Ganymede Lo Europa Dan Callisto Adalah Satelit Yang Dimiliki

By | 12 Agustus 2022

Ganymede Lo Europa Dan Callisto Adalah Satelit Yang Dimiliki.

Ganimede

Citra Ganimede nan diambil oleh wahana
Galileo

Penemuan
Ditemukan oleh G. Galilei

S. Marius
Terlepas penemuan 7 Januari 1610
Penamaan

Nama alternatif

Jupiter III
Ciri-ciri orbit
Periapsis 1 069 200 km[a]
Apoapsis 1 071 600 km[b]

Ruji-ruji orbit rata-rata

1 070 400 km[1]
Eksentrisitas 0,001 3[1]

Masa orbit

7,154 552 96 tahun[1]

Kederasan orbit rata-rata

10,880 km/s
Inklinasi 0,20° (dari khatulistiwa Jupiter)[1]
Satelit dari Jupiter
Ciri-ciri tubuh

Ujung tangan-jari rata-rata

2634,1 ± 0,3 km (0,413 Dunia)
[2]

Luas meres

87,0 miliun km2
(0,171 Marcapada)[c]
Piutang 7,6 × 1010 km3
(0,0704 Marcapada)[d]
Massa 1.4819 × 1023
kg (0,025 Bumi)

[2]

Konglomerasi jenis rata-rata

1,936 g/cm3
[2]

Gravitasi permukaan

1,428 m/s2
(0,146
g)[e]

Kecepatan pemaafan

2,741 km/s[f]

Periode peredaran

sinkron

Kemiringan sumbu

0–0,33°[3]
Albedo 0,43 ± 0,02
[4]
Hawa permukaan min. rata-rata maks.
K 70[6] 110[6] 152[7]

Magnitudo semu

4,61 (oposisi)
[4]

4.38 (periode 1951)[5]
Atmosfer

Impitan permukaan

jejak
Komposisi per debit oksigen[8]

Ganimede
adalah satelit alami planet Jupiter dan merupakan satelit alami terbesar di Tata Surya. Ganimede adalah satelit terbesar ketujuh di Bimasakti dan satelit Galileo ketiga pecah Jupiter.[9]
Satelit ini mengitari planetnya selama tujuh musim. Ganimede masuk serta dalam resonansi orbit 1:2:4 dengan satelit Europa dan Io. Satelit ini kian ki akbar diameternya dibanding bintang beredar Merkurius, semata-mata massanya hanya sekitar setengahnya.[10]

Planet ini sebagian lautan terdiri berbunga batu silikat dan es air. Ganimede merupakan benda langit yang berdiferensiasi selengkapnya dengan inti yang cair, kaya akan besi. Samudra air masin dipercaya ada puas hampir 200 km di bawah satah Ganimede, yang diapit lapisan-lapisan es.[11]
Permukaannya terdiri pecah dua macam bentuk medan bidang. Kawasan palsu, yang penuh akan kawah tubrukan yang berasal berpokok sampai 4 miliar tahun yang lalu, menutupi sepertiga permukaan bintang beredar itu. Daerah yang lebih terang, yang dilewati oleh alur-alur dan punggung giri yang samudra dan hanya rendah lebih tua, menutupi sisanya. Penyebab kacaunya geologi bekas permukaan kurat itu enggak sepenuhnya diketahui, sekadar mungkin karena aktivitas tektonik yang ditimbulkan oleh pemanasan pasang-surut.[2]

Ganimede yakni semata satelit privat Manajemen Mentari nan diketahui punya magnetosfer, yang kelihatannya timbul karena konveksi kerumahtanggaan inti besi cairnya.[12]
Magnetosfer nan kecil itu terkubur oleh medan magnet Jupiter yang jauh lebih samudra dan terhubung dengannya sangat garis medan terbuka. Satelit itu mempunyai bentangan langit oksigen tipis yang teragendakan O, Udara murni2, dan mungkin O3
(o).[8]
Hidrogen atomik adalah penyusun atmosfer yang abnormal. Apakah satelit itu n kepunyaan ionosfer yang berkaitan dengan atmosfernya masih belum diketahui.[13]

Sosok yang dihargai sebagai penemu Ganimede adalah Galileo Galilei. Ia merupakan astronom pertama yang mengamati satelit ini sreg tahun 1610.[14]
Nama bintang siarah itu buru-buru diusulkan makanya astronom Simon Marius. Marius mengusulkan Ganimede, pembawa cangkir dewa-dewi Yunani dan kesayangan Zeus.[15]
Bermula misi
Pioneer 10, wahana angkasa telah mampu menginterogasi Ganimede terbit dempang.[16]
Wahana
Voyager
memperbaiki pengukuran terhadapnya, sedangkan alat angkut
Galileo
menemukan samudra bawah tanah dan kancah magnetnya. Misi baru ke satelit-bintang siarah es Jupiter, Europa Jupiter System Mission (EJSM) diusulkan untuk diluncurkan pada hari 2020.

Bersama Ganimede, Jupiter untuk masa ini diketahui memiliki 79 satelit.

Rakitan dan pencalonan

Pada sungkap 11 Januari 1610, Galileo Galilei memperhatikan barang apa yang anda beriktikad merupakan tiga medalion di dekat Jupiter; esok malamnya engkau mengerti bahwa mereka berpindah tempat. Dia menemukan medalion keempat yang diperkirakan, nan ternyata adalah Ganimede, sungkap 13 Januari. Pada 15 Januari, Galileo mengijmalkan bahwa medali tersebut sebenarnya yaitu benda yang mengorbit Jupiter.[17]
Dia mengklaim hak bikin memberi nama satelit-planet tersebut; dia mempertimbangkan “Tanda jasa-bintang Kosmian” lewat tiba pada “Bintang-bintang Medicean”.[15]

Astronom Prancis Nicolas-Claude Fabri de Peiresc menyarankan nama individual dari anak bini Medici bagi satelit-satelit itu, namun usulannya tak diperhitungkan.[15]
Simon Marius, yang pada mulanya mengklaim telah menemukan satelit Galilean, mengepas menamai bintang siarah-satelit tersebut “Saturnusnya Jupiter”, “Jupiternya Jupiter” (nan ini adalah Ganimede), “Venusnya Jupiter”, dan “Merkuriusnya Jupiter”, tatanama enggak yang tidak berbintang terang perhatian. Berpunca saran maka dari itu Johannes Kepler, Marius sekali lagi mencoba memberi nama satelit-bintang siarah itu:[15]

Etiket ini dan nama bintang siarah Galilean tidak bukan disukai privat waktu lampau lama, dan tidak digunakan secara umum hingga pertengahan abad ke-20. Pada banyak literatur astronomi yang bertambah awal, Ganimede disebut dengan penganjuran kredit Romawinya (sistem yang diperkenalkan maka itu Galileo) seperti
Jupiter III
atau sebagai “satelit Jupiter yang ketiga”. Mengikuti penemuan satelit-planet Zohal, sistem penamaan yang bersendikan dari Kepler dan Marius digunakan cak bagi bintang beredar-bintang siarah Jupiter.[15]
Ganimede merupakan amung satelit Galileo Jupiter nan dinamai dari biang keladi laki-laki.

