Berikut Yang Tidak Menandai Situasi Disintegrasi Adalah

By | 11 Agustus 2022

Berikut Yang Tidak Menandai Situasi Disintegrasi Adalah.

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Disintegrasi adalah keadaan tidak bersatu padu nan menghilangnya keutuhan, ataupun persatuan serta menyebabkan parak. Kebalikan berasal disintegrasi, Integrasi penting penyatuan cak agar menjadi suatu kebulatan alias menjadi utuh.
[1]

Disintegrasi berbentuk aksi demonstrasi, pergolakan daerah bagi mereka nan merasakan adanya diskriminasi, aksi kriminalitas yang tak terkendali, perilaku remaja yang menyimpang, serta konflik yang melibatkan isu suku, agama, ras dan antar golongan (SARA). Permasalahan tersebut dapat menimbulkan disintegrasi bangsa yang ditandai dengan hilangnya semangat kebangsaan pada jiwa masyarakat sehingga menyebabkan kerusuhan dan disharmonisasi.

Gejala Disintegrasi

[sunting
|
sunting sumber]

Disintegrasi dalam masyarakat Indonesia ditandai oleh bilang gejala, yang antara lain:[2]

  1. Tidak adanya persamaan rukyah (sensasi) antara anggota masyarakat mengenai tujuan yang semula dijadikan patokan makanya masing-masing anggota masyarakat.[2]
  2. Perilaku para penghuni mahajana memusat menjajari/menyenggol nilai-poin dan norma-norma yang telah disepakati bersama.[2]
  3. Setiap kali terjadi perlawanan antara norma-norma yang cak semau di n domestik masyarakat.[2]
  4. Nilai-nilai dan norma-norma yang terserah di masyarakat tidak kembali difungsikan dengan baik dan maksimal sebagaimana mestinya.[2]
  5. Tidak adanya konsistensi dan komitmen bersama terhadap pelaksanaan sanksi kerjakan mereka nan melanggar norma-norma yang terserah di awam.[2]
  6. Gelojoh kali terjadinya proses-proses sosial di umum yang berkarakter disosiatif, sebagaimana persaingan tidak sehat, ubah fitnah, saling hasut, persabungan antarindividu maupun kelompok, perang sinu, dan seterusnya.[2]

Penanggulangan Disintegrasi

[sunting
|
sunting sendang]

Adapun garis haluan yang diperlukan guna memperkukuh upaya integrasi nasional adalah seumpama berikut:[3]

  1. Membangun dan menyemarakkan terus komitmen, kesadaran dan kehendak cak bagi beraduk.[3]
  2. Menciptakan kondisi yang mendukung komitmen, kognisi dan kehendak bagi bersatu dan membiasakan diri bakal kerap membangun konsensus.[3]
  3. Membangun kelembagaan (Pranata) nan berakarkan poin dan norma yang menyuburkan persatuan dan kesatuan bangsa.[3]
  4. Memformulasikan ketatanegaraan dan peraturan yang konkret, tegas dan tepat dalam aspek vitalitas dan pembangunan bangsa, yang mencerminkan keseimbangan bagi semua pihak, semua wilayah.[3]
  5. Upaya bersama dan pembinaan integrasi kebangsaan memerlukan kepemimpinan yang arif dan efektif.[3]
Baca juga:   Jalan Jalan Yang Beraspal Dapat Dikenali Pada Foto Udara Melalui

Contoh disintegrasi nasion di Indonesia

[sunting
|
sunting sumber]

Contoh kasus disintegrasi  pasca kemerdekaan Republik Indonesia adalah lepasnya Timor Timur, hilangnya Pulau Sipadan dan Ligitan dari negara kesatuan Republik Indonesia serta pergolakan daerah seperti mana yang terjadi di Nanggroe Aceh Darussalam, Irian Jaya, Maluku dan Riau. Pergolakan wilayah yang bukan ditangani dengan baik akan menimbulkan ancaman bagi NKRI yaitu kemungkinan lepasnya  provinsi-daerah tersebut pecah Bumi Pertiwi.

Persoalan disintegrasi disebabkan maka itu banyak aspek seperti ekonomi, pendidikan, agama, hukum, pembangunan, dan politik. Disntegrasi terjadi di bervariasi lapisan vitalitas awam di Indonesia baik yang melibatkan keramaian ataupun organisasi kemasyarakatan dari lingkup nan kecil hingga besar. Teoretis disintegrasi yang paling kecil umum adalah terjadinya tawuran antar pelajar, tawuran antar anggota publik, pergesekan nan terjadi antar distrik desa, serta perselisihan akibat perbedaan pendapat.

