Berikut Ini Merupakan Karakteristik Masyarakat Multikultural Kecuali

By | 12 Agustus 2022

Berikut Ini Merupakan Karakteristik Masyarakat Multikultural Kecuali.

Temu lagi bareng kita, yuksinau.id nan senantiasa membahas mengenai segala aji-aji pengetahuan nan pastinya teradat kalian pelajari. Dan kelihatannya ini yuksinau.id berselesa buat menggosipkan materi masyarakat multikultural.

Yuk
serempak cuma simak baik-baik ulasan di dasar.

Pengertian

Secara Masyarakat

Multikultural merupakan sebuah kata ataupun istilah yang dipakai n domestik menayangkan pandangan atau anggapan seseorang mengenai berbagai ragam spirit nan ada di bumi.

Atau kebijakan yang menekankan penerimaan diversitas budaya, serta beragam budaya, bergam nilai (multikultural) masyarakat, sistem, budaya, adat istiadat, dan juga strategi nan mereka anut.

Multikultural yang berhubungan dengan budaya, memiliki probabilitas untuk dibatasi oleh konsep angka-sarat atau mempunyai kemustajaban tertentu.

Dan pengertian dari awam multikultural sendiri adalah umum yang terdiri atas berbagai rupa jenis suku nasion dan juga budaya.

Dan Awam multikultural juga dapat didefiniskan bak sama tua sosok yang memiliki bekas habis nan lengakap dengan bermacam rupa variasi kebudayaan dan karakteristik atau ciri tersendiri untuk membedakan masyarakatsatu dengan publik yang tak.

Menurut Para Ahli

Akan halnya beberapa pengertian dari masyarakat multikural yang disampaikan oleh para pandai, diantaranya adalah sebagai berikut:

Nasikun

Suatu masyarakat berbagai rupa maupun multikultural yaitu masyarakat nan terdiri atas dua alias lebih terbit tatanan sosial, masyarakat, alias gerombolan yang secara kultural, ekonomi, dan juga politik dipisahkan atau diisolasi, serta punya struktur kelembagaan yang farik antara satu sejajar lain.

Parekh, 1997 yang dikutip berasal Azra,( 2007)

Masyarakat multikultural merupakan suatu masyarakat yang terdiri atas beberapa jenis kekerabatan budaya dengan semua kelebihan nan ada, dengan adv minim adanya perbedaan konsepsi tentang mayapada, sebuah sistem arti, nilai, bentuk organisasi sosial, sejarah, kebiasaan serta adat

“A Multicultural society, then is one that includes several cultural communities with their overlapping but none the less distinc conception of the world, system of [meaning, values, forms of social organizations, kuno, customs and practices”

Azyumardi Azra, (2007)

“Multikulturalisme” sreg umumnya merupakan sebuah anggapan atau pandangan dunia yang lebih jauh dapat diartikan ke dalam berbagai strategi kebudayaan yang menekankan penerimaan kepada kenyataan keagamaan, pluralitas, serta multikultural yang ada di dalam kehidupan masyarakat.

Multikulturalisme bisa juga kita artikan sebagai pandangan alias anggapan bumi yang selanjutnya direalisasikan ke privat gambar kesadaran ketatanegaraan.

J. S Furnival

Menurut pendapat yang disampaikan oleh J.S Furnival, masyarakat multikultural adalah masyarakat yang terdiri atas dua maupun lebih kerubungan alias komunitas yang secara kultural sekaligus ekonomi terfragmentasi serta mempunyai struktur kelembagaan yang farik dengan satu sama lain.

Lawrence Blum, dikutip Lubis (2006: 174)

Multikulturalisme tercatat di dalamnya adalah apresiasi, kesadaran, serta penilaian terhadap budaya seseorang, dan penghormatan serta rasa keingintahuan mengenai budaya rasial dari orang lain.

(Suparlan 2002, memendekkan Fay 2006, Jari dan Jary 1991, Watson 2000)

Menurut pendapat berusul Suparlan, masyarakal plural ialah selengkapnya kunjungi pelataran Umum Multikultural Menurut Juru.

Karakteristik Umum Multikultural

karakteristik masyarakat multikultural

Sobat, sebenarnya, seperti mana barang apa sih masyarakat multikultural itu? Menurut Van Den Berghe ini, terdapat 6 karakteristik nan dipunyai oleh publik multikultural.

Segala apa saja ya, penasaran?
Silakan,
kita simak baik-baik penjelasannya di bawah ini!