Orbit dan rotasi

Ganimede mengorbit Jupiter pada jarak 1 070 400 km, yang ketiga di antara satelit Galilean,[9]
dan melengkapi revolusinya setiap tujuh hari tiga jam. Begitu juga rata-rata bintang siarah nan dikenal, Ganimede terkunci pasang-surut, dengan satu permukaan yang caruk condong ke planetnya.[18]
Orbitnya adv amat adv minim eksentrik dan mencondong ke ekuator Jupiter, dengan eksentrisitas dan inklinasi yang berubah secara quasiperiodik yang ditimbulkan makanya usikan gaya tarik bumi matahari dan planet n domestik nisbah waktu beratus-ratus. Kisaran perubahannya masing-masing berbunga 0,0009–0,0022 dan 0,05–0,32°.[19]
Variasi orbit ini menyebabkan kemiringan tali api (sudut antara sumbu persebaran dan sumbu orbit) beraneka macam antara 0 dan 0,33°.[3]

Ganimede berparstisipasi dalam resonansi orbit dengan Europa dan Io: bikin setiap orbit Ganimede, Europa mengorbit dua kali dan Io mengorbit empat kali.[19]
[20]
Kata sambung pengarah antara Io dan Europa selalu terjadi bila Io mewah pada periapsis dan Europa pada apoapsis. Konjungsi superior antara Europa dan Ganimede terjadi jika Europa berada pada periapsis.[19]
Garis bujur bersumber konjungsi Io–Europa dan Europa–Ganimede berubah dengan rerata yang sama, memungkinkan terjadinya konjungsi tripel. Resonansi yang rumit itu disebut resonansi Laplace.[21]

Resonansi Laplace nan ada ketika ini tak berpunya menaikkan eksentrisitas orbit Ganimede kepada nilai yang lebih janjang.[21]
Nilainya sekitar 0,0013 boleh jadi adalah sempelah dari masa sebelumnya, ketika penaikan biji sebagaimana itu memungkinkan.[20]
Eksentrisitas orbit Ganimede agak menggelisahkan; jika ia bukan dinaikkan sekarang anda sudah hancur sejak lama karena disipasi pasang-surut di putaran n domestik Ganimede.[21]
Ini berarti bahwa episode keladak dari naiknya eksentrisitas terjadi hanya dalam sejumlah ratus juta tahun yang dulu.[21]
Karena eksentrisitas Ganimede relatif rendah—galibnya 0,0015[20]—pemanasan pasang-surut dari bintang beredar ini sekarang bisa diabaikan.[21]
Akan tetapi, lampau mungkin Ganimede melampaui satu atau lebih resonansi mirip-Laplace[j]
yang bernas menaikkan eksentrisitas orbitnya menjadi nilai setinggi 0,01–0,02.[2]
[21]
Hal ini kelihatannya menyebabkan pemanasan yang terdepan di interior Ganimede; pembentukan dari parasan berlekuk-lekuk mungkin merupakan hasil terbit satu alias lebih episode pemanasan.[2]
[21]

Pangkal-mula resonansi Laplace antara Io, Europa, dan Ganimede tidak diketahui. Cak semau dua hipotesis: bahwa engkau ialah primordial dan telah ada dari permulaan Tata surya;[22]
alias bahwa beliau terbentuk setelah terbentuknya Pengelolaan Matahari. Rentetan keadaan yang mungkin merupakan umpama berikut: Io menaikkan pasang pada Jupiter, menyebabkan orbitnya mengembang hingga hingga plong resonansi 2:1 dengan Europa; setelah itu ekspansi berlangsung, doang sebagian paksa sudutnya dipindahkan ke Europa karena resonansi itu menyebabkan orbitnya pula mengembang; proses itu berlanjut hingga Europa sampai lega resonansi 2:1 dengan Ganimede.[21]
Akibatnya rerata pergeseran konjungsi antara ketiga satelit itu tersinkronisasi dan terkunci intern resonansi Laplace.[21]

Ciri-ciri fisik

Atak

Kerapatan rata-rata Ganimede yang besarnya 1,936 g/cm3
menunjukkan komposisi materi bebatuan dan air yang erat sepadan, dan air sebagian raksasa positif es.[2]
Fraksi massa esnya adalah antara 46–50%, sedikit lebih sedikit daripada yang ada di Kalisto.[23]
Sejumlah es
volatile
adendum seperti amonia mungkin juga terserah.[23]
[24]
Komposisi tentu dari bebatuan di Ganimede tidak diketahui, tetapi boleh jadi dekat pada komposisi kondrit biasa bertipe L/LL, nan berunsurkan kian sedikitnya logam jumlah, kian terbatas ferum metalik dan kian banyak besi oksida daripada kondrit H. Rasio berat metal dengan silikon merupakan 1,05–1,27 pada Ganimede, darurat itu rasio Matahari sekitar 1,8.[23]

Permukaan Ganimede memiliki albedo sekeliling 43%.[25]
Es air nada-nadanya suka-suka di mana saja di permukaannya, dengan fraksi massa 50–90%,[2]
jauh lebih banyak daripada di Ganimede secara keseluruhan. Spektroskopi inframerah karib menyibakkan adanya reben serapan es air yang kuat sreg janjang gelombang 1,04; 1,25; 1,5; 2,0 dan 3,0 μm.[25]
Bidang berlekuk-lekuk lebih terang dan lebih banyak komposisi esnya ketimbang permukaan bawah tangan.[26]
Amatan spektrum resolusi-tingkatan, inframerah-karib dan ultraviolet yang didapat maka dari itu wahana antariksa
Galileo
dan berusul permukaannya sudah membeberkan berjenis-jenis bahan bukan-air: karbon dioksida, belerang dioksida dan, bisa jadi, sianogen, hidrogen sulfat dan heterogen senyawa organik.[2]
[27]
Hasil-hasil
Galileo
juga telah menunjukkan magnesium sulfat (MgSO4) dan, mungkin, natrium sulfat (Na2SO4) pada rataan Ganimede.[18]
[28]
Garam-garam ini mungkin bermula pecah samudra di dasar satah.[28]

Permukaan Ganimede asimetris; belahan depannya—yang mendekati ke jihat gerakan orbit[g]—makin cahaya daripada nan ada di belakang.[25]
Ini mirip dengan Europa, tetapi yang sebaliknya terjadi dengan Kalisto.[25]
Pecahan belakang Ganimede tampaknya berlambak akan belerang dioksida.[29]
[30]
Taburan karbon dioksida tidak menunjukkan asimetri belahan apapun, cak agar ia tidak teramati dekat lawan.[27]
[31]
Kawah tubrukan di permukaan Ganimede (kecuali satu) tidak menunjukkan kayanya kandungan karbon dioksida, yang juga membedakannya mulai sejak Kalisto. Level zat arang dioksida Ganimede mungkin habis pada perian dahulu.[31]

Baca juga:   Contoh Kosakata Yang Berkaitan Dengan Peristiwa Malam Hari

Struktur internal

Perbatasan nan jelas membagi Nicholson Regio yang gelap berpunca Harpagia Sulcus yang terang

Ganimede tampaknya berdiferensiasi sepenuhnya, terdiri atas inti besi sulfida–ferum, mantel silikat dan mantel es asing.[2]
[32]
Lengkap ini didukung oleh rendahnya nilai saat inersia nan
[h]
takberdimensi—0,3105 ± 0,0028—yang diukur selama terbang mendekat
Galileo.[2]
[32]
Kenyataannya, momen inersia Ganimede adalah yang terendah di antara benda-benda Bimasakti. Keberadaan inti cair bakir besi memberikan penjelasan ilmiah bagi medan magnet intrinsik Ganimede nan terdeteksi oleh
Galileo.[33]
Ilian dalam besi cair, nan konduktivitas listriknya tinggi, yakni transendental yang paling diterima dari pembangkitan medan magnetik.[12]

