Bentang Alam Yang Sangat Mendukung Sektor Perindustrian Di Jepang Adalah

By | 12 Agustus 2022

Bentang Alam Yang Sangat Mendukung Sektor Perindustrian Di Jepang Adalah.

Terbit Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia nonblok

Ekonomi
Jepang

Pusat keuangan di Tokyo

Mata uang lelah Yen Jepang (JPY)
Tahun fiskal 1 April – 31 Maret
Organisasi perdagangan APEC, WTO, OECD, G-20, G8 and others
Statistik
PDB $4.41 triliun (nominal; 2016)[1]
Pertumbuhan PDB Penurunan
-1.4% (Q4 2015)[2]
PDB per kapita 34.870 (nominal; 2016)[1]

(nominal; ke-24 / PPP; ke-23)
PDB per sektor pertanian: 1.2%, industri: 27.5%, jasa: 71.4% (2012 est.)
Inflasi (IHK) deflation
Penduduk
di bawah garis kemiskinan
16% (2010)[3]
Koefisien gini 38.1 (2002)
Angkatan kerja 65.93 miliun (2011 est.)
Angkatan kerja
berdasarkan sektor
pertanian: 3.9%, industri: 26.2%, jasa: 69.8% (2010 est.)
Pengangguran 3.4% (2015 est.)[4]
Pabrik terdepan Kendaraan bermotor

Peralatan elektronik

Peralatan dan permesinan

Baja dan logam nonbesi

Kapal

Kimia

Tekstil

Makanan proses
Peringkat fasilitas melakukan menggalas ke-24[5]
Eksternal
Ekspor $697 milyar (2013 est.)
Produk ekspor kendaraan bermotor 13.6%; semikonduktor 6.2%; barang besi dan baja 5.5%; suku cadang media 4.6%; bahan plastik 3.5%; mesin pengungkit 3.5%
Maksud ekspor utama
Amerika Serikat 20.2%


Tiongkok 17.5%


Korea Selatan 7.1%


Hong Kong 5.6%


Thailand 4.5% (2015)[6]
Impor $766.6 milyar (2013 est.)
Komoditas impor minyak manjapada 15.5%; gas tunggul cair 5.7%; busana 3.9%; semikonduktor 3.5%; bencana bara 3.5%; peralatan audio optis 2.7%
Negara asal impor terdahulu
Tiongkok 24.8%


Amerika Serikat 10.5%


Australia 5.4%


Korea Selatan 4.1% (2015)[7]
Modal investasi langsung asing $1.41 triliun (2013)
Tunggakan kumuh asing negeri $2,767 triliun (Q3 2014 est.)[8]
Pembiayaan publik
Utang umum 245.80% PDB (2015 est.)[9]
Pendapatan $1,739 triliun (2013 est.)
Kewajiban $2,149 triliun (2013 est.)
Sambung tangan ekonomi $9.7 milyar ODA (Feb 2007)
Peringkat utang Standard & Poor’s:[10]

AA- (Domestik)
AA- (Luar negeri)
AAA (T&C Assessment)
Outlook: Stabil[11]

Moody’s:[11]

A1
Outlook: Nyata
Fitch:[11]

A-
Outlook: Positif
Tandon alat penglihatan uang jasa asing US$1,264 triliun (Sep 2014)[12]
Sumber data utama: CIA World Fact Book

Ekonomi pasar bebas dan terindustrisasi Jepang merupakan ketiga terbesar di mayapada pasca- Amerika Persekutuan dagang dan Cina n domestik istilah kesejajaran daya beli internasional. Ekonominya sangat efisien dan bersilaju privat area yang bersambung ke bursa jagat, tetapi daya produksi bertambah invalid di bidang agriklutur, peredaran, dan pelayanan.

