Berikut Yang Bukan Termasuk Teknologi Informasi Dan Komunikasi Modern Adalah

By | 12 Agustus 2022

Berikut Yang Bukan Termasuk Teknologi Informasi Dan Komunikasi Modern Adalah.

Teknologi Manifesto
(TI), maupun n domestik bahasa Inggris dikenal dengan istilah
Information technology
(IT) ialah istilah umum untuk teknologi apa lagi yang mendukung individu privat membuat, mengubah, menyimpan, mengomunikasikan dan/atau menyebarkan siaran. TI menunggalkan komputasi dan komunikasi berkecepatan tinggi lakukan data, suara minor, dan video. Contoh dari Teknologi Proklamasi bukan saja berupa komputer pribadi, belaka juga telepon, TV, peralatan rumah tangga elektronik, dan peranti genggam berbudaya (misalnya ponsel).[1]

Penggodokan, penyimpanan dan penyebaran vokal, informasi bergambar, referensi dan numerik oleh mikroelektronika berbasis kombinasi komputasi dan telekomunikasi.[2]
Istilah internal pengertian bertamadun mula-mula kali muncul dalam sebuah artikel 1958 nan diterbitkan dalam
Harvard Business Review, di mana dabir Leavitt dan Whisler berkomentar bahwa “teknologi baru belum memiliki nama tunggal yang didirikan. Kita akan menyebutnya teknologi informasi (TI). “.[3]
Beberapa latar modern yang muncul berpokok teknologi publikasi adalah generasi berikutnya teknologi web, bioinformatika, komputasi awan, sistem informasi mondial, Skala lautan basis pengetahuan dan tak-lain.

Sejarah

[sunting
|
sunting perigi]

Pada awal memori, manusia melongok informasi melangkaui bahasa. Maka bahasa adalah teknologi, bahasa memungkinkan seseorang memahami informasi yang disampaikan oleh basyar tak tetapi itu enggak bertahan secara lama karena Setelah ucapan itu selesai, maka informasi nan kaya di tangan sang penerima itu akan dilupakan dan lain bisa disimpan lama. Selain itu jangkauan suara kembali minus.

Setelah itu teknologi penguraian informasi berkembang melewati rajah. Dengan gambar cak cakupan maklumat bisa lebih jauh. Gambar ini dapat dibawa-bopong dan disampaikan kepada insan lain. Selain itu informasi nan terserah akan mengotot lebih lama. Sejumlah rencana warisan zaman purba masih terserah setakat sekarang sehingga turunan sekarang boleh menyedang mengarifi informasi nan cak hendak disampaikan pembuatnya.

Ditemukannya alfabet dan poin arabik memudahkan kaidah pengutaraan keterangan yang lebih efisien dari prinsip yang sebelumnya. Suatu bagan yang mewakili satu peristiwa dibuat dengan kombinasi alfabet, maupun dengan penulisan ponten, seperti MCMXLIII diganti dengan 1943. Teknologi dengan alfabet ini melancarkan dalam penulisan informasi itu.

Kemudian, teknologi percetakan memungkinkan pengiriman makrifat lebih cepat sekali lagi. Teknologi elektronik begitu juga radio, televisi, komputer mengakibatkan informasi menjadi lebih cepat tersebar di provinsi nan kian luas dan lebih lama tersimpan.

Proklamasi umum

[sunting
|
sunting sumber]

Makrifat dan Teknologi komunikasi 2005

TI adalah bidang penyelenggaraan teknologi dan mencakup berbagai bidang nan termasuk tetapi tak minus lega hal-hal sebagai halnya proses, instrumen lunak komputer, sistem informasi, perangkat keras komputer, bahasa pemrograman, dan data bangunan. Singkatnya, apa yang membuat data, embaran atau pengetahuan yang dirasakan dalam format visual apapun, melintasi setiap mekanisme distribusi multimedia, dianggap bagian dari TI. TI menyediakan kulak dengan catur set layanan inti lakukan membantu menjalankan kebijakan bisnis: proses membahu otomatisasi, memberikan informasi, menghubungkan dengan pelanggan, dan alat-alat daya produksi.

TI berbuat bermacam-macam kemustajaban (TI Disiplin/Kompetensi) dari meng-instal Aplikasi bagi merancang jaringan komputer dan basis data kabar. Beberapa tugas yang TI lakukan barangkali tercantum manajemen data, jaringan, rekayasa radas keras komputer, basis data dan desain perangkat lunak, serta penyelenggaraan dan administrasi sistem secara keseluruhan. Teknologi informasi mulai menyebar selanjutnya dari normal komputer pribadi dan teknologi jaringan, dan kian ke dalam integrasi teknologi lain seperti pendayagunaan ponsel, televisi, mobil, dan banyak kembali, yang meningkatkan tuntutan bikin pekerjaan .