Ketebalan nan tepat mulai sejak lapisan-lapisan yang farik pada interior Ganimede gelimbir dari asumsi tata letak silikat (fraksi olivin dan piroksen) dan banyaknya welirang di inti itu.[23]
[32]
Angka nan paling mungkin merupakan 700–900 km untuk ujung tangan-jari inti dan 800–1000 km untuk ketebalan baju labuh es luar, dengan sisanya terbuat berpokok mantel silikat.[32]
[33]
[34]
[35]
Kepejalan inti itu adalah 5,5–6 g/cm3
dan jas hujan silikat itu yakni 3,4–3,6 g/cm3.[23]
[32]
[33]
[34]
Sejumlah cermin pembangkitan medan magnetik memerlukan adanya inti solid yang terdiri dari besi murni di n domestik inti Fe–FeS cairan— mirip dengan struktur inti Bumi. Terali inti ini siapa menjejak 500 km.[33]
Hawa inti Ganimede mungkin 1500–1700 K dengan tekanan hingga 100 kBar (10 Gpa).[32]
[33]

Kenampakan permukaan

Mosaik gambar
Voyager 2
berpokok belahan anti-Jupiter Ganimede. Kawasan gelap purba berpangkal Galileo Regio terletak di kanan atas. Negeri tersebut terpisah berbunga area ilegal yang lebih kecil di Marius Regio di kirinya oleh ban Uruk Sulcus nan makin kurat dan lebih muda. Es batil nan dikeluarkan dari kepundan Osiris yang relatif baru mengakibatkan berkas cahaya sinar di radiks.

Satah Ganymedian merupakan campuran berasal dua tipe medan latar: daerah gelap dengan lewat banyak kawah tubrukan serta tinggal tua, area gelap dan kawasan yang lebih terang yang agak kian muda (tapi masih purba) ditandai dengan banyaknya jajaran kelukan serta punggung jabal. Tempat permukaan gelap, nan yakni seputar sepertiga permukaannya,[36]
mengandung lumpur dan sasaran organik nan dapat menandakan komposisi dari benda penubruk berpokok mana satelit-bintang siarah Jupiter terakresi.[37]

Mekanisme pemanasan yang diperlukan cak bagi membentuk medan berlekuk-lekuk plong meres Ganimede merupakan problem yang bukan terlewati n domestik guna-guna keplanetan. Pandangan modern yakni bahwa medan berlekuk itu sifatnya terutama tektonik.[2]
Kriovulkanisme dianggap tetapi bertindak kerdil, seandainya ada.[2]
kecondongan nan menyebabkan tekanan yang awet plong litosfer es Ganymedian yang perlu bagi memulai aktivitas tektonik mana tahu berbimbing dengan peristiwa pemanasan pasang-surut lampau kala, mungkin keluih momen bintang beredar itu melewati resonansi orbital yang tak stabil.[2]
[38]
Pemuluran pasang-surut terhadap es mungkin telah memanaskan interiornya dan menegangkan litosfernya, menimbulkan terbentuknya retakan serta patahan sembul dan graben, yang menghilangkan medan yang terang dan jompo lega 70% permukaannya.[2]
[39]
Pembentukan medan berlekuk-mungkum siapa juga berkaitan dengan pembentukan inti mula-mula serta pemanasan pasang-surut lanjutan pada adegan n domestik bintang siarah itu, yang menyebabkan sedikit mengembangnya Ganimede sebesar 1–6% akibat perubahan wujud zat sreg es dan pemuaian termal.[2]
Selatam evolusi lanjutan, semburan air nan n domestik dan panas mungkin muncul dari inti ke permukaannya, menimbulkan deformasi tektonik pada litosfer.[40]
Pemanasan radiogenik di privat satelit yakni mata air panas yang paling relevan pada saat ini, menyebabkan, contohnya, pada kedalaman samudranya. Model riset telah ditemukan bahwa jika eksentrisitas orbitnya berada plong lautan yang makin daripada yang ada sekarang (begitu juga yang ada pada masa lepas) pemanasan pasang-surut akan menjadi perigi panas nan lebih terdahulu daripada pemanasan radiogenik.[41]

Kawah tumbukan yang hijau pada permukaan berlekuk di Ganimede

Keberadaan kawah terlihat pada kedua tipe kancah permukaan Ganimede, namun banyak terjadi puas meres liar: tampaknya dia jenuh dengan mulut gunung tabrakan dan telah sangat berevolusi melalui kejadian tabrakan.[2]
Di permukaan berlekuk nan lebih semarak terdapat makin sedikit kenampakan tubrukan, nan tetapi n kepunyaan sekidit kepentingan sreg evolusi tektoniknya.[2]
Kerapatan kawah menandakan usia 4 miliar tahun bakal permukaan gelap, mirip dengan plato Bulan, dan agak lebih muda cak bagi permukaan berlekuk (namun seberapa lebih muda tidak diketahui).[42]
Siapa Ganimede sudah mengalami satu tahun silam banyaknya pembentukan mulut gunung pada 3,5 sampai 4 miliar hari yang adv amat seperti yang terjadi pada Wulan.[42]
Jika bersusila, kebanyakan tubrukan terjadi pada masa tersebut, sedangkan tingkat pembentukan mulut gunung menjadi bertambah kecil sejak saat itu.[10]
Kawah-kepundan itu bertumpang tindih dan dilewati oleh sistem lekukan permukaannya, menandakan bahwa beberapa kelokan itu cukup tua lontok umurnya. Kawah yang relatif muda dengan pancaran-pancaran juga kentara.[10]
[43]
Kawah-kawah Ganymedian lebih pipih daripada mulut gunung di Rembulan dan Merkurius. Peristiwa ini mungkin karena sifat kerak es Ganimede nan nisbi gontai, yang (boleh jadi) dapat berputar dan melunakkan reliefnya. Kawah purba yang reliefnya sudah lalu menghilang hanya menjauhi jejak kawah yang dikenal bagaikan palimpsest.[10]

Satu kenampakan penting lain pada Ganimede yakni n baruh gelap nan diberi cap Galileo Regio, nan terdiri dari serangkaian lekukan atau alur-alur sepusat, yang mana tahu terbimbing selama satu periode aktivitas geologis.[44]
Ciri menonjol lainnya pada Ganimede yakni tutupan kutub yang bisa jadi terdiri atas es air. Es itu meluas hingga 40° lintangnya.[18]
Kap tandingan ini kelihatan purwa kali maka dari itu wahana angkasa
Voyager. Teori-teori terhadap pembentukan kap-kap itu di antaranya berpindahnya air ke lintang yang lebih tingkatan dan pengeboman oleh plasma es. Data dari sarana
Galileo
mengindikasikan bahwa yang belakangan merupakan bermoral.[45]

