Berikut Yang Bukan Merupakan Bentuk Dari Ajaran Tao Adalah

By | 9 Agustus 2022

Taoisme
(Tionghoa: 道教 atau 道家 ) sekali lagi dikenal dengan Daoisme, diprakarsai maka dari itu Laozi (老子;pinyin:Lǎozǐ) nama lahirnya adalah Zhang Jue ataupun Zhang Jiao memiliki dua adik ialah Zhang Bao, Zhang Liang nan kemudian terjadi pengkultusan makanya para pengikutnya disebut Sanqing (Tiga Mustika) sejak akhir Zaman Chunqiu dan sebelum awal era Tiga negara yang semangat lega sekitar tahun 50-220 M atau abad ke-6 sebelum Masehi bekerja sebagai Pejabat Bibliotek Dinasti Han Timur. Taoisme merupakan wangsit Laozi atau Zhang Jiao yang berdasarkan Daode Jing (道德經,pinyin:Dàodé Jīng) sakti analogi Kitab Yi Jing – Kong Jia. Awalnya Daode jing disebut Laozi Wuqianyan (老子五千言) atau Tulisan Laozi Panca Ribu Kata. Selanjutnya Dia meninggalkan ibu kota plong sekitar tahun 210 M untuk belajar Filsafat Confucianisme puas Shu Yuan dan tidak jalinan terdengar lagi proklamasi beritanya. Suatu waktu mendirikan suatu komunitas Taiping Dao atau Taiping Jing dengan kedua saudaranya sebagai bimbingan perlawanan kepada Dinasti Han Timur lega era tadbir Pangeran Ling pecah Han atau disebut Emir ke lima dinasti Han Timur dan Perdana Nayaka Yue Jin. Penangkisan tersebut dinamakan Pertentangan Serban Kuning alias Yellow Turban Rebellion.

Laozi yang dilukiskan sebagai Manifestasi pimpinan Ajaran TAO

Kitab pendek yang berjudul Daodejing itu, kerjakan selanjutnya menjadi kitab karier terdahulu bagi para penyanjung Daoisme.Pengikut Laozi yang naik daun yakni Zhuangzi (莊子) yang merupakan tokoh dabir kitab yang berjudul Zhuangzi. Selain itu ada Lie Zi 列子, Huainan zi 淮南子 juga termasuk filsuf Taoisme. Lie Zi, Huainan Zi juga mewujudkan kitab yang berjudul Lie Zi dan Huainan Zi.

Taoisme adalah sebuah rotasi metafisika yang mempelajari nyawa alam berpunca berpokok Cina. Taoisme muncul lega era penutup Dinasti Han Timur dan akar tunjang-akar tunggang pemikirannya telah suka-suka sesudah Agama Ruisme atau Kong Jia. Peristiwa ini bisa disebut sebagai tahap awal terbentuknya kelompok Taiping Dao yang membuat Filsafat Taoisme dengan analeknya. Rancangan Taoisme yang makin sistematis dan nyata aliran filsafat unjuk setelahnya. Selain perputaran makulat, Taoisme pun unjuk dalam bentuk aliran kepercayaan rakyat, yang mulai berkembang 2 abad setelah jalan filsafat Taoisme.

(Silahkan Tulis Sendang beralaskan penelitian, kalau tak hal ini dapat katakan memberikan berita atau siaran bawah tangan)

Setelah berakhirnya Zaman Chunqiu, Disaat Zaman Berperangan nan menjadikan Cina terbagi-untuk menjadi beberapa kerajaan yang berbeda-beda, sehingga Shihuangdi (秦始皇帝) mengesakan semua imperium tersebut dan membentuk Dinasti Qin. Sebelum Dinasti Qin, Taoisme adalah filsafat Laozi dan Zhuangzi, tetapi bukan sebuah agama. Taoisme yang mementingkan kesehatan, pernah mempersoalkan “hidup awet” kerumahtanggaan konteks ajarannya, Taoisme dijadikan dasar perkembangan asisten makhluk lakukan menjadi dewa n domestik menyentuh keabadian.[1]

Sima Tan 司馬談 ( 165-110 SM ) membagi pemikiran teoretikus-filsuf Tiongkok menjadi enam. Ialah: Ruisme/ Rujia 儒家, Taoisme/ Daojia 道家, Legalisme/ Fajia 法家, Perputaran filsafat Yinyang / Yinyangjia 陰陽家, Mohisme/ Mojia 墨家, Filsafat keunggulan ( logika )/ Mingjia 名家.