Sreg masa sangat, para (Dewan Akreditasi untuk Engineering dan Teknologi) dan Asosiasi bakal mesin komputasi sudah lalu bekerjasama kerjakan membentuk akreditasi dan barometer kurikulum
[4]
untuk program degrees di Teknologi Informasi sebagai bidang studi dibandingkan
[5]
dengan Aji-aji Komputer and Sistem Laporan. SIGITE (Special Interest Group for IT Education)[6]
adalah kelompok kerja ACM bakal mendefinisikan barometer ini. Pendapatan layanan TI di seluruh marcapada sebesar $ 763.000.000.000 puas tahun 2009.[7]

Pertumbuhan dan kapasitas teknologi

[sunting
|
sunting sumber]

Hilbert dan Lopez[8]
mengidentifikasi kederasan eksponensial perubahan teknologi (semacam hukum Moore): mesin aplikasi-istimewa untuk menghitung kapasitas informasi tiap-tiap-kapita mempunyai sekitar dua barangkali lipat setiap 14 bulan antara 1986-2007; kapasitas saban-kapita di dunia komputer maksud umum sudah lalu dua mungkin lipat setiap 18 rembulan sepanjang dua dekade yang separas, kapasitas telekomunikasi universal saban-kapita dua mana tahu lipat setiap 34 bulan; kapasitas penyimpanan dunia per kapita yang dibutuhkan sekitar 40 bulan untuk memperbanyak (setiap 3 waktu); dan informasi siaran per kapita telah dua kali bekuk seputar setiap 12,3 tahun.[8]

Dampak

[sunting
|
sunting mata air]

Bidang Pendidikan

[sunting
|
sunting sendang]

UNESCO mengecualikan jurnal puas tahun 1996 yang menjelaskan terkait bagaimana proses pendidikan bisa berjalan secara berkelanjutan yang harus diterapkan beralaskan empat pilar proses pembelajaran, adalah membiasakan lakukan memecahkan ilmu takrif, berlatih untuk menguasai banyak kesigapan, belajar lakukan meluaskan diri secara maksimal, dan belajar lakukan kehidupan sosial.[9]
Peralihan yang terjadi pada manjapada pendidikan dengan adanya bantuan teknologi adalah saling terhubungnya antar negara dalam manjapada ilmu informasi, sehingga hubungan di antaranya menjadi semakin mudah dan cepat. Dengan adanya teknologi, maka orang dapat meredakan faktor ruang dan hari untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dimanapun dan kapanpun.[10]

Pembelajaran dalam marcapada pendidikan semakin berkembang seiring dengan berkembangnya teknologi nan cak semau. Salah suatu gambar kemajuan dalam dunia Pendidikan dengan pertolongan teknologi adalah kegiatan pembelajaran telah menunggangi metode
e-learning
yang dapat disampaikan melalui semua media elektronik sama dengan audio, video, TV interaktif,
compact disc
(CD), komputer, dan internet.[11]
Peran teknologi dalam dunia pendidikan habis besar karena dapat kontributif tenaga dan petatar bimbing mendapatkan materi penataran kasatmata jurnal, buku, majalah, dan modul dengan menggunakan perpustakaan elektronik dengan ki alat komputer jinjing dan internet. Kemunculan internet dapat mengubah pembelajaran di sekolah menjadi pembelajaran jarak jauh dengan kondisi dan situasi apapun.[12]

Teknologi dalam mayapada pendidikan bisa mendukung proses administrasi seperti mana menjadi alat bakal membantu memperbaiki data organisasi pada lembaga pendidikan. Dengan bantuan teknologi berbasis sistem komputer, data terkait siswa, guru, dan data sekolah akan lebih aman dan lebih mudah cak bagi diakses pada saat diperlukan.[13]
Teknologi pula boleh membantu mulai sejak sektor tenaga pendidik untuk menyisihkan materi pembelajaran untuk peserta didik agar lebih mudah dipahami dan dipelajari. Tenaga pendidik pun dapat memanfaatkan teknologi cak bagi menyusun jadwal dan metode penerimaan yang dibutuhkan peserta didik kiranya lebih nyaman n domestik melakukan proses sparing mengajar.[14]

N domestik pengembangan dan pemanfaatan teknologi intern manjapada pendidikan terdapat 3 prisnisp radiks yang harus dicapai, adalah pendekatan sistem yang lebih mudah dan efisien, berorientasi hasil pada petatar jaga, dan pengusahaan teknologi pada sumber belajar. Dengan adanya teknologi, proses sparing mengajar mengalami peralihan yang drastis seperti dari sekedar pelatihan belaka menjadi prestasi siswa asuh, pecah sekolah menjadi dimana dan kapan saja tenaga pendidik dan pesuluh didik lakukan, dari menggunakan kertas dan buku menjadi menggunakan komputer dan laptop.[15]

Motivasi tenaga pendidik dan petatar didik intern proses pengajian pengkajian sangat dipengaruhi makanya teknologi berbasis laporan. Hal tersebut dapat terjadi karena teknologi boleh menjadikan pembuatan materi dan tugas lebih mudah, bermanfaat, menambah produktivitas saat proses berlatih mengajar, meningkatkan efektifitas belajar, dan mengembangkan potensi internal nanang tenaga pendidik dan peserta didik dalam proses belajar mengajar.[16]
Teknologi yang sering digunakan dalam proses belajar mengajar disebut dengan media pembelajaran. Alat angkut pembelajaran yaitu alat untuk membantu tenaga pendidik dalam menyalurkan materi (bahan pembelajaran), sehingga dapat meningkatkan manah, minat, pikiran, dan perasaan murid didik privat proses belajar mengajar cak bagi mencapai pamrih pembelajaran di sekolah ataupun diluar sekolah. Penggunaan teknologi andai media pembelajaran bertujuan untuk menjadikan proses pembelajaran menjadi makin efektif dan efisien.[17]

Baca juga:   Pembuatan Kronologi Dilakukan Dengan Tujuan Berikut Kecuali

Bidang Ekonomi

[sunting
|
sunting sumber]

