Fungsi Al Quran Sebagai Muhaimin Yang Berarti

By | 11 Agustus 2022

Fungsi Al Quran Sebagai Muhaimin Yang Berarti.


Kedudukan dan Kurnia Al-Quran (Aqidah Kelas XI)







A. Kedudukan dan Fungsi Al-Quran








1. Pengertian al-Quran




Al-Quran (Quraan) ialah bentuk masdar berpokok kata
qara:a – yaqrau – quraanan
(قرأ – يقرأ – قرآنا) yang artinya referensi. Bintang sartan menurut bahasa al-Quran artinya teks.

Sedangkan secara istilah al-Alquran sanggup didefinisikan dengan kalaamullaah ataupun firman Almalik yang diturunkan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam lewat mediator malaikat Rohulkudus, diriwayatkan secara mutawatir, bagi yang membacanya dinilai ibadah, dimulai berpokok surat al-Fatihah dan ditutup dengan surat an-Nas.

Jadi, meskipun kitab-kitab terdahulu yang diturunkan sebelum al-Alquran itu disebut wahyu/firman Allah, tapi tidak disebut al-Quran.

Al-Quran diriwayatkan secara mutawatir artinya diriwayatkan maka dari itu banyak orang (periwayat) yang bersendikan resan tak mungkin mereka berdusta. Disamping itu, dengan tegas dinyatakan oleh Allah bahwa Allah ‘Azza wa jalla nan menurunkan al-Alquran dan senantiasa akan menjaganya. Tatap QS. Al-Hijr (15): 9

Mengaji al-Quran dinilai sebagai ibadah. Intern hadits yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi disebutkan bahwa Rasulullah bersaba: “Kali yang mengaji satu aksara mulai sejak al-Quran maka ia akan menyepakati satu kebaikan, dan satu guna bernilai sepuluh kebaikan. Saya tidak mencadangkan alif lam mim satu abc, tapi alif satu aksara, lam suatu fonem, mim satu huruf.” (HR. At-Tirmidzi).

Berpunca hadits diatas kiat tahu bahwa pahala membaca al-Quran enggak dinilai setiap ayat (per ayat) nan dibaca. Tapi maka itu Yang mahakuasa diberi pahala setiap lambang bunyi al-Quran yang kita baca.


B. Dalil Naqli Mengenai Kedudukan dan Kurnia Al-Quran

Al-Quran yakni mu’jizat Rasul Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang minimal besar, minimal agung. Al-Alquran merupakan perigi adat Islam nan paling kecil tinggi. Memiliki keistimewaan dibandingkan dengan kitab-kitab penting. Kalau kitab-kitab terdepan diperuntukkan bikin umat tertentu dan berlaku pada masa tertentu doang, maka al-Quran yakni kitab petunjuk untuk seluruh umat orang (hudal linnaas) dan berlaku dimana saja serta untuk semua zaman.

Baca juga:   Berlari 12 Menit Disebut Dengan Latihan

Yang mahakuasa subhanahu wa ta’ala berfirman dalam QS. Al-A’raf ayat 158:

قُلْ يٰۤاَيُّهَا النَّاسُ اِنِّيْ رَسُوْلُ اللّٰهِ اِلَيْكُمْ جَمِيْعًا الَّذِيْ لَهٗ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ  ۚ  لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ يُحْيٖ وَيُمِيْتُ  ۖ  فَاٰمِنُوْا بِاللّٰهِ وَرَسُوْلِهِ النَّبِيِّ الْاُمِّيِّ الَّذِيْ يُؤْمِنُ بِاللّٰهِ وَكَلِمٰتِهٖ وَاتَّبِعُوْهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ

Qul yaaa ayyuhan-naasu innii rosuulullohi ilaikum jamii’anilladzii lahuu mulkus-samaawaati wal-ardh, laaa ilaaha illaa huwa yuhyii wa yumiitu fa aaminuu billaahi wa rosuulihin-nabiyyil-ummiyyilladzii yu`minu billaahi wa kalimaatihii wattabi’uuhu la’allakum tahtaduun

Artinya:

“Katakanlah (Muhammad), Aduhai sosok! Senyatanya saya ini utusan Allah bagi kau semua, Yang mempunyai kekaisaran langit dan manjapada; tidak ada Sang pencipta (yang berhak disembah) selain Engkau, yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kau kepada Allah dan Rasul-Nya, (yakni) Nabi yang ummi nan beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya). Ikutilah kamu, semoga kau mengamini wangsit.”
(QS. Al-A’raf [7]: Ayat 158)

Allah SWT bertutur dalam Al-Quran tembusan Al-Baqarah ayat 2:


ذٰلِكَ الْكِتٰبُ لَا رَيْبَ  ۛ  فِيْهِ  ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِيْنَ

Dzaalikal-kitaabu laa roiba fiih, hudal lil-muttaqiin

Artinya:

“Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,”.
(QS. Al-Baqarah [2]: Ayat 2)


C. Al-Quran Seumpama Penyempurna Kitab Sebelumnya

Laksana penyempurna kitab-kitab suci sebelumnya, Al-Quran memeliki beberapa kemustajaban, di antaranya:


1. Al-Alquran berfungsi sebagai Nasikh (ناسخ)

Nasikh artinya penghapus. Maksudnya al-Alquran berfungsi perumpamaan penghapus lafal maupun rasam nan suka-suka pada kitab-kitab utama.