Filsafat Tao ( disebut Dao jia 道家 ) ini kemudian digabung dengan pemikiran-pemikiran Huangdi 黃帝 ( Paduka tuan Kuning ). Disebut Huanglao Dao 黃老道 ( jalan/ilham Huangdi dan Laozi ). Huanglao dao ini adalah kakek agama Tao. Sedangkan Daojia tetap berjalan sebagai rotasi filsafat. Bahkan menjadi sistem pemerintahan puas masa awal dinasti Han meleleh hingga dihapus oleh yang dipertuan Han Wudi 漢武帝( 157-87 BCE ) atas usulan Dong Zhongshu 董仲舒.

Agama Tao atau Daojiao 道教 didirikan oleh Zhang Ling maupun nan lebih dikenal dengan nama Zhang Daoling 張道陵 ( 34-156 ). Selain menggunakan kitab Daodejing, Zhang Daoling juga menggunakan kitab Taiping jing 太平經 ( kitab kedamaian agung ).[2] Agama Tao mengenal tiga tokoh yang mendirikan dan membangun ajaran Tao. Pertama adalah Lao Tze ataupun Zhang Jiao atau Zhang Jue, kedua ialah Zhang Balu dan ketiga merupakan Zhang Daoling atau Zhang Liang.

Lega era sekarang ini, agama Dao merupakan ajaran-nubuat Laozi-Zhuangzi yang berkembang nan mempunyai banyak penganut. Agama Dao bertujuan seyogiannya mengarahkan khalayak mencapai TAO yaitu satu keadaan di mana Manusia mencapai Kesempurnaan, agama ini lebih bersifat kemanusiaan, dan berpotensi memenuhi keperluan rohaniah anak adam. Internal agama Dao, Laozi didewakan ibarat Taishanglaojun (太上老君) dan waktu lahirnya merupakan tanggal 15 bulan 2 takwim Tionghoa.Kitab-kitab Daode Jing dan Zhuangzi, Taipingjing 太平經, Zhengyi jing 正一經, Gaoshang Xinying Miao jing 高尚心印妙經, Qingjing jing 清靜經 dan masih banyak kitab lainnya yang menjadi kitab tahir agama Tao dikanonisasi. Disebut Daozang 道藏 ( kanon Dao ).

Daojia yaitu pusat eksplorasi filsafat tentang Daode Jing dan Zhuangzi, ajaran ini mengandung unsur mistisme yang tidak mendewakan apa-apa. Daojia digolongkan kepada tiga generasi yaitu “Daojia sebelum Qin” (先秦老莊道家),”Qin-Han Daojia” (秦漢黃老道家), dan ”Wei-Jin Daojia” (魏晋玄學道家). Setelah generasi Wei-Jin, Daojia tidak lagi substansial agama eksklusif, tetapi digabungkan dalam wangsit agama Dao. Saat ini, ajaran tersebut dikenal sebagai Taoisme.[3]

Penggagas pokok dari Taoisme adalah Laozi atau Zhang Jiao. Tentang biografinya, terdapat sebuah pertanyaan mengenai validitas historis Laozi. Cak semau berbagai pihak yang mempersalahkan mengenai hal ini. Cak semau pihak yang menyatakan Laozi hanya tokoh rekaan, karena cerita-cerita mengenai dirinya banyak nan enggak masuk akal geladak. Di pihak lain, ada yang mengakuri semua cerita dan tradisi. Maka secara hasil penelitian bahwa lao zi yaitu tokoh manisfestasi pengkultusan dalam kelompok Tao oleh para muridnya. Mereka menerima penggagas Laozi benar-bermartabat ada, namun hal itu tidak plus terdepan lakukan dibicarakan. Mereka makin senang membahas kitabnya dan isi pencekokan pendoktrinan Taoisme.[4]

Sumur mengenai kehidupan Laozi dapat dilihat dalam Shi Ji 史記 nan merupakan catatan ki kenangan berpangkal Sima Qian 司馬遷 yang kehidupan plong abad pertama sebelum Serani.[5] Meskipun Sima Qian mengetahui ada konflik historis di dalan narasi tersebut, namun kamu teguh batik apa adanya, karena ia tidak mengetahui mana yang benar atau tak.[5] Dia sekadar menuliskannya dalam 248 lambang bunyi Tionghoa dan diterjemahkannya melalui kisah dari mulut ke mulut privat mileu menganut Tao.