Teknologi pemberitahuan yang terus berkembang seiring berkembangnya juga proses globalisasi di dunia membuat pembangunan ekonomi dari awalnya berbasis sumber ki akal umbul-umbul beralih menjadi pembangunan ekonomi berbasis guna-guna publikasi dan teknologi permakluman.[18]

Teknologi permakluman dalam satah ekonomi khususnya internal ranah komersial mempunyai peran terlampau penting sebagai sarana dan palagan transaksi kerjakan bisnis daring nan berbentuk wahana berupa internet. Intern internet terdapat situs web yang boleh menjadi sarana pelaku bisnis dalam mempromosikan barang-dagangan jualan kepada konsumen. Pekerja bisnis juga dapat membuat petisi berbasis
online
bikin mempermudah proses penyerahan yang dapat digunakan konsumen ketika membeli barang.[19]

Perkembangan teknologi pemberitahuan dapat dengan mudah diterima oleh mahajana dan negara secara luas perumpamaan sumber pertumbuhan ekonomi karena boleh kondusif n domestik proses produksi dengan menggunakan modal sedikit agar mendapatkan hasil yang maksimal dan meningkatkan perekonomian secara pesat.[20]

Teknologi berbasis butir-butir yang digunakan pada rataan ekonomi khususnya bisnis dapat memberikan kemudahan akses bakal perusahaan kerjakan melakukan transaksi dengan perusahaan lain yang berada di luar negeri dengan bantuan internet. Akal masuk yang boleh digunakan perusahaan melangkahi internet tidak n kepunyaan batasan dan boleh berbuat transaksi secara
online.[21]

Teknologi keterangan memberikan dampak yang berarti pada sektor industrialisasi dan bisnis privat pertumbuhan ekonomi di marcapada. Sreg level mikro, kemenangan teknologi boleh digunakan dalam pabrik dan persaingan secara global.[22]

Sementara itu pada level makro, teknologi dapat dimanfaatkan dalam pembangunan ekonomi dan mengasihkan kontribusi lega pertumbuhan ekonomi masyarakat. Teknologi tinggal berpengaruhi terwalak pertumbuhan ekonomi dunia saat ini.[23]

Dalam proses persaingan pasar global, perusahaan dituntut untuk menggunakan teknologi secara maksimal buat mencapai stempel dalam bersilaju. Keberhasilan berbisnis dalam hal persaingan global sangat dipengaruhi oleh penggunaan kendaraan teknologi keterangan.[24]

Pengembangan teknologi sangat dibutuhkan dalam proses metamorfosis yang dimana firma cuma membutuhkan modal mungil buat mendapatkan ponten tambah yang sangat besar.[25]

Setiap negara yang menerapkan sistem teknologi intern menggandar akan dihadapkan pada dua sortiran adalah melakukan pengembangan teknologi melalui proses
invention
dan
innovation
dan melakukan pengembangan teknologi melampaui alih teknologi. Tidak semua negara dapat menggunakan dua pilihan tersebut dalam proses membuat, mengolah, dan cak memindahtangankan komoditas n domestik komersial. Dengan adanya kehilangan tersebut maka yang harus dilakukan oleh setiap negara yaitu dengan melebarkan metode teknologi baru melangkaui
R&D
dan
buy some strategy.
[26]

Bidang Sosial

[sunting
|
sunting sumber]

Dalam nasib manusia terletak korespondensi sosial nan tidak rontok pecah teknologi khususnya media sosial. Media sosial yakni media berbasis online yang dapat digunakan lakukan berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan komunikasi antara sesama pemakai melewati situs web seperti blog, jejaring sosial, wiki, forum, dan mayapada virtual. Buram sarana sosial nan paling sering digunakan masyarakat secara global khususnya di Indonesia merupakan blog, jejaring sosial dan wiki.[27]
Media teknologi maklumat dalam proses komunikasi dapat meningkatkan dan melicinkan proses pencarian dan pengiriman informasi antara pengguna dengan biaya dan hari yang abnormal tetapi menghasilkan makrifat yang akurat jika dibandingkan dengan menggunakan pertinggal.[28]
Kemudahan yang didapat makanya pengguna membuat musim yang digunakan lebih berguna dan efisien serta dapat berwibawa terhadap gaya roh, tingkah laku baik itu pada saat koteng alias berkelompok.[29]
Teknologi yang berbentuk permohonan alat angkut sosial suntuk membantu pengguna untuk berkomunikasi secara mendunia privat musim singkat dengan pengguna lain yang suka-suka di seluruh bumi dan dapat mempengaruhi perilaku sosialisasi umum yang menggunakan sosial media.[30]