Pelecok satu komplet disintegrasi bangsa yang diakibatkan oleh kecemburuan sosial Indonesia yaitu awam papua nan merasa pemerintah sendi saja menindas lingkungan mereka tanpa berusaha meningkatkan kedamaian penduduknya. Ketidakpuasan terhadap pemerintah itulah yang memicu gerakan separatis Papua Merdeka. Kejadian di Papua terjadi di juga di Maluku yang muncul gerakan-aksi separatis sebagai akibat kecemburuan sosial masyarakat Papua dan Maluku momen melihat kondisi sosial ekonomi di pulau Jawa terutama di pusat rezim.[4]

Peristiwa pemberontakan PKI di Madiun adalah gambar disintegrasi sosial nan disebabkan oleh masalah strategi di Indonesia. Perlawanan ini berawal bermula adanya penandatanganan Perjanjian Renville makanya Amir Syarifuddin yang musim itu menjabat bak pimpinan kabinet. Saja karena perjanjian itu dirasa merugikan bangsa Indonesia, Presiden Soekarno mencabut mandatnya dari Amir Syarifuddin pada 28 Juni 1948. Setelah itu, presiden menciptakan menjadikan lemari kecil baru yang diketuai oleh Muhammad Hatta. Rasa enggak pada inilah nan membuat Amir Syarifuddin bekerjasama dengan Muso takhlik PDR (Partai Demokrasi Rakyat) dengan pamrih menentang kabinet Hatta.[5]

Tatap pula

[sunting
|
sunting sendang]

  • Integrasi
  • Reintegrasi
  • Unifikasi, keadaan di mana sebuah daerah
    nan lain pernah bergabung
    mencair menjadi satu negara.
  • Disunifikasi
  • Reunifikasi
Baca juga:   Berikut Ini Yang Termasuk Dalam Motif Ekonomi Bagi Pengusaha Ialah

Pustaka

[sunting
|
sunting sumber]


  1. ^


    “Definisi ‘disintegrasi“. artikata.com. Diakses tanggal
    2014-06-26
    .




  2. ^


    a




    b




    c




    d




    e




    f




    g




    “Urgensi Reintegrasi Bangsa, Menjurus Indonesia Bersatu dan Beradab!”.
    bbbb. Kompasiana. 2012-11-02. Diakses rontok
    2014-06-26
    .





    [
    pranala nonaktif permanen
    ]


    Kesalahan pengutipan: Tanda
    <ref>
    tidak absah; nama “Cipta Wardaya” didefinisikan berulang dengan isi berbeda

    Kesalahan pengutipan: Merek
    <ref>
    tidak protokoler; nama “Cipta Wardaya” didefinisikan tautologis dengan isi berlainan

    Kesalahan pengutipan: Tanda
    <ref>
    enggak resmi; logo “Cipta Wardaya” didefinisikan iteratif dengan isi berbeda

    Kesalahan pengutipan: Stempel
    <ref>
    tidak seremonial; nama “Cipta Wardaya” didefinisikan iteratif dengan isi berbeda

    Kesalahan pengutipan: Tanda
    <ref>
    enggak halal; label “Cipta Wardaya” didefinisikan iteratif dengan isi berbeda

    Kesalahan pengutipan: Jenama
    <ref>
    bukan biasa; nama “Cipta Wardaya” didefinisikan tautologis dengan isi farik

  3. ^


    a




    b




    c




    d




    e




    f




    “Peluasan Strategi Pertahanan Bikin Menanggulangi Kemungkinan Disintegrasi Nasion Dalam Rangka Meningkatkan Ketahanan Nasional”. Bodi Penelitian dan Pengembangan Kementrian Pertahanan RI. 2011-06-28. Diakses tanggal
    2014-06-26
    .





    [
    pranala nonaktif permanen
    ]


    Kesalahan pengutipan: Tanda
    <ref>
    tidak konvensional; nama “Poetranto, S.Sos” didefinisikan berulang dengan isi berbeda

    Kesalahan pengutipan: Tanda
    <ref>
    tidak sah; nama “Poetranto, S.Sos” didefinisikan berulang dengan isi berbeda

    Kesalahan pengutipan: Tanda
    <ref>
    tidak protokoler; nama “Poetranto, S.Sos” didefinisikan iteratif dengan isi berbeda

    Kesalahan pengutipan: Tanda
    <ref>
    tidak protokoler; nama “Poetranto, S.Sos” didefinisikan berulang dengan isi berbeda

    Kesalahan pengutipan: Tanda
    <ref>
    tidak sah; tera “Poetranto, S.Sos” didefinisikan berulang dengan isi berbeda


  4. ^


    Lugina, Wenny Artha (2014).
    Isran Noor. Yogyakarta: Galangpress Publisher. hlm. 53. ISBN 978-602-9431-35-3.





  5. ^


    Maryati, Kun; Suryawati, Juju (2001).
    SOSIOLOGI : – Jilid 3. Jakarta: ESIS. hlm. 20. ISBN 978-979-734-529-7.






Berikut Yang Tidak Menandai Situasi Disintegrasi Adalah

Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Disintegrasi