1. Terjadinya segmentasi ke dalam bermacam-macam bentuk kerumunan sosial

Keanekaragam yang ada privat arwah masyarakat boleh memicu awam bagi menciptakan kelompok maupun golongan tertentu yang didasari dengan identitas yang sama sehingga nantinya akan menghasilkan sub kultur yang berbeda antara satu gerombolan dengan kerubungan yang enggak.

Sebagai contoh, dalam pulau Jawa ada suku Sunda, Jawa, serta Madura yang mana ketiga berusul suku tersebut hidup akur di pulau Jawa serta n kepunyaan kebudayaan yang berbeda.

2. Memiliki penjatahan struktur sosial ke dalam lembaga-buram yang bersifat non-komplementer.

Masyarakat yang berbeda-beda membentuk struktur masyarakat kembali akan mengalami beragam perbedaan antara masyarakat satu dengan publik yang bukan.

Baca juga:   Simpulan Dari Teks Laporan Tersebut Adalah

Perbedaan struktur umum itu bisa kita lihat melewati berbegai bentuk sosial yang sifatnya tidak saling melengkapi.

Sebagai conoth, dalam rajah agama Indonesia yang menaungi beberaga agama dan mempnyai stuktur yang berbeda.

Sejumlah tulangtulangan agama itu tidak saling melengkapi sebab memiliki ciri atau karakteristik dari keberbagaian publik (agama) pun yang berbeda.

3. Adv minim mengembangkan konsensus (kesepakatan bersama).

Masyarakat yang farik-beda ini mempunyai dasar atau standar nilai dan lagi norma seorang yang berbeda dan kebanyakan diwujudkan lewat perilaku pada masyarakat tersebut.

Hal itu dikarenakan ciri atau karakteristik mahajana yang berbagai rupa lalu diselaraskan dengan keadaan lingkungan fisik dan juga sosialnya.

Sebab, keadaan atau kondisi masyarakat yang berbeda-beda tersebut akan menciptakan menjadikan kesepakatan bersama yang condong berat buat dikembangkan.

4. Relatif kerap terjadi konflik.

Keanekaragama nan terwalak dalam diri mahajana menjadi salah satu pemicu utama terjadinya konflik. Konflik yang berlangsung sangatlah beragam, mulai semenjak konflik antar turunan sebatas konflik antar kelompok.

Kejadian tersebut bisa disebabkan oleh minimnya kesabaran antara satu sama tidak, baik terbit individu ataupun semenjak kerumunan yang berkepentingan.

5. Secara relatif, integrasi sosial tumbuh karena paksaan dan saling ketergantungan di permukaan ekonomi.

Apabila masyarakat berbagai dapat terkoordinasi dengan baik, maka integrasi sosial akan lampau mana tahu berlangsung.

Hanya, apabila integrasi sosial yang ada pada masyarakat muncul karena bukan adanya kognisi, melainkan karena adanya paksaan dari luar diri alias luar kelompok maka integrasi sosial tidak akan terjadi.

Contoh: peraturan akan halnya anti-diskriminasi pada eksploitasi fasilitas awam.

Tak haya itu, masyarakat yang n kepunyaan ketergantungan dalam latar ekonomi lagi dapat mendorong berlangsungnya integrasi sebab adanya suatu kebutuhan tersebut.

Contoh: seorang makhluk yang berkreasi kepada perusahaan atau bani adam lain yang membuat dirinya harus mentaati semua aturan yang dibuat.

Berlangsungnya keadaan setia dan integrasi seperti di atas akan muncul sebab terdapat peraturan yang bersifat menggerutu makhluk internal melaksanakan pekerjaannya serta hal itu berfungsi unuk memenuhi kebutuhan ekonominya.

6. Adanya yuridiksi politik

Beberapa kelompok ataupun golongan tertentu pada masyarakat multikultural bisa mempunyai kurnia politik yang bisa digunakan untuk menata kelompok lain.

Peristiwa tersebut dapat kita sebuat perumpamaan bentuk penaklukan (dominasi) berasal sebuah kelompok terhadao gerombolan lain nan tidak mempunyai keistimewaan politik.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia maupun KBBI, multikulturalisme merupakan gejala nan suka-suka pada seseorang atau suatu masyarakat yang ditandai oleh kebiasaan dalam menggunakan makin berasal suatu kebudayaan.

Ciri Ciri masyarakat multikultural

ciri ciri masyarakat multikultural

Beralaskan gagasan nan disampaikan maka itu
Pierre L. Van den Berghe
yang yaitu koteng juru budaya, masyarakat majemuk atau multikultural mempunyai ciri atau karakteristik tertentu.