Setelah al-Quran diturunkan, maka mesti mengakibatkan al-Quran satu-satunya kitab yang diikuti dan dilaksanakan isinya. Situasi ini disebabkan:

a. Pertama, kitab suci sebelumnya mutakadim tidak terjaga kemurniannya (keasliannya)

b. Kedua, kitab safi sebelumnya semata-mata berlaku untuk perian tertentu dan umat tertentu saja

Baca juga:   Soal Matematika Kelas 1 Sd Semester 2 Penjumlahan Dan Pengurangan


2. Al-Alquran berfungsi sebagai Muhaimin (مهيمن)

Muhaimin artinya gravel eksamen (terhadap keabsahan kitab-kitab polos sebelumnya). Maksudnya al-Quran andai pengoreksi terhadap perubahan-perubahan yang terjadi pada kitab-kitab suci sebelumnya.


3. Al-Quran berfungsi sebagai Mushoddiq (مصدق)

Mushaddiq artinya pembenar. Maksdunya al-alquran menguatkan kebenaran-validitas nan ada pada kitab-kitab salih sebelumnya.

Contohnya menyerupai bukti kesahihan akan datangnya Nabi kiamat yang ada intern kitab Taurat dan Bibel, adalah sendiri Rasul nan berjulukan Ahmad atau Utusan tuhan Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.


D. Al-Quran Sebagai Pedoman Kehidupan

Al-Alquran adalah kitab suci yang menjadi petunjuk bakal seluruh orang. Maka mengakibatkan al-Alquran sebagai anutan hidup ialah keharusan yang tak terbntahkan kalau individu cak hendak selamat dunia dan akhirat. Al-Quran yakni kitab suci yang tidak ada kecurigaan sedikitpun di dalamnya. Menjadi petunjuk bagi hamba allah-orang yang bertaqwa.

Misal anutan hidup al-Alquran pintar aneka macam variasi hal. Berikut ini isi kandungan al-Quran:

1. Aqidah/Tauhid: Allah-lah satu-satunya sembahan (hanya Allah nan berhak disembah)

2. Ibadah: menyerupai sholat, zakat, puasa, dll

3. Akhlaq: Almalik mengutus Utusan tuhan bagi menepati tata susila mulia

4. Syariat-syariat: menyerupai jual beli (ekonomi), pernikahan, aturan waris, dll

5. Tadzkir (peringatan): kenyataan baik yang berkepastian serta bersedekah shalih dengan surga, dan bahaya yang zalim dengan neraka

6. Kisahan/sejarah

7. Dorongan berfikir


E. Al-Quran sebagai Pedoman Hidup







Al-Quran diturunkan catur belasan era yang lalu. Biarpun demikian al-Quran pahit lidah boleh bertahan walau di zaman nan berbeda. Al-Quran loyal andai acuan dan anutan sreg era bertamadun. Al-Quran tetap pantas lakukan setiap zaman dan di setiap palagan. Oleh lantaran itu, hendaknya seorang muslim mengakibatkan al-Quran sebagai:





– Sumber spiritual


Hidup manjapada hanyalah sementara. Cucu adam tak akan pernah pada dengan mayapada yang diraihnya. Sekiranya mereka menerima satu gunung kencana, maka akan mencari argo emas berikutnya. Bahkan takdirnya dua ardi emas sudah dalam kekuasaannya, pasti masih akan berburu gunung emas lainnya lagi. Maka, dikala kejenuhan melanda, kebosanan dengan kehidupan dunia dirasakan, pasti akan mencari jakan kebenaran (perkembangan spiritual). Ya, jalan kembali kepada Almalik. Jalan menuju kegembiraan langgeng. Jalan tersebut yakni dengan kembali kepada al-Alquran





– Asal Hukum dan Moral


Al-Alquran yakni sumber yang utama untuk menuntun insan kepada urut-urutan kebaagiaan dan keselamatan, baik di dunia maupun di darul baka.





– Sendang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi


Ayat-ayat Halikuljabbar cak semau nan sifanya Qouliyyah (congor) yaitu yang termasuk atau tertulis dalam al-Alquran dan ada yang Kauniyyah (ciptaan) yaitu segala cipataan Almalik nan kiranya dijadikan penelitian bakal membuatkan hobatan pengetahuan dan teknologi





F. Hikmah Menjadikan Al-Quran Sebagai Pedoman Hayat






Baca juga:   Peran Pertahanan Militer Dalam Mengatasi Ancaman Di Bidang Ideologi Adalah

Dengan mengakibatkan al-Alquran ibarat anutan hidup kita akan memperoleh arti, di antarnya:

1. Hati menjadi ranah

2. Atma lebih terarah

Fungsi Al Quran Sebagai Muhaimin Yang Berarti

Source: https://idn.paperplane-tm.site/2018/11/kedudukan-dan-fungsi-al-quran-aqidah.html