Baca juga:   Berikut Ini Yang Bukan Termasuk Dalam Tujuan Kewirausahaan Adalah

Menurut tradisi Laozi lahir kira-terka musim 50-200 M di negara Chu (provinsi Honan).[6] Etiket Laozi dapat diterjemahkan bak “Putra Bertongkat sendok”, “Sahabat Tua”, ataupun “Sang Guru Gaek”.[6] Sebutan ini yakni suatu gelar kecintaan dan penghormatan.[6] Pekerjaannya adalah pemelihara kopi, dan umpama Kepala taman bacaan Dinasti Han Timur bahwa dengan pekerjaannya itu ia sukma secara terlambat dan tidak banyak tuntutan.[6] Kepribadiannya, hampir seluruhnya didasarkan puas sebuah rahasia kecil nan dianggap ditulis oleh engkau koteng.[6]

Sedih karena mode orang mencekit manfaat berbunga kebaikan yang diajarkannya, serta berusaha mengejar ketenteraman pribadi yang kian besar pada usianya nan semakin lanjur, akhirnya Laozi menunggang seekor kerbau dan pergi ke jihat Barat, yaitu nan saat ini disebut Tibet (Lembah Hankao).[6] Sebelum pergi, ada seorang penjaga gerbang nan berusaha menahannya hendaknya tidak menghindari. Karena usahanya gagal, ia meminta Laozi untuk memencilkan suatu gubahan mengenai pandangan Laozi.[6] Kemudian Laozi suntuk sepanjang tiga hari, dan setelah itu dia sekali lagi dengan sebuah buku kecil nan kebal ± 5000 huruf Cina berjudul Dao De Jing.[6]

Laozi sekali lagi dikatakan hidup satu zaman dengan Konfusius. Akan tetapi dengan menginvestigasi kitab Daode Jing, dapat disimpulkan bahwa keadaan tersebut lain mungkin, karena ada beberapa gagasan yang bukan boleh jadi dikenal umum plong periode Konfusius.[6] Umumnya juru kontemporer menyatakan Laozi hidup ± 2 abad sesudah Konfusius.[6]

Inti pengajaran Taoisme adalah
“Dao”
(道) yang berarti tidak berbentuk, tak terlihat, tetapi merupakan proses peristiwa dari semua benda hidup dan segala benda-benda yang cak semau di alam semesta.
Dao
yang berwujud dalam tulangtulangan benda hidup dan kebendaan lainnya adalah
De
(德). Gabungan Dao dengan De dikenal sebagai Taoisme nan merupakan kalangan kealamian. Taoisme berkepribadian sepi, tidak berbalah, bersifat lembut seperti air, dan berkarakter kuat. Keabadian manusia tercurahkan di saat seseorang sampai ke kesadaran Dao, dan orang tersebut akan menjadi betara. Penganut-penyanjung Taoisme mempraktikkan Dao bikin mencapai kesadaran Dao, dan menjadi koteng dewa.

Taoisme membahas proses terjadinya pan-ji-panji semesta dan semua mahluk, dalam Daode Jing Bab 42:

“道生一,一生二,二生三,三生万物。万物负阴而抱阳,冲气以为和”

Berarti:
Dao
melahirkan sesuatu, yang dilahirkan itu melahirkan Yin dan Yang, Yinyang silih melengkapi bikin menghasilkan tenaga atau kekuatan. Kekuatan tersebut bak sumber berasal jutaan benda di bumi. Setiap benda di alam semesta nan konkret benda hidup ataupun benda senyap mengandung Yinyang yang ubah melengkapi lakukan mencapai keseimbangan.

Secara terminologi, Yin dan Yang diterjemahkan sebagai negatif dan positif. Setiap benda bersifat dualisme nan terdiri terbit zarah positif dan unsur negatif. Benda nan tidak memiliki unsur merusak dan riil, itu berguna zero dan hampa. Seperti halnya magnet, besi sembrani n kepunyaan anasir riil dan negatif, kedua-duanya bersifat saling melengkapi. Besi sembrani minus elemen positif, maka bukan terwujudnya unsur negatif. Itu berjasa bahwa besi sembrani bukan akan terwujud jika tidak punya kedua unsur tersebut.

