Hal Yang Dilakukan Belanda Setelah Kalah Dari Jepang Adalah

By | 9 Agustus 2022

Pendudukan Jepang di Hindia Belanda

Ranryō Higashi Indo


蘭領東印度

1942–1945

Standard

{{{coat_alt}}}

Lambang Kekaisaran

Semboyan:Hakkō ichiu
(八紘一宇)

Lagu kewarganegaraan:
Kimigayo



Indonesia Raya (tak resmi)

Bekas wilayah Hindia Belanda (merah tua) dengan Kekaisaran Jepang (merah muda) pada wilayah terluasnya

Panggung wilayah Hindia Belanda (merah lanjut usia) dengan Kekaisaran Jepang (merah jambu) pada provinsi terluasnya

Status Pencaplokan militer
oleh Kekaisaran Jepang
Ibu kota Djakarta
Bahasa yang mahajana digunakan Jepang, Indonesia
Rezim Pemilikan militer
Era Memori Perang Bumi II

• Kapitulasi Belanda

8 Maret 1942

• Perang Pasifik

1941–1945

• Pertempuran Laut Jawa Pertama

27 Februari 1942

• Pertempuran Laut Jawa Kedua

1 Maret 1942

• Situasi Mandor

1943 – 1944

• Pemberontakan PETA

14 Februari 1945

• Menyerahnya Jepang

15 Agustus 1945

• Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

17 Agustus 1945
Mata persen Rupiah Hindia Belanda
Didahului oleh Digantikan oleh
Hindia Belanda
Timor Portugis
Indonesia
Hindia Belanda
Timor Portugis
Sekarang fragmen dari
Indonesia

Timor-Leste

Hari
penyerobotan Jepang di Nusantara
yang saat itu masih bernama
Hindia Belanda
dimulai puas periode 1942 dan berakhir pada tanggal 17 Agustus 1945 seiring dengan Proklamasi Kemandirian Indonesia oleh Soekarno dan M. Hatta.

Sreg Mei 1940, semula Perang Mayapada II, Belanda diduduki maka itu Jerman Nazi. Hindia Belanda mengumumkan keadaan siaga dan mengalihkan ekspor bagi Kekaisaran Jepang ke Amerika Sekutu dan Inggris. Negosiasi dengan Jepang nan bertujuan cak bagi mengamankan persediaan bahan bakar pesawat gagal sreg Juni 1941, dan Jepang memulai penaklukan hampir seluruh area Asia Tenggara pada bulan Desember di masa yang sejajar.[1]
Lega bulan yang ekuivalen, faksi berpunca Sumatra memufakati bantuan Jepang cak bagi mengadakan revolusi terhadap pemerintahan Belanda. Bala Belanda yang bontot dikalahkan Jepang pada Maret 1942. Pengalaman bersumber penguasaan Jepang di Nusantara suntuk bervariasi, tergantung tempat seseorang tinggal dan pamor sosial orang tersebut. Bagi yang tinggal di daerah yang dianggap berharga internal perdurhakaan, mereka mengalami penderitaan, terlibat perhambaan erotisme, arestasi minus alasan dan siksa hening, dan kejahatan perang lainnya. Orang Belanda dan sintesis Indonesia-Belanda yakni target sasaran dalam penguasaan Jepang.

Selama masa perebutan, Jepang lagi membentuk badan persiapan kemandirian yakni BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha Anju Kemerdekaan Indonesia) alias
独立準備調査会

(
Dokuritsu junbi chōsa-kai
)

dalam bahasa Jepang. Badan ini bertugas membuat persiapan-persiapan pra-kemerdekaan dan membuat dasar negara dan digantikan maka dari itu PPKI atau (独立準備委員会,
Dokuritsu Junbi Iinkai) nan bertugas menyiapkan independensi.

Meres belakang

Bulan Oktober 1941, Jenderal Hideki Tojo menggantikan Konoe Fumimaro sebagai Perdana Menteri Jepang.[2]
Senyatanya, sampai akhir tahun 1940, pimpinan militer Tambelang tidak menuntut membalas beberapa negara serentak, namun sejak pertengahan tahun 1941, mereka melihat bahwa Amerika Serikat dagang, Inggris, dan Belanda harus dihadapi sewaktu apabila mereka ingin menguasai perigi sentral alam di Asia Tenggara. Malar-malar setelah Amerika melicinkan embargo bensin yang dahulu dibutuhkan cak bagi pabrik di Jepang alias untuk keperluan perang.

Laksamana Isoroku Yamamoto, Panglima Angkatan Laut Jepang, mengembangkan politik perang yang sangat bahaduri, yaitu mengerahkan seluruh keistimewaan armadanya untuk dua aksi raksasa. Seluruh potensi Angkatan Laut Jepang mencakup 6 kapal induk (pengangkut pesawat tempur), 10 kapal perang, 18 kapal penjelajah rumpil, 20 kapal penjelajah ringan, 4 kapal pengangkut perlengkapan, 112 kapal perusak, 65 kapal selam serta 2.274 pesawat tempur. Keistimewaan pertama, yaitu 6 kapal induk, 2 kapal perang, 11 kapal perusak serta lebih dari 1.400 pesawat tempur, tanggal 7 Desember 1941, akan mengkritik secara tiba-tiba basis Armada Pasifik Amerika Serikat dagang di Pearl Harbor di gugusan pulau Hawaii. Sedangkan kekuatan kedua, cirit kekuatan Barisan Laut yang mereka miliki, mendukung Angkatan Darat dalam Operasi Daksina, yaitu invasi atas Filipina dan Malaya/Singapura, yang akan dilanjutkan ke Jawa. Kemustajaban yang dikerahkan ke Asia Tenggara yaitu 11 Divisi Infanteri nan didukung oleh 7 resimen tank serta 795 pesawat tempur. Seluruh operasi direncanakan selesai dalam 150 masa. Admiral Chuichi Nagumo memelopori laskar yang ditugaskan mencela Pearl Harbor.[3]

Pada pagi 7 Desember 1941, 360 pesawat gelisah nan terdiri berpunca pembom pemandu torpedo serta sejumlah pesawat tempur diberangkatkan internal dua gelombang. Pengeboman Pearl Harbor ini berhasil menggagalkan 188 pesawat dan subversif delapan kapal perang Angkatan Laut Amerika Serikat. Selama dua jam pengeboman, 2.402 manusia Amerika tewas dan 1.283 lainnya luka-luka.[4]
Cuma tiga kapal emak Amerika selamat, karena pada ketika itu tidak subur di Pearl Harbor.

Tanggal 8 Desember 1941, Kongres Amerika Serikat menyatakan perang terhadap Jepang.[5]
Tiga hari kemudian, Jerman menyatakan perang terhadap Amerika Maskapai. Kondisi ini menjadikan Amerika Maskapai tergabung dengan pasukan Perseroan dan terlibat pertempuran di Eropa dan Asia Pasifik.[4]

Perang Pasifik ini berpengaruh besar terhadap persuasi kemerdekaan negara-negara di Asia Timur, termasuk Indonesia. Tujuan Jepang menyerang dan menduduki Hindia Belanda ialah cak bagi menguasai mata air-sumber pataka, terutama minyak bumi, manfaat mendukung potensi perang Jepang serta mendukung industrinya. Jawa dirancang ibarat pusat penyediaan untuk seluruh persuasi militer di Asia Tenggara, dan Sumatra sebagai mata air petro utama.

Organisasi yang Didirikan di Zaman Jepang

  • Pembela Petak Air (PETA)
  • Gakkutotai
    (laskar murid)
  • Heiho
    (barisan sediaan prajurit)
  • Seinendan
    (armada pemuda)
  • Fujinkai
    (barisan wanita)
  • Putera (Pusat Tenaga Rakyat)
  • Jawa Hokokai
    (Kompilasi kebaktian Jawa)
  • Keibodan
    (armada ajun polisi)
  • Jibakutai
    (legiun nyali mati)
  • Kempetai
    (barisan polisi rahasia)

Film manuver

Sejak mulanya datang ke Indonesia pada masa 1942 hingga melenggang keluar Indonesia pada waktu 1945, Jepang banyak memproduksi film-film persuasi. Rekata itu, enggak cacat masyarakat Indonesia yang ki terdorong. Malah dengan bumbu dan gorengan sukma anti-kongsi—yang mana Belanda termasuk di dalamnya—dan telah lama menjajat Indonesia.

Ketika sekutu timbrung ke Indonesia, film-gambar hidup propaganda produksi Jepang ini disita. Pada Agustus 2020, Nederlandsch Instituut voor Beeld en Geluid merilis bioskop-bioskop kampanye Jepang hasil sitaan sekutu yang diproduksi selama Perang Pasifik detik Hindia-Belanda diduduki oleh Jepang ke Wikimedia Commons.

Berikut beberapa film operasi Jepang yang telah tersedia di Wikimedia Commons :

Sosial Budaya

Sistem Penahapan Sosial pada Zaman Jepang

Sistem pelapisan sosial puas zaman Jepang menempatkan golongan bumiputera di atas golongan Eropa maupun golongan Timur Asing, kecuali Jepang. Hal ini karena Jepang cak hendak mengambil hati rakyat Indonesia lakukan membantu mereka dalam perang Asia Timur Raya.

Perlawanan rakyat terhadap Jepang

Peristiwa Cot Plieng, Aceh 10 November 1942

Persabungan dipimpin seorang ulama muda Tengku Abdul Jalil, guru mengaji di Cot Plieng, Lhokseumawe.[6]
Usaha Jepang bakal membujuk sang cerdik pandai lain berhasil, sehingga Jepang melakukan gempuran mendadak di dini hari sewaktu rakyat sedang melaksanakan salat Subuh. Dengan persenjataan sederhana/seadanya rakyat berusaha menahan serbuan dan berakibat menggampar mundur legiun Jepang untuk juga ke Lhokseumawe. Begitu juga dengan serangan kedua, berhasil digagalkan oleh rakyat. Baru lega serangan bungsu (ketiga) Jepang berbuntut membakar musala sementara pengarah pemberontakan (Teuku Abdul Jalil) berbuah meloloskan diri berusul musuh, sahaja akhirnya tertembak ketika madya salat.

