Bagaimana Proses Turunnya Perintah Menutup Aurat

By | 11 Agustus 2022

Bagaimana Proses Turunnya Perintah Menutup Aurat.


hukum menutup aurat

Tulang beragangan: hayyu

Hukum Menutup Kemaluan terlazim muslimah pelajari dengan alangkah bukan main. Agar mereka tau bagaimana berbusana dan berpakaian yang semestinya.

Agama Islam hadir ke tampang dunia untuk memuliakan makhluk. Bahwa manusia adalah makhluk Allah nan paling mulia. Sehingga turun syariat menutup genitalia n domestik agama Islam.

Kebesaran cucu adam tidak dinilai dari berapa banyak harta benda yang dimiliki. Seberapa samudra rumah yang dia tempati. Berapa banyak oto nan terserah di garasi. Berapa banyak tembusan tanah yang dimiliki.

Saja kemuliaan anak adam suka-suka pada adab, moralitas dan tingkah kayun dan  rasa sipu.  Kebesaran  manusia dilihat berpunca sdut taqwa yang dia miliki.

Rasa sipu, akhlak dan moralitas nan hierarki adalah salah satu tanda label orang memiliki kredit takwa internal dirinya.

Salah satu matra orang islam baik merupakan seberapa osean perhatiannya pada menyelimuti alat kelamin. Pakaian merupakan karakter seseorang. Sehingga Allah menonjolkan bahwa pakaian terbaik buat manusia ialah taqwa.

Taqwa akan mencagar dan membentengi orang yang memakainya dari aniaya dan azab neraka. Salah satu bentuk, wujud dan aplikasi taqwa seseorang adalah pikiran yang besar intern mengerudungi alat kelamin.

Sebaliknya, orang yang lalai dan ceroboh tidak mau menyelimuti kemaluan maka Almalik akan menjatah hukuman, siksa dan aniaya karena tak menutup alat vital. Semoga Tuhan menolong kita sehingga kita boleh menutup aurat, mengajak dan menujukan keluarga kita bisa menyelimuti aurat dengan rahmat dan pemberian bermula Yang mahakuasa.

Baca lagi Ratib melawat  orang nyeri yang jarang di ketahui manusia

Table of Contents

  • 1
    Perintah menyelimuti alat vital
  • 2
    Hadits menudungi aurat

    • 2.1
      Hadist mengerudungi aurat pertama
    • 2.2
      Hadist menutup aurat  ke dua
    • 2.3
      Hadist mengerudungi alat vital ke tiga
    • 2.4
      Hadits menudungi aurat  ke catur
    • 2.5
      Hadist menutup aurat kelima
  • 3
    Ayat tentang menutup kemaluan
  • 4
    Had alat kelamin laki-laki

    • 4.1
      permulaan yakni Aurat Mughalladhah (aurat nan sangat)
    • 4.2
      Kedua, aurat mukhaffafah (aurat ringan)
  • 5
    Sempadan aurat perawan
  • 6
    Manfaat menutup genitalia

    • 6.1
      Pertama, memeroleh pahala
    • 6.2
      Kedua, membukit iman
    • 6.3
      Ketiga, meningkatkan harkat dan martabat wanita
  • 7
    Dampak negatif mengungkapkan aurat

    • 7.1
      Pertama, memeroleh dosa
    • 7.2
      Kedua, turunnya ponten iman
    • 7.3
      Ketiga, memburukkan harga diri koteng
    • 7.4
      Keempat, berpeluang bulan-bulanan kejahatan
    • 7.5
      Kelima, rusaknya akhlak
  • 8
    Hikmah menutup alat vital

    • 8.1
      Menaati perintah Allah
    • 8.2
      Terjaga dan terpelihara diri kita
    • 8.3
      Ciri khas wanita muslimah
    • 8.4
      Terhidar bermula dosa megumbar aurat

Perintah menudungi kemaluan jelas dan lugas dalam Islam. Tetapi sebelum kita bahas mengenai pentintah menyelimuti aurat alangkah baiknya bila kita bahas dulu tentang pengertian menutup kemaluan.


