Home  »  Edukasi   »   Cacing Tanah Golongan Epigeik Memiliki Ciri-ciri Hidup Di

Cacing Tanah Golongan Epigeik Memiliki Ciri-ciri Hidup Di

By | 11 Agustus 2022

Cacing Tanah Golongan Epigeik Memiliki Ciri-ciri Hidup Di.

Contents

  • 1
    Keberagaman dan Klasifikasi Cacing Tanah

    • 1.1
      Klasifikasi Ilmiah Cacing Lahan
    • 1.2
      Diversifikasi Cacing Lahan
    • 1.3
      1. Cacing Tanah Epigeic
    • 1.4
      2. Cacing Tanah Endogeic
    • 1.5
      3. Cacing Tanah Anecic
    • 1.6
      Share this:

Variasi dan Klasifikasi Cacing Tanah

Klasifikasi Cacing Tanah
– pada guna-guna klasifikasi makhluk hidup, cacing lahan terjadwal internal golongan kelas bawah Oligochaeta. Dimana kelas Oligochaeta terdiri dari kian 8.000 jenis yang berasal berpokok 800 genus. Tanah hutan alami dan persil berumput (hamparan padang suket) merupakan ibarat bagian berpokok agroekosistem nan merupakan habitat cacing tanah. Cacing tanah akan banyak ditemukan hampir di seluruh penjuru dunia, kecuali di daerah dengan iklim ekstrim, contohnya seperti gurun dan daerah yang secara terus-menerus tertutup oleh salju dan es.

Klasifikasi Ilmiah Cacing Tanah

Berikut ini yaitu sejumlah klasifikasi cacing tanah :

  • Kingdom: Animalia
    Cacing yaitu suatu organisme eukariotik dan multiseluler. Fauna ini memiliki kemampuan cak bagi bersirkulasi dan hidupnya bergantung pada material tanaman dan mikroorganisme yang sudah mati sebagai makanannya.
  • Filum : Annelida
    Cacing tanah termasuk kerumahtanggaan golongan filum Annelida dimana tubuhnya memiliki segmen. Segmen puas tubuhnya disebut annuli, dipisahkan maka itu dinding pemisah yang mendatar disebut septa. Cacing tanah n kepunyaan banyak segmen. Mesti diketahui bahwa beberapa spesies annelida, memiliki sedikit septa atau bahkan lain ditemukan sama sekali.
  • Kelas/ Subkelas : Oligochaeta, cacing kapling n kepunyaan satae atau bulu plong badannya, yang membantu mereka untuk menempel di permukaan selama pergerakannya. Cacing tanah memiliki kurang pelekat lateral / parapodia, dimana itu merupakan karakteristik semenjak subkelas polychaeta.
  • Orde: Haplotaxida, cacing tanah pada umunya dikategorikan pada orde Haplotaxida, yang merupakan satu pecah dua orde Oligochaeta.
  • Famili: Lumbricidae, cacing kapling sreg umumnya tergolong pada famili Lumbricidae, nan yaitu famili cacing tanah terbesar, sekitar 33 spesies cacing tanah teridentifikasi n domestik famili ini.
  • Genus: Lumbricus, terdiri bermula sebagian besar keberagaman cacing persil yang terserah di Eropa. Genus ini terdiri berpangkal selingkung 700 spesies.
  • Jenis : Terrestris, merupakan cacing tanah radiks Eropa yang mutakadim banyak tersebar di seluruh marcapada, bercelup kemerahan dan dianggap sebagai wereng yang serius, karena boleh mengungguli cacing persil lokal.
    Ukuran cacing tanah berlambak pada kisaran tahapan bilang millimeter hingga 2 meter, bersumber runyam seputar 10 mg sampai erat mencapai 1 kilogram, dan dengan garis tengah hingga kisaran 40 mm. Terdapat pencacatan sebuah specimen nan diperkirakan Microchaetus sp. sampai ke pajang 7 m dan penampang 75 mm.
Baca juga:   Jelaskan Cara Mengubah Satuan Panjang Dari Satuan

Spesies Cacing Kapling

Cacing kapling termasuk ke dalam golongan kelas Oligochaeta. Oligochaetes biasanya banyak ditemukan di habitat air batil, terutama pada ajang yang mempunyai sedimen bikin melubangi ke dalam petak tersebut.