Hal Singaparna

Perjuangan badan ini terjadi di pesantren Sukamanah Singaparna Tasikmalaya, Jawa Barat di bawah pimpinan KH. Zainal Mustafa, periode 1943. Dia menolak dengan tegas visiun yang berbau Jepang, khususnya bahara bakal melakukan Seikerei setiap pagi, yaitu memberi penghormatan kepada Kaisar Jepang dengan kaidah membungkukkan awak ke jihat matahari terbit.[7]
Bahara Seikerei ini jelas menyinggung pikiran umat Islam Indonesia karena termasuk kelakuan penyekutuan allah/mempersekutukan Almalik. Selain itu diapun tidak tahan meluluk penderitaan rakyat akibat tanam paksa.

Saat utusan Jepang akan menangkap, KH. Zainal Mustafa sudah lalu mempersiapkan para santrinya yang telah dibekali ilmu bela diri bakal mengepung dan mengeroyok tentara Jepang, yang kesannya mundur ke Tasikmalaya.

Jepang memutuskan buat menggunakan kekerasan perumpamaan upaya bagi mengakhiri pembangkangan ulama tersebut. Sreg copot 25 Februari 1944, terjadilah sambutan sengit antara rakyat dengan angkatan Jepang sehabis salat Jumat.[8]
Meskipun beraneka macam upaya perbangkangan telah dilakukan, saja KH. Zainal Mustafa berhasil juga ditangkap dan dibawa ke Tasikmalaya kemudian dibawa ke Jakarta buat memufakati hukuman mati dan dimakamkan di Tanjung.[9]

Hal Indramayu, April 1944

Kejadian Indramayu terjadi rembulan April 1944 disebabkan adanya pemaksaan tanggung menyetorkan sebagian hasil padi dan pelaksanaan kerja pejaka nan mutakadim mengakibatkan siksaan rakyat nan berkepanjangan.[10]Pemberontakan ini dipimpin oleh Haji Madriyas dan maskapai-kongsi di desa Karang Ampel, Sindang, Kabupaten Indramayu. Barisan Jepang sengaja bertindak tebal hati terhadap rakyat di kedua wilayah (Lohbener dan Sindang) agar provinsi tidak tidak masuk memberontak setelah mengetahui angkara yang dilakukan pada setiap perbangkangan.

Pemberontakan Teuku Hamid

Teuku Hamid adalah seorang perwira Giyugun, bersama dengan suatu pleton pasukannya culik diri ke hutan cak bagi mengamalkan penangkisan. Ini terjadi pada rembulan November 1944.

Menghadapi kondisi tersebut, pemerintah Jepang melakukan intimidasi akan memenggal para tanggungan pemberontak jika tidak mau takluk. Kondisi tersebut memaksa sebagian pasukan penyempal menyerah, sehingga akhirnya dapat ditumpas.

Di area Aceh lainnya kulur pula upaya perlawanan rakyat seperti mana di Kabupaten Berenaih nan dipimpin makanya superior kampung dan dibantu makanya suatu regu
Giyugun
(perwira legiun sukarela), namun semua berakhir dengan kondisi yang proporsional yakni berhasil ditumpas maka itu kekuatan militer Jepang dengan lalu buas.

Bantahan Peta
  • Resistansi PETA di Blitar (29 Februari 1945)

Perlawanan ini dipimpin oleh Syodanco Supriyadi, Syodanco Muradi, dan Dr. Ismail.[11]
Persangkalan ini disebabkan karena persoalan pengumpulan gabah,
rōmusha
maupun Heiho yang diperlakukan secara periang dan di luar senggat perikemanusiaan. Sebagai putera rakyat para pejuang tidak tega mengawasi penderitaan rakyat. Di samping itu sikap para pelatih militer Jepang yang angkuh dan merendahkan prajurit-prajurit Indonesia. Perlawanan Kar di Blitar merupakan perlawanan yang terbesar di Jawa. Hanya dengan tipu sentral Jepang melalui Kolonel Katagiri (Atasan legiun Jepang), bala PETA berhasil ditipu dengan akal-akalan diajak bertawaran. Empat perwira PETA dihukum mati dan tiga lainnya disiksa sampai tenang. Padahal Syodanco Supriyadi enggak diketahui keberadaannya setakat akhirnya dinyatakan meruap.[12]

  • Perlawanan Denah di Meureudu-Pidie, Aceh (November 1944)

Sambutan ini dipimpin oleh Perwira Gyugun Teuku Hamid. Latar birit penampikan ini karena sikap Jepang yang angkuh dan keji terhadap rakyat lega umumnya dan tamtama Indonesia puas khususnya.

  • Perlawanan Atlas di Gumilir, Cilacap (April 1945)

Persabungan ini dipimpin oleh pemimpin regu (Bundanco), Kusaeri bersama rekan-rekannya. Perlawanan yang direncanakan dimulai terlepas 21 April 1945 diketahui Jepang sehingga Kusaeri ditangkap pada tanggal 25 April 1945. Kusaeri divonis hukuman mati tetapi tidak terpuaskan karena Jepang terdesak oleh Konsorsium.

Pertampikan Pang Suma

Perkelahian rakyat yang dipimpin maka dari itu Pang Suma berkobar di Kalimantan Barat. Pang Suma yakni komandan suku Dayak yang besar pengaruhnya di kalangan kaki-suku di daerah Tayan dan Meliau. Perlawanan ini bersifat gerilya bagi mengganggu aktivitas Jepang di Kalimantan.

Momentum perlawanan Pang Suma diawali dengan pemukulan sendiri tenaga kerja Dayak oleh peramal Jepang, satu di antara sekitar 130 pekerja puas sebuah firma kayu Jepang. Kejadian ini kemudian memulai sebuah koneksi perlagaan yang mencapai puncak dalam sebuah serangan balasan Dayak yang dikenal dengan Perang Majang Desa, dari April hingga Agustus 1944 di area Tayan-Meliau-Batang Tarang (Kab. Sanggau). Sekitar 600 pejuang kemandirian dibunuh maka itu Jepang, termasuk Pang Suma.

Tentangan Koreri di Biak di Irian Barat tahun 1943

Perlawanan ini dimulai mulai sejak aksi kultural Koreri bimbingan Angganita Manufandu tahun 1939. Saat Jepang sampai Angganita dipenjara pemerintah Jepang sehingga gerakan dipimpin maka dari itu Stefanus Simioparef yang kemudian menjadi gerakan bernuansa politis. Pertempuran mendelongop dimulai 10 October 1942, di Pantai Manswan, Selatan Biak nan mengakibatkan sekitar korban 2000 orang.[13]
Pertentangan ini dilatarbelakangi maka dari itu penderitaan rakyat yang diperlakukan sebagai budak belian, dipukuli, dianinaya tapi pun untuk membalas kolonial dan dominasi berbunga luar yang menginjak merubah agama dan budaya lokal. Privat perlawanan tersebut rakyat banyak drop incaran, tetapi rakyat membandingbanding dengan gigih. Bimbingan enggak gerakan ini adalah Lukas Rumkorem yang kemudian mendirikan kelewahan pertama Perserikatan Indonesia Merdeka (PIM), partai strategi pertama di Biak puas September 1945, yang mengadakan pertemuan di September sampai November di Nusi, lalu kemudian pindah sejak Januari 1946 ke Bosnek.[14]

Perbangkangan di Pulau Yapen Selatan

Persangkalan ini termasuk dari selebaran gerakan Koreri di Biak dan dipimpin maka itu Nimrod. Ketika Sekutu sudah mendekat maka memberi uluran tangan senjata kepada pejuang. Nimrod lewat dihukum pancung oleh Jepang. Tetapi muncullah sendiri pengarah gerilya baru adalah Silas Papare nan ketika itu sandar-menyandar dengan NEFIS, intelejen Belanda. Ia menjadi penghubung antara mantan pasukan gerilya dengan sekutu.[15]

Perlawanan di Petak Lautan Papua

Perlawanan ini dipimpin oleh Simson. Kerumahtanggaan perlawanan rakyat di Papua, terjadi perpautan kerja sama antara gerilyawan dengan pasukan penyusup Sekutu sehingga rakyat mendapatkan modal senjata bersumber Perseroan.

Gerakan bawah tanah

Sebenarnya lembaga resistansi terhadap pemerintah Jepang yang dilakukan rakyat Indonesia tidak hanya adv minim pada rencana tentangan fisik tetapi tetapi Anda bisa juga mengintai betnuk perlawanan tidak/gerakan bawah kapling seperti yang dilakukan maka itu:

  • Kelompok Sutan Syahrir di daerah Jakarta dan Jawa Barat dengan cara menyamar sebagai pedagang nanas di Sindanglaya.
  • Kerubungan Sukarni, Adam Malik dan Pandu Wiguna. Mereka bertelur menyela andai fungsionaris dinas ki akal propaganda Jepang Sendenbu (sekarang biro berita Antara).
  • Kerumunan Syarif Thayeb, Eri Sudewo dan Chairul Alim. Mereka adalah kelompok mahasiswa dan murid.
  • Kerubungan Mr. Achmad Subardjo, Sudiro dan Wikana. Mereka adalah gerombolan gerakan Kaigun (AL) Jepang.