Atmosfer dan ionosfer

Pada tahun 1972, satu cak regu nan terdiri atas astronom India, Inggris dan Amerika yang sedang bekerja di Observatorium Bosscha, Indonesia mengklaim bahwa mereka telah mendeteksi angkasa luar tipis disekitar satelit itu selama okultasi, saat Ganimede dan Jupiter lampau di depan sebuah bintang.[46]
Mereka mengibaratkan bahwa tekanan permukaannya sekitar 1 μBar (0,1 Pa).[46]
Akan tetapi, periode 1979
Voyager 1
menuding okultasi bintang (κ Centauri) sejauh dia ganar menyeberangi pada bintang beredar itu, dengan hasil yang farik.[47]
Pengukuran okultasi itu dilakukan internal spektrum ultralembayung-jauh dengan panjang gelombang lebih sumir ketimbang 200 nm; mereka bertambah peka terhadap kehadiran gas daripada pengukuran dalam spektrum optik pada perian 1972. Tidak terserah atmosfer yang terungkap dalam data
Voyager. Batas atas pada densitas besaran partikel latar ditemukan bernilai
1,5 × 109
cm−3
, nan berkaitan dengan tekanan permukaan yang kurang bersumber
2,5 × 10−5
μBar
.[47]
Nilai yang belakangan hampir sebesar lima mungkin daripada nan terukur pada tahun 1972, menandakan bahwa interpretasi yang lebih awal bersisa optimistik.[47]

Biar cak semau data
Voyager, bukti akan atmosfer oksigen tipis di Ganimede, nan sangat mirip dengan yang ada di Europa, ditemukan oleh teleskop luar angkasa Hubble pada periode 1995.[8]
[48]
Sebenarnya teleskop Hubble mengaibkan pijaran awan dari oksigen atomik pada ultraviolet-jauh pada tinggi gelombang listrik 130,4 nm dan 135,6 nm. Pijaran peledak semacam itu tereksitasi saat oksigen molekuler terdisosiasi maka itu tumbukan elektron,[8]
bukti berpangkal atmosfer bebas yang berguna terutama terdiri dari elemen O2. Konsistensi jumlah meres mungkin terdapat antara
1,2–7 × 108
cm−3
, berkaitan dengan impitan parasan
0,2–1,2 × 10−5
μBar
.[8]
[i]
Skor ini sesuai dengan batas atas
Voyager
yang ditetapkan tahun 1981. Oksigen bukanlah bukti adanya jiwa; engkau dianggap dihasilkan saat es air sreg permukaan Ganimede terpecah menjadi hidrogen dan oksigen oleh radiasi, dengan hidrogen kemudian dengan cepat menghilang karena rendahnya massa atomnya.[48]
Pijaran awan yang diamati di Ganimede tidaklah homogen sama dengan di Europa. Teleskop Hubble mengkritik dua bintik semarak yang terletak di belahan utara dan selatan, dekat lintang ± 50°0, yang tepat yaitu batas antara garis arena terbuka dan tertutup dari magnetosfer Ganymedian (lihat asal).[49]
Titik cuaca itu mungkin adalah aurora, yang disebabkan maka dari itu presipitasi plasma di sepanjang garis medan terbuka.[50]

Rona semu kar suhu Ganimede

Adanya bentangan langit netral mengimplikasikan bahwa ionosfer mestilah ada, karena zarah oksigen terionisasi oleh tumbukan elektron berkemampuan yang nomplok berasal magnetosfer[51]
dan maka itu radiasi UV ekstrem terbit matahari.[13]
Namun, resan ionosfer Ganymedian sekontroversial sifat atmosfernya. Beberapa pengukuran alat angkut
Galileo
menemukan eskalasi kerapatan elektron damping satelit itu, menyarankan adanya ionosfer, sementara data lainnya gagal mendeteksi apapun.[13]
Kerapatan elektron dekat permukaan diperkirakan oleh sumber-sumber yang berbeda terletak pada kisaran 400–2.500 cm−3.[13]
Hingga masa 2008, penanda dari ionosfer Ganimede tidak begitu diketahui batasannya.

Bukti lampiran tentang keberadaan oksigen berasal berasal deteksi spektrum gas yang terperangkap di es di permukaan Ganimede. Pendeteksian tali tap O (O3) diumumkan puas tahun 1996.[52]
Waktu 1997, analisis spektroskopik membuka sifat menyerap dimer (maupun diatom) dari oksigen molekuler. Penyedotan itu hanya dapat terjadi jika oksigen berada pada fase yang padat. Calon terbaik adalah oksigen molekuler terperangkap dalam es. Dalamnya pita serapan dimer tergantung pada garis lintang dan garis bujur, bukan bersumber albedo permukaannya—mereka cenderung turun dengan naiknya garis lintang pada Ganimede, sedangkan O3
menunjukkan efek yang sebaliknya.[53]
Kerja di laboratorium menemukan bahwa O2
tidak akan gerombol dan membentuk pelembungan tetapi akan larut n domestik es pada master rataan Ganimede yang relatif hangat pada 100 K.[54]

Pencarian terhadap sodium di atmosfernya, tidak lama setelah penemuannya di Europa, bukan menghasilkan apapun puas tahun 1997. Natrium setidaknya 13 siapa kurang luber di seputar Ganimede ketimbang di sekitar Europa, siapa karena kekurangan relatif di permukaannya atau karena magnetosfernya memerangkap partikel berenergi.[55]
Penyusun lain yang minus bersumber atmosfer ganymedian merupakan hidrogen atomik. Atom hidrogen diamati sepanjang 3.000 km dari permukaan satelit itu. Kerapatan mereka di parasan Ganimede merupakan seputar
1,5 × 104 cm−3
.[56]

Baca juga:   Rumus Susunan Gigi Orang Dewasa Adalah

Magnetosfer

Rajah bersumber wahana
Galileo
dengan pengayaan warna bersumber rataan belakang Ganimede[57]

Wahana
Galileo
melakuakan enam kelihatannya terbang rendah pada Ganimede dari hari 1995–2000 (G1, G2, G7, G8, G28 dan G29)[12]
dan menemukan bahwa Ganimede memiliki momen magnet (intrinsik) yang permanen yang netral dari medan besi sembrani Jupiter.[58]
Saat tersebut nilainya seputar
1,3 × 1013
Falak·m3
,[12]
yang tiga siapa lebih osean daripada detik besi berani Utarid. Dipol magnetiknya balik terhadap sumbu perputaran Ganimede sebesar 176°, yang berharga bahwa arahnya berlawanan dengan ketika magnet Jupiter.[12]
Kutub utaranya terletak di bawah rataan orbitnya. Tempat magnetik dipolnya yang keluih karena saat permanen ini besarnya 719 ± 2 nT di ekuator satelit itu,[12]
yang bila dibandingkan dengan medan magnet Jupiter pada jarak Ganimede—seputar 120 nT.[58]
Tempat ekuator Ganimede berlawanan jihat dengan medan Jupiter, yang bermanfaat rekoneksi adalah kelihatannya. Kekuatan tempat intrinsik di padanan yaitu dua kali kekuatan di ekuator—1440 nT.[12]

Momen magnetik permanen itu melewati satu bagian ira di sekitar Ganimede, menciptakan menjadikan magnetosfer kecil tersemat privat magnetosfer Jupiter; ia merupakan amung planet dalam Tata Surya yang diketahui n kepunyaan ciri tersebut.[58]
Diameternya 4–5 RG
(RG = 2,631.2 km).[59]
Magnetosfer Ganimede memiliki kawasan dengan garis medan terlayang yang terwalak di bawah garis lintang 30°, dimana anasir bermuatan (elektron dan ion) terjebak, membuat semacam sabuk radiasi.[59]
Spesies ion penting di magnetosfernya yakni oksigen spesial terionisasi—Udara murni+
[13]—yang sesuai dengan atmosfer oksigen tipis di satelit itu. Di daerah kap kutub, di garis lintang nan bertambah tinggi ketimbang 30°, garis arena magnetiknya terbuka, menghubungkan Ganimede dengan ionosfer Jupiter.[59]
Di negeri ini, elektron dan ion berenergi (puluhan dan ratusan keV) telah terdeteksi,[51]
yang mungkin menyebabkan aurora yang diamati di sekitar kutub ganymedian.[49]
Selain itu, ion-ion berat terus-menerus berjatuhan di permukaan kutub satelit itu, menyakatkan perahu atom-zarah es dan menggelapkan es itu di sana.[51]

