Frasa Verbal Merupakan Frasa Yang Unsur Pembentukannya Berisi

By | 11 Agustus 2022

Frasa Verbal Merupakan Frasa Yang Unsur Pembentukannya Berisi.

Hi Sobat Zenius, elo tau apa itu frasa gak sih? Sebagaimana kalimat ini: ayah berlelah-lelah setiap waktu bikin memenuhi kebutuhan spirit. Sudahlah, banting tulang itu merupakan frasa idiomatik nan memiliki arti bekerja.

Mungkin banyak yang berekspektasi kalo tuntunan Bahasa Indonesia itu bakal mudah dimengerti dan dipahami? Mungkin elo sempat mikir kayaknya jarang deh pake frasa dalam berkomunikasi. Sedangkan penerapan materi jenis frasa di keseharian itu sering banget digunakan.

Itulah kenapa, memahami eksploitasi konsep frasa dalam pemanfaatan bahasa Indonesia itu berfaedah. Selain cerbak dipake sepanjang sehari-musim pake, pemanfaatan frasa juga boleh mengasihkan beraneka rupa jenis makna, termasuk makna terselubung.

Lumayan cerek buat nerapin frasa di
story
alias
caption instagram
elo? Bintang sartan dalem-dalem gimana gitu maknanya. Sebaiknya dapat menggunakan dan menerapkan frasa dengan tepat, yuk baca kata sandang ini sampe abis adapun pengertian dan macam-macam frasa!


Apa Itu Frasa?

Secara keteter, frasa adalah satu kesatuan yang berupa gabungan dua kata atau makin yang bersifat nonpredikatif alias tidak memiliki predikat dan memiliki satu makna gramatikal ataupun makna yang bisa berubah-ubah sesuai dengan konteks.


Download Petisi Zenius

Tingkatin hasil belajar lewat kumpulan video materi dan ribuan konseptual cak bertanya di Zenius. Maksimalin persiapanmu kini juga!

icon download playstore

icon download appstore

download aplikasi zenius app gallery


Ciri-Ciri Frasa

Oleh karena itu, boleh disimpulkan bahwa ciri-ciri frasa adalah sebagai berikut:

  1. Terdiri berbunga dua perkenalan awal atau lebih.
  2. Memiliki satu makna gramatikal.
  3. Frasa tidak n kepunyaan predikat ataupun berperangai nonpredikatif.
  4. Menduduki ataupun memiliki suatu keefektifan gramatikal pada kalimat.

Sekarang udah tau kan apa aja ciri-ciri frasa, yuk lanjur ke pengkategorian frasa.


Kategori dan Jenis – Jenis Frasa

Terdapat beberapa keberagaman-jenis frasa yang dibagi beralaskan persamaan distribusi dan unsurnya, kedudukan, serta makna nan terkandung dalamnya, dan kategori perkenalan awal yang menjadi unsur utamanya. Penjatahan kategori frasa, antara tidak:

apa itu frasa
Menulis kalimat frasa (Dok. Green Chameleon/Unsplash.com)

A.
Frasa Menurut Persamaan Revolusi dengan Unsurnya

Terdapat beberapa diversifikasi frasa yang masuk dalam kategori persamaan distribusi dengan unsurnya, yaitu:

1.
Frasa Endosentrik

Tipe frasa endosentrik merupakan frasa yang mempunyai kedudukan sebanding dan plong khasiat tertentu dapat diganti maka itu unsurnya. Unsur frasa yang boleh mewakili fungsi tertentu kerumahtanggaan frasa tersebut dikenal bagaikan unsur pusat.

Baca juga:   Ganggang Yang Menyebabkan Terjadinya Pasang Merah Di Laut Adalah

Bilang karyawan di kantor.

Kalimat ‘bilang pegawai di kantor’ tidak dapat menjadi ‘bilang di jawatan’ karena alas kata ‘karyawan’ menjadi unsur pusatnya.

Dua pelajar di kelas.

Kalimat ‘dua petatar di kelas’ tidak dapat menjadi ‘dua di papan bawah’ karena kata ‘murid’ menjadi unsur pusat puas kalimat frasa tersebut.

Contoh lain:

frasa endosentrik

Terdiri dari 2 kata maupun lebih, dan mempunyai atom diterangkan (D) dan menerangkan (M). contohnya,

Frasa endosentrik dibagi pun menjadi 3 jenis, yaitu:

Frasa Endosentrik Koordinatif Frasa Endosentrik Atributif Frasa Endosentrik Apositif
Frasa nan menggunakan kata penghubung “dan” / ”ataupun”, di mana semua unsurnya adalah partikel kunci. Frasa yang memiliki elemen kancing dan juga anasir atribut. Partikel atribut adalah unsur yang menerangkan unsur siasat. Frasa yang semua unsurnya merupakan unsur pusat, dan menunjuk atau mengarah pada hal nan sama.
Contoh: pembangunan dan pembaharuan. Contoh: buku baru, pembangunan lima tahun. Teladan: Master Bahasa Indonesia, Bapak Jimin.

