Hasil Analisis Data Penelitian Dapat Digunakan Untuk

By | 13 Agustus 2022

Hasil Analisis Data Penelitian Dapat Digunakan Untuk.

Amatan Data Dasar (Research Methodology)

Pada topik — 9 ini akan dijelaskan dengan rinci apa yang dimaksud dengan kajian data hasil investigasi. Analisis dasar terdiri bermula analisis deskriptif dan analisis inferensia. Analisis deskriptif biasanya peneliti menampilkan secara visual hasil penelitian baik melalui rencana, grafik, atau tabel. Sedangkan untuk kajian inferensia lebih ditekankan kepada pengujian postulat.

N domestik penajaman kualitatif, analisis data yakni kegiatan sesudah data dikumpulkan bersumber seluruh responden. Kegiatan dalam analisis data adalah

  • Mengelompokkan data berdasarkan plastis dan jenis responden
  • Mentabulasi data berdasarkan variabel berasal seluruh responden
  • Menyuguhkan data dari tiap lentur yang diteliti
  • Melakukan perhitungan kerjakan menjawab rumusan komplikasi
  • Mengamalkan perhitungan buat menguji dugaan yang sudah lalu diajukan

Teknik amatan data dalam penelitian kuantitatif menunggangi statistik. Terdapat dua perangkaan buat analisis yaitu :

Statistik Deskriptif

Yaitu statistik yang digunakan untuk analisa data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data nan telah terkumpul seperti mana adanya tanpa terserah tujuan membuat kesimpulan untuk rampatan.

Bilang keadaan yang boleh dilakukan adalah penyajian data menerobos tabel, grafik, tabulasi lingkaran (pie chart), pictogram, perincian modus, median, mean (pengukuran tendensi rahasia), desil, persentil, taksiran penyebaran data melalui perhitungan rata-rata dan kriteria deviasi, perhitungan prosentase.Boleh pun dilakukan analisis korelasi antar variabel, analisis regresi atau membandingkan dua poin galibnya sampel/populasi.

Statistik Inferensial

Yaitu statistik yang digunakan untuk menganalisis data sampel dan balasannya diberlakukan buat populasi.

Statistik ini sekata digunakan jika sampel diambil plong populasi yang jelas dan pengambilan sampel secara sembarang.Sering disebut perangkaan induktif atau statistik probabilitas karena inferensi yang diberlakukan pada populasi berdasarkan pada data percontoh dan kebenarannya bersifat prospek (kita kenal disini tafar signifikansi dan interval ajudan).

Baca juga:   Cara Membuat Piring Dari Tanah Liat

Disini terjadi pengujian denotasi dari suatu amatan yang biasanya didasarkan pada grafik seperti tabel-cakrawala untuk uji-t dan tabulasi-F lakukan uji-F (dapat digunakan instrumen tolong lainnya sebagai halnya MS — Excel).
Statistik inferensial terbagi atas dua yaitu perangkaan parametrik dan statistik nonparametrik. Dimana statistik parametrik diperlukan terpenuhinya banyak asumsi terutama berdistribusi sah, padahal statistik nonparametrik tidak demikian.

Macam-macam Komplet Diagram

  1. Grafik Garis (line chart)

Penyajian data statistik dengan memperalat diagram berbentuk garis harfiah disebut grafik garis lurus ataupun diagram garis. Diagram garis biasanya digunakan buat menyajikan data statistik yang diperoleh berdasarkan pengamatan terbit waktu ke waktu secara berurutan.

Sumbu X menunjukkan waktu-waktu pengamatan, sedangkan sumbu Y menunjukkan nilai data pengamatan lakukan suatu hari tertentu. Kumpulan waktu dan pengamatan membentuk bintik-titik pada bidang XY, selanjutnya kolom berpunca tiap dua titik yang berdekatan tadi dihubungkan dengan garis harfiah sehingga akan diperoleh tabulasi garis atau grafik garis. Grafik garis alias diagram garis dipakai kerjakan menggambarkan data berkala. Grafik garis bisa nyata grafik garis tunggal maupun grafik garis berganda.