Mereka yang tergabung n domestik kelompok di pangkal tanah, berusaha buat mengejar kenyataan dan kemungkinan untuk bisa melihat kelemahan tentara militer Jepang dan persuasi mereka akan dapat Anda lihat risikonya puas detik Jepang telah kalah dari Kongsi, kelompok pemudalah yang lebih cepat boleh laporan tersebut serta merekalah yang alhasil meminggirkan golongan tua untuk sesegera melakukn proklamasi.

Garis perian

1941

  • 6 Januari, Belanda menangkap Thamrin, Douwes Dekker dan beberapa pentolan nasionalis tak. Thamrin meninggal di tahanan lima musim kemudian. Douwes Dekker diasingkan ke Suriname.
  • 11 Januari – Tim perundingan Jepang yang baru dan makin agresif di bawah Yoshizawa tiba di Batavia.
  • Februari – Tekanan Jepang yang kian meningkat terhadap pemerintah Hindia Belanda untuk “bergabung dengan Area Kemakmuran Bersama Asia Timur Raya” ditolak Van Mook.
  • 14 Mei – Jepang membawa sebuah ultimatum kepada pemerintah Hindia Belanda, menuntut agar pengaturan dan keberadaan Jepang dibiarkan di kawasan ini.
  • 6 Juni – Perundingan antara Belanda dan Jepang gagal. Pemerintah Hindia Belanda menjawab bahwa bukan akan ada konsesi nan akan diberikan kepada Jepang, dan bahwa semua produk strategis (termasuk petro dan karet) sudah dikontrakkan untuk dikapalkan ke Inggris dan Amerika Serikat.
  • 11 Juli – Volksraad membentuk sebuah milisi Indonesia.
  • 25 Juli – Jepang mengumumkan pembentukan sebuah “protektorat” atas Indochina.
  • 26 Juli – Semua aset Jepang di Hindia Belanda dibekukan.
  • 30 Juli – Pemerintah Belanda di pembuangan menjanjikan untuk mengadakan konferensi tentang Indonesia selepas perang.
  • 30 November – Angkatan Laut Belanda di Hindia mulai dimobilisasi.
  • 5 Desember – Pemerintah Hindia Belanda mengirim tuntutan kepada Australia kerjakan mengirimkan pasukannya ke Ambon dan Timor. Pesawat-pesawat Angkatan Gegana Australia dan personilnya start lega 7 Desember.
  • 8 Desember – Jepang menyerang Malaya, mendarat di ujung selatan Thailand dan lor Malaya. Jepang tiba menyerang Filipina. Belanda, di antara bangsa-bangsa lainnya, perang terhadap Jepang.
  • 10 Desember – Kapal-kapal perang Inggris, Prince of Wales dan Repulse ditenggelamkan dalam perbedaan bilang jam saja suatu sama lain di lepas pantai Malaya.
  • 16 Desember – Bani adam-orang Aceh yang anti Belanda mengadakan hubungan dengan legiun-angkatan Jepang di Malaya.
  • 17 Desember – Bala nan dipimpin oleh Australia mendarat di Timor Portugis. Diktator Portugal Salazar memprotes.
  • 17 Desember – Jepang mengamalkan bidasan udara atas Ternate.
  • Jepang mendarat di Sarawak.
  • 22 Desember – Pasukan penyerangan utama Jepang mendarat di Filipina.
  • Hatta menulis sebuah artikel surat pengetahuan yang menyerukan moga bangsa Indonesia menyaingi Jepang.
  • 24 Desember – Jepang menyerang pasukan-pasukan Inggris di Kuching, Sarawak.

1942

Januari

  • 2 Januari – Jepang merebut kota Manila.
  • 3 Januari – Jepang merebut Sabah.
  • 6 Januari – Jepang merebut Brunei.
  • 6 Januari – Bidasan peledak Jepang mula-mula atas Ambon.
  • 10 Januari – Jepang start menginvasi Indonesia di Borneo (Tarakan) dan Celebes (Manado).
  • 11 Januari – Jepang merebut Tarakan.
  • 12 Januari – Van Mook melakukan perjalanan sementara ke Amerika Serikat, meminta apendiks pasukan, dan seyogiannya Hindia Belanda tidak dilupakan internal baluwarti Sekutu.
  • 13 Januari – Jepang merebut Manado.
  • 15 Januari – Jen. Wavell berpunca Inggris mengambil alih komando atas ABDACOM, komando kontak Sekutu pertama (Australia, Inggris, Belanda, Amerika) di dalam perang.
  • 16 Januari – Perwakilan-badal Aceh sekali lagi dari Malaya dengan taki-ikrar dukungan Jepang intern menjajari Belanda.
  • 23 Januari – Jepang merebut Balikpapan meskipun terletak terjangan perlagaan dari Belanda dan A.S.
  • 25 Januari – Jepang merebut Kendari di Celebes.
  • 30 Januari – Jepang menyerang Ambon. Pasukan-bala KNIL dan Australia menghancurkan pasokan semoga tidak jatuh ke tangan Jepang. Ii kabupaten Ambon direbut dalam tempo 24 jam. Pertempuran berlanjut setakat 2 Februari. Sejumlah 90 persen pasukan pertahanan Australia menjadi korban, banyak di antaranya yang dibantai pada Februari setelah ditawan.
    • Tentara Inggris mengevakuasi Malaya dan lari ke Singapura.

Februari

  • 1 Februari – Jepang merebut Pontianak.
  • 3 Februari – Jepang mengebom Surabaya.[16]
  • 4 Februari – Pertempuran Selat Makassar (pertempuran laut antara Kalimantan dan Sulawesi): Angkatan Mega dan Laut Jepang memaksa Kongsi lakukan ki bertambah hingga ke Cilacap. Jepang modern hingga ke Celebes.
  • 6 Februari – Jepang berangkat mengebom Palembang.
  • 8 Februari – Jepang berangkat melakukan serangan utama atas Singapura.
  • 9 Februari – tiga divisi bala Jepang mendarat di Singapura.[17]
  • 10 Februari – Jepang merebut Makassar.
  • 13 Februari – Jepang mengerahkan pasukan terjung payung ke Palembang. Dalam tiga tahun,Palembang jatuh ke tangan Tentara Jepang.[18]
  • 15 Februari – Singapura jatuh; 130.000 pasukan di bawah komando Inggris ditawan sebagai benduan perang.
  • 18 Februari – Van Mook, di Australia, memohon seharusnya pasukan Sekutu melakukan bidasan. Bali diduduki Jepang.
  • 19 Februari – Pertempuran Selat Badung (pertempuran laut antara Bali dan Merica): sebuah satuan boncel pasukan Jepang mencentang mundur pasukan Belanda dan Australia. Jepang mendarat di Bali. Serangan udara pertama Jepang atas Darwin, Australia.
  • 20 Februari – Jepang mendarat di Timor dan copot 24 Februari tentara Jepang sudah lalu membereskan Timor.
  • 23 Februari – Distribusi menyamai Belanda dimulai di Aceh dan Sumatra Utara, dengan dukungan Jepang.
    • Belanda memindahkan Soekarno ke Daerah tingkat Padang; Soekarno lolos internal kekacauan temporer Belanda melakukan evakuasi.
    • Belanda mengevakuasi Sjahrir dan Hatta dari Banda habis udara beberapa menit sebelum Jepang mulai mengebom pulau itu.
    • Jepang mengklaim Timor; pasukan-pasukan Australia terus melakukan perang gerilya.
  • 27 Februari

Pertempuran Laut Jawa: Internal pertempuran di Laut Jawa dekat Surabaya yang berlangsung selama sapta jam, Angkatan Laut Perseroan dihancurkan, kapal-kapal peruntuh Amerika lolos ke Australia. Sekutu kekeringan lima kapal perangnya, sedangkan Jepang hanya menderita kebinasaan lega satu kapal perusaknya (Destroyer). Rear Laksamana Karel Willem Frederik Marie Doorman, Bos Pasukan Laut Hindia Belanda, yang bau kencur dua tahun sebelumnya, copot 25 Februari 1942 ditunjuk menjadi Tactical Commander laskar bala Kongsi ABDACOM, tenggelam bersama kapal benderanya De Ruyter.

  • 28 Februari

Tanggal 28 Februari 1942, Laskar Angkatan Darat ke-16 di dasar didikan Letnan Jenderal Hitoshi Imamura mendarat di tiga tempat di Jawa. Pertama adalah pasukan Divisi ke-2 mendarat di Merak,Banten, kedua adalah Resimen ke-230 di Eretan Wetan, sanding Indramayu dan nan ketiga adalah Divisi ke-48 beserta Resimen ke-56 di Kragan. Ketiganya buru-buru menggempur pertahanan tentara Belanda. Setelah merebut Bom Udara Kalijati (sekarang Lanud Suryadarma), Letnan Jenderal Imamura membuat markasnya di sana. Imamura memberikan ultimatum kepada Belanda, bahwa apabila tidak menyerah, maka angkatan Jepang akan menghancurkan armada Belanda.

Maret

Pada Maret 1942, legiun-bala Perseroan di Jawa diberitahukan oleh mata-mata bahwa suatu kekuatan Jepang sejumlah 250.000 semenjana memusat Bandung, sementara kenyataannya kekuatannya hanya sepersepuluh besaran itu. Informasi yang keliru itu kelihatannya merupakan bagian berpangkal alasan cak kenapa Sekutu menyerah di Jawa.

Belanda sesungguhnya memindahkan kabilah Komunis nan ditahan di kamp-kamp penjara di Hindia Belanda, sebagian dari mereka sejak 1926, ke terungku-sengkeran di Australia detik Jepang tiba.