2.
Frasa Eksosentrik

Frasa eksosentrik merupakan frasa yang tidak n kepunyaan kemiripan kursi dengan unsur yang terkandung di dalamnya. Jenis frasa ini berbeda dengan endosentrik, karena tidak mempunyai molekul pusat di dalamnya.

Terdiri dari 2 alas kata maupun lebih, dan hanya mempunyai elemen membeningkan (M), yang biasanya memiliki preposisi, dan kata sambung nan ditambahkan ke kata benda.

Eksemplar frasa eksosentrik:

Kami bertemu di
sekolah.

Ifan dan Syifa ke
taman.

Bunda baru pulang dari
Bandung.

Arie membawa cokelat kepada
kekasihnya.

Mereka berlaga di
bioskop.

frasa eksosentrik

Bermula contoh di atas, pembukaan yang dicetak tebal merupakan komplet frasa eksosentrik yang bisa elo pahami.

B. Frasa Berdasarkan Kategori Kata yang Menjadi Zarah Taktik

Terdapat bilang variasi frasa yang timbrung dalam kategori kata yang menjadi unsur pusat, yaitu:

1.
Frasa Preposisional (Frasa Depan)

Frasa preposisi merupakan frasa ditandai dengan adanya kata depan atau perkenalan awal depan yang berarti sebagai parameter. Frasa ini juga diikuti dengan sebuah ataupun sejumlah pengenalan yang lain terdaftar klausa dan berdiri laksana tanda-tanda.

Contohnya di asal ini:

Terbit sekolah.

Dari sisi timur.

Di depan kamar.

Di berengku rumah.

Ke jalan.

Ke arah nan sepadan.

Menuju supermarket.

Bagi engkau.

Lakukan semua orang nan mengikuti acara.

2. Frasa Nominal

Frasa nominal yaitu frasa nan memiliki unsur pusat, berbentuk perkenalan awal nomina dan dibedakan menjadi beberapa jenis, contohnya yaitu:

Baca juga:   Jelaskan Bentuk Kesuksesan Seorang Penyanyi Dalam Membawakan Sebuah Lagu
2. 1.
Nomina Sebenarnya

Frasa di bawah ini dicetak tebal merupakan contoh frasa kata benda sesungguhnya:

Oto itu
berwarna bau kencur.

Supermarket itu
milik keluarga Hamzah.

Leci ini
manis sekali.

Reben sepedanya
kempis.

Kemeja itu
berwarna zakiah.

2. 2. Pronominal

Contoh frasa di radiks ini yang dicetak tebal adalah frasa pronominal:

Kamu itu
seorang mantri.

Kami ini
agen kelas.

Mereka itu
bersaudara.

Kita itu
selalu bergembira.


2. 3.

Nama

Sempurna frasa di bawah ini nan dicetak baplang adalah frasa substantif stempel:

Dimitri itu
tali pusar kandung saya.

Ibu Andin
seorang guru.

Mayesha itu
memang tenar baik dan pintar.

Ardan itu
momongan dari Pak Sugeng.

Andara itu
embak saya.

3.
Frasa Verbal (Frasa Kerja)

Frasa verbal merupakan frasa yang memiliki unsur buku maujud kata verba dan ditandai oleh adanya afiks verba. Dalam frasa verbal dapat ditambahkan afiks alas kata.

Frasa verbal atau frasa kerja dapat ditambahkan “medium” buat kata kerja aktif dan kata “sudah lalu” untuk menyatakan keadaan.  Contohnya, sedang sakit, akan menginjak, yunior nomplok, bukan tidur, sudah selesai dan lain-bukan.

Contoh frasa oral boleh elo pahami, di bawah ini:

Belajar berenang.

Menjauhi bekerja.

Kontributif ibunda.

Menjenguk sahabat.

Mengangkut tas belanja.

Berlari kerubung GBK.

Sedang mengepel.

Berlari cepat.

4. Frasa Adjektiva (Frasa Sifat)

Frasa adjektiva merupakan jenis frasa yang terdapat unsur pusat, aktual kata adjektiva. Unsur pada frasa ini boleh diberikan afiks ‘ter’ sebagai perombak alas kata minimum. Frasa adjektiva biasanya menduduki keefektifan menjadi predikat dalam sebuah kalimat.

Contoh frasa adjektiva dapat elo pahami, di bawah ini:

Rumahnya terbesar.

Kamu itu seenaknya seorang.

Dia memang yang terbaik.

Geretak terpanjang.

Setrika itu sangat panas.