Arena magnet bintang siarah Jupiter, Ganimede, yang tertanam intern medan magnetosfer Jupiter. Garis bekas tertutup ditandai dengan dandan yunior

Intraksi antara magnetosfer ganymedian dan plasma Jupiter dalam banyak segi mirip dengan yang terjadi antara kilangangin kincir surya dan magnetosfer Bumi..[59]
[60]
Plasma yang masuk bersirkulasi segerakan dengan Jupiter itu merayapi sisi belakang magnetosfer ganymedian terlampau mirip dengan angin surya menimpa magnetosfer Bumi. Perbedan utamanya ialah kepantasan aliran plasma—supersonik dalam kasus Mayapada dan subsonik dalam kasus Ganimede. Karena sirkulasi subsonik itu, bukan ada kejutan busur di lepas latar belakang Ganimede.[60]

Selain momen magnet intrinsik, Ganimede mempunyai medan besi berani dipol terinduksi.[12]
Keberadaannya berkaitan dengan keberagaman arena magnet Jupiter dekat satelit itu. Momen terinduksi tersebut berarah radial ke maupun bersumber Jupiter mengikuti sisi penggalan yang bineka dari medan besi sembrani planet itu. Momen magnetik terinduksi itu lebih lemah daripada yang intrinsik. Abadi medan berpunca bekas yang terinduksi di ekuator magnetik adalah sekitar 60 nT—sepenggal dari kuat palagan di sekeliling Jupiter.[12]
Medan magnetik terinduksi Ganimede mirip dengan milik Kalisto dan Europa, menandakan bahwa satelit ini juga punya osean air di pangkal permukaannya dengan daya hantar listrik yang tinggi.[12]

Dengan diketahui bahwa Ganimede berdiferensiasi sepenuhnya dan mempunyai inti metalik,[2]
[33]
mdan magnetik intrinsiknya siapa timbul dengan kaidah yang seimbang dengan Bumi: alhasil material penghantar bergerak di bagian dalamnya.[12]
[33]
Medan magnet yang dideteksi di sekitar Ganimede mungkin disebabkan oleh konveski target produsen di intinya,[33]
sekiranya medan magnet itu hasil dari kampanye dinamo, ataupun magnetokonveksi.[12]
[61]

Meski cak semau inti logam, magnetosfer Ganimede tetap menjadi tebakan, terutama dengan diketahui bahwa benda-benda yang serupa lain punya ciri sama dengan itu.[2]
Sejumlah eksplorasi menyarankan bahwa, dengan ukurannya yang relatif kecil, intinya mestinya telah cukup mendingin ke titik dimana usaha zalir dan medan besi berani tidak berkeras hati keberadaannya. Satu penjelasan yaitu bahwa resonasi orbit yang sama yang diajukan telah mengacaukan permukaannya kembali memungkinkan tempat magnetik tetap ada: dengan eksentrisitas Ganimede menanjak dan pemanasan pasang-surut meningkat selama resonansi itu, mantelnya mungkin sudah lalu mengisolasi inti itu, mencegahnya mendingin.[39]
Penjelasan lain merupakan kemagnetan berak dari bebatuan silikat di mantelnya, yang mungkin jika satelit itu punya lebih banyak medan yang dibangkitkan maka itu dinamo pada tahun tinggal.[2]

Pangkal usul dan evolusi

Ganimede mungkin terasuh oleh akresi lega anak asuh nebula Jupiter, piringan gas dan tepung yang menyelimuti Jupiter setelah pembentukannya.[62]
Akresi Ganimede bisa jadi berlantas selama sekeliling 10 000 tahun,[63]
jauh lebih singkat daripada 100 000 masa perkiraan lakukan Kalisto. Momongan nebula Jupiter itu kali relatif “lapar-tabun” saat bintang beredar-bintang beredar Galilean terbentuk; ini mungkin memungkinkan lamanya hari akresi yang diperlukan lakukan Kalisto.[62]
Kontras dengan itu Ganimede terbentuk lebih akrab pada Jupiter, dimana anak asuh nebula lebih padat, yang menjelaskan singkatnya neraca waktu pembentukannya.[63]
Pembentukan yang relatif cepat ini memencilkan lepasnya panas akresi, yang menyebabkan cairnya es dan diferensiasi planet: pemisahan batu dan es. Batu-godaan ini berbenda di tengah mewujudkan inti. Privat kejadian ini, Ganimede berbeda berpokok Kalisto, yang gagal mencair dan berdiferensiasi lebih semula karena hilangnya panas akresi selama pembentukannya yang lebih lambat.[64]
Hipotesis ini mengklarifikasi kenapa dua satelit Jupiter itu terpandang enggak mirip, cak agar massa dan komposisinya mirip.[35]
[64]

Setelah terasuh, inti ganymedian mempertahankan sebagian besar panas yang terakumulasi sepanjang akresi dan diferensiasi, sekadar melepaskannya dengan lambat ke jas hujan es seperti semacam aki termal.[64]
Selanjutnya, mantelnya, memindahkannya ke rataan dengan cara konveksi.[35]
Taajul, peluruhan unsur-unsur radioaktif dalam bebatuan memanaskan inti itu seterusnya, menyebabkan diferensiasi yang meningkat: inti logam–metal sulfida dalam dan mantel silikat terbentuk.[33]
[64]
Dengan ini, Ganimede menjadi benda yang berdiferensiasi seutuhnya. Sebagai rasio, pemanasan radioaktif dari Kalisto yang tidak berdiferensiasi menyebabkan konveksi kerumahtanggaan interiornya nan ber-es, yang mendinginkannya dengan efektif dan menghindari pencairan es skala besar dan diferensiasi yang cepat.[65]
Gerakan konvektif di Kalisto saja menyebabkan separasi bujukan dan es secara fragmentaris.[65]
Saat ini, Ganimede terus mendingin dengan perlahan.[33]
Panas yang dibebaskan berpangkal inti dan jas hujan silikatnya memungkinkan adanya samudra di bawah permukaan,[24]
darurat pendinginan lambat inti Fe–FeS cair menyebabkan konveksi dan kondusif terbentuknya tempat besi sembrani.[33]
Fluks semok nan keluar dari Ganimede mungkin makin tangga daripada yang keluar berpangkal Kalisto.[64]

Pengelanaan

Beberapa wahana yang terbang melewati atau mengorbit Jupiter telah menjelajahi Ganimede secara rinci. Ki alat pertama yang melayari yakni
Pioneer 10
dan
Pioneer 11,[16]
namun keduanya tidak menimbangi banyak informasi akan halnya satelit itu.[66]
Voyager 1
dan
Voyager 2
berikutnya, melintasi Ganimede pada tahun 1979. Mereka mengoreksi ukurannya, mengekspos bahwa ia kian besar daripada bintang siarah Saturnus, Titan, yang sebelumnya dianggap lebih besar.[67]
Permukaannya yang berlekuk-jeluk juga kelihatan.[68]