  • 1 Maret – Pertempuran Selat Sunda: Pasukan invasi Jepang mendarat di Banten.
    • Pasukan invasi Jepang mendarat di sebelah barat Surabaya.
    • Terjangan awan Jepang atas Medan.
  • 5 Maret – Jepang menduduki Boyolali.[19]
  • 7 Maret – Jepang merebut Cilacap.
  • 7 Maret – Rangoon jatuh ke tangan Jepang.
  • 8 Maret – Jepang menyelesaikan Surabaya ditandai dengan pengibaran pan-ji-panji Jepang di atas Jembatan Wonokromo.[16]
  • 9 Maret – Gubernur Jenderal Hindia-Belanda Tjarda menyerah tanpa syarat kepada Jepang[20]
    [21]
    ditandai dengan penandatanganan surat kapitulasi,[22]

Sreg 9 Maret 1942, Gubernur Jenderal Jonkheer Tjarda van Starkenborgh Stachouwer bersama Letnan Jenderal Hein aspal Poorten, Panglima Tertinggi Tentara India-Belanda nomplok ke Kalijati dan dimulai perundingan antara Pemerintah Hindia Belanda dengan pihak Armada Jepang yang dipimpin sedarun oleh Letnan Jenderal Imamura. Imamura menyatakan, bahwa Belanda harus menandatangani pernyataan tungkul tanpa syarat. Letnan Jenderal ter Poorten, mewakili Gubernur Jenderal menanda-tangani pernyataan menunduk tanpa syarat. Dengan demikian secara
de facto
dan
de jure, seluruh wilayah bekas Hindia Belanda sejak itu berlambak di bawah pengaturan dan administrasi Jepang. Hari itu sekali lagi, tanggal 9 Maret Jenderal Hein belangkin Poorten mensyariatkan kepada seluruh bala Hindia Belanda cak bagi juga menerimakan diri kepada balatentara Kerajaan Jepang.

Para penguasa yang lain, segera melarikan diri. Dr. Hubertus Johannes van Mook, Wakil Gubernur Jenderal untuk Hindia Belanda putaran timur, Dr. Charles Olke van der Plas, Gubernur Jawa Timur, culik diri ke Australia. Jenderal Ludolf Hendrik van Oyen, perwira Pasukan Peledak Kerajaan Belanda melarikan diri dan menghindari isterinya di Bandung. Tentara KNIL yang berjumlah sekitar 20.000 di Jawa nan tidak adv pernah melarikan diri ke Australia ditangkap dan dipenjarakan oleh tentara Jepang. Sementara itu cucu adam-orang Eropa lain dan juga warganegara Amerika Serikat, diinternir. Banyak juga penghuni sipil tersebut yang dipulangkan kembali ke Eropa.

Secara resmi Jepang telah menguasai Indonesia sejak tanggal 8 Maret 1942, momen Panglima Terala Pemerintah Hindia Belanda menyerah tanpa syarat di Kalijati, Subang. Jepang tanpa banyak menjumpai pertentangan yang berarti bertelur menduduki Indonesia. Bahkan, bangsa Indonesia menyandang kerelaan balatentara Jepang dengan perasaan senang, perasaan gembira dan disambut baik karena akan membebaskan bangsa Indonesia berbunga gari penjajahan bangsa Belanda.

  • 11 Maret – Perlawanan Aceh terbabit intern perkelahian dengan Belanda nan semenjana mengundurkan diri.
  • 12 Maret – Jepang mendarat di Peureulak, Kureng Raya, dan Sabang (Aceh).[23]
  • 12 Maret – Jepang tiba di Medan.[24]
  • 17 Maret – Jepang memasuki Kota Padang[25]
    [26]
    Soekarno, yang gagal diungsikan Belanda ke Australia karena kedatangan Jepang, untuk beberapa minggu suntuk di Sumatera Barat.[27]
    [25]
  • 28 Maret – Laskar Belanda terakhir di Sumatra menyerah di Kutatjane, di selatan Aceh.
    • Jepang melarang semua kegiatan politik dan semua organisasi yang ada. Volksraad dihapuskan. Alam sirah-putih-dramatis dilarang.
    • Tentara Ke-16 menguasai Jawa dan Madura (kwartir besar di Batavia/Jakarta); Tentara Ke-25 menguasai Sumatra (markas besar di Singapura. Tanggal 1 Mei 1943 mengimbit ke Bukittinggi); Armada Ekspedisi Daksina Ke-2 menguasai Indonesia timur (markas osean di Makassar).

April

Pada April 1942, sekitar 200 tentara Kongsi nan telah melarikan diri ke argo-bukit di Jawa Timur dan terus berperang, ditangkap maka itu Jepang di asal perintah Imamura. Mereka dikumpulkan dan dimasukkan ke kandang-kandang ternak berusul bambu, dibawa dengan kereta-kereta api mendelongop ke Surabaya, lampau dibawa ke laut dan dilemparkan ke ikan-ikan hiu, sementara masih subur di dalam kandang-kandang aur itu. Imamura dinyatakan bersalah atas kekejaman ini maka itu sebuah peradilan militer Australia setelah perang.

  • 7 April – Tiga orang personel Radio Hindia Belanda dihukum tenang karena memainkan lagu kebangsaan Belanda pada 18 Maret, pasca- menyerahnya Belanda.
  • 7 April – Jepang merebut Ternate.
    • ABDACOM dibubarkan. Inggris dan Amerika membagi tanggung jawab perang: Inggris akan mencoba kerjakan merebut kembali Malaya dan Sumatra serta Burma. Sisanya di Pasifik dan Indonesia menjadi tanggung jawab AS (yang berangkulan dengan Australia).
  • 19 April – Jepang merebut Hollandia (kini Jayapura).
  • 29 April – Jepang mewujudkan Gerakan 3A.

Mei

  • 9 Mei – Jepang menduduki Lombok.
  • 13 Mei – Jepang menduduki Sumbawa.
  • 16 Mei – Jepang menduduki Sumba.

Juni

  • 17 Juni – Pemerintah Belanda di pengungsian di London membentuk dewan konsultatif untuk urusan-urusan Hindia Belanda.

Juli

Pilihan satu-satunya yang dimiliki Soekarno dan Hatta adalah pura-jaring-jaring berkreasi seperti mana Jepang. Maksud akhirnya, sudah tentu, bukanlah untuk mendukung Jepang, melainkan untuk mendapatkan independensi lakukan Indonesia. Belakangan, Belanda yang kembali akan mencoba buat menuduh Soekarno sebagai kolaborator Jepang guna mendapatkan dukungan Inggris privat menghadapi republik Indonesia yang baru terbentuk.

Sjahrir mengarak propaganda di bawah tanah berusul flat yunda perempuannya di Cipanas, dekat Bogor. Kabar sering kali dan dengan diam-diam dibagikan Soekarno, yang mendapatkannya dari lingkaran dalam Jepang, dan Sjahrir.

  • Satuan sisa-sisa angkatan KNIL dikirim ke Kai, Aru dan Gugusan pulau Tanimbar.
  • Jepang mengumpulkan Soekarno, Hatta, dan Sjahrir di Jakarta.
  • Soekarno, Hatta, Sjahrir bertarung secara rahasia: Soekarno untuk mengumpulkan komposit cak bagi kemerdekaan, Hatta buat menangani hubungan-hubungan diplomatik, Sjahrir kerjakan mengkoordinasi kegiatan-kegiatan pangkal kapling.
  • Soekarno menyepakati ajuan Jepang kerjakan menjadi pemimpin pemerintah Indonesia, tetapi bertanggung jawab kepada militer Jepang.
  • 30 Juli – Jepang menduduki Kep. Kai dan Aru, pasca- beberapa perlagaan di Kai.
  • 31 Juli – Jepang merebut Kep. Tanimbar sejumlah perlagaan maka itu KNIL dan detasemen-detasemen Australia di Saumlaki.


Agustus, September, Oktober

  • 29 Agustus – Jepang berangkat memindahkan sejumlah pasukan dari Sumatra dan Jawa ke Kep. Solomon.
  • September, turunan-cucu adam Muslim Indonesia menolak untuk memberi khidmat kepada Paduka tuan Jepang di Tokyo. Kejadian di Sukamanah, Singaparna Tasikmalaya-Jawa Barat bukti konkret pertempuran tersebut. Haji Zaenal Mustafa menggotong senjata kepada Jepang walaupun kemudian berakibat ditumpas dan dia dihukum senyap di Ancol. Seumpama penghormatan, cap Haji Zaenal Mustafa menjadi jenama jalan terpenting di Tasikmalaya.
  • Oktober, Keberuntungan militer Jepang di Pasifik terhenti; para pengarah Jepang disuruh melebarkan sentimen-sentimen pro-Jepang di provinsi-wilayah penguasaan.
  • 16 Oktober – Tentara ke-16 Jepang mengirimkan angkatan-tentara paparazi ke Lombok, Sumba dan Timor.

Pada mulanya, manuver Jepang kedengaran seperti perbaikan dibandingkan dengan pemerintahan Belanda. Setelah itu, angkatan-pasukan Jepang mulai mencuri ki gua garba dan menangkapi orang bagi dijadikan pelaku momentum, sehingga pandangan bangsa Indonesia terhadap mereka mulai mentulmentul.

Militer Jepang menciptakan menjadikan tiga kesalahan osean terhadap bangsa Indonesia:

  1. kerja paksa: banyak lelaki Indonesia diambil dari tengah keluarga mereka dan dikirim hingga ke Burma bagi mengerjakan pekerjaan pembangunan dan banyak pekerjaan berat lainnya dalam kondisi-kondisi yang dulu buruk. Beribu-ribu orang sepi ataupun hilang.
  2. pemungutan pejaka: armada-armada Jepang dengan pejaka cekut makanan, pakaian dan bermacam ragam pasokan lainnya berpangkal keluarga-batih Indonesia, sonder menyerahkan tempuh. Hal ini menyebabkan kelaparan dan kesengsaraan semasa perang.
  3. perbudakan momentum terhadap perempuan: banyak perempuan Indonesia yang dijadikan “wanita penghibur” lakukan tentara-tentara Jepang.