Di Indonesia, konsumen internet semakin meningkat setiap waktu seiring berkembangnya teknologi itu koteng. Kenaikan pengguna internet dipengaruhi oleh kemudahan dalam menggunakan, mendapatkan, mengakses, dan mengendalikan butir-butir ke berbagai alat angkut yang tersedia. Dengan bantuan internet dan teknologi, masyarakat bisa berinteraksi secara objektif dan boleh membentuk kekerabatan dengan cara yang mudah.[31]
Kesuksesan teknologi bertujuan bakal memudahkan manusia dalam segala hal untuk kelangsungan hidup. Detik semua pekerjaan semakin mudah untuk dikerjakan, maka dampak yang muncul adalah timbulnya rasa malas dan menjauh berusul sosial seperti memudarnya rasa solidaritas antar sesama, kebersamaan memudar, dan kegiatan bertemu semakin menciut. Media elektronik nan dikembangkan sekarang seperti televisi, komputer, internet, dan
handphone
sudah mengakibatkan umum menjadi pecandu media elektronik.[32]
Dampak dari teknologi informasi sangat berbagai ragam dan mengasihkan kontrol nan sangat lestari pada usia mahajana seperti mana keefektifan teknologi secara manfaat dulu sesuai sesuai dengan intensi masyarakat, perlintasan kontan lega umum dalam merespon masuknya teknologi, dan perlintasan dari hasil terobosan nan mutakadim diantisipasi.[33]
Akan halnya dampak merusak yang diberikan teknologi seperti terjadinya fasad dan penjatuhan tata krama dan akhlak lega publik luas. Masyarakat yang mengalami penurunan moral dan akhlak akan menjadi adv minim reseptif terhadap vitalitas sosialnya karena diakibatkan berkurangnya kebulatan hati tatap muka nan terjadi dalam organisasi ataupun lingkungan sosial masyarakat.[34]
Teknologi informasi tidak semata-mata sekedar digunakan untuk berkomunikasi makanya konsumen, tetapi juga menerimakan dampak subversif maujud dapat mengakses situs web nan tidak agar dilihat sebagai halnya, situs kekerasan dan situs pornografi. Perkembangan teknologi kenyataan dan komunikasi memberikan dampak yang buruk karena bisa memasrahkan pengaruh terhadap perilaku sosial atau melunturkan nilai-angka kebudayaan umum.[35]

Latar Kesehatan

[sunting
|
sunting sumber]

Kemajuan teknologi informasi internal permukaan kebugaran dapat dilihat dari hasil temuan baru yang didapatkan melalui penyelidikan kerumahtanggaan bentuk proses pengorganisasian lembaga kesegaran, pengobatan pasien, alias penggalian dan pengembangan semenjak jiwa psikiatri itu sendiri. Bagan pelayanan kesegaran berbasis teknologi saat ini habis diperhatikan dunia karena berselesa untuk meningkatkan kualitas hidup manusia.[36]
Pelayanan di sektor kesehatan lakukan publik dipengaruhi oleh pengusahaan teknologi berbasis butir-butir dan digital mudahmudahan penerapan interferensi kesehatan pada umum bisa lebih efektif dan tepat sasaran.[37]
Penerapan intervensi pada bidang kesehatan punya dampak yang suntuk besar cak bagi masyarakat karena dapat memperlancar dan mempermudah akses peladenan melalui situs web digital yang mandraguna informasi tersapu pendalaman dengan tujuan kerjakan memajukan teori dan konsep pelayanan kesegaran itu sendiri.[38]

Teknologi informasi yang digunakan plong bidang kebugaran dapat mewujudkan pasien anak dan keluarga merasa lega hati dan setia menerapkan pengamatan serempak kepada pasien moga tidak terjadi kesalahan kerumahtanggaan pemberian pemberitaan dan arahan perawatan kepada pasien.[39]
Penggunaan teknologi makrifat seperti internet plong rencana kesehatan hanya digunakan lakukan keperluan apartemen sakit dan kebutuhan pasien. Tetapi, pemakaian internet oleh perawat di rumah remai diatur oleh kebijakan organisasi, budaya kerja dan pemberian pelatihan tercalit penggunaan internet.[40]

Baca juga:   Rasa Lelah Yang Terjadi Akibat Keja Otot Terus-menerus Disebabkan Oleh

Pemanfaatan software nan berbasis komputer pada bidang kesehatan khususnya kondominium sakit berfungsi untuk memberikan butir-butir secara menyeluruh intern pembuatan rencana perawatan yang kerukunan dan mudah. Deklarasi dalam software tersebut menutupi standar pelestarian berdasarkan pembuktian masalah di apartemen sakit, prinsip penanganan ki aib, resan dan rekomendasi perlindungan kepada pasien, wacana bikin ki kesulitan yang dialami pasien dan mandu pendayagunaan perunding yang akurat, serta akses ke sosi data rumah sakit secara digital menerobos alat angkut komputer. Software juga dapat mengacapkan pengambilan keputusan oleh perawat privat mengamalkan penanganan, membuat rencana berobat jalan bagi pasien, mengingatkan dukun bayi cak bagi memberikan tindakan pencegahan atau risiko terhadap alergi kepada pasien dengan menunjukkan hasil pemeriksaan laboratorium sebelum diberi pembeli sesuai kebutuhan masalah pasien.[41]
Software berbasis manifesto tersebut pun berguna sebagai panduan terkait cara identifikasi, proses pengkajian dan metode hidayah rekomendasi terkait penanganan kasus kegemukan lega anak atma sekolah dan remaja.[42]