Setelah mencapai pertumbuhan ekonomi teratas di dunia dari 1960-an ke 1980-an, ekonomi Jepang merosot secara ekstrem plong sediakala 1990-an, ketika “ekonomi gelembung” jatuh. Persediaan kepemimpinan pabrik dan teknisi, pekerja yang berpendidikan tinggi dan membanting tulang, tabungan dan invesatasi raksasa dan promosi intensif peluasan pabrik dan perdagangan internasional telah memproduksi ekonomi industri yang masak.

Baca juga:   Prosedur Pembuatan Konstruksi Miniature Jembatan Dimulai Dari Tahap

Jepang memiliki sumber gerendel alam nan cacat, sahaja penggalasan menolongnya mendapatkan sumber daya untuk ekonominya.

Meskipun prospek ekonomi jangka panjang Jepang masih bagus, hanya waktu ini beliau berada dalam resesi terburuknya sejak Perang Mayapada II. Harga saham dan properti tetap nan turun, membubuhi cap akhir dari “ekonomi buih” 1980-an. GDP konkret di Jepang merecup rata-rata sekitar 1% antara 1991-98, dibandingkan dengan 1980-an seputar 4%. Pertumbuhan di Jepang pada dekade ini bertambah rendah dari pertumbuhan negara maju lainnya. Jepang memasuki masa resesi plong mulanya millenia, dimulai maka dari itu resesi di Amerika Serikat, tetapi sejak 2003 telah start bertaruk kembali dengan lestari dan pada 2004 menikmati pertumbuhan teratas sejak 1990.

Sektor jasa

[sunting
|
sunting sumber]

Japan Airlines yaitu salah suatu konsorsium penerbangan terbesar di dunia

Beberapa tiga perempat semenjak total penghasilan ekonomi Jepang terbit bersumber sektor jasa. Pabrik penting sektor jasa di Jepang faktual bank, asuransi, realestat, bisnis satuan, transportasi, dan telekomunikasi. Mitsubishi UFJ, Mizuho, NTT, TEPCO, Nomura, Mitsubishi Estate, Tokio Marine, Japan Railway, Seven & I, dan Japan Airlines ialah keunggulan-tera perusahaan Jepang yang termasuk firma terbesar bumi. Kebijakan Pemerintah Jepang puas musim Perdana Menteri Junichiro Koizumi melakukan privatisasi Japan Post. Enam keiretsu utama terdiri berasal grup Mitsubishi, Sumitomo, Fuyo, Mitsui, Dai-Ichi Kangyo, dan Sanwa. Beberapa 326 perusahaan Jepang berlambak dalam daftar Forbes Global 2000 atau 16,3% bersumber total perusahaan dalam daftar Forbes Global 2000 plong tahun 2006.

Sektor industri

[sunting
|
sunting perigi]

Industri ekspor utama Jepang yaitu otomotif, elektronik konsumen (lihat industri elektronik konsumen Jepang), komputer jinjing, semikonduktor, ferum, dan baja. Industri penting bukan dalam ekonomi Jepang merupakan petrokimia, farmasi, bioindustri, gudi kapal, dirgantara, tekstil, dan lambung nan diproses. Industri manufaktur Jepang banyak bergantung plong impor bahan mentah dan bahan bakar minyak.

Distrik pabrik tersebar di sejumlah prefektur. Di distrik Kantō, provinsi industri kreatif di Chiba, Kanagawa, Saitama, dan Tokyo (wilayah industri Keihin). Di wilayah Tōkai, kawasan industri Chukyo-Tokai berada di Aichi, Gifu, Mie, dan Shizuoka. Di wilayah Kansai, daerah industri Hanshin mewah di Osaka, Kyoto, dan Kobe. Kawasan industri Setouchi mencaplok barat daya Pulau Honshu dan bagian paksina Shikoku sekitar Laut Pedalaman Seto, sementara di Kyushu, distrik industri berada di bagian paksina Kyushu. (Kitakyūshū)

Pertanian

[sunting
|
sunting sumber]

Walaupun hanya 12% dari luas daratan di Jepang yang dapat dipergunakan kerjakan perladangan, namun karenanya termasuk memuaskan. Besarnya hasil perladangan didukung oleh kesuburan tanah pertanian karena petak nan mengandung serdak vulkanis. Di samping itu, pengolahan lahan pertanian dilakukan secara intensif dengan didukung teknologi maju. Sektor pertanaman adalah sektor nan diproteksi pemerintah dan menerima subsidi n domestik kuantitas besar.