Selain itu, Jepang menghambat banyak warga sipil Belanda di tangsi-kamp tahanan dalam kondisi-kondisi yang sangat buruk, dan memperlakukan tahanan perang militer di Indonesia dalam hal yang buruk juga.

Namun, kejahatan-karas hati perang di tempat yang habis serius pada kenyataannya tak seburuk dengan apa nan dilakukan di Tiongkok atau Korea puas waktu yang sekufu. Beberapa ketua, seperti misalnya Jenderal Hitoshi Imamura di Jawa, secara mangap dikritik di harian-koran Jepang karena sesak sabar. Bahkan ada sejumlah perwira Jepang nan menyesalkan dengan gagasan independensi Indonesia, dan yang bahkan memberikan dukungan mereka kepada gembong-biang kerok dan puak Indonesia, sebatas kepada Soekarno seorang.


November, Desember

  • November, Pemberontakan di Aceh diredam maka itu Jepang.
  • Jenderal Imamura digantikan oleh Jenderal Harada.
  • 7 Desember – Paduka tuan Wilhelmina berbunga kerajaan Belanda, di sengkeran berpidato menjanjikan perbaikan pergaulan pun dengan jajahan setelah perang radu.
  • 27 Desember – Jepang mengekspos kamp interniran mula-mula cak bagi perempuan Belanda di Ambarawa.

1943

  • Januari, Jepang menyirat Amir Sjarifuddin bikin mematahkan propaganda perlawanannya. Sjarifuddin dijatuhi hukuman mati, tetapi Soekarno mengintervensi dan membelanya atas logo pribadi.
  • 9 Februari – Jepang mengirim adendum pasukan ke Tanimbar, Kepulauan Kai dan Irian Barat.
  • 10 Februari – Gerilyawan Australia ditarik dari Timor Portugis setelah setahun berperang di n domestik hutan.
  • Maret –
    Rōmusha
    start di Pekanbaru lakukan pembangunan jalur kereta jago merah Pekanbaru-Muaro.
  • 9 Maret – Jepang membentuk Putera (Rahasia Tenaga Rakyat), sebuah sayap organisasi politik. Soekarno menjadi ketuanya, Hatta dan Bopeng Hadjar Dewantara salah satu anggotanya.
  • Jepang membuat sayap militer lokal, disebut Heiho bagi menjadi unit reguler Jepang. Tentara Heiho berasal Indonesia adalah koneksi antara sukarelawan dan milisi. Tentara Jepang membedakan perlakuan terhadap Heiho dan legiun Jepang.
  • 1 Mei – Markas Tentara Ke-25 di Singapura pindah ke Bukittinggi.
  • Juli – Jepang menjalin selingkung 1000 pejuang di Kalimantan Kidul
  • 7 Juli – Perdana Menteri Jepang Hideki Tojo menjanjikan pemerintahan otonomi terbatas bagi Indonesia n domestik pidatonya di Gambir.
  • 13 Agustus – Amerika memudahkan ofensif bom berusul Australi terhadap Balikpapan.
  • Jepang menginjak mengambil alih perladangan gula bikin menguasai produksi sakarosa. Para manajer Eropa dikirim interniran rumah tahanan. Di sekitar tahun ini, banyak Gereja Kristen Protestan didirikan oleh orang Indonesia setelah pendeta dan misionaris Belanda dikirim ke kamp interniran Jepang.
  • September, resistansi menimbangi Jepang berhasil ditumpas di Kalimantan Daksina dan Barat.
  • 8 September – Perintah bersumber Markas Ki akbar Militer Jepang di Saigon lakukan takhlik “Giyugun” (angkatan bersenjata lokal) di selama Asia Tenggara. Plong akhir peperangan, selingkung dua miliun orang Indonesia telah direkrut bakal menjadi Giyugun ataupun menjadi Heiho. Jepang merasa perlu merekrut cucu adam tempatan untuk pertahanan, karena tentara Jepang terus ditarik lakukan perang dengan Sindikat di Pasifik.
  • 3 Oktober – Jepang membuat Giyugun di Sumatra dan Jawa. Angkatan di Jawa disebut PETA (Pembela Lahan Air). Banyak tokoh yang terkumpul internal PETA, termasuk Soedirman dan Soeharto. Organisator kemandirian menganggap pelatihan militer tidak seperti itu mendukung manfaat Jepang dibanding ancang bakal kemungkinan kemerdekaan. Sreg pertengahan 1945, ada 120.000 pejuang terkumpul dalam Kar. Keramaian ini yang kemudian akan takhlik inti Angkatan Bersenjata Indonesia.[28]
  • 24 Oktober – Payung organisasi MIAI berganti merek menjadi Masyumi (Majelis Syurah Muslimin Indonesia).
  • Jepang mulai melancarkan kerja paksa terhadap penduduk desa (rōmusha), ribuan orang senyap dan hilang. Jepang mulai menjarah beras.
  • Brigade Angkatan Laut Belanda di pengasingan mulai pelatihan pada Camp Lejeune, North Carolina, dengan tujuan akhir merebut kembali Hindia Belanda.
  • 3 November – Hatta berpidato menghimbau orang Indonesia bakal bergabung dengan PETA.
  • 10 November – Soekarno, Hatta, dan Kyai Bagus Hadikusumo berangkat ke Tokyo kerjakan berpatut Kaisar Jepang. Ini adalah permulaan kali Soekarno bepergian ke luar wilayah.
  • Desember – Tentara Hizbullah dibentuk oleh Jepang, sebuah angkatan perang pemuda Orang islam nan berhubungan dengan Masyumi.

1944

  • Januari, Putera digantikan oleh Jawa Hokokai. Soekarno menjadi pemimpinnya.
  • 19 April – Kawan mengecong bandar di Sabang, Aceh.
  • 22 April – Sekutu mengatasi Hollandia (sekarang Jayapura).
  • 9 Mei – Pejabat Jepang memutuskan memencilkan Irian Barat.
  • 17 Mei – Terjangan peledak Serikat dagang di Surabaya.
  • 21 Mei – Tentara Amerika mendarat di Biak.
  • 4 Juni – Jepang melincirkan serangan balik ke Biak.
  • Agustus, Pasukan Biang keladi yang dibentuk oleh sayap pemuda Jawa Hokokai (setelah kemerdekaan ki beralih cap menjadi Barisan Baluwarti).
  • 11 Agustus – Gempuran udara Sekutu di Palembang.
  • 28 Agustus – Ambon encer lantak akibat terjangan udara Maskapai.
  • 7 September – Jenderal Koiso menjanjikan Indonesia akan merdeka kerumahtanggaan waktu yang tidak lama lagi.
  • 8 September – tentara Amerika berhasil mengusir Jepang dari Biak.
  • 15 September – Serikat dagang mendarat di Morotai. Kekuasaan Jepang berangkat mengorganisir dewan regional (dengan kekuasaan ibarat penasihat saja).
  • Oktober, laskar Australia mulai memudahkan serangan bom ke Balikpapan. Jepang mengorganisir sebuah Dewan Penasehat Pusat, serupa dengan Volksraad, namun tanpa pengaturan legislatif.
  • November, Gubernur Militer Kumashaki Harada digantikan oleh Shigeichi Yamamoto. Pakubuwono XII menjadi Susuhunan Surakarta.

1945

Peristirahatan terakhir Kalibanteng, tempat dimakamkannya banyak warga sipil Belanda yang meninggal di rumah tahanan pengasingan Jepang.

Januari-April

  • 14 Februari – laskar Peta di Blitar menyerang pakus senjata Jepang.
  • 1 Maret – Jasmani Penyelidik Propaganda Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), sebuah komite bikin mempersiapkan Kemerdekaan Indonesia, diumumkan pembentukannya makanya Jepang. Anggota-anggotanya antara lain Soekarno, Hatta, Wahid Hasyim, dan enggak-lain. Pemimpinnya merupakan Dr. Radjiman Wedyodiningrat.
  • April, Laksamana Maeda, pimpinan intelijen Angkatan Laut di Indonesia, mendukung perjalanan syarah keliling Soekarno dan Hatta ke Makassar.
  • 30 April – Tentara Australia dan Belanda mendarat di Tarakan.

Mei

  • 3 Mei – Gerilyawan Aceh menyerang pos Jepang di Pandrah, berhasil menjagal seluruh bala Jepang.
  • 29 Mei – Diselenggarakan sidang permulaan BPUPKI yang berlangsung hingga 1 Juni. Soepomo berceramah akan halnya integrasi kewarganegaraan dan melawan individualisme perorangan. Muhammad Yamin mengusulkan bahwa negara plonco tersebut juga sekaligus mengklaim Sarawak, Sabah, Malaya, Timor Portugis, dan seluruh negeri Hindia Belanda sebelum perang. Yamin kembali mengajurkan bahwa Indonesia baru harus mengabaikan hukum internasional dan mendeklarasikan semua kewedanan samudra antara pulau-pulau sebagai perairan teritorial. Kontroversi terus berlanjut di antara peserta sidang BPUPKI mengenai aturan Islam intern Indonesia yang baru.

Juni

  • Maeda kondusif perjalanan Soekarno dan Hatta ke Bali dan Banjarmasin untuk berkhotbah.
  • 1 Juni – Soekarno mengklarifikasi mengenai doktrin “Pancasila” di depan BPUPKI.
  • 10 Juni – Pasukan Australia mendarat di Brunei, tentara Belanda mendarat di Sumatra Lor.
  • 22 Juni – Sebuah komisi khusus dipimpin Soekarno dibentuk buat memecahkan pertikaian atas peran Islam dalam Republik yang baru, dan sepakat dengan menyumbangkan bahasa kompromi, yang kemudian dikenal seumpama Tindasan Jakarta. Bahasa kompromi ini menyebutkan bahwa hanya nan beragama Islam yang diwajibkan kerjakan menirukan Hukum Islam.
  • 24 Juni – Legiun Sekutu mendarat di Halmahera.