Berkembangnya teknologi kabar privat dokumentasi di bidang kesehatan memberikan kemudahan dan cara yang baru cak bagi menyuji, menerimakan dan menerima informasi pasien. Dokumentasi membantu perawat atau petugas rumah sakit berkewajiban atas kerahasiaan dan keamanan informasi penyakit pasien. Sehingga diperlukan kebijakan dan pedoman nan sudah diatur oleh organisasi atau rumah sakit kiranya proses dokumentasi kian kesepakatan. Peluasan pengarsipan dengan uluran tangan teknologi maklumat dan sistem komputer harus tegar memperhatikan aturan pengarsipan terkait akses, penyimpanan, pengambilan dan pengiriman informasi sebagaimana internal sistem dokumentasi berbasis kertas.[43]
Proses dokumentasi sekali lagi digunakan bikin memenuhi standar profesional dan syariat nan berlaku secara global dan adv amat berguna menjaga hubungan petugas kesehatan dan pasien hendaknya terjalin dengan baik dan petugas dapat menerapkan deklarasi keperawatan serta mewujudkan keputusan menurut standar profesional  kepada pasien karena adanya bukti sekiranya ada permintaan hukum baik bermula pasien maupun berpangkal petugas kesehatan.[44]
Perkembangan teknologi kesehatan berbasis pengumuman di asing kewedanan mutakadim berkembang intern aktivitas keperawatan, baik tercalit proses peladenan, pendidikan maupun riset di bidang kesehatan. Sistem dokumentasi menyerahkan akomodasi pada pasien dalam proses kelanjutan perawatan pasien dan memungkinkan dukun bayi melakukan perawatan yang cepat dan lebih tepat.[45]

Proses dokumentasi berbasis teknologi informasi n domestik bidang kesehatan bertujuan untuk menekat jejak medis pasien nan memungkinkan perawat menggunakannya laksana bahan pembelajaran, menyerahkan pemahaman terkait pentingnya proses dokumentasi perawatan pasien serta menghemat waktu perawat privat menyusun rencana preservasi lebih lanjut kepada pasien.[46]
Pengarsipan dapat menjadi mata air data di bidang kesehatan bagi gambar kesegaran dalam membentuk keputusan tercalit investasi dan penyelenggaraan sumber gerendel serta memfasilitasi penelitian yang dapat meningkatkan kualitas praktek kesehatan dan proteksi umum secara global.[47]

Tulangtulangan kesehatan silam memerlukan teknologi yang canggih bikin membantu dalam kelangsungan n domestik pelayanan kesehatan. Keberadaan sistem teknologi berbasis amanat nan ada di rencana kesehatan mendukung n domestik menentukan politik, keputusan, tambahan pula peraturan yang boleh menunjang perbaikan dan kronologi sumber daya keperawatan dalam sektor kesehatan.[48]
Harapan digunakan sistem keterangan atau teknologi informasi lega bidang kesehatan berfungsi memastikan terkait bagaimana prinsip agar publikasi kesehatan dapat diakses oleh pihak yang membutuhkan, kemudian meningkatkan pelayanan kesehatan dalam skala kebangsaan maupun mendunia.[49]

Seiring berkembangnya teknologi pada bidang kesehatan maka muncul metode bau kencur untuk mempromosikan kebugaran dengan menggunakan perangkat komputer jinjing dan teknologi digital yang berbuntut untuk memungkiri perilaku kesehatan masyarakat yang cak acap disebut dengan
e-health.[50]
Penggunaan teknologi lega sektor industri kesehatan dengan sempurna perlengkapan computer sebagaimana permintaan boleh mengurangi biaya konsultasi kesehatan kepada para pengguna jasa kesehatan.[51]
Adapun susuk teknologi berbasis video online yang mempunyai dampak dalam memberikan pembelajaran dan promosi mengenai bagaimana mandu menjaga kesehatan masyarakat sekaligus menjadi media lakukan promosi apartemen linu.[52]

Lihat pula

[sunting
|
sunting sumber]

  • Sistem Permakluman
  • Teknologi Permakluman Komunikasi (TIK)
  • Mantra Komputer jinjing
  • Bahasa pemrograman
  • Daftar istilah teknologi informasi
  • Daftar istilah Internet Indonesia
  • Komputer jinjing
  • Perangkat keras
  • Perkakas panjang hati

Wacana

[sunting
|
sunting sumber]


  1. ^

    Williams / Sawyer, (2007),
    Using Information Technology
    interpretasi Indonesia, Penerbit ANDI, ISBN 979-763-817-0

  2. ^


    Longley, Dennis; Shain, Michael (1985),
    Dictionary of Information Technology
    (edisi ke-2), Macmillan Press, hlm. 164, ISBN 0-333-37260-3





  3. ^


    “information technology”, Oxford English Dictionary (edisi ke-2), Oxford University Press, 1989 http://dictionary.oed.com/, diakses tanggal
    20 November
    2010






  4. ^


    “ABET”. Diarsipkan dari versi masif copot 2010-03-16. Diakses tanggal
    2011-10-07
    .





  5. ^


    Isbell, Charles; Impagliazzo, John; Stein, Lynn; Proulx, Viera; Russ, Steve; Forbes, Jeffrey; Thomas, Richard; Fraser, Linda; Xu, Yan (2009),
    (Re)Defining Computing Curricula by (Re)Defining Computing, Association for Computing Machinery, ACM, ISBN 978-1-60558-886-5





  6. ^

    ACM-SIGITE

  7. ^


    “Gartner Says Worldwide IT Services Revenue Declined 5.3 Percent in 2009”,
    Tembusan tindasan, Gartner, diarsipkan mulai sejak versi ikhlas tanggal 2011-09-08, diakses copot
    20 November
    2010





  8. ^


    a




    b



    “The World’s Technological Capacity to Store, Communicate, and Compute Information”, Martin Hilbert dan Priscila López (2011), Science (journal), 332(6025), 60-65; free access to the article through here: martinhilbert.net/WorldInfoCapacity.html

  9. ^

    Jamun 2018, hlm. 48-49.

  10. ^

    Putri 2019, hlm. 1.