Kemudian Taoisme memiliki penelitian lestari terhadap kehangatan manusia dengan Dao dan pan-ji-panji semesta. Dao dipandang mengendalikan segala kejadian, baik manusia maupun umbul-umbul, dan sekaligus juga tersebar di dalam alam ini.[7] Dalam Taoisme dikatakan bahwa manusia harus kehidupan menurut penyelenggaraan kaidah alam (Dao), memahami hakikatnya, dan jiwa selaras dengannya.[7]

Dao sepatutnya ada tak boleh diberi nama, dan ia pula tak dapat dijelaskan dengan kata-kata. Dao nan sesungguhnya hanya boleh dipahami dengan melalui kesadaran rohani orang.[7] Akan tetapi, untuk dapat melancarkan orang mengetahui akan Dao ini, maka Dao harus dijelaskan dengan kata-introduksi.[7] Dao secara harafiah dapat dikatakan ibarat “jalan setahap” atau “kronologi”.[7] Untuk dapat kian memahami “urut-urutan” ini, maka ada tiga makna yang dapat dipelajari:

1. Tao merupakan Jalan dari Keterangan Terakhir Dao tak boleh ditangkap karena menerobos cak cakupan panca indera. Dao melampaui barang apa pikiran dan khayalan. Maka dari itu sebab itu, kata-kata tidak akan bisa menguraikan Dao yang sesungguhnya.[6] Dao merupakan nan maha besar dan adalah asas totalitas segala benda dan kehidupan. Dao merupakan substansi yang mewujudkan segala benda, termasuk individu hidup, juga merupakan sendang asal bersumber setiap awal dan setiap intiha.[7] Makna Dao yang pertama dan terdasar ini boleh diketahui, namun melampaui pemahaman mistik yang enggak dapat dijelaskan dengan kata-kata.[6]

2. Tao adalah Jalan Liwa Semesta Dao memiliki sifat transenden tetapi pun imanen. Dao menjadi pengambil inisiatif dari sejagat ini, yaitu andai kaidah, irama, dan kekuatan pendorong seluruh alam, dan lagi sebagai asas penata yang berada di belakang semua yang ada. Dao ialah semangat yang meninggali seluruh standard, sehingga sira menjadi “benda” dan bersifat imanen.[6]

3. Tao adalah Perkembangan Insan Mengeset Hidupnya Dao juga memberikan ilham kepada insan mengenai kehidupan yang seharusnya dijalani maka dari itu cucu adam supaya selaras dengan kaidah bekerja alam seberinda ini.[6] Hal ini berkaitan dengan ajaran-wangsit dan etika Taoisme lainnya.

Lambang Yin Yang

Lambang Yin Nan

Lambang Yin Yang yang paling tenar adalah lambang Xiantian Taiji (先天太極圖) atau Yinyang Yu (陰陽魚) diperkenalkan oleh Lai Zhide (來知德; tahun 1525~1604). Rekaman pengkhususan dan perkembangan lambang Yinyang dimulai puas tahun Dinasti Song setakat abad ke-15. Lambang Taoisme nan lainnya yakni Chentuan (陳摶) dan Zhou Dunyi (周敦頤), reputasi kedua lambang ini kedudukannya selepas popularitas lambang Xiantian Taiji . Lambang tulus dari Taoisme yakni lambang Wuji(無極圖) makanya Chentuan puas awal Dinasti Song, kemudiannya dimajukan oleh Chou Dunyi nan memasyarakatkan lambang Taiji (太極圖).