Hasil persawahan Jepang berupa pari, ubi benggala, jagung, gandum, kacang, kedelai, dan teh. Hasil peternakan berupa babi, ayam, telur, sapi dan susu. Sayur-sayuran faktual radis, kubis, ketimun, tomat, wortel, bayam, dan selada. Sedangkan buah-buahan yang banyak ditanam yaitu apel dan jeruk. Memanjatkan perkara ialah komoditas unggulan Tohoku dan Hokkaido. Buah pir merupakan komoditas pertanian unggulan Prefektur Tottori. Perladangan sitrus berada di Shikoku, Shizuoka, dan Kyushu. Pokok kayu pir dan jeruk dibawa masuk ke Jepang oleh petualang Belanda di Nagasaki sreg intiha abad ke-18.

Pari adalah tanaman pangan yang sangat diproteksi pemerintah Jepang. Beras impor dikenakan bea masuk 490% dan pembatasan kuota sebesar 7,2% dari biasanya konsumsi beras perian 1968 hingga 1988. Impor di luar kuota tidak dilarang, cuma dikenakan bea masuk \341 per kilogram. Tarif bea masuk beras impor yang kini (490%) diperkirakan akan mendaki menjadi 778% menurut estimasi baru yang akan diberlakukan sesuai Putaran Doha.[13]

Walaupun Jepang biasanya dapat melakukan swasembada beras (kecuali beras bikin membuat senbei dan makanan olahan), Jepang harus mengimpor 50% berpunca kebutuhan konsumsi serealia[14]
dan gelimbir lega impor daging. Jepang menjualbelikan gandum, cante, dan kedelai dalam jumlah segara, terutama dari Amerika Serikat. Jepang merupakan pasar terbesar cak bagi ekspor perladangan Embuk Eropa.

Perikanan

[sunting
|
sunting sumber]

Jepang menempati cumbu ke-2 di dunia di belakang Republik Rakyat Tiongkok intern tonase penyergapan ikan (hari 1989: 11,9 juta ton), kenaikan tipis dari 11,1 juta ton pada musim 1980. Sehabis terjadi kegentingan minyak 1973, perikanan laut kerumahtanggaan di Jepang menurun. Pada musim 1980-an, total tangkapan ikan sendirisendiri tahun biasanya 2 miliun ton. Perikanan lepas pesisir mencapai 50% berpangkal penangkapan ikan kuantitas sreg akhir 1980-an, biar beberapa kali mengalami pertambahan dan penurunan.

Perikanan pesisir dilakukan dengan perahu kecil, jaring, ataupun teknik pembiakan terhitung sekitar sepertiga produksi total industri perikanan Jepang. Sementara itu, perikanan belas kasihan rantau dengan kapal format menengah terhitung sekeliling makin mulai sejak separuh produksi total. Di antara hasil laut yang diambil misalnya: sarden, cakalang, kepiting, udang, salmon, sotong, kerang, tuna, saury,
yellowtail, dan makerel.

Jepang tertulis salah satu negara yang n kepunyaan armada perikanan terbesar di dunia. Walaupun demikian, Jepang yakni negara pengimpor hasil laut terbesar di mayapada (senilai AS$ 14 miliar)[15]
Sejak tahun 1996, Jepang berada di peringkat ke-6 privat besaran tangkapan iwak di pangkal RRT, Peru, Amerika Persekutuan dagang, Indonesia, dan Chili.[16]
[17]
Jepang juga menebarkan kontroversi dengan mendukung perburuan uskup.[18]

Baca juga:   Hasil Dari Penjumlahan Bilangan Biner 1011 2 1101 2 Adalah

Referensi

[sunting
|
sunting sumber]

  1. ^


    a




    b



    Kesalahan pengutipan: Tag
    <ref>
    tidak jamak; tidak ditemukan teks kerjakan ref bernama
    imf2

  2. ^


    “Japan GDP drops 1.4% in fourth quarter”. Financial Times. 16 Feb 2015. Diakses tanggal
    16 Feb
    2015
    .