  11. ^

    Jamun 2016, hlm. 144.

  12. ^

    Taopan et al 2019, hlm. 63.

  13. ^

    Kuat 2018, hlm. 97.

  14. ^

    Selwyn 2011, hlm. 26.

  15. ^

    Yusri 2016, hlm. 51.

  16. ^

    Muhasim 2017, hlm. 69-70.

  17. ^

    Santyasa 2007, hlm. 3.

  18. ^

    Siaila 2010, hlm. 110.

  19. ^

    Utami 2010, hlm. 62.

  20. ^

    Wahyuni et al 2013, hlm. 72.

  21. ^

    Hidayatullah 2005, hlm. 11.

  22. ^

    Radhi 2010, hlm. 1.

  23. ^

    Subramanian 1987, hlm. 361.

  24. ^

    Sharif 1994, hlm. 156.

  25. ^

    Soehoed 1988, hlm. 48.

  26. ^

    Ramanathan 1994, hlm. 221.

  27. ^

    Cahyono 2016, hlm. 140.

  28. ^

    Nasution 2011, hlm. 40.

  29. ^

    Azizah 2020, hlm. 46.

  30. ^

    Fitri 2017, hlm. 119.

  31. ^

    Setiawan 2018, hlm. 65.

  32. ^

    Ngafifi 2014, hlm. 34.

  33. ^

    Wahid 2020, hlm. 2.

  34. ^

    Novy Purnama 2009, hlm. 40.

  35. ^

    Khodijah dan Nurizzati 2018, hlm. 163.

  36. ^

    Yani 2018, hlm. 98.

  37. ^

    Manganello et al 2015, hlm. 6.

  38. ^

    Moller et al 2017, hlm. 85.

  39. ^

    Ramawati 2011, hlm. 9.

  40. ^

    Morris-Docker et al 2004, hlm. 157.

  41. ^

    McCartney 2006, hlm. 426.

  42. ^

    Gance-Cleveland 2010, hlm. 72.

  43. ^

    Dewi 2011, hlm. 19.

  44. ^

    Tornvall dan Wilhelmsson 2008, hlm. 2122.

  45. ^

    Rykkje 2009, hlm. 9.

  46. ^

    Lee 2006, hlm. 1377.

  47. ^

    Tornvall et al 2004, hlm. 315.

  48. ^

    Rofii 2011, hlm. 16.

  49. ^

    Zhu dan Protti 2009, hlm. 122.

  50. ^

    Neuhauser dan Kreps 2003, hlm. 7.

  51. ^

    More dan McGrath 2002, hlm. 621.

  52. ^

    Huang et al 2014, hlm. 273.

Daftar bacaan

[sunting
|
sunting mata air]

  • Jamun, Y. M. (2018). “Dampak Teknologi Terhadap Pendidikan”.
    Buku harian Pendidikan dan Kebudayaan Missio.
    10
    (1): 48–52. ISSN 2502-9576.



  • Jamun, Y. M. (2016). “Desain Aplikasi Pembelajaran Denah Nusa Tenggara Timur Berbasis Multimedia”.
    Jurnal Pendidikan dan Tamadun Missio.
    8
    (1): 144–150. ISSN 2502-9576.



  • Taopan, Y. F., Oedjoe, M. R., &, Sogen, A. Tepi langit. (2019). “Dampak Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi Terhadap Perilaku Moral Akil balig di SMA Negeri 3 Kota Kupang”.
    Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Amatan Kepustakaan di Satah Pendidikan, Indoktrinasi dan Pembelajaran.
    5
    (1): 61–74. ISSN 2442-7667.



  • Lestari, S. (2018). “Peran Teknologi dalam Pendidikan di Era Globalisasi”.
    Edureligia.
    2
    (2): 94–100. ISSN 2579-5694.



  • Selwyn, N. (2011).
    Education and Technology Key Issues and Debates. India: Replika Press Pvt Ltd. hlm. 26. ISBN 978-1-4411-5036-3.



  • Yusri (2016). “Pengaruh eksploitasi media teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dengan prestasi berlatih Bahasa Inggris siswa didik kelas X di SMAN I Dekai Kabupaten Yahukimo”.
    Kronik Ilmiah ILKOM.
    8
    (1): 49–56. ISSN 2548-7779. Diarsipkan bermula versi zakiah tanggal 2020-02-14. Diakses sungkap
    2021-01-30
    .



  • Dara, T. D. (2019-12-18). “Pengaruh Teknologi terhadap Pendidikan di Era kini”.
    INArxiv. doi:10.31227/osf.io/72sqb. Diakses tanggal
    2021-01-27
    .



  • Muhasim (2017). “Dominasi Tehnologi Digital Terhadap Motivasi Belajar Peserta Tuntun”
    (PDF).
    Palapa: Kronik Studi Keislaman dan Pedagogi.
    5
    (2): 53–77. ISSN 2540-9697.



  • Santyasa, I. W. (2007). “Dok konseptual media pembelajaran”
    (PDF).
    Direktori File UPI
    . Diakses tanggal
    2021-01-27
    .



  • Siaila, S. (2010). “Dominasi Peralihan TEKNOLOGI TERHADAP Alterasi EKONOMI DAN TRANSFORMASI SOSIAL”.
    Soso-Q.
    2
    (2): 102–120. ISSN 2086-390X.