Baca juga:   Kegiatan Kewajiban Yang Harus Aku Lakukan Adalah

Pandangan adapun Wu Wei

Wu-wei dapat secara harafiah diterjemahkan dengan ‘tidak mempunyai kegiatan’ atau ‘tak mengamalkan’.[8] Istilah ini sesungguhnya tidak berarti sama sekali tidak ada kegiatan, atau sekali-kali tidak melakukan apapun, melainkan berarti berbuat tanpa dibuat-buat dan tak semau-maunya.[8] Karena wu-wei adalah sifat dasar kehidupan yang sederajat dengan bendera seberinda.[8] Bergaya dibuat-buat dan semau-maunya berlawanan dengan sikap faali alias sikap yang wajar.[8] Menurut teori Wu-wei, seseorang hendaknya membatasi kegiatan-kegiatannya pada segala apa yang diperlukan dan apa nan kodrati maupun wajar.[8] Begitu juga n domestik menjejak tujuan tertentu, jangan sampai berbuat berlebihan ataupun mengerjakan upaya semau-maunya.[8] Internal melakukan perbuatan ini, mudahmudahan orang cekut kesederhanaan misal prinsip kehidupan yang membimbingnya, sebab umat anak adam n kepunyaan terlampau banyak kemauan dan terlalu banyak laporan.[8] Mereka mencari kepelesiran dengan mandu menetapi kerinduan mereka. Akan tetapi, ketika mereka berusaha memenuhi tinggal banyak keinginan, mereka memperoleh hasil nan sebaliknya.[8]

Wu-wei adalah hidup yang dijalani sonder ketegangan.[6] Wu-wei merupakan perwujudan yang murni dari kelemah-lembutan, kesederhanaan, dan kebebasan; suatu kemampuan yang efektif, nan murni di mana tidak terserah gerak yang dihambur-hambur sahaja buat dipamerkan ke asing.[6] Seandainya Wu-wei dilihat semenjak asing, terlihatlah ia minus sentral, karena enggak koneksi mengerasi dan tidak sangkutan tampak tegang.[6] Rahasianya terletak puas cara berburu urat kayu nihil internal hidup dan duaja, dan berputar melaluinya.[6] Chuang Tzu menjelaskan hal ini dengan ceritanya mengenai seorang pejagal nan pisaunya lain kawin tumpul selama dua puluh hari. Serampak didesak cak bagi menjelaskan rahasianya, pejagal itu menjawab, “Dari antara tulang-tulang pada setiap persendian selalu ada satu ruang.[6] Jika lain demikian, tentu tidak akan cak semau operasi. Dengan mencari ruang ini dan meingisinya di situ, maka pisau saya dapat melangkahi lemak tulang-tulang itu tanpa menyentuhnya.”[6]

Gejala standard yang paling mirip dengan Tao dalam pandangan para penganut Taoisme adalah air.[6] Mereka kagum dengan cara air yang dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya dan berburu tempat-arena yang terletak paling sedikit.[6] Air juga mempunyai kekuatan yang congah meluluhkan batu karang dan menghanyutkan bukit-bukit.[6] Aturan fleksibel tak berhingga doang kokoh tanpa bandingan.[6] Itulah amal air dan demikian juga kebajikan dari Wu-wei.[6] Ciri yang terakhir adalah kejernihannya di saat ia tenang. Namun, kejernihan hanya bisa tertangkap oleh mata batin seandainya kehidupan basyar itu mencapai ketenangan yang diam berbunga suatu telaga nan dalam dan hening.[6]

Pandangan tentang Khalayak

Menurut pandangan Taoisme, hidup manusia mutakadim digariskan oleh ‘langit’.[7] Anak adam sudah lalu memiliki jalannya masing-masing. Yang harus dilakukan manusia sekadar meneliti jalan itu dan mengikuti jejak itu tanpa coba memaksakan pandangannya yang sempit, serta sonder niat ingin menyelewangkan diri bermula yang alamiah demi keuntungan pribadi.[7] Sikap semacam itulah yang disebut dengan Wu Wei, yang artinya enggak mengurus.[7] Wu-wei dapat lagi diartikan ‘tidak berpretensi’.[7] Manusia n domestik pandangan Taoisme, harus ki menenangkan amarah keinginannya, dan mengimak jalannya proses pan-ji-panji minus mencampuri proses itu.[7]

Menurut Taoisme, apabila orang menjadi berlagak dan melakukan kejadian di luar kemampuannya, maka satu saat dia akan berkat celaan yang boleh membuatnya berduka maupun menderita.[9] Karena itu, seorang bijaksana yang mengenal Dao dan hukum alam akan memilih mengundurkan diri dan menyorong segala pujian yang diberikan padanya. Ia memilih buat enggak menonjolkan dirinya.[9] Walaupun demikian, Taoisme tidak mengajarkan bahwa seseorang harus menyingkirkan seluruh harta benda nan dimiliki buat mengaras ketentraman batin.[9] Hal nan perlu dibuang yaitu rasa kemelekatan terhadap harta tersebut. Apabila harta dibuang namun masih ada kemelekatan terhadapa harta tersebut, maka sia-sia saja.[9] Karena itu buanglah kemelekatan terhadap harta berpangkal diri sosok, dan harta benda harus digunakan bagi kepentingan sosial.[9] Dengan demikian cucu adam enggak akan merasakan penderitaan akibat kehabisan harta. Sebagai halnya tersurat dalam Daode Ching Bab 2 ayat 11b: “…Oleh karena tidak mempunyai apa-apa, maka engkau tidak pernah kehilangan segala-segala apa.”[9]