Juli

  • Militer Jepang mengadakan pertemuan di Singapura. Merencanakan pengalihan kekuasaan Indonesia kepada didikan pejuang kemerdekaan Indonesia.
  • 1 Juli – Laskar Australia memintasi Balikpapan, pesawat Amerika melibas bom di Watampone.
  • 8 Juli – Sekolah Jenjang Selam didirikan di Jakarta (sekarang menjadi Perserikatan Selam Indonesia (UII)) nan berpusat di Yogyakarta seiring perpindahan ibu kota Indonesia ke Yogyakarta saat Agresi Militer Belanda ke-II)
  • 10 Juli-17 Juli – Diselenggarakan sidang kedua BPUPKI untuk membincangkan rancangan undang-undang radiks untuk Indonesia. Hatta melakukan kritik terhadap pernyataan Yamin, dan mengajurkan Irian Barat mudah-mudahan tidak dimasukkan ke dalam Indonesia. Soekarno mendukung Yamin. Haji Agus Salim menyarankan kiranya rakyat yang berada di sumber akar arena supremsi Inggris dan Portugis dapat mengidas apakan akan menyatu dengan Indonesia alias enggak. Mayoritas anggota memilih bahwa Indonesia harus menjaringkan Malaya, Sarawak, Sabah dan Timor Portugis, seluruh area Hindia Belanda sebelum perang.
  • 11 Juli – Amerika melancarkan serangan peledak di Sabang.

Perian menjelang Kemerdekaan RI

  • Pada 6 Agustus 1945, 2 pangkalan atom dijatuhkan ke dua kota di Jepang, Hiroshima dan Nagasaki oleh Amerika Serikat. Ini menyebabkan Jepang tunduk kepada Amerika Konsorsium dan sekutunya. Momen ini lagi dimanfaatkan oleh Indonesia bikin memproklamasikan kemerdekaannya.
  • 7 Agustus – BPUPKI menoleh nama menjadi PPKI (Panitia Langkah Independensi Indonesia).
  • Lega 9 Agustus 1945 Soekarno, Hatta dan Radjiman Wedyodiningrat diterbangkan ke Vietnam kerjakan bertemu Marsekal Terauchi. Mereka dikabarkan bahwa pasukan Jepang sedang menuju fasad tetapi Jepang menginginkan kemerdekaan Indonesia pada 24 Agustus.
  • Sementara itu, di Indonesia, Sutan Syahrir telah mendengar berita adv amat radio puas copot 10 Agustus 1945, bahwa Jepang sudah lalu menyerah kepada Sekutu. Para pejuang bawah persil bersiap-siap memproklamasikan kemerdekaan RI, dan menolak bentuk independensi yang diberikan laksana kasih Jepang. Ketika Soekarno, Hatta dan Radjiman juga ke tanah air pada tanggal 14 Agustus 1945, Syahrir mendesak agar Soekarno buru-buru memproklamasikan kemerdekaan. Namun Soekarno belum yakin bahwa Jepang memang sudah lalu menunduk, dan mualamat kemerdekaan RI detik itu dapat menimbulkan pertumpahan darah yang besar, dan dapat berbuntut dulu fatal kalau para pejuang Indonesia belum siap.
  • 15 Agustus – Jepang menyerah kepada Sekutu. Barisan dan Pasukan Laut Jepang masih berwajib di Indonesia karena Jepang telah bertaki akan melawan pengaturan di Indonesia ke tangan Belanda.
  • Para cowok pejuang, termasuk Chaerul Alim, nan terpumpun dalam operasi bawah tanah kehilangan ketabahan, dan pada dini tahun sungkap 16 Agustus 1945 mereka menculik Soekarno dan Hatta, dan membawanya ke Rengasdengklok, yang kemudian tenar sebagai hal Rengasdengklok. Di sini, mereka pula meyakinkan Soekarno bahwa Jepang mutakadim menyerah dan para pejuang telah siap lakukan melawan Jepang, apa pun akibatnya.

Malam harinya, Soekarno dan Hatta lagi ke Jakarta, berdapat Jenderal Moichiro Yamamoto dan inap di kediaman Laksamana Muda Maeda Tadashi. Dari komunikasi antara Hatta dan ajun komandan Jepang di Jawa ini, Soekarno dan Hatta menjadi yakin bahwa Jepang telah tunduk kepada Maskapai, dan tidak memiliki kewenangan lagi untuk memberikan kemerdekaan.

  • Mengerti bahwa makrifat minus pertumpahan darah mutakadim bukan kali lagi, Soekarno, Hatta dan anggota PPKI lainnya malam itu juga rapat dan menyiapkan wacana Kenyataan yang kemudian dibacakan pada pagi hari terlepas 17 Agustus 1945.

Barisan Ajuster Tanah Air, keramaian muda ekstrem, dan rakyat Jakarta mengorganisasi pertahanan di kediaman Soekarno. Selebaran kemudian dibagi-bagikan weduk tentang pengumuman pengumuman kemerdekaan. Adam Malik juga mengirim pesan singkat makrifat Proklamasi ke luar distrik.

SesudahKemerdekaan

18 Agustus – PPKI takhlik sebuah pemerintahan sementara dengan Soekarno sebagai Presiden dan Hatta sebagai Duta Presiden. Akta Jakarta nan mengegolkan perkenalan awal “Selam” di dalam sila Pancasila, dihilangkan berusul mukadimah konstitusi nan baru.

Republik Indonesia nan baru lahir ini terdiri 8 provinsi: Sumatra, Kalimantan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi, Maluku, dan Sunda Kerdil.

Sreg 22 Agustus Jepang mengumumkan mereka takluk di depan publik di Jakarta. Jepang melucuti senjata mereka dan membuyarkan Peta Dan Heiho. Banyak anggota kelompok ini yang belum mendengar tentang independensi.

23 Agustus – Soekarno mengirimkan wanti-wanti radio permulaan ke seluruh negeri Indonesia. Jasmani Keamanan Rakyat, angkatan bersenjata Indonesia yang pertama start dibentuk dari kancah anggota Denah dan Heiho. Beberapa hari sebelumnya, sejumlah batalion PETA telah diberitahu bagi melagak diri.

29 Agustus – Rancangan konstitusi bentukan PPKI yang mutakadim diumumkan sreg 18 Agustus, ditetapkan sebagai UUD 45. Soekarno dan Hatta secara jamak diangkat menjadi Kepala negara dan Wakil Presiden. PPKI kemudian berubah nama menjadi KNIP (Komite Nasional Indonesia Rahasia). KNIP ini adalah tulangtulangan provisional nan bertugas sebatas pemilu dilaksanakan. Pemerintahan Republik Indonesia nan baru, Kabinet Presidensial, mulai bertugas puas 31 Agustus.

Sekutu

Sesuai dengan perjanjian Wina pada hari 1942, bahwa negara-negara sekutu bersepakat untuk mengembalikan daerah-wilayah yang kini diduduki Jepang pada pemilik koloninya sendirisendiri bila Jepang bertelur diusir terbit daerah pendudukannya.

Menurut Sekutu sebagai pihak yang memenangkan Perang Dunia II, Lord Mountbatten bak Kepala Tertinggi Sindikat di Asia Tenggara adalah orang yang diserahi barang bawaan jawab kekuasaan atas Sumatra dan Jawa. Barisan Australia diberi tanggung jawab terhadap Kalimantan dan Indonesia bagian Timur.

Plong 23 Agustus 1945 bala Belanda mendarat di Sabang, Aceh.

15 September 1945, tentara sindikat tiba di Jakarta, kamu didampingi Dr Charles van der Plas, wakil Belanda sreg Konsorsium. Kehadiran tentara serikat dagang ini, diboncengi NICA (Netherland Indies Civil Administration – tadbir sipil Hindia Belanda) yang dipimpin maka dari itu Dr Hubertus J van Mook.

Dampak Pendudukan Jepang Kerumahtanggaan Berbagai Aspek Kehidupan Bangsa Indonesia

Aspek Ketatanegaraan

Ketatanegaraan pertama yang dilakukan Dai Nippon (大日本、だいにっぽん、Jepang Raya) yaitu melarang semua rapat dan kegiatan garis haluan. Pada terlepas 20 Maret 1942, dikeluarkan regulasi nan membuyarkan semua organisasi strategi dan semua susuk perkumpulan. Pada tanggal 8 September 1942 dikeluarkan UU no. 2 Jepang menguasai seluruh organisasi nasional.

Selain itu, Jepang kembali berbuat propaganda untuk menarik simpati nasion Indonesia dengan cara:

  • Menganggap Jepang ibarat saudara tua bangsa Asia (Hakko Ichiu)
  • Memudahkan semboyan 3A (Jepang nur Asia, Jepang pelindung Asia, Jepang pemimpin Asia)
  • Melancarkan timbang rasa lewat pendidikan berbentuk beasiswa pelajar.
  • Menarik simpati umat Islam untuk naik haji
  • Menarik timbang rasa organisasi Selam MIAI.
  • Melancarkan politik dumping
  • Mengajak untuk bergabung tokoh-tokoh perjuangan Nasional sama dengan: Ir. Soekarno, Drs. M. Hatta serta Sutan Syahrir, dengan cara mengkhususkan gembong tersebut dari penahanan Belanda.

