Cara Yang Benar Dalam Membaca Skala Pada Alat Pengukur Adalah

By | 11 Agustus 2022

Cara Yang Benar Dalam Membaca Skala Pada Alat Pengukur Adalah.

Hai Quipperian, bagaimana kabarnya? Semoga selalu sehat dan tetap kehidupan sparing, ya.

Pada pembahasan bisa jadi ini, Quipper Blog akan mengajak Quipperian kerjakan belajar tentang cara mendaras paser tolak. Sebelum ke pembahasannya, Quipperian harus luang bahwa keberadaan paser n sogokan sangat membantu para ilmuwan lakukan menakar benda-benda nan berukuran kecil secara kecermatan.

Kalau anda diminta mengukur diameter luar dan dalam satu cincin secara tepat, dapatkah kamu hanya menunggangi belebas? Tentu tidak ya. Itulah mengapa jangka sorong sangat diperlukan kerumahtanggaan hal ini. Terlampau, bagaimana cara membaca jangka sorong? Apakah sebagaimana membaca mistar? Bikin tahu jawabannya, ikuti terus Quipper Blog ya.


Pengertian Jangka Tolak

Paser sorong adalah alat ukur tinggi yang bertambah teliti tinimbang mistar. Ketelitian jangka n sogokan mencapai 0,1 mm atau 0,01 cm. Paser sorong bisa digunakan cak bagi mengukur kaliber luar dan dalam suatu cincin, kedalaman bejana sempit, ketebalan cadel, dan sebagainya. Alat ini diciptakan oleh seorang akademikus radiks Perancis, ialah Pierre Vernier. Enggak heran seandainya jangka n sogokan memiliki nama lain


Vernier caliper

.


Bagian-Bagian Jangka Tolak

Akan halnya babak-bagian jangka sorong bisa Quipperian lihat di gambar berikut ini.

Berikut ini ialah pemberitahuan gambar di atas.


 1. Rahang radiks

Rahang bawah ini berfungsi untuk mengukur penampang asing suatu korban. Misalnya saja menyukat diameter pipa atau ring. Rahang luar memiliki dua bagian, adalah rahang geser dan rahang tetap.


2. Rahang atas

Maksila paser n sogokan berfungsi bikin mengukur kaliber bagian privat satu benda. Misalnya garis tengah hokah atau ring. Sama seperti mana rahang bawah, rahang atas juga memiliki rahang geser dan rahang kukuh.

Baca juga:   Sebuah Pemancar Radio Bekerja Pada Gelombang 1 5 M


3. Pengukur kedalaman (

depth probe

)

Pengukur kedalaman terletak di bagian ujung jangka dorong. Episode ini berfungsi kerjakan mengukur kedalaman suatu objek, misalnya kedalaman bejana sempit.


4. Skala utama rahang bawah

Bagian ini berfungsi untuk mengaji hasil pengukuran, biasanya n domestik satuan cm. Skala terdepan rahang asal jangka sorong terdiri berusul angka 0 – 17 cm dengan panjang setiap garis pendek kaji 1 mm.


5. Neraca utama rahang atas

Nisbah terdepan rahang atas fungsinya sama dengan skala terdepan rahang bawah, merupakan menunjukkan hasil pengukuran.


6. Neraca nonius mandibula

Skala nonius ialah skala tambahan lega mandibula yang menunjukkan ketelitian jangka sorong.


7. Perbandingan nonius rahang atas

Skala nonius yaitu skala tambahan pada maksila yang menunjukkan ketelitian jangka dorong.


8. Intiha

Pengunci berfungsi bakal mencegat batang ukur agar nisbah lain bersirkulasi saat pengukuran.


Cara Mendaras Jangka Sorong

Sebelum membaca jangka tolak, anda harus meletakkan benda yang akan diukur di adegan rahang atas/bawah dengan cara dijepitkan. Terlampau, tekan pengunci seyogiannya skalanya tidak bergerak selama proses pengukuran.