Makhluk nan mengikuti Dao tidak mencampuri hidup orang lain, n domestik arti ia tidak memaksakan orang tidak membutuhkan, ia menolong mereka menjadi bebas dengan menirukan Dao.[7] Cucu adam nan baik adalah yang mampu mengajuk jalannya tunggul semesta sesuai dengan Dao.[7]

Seandainya manusia telah berhasil mengajuk jalan Dao, maka ia tidak terbiasa takut akan kematian.[7] Kematian adalah sebuah proses standard dan manusia tidak dapat mengganjar alam, oleh karena itu basyar tak perlu taku atau panik terhadap kematian. Kematian hanya melawan basyar kepada Dao.[7]

Etika Taoisme

Dalam menjalani kehidupan yang suka-suka, makhluk cenderung plong spirit yang keilmuan tanpa adanya proses ikut rancam.[7] Vitalitas nan alami inilah yang menjadi suatu kebajikan dasar nan memicu munculnya tiga biji kemaluan kebajikan tidak yang menuntun bani adam privat kehidupannya, yaitu litak lembut, rendah hati, dan mengingkari diri.[7] Kelemah-lembutan merupakan teman berasal kehidupan, sebaliknya, kekerasan dan kekakuan adalah saingan berpangkal kematian.[7] Kurang lever adalah sikap mampu mewatasi diri dengan berbuat seperlunya cuma.[7] Di internal kitab Daode Ching dikatakan, “Enggak cak semau kutuk yang lebih raksasa ketimbang merasa kurang puas. Tak ada dosa nan bertambah besar daripada cinta mau memiliki.”[7] Kemudian meniadakan diri yaitu sikap menganggap diri dan hidup manusia hanyalah bagaikan pinjaman pecah duaja semesta kepada manusia.[7] Oleh karena itu, manusia nan bijaksana dan menginginkan semangat tenang dan tenteram akan mempercayakan seluruh hidupnya kepada Dao atau alam semesta.[7]

Baca juga:   Seorang Ulama Yang Mengajarkan Widhatul Wujud Adalah

Perkembangan ajaran yang berdasarkan kritis Taoisme

Bidang-bidang yang berkembang berdasarkan reaktif Taoisme, antara enggak: Taiji, Qigong, bidang kesehatan, Kimia, musik, dsb. Salah satu perkumpulan Taoisme di Tiongkok memiliki kumpulan kitab-kitab hasil kajian Taoisme. Kitab-kitab tersebut berisikan rangkuman tentang ajaran kudus Taoisme, peraturan Taoisme, Qigong, amatan-analisis tentang kesehatan, Kimia, irama dsb.[10]

Sebuah kuil Taoisme nan berarsitektur Cina di Cho Lon, Ho Chi Minh, Vietnam

Perkembangan Taoisme selama 2000 hari ini, telah berkembang menjadi beberapa aliran Taoisme. Secara umum ada dua aliran ki akbar Taoisme. Pertama adalah perputaran Zhengyi 正一派[11] dan aliran Quanzhen 全真派.[12] Dikenal kembali dengan diseminasi Fulu 符箓派 dan Danding pai 丹鼎派.

Ciri unik sekte Zhengyi adalah:[11]

Pertama, semua keturuan Zhang Daoling menjadi pengarah. Sejak tianshi ke 38 Zhang Yucai menjadi “Zhengyi jiaozhu”,jabatan ini dilanjutkan maka itu keturunan tianshi. Walau penganugrahan gelar ibarat tianshi ini dihapuskan puas hari dinasti Ming dan Qing, nama Zhengyi jiaozhu juga bukan anugrah dari kaisar, tetapi cak bagi umat-umatnya adalah situasi yang wajar bakal tetap menjadikan keturunan Zhang Daoling sebagai superior mereka.