Cacing tanah merupakan binatang hermaprodit, merupakan memiliki jenis kelamin ganda di dalam individu yang sejajar. Proliferasi cacing tanah adalah dengan cara memegang clitella (bentuk jamaknya disebut clitellium) bersama, dan menjaringkan benih. Clitellium memiliki sputum nan berfungsi bikin mentranfer mani, dan juga menghasilkan suatu kepompong untuk telurnya beberapa perian setelahnya.

Penggolongan jenis cacing tanah adalah pembahasan yang biasanya bisa dilakukan melampaui beberapa pendekatan nan farik. Secara umum, insan akan mengelompokkan individu hidup berdasarkan filogeniknya. Lega cacing kapling, para peneliti lebih banyak mengelompokkan bersendikan fungsi ilmu lingkungan daripada keturunan genetiknya. Kini ini banyak para pemeriksa yang melakukan klasifikasi cacing tanah berusul kebiasaan cacing persil dalam tanah. Berikut adalah uraiannya :

1. Cacing Petak Epigeic

eiseniaEpigeic earthworm ditentukan maka itu wadah tinggalnya yang berada di permukaan kapling. Kelompok ini dikarakterisasi berdasarkan bentuknya nan singkat, level pigmentasi yang tinggi, dan keberadaannya dimana-mana. Ditemukan di setiap daratan nan signifikan di bumi.

Kemampuan berkembangbiaknya punya masalah karena kurangnya kemampuan mengebor tanah. Eisenia fetida ialah spesies yang minimum banyak ditemukan pada kelompok ini, dengan diseminasi di bermacam-macam iklim di marcapada.

2. Cacing Tanah Endogeic

allolobophora_chloroticaEndogeic earthworm, kebalikan dari epigeic, hidup di kerumahtanggaan tanah dan menggunakannya untuk berburu makan. Secara kompleks, mereka akan membolongi ke intern tanah secara horizontal dan mendiami suatu layer petak tertentu buat mencari makan disana.

Pada suatu kasus tertentu, cacing tanah dapat menggunakan sekali lagi gorong-gorong nan telah mereka buat, sekadar secara umum mereka menghafaz pergerakan horizontalnya. Berbeda dengan cacing lahan epigeic, endogeic mempunyai warna yang pucat, merupakan berwarna abu-abu, jambon, baru alias biru. Jumlah diversifikasi pada kelompok cacing persil endogeic sangat banyak, salah satu contohnya adalah Allolobophora chlorotica ataupun Murchieona muldali.

Baca juga:   Jenis-jenis Analisa Bep Seperti Yang Di Bawah Ini

3. Cacing Lahan Anecic

lumbriscusAnecic earthworm mempunyai ciri-ciri yang menonjol dibandingkan kedua cacing kapling epigeic dan endogeic. Tidak seperti cacing kapling endogenik, cacing tanah anecic membuat tambang secara vertical ke intern persil. Sebagai lampiran, liang ini adalah permanen. Karena kemampuan mereka untuk membentuk liangsecara vertical, cacing anecic ini memilki kemampuan nan luar biasa untuk memperoleh nutrisi berbunga berbagai salutan lahan.

Cacing petak ini berharta muncul di permukaan tanah untuk menjumut daun dan dimasukkannya ke privat liang dan memakannya. Cacing tanah anecic ialah pelecok satu varietas terbesar cacing lahan.

Contoh bersumber cacing kapling anecic yaitu Lumbricus terrestris dan Apporectodea longa.

Ketika kita ceratai tentang cacing tanah, pasti bukan akan pergaulan terlepas dari tanah itu sendiri. Kapling adalah paduan heterogenus dari abiotik dan biotik. Satwa mikroinvertebrata dalam tanah yang dianjurkan sebagai makhluk kehidupan yang boleh jadi boleh dijadikan indicator kualitas dan kesehatan tanah ialah cacing tanah. Lahan nan dihidupi oleh banyak cacing kapling dinilai seumpama kapling nan subur.

Demikianlah artikel akan halnya
klasifikasi cacing tanah, mudah-mudahan artikel ini bermanfaat dan bisa menaik warta mengenai klasifikasi cacing tanah.

Baca juga:

  • 5 Kecelakaan Mollusca Bagi Kehidupan Manusia dan Contohnya Terlengkap
  • Proses Konversi Pada Hewan Teoretis dan Tak Paradigma Terlengkap

Cacing Tanah Golongan Epigeik Memiliki Ciri-ciri Hidup Di

Source: https://penjaskes.co.id/klasifikasi-cacing-tanah-terlengkap/