  • Utami, S. S. (2010). “Supremsi TEKNOLOGI Kabar DALAM PERKEMBANGAN Jual beli”.
    Jurnal Akuntansi dan Sistem Teknologi Informasi.
    8
    (1): 61–67. ISSN 2656-3797.



  • Wahyuni, S., Hamzah, A., &, Syahnur, S. (2013). “ANALISIS Yuridiksi TEKNOLOGI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI ACEH (AK MODEL)”.
    Koran Ilmu Ekonomi.
    1
    (3): 71–79. ISSN 2302-0172.



  • Hidayatullah, D. (2005). “DAMPAK TEKNOLOGI Mualamat DAN INTERNET TERHADAP PENDIDIKAN, BISNIS, DAN PEMERINTAHAN INDONESIA”
    (PDF).
    Majalah Ekonomi dan Komputer.
    13
    (1): 9–14. ISSN 0854-9621.



  • Radhi, F. (2010). “Peluasan APPROPRIATE TECHNOLOGY Bak UPAYA MEMBANGUN PEREKONOMIAN INDONESIA SECARA MANDIRI”.
    Buletin Ekonomi Bisnis.
    15
    (1): 1–8. ISSN 2089-8002.



  • Subramanian, S. K. (1987). “Technology, productivity, and organization”
    (PDF).
    Technological Forecasting and Social Change.
    31
    (4): 359–371. doi:10.1016/0040-1625(87)90064-3.



  • Sharif, Tepi langit. (1994). “Integrating business and technology strategies in developing countries”
    (PDF).
    Technological Forecasting and Social Change.
    45
    (2): 151–167. doi:10.1016/0040-1625(94)90091-4.



  • Soehoed, A. R. (1988). “Reflections on Industrialisation and Industrial Policy in Indonesia”
    (PDF).
    Bulletin of Indonesian Economic Studies.
    24
    (2): 43–57. doi:10.1080/00074918812331335379.



  • Ramanathan, K. (1994). “An integrated approach for the choice of appropriate technology”
    (PDF).
    Science and Public Policy.
    21
    (4): 221–233. doi:10.1093/spp/21.4.221.



  • Cahyono, A. S. (2016). “Pengaruh media sosial terhadap perubahan sosial awam di Indonesia”.
    Buletin Publiciana.
    9
    (1): 140–157. ISSN 1979-0295.



  • Nasution, Z. (2011). “KONSEKUENSI SOSIAL MEDIA TEKNOLOGI KOMUNIKASI BAGI Mahajana”.
    Jurnal Reformasi.
    1
    (1): 37–41. ISSN 2407-6864.



  • Azizah, M. (2020). “PENGARUH KEMAJUAN TEKNOLOGI TERHADAP Ideal KOMUNIKASI MAHASISWA Perguruan tinggi MUHAMMADIYAH MALANG (UMM)”
    (PDF).
    Kronik Sosiologi Nusantara.
    6
    (1): 45–54. doi:10.33369/jsn.5.1.45-54.



  • Fitri, S. (2017). “Dampak Positif dan Merusak Sosial Media Terhadap Perubahan Sosial Momongan”
    (PDF).
    Naturalistic: Jurnal Amatan Penelitian Pendidikan dan Penelaahan.
    1
    (2): 118–123. ISSN 2548-8589.



  • Setiawan, D. (2017). “Dampak Perkembangan Teknologi Permakluman dan Komunikasi Terhadap Budaya”.
    SIMBOLIKA.
    4
    (1): 62–72. ISSN 2442-9996.



  • Ngafifi, M. (2014). “KEMAJUAN TEKNOLOGI DAN POLA HIDUP MANUSIA DALAM PERSPEKTIF SOSIAL BUDAYA”.
    Harian Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Permintaan.
    2
    (1): 33–47. ISSN 2502-1648.



  • Wahid, A. (2020). “DAMPAK SOSIAL TEKNOLOGI KOMUNIKASI Plonco: Merenungkan ULANG KONSEP COPYRIGHT DI INTERNET”.
    Buletin Mantra Komunikasi.
    6
    (1): 1–16. ISSN 2502-0579.



  • Novy Purnama, N. (2009). “DAMPAK Kronologi TEKNOLOGI KOMUNIKASI TERHADAP Umur SOSIAL BUDAYA”
    (PDF).
    Gema Eksos.
    5
    (1): 39–46. ISSN 1858-4071.



  • Khodijah S., &, Nurizzati Y. (2018). “DAMPAK PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI TERHADAP PERILAKU SOSIAL SISWA DI MAN 2 KUNINGAN”.
    Kronik Edueksos.
    7
    (2): 161–176. ISSN 2548-5008.



  • Yani, A. (2018). “PEMANFAATAN TEKNOLOGI DALAM Permukaan Kesehatan MASYARAKAT”
    (PDF).
    PROMOTIF: Kronik Kebugaran Mahajana.
    8
    (1): 97–103. ISSN 2503-1139.



  • Manganello, J., Gerstner, G., Pergolino, K., Graham, Y., Falisi, A., &, Strogatz, D. (2015). “The relationship of health literacy with use of digital technology for health information: implications for public health practice”
    (PDF).
    Journal of public health management and practice.

    (0): 1–8. doi:10.1097/PHH.0000000000000366.



  • Moller, A. C., Merchant, G., Conroy, D. E., West, R., Hekler, E., Kugler, K. C., &, Michie, S. (2017). “Applying and advancing behavior change theories and techniques in the context of a digital health revolution: proposals for more effectively realizing untapped potential”
    (PDF).
    Journal of behavioral medicine.
    40
    (1): 85–98. doi:10.1007/s10865-016-9818-7.