Lantas apakah pengertian aurat itu?

Aurat adalah anggota-anggota tubuh yang ilegal untuk ditampakkan. Dengan introduksi lain, alat kelamin ialah anggota fisik yang tidak boleh dilihat maka dari itu khalayak bukan selain mahram.

Menurut imam
Serbuk Bakar kacang Abdurrahman bin Ahmad
Alat vital koteng perempuan adalah seluruh anggota tubuhnya. Ini berdasarkan kitab

Bidayatul Mujtahid

karangan
Anak lelaki rusyd.

Hal ini bersendikan perintah Allah menutup aurat dalam Al Alquran:


“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman sebaiknya mereka menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya, yang demikian lebih plong mereka. Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang mereka”

(Salinan An Nur: 30)

“Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman semoga mereka menjaga pandangan, memelihara kemaluannya. Jangan menampakkan perhiasan (auratnya) kecuali yang biasa terlihat. Hendaklah mereka menutupkan (kain kerudung) ke dadanya. Janganlah menampakkan perhiasan (auratnya) kecuali kepada laki mereka alias ayah mereka, ayah suami mereka alias putra-putra mereka, putra-putra suami mereka atau ari-ari saudara suami-laki mereka maupun putra-putra saudara laki-laki mereka atau putra-putra saudara perempuan mereka atau para perempuan (sesama Islam) mereka alias hamba sahaya yang mereka miliki, laki-laki jompo nan tidak mempunyai keinginan (terhadap pemudi) atau momongan-anak yang belum mengerti tentang aurat nona. Dan janganlah mereka merentakkan kakinya kiranya diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah engkau semua kepada Tuhan duhai individu-khalayak yang beriktikad mudah-mudahan anda beruntung”
(QS. An Nur: 31)

Kognisi dari ayat diatas yaitu bahwa Allah memerintahkan kepada hamba-hambaNya, baik laki-laki (mukmin), sebaiknya mereka menahan pandangannya puas apa yang telah Allah haramkan bagi mereka.

Sehingga menahan pandangan adalah ibadah.

Andaikan terjadi melihat (tanpa sengaja), hendaklah segera memalingkan pandangan kepada yang tak.

Hal ini sebagaimana sebuah hadis nan diriwayatkan oleh Abu Daud dari sahabat Abu Hurairah, Rasulullah
Shallallahu alaihi wasallam
berkata kepada Ali bin Abi Thalib
Radhiyallahu anhu:

“Hai Ali, janganlah engkau susuli (pandangan pertama) dengan pandangan kedua. Pandangan pertama adalah untukmu dan bukanlah untukmu pandangan yang kedua, yaitu pandangan mula-mula enggak disengaja sementara itu nan kedua tidak boleh karena sengaja”.

Bukan cuma menjaga pandangan dan mata, Allah juga memerintahkan kepada kita kaum muslimin untuk menjaga dan membudidayakan kemaluan dari perbuatan nista sebagaimana homoseksual, zina dan tidak sebagainya.

Ulah dosa yaitu perbuatan yang tidak dibenarkan makanya syariat agama Islam.

Dan sememangnya, Tuhan mencerna apa yang diperbuat oleh hambaNya. Baik intern keadaan siluman, terpejam atau terang-terangan
(Tafsir Ibnu Katsir jilid 5 halaman 465)

Baca lagi Narasi utusan tuhan Ismail seorang anak  nan taat Sehingga rela di kurbankan

Sedangkan ayat 31 diatas yaitu perintah Allah kepada kabilah muslimah mukminat seharusnya mereka lagi memanglingkan diri mereka dari yang diharamkan oleh Allah.

Kita mesti untuk melihara kemaluan dari perbuatan zina. Menjaga rukyah dan hendaknya para perempuan tidak menampakan barang apa yang mereka memiliki (perhiasan) kecuali yang biasa terpandang aktual wajah, telapak tangan dan kaki.

Baca juga:   Ekonomi Berasal Dari Kata Oikonomia Yang Berarti

Moga mereka pun cerbak menutupkan kain kerudung (jilbab) ke dada dan kepala mereka.