Lega masa 1995, wahana
Galileo
memasuki orbit Jupiter dan antara tahun 1996 dan 2000 mengamalkan enam penerbangan akrab untuk menjelajahi Ganimede.[18]
Penerbangan dekat ini adalah G1, G2, G7, G8, G28 dan G29.[12]
Sejauh terbang terdekat—G2—Galileo
berada hanya 264 km dari permukaan Ganimede.[12]
Selama penerbangan G1 pada tahun 1996, wadah magnetik ganymedian ditemukan,[69]
sedangkan reka cipta samudra diumumkan waktu 2001.[12]
[18]
Galileo
menyiarkan sejumlah besar rang radius dan menemukan beberapa sintesis non-es di rataan Ganimede.[27]
Wahana angkasa terkini yang menjelajahi Ganimede dari dempang adalah
New Horizons, yang melewatinya pada tahun 2007 dalam perjalanannya menuju Pluto.
New Horizons
membuat peta topografi dan komposisi berpunca Ganimede momen kamu lewat.[70]
[71]

Diajukan buat diluncurkan pada tahun 2020, Europa Jupiter System Mission (EJSM) adalah prasaran susunan NASA/ESA untuk menjalajahi bintang siarah-satelit Jupiter. EJSM terdiri berpangkal Jupiter Europa Orbiter yang dipimpin NASA,
Jupiter Ganymede Orbiter
nan dipimpin ESA, dan mungkin Jupiter Magnetospheric Orbiter nan dipimpin JAXA. Namun, plong rembulan Februari 2009, diumumkan bahwa ESA/NASA sudah memprioritaskan misi ini daripada Titan Saturn System Mission.[72]
Selain itu, proyek ini masih harus adu cepat dengan proyek ESA lainnya bikin memperoleh dana.[73]

Satu proposisi nan dibatalkan lakukan mengorbit Ganimede adalah
Jupiter Icy Moons Orbiter. Fisi nuklir akan digunakan buat memberi tenaga wahana itu, yang akan mewah mempelajari Ganimede secara rinci.[74]
Akan tetapi, misi itu dibatalkan periode 2005 karena pemendekan ancangan.[75]
Usulan lama tak disebut
The Grandeur of Ganymede.[37]

Catatan



  1. ^


    Periapsis diturunkan semenjak api-api semimayor
    a
    dan eksentrisitas
    e:




    a



    (
    1



    e
    )


    {\displaystyle a*(1-e)}




    .



  2. ^


    Apoapsis diturunkan bersumber sumbu semimayor
    a
    dan eksentrisitas
    e:




    a



    (
    1
    +
    e
    )


    {\displaystyle a*(1+e)}




    .



  3. ^


    Luas parasan diturunkan berbunga deriji-jari
    r:




    4
    π



    r

    2




    {\displaystyle 4\pi r^{2}}




    .



  4. ^


    Volume
    v
    diturunkan dari deriji-jari
    r:




    4
    π



    r

    3



    /

    3


    {\displaystyle 4\pi r^{3}/3}




    .



  5. ^


    Gaya berat meres diturunkan dari massa
    m, putusan gaya berat
    G
    dan jeruji
    r:




    G
    m

    /


    r

    2




    {\displaystyle Gm/r^{2}}



    .



  6. ^


    Kepantasan lepas diturunkan berpunca massa
    m, tetapan gravitasi
    G
    dan kisi
    r:








    2
    G
    m

    r





    {\displaystyle {\sqrt {\frac {2Gm}{r}}}}



    .



  7. ^


    Rekahan depan yaitu belahan yang menghadap ke arah gerakan orbit, belahan belakang adalah nan menghadap ke arah sebaliknya.


  8. ^


    Momen kelambanan tak berdimensi yang disebut merupakan I/(mr²), dimana I ialah Momen Kelesuan, m yakni massa, dan r merupakan ujung tangan-jari maksimum. Nilainya 0,4 untuk benda bulat kostum, namun kurang berpangkal 0,4 jika berat jenisnya mendaki seiring dengan meningkatnya kedalaman.


  9. ^


    konsistensi dan tekanan bilangan rataan dihitung dari kerapatan kolom nan dilaporkan n domestik Hall, dkk. 1998, dengan asumsi tinggi proporsi 20 km dan temperatur 120 K.


  10. ^

    Resonansi mirip-Laplace adalah serupa dengan resonansi Laplace nan ada saat ini di antara bulan-bulan Galilean dengan perbedaan semata adalah garis bujur kata sambung Io–Europa dan Europa–Ganimede berubah dengan rerata, nan rasionya adalah bilangan rasional—tidak menjadi satu seperti pada resonansi Laplace

Referensi

  1. ^


    a




    b




    c




    d




    “Planetary Satellite Mean Orbital Parameters”. Jet Propulsion Laboratory, California Institute of Technology.



  2. ^


    a




    b




    c




    d




    e




    f




    g




    h




    i




    j




    k




    l




    m




    n




    o




    p




    q




    r




    s




    cakrawala




    u




    Showman, Lelaki P. (1999). “The Galilean Satellites”
    (pdf).
    Science.
    286: 77–84. doi:10.1126/science.286.5437.77. PMID 10506564.




  3. ^


    a




    b




    Bills, Bruce G. (2005). “Free and forced obliquities of the Galilean satellites of Jupiter”.
    Icarus.
    175: 233–247. doi:10.1016/j.icarus.2004.10.028.




  4. ^


    a




    b




    Yeomans, Donald K. (2006-07-13). “Planetary Satellite Physical Parameters”. JPL Solar System Dynamics. Diakses tanggal
    2007-11-05
    .





  5. ^


    Yeomans and Chamberlin. “Lengkung langit Online Ephemeris System for Ganymede (Major Body 503)”. California Institute of Technology, Jet Propulsion Laboratory. Diakses sungkap
    2010-04-14
    .




    (4.38 on 1951-Oct-03)
  6. ^


    a




    b




    Delitsky, Mona L. (1998). “Ice chemistry of Galilean satellites”
    (PDF).
    J.of Geophys. Res.
    103
    (E13): 31,391–31,403. doi:10.1029/1998JE900020. Diarsipkan dari versi nirmala
    (pdf)
    tanggal 2016-03-04. Diakses tanggal
    2009-04-27
    .





  7. ^


    Orton, G.S. (1996). “Galileo Photopolarimeter-radiometer observations of Jupiter and the Galilean Satellites”.
    Science.
    274: 389–391. doi:10.1126/science.274.5286.389.




  8. ^


    a




    b




    c




    d




    e




    Hall, D.N. (1998). “The Far-Ultraviolet Oxygen Airglow of Europa and Ganymede”.
    The Astrophysical Journal.
    499: 475–481. doi:10.1086/305604.




  9. ^


    a




    b




    “Jupiter’s Moons”.
    The Planetary Society. Diarsipkan berasal versi zakiah tanggal 2006-02-08. Diakses tanggal
    2007-12-07
    .




  10. ^


    a




    b




    c




    d




    “Ganymede”. nineplanets.org. October 31, 1997. Diakses sungkap
    2008-02-27
    .





  11. ^


    “Solar System’s largest moon likely has a hidden ocean”.
    Jet Propulsion Laboratory. NASA. 2000-12-16. Diakses tanggal
    2008-01-11
    .




  12. ^


    a




    b




    c




    d




    e




    f




    g




    h




    i




    j




    k




    l




    m




    kaki langit




    o




    Kivelson, M.G. (2002). “The Permanent and Inductive Magnetic Moments of Ganymede”
    (pdf).
    Icarus.
    157: 507–522. doi:10.1006/icar.2002.6834.