Berikut merupakab bilang ciri berpangkal masyarakat berbagai atau multikultural yang disampaikan maka dari itu Pierre L. Van den Berghe:

  • Masyarakat berbagai rupa mempunyai anggota kelompok yang tersegmentasi ke dalam subkultur yang berbeda antara satu sama lain.
  • Awam majemuk mempunyai struktur sosial yang terbagi-lakukan ke intern rancangan nan sifatnya nonkomplementer.
  • Masyarakat majemuk kurang menekan kerumahtanggaan peristiwa meluaskan konsensus terhadap kredit-angka dasar anggota masyarakatnya secara keseluruhan.
  • Masyarakat plural relatif bertambah sering mengalami terjadinya konflik antar kelompok.
  • Masyarakat plural secara relatif menciptakan integrasi sosial secara memaksa maupun paksaan ataupun dikarenakan terdapat rasa saling kecanduan internal permukaan ekonomi.
  • Masyarakat majemuk terserah di sumber akar kekuasaan sebuah kerubungan kepada kelompok lain.

Mulai sejak ciri di atas, dapat kita ringkas juga bahwa publik majemuk memiliki ciri seperti dib dasar:

  • Memiliki lebih dari satu struktur budaya.
  • Nilai dasar merupakan persetujuan maupun lega dada bersama yang sulit berkembang.
  • Struktur sosial berkepribadian non-komplementer
  • Terdapat pengaruh ekonomi, politik dan juga sosial budaya.
  • Proses integrasi berlantas dengan kurun tahun yang lambat.
  • Terdapat konflik sosial yang beraroma SARA.


Aturan Masyarakat Multikultural

sifat

Menurut gagasa yang disampaikan maka dari itu
Pierre L. Van den Berghe,
mahajana multikultural mempunyai bilang resan misal berikut:

  1. Melalui tahun segmentasi ke dalam keramaian subkultur yang berbeda antara satu dengan lainnya.
  2. Punya kerangka struktur sosial yang terbagi menjadi lembaga nonkomplementer.
  3. Tekor menekankan konsensus diantara anggotanya mengenai plural poin bawah.
  4. Nisbi cangap mengalami perseelisihan atau pertentangan antara satu keramaian dengan kelompok nan tak.
  5. Secara relatif, pertumbuhan integrasi sosial secara paksaan (pemaksaan) serta yang berkaitan akan ubah bergantung intern satah ekonomi.
  6. Terdapat mayoritas politik maka dari itu satu kelompok atas yang kerubungan yang lain.
Baca juga:   Lalan Belek Adalah Lagu Daerah Dari Provinsi


Jenis Keberagaman Masyarakat Multikultural

kelompok sosial dalam masyarakat multikultural pdf

Berdasarkan kecenderungan perkembangan dan juga praktik multikulturalisme, masyarakat multikultural terbagi menjadi beberapa jenis, diantaranya yakni sebagai berikut:

Multikulturalisme Isolasionis

Multikulturalisme isolasionis adalah golongan atau gerombolan umum majemuka yang menjalankan arwah secara otonom dengan interaksi antar kelompok seminimal mungkin.

Multikulturalisme Akomodatif

Multikulturalisme akomodatif adalah riuk suatu keberagaman publik yang mempunyai kultur dominan yang membuat pembiasaan tertentu kepada kabilah minoritas.

Umum ini akan memberi milik kemerdekaan terhadap setiap suku bangsa minoritas kurnia mempertahankan segala apa yang menjadi kebudayaan mereka.

Multikultural Otonomis

Multikultural otonomis adalah keseleo satu varietas masyarakat multikultural nan hidup bersama serta berusaha menciptakan ekuivalensi budaya mereka.

Multikultural Kritikal Ataupun Interaktif

Multikultural kritikal atau interaktif merupakan adalah riuk satu jenis umum yang tidak fokus kepada kehidupan kultural otonom, cuma lebih menekankan kepada hal guna menciptakan kultur bersama yang mencerminkan sekalian memfokuskan perspektif dari sendirisendiri kelompok masyarakat.

Multikulturalisme Kosmopolitan

Multikulturalisme kosmopolitan ialah salah satu jenis publik yang berupaya bikin menghilangkan senggat kultural pada kehidupan mereka sehingga akan tercipta masyarakat yang enggak jatuh cinta ke privat budaya tertentu.