Mereka juga perlu untuk menyergap diri (tak menampakkan perhiasan) kepada orang lain kecuali para laki, ayah, ayah mertua, putra dara, putra putra saudara suami-junjungan maupun putra saudara dara, wanita-wanita muslimah (budak) nan sudah dimiliki, pelayan (tidak mempunyai kerinduan) sahwat kepada wanita, momongan yang belum mengarifi mengenai aurat.

Mereka juga dilarang untuk memukulkan suku mereka, dalam rajah supaya diperhatikan oleh orang-orang. Agar mereka melihat perhiasan mereka (yang tersembunyi)

Yang mahakuasa juga sangat menyodorkan kepada suku bangsa muslimin cak bagi segera bertaubat kepada Allah hendaknya mereka menjadi manusia yang berkat.

Jadi kwajiban menutup genitalia ialah kwajiban yang tidak bisa di batal lagi bagi seorang muslimah.

Seperti itu pentingnya menutup genitalia ini, ada banyak dalil menutup alat kelamin berupa hadits syah rasul Muhammad nan mengisyaratkan agar umat Selam menutup aurat.

Inilah sejumlah hadits rasul nan menjadi dasar semoga kita menutup aurat kita.

Kita mengajak anak anak , istri dan batih kita moga menutup aurat dan menjaga diri agar tak menampakkan aurat. Semua privat rangka taat kepada Almalik dan rasulNya.

Yamtuan nabi Muhammad pernah menegur Asma’ binti Abu Bakar kiranya mengenakan rok yang bertambah  lebat lagi menutupi.

يَا أَسْمَاءُ إِنَّ الْمَرْأَةَ إِذَا بَلَغَتِ الْمَحِيضَ لَمْ يَصْلُحْ أَنْ يُرَى مِنْهَا إِلَّا هَذَا وَهَذَا

Wahai Asma ! Sesungguhnya wanita seandainya sudah baligh maka tak bisa nampak dari anggota badannya kecuali ini dan ini (beliau mengisyaratkan ke muka dan telapak tangan).(HR. Abu Dâwud, no. 4104 dan al-Baihaqi)

Beliau sang rasul kembali  pernah di datangi maka itu seorang gadis yang bertanya akan halnya kemaluan.  Wanita itu bertanya tentang bagian mana cuma  yang perlu untuk di tutupi.

احْفَظْ عَوْرَتَكَ إلَّا مِنْ زَوْجِكَ أَوْ مَا مَلَكَتْ يَمِينُكَ

“Jagalah auratmu kecuali terhadap (rukyah) istrimu atau budak yang kamu miliki”.(HR. Duli Dâwud, no.4017; Tirmidzi, no. 2794; Nasa’i dalam kitabnya Sunan al-Kubrâ, no. 8923; Ibnu Mâjah)

Wanita yang tidak mau menutup aurat oleh Allah diancam tidak akan pernah mencium bau surga. Sedangkan bau  surga bisa di cium dari jarak sepanjang 500 tahun.

Hal ini begitu juga sebuah hadist nan di riwayatkan oleh sahabat Abu Hurairah:

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا، قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ، وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مَائِلَاتٌ مُمِيلَاتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَمْثَالِ أَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ، لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلَا يَجِدْنَ رِيحَهَا، وَإِنَّ رِيحَهَا لَتُوجَدُ مِنْ مَسِيْرةٍ كَذَا وَكَذَا

“Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada dua golongan dari pemukim neraka yang belum pernah aku tatap: (yang purwa adalah) Suatu suku bangsa yang n kepunyaan cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan (yang kedua adalah) para wanita yang berpakaian tapi berpukas, berpaling berpokok kepatuhan dan mengajak lainnya untuk mengikuti mereka, pemimpin mereka seperti kelasa onta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk indraloka dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.”
(HR. Muslim, no. 2128)

Seorang maskulin juga haram baginya melihat aurat laki laki enggak. Apalagi menyibuk aurat dayang. Peristiwa ini sama dengan perbuatan nabi nabi muhammad nabi:

لاَ يَنْظُرُ الرَّجُلُ إِلَى عَوْرَةِ الرَّجُلِ، وَلاَ الْمَرْأَةُ إِلَى عَوْرَةِ الْمَرْأَةِ، وَلاَ يُفْضِي الرَّجُلُ إِلَى الرَّجُلِ فِي الثَّوْبِ الْوَا حِدِ، وَلاَ تُفْضِي الْمَرْأَةُ إِلَى الْمَرْأَةَ فِي الثَّوْبِ الْوَحِدِ

“Janganlah koteng lelaki melihat aurat pria (lainnya), dan janganlah pun seorang wanita melihat alat vital wanita (lainnya). Seorang adam tidak boleh bersama pria lain dalam satu kain, dan tak bisa pula seorang wanita bersama wanita lainnya dalam satu kejai.”
(HR. Muslim, no. 338 dan yang lainnya)

Boleh menghalangi seseorang yang berusaha mengintip keluarga kita bahkan wajib. Sehingga boleh lontar dengan kerikil orang yang hendak mengintip anak bini kita:

لَوْ اطَّلَعَ فِي بَيْتِكَ أَحَدٌ وَلَمْ تَأْذَنْ لَهُ خَذَفْتَهُ بِحَصَاةٍ فَفَقَأْتَ عَيْنَهُ مَا كَانَ عَلَيْكَ مِنْ جُنَاحٍ

“Jika ada orang yang berusaha melihat (aurat keluargamu) di rumahmu dan kamu tidak mengizinkannya lantas kamu melemparnya dengan kerikil sehingga membutakan matanya maka tidak ada dosa bagimu”.
(HR. Al-Bukhâri, no. 688, dan Muslim, no. 2158)

Allah melarang sendiri mematamatai aurat muslim lainnya apalagi melihat aurat seoarang muslimah. Ini ialah larangan keras dan pelanggaran besar buat orang nan melakukannnya.

Ayat yang melarang sendiri muslim meluluk alat kelamin termasuk ayat yang panjang. berikut ayat yang menguraikan tentang menutup alat vital:

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ ۖ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَىٰ عَوْرَاتِ النِّسَاءِ ۖ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ ۚ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Katakanlah kepada orang suami–junjungan yang beriman, “Hendaklah mereka menghalangi pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu yaitu lebih masif untuk mereka, senyatanya Allâh maha mengatahui barang apa nan mereka perbuat.” Katakanlah kepada wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menyergap pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali nan (biasa) nampak berbunga padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan perca kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, maupun ayah suami mereka, atau putera–putera mereka, atau putera–putera suami mereka, alias saudara-plasenta laki-laki mereka, maupun putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, ataupun wanita-wanita islam, ataupun budak-budak yang mereka miliki, maupun pelayan-pelayan pria nan tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak asuh yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allâh, wahai anak adam-bani adam yang percaya supaya dia beruntung.”
(An-Nûr/24:31)

Baca juga:   Jelaskan Sejarah Alat Kelengkapan Keamanan Negara Indonesia

Tidak sepan sahaja beberapa ayat yang pangkat ini, Allah juga berucap di ayat yang bukan:

يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

“Wahai anak asuh adam, pakailah pakaianmu nan indah di setiap (memasuki) sajadah, bersantap dan minumlah, dan jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allâh tidak mengesir cucu adam-orang yang jebah.”
(Al-A’râf/7:31)

Baca pun Kisah utusan tuhan Isa nan ternyata enggak pernah di kayu palang

Takat aurat lelaki

Pria dan perempuan adalah dua khalayak nan farik; baik secara psikologi, kejiwaan, bentuk fisik, karakter, tanggung jawab dan lain sebagainya.

Termuat tentang batasan aurat.   Batasan aurat maskulin dengan perempuan berbeda.

Para ulama sepakat bahwa

qubul

dan

dubur

serta fragmen yang suka-suka di sekitar keduanya merupakan genitalia bagi laki-laki.



Jumhur ulama


berpendapat bahwa aurat laki-laki merupakan barang apa yang ada di wilayah pusar hingga lututnya.