Lapangan itu dahulu lebar.

5.
Frasa Numeralia (Frasa Kodrat)

Frasa numeralia ialah jenis frasa nan memiliki unsur trik berupa kata numeralia. Numeralia  adalah pengenalan nan menyatukan sebuah kadar atau jumlah tertentu.

Puas frasa kata bilangan dapat diberikan pembukaan bantu suratan. Contohnya seperti suatu ekor, lima ikat, dua jenis, dan sebagainya. Contoh frasa numeralia dapat elo pahami, di bawah ini:

Tiga desimal lima.

Empat dupa mili.

Dua ratus peso.

Sepuluh ekor.

Dua puluh delapan tandan.

Baca juga:   Theodolit Adalah Teropong Yang Dapat Mengukur Sudut

Dua ratus juta rial.

Okta- puluh ringgit.

Tiga belas tangkai.

6.
Frasa Konjungsi

Frasa kata penghubung ditandai dengan adanya alas kata konjungsi atau yang biasanya disebut dengan alas kata penghubung. Frasa ini juga sering disebut misal
frasa adverbial
atau frasa siaran.

Berikut ini beberapa contoh frasa kata penghubung:

Ketika berjalan.

Terus bersirkulasi.

Terus berjalan.

Kemarin pagi.

Akhir pekan.

Tengah malam.

Besok pagi.

Tadi malam.

Tahun silam.

C.
Frasa Berdasarkan Singgasana

Terdapat beberapa macam frasa yang turut dikategorikan bersendikan kedudukan, merupakan:

1.
Frasa Setara

Frasa setara merupakan jenis frasa yang dikategorikan beralaskan kedudukannya. Macam frasa ini memiliki keterkaitan antara elemen nan setara.

Di bawah ini bilang contoh frasa ekuivalen:

Hitam murni

Sepuh muda

Asal usul

Depan birit

Lalu-lalang

Suami ampean

Muda mudi

Pulang menjauhi

Berbudaya ki bertambah

2. Frasa Bertingkat

Frasa bertajuk merupakan frasa nan punya sangkut-paut yang berkebalikan dari frasa proporsional, frasa ini memiliki kedudukan yang tidak setara. Sreg frasa ini, terdapat satu adegan nan menempati posisi laksana inti. Jika keseleo satu bagian terbit frasa ini dihilangkan, maka maknanya akan berubah.

Contohnya di asal ini:

Pendirian baru

Sedang meninggalkan

Musim panen

Tanah air

Bersumber rumah

Mengayuh sepeda

Balai-balai kayu

Pisau tajam

Uang kontan

D. Frasa Berdasarkan Makna yang Terkandung

Bersendikan makna yang terkandung, terdapat tiga diversifikasi, adalah:

1.
Frasa Stereotip

Frasa biasa ialah jenis frasa yang punya makna yang sebenarnya. Contohnya: Suga beli sayur kangkung.

2.
Frasa Enigmatis

Frasa problematis merupakan jenis frasa nan memiliki makna ganda atau makna lain, tergantung penggunaannya dalam kalimat. Contohnya: Pantas tangan, kambing hitam.

3. Frasa Idiomatik

Berkebalikan dengan frasa lumrah, frasa idiomatik merupakan jenis frasa yang punya makna nan tak sepantasnya ataupun makna tidak.  Contohnya: Lisa kembali ke
kampung halamannya
, Jin menjadi
buah cakap
di kelasnya.

Sudahlah, sekarang Sobat Zenius udah bisa jawab cak bertanya apa itu frasa, kan? Udah dong, sudah sekali lagi gue
share
kategori dan jenis frasa.

Kalo elo pengen denger penjelasan mengenai jenis frasa berupa video pendek dan diajarkan refleks maka dari itu tutor Zenius nan kece kalian bisa klik di sini ya, elo saja perlu
login
dan boleh mengakses berbagai diversifikasi materi, gak sahaja tentang jenis frasa, materi yang lain kembali terserah. Coba deh klik aja banner di dasar ini.

Apa Itu Frasa dan Jenisnya – Materi Bahasa Indonesia Kelas 10 9

Sekian penjelasan mengenai spesies-jenis frasa, semoga artikel ini membantu elo, ya! Selamat berlatih!

Baca Artikel Bahasa Indonesia Lainnya

Teks Laporan Hasil Observasi

Teks Tanggapan

Ulasan buku Siasat

Teks Prosedur

Esai

Akta Pribadi

Tatap Juga Proses Belajar Ala Zenius di Video Ini

Originally Published:

January 6, 2021


Updated by:

Arieni Mayesha

Frasa Verbal Merupakan Frasa Yang Unsur Pembentukannya Berisi

Source: https://www.zenius.net/blog/materi-bahasa-jenis-jenis-frasa