  13. ^


    a




    b




    c




    d




    e




    Eviatar, Aharon (2001). “The ionosphere of Ganymede”
    (ps).
    Plan.Space Sci.
    49: 327–336. doi:10.1016/S0032-0633(00)00154-9.





  14. ^


    “Sidereus Nuncius”.
    Eastern Michigan University. Diarsipkan dari varian putih rontok 2009-08-23. Diakses tanggal
    2008-01-11
    .




  15. ^


    a




    b




    c




    d




    e




    “Satellites of Jupiter”.
    The Galileo Project
    . Diakses tanggal
    2007-11-24
    .




  16. ^


    a




    b




    “Pioneer 11”.
    Solar System Exploration. Diarsipkan dari versi kalis tanggal 2011-09-02. Diakses rontok
    2008-01-06
    .




  17. ^


    a




    b




    “The Discovery of the Galilean Satellites”.
    Views of the Solar System. Space Research Institute, Russian Academy of Sciences. Diakses terlepas
    2007-11-24
    .




  18. ^


    a




    b




    c




    d




    e




    Miller, Ron (2005).
    The Grand Tour: A Traveler’s Guide to the Solar System
    (edisi ke-3rd). Thailand: Workman Publishing. hlm. 108–114. ISBN 0-7611-3547-2.




  19. ^


    a




    b




    c




    Musotto, Susanna (2002). “Numerical Simulations of the Orbits of the Galilean Satellites”.
    Icarus.
    159: 500–504. doi:10.1006/icar.2002.6939.




  20. ^


    a




    b




    c




    “High Tide on Europa”.
    SPACE.com. Diarsipkan berusul versi jati tanggal 2002-12-02. Diakses tanggal
    2007-12-07
    .




  21. ^


    a




    b




    c




    d




    e




    f




    g




    h




    i




    Showman, Adam P. (1997). “Tidal Evolution into the Laplace Resonance and the Resurfacing of Ganymede”
    (pdf).
    Icarus.
    127: 93–111. doi:10.1006/icar.1996.5669.





  22. ^


    Peale, S.J. (2002). “A Primordial Origin of the Laplace Relation Among the Galilean Satellites”.
    Science.
    298: 593–597. doi:10.1126/science.1076557. PMID 12386333.




  23. ^


    a




    b




    c




    d




    e




    Kuskov, O.L. (2005). “Dalam structure of Europa and Callisto”.
    Icarus.
    177: 550–369. doi:10.1016/j.icarus.2005.04.014.




  24. ^


    a




    b




    Spohn, N. (2003). “Oceans in the icy Galilean satellites of Jupiter?”
    (PDF).
    Icarus.
    161: 456–467. doi:10.1016/S0019-1035(02)00048-9. Diarsipkan dari versi tahir
    (pdf)
    sungkap 2008-02-27. Diakses tanggal
    2009-04-27
    .




  25. ^


    a




    b




    c




    d




    Calvin, Wendy M. (1995). “Spectra of the ice Galilean satellites from 0.2 to 5 µm: A compilation, new observations, and a recent summary”.
    J.of Geophys. Res.
    100: 19,041–19,048. doi:10.1029/94JE03349.





  26. ^


    “Ganymede: the Giant Moon”.
    Wayne RESA. Diarsipkan berasal varian putih tanggal 2007-12-02. Diakses tanggal
    2007-12-31
    .




  27. ^


    a




    b




    c




    McCord, Kaki langit.B. (1998). “Non-water-ice constituents in the surface material of the icy Galilelean satellites from Galileo near-infrared mapping spectrometer investigation”.
    J. Of Geophys. Res.
    103
    (E4): 8,603–8,626. doi:10.1029/98JE00788.




  28. ^


    a




    b




    McCord, Thomas B. (2001). “Hydrated Salt Minerals on Ganymede’s Surface: Evidence of an Ocean Below”.
    Science.
    292: 1523–1525. doi:10.1126/science.1059916. PMID 11375486.





  29. ^


    Domingue, Deborah (1996). “Evidence from IUE for Spatial and Temporal Variations in the Surface Composition of the Icy Galilean Satellites”.
    Bulletin of the American Astronomical Society.
    28: 1070.





  30. ^


    Domingue, Deborah L. (1998). “IEU’s detection of tenuous SO2 frost on Ganymede and its rapid time variability”.
    Geophys. Res. Lett.
    25
    (16): 3,117–3,120. doi:10.1029/98GL02386.




  31. ^


    a




    b




    Hibbitts, C.A. (2003). “Carbon dioxide on Ganymede”.
    J.of Geophys. Res.
    108
    (E5): 5,036. doi:10.1029/2002JE001956.




  32. ^


    a




    b




    c




    d




    e




    f




    Sohl, F. (2002). “Implications from Galileo Observations on the Interior Structure and Chemistry of the Galilean Satellites”.
    Icarus.
    157: 104–119. doi:10.1006/icar.2002.6828.




  33. ^


    a




    b




    c




    d




    e




    f




    g




    h




    i




    j




    k




    Hauk, Steven A. (2006). “Sulfur’s impact on core evolution and magnetic field generation on Ganymede”
    (PDF).
    J. Of Geophys. Res.
    111: E09008. doi:10.1029/2005JE002557. Diarsipkan berpokok versi ceria
    (pdf)
    tanggal 2008-02-27. Diakses sungkap
    2009-04-29
    .




  34. ^


    a




    b




    Kuskov, O.L. (2005). “Intern Structure of Icy Satellites of Jupiter”
    (pdf).
    Geophysical Research Abstracts. European Geosciences Union.
    7: 01892.




  35. ^


    a




    b




    c




    Freeman, J. (2006). “Non-Newtonian stagnant lid convection and the thermal evolution of Ganymede and Callisto”
    (PDF).
    Planetary and Space Science.
    54: 2–14. doi:10.1016/j.pss.2005.10.003. Diarsipkan berpangkal versi lugu
    (pdf)
    copot 2007-08-24. Diakses tanggal
    2009-04-29
    .





  36. ^


    Petterson, Wesley (2007). “A Global Geologic Map of Ganymede”
    (pdf).
    Lunar and Planetary Science. XXXVIII: 1098.




  37. ^


    a




    b




    Pappalardo, R.T. (2001). “The Grandeur of Ganymede: Suggested Goals for an Orbiter Mission”
    (pdf).
    Lunar and Planetary Science. XXXII: 4062.





  38. ^


    Showman, Laki-laki P. (1997). “Coupled Orbital and Thermal Evolution of Ganymede”
    (pdf).
    Icarus.
    129: 367–383. doi:10.1006/icar.1997.5778.




  39. ^


    a




    b




    Bland (2007). “Ganymede’s orbital and thermal evolution and its effect on magnetic field generation”
    (pdf).
    Lunar and Planetary Society Conference.
    38: 2020.





  40. ^


    Barr, A.C. (2001). “Rise of Deep Melt into Ganymede’s Ocean and Implications for Astrobiology”
    (pdf).
    Lunar and Planetary Science Conference.
    32: 1781.





  41. ^


    Huffmann, H. (2004). “Kerumahtanggaan Structure and Tidal Heating of Ganymede”
    (PDF).
    European Geosciences Union, Geophysical Research Abstracts.
    6.




  42. ^


    a




    b




    Zahnle, K. (1998). “Cratering Rates on the Galilean Satellites”
    (PDF).
    Icarus.
    136: 202–222. doi:10.1006/icar.1998.6015. Diarsipkan mulai sejak versi tulen
    (pdf)
    sungkap 2008-02-27. Diakses rontok
    2009-04-28
    .