Secara mahajana aurat pria dibagi menjadi dua:

pertama yakni Aurat Mughalladhah (aurat yang habis)

Ini yakni qubul dan dubur beserta adegan yang ada di sekitar keduanya.  Sebagai seorang muslim kita lain boleh menampakkan aurat ini sama sekali kecuali kepada istri-gendak kita.

Segala apa nan terserah di sekeliling kubul dan dubur ini tidak boleh dilihat makanya siapapun. Tidak bisa dibuka kecuali dalam kejadian darurat.

Apabila dalam kejadian darurat yang diperlukan kecuali tidak mengangkat gaun, maka dapat. Misalnya, ketika suka-suka di palagan yang adv amat becek,  perlu menyanggang sarung alias celana.

Ketika datang ke medikus, maka kita dapat membukanya sekedar untuk melihat anggota jasmani yang akan disuntik. Dan tabib dapat melihatnya.

Kedua, aurat mukhaffafah (aurat ringan)

Aurat ini yakni alat kelamin yang ada di seputar paha ke atas. Lazimnya boleh disingkap, diperlihatkan bila suka-suka berak atau keperluan yang meminggirkan.

Membukanya ini boleh sesekali saja dan tak menjadi satu adat. Bukan berarti dapat keluar rumah memakai celana pendek.

Sempadan aurat nona

Dayang adalah makhluk Allah yang minimal indah, semacam itu kata sendiri pujangga.

Karena wanita itu indah, maka tidak dapat mengacak di lihat oleh khalayak yang enggak muhrim. Tidak boleh membabi buta dilihat selain suaminya.

Allah mensyariatkan kepada para wanita cak bagi menutup alat kelamin . Ini sebagaimana perkataan nabi rasul Muhammad dan firman Allah pada pembahasan  diatas.

Lantas apa saja batasan genitalia bagi seorang putri?

Sebagaimana firman Allah nan berbunyi:

Walaa yubdiina ziinatahunna illa maa dhoharominhaa

Artinya
“Dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya) kecuali yang (absah) terlihat.”

Jadi koteng nona terbiasa menutupi aurat dan anggota tubuhnya kecuali yang tidak boleh dibuka. Yakni anggota awak yang nampak plong diri sang perempuan.

Jamhur’ berbeda pendapat saat membagi tafsiran ayat ini.

Perbedaan pendapat ini pada batas menutup alat kelamin bukan sreg syariat menyelimuti aurat.

Syariat mengerudungi aurat semua ulama sepakat teristiadat hukumnya.

Padri Syafii mengatakan bahwa aurat seorang perawan di luar sholat ialah seluruh tubuhnya. Termasuk wajah dan telapak tangan harus di tutup.

Tetapi beberapa cerdik pandai lain mempunyai pendapat yeng berbeda. Menurut mereka, suka-suka perkecualian merupakan anggota tubuh yang biasa nampak dan tertumbuk pandangan begitu juga roman dan kedua bekas kaki tangan.

Sehingga aurat amoi di internal shalat atau di luar shalat ya setimpal sahaja.

Kaprikornus wajah dan telapak tangan boleh di beber.

Ulama sepakat dan searah bahwa aurat sendiri perawan teristiadat di tutup.

Perbedaan jamhur tentang aurat perempuan yakni batasan wajib mengerudungi aurat.

Mengalungkan jilbab, gamis adalah salah suatu wujud dan kaidah bikin menudungi alat kelamin.

Aslinya umum sebelum datangnya Selam sudah memakai jilbab tapi saat mengaryakan jilbab, belahan dada mereka masih nampak dan tertumbuk pandangan.

Maka Islam datang untuk menetapi pendayagunaan jilbab yang menjulur hingga  ke bawah.

Saat Allah memberi perintah wanita menutup kemaluan serta merta cak semau guna yang pasti bagi koteng wanita. Berikut beberapa manfaat menyelimuti aurat:

Mula-mula, memeroleh pahala

Menutup aurat merupakan perintah Almalik bagi kaum master. Dalam menututp aurat ini banyak sekali manfaat nan akan kaum hawa peroleh. Kebaikan pertama adalah pahala melimpah. Artinya saat seorng perempaun menggunakan gaun yang menutup alat vital maka dia akan memeroleh pahala mulai sejak Almalik.