Kedua, berasal segi organisasi, karena terjadinya penggabungan itu asalnya dari bervariasi sekte fulu baik yang lama maupun yang plonco.Tertulis sekte Longhu, Maoshan, Gezao, Taiyi, Jingming, lagi sekte Shenxiao, Qingwei, Donghua, Tianxin dan berbagai sekte kecil lainnya.Organisasinya lebih kendor.Setelah menjadi sekte besar, yang asalnya sekte kecil ataupun karena kurangnya pewaris kemudian melebur dalam sekte samudra, pewarisan di sekte-sekte kecil tetap begitu juga silam, sekadar menjadikan Tianshi sebagai yang penting.Misalnya sekte Longhu, Jingming, Qingwei dan lain-lain, setakat ketika ini pewarisannya tidak kudung.

Ketiga, Kitab yang dihormati dan dijunjung bersama adalah kitab “Zhengyi jing”正一经, dengan ilmu utama adalah talisman, menjapa ilmu,qirang zaijiao.

Keempat, Daoshi ( pendeta Tao ) boleh tidak tinggal di biara, boleh menikah dan mempunyai keturunan, mereka ini disebut “huoju daoshi” 火居道士.Lingkup biaranya dibandingkan biara Quanzhen itu lebih mungil, sila dan aturannya juga bukan ketat.

Berpangkal dua aliran itu kemudian ada sekte-sektenya. Antara lain adalah:

  • Wudoumi Dao (正一盟威道 atau 五斗米道)
    • Qingshui Dao(清水道)
    • Tianxin Pai (天心派)
  • Fulu Pai (符箓派)
    • Qingwei Pai (清微派)
  • Lijia Dao (李家道)
  • Shangqing Pai (上清派)
  • Zhongxuanxie Pai (重玄学派)
  • Jingming Dao (净明道)
  • Taiyi Jiao (太一教 atau太乙道)
  • Xuan Jiao (玄教)
  • Wudang Pai (武当派)
  • Zhong Pai (中派)
  • Xi Pai (西派)
  • Danding Pai (丹鼎派 maupun 金 丹 道 教, Jindan Daojiao)
  • Yujun Dao (于君道)
  • Bojia Dao (帛家道)
  • Lingbao Pai (灵宝派)
    • Donghua Pai (东华派)
  • Louguan Dao (楼观道)
  • Lushan Pai (闾山派)
  • Shengxiao Pai (神霄派)
  • Dadao Jiao (大道教 atau 真大道教)
    • Yuxian Pai (遇仙派)
  • Quanzhen Dao (全真道)
    • Nanwu Pai (南无派)
    • Longmen Pai (龙门派)
      • Pidong Zhong (碧洞宗)
  • Dong Pai (东派)

Tidak ada garitan absah pron bila Taoisme masuk ke Nusantara, selain hanya diperkirakan turut seiring dengan keberadaan orang Tionghoa. Bangunan-gedung kelenteng dan batara-dewa utama bisa menunjukkan pengaruh Taoisme, seperti pemakaian istilah‘gong/ kiong 宮’, dewata utamanya seperti Xuantian Shangdi 玄天上帝, Tianshang Shengmu 天上聖母 dan lain-tak.[13]

Jejak-jejak keberadaannya terasa terutama dari persebaran Zhengyi sekte Maoshan 茅山 dan Lüshan 閭山, Liuren 六壬.[13] Selain itu di Indonesia suka-suka sekte Zhengyi lainnya yaitu sekte Lüshan 閭山派. Sekte Quanzhen 全真.yang didirikan oleh Wang Chongyang 王重陽( 1113-1170 ).

Di Indonesia berkembang pula kelompok Thày shàng mén 太上门 Xiāo yáo pài 逍遥派,. Selain memuja Thay Shang Lao Cin (= Tài shàng lǎo jūn 太上老君), Er Lang Shen (Èr láng shén 二郎神) dan Ciu Thien Sien Ni (= Jiǔ tiān xuán nǚ 九天), juga memuja Dewa Dewi Tao nan bukan.[14] Aliran ini pun mengajarkan Senkung (Shén gōng 神功)(senam kebugaran Tao yang diajarkan maka itu Maha Batara Thay Shang Lao Cin) kembali Qigong (Qì gōng 气功)(Olah Raga Respirasi kesehatan Tao bakal menghimpun Qi dalam tubuh) serta Cingco (Jìng zuò 静坐)(Duduk diam / Meditasi ).[15][16]