  3. ^


    “CIA World Factbook: Japan”.
    Central Intelligence Agency. 28 January 2014. Diarsipkan bersumber versi kudrati tanggal 2018-12-26. Diakses rontok
    7 February
    2014
    .





  4. ^


    “Latest indicators”. Statistics Bureau, Ministry of Internal Affairs and Communications. Diakses tanggal
    9 June
    2011
    .





  5. ^


    “Doing Business in Japan 2013”. World Bank. Diakses tanggal
    22 October
    2012
    .





  6. ^


    factbook/fields/2050.html#ja “Export Partners of Japan”. CIA World Factbook. 2015. Diakses tanggal
    8 August
    2016
    .





    [
    pranala bebas tugas permanen
    ]



  7. ^


    “Import Partners of Japan”. CIA World Factbook. 2015. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2016-08-13. Diakses tanggal
    8 August
    2016
    .





  8. ^


    “Japan – External Debt – Actual Data – Historical Charts”. Diarsipkan bermula versi tahir tanggal 2016-03-03. Diakses rontok
    3 March
    2015
    .





  9. ^


    “Report for Selected Economic Indicators”
    (PDF). Imf.org. Diakses tanggal
    1 July
    2015
    .





  10. ^


    “Sovereigns rating list”. Tunggul & Poor’s. Diakses terlepas
    26 May
    2011
    .




  11. ^


    a




    b




    c




    Rogers, Simon; Sedghi, Ami (15 April 2011). “How Fitch, Moody’s and S&P rate each country’s credit rating”.
    The Guardian. London. Diakses tanggal
    31 May
    2011
    .





  12. ^


    “International Reserves and Foreign Currency Liquidity – JAPAN”. International Monetary Fund. 12 May 2011. Diakses sungkap
    31 May
    2011
    .





  13. ^

    “http://www.bilaterals.org/article.php3?id_article=2378”

  14. ^

    “http://www.skillclear.co.uk/japan/default.asp
    [
    pranala nonaktif permanen
    ]


  15. ^


    “The State of World Fisheries and Aquaculture 2006”
    (PDF). FAO Fisheries and Aquaculture Department FAO. 2007. ISBN 978-92-5-105568-7. Diakses terlepas
    2009-03-02
    .





  16. ^


    “Yearbooks of Fishery Statistics: World fisheries production, by capture and aquaculture, by country (2006)”
    (PDF). Fisheries and Aquaculture Department FAO. 2006. Diarsipkan berasal varian asli
    (PDF)
    tanggal 2013-05-18. Diakses tanggal
    2009-03-08
    .





  17. ^



    The World Almanac and book of facts 2008. World Almanac Books. 2008. hlm. 94. ISBN 1-60057-072-0.





  18. ^

    http://news.bbc.co.uk/1/hi/sci/tech/4118990.stm Japanese whaling ‘science’ rapped

Lihat pula

[sunting
|
sunting mata air]

  • Ekonomi Asia
  • Pemilikan silang
  • Bank of Japan
  • Garis hari ekonomi Jepang
  • Gempa bumi besar Hanshin
  • Jepang
  • Nikkei 225
  • Accord Plaza

Pranala asing

[sunting
|
sunting sumber]

  • CIA – The World Factbook — Japan Diarsipkan 2004-09-06 di Wayback Machine.
  • NIKKEI 225 INDEX
  • CNET: Japan’s ciuman rises again



Bentang Alam Yang Sangat Mendukung Sektor Perindustrian Di Jepang Adalah

Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Ekonomi_Jepang