Faktor Terbentuknya Umum Multikultural

Faktor Terbentuknya Masyarakat Multikultural

Berikut bilang faktor yang dapat mempengeruhi terbentuknya masyarakat multikultural, diantaranya adalah sebagai berikut:

Faktor Sejarah

Negara kita memiliki sumber anak kunci tunggul (SDA) yang begitu meluap. Tak heran jika terdapat banyak negara asing yang berdatangan sebab mau tanggulang sumber sendi standard di Indonesia, contohnya Belanda, Inggris, Portugis dan tak ketinggalan negara Jepang.

Bangsa asing ini menjajah bersama-sama menetap di Indonesia dalam kurun waktu yang pas lama, tambahan pula enggak abnormal yang pada jadinya menikah di Indonesia.

Peristiwa nan seperti inilah akan memunculkan perbendaharaan budaya serta rasa di Indonesia yang akan mewujudkan publik multikultural.

Faktor Dominasi Kultur Asing

Globalisasi merupakan sebuah proses terdahulu di kerumahtanggaan penyiaran budaya di dunia, tidak terkecuali cak bagi negara Indonesia.

Pasalnya, keterbukaannya masyarakat Indonesia lebih mudah intern menerima pengeruh budaya asing meskipun harus terjadi benturan atau sentuhan dengan tamadun lokal.

Faktor Geografis

Seperti yang kita tahu, Indonesia diapit oleh dua tanah raya dan pun dua samudra, kondisi geografis nan sebagai halnya inilah menjadikan Indonesia sebagai jalur perdagangan Alam semesta.

Oleh sebab itu, banyak berbunga negara asing yang berdatangan ke Indonesia untuk berdagang, contohnya Arab, Cina, India dan yang lainnya.

Kondisi begitu juga ini akan menambah budaya asing nan ikut ke Indonesia sehingga terbentuklah masyarakat multikultural.

Faktor Fisik Dan Geologi

Apabila dilihat berasal struktur ilmu bumi, Indonesia berada di antara tiga lempeng yakni lempeng Asia, Australia serta Pasifik.

Oleh karena itu, Indonesia misal negara kepulauan punya tiga varietas ilmu bumi yakni varietas Asiatis, Australia serta Pertukaran.

Kehidupan masyarakat yang usia disebuah pulau tentunya berlainan dengan kehidupan masyarakat di pulau bukan.

Sreg lazimnya, rakyat yang spirit dipulau kerdil akan selit belit intern mendapatkan perigi daya. Berbeda halnya dengan publik nan tinggal di pulau samudra. Hal ini pun yang akan membuat kebudayaan lega tiap-tiap pulau berbeda-beda.

Faktor Agama

Selama ini agama timbrung menciptakan menjadikan interaksi yang berlangsung antar individu di dalam suatu tetanan kehidupan.

Agama lagi menjadi sign atau simbol refleks sejarah nan memperkuat seorang hamba allah yang berdasar dengan adat sesuai ajaran intern kitab masif.

Indonesia sendiri mempunyai rakyat dengan karakteristik yang berlainan-cedera, baik itu agama dan kepercayaannya sehingga hal tersebut akan membentuk masyarakat multikultural.

Faktor Iklim

Kondisi geografis, iklim maupun cuaca yang beragam dapat mempengaruhi pola perilaku masyarakat dalam menyesuaikan diri ataupun beradaptasi dengan keadaan ataupun kondisi yang cak semau.

Faktor Keanekaragaman Ras

Ras yakni satu sistem klasifikasi guna menggolongkan atau mengelompokkan manusia yang didasari dengan elemen awak, asal usul geografis dan yang lainnya.

Baca juga:   Karena Perbedaan Temperatur Di Atmosfer Uap Air Berubah Menjadi Air

Perbedaan ras juga menjadi salah satu faktor munculnya masyarakat multikultural.

Umum Multikultural di Indonesia

Indonesia

Begitu juga yang telah kita jelaskan di atas, rakyat Indonesia memiliki keanekaragam nan sangat kaya, start dari budaya, bangsa, ras, suku, agama dan juga adat istiadat yang tak lain menjadi modal utama dalam pembentukan masyarakat multikultural.

1. Dilihat dari dampak  adanya masyarakat multikultural di Indonesia

a. Pluralitas Ras.

Ras dilatar belaknagi dengan adanya paritas karakteristik atau ciri-ciri fisik yang melekat dalam diri seseorang yang membedakan satu orang dengan orang lainnya.