Pola Grafik Garis (line chart) :

2. Grafik Lingkaran (pie chart)

Diagram lingkaran ialah penyampaian data perangkaan dengan menggunakan bentuk nan berbentuk limbung. Bagian-fragmen dari daerah lingkaran menunjukkan penggalan bagian atau persen berbunga keseluruhan. Bakal membuat grafik kalangan, tambahan pula terlampau ditentukan besarnya persentase tiap sasaran terhadap keseluruhan data dan besarnya tesmak pusat sektor galangan. Tabel lingkaran lebih cocok untuk menyajikan data cross section, dimana data tersebut dapat dijadikan tulangtulangan prosentase.

Sempurna Tabulasi Kalangan (pie chart) :

3. Grafik Bangkai (kedai kopi chart)

Tabulasi batang umumnya digunakan untuk menggambarkan jalan nilai suatu objek investigasi intern kurun musim tertentu. Diagram batang menunjukkan keterangan-informasi dengan layon-kunarpa tegak atau mengufuk dan separas bogok dengan batang-batang terpisah. Tabel batang pada dasarnya sama fugsinya dengan grafik garis merupakan untuk menayangkan data berkala. Grafik batang juga terdiri berpangkal grafik kunarpa tunggal dan diagram mayit ganda.

Baca juga:   Lahan Pertanian Keadaan Awal Sebelumnya Keadaan Saat Ini Penyebab Dampak

Konseptual Grafik Batang (bar chart) :

4. Grafik Lembaga (pictogram)

Tabel ini berupa gambar maupun lambang untuk menunjukkan jumlah benda yang dilambangkan.

Paradigma Grafik Gambar (pictogram) :

Uji Hipotesis

Uji Hipotesis adalah cagak Aji-aji Statistika Inferensial nan dipergunakan untuk menguji legalitas suatu pernyataan secara statistik dan menghela konklusi apakah menerima alias menolak pernyataan tersebut. Pernyataan alias dugaan provisional yang dibuat buat diuji kebenarannya tersebut dinamakan dengan Hipotesis (Hypothesis) ataupun Hipotesa. Tujuan dari Uji Hipotesis yakni cak bagi menetapkan satu dasar sehingga dapat mengumpulkan bukti yang faktual data-data dalam menentukan keputusan apakah menolak ataupun mengakui kebenaran dari pernyataan atau asumsi yang sudah lalu dibuat. Uji Presumsi juga dapat memberikan kepercayaan diri dalam pemungutan keputusan nan berperangai Nonblok.

Acuan bersumber Pernyataan Hipotesis nan harus diuji kebenarannya antara lain :

  • Mesin Patri 1 lebih baik dari Mesin Sumbat 2
  • Metode bau kencur dapat menghasilkan Output yang lebih tinggi
  • Sasaran Kimia nan baru aman dan dapat digunakan

Pengambilan Keputusan dalam uji Hipotesis dihadapi dengan dua probabilitas kesalahan adalah :

Kesalahan Variasi I (Type I Error)

Kesalahan yang diperbuat apabila menolak Hipotesis yang puas hakikatnya ialah sopan. Peluang Kesalahan Variasi I ini biasanya disebut dengan Alpha Risk (Resiko Alpha). Alpha Risk dilambangkan dengan huruf angka α.

Kesalahan Tipe II (Type II Error)

Kesalahan yang diperbuat apabila mengakui Hipotesis yang pada hakikatnya adalah Keseleo. Peluang KesalahanTipe II ini biasanya disebut dengan Beta Risk (Resiko Beta). Beta Risk dilambangkan dengan simbol β
Dalam Pengujian Hipotesis, diperlukan membuat 2 pernyataan Dugaan yaitu :

Pernyataan Hipotesis Kosong (H0)

  • Pernyataan nan diasumsikan sopan kecuali ada bukti yang langgeng cak bagi membantahnya.
  • Selalu mengandung pernyataan “sama dengan”, “Enggak ada pengaruh”, “Tidak perbedaan”
  • Dilambangkan dengan H0
  • Model : H0 : μ1 = μ2 ataupun H0 : μ1 ≥ μ2
Baca juga:   Senam Irama Yang Berasal Dari Seni Tari Dipelopori Oleh

Pernyataan Premis Alternatif (H1)

  • Pernyataan yang dinyatakan benar jikalau Hipotesis Nol (H0) berhasil ditolak.
  • Dilambangkan dengan H1 alias HA
  • Contoh H1 : μ1 ≠ μ2 atau H1 : μ1 > μ2

Hasil Analisis Data Penelitian Dapat Digunakan Untuk

Source: https://medium.com/@afdanrojabi/analisis-data-dasar-research-methodology-807815587c5