Aliran ini mengutamakan pedoman Wu (Kesadaran – Intelek – Kebijaksanaan) laksana pedoman cara berpikir dalam-dalam dan mandu bertindak dalam mempelajari Taoisme dan dalam Kehidupan sehari waktu. Dengan harapan hendaknya penganut aliran dapat mengoreksi kehidupan Spiritual dan Duniawi menjadi makin baik, di mana kemudian akan mengapalkan kemajuan pun bagi diri sendiri, anak bini dan lingkungan masyarakat disekitarnya.[17][18]

  • Agama
  • I Kuan Tao
  • Zhuangzi

  1. ^

    “Salinan pertinggal”. Diarsipkan dari versi ceria copot 2006-05-16. Diakses terlepas
    2021-05-27
    .



  2. ^

    http://web.budaya-tionghoa.ambai/index.php/item/129-kitab-taiping-jing

  3. ^

    “Salinan salinan”. Diarsipkan dari versi polos tanggal 2007-07-11. Diakses rontok
    2021-05-27
    .



  4. ^

    H.G. Creel. 1990. Alam Pikiran Cina: Sejak Confucius sampai Mao Zedong. Yogyakarta: PT. Tiara Wacana. Hal. 103.
  5. ^
    a
    b

    Diane Morgan. 2001. The Best Guide to Eastern Philosophy and Religion. Los Angeles: Renaissance Books. Hal. 223-224.
  6. ^
    a
    b
    c
    d
    e
    f
    g
    h
    i
    j
    k
    l
    m
    n
    o
    p
    q
    r
    s
    t
    u
    v
    w
    x
    y
    z

    Huston Smith. 1999. Agama-agama Makhluk. Jakarta: Yayasan Oncor.
  7. ^
    a
    b
    c
    d
    e
    f
    g
    h
    i
    j
    k
    l
    m
    n
    ozon
    p
    q
    r
    s
    t
    u
    v

    Bagus Takwin. 2003. Makulat Timur: Sebuah Pengantar ke Pemikiran-pemikiran Timur. Yogyakarta: Jalasutra.
  8. ^
    a
    b
    c
    d
    e
    f
    g
    h

    Fung Yu-Lan. 1990. Sejarah Ringkas Metafisika Cina: Sejak Confucius sampai Han Fei Tzu. Yogyakarta: Liberty.
  9. ^
    a
    b
    c
    d
    e
    f

    Sutradharma Tj. Sudarman. 1998. Menjalani Kehidupan Buddhisme, Confuciusme dan Taoisme. Jakarta: Sunyata. Peristiwa. 180-181.

  10. ^

    “Salinan arsip”. Diarsipkan bermula versi suci tanggal 2006-04-23. Diakses tanggal
    2006-05-04
    .


  11. ^
    a
    b

    http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/3767-karakteristik-taoisme-sekte-zhengyi

  12. ^

    http://web.budaya-tionghoa.jaring/index.php/item/2250-%E4%BB%8B%E7%B4%B9%E5%85%A8%E7%9C%9E%E9%81%93%E8%88%87%E5%85%A8%E7%9C%9E%E9%BE%8D%E9%96%80%E6%B4%BE-mengenaltaoisme-aliran-quanzhen-chuancin-too-dan-sekte-longmen
  13. ^
    a
    b

    http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/3750-perkembangan-agama-tao-di-indonesia

  14. ^

    Xiū dào bǎo jiàn 修道宝剑, tempaan ke sebelas, Majelis Tridharma Indonesia, 2008



  15. ^

    Siu Tao Condong Kesempurnaaan, Majelis Tridharma Indonesia, 1996



  16. ^

    https://taotsm.org/mengenal-dao-yin-shu-%e5%b0%8e%e5%bc%95%e8%a1%93/

  17. ^


    https://taotsm.org/daftar-kata sandang/



  18. ^

    https://taotsm.org/moralitas-tao-privat-praktik-sehari-hari/

Diperoleh dari “https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Taoisme&oldid=19652513”

Berikut Yang Bukan Merupakan Bentuk Dari Ajaran Tao Adalah

Source: https://hasilcopa.com/berikut-yang-bukan-merupakan-ajaran-tao-adalah