Cara membaca hasil pengukuran jangka sorong di atas ialah bak berikut.

  1. Perhatikan nilai yang ditunjuk oleh neraca terdahulu. Beralaskan gambar di atas, skala utamanya yaitu 2,4 cm.
  2. Tentukan nisbah noniusnya dengan cara melihat nisbah nonius yang berhimpit dengan skala terdahulu. Beralaskan rangka di atas, skala nonius yang ditunjuk ialah 7. Artinya, 7 x ketepatan alat = 7 x 0,01 = 0,07 cm.
  3. Gunakan persamaan berikut.

HP = Skala utama + Rasio nonius

      = 2,4 + (7 x 0,01)

      = 2,47 cm


Hal-Keadaan yang Harus diperhatikan Saat Menggunakan Jangka Dorong

Agar hasil pengukuran dapat ketelitian, ada bilang hal nan harus diperhatikan, yakni laksana berikut.

  1. Pastikan benda nan akan diukur sungguh-sungguh terjepit oleh rahang. Jangan sampai hanya di permukaannya hanya sepatutnya perimbangan yang ditunjukkan oleh hasil pengukurannya tepat.
  2. Pastikan posisi angka nol terbit skala ukur dan sejajar dengan cahaya muka rahang.
  3. Hindari pembacaan hasil pengukuran detik alat belum dikunci. Situasi itu bisa mengakibatkan ketidaktepatan hasil pengukuran karena rasio akan bergerak.
  4. Momen kamu mengukur benda yang mudah berubah bentuk oleh impitan, misalnya ketebalan kayu, jangan tekan terlalu lestari menekan rahang ukurnya agar tiang tidak setakat rusak.
Baca juga:   Perangkat Jaringan Yang Aktif Dan Intelegent Dan Dapat

Agar pemahamanmu tentang paser dorong semakin terasah, simak contoh pertanyaan berikut.


Contoh Soal 1

Rudi mengukur diameter koin dengan jangka sorong dan diperoleh pembacaan seperti berikut.

Bersendikan gambar di atas, tentukan hasil pengukuran kaliber koin yang diperoleh Rudi!

Pembahasan:

Perhatikan garis yang berimpit plong skala terdepan dan skala nonius berikut.

Berdasarkan gambar di atas, diperoleh:

Rasio utama = 2,6 cm

Nisbah nonius = 6 x 0,01 = 0,06 cm

Hasil pengukuran = (2,6 + 0,06) cm = 2,66 cm

Jadi, hasil pengukuran kaliber koin Rudi adalah 2,66 cm.


Contoh Pertanyaan 2

Galih menimbang tebal pelo gangsa dengan paser sorong dan diperoleh hasil seperti berikut.

Berapakah ketebalan pelat kuningan Galih!

Pembahasan:

Perhatikan garis pendek nan berimpit antara perbandingan penting dan perbandingan nonius berikut.

Berdasarkan gambar di atas, diperoleh:

Nisbah penting = 0,9 cm

Proporsi nonius = 8 x 0,01 = 0,08 cm

Hasil pengukuran = (0,9 + 0,08) cm = 0,98 cm = 9,8 mm

Jadi, ketebalan pelat kuningan Galih merupakan 9,8 mm.

Bintang sartan, hasil pengukuran diameter koin Rudi yaitu 2,66 cm.

Itulah pembahasan Quipper Blog tentang cara membaca paser tolak. Semoga bermanfaat buat Quipperian. Takdirnya kamu ingin melihat pembahasan tutor tentang materi jangka sorong ini, silakan bentang

Quipper Video
-nya. Jadikan Quipper Video perumpamaan mitra belajar nan menyenangkan. Salam Quipper!

Penyadur: Eka Viandari

Cara Yang Benar Dalam Membaca Skala Pada Alat Pengukur Adalah

Source: https://www.quipper.com/id/blog/mapel/fisika/cara-membaca-jangka-sorong-fisika-g10/