  43. ^


    “Ganymede”.
    Lunar and Planetary Institute. 1997.





  44. ^


    Casacchia, R. (1984). “Geologic evolution of Galileo Regio”.
    Journal of Geophysical Research.
    89: B419–B428. Bibcode:1984LPSC…14..419C. doi:10.1029/JB089iS02p0B419.





  45. ^


    Khurana, Krishan K. (2007). “The origin of Ganymede’s polar caps”.
    Icarus.
    191
    (1): 193–202. doi:10.1016/j.icarus.2007.04.022.




  46. ^


    a




    b




    Carlson, R.W. (1973). “Atmosphere of Ganymede from its occultation of SAO 186800 on 7 June 1972”.
    Science.
    53: 182.




  47. ^


    a




    b




    c




    Broadfoot, A.L. (1981). “Overview of the Voyager Ultraviolet Spectrometry Results through Jupiter Encounter”
    (pdf).
    Science.
    86: 8259–8284.




  48. ^


    a




    b




    “Hubble Finds Thin Oxygen Atmosphere on Ganymede”.
    Jet Propulsion Laboratory. NASA. 1996. Diarsipkan semenjak versi asli rontok 2009-04-25. Diakses rontok
    2008-01-15
    .




  49. ^


    a




    b




    Feldman, Paul D. (2000). “HST/STIS Ultralembayung Imaging of Polar Aurora on Ganymede”.
    The Astrophysical Journal.
    535: 1085–1090. doi:10.1086/308889.





  50. ^


    Johnson, R.E. (1997). “Polar “Caps” on Ganymede and Io Revisited”.
    Icarus.
    128
    (2): 469–471. doi:10.1006/icar.1997.5746.




  51. ^


    a




    b




    c




    Paranicas, C. (1999). “Energetic particles observations near Ganymede”.
    J.of Geophys.Res.
    104
    (A8): 17,459–17,469. doi:10.1029/1999JA900199.





  52. ^


    Noll, Keith S. (1996). “Detection of Ozone on Ganymede”.
    Science.
    273
    (5273): 341–343. doi:10.1126/science.273.5273.341. PMID 8662517. Diakses terlepas
    2008-01-13
    .





  53. ^


    Calvin, Wendy M. (1997). “Latitudinal Distribution of O2on Ganymede: Observations with the Hubble Space Telescope”.
    Icarus.
    130
    (2): 505–516. doi:10.1006/icar.1997.5842.





  54. ^


    Vidal, R. A. (1997). “Oxygen on Ganymede: Laboratory Studies”.
    Science.
    276
    (5320): 1839–1842. doi:10.1126/science.276.5320.1839. PMID 9188525.





  55. ^


    Brown, Michael E. (1997). “A Search for a Sodium Atmosphere around Ganymede”.
    Icarus.
    126
    (1): 236–238. doi:10.1006/icar.1996.5675.





  56. ^


    Barth, C.A. (1997). “Galileo ultraviolet spectrometer observations of atomic hydrogen in the atmosphere of Ganymede”.
    Geophys. Res. Lett.
    24
    (17): 2147–2150. doi:10.1029/97GL01927.





  57. ^


    “Galileo has successful flyby of Ganymede during eclipse”.
    Spaceflight Now
    . Diakses tanggal
    2008-01-19
    .




  58. ^


    a




    b




    c




    Kivelson, M.G. (1997). “The magnetic field and magnetosphere of Ganymede”
    (pdf).
    Geophys. Res. Lett.
    24
    (17): 2155–2158. doi:10.1029/97GL02201.




  59. ^


    a




    b




    c




    d




    Kivelson, M.G. (1998). “Ganymede’s magnetosphere: magnetometer overview”
    (pdf).
    J.of Geophys. Res.
    103
    (E9): 19,963–19,972. doi:10.1029/98JE00227.




  60. ^


    a




    b




    Volwerk, M. (1999). “Probing Ganymede’s magnetosphere with field line resonances”
    (pdf).
    J.of Geophys. Res.
    104
    (A7): 14,729–14,738. doi:10.1029/1999JA900161.





  61. ^


    Hauck, Steven A. (2002). “Internal structure and mechanism of core convection on Ganymede”
    (pdf).
    Lunar and Planetary Science. XXXIII: 1380.




  62. ^


    a




    b




    Canup, Robin M. (2002). “Formation of the Galilean Satellites: Conditions of Accretion”
    (pdf).
    The Astronomical Journal.
    124: 3404–3423. doi:10.1086/344684.




  63. ^


    a




    b




    Mosqueira, Ignacio (2003). “Formation of the regular satellites of giant planets in an extended gaseous nebula I: subnebula model and accretion of satellites”.
    Icarus.
    163: 198–231. doi:10.1016/S0019-1035(03)00076-9.




  64. ^


    a




    b




    c




    d




    e




    McKinnon, William B. (2006). “On convection in ice I shells of outer Solar System bodies, with detailed application to Callisto”.
    Icarus.
    183: 435–450. doi:10.1016/j.icarus.2006.03.004.




  65. ^


    a




    b




    Nagel, K.A (2004). “A model for the interior structure, evolution, and differentiation of Callisto”.
    Icarus.
    169: 402–412. doi:10.1016/j.icarus.2003.12.019.





  66. ^


    “Exploration of Ganymede”.
    Terraformers Society of Canada. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2007-03-19. Diakses tanggal
    2008-01-06
    .





  67. ^


    “Voyager 1 and 2”.
    ThinkQuest
    . Diakses tanggal
    2008-01-06
    .





  68. ^


    “The Voyager Planetary Mission”.
    Views of the Solar System
    . Diakses tanggal
    2008-01-06
    .





  69. ^


    “New Discoveries From Galileo”.
    Jet Propulsion Laboratory. Diarsipkan bersumber versi putih copot 2010-06-02. Diakses rontok
    2008-01-06
    .





  70. ^


    “Pluto-Bound New Horizons Spacecraft Gets A Boost From Jupiter”.
    Space Daily
    . Diakses tanggal
    2008-01-06
    .





  71. ^


    Grundy, W.M. (2007). “New Horizons Mapping of Europa and Ganymede”.
    Science.
    318: 234–237. doi:10.1126/science.1147623. PMID 17932288.





  72. ^


    Rincon, Paul (2009-02-20). “Jupiter in space agencies’ sights”. BBC News. Diakses sungkap
    2009-02-20
    .





  73. ^


    “Cosmic Vision 2015–2025 Proposals”. ESA. 2007-07-21. Diakses tanggal
    2009-02-20
    .





  74. ^


    “Jupiter Icy Moons Orbiter (JIMO)”.
    The Internet Encyclopedia of Science
    . Diakses sungkap
    2008-01-06
    .





  75. ^


    “Jupiter Icy Moons Orbiter Victim of Budget Cut”.
    Planet Surveyor. Diarsipkan bermula versi tulen sungkap 2016-03-05. Diakses terlepas
    2008-01-06
    .




Pranala luar

  • (Inggris)
    Profil Ganimede Diarsipkan 2015-11-07 di Wayback Machine. maka dari itu NASA’s Solar System Exploration
  • (Inggris)
    Laman Ganimede di
    The
    Nine8 Planets
  • (Inggris)
    bintang beredar Jupiter Ganimede di
    Views of the Solar System
  • (Inggris)
    Basis Data Mulut gunung Ganimede Lunar and Planetary Institute



Ganymede Lo Europa Dan Callisto Adalah Satelit Yang Dimiliki

Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Ganimede_%28satelit%29