenis, provisional rumpun bahasa Papua terdiri atas 150 bahasa. Rumpun bahasa Papua berkembang di wilayah timur nusantara, termaktub Timor Timur, kepulauan Maluku dan Papua Barat. Rumpun bahasa Austronesia juga merasuk ke negeri-wilayah ini.

Takdirnya bukti tertulis yang hendak dikedepankan n domestik masalah bahasa ini, maka prasasti Estuari Kaman, nan berlokasi di Kalimantan Timur, 150 km ke arah hulu Wai Mahakam, dapat diambil selaku titik tolak tertua. Prasasti tersebut dicanangkan tahun 400 Masehi. Hal yang menarik adalah, prasasti tersebut menyuratkan adanya proses asimilasi dua budaya. Purwa Indonesia nirmala, kedua otoritas India. Proses ini terlihat berpunca isi prasasti yang berlingkup pada perubahan tanda.

Prasasti di Muara Kaman tersebut menceritakan Raja Kudungga punya putra namanya Acwawarman. Acwawarman memiliki tiga putra dan yang paling sakti di antara ketiganya yaitu Mulawarman. Acwawarman dan Mulamarman adalah bahasa Sanskrit, sementara Kudungga yaitu tak dan kebolehjadian besar yakni segel nan berkembang sebelum datangnya supremsi India dan agama Hindu.

Sanskerta adalah bahasa nan dibawa oleh manusia-orang India ini, sementara Pallawa merupakan huruf nan digunakan selaku tulisannya. Sanskerta secara genealogis tercantum rumpun bahasa Indo Eropa. Termasuk ke kerumahtanggaan rumpun bahasa Indo Eropa adalah bahasa Jerman, Armenia, Baltik, Slavia, Durja, Celtic, Gaul, dan Indo Iranian. Di Asia, rumpun bahasa Indo Iranian ialah yang terbesar, dan teragendakan ke dalamnya adalah bahasa Iranian dan Indo Arya. Sanskerta ada di kelompok Indo Arya.

Baca juga:   Pasangan Garis Yang Saling Sejajar Adalah

Mengenai fungsinya, Sanskerta adalah bahasa yang dipergunakan dalam kepatuhan agama Hindu dan Buddha. Dari sana, Sanskerta kemudian meluas penggunaannya selaku bahasa sangkut-paut dan menggandar di nusantara. James N. Collins mencatat signifikasi pengusahaan bahasa Sanskerta di nusantara. Menurutnya, ikatan antara bahasa Melayu (cikal-bakal bahasa Indonesia) sudah ratusan perian. Ini ditandai bahwa sejak abad ke-7 para penganut agama Buddha di Tiongkok sanggup berlayar hanya cak bagi mengunjungi rahasia mantra Buddha di Sriwijaya (Sumatera Daksina).

Lawatan ini akibat masyhurnya nusantara bak basis pelajaran agama Buddha dan bahasa Sanskerta. I-Ching, koteng biksu Buddha dari Tiongkok bahkan menggambar 2 buku berbahasa Sanskerta di Palembang. Ia menasihati pembacanya agar singgah di Fo-shih (Palembang) untuk mempelajari bahasa dan tata bahasa Sanskerta sebelum melanjutkan avontur mereka ke kota-kota polos Buddha di India. I-Ching mengutarakan di Palembang koteng terletak 1000 orang sarjana Buddha.

Posisi Sriwijaya sebagai basis pendidikan bahasa Sanskerta membuat pengaruh bahasa tersebut jadi berguna “menular” tinggal perkulakan. Seperti diketahui, Sriwijaya yaitu kerajaan yang basis ekonominya bazar makanya sebab berlokasi di pesisir Laut Jawa.

Bahasa Sanskerta nan dibawa berpokok India, setelah masuk ke Indonesia tidaklah dalam bentuk murninya lagi. Di Jawa misalnya, bahasa hasil asimilasi Sanskerta dengan budaya lokal lalu dikenal dengan Kawi. Bahasa Kawi atau pula dikenal sebagai Jawa Kuno kemudian menyebar ke pulau lain. Di Sumatera Barat bahasa ini berkembang silam supremsi raja-raja vassal Jawa semisal Adityawarman.

Momen itu, nusantara dikenal dengan penggunaan 3 bahasa nan punya keistimewaan sendiri-seorang. Pertama bahasa Jawa Kuna bagaikan bahasa pergaulan sehari-hari, Melayu Kuna sebagai bahasa perbelanjaan, dan Sanskerta sebagai bahasa keagamaan. Di era India jadi mainstream di nusantara, Sanskerta yaitu kelompok bahasa “tinggi” yang dipakai dalam kepentingan keagamaan maupun bahasa formal suatu imperium.

Baca juga:   Menanam Kembali Tanaman Yang Mati Atau Rusak Disebut

Yuridiksi bahasa Sanskerta terhadap bahasa Melayu pun terjadi. Bahasa Melayu ini merupakan lingua-franca yang dipergunakan internal gabungan dagang antarpulau nusantara. Bahasa Melayu juga kelak menjadi dasar dari berkembangkan bahasa Indonesia selaku bahasa persatuan. Sebab itu, dapat juga dikatakan bahasa Sanskerta ini rendah banyak punya pengaruh pula terhadap bahasa Indonesia.

Penelusuran pengaruh bahasa Sanskerta terhadap bahasa Jawi dicontohkan oleh epigraf Kedukan Ardi, Palembang. Prasasti tersebut ditemukan tanggal 29 Nopember 1920 dan diperkirakan sekufu perian 683 masehi. Jejak lain penggunaan bahasa Sanskerta juga ditemukan di Talang Tuwo, Palembang (684 M, abjad Pallawa), prasasti Kota Kapur, Bangka (686 M, abc Pallawa), epigraf Karang Brahi, Meringin, Hulu Jambi (686 M, huruf Pallawa), prasasti Kembang laras, Jawa Tengah (832 M, aksara Nagari), dan epigraf Keping Tembaga Laguna, dekat Manila, Filipina.

Sebagian bahasa Sanskerta kemudian diserap ke intern bahasa Jawi. Ada probabilitas 800 kosa kata bahasa Melayu merupakan hasil penyerapan dari bahasa Sanskerta. Beberapa kosa prolog Sanskerta nan diserap ke intern bahasa Melayu (pula Indonesia) antara lain :



Selain kata-introduksi nan sudah diserap di table atas, ada pula kosa prolog yang sudah digunakan dalam prasasti-prasasti berbahasa Sanskerta sejak hari 1303 M di wilayah Trengganu (sekarang Malaysia). Kosa kata tersebut yakni : derma, acara, bumi, keluarga, suami, raja, bicara, atau, denda, agama, merdeka, bendara, menteri, isteri, ataupun cuaca paduka.

Selain bahasa, huruf Pallawa yang digunakan untuk menulis kosa kata Sanskerta kembali timbrung menyumbangkan pengaruh para huruf-aksara yang berkembang di Indonesia seperti Bugis, Sunda, alias Jawi.

Bagaimana Pengaruh Bahasa Dan Tulisan India Di Indonesia

Source: http://chandrati09.blogspot.com/2011/05/pengaruh-india-di-bidang-bahasa.html