Kedua, menambah iman

Iman merupakan sesuatu yang tiak nampak. Tapi iman bisa faktual intern aktifitas sehari tahun termasuk kerumahtanggaan kejadian berpakaian dan berbusana. Seorang wanita solehah pasti akan berbusana dan berpakaian syari dan mengerudungi aurat.

Ketiga, meningkatkan harkat dan martabat wanita

Seorang wanita yang berbusana rapi dan syari akan sani dalam rukyah sosok lebih kian dalam pandangan Almalik. Dalam adagium jawa berbunyi
“Ajine diri soko lati, ajine rogo soko busono”. Artinya Pamor karena ucapan yang baik dan bersusila. Sementara itu badan badan akan luhur saat mengaryakan pakaian yang bermoral dan sesuai dengan tuntunan syariat agama.

Baca juga:   Saka Yang Bergerak Dalam Bidang Pertanian

Dampak subversif membuka aurat

Alat vital yakni bagian tubuh yang harus ditutupi. Bagian tubuh yang tidak boleh dilihat atau diperlihatkan kepada hamba allah lain.

Maka ibarat sendiri muslim yang baik kita terbiasa menjaga diri hendaknya aurat kita enggak nampak atau terlihat insan lain.

Baik nampaknya itu sengaja atau enggak disengaja. Membentangkan aurat ialah sebuah maksiat kepada Sang pencipta
Subhanahu wa ta’ala.

Menampakan aurat baik disengaja atau tidak disengaja ternyata membawa dampak destruktif yang dulu raksasa.

Secara tidak langsung momen seseorang membuka aurat, maka dia telah menumbuk aturan syariat yang sudah ditetapkan oleh Sang pencipta.

Inilah beberapa dampak negatif mengungkapkan aurat:

Permulaan, memeroleh dosa

Individu yang membuka genitalia, dia memperoleh dosa di sebelah Allah. Seseorang yang berkeyakinan, tentu dia menjaga diri dari ulah dosa, baik disengaja atau tidak disengaja.

Termasuk membuka alat kelamin merupakan riuk suatu dosa yang tidak bisa dianggap remeh.

Karena Sang pencipta telah memerintahkan kita bikin demap menutup aurat kita.

Menutup kemaluan merupakan suatu kewajiban cak bagi seorang mukmin dan muslimah.

Bayangkan tetapi betapa banyak dosa dan kesalahan yang kita pikul andaikan kita tiap waktu tidak memakai pakaian Islami yang sesuai dengan takdir.  Keluar rumah lain memahai jilbab dab tutup kepala.

Semoga Allah menolong kita sehingga kita di jauhkan dari mengungkapkan genitalia di asing rumah.

Kedua, turunnya nilai iman

sosok yang biasa mengumbar aurat, menyibakkan alat kelamin di depan orang dengan entengnya secara tidak simultan meletakkan iman mereka./

Orang yang kuak alat vital di depan awam seakan-akan punya garis hidup iman yang rendah.

Membuka aurat merupakan sebuah indikasi dan tanda-tanda bahwa dia tak punya rasa malu. Awalnya malu. Malu dengan membuka alat vital. Lama-lama perlu.

Awalnya tidak memakai tutup kepala, lama-lama mengaryakan kaos tipis, ketat dan tak sebagainya.

Maka laksana seorang muslim, selama kehidupan kita harus terus berusaha bagaimana agar kita selalu menutup diri dengan pakaian yang sesuai dengan apa yang Sang pencipta kehendaki. Tentu semua demi keefektifan kita bersama, bukan untuk kepentingan Allah.

Ketiga, memburukkan prestise sendiri

Hakekat orang yang tidak menutup aurat adalah turunan yang mengotorkan harga dirinya sendiri di hadapan bani adam tak.

Semakin seseorang membuka auratnya, alangkah dia mutakadim merendahkan diri dan bani adam lain.