Selain usaha, Jepang pun melakukan berbagai tindakan positif berupa pembentukan badan-awak kerjasama seperti berikut:

  • Putera (Pusat Tenaga Rakyat) dengan tujuan memburas kaum Nasionalis sekuler dan akademikus hendaknya menyerahkan tenaga dan pikirannya untuk mengabdi kepada Jepang.
  • Jawa Hokokai (Himpunan kebaktian Jawa) yaitu organisasi kancing dan terdiri dari bineka diversifikasi profesi (mantri, pendidik, kebaktian wanita pusat dan firma).

Penerapan sistem Autarki (daerah nan harus menyempurnakan kebutuhan koteng dan kebutuhan perang). Sistem ini diterapkan di setiap wilayah ekonomi. Contoh Jawa menjadi 17 daerah, Sumatra 3 daerah, dan Meinsefu (daerah yang diperintah Angkatan Laut) 3 negeri.

Setelah penyerahan kekuasaan dari Belanda kepada Jepang di Kalijati maka seluruh kawasan Hindia Belanda menjadi 3 daerah pemerintahan militer:

  • Daerah Jawa dan Madura dikuasai oleh Tentara Ke-16 (第十六軍、だいじゅうろくぐん、Dai Jūroku Gun) nan dijuluki dengan Osamu (治、おさむ) dengan markas di Batavia (Jakarta).
  • Kawasan Sumatra dikuasai makanya Angkatan Ke-25 (第二十五軍、だいにじゅうごぐん、Penyeru Nijūgo Gun) yang dijuluki dengan Tomi (富、とみ) dengan kwartir di Singapura (rontok 1 Mei 1943 pindah ke Bukittinggi).[29]
  • Kawasan Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua dikuasai oleh Barisan Ekspedisi Selatan Ke-2 (第二南遣艦隊、だいになんけんかんたい、Dai Ni Nanken Kantai) dengan kwartir di Makassar.

Selain kebijakan politik di atas, pemerintah Militer Jepang lagi mengamalkan perubahan n domestik birokrasi pemerintahan, diantaranya adalah pembentukan organisasi pemerintahan di tingkat pokok dengan membentuk Departemen dan pembentukan
Cou Sang In/dewan penasehat. Untuk mempermudah penapisan dibentuk tiga pemerintahan militer yakni:

  • Pembentukan Angkatan Darat/Gunseibu, membawahi Jawa dan Madura dengan Batavia sebagai kiat dan dikenal dengan legiun ke enam belas dipimpin oleh Hitoshi Imamura.
  • Pembentukan Angkatan Darat/Rikuyun, yang membawahi Sumatra dengan kunci Bukit Hierarki (Sumatra Barat) yang dikenal dengan tentara ke dua puluh lima dipimpin oleh Jendral Tanabe.
  • Pembentukan Pasukan Laut/Kaigun, yang membawahi Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Irian dengan pusatnya Ujung Pandang (Makasar) yang dikenal dengan Tentara Selatan ke dua dengan nama Minseifu dipimpin Laksamana Maeda.

Bikin kedudukan pemerintahan militer sementara idiosinkratis Asia Tenggara berpusat di Dalat/Vietnam.

Aspek Ekonomi dan Sosial

Pada kedua aspek ini, Ia akan menemukan bagaimana praktik pemakaian ekonomi dan sosial nan dilakukan Jepang terhadap bangsa Indonesia dan Anda bisa membandingkan dampak ekonomi dan sosial dengan dampak taktis dan birokrasi. Hal-kejadian yang diberlakukan dalam sistem kontrol ekonomi pemerintah Jepang merupakan sebagai berikut:

  • Kegiatan ekonomi diarahkan bagi kekuatan perang maka seluruh potensi mata air ki akal alam dan target plonco digunakan untuk industri yang mendukung mesin perang. Jepang menyita seluruh hasil perkebunan, pabrik, Bank dan perusahaan terdepan. Banyak kapling pertanian yang terbengkelai akibat titik pelik politik difokuskan lega ekonomi dan pabrik perang. Kondisi tersebut menyebabkan produksi jenggala melandai dan kelaparan serta kemiskinan meningkat tajam.
  • Jepang menerapkan sistem pengawasan ekonomi secara hati-hati dengan sanksi pelanggaran nan sangat pelik. Sensor tersebut diterapkan pada penggunaan dan peredaran repih-repih persediaan produk. Pengendalian harga cak bagi mencegah meningkatnya harga komoditas. Sensor perkebunan teh, kopi, karet, tebu dan sambil memonopoli penjualannya. Pembatasan teh, dokumen dan tembakau, karena tidak sekalian berkaitan dengan kebutuhan perang. Monopoli tebu dan gula, pemaksaan menanam tanaman jarak dan kapas plong lahan pertanian dan perladangan negatif tanah.
  • Menerapkan sistem ekonomi perang dan sistem autarki (memenuhi kebutuhan area koteng dan mencium kegiatan perang). Konsekuensinya tugas rakyat beserta semua khazanah dikorbankan bikin kepentingan perang. Peristiwa ini jelas amat menyengsarakan rakyat baik bodi maupun material.

Pada tahun 1944, kondisi taktis dan militer Jepang mulai terdesak, sehingga tuntutan akan kebutuhan bahan-objek perang makin meningkat. Untuk mengatasinya pemerintah Jepang mengadakan aksi penyerahan bahan jenggala dan barang secara osean-besaran melangkaui Jawa Hokokai dan Nagyo Kumiai (koperasi pertanian), serta instansi resmi pemerintah. Dampak dari kondisi tersebut, rakyat dibebankan menyerahkan korban makanan 30% cak bagi pemerintah, 30% bikin kapuk desa dan 40% menjadi peruntungan pemiliknya. Sistem ini menyebabkan kehidupan rakyat semakin sulit, gairah kerja menurun, kekurangan pangan, vitamin abnormal, ki aib mewabah melanda hampir di setiap desa di pulau Jawa salah satunya: Wonosobo (Jateng) biji mortalitas 53,7% dan untuk Purworejo (Jateng) angka kematian menjejak 224,7%. Boleh Ia bayangkan bagaimana beratnya penderitaan nan dirasakan bangsa Indonesia plong musim Jepang (malar-malar rakyat dipaksa makan makanan hewan seperti keladi gatal, bekicot, umbi-umbian).

Aspek Hidup Militer

Pada aspek militer ini, Sira akan mengetahui bahwa badan-badan militer yang dibuat Jepang semata-mata karena kondisi militer Jepang yang semakin terdesak intern perang Pasifik.

Memasuki masa kedua pendudukannya (1943), Jepang semakin intensif mengolah dan melatih pemuda-pemuda Indonesia di bidang militer. Peristiwa ini disebabkan karena situasi di medan perkelahian (Asia – Pasifik) semakin menyulitkan Jepang. Tiba terbit pukulan Maskapai pada pertempuran laut di Midway (Juni 1942) dan sekitar Laut Karang (Agustus ’42 – Februari 1943). Kondisi tersebut diperparah dengan jatuhnya Guadalacanal yang merupakan basis kekuatan Jepang di Pasifik (Agustus 1943).

Situasi di atas membuat Jepang melakukan konsolidasi kekuatan dengan menghimpun kepentingan berpokok kalangan cowok dan pelajar Indonesia sebagai tenaga potensial yang akan diikutsertakan internal perlagaan menghadapi Perkongsian.

Dampak Berwujud dan Negatif Pendudukan Jepang di Indonesia

Perian Pemilikan Jepang di Indonesia adalah perian nan dulu berpengaruh untuk perkembangan Indonesia, selain itu erat tidak adanya tantangan yang berarti kepada Belanda sebelumnya. Dalam masanya nan singkat itu, Jepang membawa dampak yang positif dan juga mengapalkan dampak yang subversif untuk bangsa Indonesia pada rata-rata. Pada galibnya kebanyakan beranggapan masa pendudukan Jepang adalah tahun-masa yang mendung dan munjung penderitaan. Akan tetapi tidak semuanya itu benar, ada beberapa kebijakan pemerintah pendudukan Jepang yang memberikan dampak positif, terutama dalam pembentukan nasionalisme Indonesia dan pelatihan militer bagi cowok Indonesia.

Dampak Positif Aneksasi Jepang

Tak banyak yang mengerti tentang dampak positifnya Jepang menduduki Indonesia. Ada pun dampak berwujud nan boleh dihadirkan antara enggak:

  • Diperbolehkannya bahasa Indonesia untuk menjadi bahasa komunikasi nasional dan menyebabkan bahasa Indonesia dikukuhkan sebagai bahasa nasional.
  • Jepang kondusif semangat berlawanan-Belanda, sehingga mau tidak mau ikut membantu semangat semangat kebangsaan Indonesia. Antara tak menolak kontrol-dominasi Belanda, misalnya perubahan nama Batavia menjadi Jakarta.
  • Bagi mendapatkan dukungan rakyat Indonesia, Jepang membidik pemimpin nasional Indonesia seperti Soekarno dengan harapan agar Soekarno mau mendukung Jepang memobilisasi rakyat Indonesia. Pengakuan Jepang ini mengukuhkan posisi para penasihat nasional Indonesia dan memasrahkan mereka kesempatan memimpin rakyatnya.
  • Dalam latar ekonomi, didirikannya
    Kumyai
    yaitu koperasi nan bertujuan lakukan kepentingan bersama.
  • Mendirikan sekolah-sekolah seperti SD 6 hari, SMP 3 tahun, dan SMA 3 hari.
  • Pembentukan jenjang masyarakat sebatas tingkat paling asal adalah rukun tetangga (RT) atau
    Tonarigumi
  • Diperkenalkan suatu sistem baru bagi pertanian adalah
    line system
    (sistem pengaruh berhuma secara efisien) nan bertujuan cak bagi meningkatkan produksi pangan.
  • Dibentuknya BPUPKI dan PPKI lakukan mempersiapkan kemandirian Indonesia. Pecah sini muncullah ide Pancasila.
  • Jepang membuat programa latihan dan mempersenjatai jejaka-pemuda Indonesia demi maslahat Jepang. Dan oleh para pemuda Indonesia, keadaan ini dijadikan modal untuk berperang menghadapi Jepang nantinya, serta menimpali kembalinya pemerintah kolonial Belanda.
  • Kerumahtanggaan pendidikan dikenalkannya sistem Nipon-sentris dan diperkenalkannya kegiatan upacara dalam sekolah.