Adapun tiga ras nan akan kami bahas, diantaranya adalah laksana berikut:

1. Ras Mongoloid

Ras mongoloid n kepunyaan ciri seperti berikut:

  • Alat peraba berwarna asfar sawo matang
  • Rambut lurus
  • Surai fisik sedikit
  • Mata sipit
  • Model: orang Jawa dan Cina

2. Ras Kaukasoid

Ras kaukasoid punya ciri seperti mana beriku:

  • Hangit mancung
  • Kulit bewarna tahir
  • Bulu pirang atau coklat
  • Kelopak mata lurus
  • Pola: orang baka Portugis yang cak semau di Aceh

3. Rasa Negroid

Ras negroid n kepunyaan ciri sebagaimana berikut:

  • Rambut patah mayang
  • Indra peraba bewarna hitam
  • Labium tebal serta kelopak mata lurus
  • Contoh: Orang Papua,

b. Keanekaragaman suku bangsa

Di Indonesia banyak kita jumpai keanekaragama suku bangsa. Tungkai bahasa yang ditandai dengan terdapat persamaan daerah, bahasa, dan juga kebiasaan istiadat sekali lagi cerbak disebut sebagai Etnis yang menjadikan kerangka semenjak masyarakat multikultural.

Contoh: Sunda,  Batak, Etnis Jawa, Dayak, Bali, dan yang lainnya

c. Keanekaragaman golongan

Golongan yang dilatar belakangi dengan persamaan intensi atau kepentingan, temporer di Indonesia terdiri atas keragaman kelompok atau golongan yang membentuk awam multikultural.

Acuan: Golongan Penasihat, Golongan Pengusaha, Partai XYZ, dan nan lainnya.

d. Keanekaragaman agama dan pendamping

Agama dilatar belakangi dengan barang apa yang disampaikan makanya tuhan terhadap manusia nan berwujud kitab suci nan menjadi pedoman hidup orang dalam kehidupan bermasyarakat, serta privat hubungannya dengan tuhan.

Di Indonesia terdapat sejumlah agama yang diakui, diantaranya adalah: Selam, Kristen, Katolik, Hindu dan pula Budha.

Disamping itu, juga berkembang pemahaman ataupun kepercayaan yang berdasar kepada pemaknaan hayat makhluk kepada alam sepenuh yang menghasilkan berbagai pemahaman aktual filsafat, animisme, dinamisme.

2.Karakteristik awam multikultural di Indonesia

Konflik berlangsung disebabkan adanya percekcokan ataupun perbedaan yang dapat kita lihat berbunga umum multikultural termaktub yang ada di negara Indonesia.

Peristiwa tersebut sering kita lihat internal konflik daerah atau perkotaan.

Masyarakat indonesia bisa disebut ibarat umum mutikultural nan belum cermin, hal tersebut bisa kita tatap melalui bilang situasi di bawah ini:

  • Masih ada yuridiksi privat satu kelompok atas gerombolan lainnya.
  • Struktur sosial yang ada lebih banyak menguntungkan pihak nan mendominasi.
  • Konflik sosial nan lahir masih sering diwarnai dengan tindak kekerasan.

Masalah yang muncul dalam jiwa masyarakat multikultural
diantaranya yakni sebagai berikut:

a. Masalah Kultural

1. Disiplin yang berlebihan

Menegaskan diri sendiri atau kelompok secara berlebihan atau secara merawang, yang akan mengakibatkan menghambanyat penyimpulan dengan kelompok lain.

2. Etnosentris

Pandangan atau anggapan yang menganggap terbatas tamadun nan mulai sejak berasal kerumunan enggak.

3. Eksklusivisme

Sikap enggan atau tidak ingin berinteraksi dengan kerumunan lain. Hal ini akan menjadikan sikap atau sistem nan berperilaku terpejam.

b. Kebobrokan Struktural

Sreg rata-rata, hal ini berkaitan dengan ki kesulitan kondisi garis haluan dan pula ekonomi. Kondisi politik yang tak demokratis akan membuat masyarakat kerumahtanggaan bidang ekonomi yang lemah akan semakin tersudut serta pemerintahnya bersifat otoriter.

Sedangkan. struktur pemerintahan yang kapitalistik berkiblat akan menganjurkan pengusaha nan menjalin afiliasi kolusi dengan pejabat.

Dan internal mahajana yang memiliki sitem demokratis dengan ekonomi yang sehat hal tersebut dapat ditekan malah dapat menghasilkan Integrasi Nasional.

Demikianlah ulasan singkat akan halnya masyarakat multikultural, moga boleh kontributif kegiatan belajar kalian ya. Syukur sudah lalu berkunjung :).

Berikut Ini Merupakan Karakteristik Masyarakat Multikultural Kecuali

Source: https://www.yuksinau.id/masyarakat-multikultural/