Ketika melihat orang yang tidak tertutup auratnya, tidak memakai jilbab, berpakaian seronok maka serta merta mereka mengimani bahwa dia adalah wanita pasaran, wanita nan dijual dengan nilai murah dan enggak punya harga diri.
Naudhubillah!

Keempat, berpeluang korban ki kebusukan

Sendiri wanita yang lain memakai bagian Islam.  Engkau umbar auratnya. Maka secara tidak langsung tanpa bangun, dia telah menjemput karas hati menclok kepadanya.

Start mulai sejak kejahatan seksual, pemerkosaan pelecehan dan lain sebagainya.

Kejahatan sesekali terjadi bukan karena ada  karsa dari pelaku sahaja karena ada probabilitas.

Maka serta merta kita ibarat sendiri muslim harus menjaga diri kita agar tidak menjadi bahan pemantik dan pemancing orang mengamalkan kejahatan.

Kelima, rusaknya akhlak

Rusaknya akhlak merupakan indikasi pecah bobroknya moral suatu mahajana bangsa dan negara.

Momen seseorang enggak memakai pakaian yang islami, auratnya terbuka. Secara tidak langsung engkau ikut berkontribusi dalam kerusakan moral dan akhlak generasi muda.

Maka sebagai seorang muslim yang baik kita harus berusaha dan berupaya agar kita menjadi bagian membangun budi dan moral nasion.

Dimana apabila setiap orang yang ada di dunia Indonesia ini berpikir positif, ingin mengimpitkan kejahatan, mau meningkatkan akhlak nan luhur. Maka pelecok suatu caranya yakni dengan mengerudungi aurat.

Intern setiap perintah Sang pencipta pasti cak semau hikmah dan fungsi yang akan cucu adam  terima. Termasuk n domestik melaksanakan perintah menutup aurat ini. Inilah beberapa hikmah menutup aurat:

Menaati perintah Allah

Halikuljabbar mensyariatkan kepada para wanita dan kaum hawa kerjakan menyelimuti alat vital. Semua intern rangka untuk memuliakan wanita, menjaga kehormatannya dan menjaga keluarganya.

Terpelajar dan terpelihara diri kita

Sering sekali kita laksana para wanita merasa kesatuan hati aman saja. Padahal, di asing sana banyak bahaya meluluk. Terutama gangguan berpangkal adam nakal.

Kalau kita ingin selamat berpokok gangungan lelaki nakal kita mesti menjaga diri dengan menutup alat kelamin . Menyelimuti aurat akan mampu meredam gejolak syahwat dan keinginan kaum lelaki.

Ciri khas wanita muslimah

Mengerudungi aurat adalah ciri khas yang hanya dimiliki wanita solehah. Banyak wanita di luar sana yang tiap keluar kondominium mereka lain memakai pakaian yang syari.

Mereka suka menampakkan bagian tubuhnya, teutama rambut dan lehernya. Padahal rambut adalah mahkota bagi seorang waita. Rambut yang terjuntai indah, wangi semerbak adalah godaan bagi kabilah lelaki.

Masalahnya, sayang sekali suku bangsa master tidak merasa melakukan kesalahaan dengan keluar rumah minus jilbab dan pakaian yang menutup alat vital. Mereka anggap itu semua saja biasa biasa sekadar, sah halal saja. Sementara itu, ini adalah awal mula terbukanya kemungkinan dosa dosa nan lain nan lebih besar.

Terhidar pecah dosa megumbar alat kelamin

Bagi wanita mengumbar aurat ialah dosa nan benar-benar. Maka menudungi aurat dengan jilbab dan baju yang syari adalah ancang mulanya menjadi seorang muslimah yang pola sesuai dengan perintah Allah dan rasulNya.

Demikian pembahasan mengenai
Syariat Menutup Aurat, dalil dan manfaat menutup aurat nan bisa pencatat sajikan ke hadapan pembaca sambil. Semoga bermanfaat.

Bagaimana Proses Turunnya Perintah Menutup Aurat

Source: https://www.fataya.co.id/hukum-menutup-aurat/