Dampak Subversif Pendudukan Jepang

Selain membawa dampak positif, Jepang pula membawa dampak negatif yang asing biasa antara lain:

  • Penghapusan semua puak dan pranata sosial warisan Hindia Belanda nan sememangnya banyak diantaranya yang bermanfaat bagi kemajuan ilmu pesiaran, sosial, ekonomi, dan kesentosaan warga.
  • Rōmusha, mobilisasi rakyat Indonesia (terutama penduduk Jawa) bakal kerja paksa dalam kondisi nan enggak manusiawi.
  • Penghimpunan segala sumber daya sebagaimana syal, jenggala, logam, dan minyak demi kepentingan perang makanya Jepang. Akibatnya, banyak rakyat yang menderita kelaparan.
  • Ketegangan ekonomi yang sangat parah karena penyegelan uang pendudukan secara besar-jumlah sehingga menyebabkan terjadinya inflasi.
  • Kebijakan
    self sufficiency
    (kawasan mandiri) yang menyebabkan terputusnya hubungan ekonomi antar provinsi.
  • Strategi fasis pemerintah militer Jepang yang menyebar polisi khusus dan intelijen di galangan rakyat sehingga menimbulkan keseraman. Pemerintah Jepang bebas merebeh hak asasi turunan dengan menginterogasi, menangkap, bahkan menghukum tenang siapa saja yang dicurigai maupun dituduh ibarat ain-mata ataupun anti-Jepang tanpa proses pegadilan.
  • Pembatasan pers sehingga bukan cak semau pers yang independen, semuanya di asal pengawasan Jepang.
  • Terjadinya kekacauan situasi dan kondisi keamanan nan parah sebagai halnya maraknya peroncean, pemerkosaan dan tidak-lain.
  • Pelarangan terhadap buku-gerendel berbudi Belanda dan Inggris nan menyebabkan pendidikan nan lebih tangga terasa mustahil.
  • Banyak master-guru yang dipekerjakan sebagai pejabat-ketua pada masa itu yang menyebabkan kemunduran standar pendidikan secara tajam.

Referensi


  1. ^


    Ishak, Muhammad (Maret 2012). “Sistem Penjajahan Jepang di Indonesia”.
    Jurnal Terobosan.
    9
    (1): 6. ISSN 1693-9034.





  2. ^

    Gin 2011, hlm. 26.

  3. ^

    Hillstrom 2009, hlm. 34.
  4. ^


    a




    b




    Aswab Nanda Pratama. “Serangan Pearl Harbor, Peristiwa yang Memungkirkan Sejarah Mayapada… Halaman all”.
    KOMPAS.com
    . Diakses tanggal
    2020-08-29
    .





  5. ^


    “The Kingdom of the Netherlands Declares War with Japan”.
    ibiblio.org
    . Diakses tanggal
    2020-08-29
    .





  6. ^


    Zulkarnain (2015). “Dinamika mazhab Shafi’i dengan kaidah Aceh: Eksplorasi tentang praktik mazhab dikalangan tokoh agama”.
    Jurnal Wacana Hukum Selam dan Kemanusian Ijtihad.
    15
    (2): 11. doi:10.18326/ijtihad.v15i2.159-176.





    [
    pranala nonaktif permanen
    ]



  7. ^


    Indriyani, Yayuk (Propaganda Jepang Dalam Majalah Soeara Moeslimin Indonesia Tahun 1944-1945). “Juli 2016”.
    e-journal Pendidikan Rekaman AVATARA.
    4
    (2): 14.





  8. ^


    Mawardi, Kholid (Juli 2008). “Kolaborasi Manifestasi Komunikasi “Kiai Kampoeng”: Komunikasi Politik Kiai NU Masa Perebutan Jepang”.
    Jurnal Dakwah dan Konunikasi KOMUNIKA.
    2
    (2): 4.





  9. ^


    “Zainal Moestafa, K.H”.
    IKPNI
    (internal bahasa Inggris). Diakses sungkap
    2020-08-18
    .





  10. ^


    Iryana, Wahyu (19 Agustus 2016). “Protes Sosial Pekebun Indramayu Perian Pendudukan Jepang (1942-1945)”
    (PDF).
    Patanjala.
    8
    (3): 2.





  11. ^


    agtvnews (2020-02-14). “Jejak Pemberontakan PETA di Blitar”.
    AGTVnews.com
    . Diakses tanggal
    2020-08-23
    .





  12. ^


    “Menteri Pertahanan yang Hilang”.




  13. ^

    Lumintang et al. 1997, hlm. 67-68.

  14. ^


    Materay, Bernarda; Wabisay, Yan Dirk (2020-07-01). “PERTUMBUHAN Nasionalisme INDONESIA DI KALANGAN Orang PAPUA 1963–1969 GROWTH OF INDONESIA NATIONALISM AMONG THE PAPUANS 1963–1969”.
    Awam Indonesia.
    45
    (1): 1–18. doi:10.14203/jmi.v45i1.883. ISSN 2502-5694. Diakses sungkap
    2022-06-25
    .





  15. ^

    Chauvel 2005, hlm. 70-71.
  16. ^


    a




    b




    Arya W. Wirayuda (2020-01-07).
    KOTA DAN JEJAK AKTIVITAS Kebudayaan. Airlangga University Press. hlm. 57–58. ISBN 978-602-473-075-8.





  17. ^


    Batara Richard Hutagalung (2001).
    10 November ’45: mengapa Inggris membom Surabaya? : analisis rataan belakang agresi militer Inggris. Yayasan Persahabatan 10 November ’45. hlm. 68. ISBN 978-979-9437-35-8.





  18. ^


    Hutagalung, Batara R. (2010-01-01).
    Serangan Mahajana 1 Maret 1949 internal Kaleidoskop Ki kenangan Bantahan Mempertahankan Kebebasan Indonesia. Lkis Pelangi Aksara. ISBN 978-979-1283-94-6.





  19. ^


    Suyono, R. P. (2005).
    Syahwat dan kekerasan puas zaman kolonial: penelusuran kepustakaan sejarah. Gramedia Widiasarana Indonesia. ISBN 978-979-759-071-0.





  20. ^


    “9 Maret 1942, Akhir Penjajahan Belanda di Bumi Nusantara”.
    Republika Online. 2018-01-01. Diakses tanggal
    2020-08-29
    .





  21. ^



    Album Kebangkitan Nasional Daerah Sumatera Barat. Direktorat Jenderal Kebudayaan. 1978. hlm. 166.





  22. ^


    Nibras Nada Nailufar. “Perjanjian Kalijati, Momen Belanda Serahkan Indonesia ke Jepang Halaman all”.
    KOMPAS.com
    . Diakses tanggal
    2020-08-29
    .





  23. ^



    Sejarah Kewedanan Propinsi Distrik Tersendiri ACEH.
    Proyek Penelitian dan Inventarisasi Kebudayaan. Direktorat Jenderal Kebudayaan. 1977. hlm. 148–149.





  24. ^



    Gubernur Sumatera dan para gubernur Sumatera Utara. Jasmani Perpustakaan dan Pertinggal Area, Propinsi Sumatera Utara. 2006. hlm. 8.




  25. ^


    a




    b





    Dari pemberontakan ke integrasi Sumatra Barat dan ketatanegaraan Indonesia, 1926-1998. Yayasan Obor Indonesia. ISBN 978-979-461-519-5.





  26. ^


    Ahmad Husein (1991).
    Album persangkalan independensi R.I. di Minangkabau/Riau, 1945-1950. Fisik Pemurnian Album Indonesia-Minangkabau. hlm. 43. ISBN 978-979-405-127-6.





  27. ^


    Fatimah, Siti (2007).
    Bgd. Azizchan, 1910-1947: pahlawan nasional dari Kota Padang. Universitas Negeri Padang, PKSBE. hlm. 54. ISBN 978-979-3458-14-4.





  28. ^


    “Indonesia – Japanese occupation”.
    Encyclopedia Britannica
    (kerumahtanggaan bahasa Inggris). Diakses tanggal
    2020-08-20
    .





  29. ^


    Kahin, Audrey Richey (2005).
    Pecah Pemberontakan ke Integrasi: Sumatra Barat dan Strategi Indonesia, 1926–1998. Yayasan Obor Indonesia. hlm. 136. ISBN 979-461-519-6.




Pranala luar

  • (Inggris)
    Sidang dengan Bung Karno @ YouTube.com
  • (Jepang)
    The Heroes of Indonesia @ YouTube.com
  • (Jepang)
    Japanese Samurai in Indonesia @ YouTube.com

Daftar pustaka

  • Hillstrom, Laurie Collier (2009).
    The Attack on Pearl Harbor (Defining Moments). United States of America: Omnigraphics Inc. hlm. 34. ISBN 9780780810693.



  • Gin, Ooi Keat (2011).
    The Japanese Occupation of Borneo,1941-45 (Routledge Studies in the Modern History of Asia). London: Routledge. hlm. 26. ISBN 978-0-203-85054-1.





Hal Yang Dilakukan Belanda Setelah Kalah Dari Jepang Adalah

Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Nusantara_%281942%E2%80%931945%29

Baca juga:   Kapan Anime Darling in the Franxx Season 2 Rilis