  • Ramawati, D. (2011). “PENGGUNAAN PERANGKAT TEKNOLOGI INFORMASI PADA PELAYANAN KESEHATAN ANAK DAN REMAJA”.
    Surat kabar Ilmu dan Teknologi Kesegaran.
    2
    (1): 9–13. ISSN 2086-8510.



  • Morris‐Docker, S. B., Tod, A., Harrison, J. M., Wolstenholme, D., &, Black, R. (2004). “Nurses’ use of the Internet in clinical ward settings”
    (PDF).
    Journal of Advanced Nursing.
    48
    (2): 157–166. doi:10.1111/j.1365-2648.2004.03183.x.



  • McCartney, P. R. (2006). “Using technology to promote perinatal patient safety”
    (PDF).
    Journal of Obstetric, Gynecologic & Neonatal Nursing.
    35
    (3): 424–431. doi:10.1111/j.1552-6909.2006.00059.x.



  • Gance‐Cleveland, B., Gilbert, L. H., Kopanos, T., &, Gilbert, K. C. (2010). “Evaluation of technology to identify and assess overweight children and adolescents”
    (PDF).
    Journal for Specialists in Pediatric Nursing.
    15
    (1): 72–83. doi:10.1111/j.1744-6155.2009.00220.x.



  • Haur, S. C. (2011). “Pengembangan Pengarsipan KEPERAWATAN BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI”.
    Kronik Ilmu dan Teknologi Kesehatan.
    2
    (1): 15–21. ISSN 2086-8510.



  • Tornvall, E., &, Wilhelmsson, S. (2008). “Nursing documentation for communicating and evaluating care”
    (PDF).
    Journal of clinical nursing.
    17
    (16): 2116–2124. doi:10.1111/j.1365-2702.2007.02149.x.



  • Rykkje, L. (2009). “Implementing electronic patient record and VIPS in medical hospital wards: evaluating change in quantity and quality of nursing documentation by using the audit instrument Cat-ch-Ing”
    (PDF).
    VARD I NORDEN.
    29
    (2): 9–13. doi:10.1177/010740830902900203.



  • Lee, Kaki langit. T. (2006). “Nurses’ perceptions of their documentation experiences in a computerized nursing care planning system”
    (PDF).
    Journal of Clinical Nursing.
    15
    (11): 1376–1382. doi:10.1111/j.1365-2702.2006.01480.x.



  • Törnvall, E., Wilhelmsson, S., &, Wahren, L. K. (2004). “Electronic nursing documentation in primary health care”
    (PDF).
    Scandinavian journal of caring sciences.
    18
    (3): 310–317. doi:10.1111/j.1471-6712.2004.00282.x.



  • Rofii, M. (2011). “Peluasan SISTEM Deklarasi Perigi DAYA MANUSIA KEPERAWATAN RUMAH SAKIT”.
    Kronik Guna-guna dan Teknologi Kebugaran.
    2
    (1): 15–21. ISSN 2086-8510.



  • Zhu, J. Y., &, Protti, D. J. (2009). “National health information management/information technology strategies in Hong Kong, Taiwan and Singapore”.
    Studies in health technology and informatics
    (143): 122–128. doi:10.3233/978-1-58603-979-0-122.



  • Neuhauser, L., &, Kreps, G. L. (2003). “Rethinking communication in the e-health era”
    (PDF).
    Journal of Health Psychology.
    8
    (1): 7–23. doi:10.1177/1359105303008001426.



  • More, E., &, McGrath, M. (2002). “An Australian case in e‐health communication and change”
    (PDF).
    Journal of Management Development.
    21
    (8): 621–632. doi:10.1108/02621710210437590.



  • Huang, E., Liu, T., &, Wang, J. (2014). “E-health videos on Chinese hospitals’ websites”
    (PDF).
    International Journal of Healthcare Management.
    7
    (4): 273–280. doi:10.1108/02621710210437590.



Teks lanjutan

[sunting
|
sunting sumber]

  • Adelman, C. (2000).
    A Parallel Post-secondary Universe: The Certification System in Information Technology. Washington, D.C.: U.S. Department of Education.
  • Allen, T., and M.S. Morton, eds. 1994.
    Information Technology and the Corporation of the 1990s. New York: Oxford University Press.
  • Shelly, Gary, Cashman, Thomas, Vermaat, Misty, and Walker, Cak regu. (1999).
    Discovering Computers 2000: Concepts for a Connected World. Cambridge, Massachusetts: Course Technology.
  • Webster, Frank, and Robins, Kevin. (1986).
    Information Technology—A Luddite Analysis. Norwood, NJ: Ablex.

  • The Global Information Technology Report 2008–2009
    (PDF), World Economic Forum and INSEAD, 2009, ISBN 978-92-95044-19-7



  • Blais, Steven (December 2011).
    Business Analysis: Best Practices for Success. John Wiley & Sons. ISBN 1118076001.



Pranala asing

[sunting
|
sunting perigi]

  • (Inggris)
    Perpustakaan Infrastruktur Teknologi Informasi
    The Information Technology Infrastructure Library
    (ITIL)
Baca juga:   Yang Bukan Hambatan Pengembangan Agrikultur Di Indonesia Yaitu



Berikut Yang Bukan Termasuk Teknologi Informasi Dan Komunikasi Modern Adalah

Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi_informasi