Hijrah Ke Madinah Sebuah Kisah Yang Membanggakan

By | 12 Agustus 2022

Hijrah Ke Madinah Sebuah Kisah Yang Membanggakan.

Assalamualaikum wr. wb. Sobat, jumpa pula di modul elektronik BDR (belajar terbit rumah) PAI kerjakan siswa didik SMP Kelas 7 BAB 11 dengan tema Hijrah ke Madinah, Sebuah Narasi nan Memanggakan. Mudahmudahan kita bisa meneladani perjuangan dan kesabaran Rasulullah dalam berdakwah.

Rasulullah Muhammad saw. sangat sedih momen menyaksikan semangat umat Islam di Mekah nan penuh dengan ancaman dan teror bermula orang-orang kafir. Semakin tahun, teror dan ancaman itu semakin bertubi-tubi.

Rasul Muhammad saw. berpikir harus ada jalan keluar bagi mengatasi semuanya. Bersamaan dengan itu sekali lagi, istrinya, Siti Khadijah dan pamannya, Abu Thalib (Ayah Ali bin Abuk Thalib), berpulang ke rahmatullah.

Sekadar, bantahan untuk mewujudkan kehidupan yang indah dan bertamadun harus terus berjalan, tidak boleh mengetem. Bagaimana caranya?

Almalik Swt. sangat sayang kepada Rasulullah saw. dan kabilah muslimin. Intern hal yang sangat jarang dan mencengkam tersebut, Almalik Swt. mewajibkan Nabi Muhammad saw. dan kaum muslimin bikin berhijrah ke Madinah.

Nabi Muhammad saw. pun akhirnya hijrah berpunca Mekah ke Madinah. Bersusila, berpangkal dari kejadian hijrah inilah kejayaan dan kemajuan Selam dimulai. Ya, terkadang kejayaan dan kesuksesan diawali dengan keprihatinan.

Silakan pelajari pembelajaran PAI Portal 11 materi Perpindahan ke Madinah, Sebuah Kisahan yang Membanggakan ini sebatas selesai ya. Jangan lupa untuk mengepas latihan soal yang sudah lalu disediakan di bawah.

Sebab-sebab Rasulullah Pengungsian

Bertahun-hari Nabi Muhammad saw. menempikkan Islam di Mekah, tetapi hasilnya tetapi sedikit yang menirukan ajaran-Nya. Bilamana Nabi Muhammad saw. membutuhkan dorongan dan motivasi terbit cucu adam-orang terdekatnya, malar-malar istrinya, Siti Khadijah dan pamannya, Serdak Thalib, berputih ke rahmatullah dalam waktu yang dempet bersamaan.

Kehilangan kedua orang tersebut merupakan ki aib serius bagi Nabi Muhammad saw. intern menjalankan dakwah Islamiyah di Mekah. Peristiwa sangat menyedihkan ini kemudian disebut perian gundah cita (amul huzni).

Di tengah kesedihannya, Nabi Muhammad saw. mengalami peristiwa asing lumrah, yaitu Isra’ Mi’raj. Peristiwa itu terjadi setahun sebelum Hijrah ke Madinah, tepatnya 27 Rajab 621 M.

Pada peristiwa itu Allah Swt. memperlihatkan tanda-jenama izzah dan kekuasaan-Nya sebagai penghibur bagi Nabi Muhammad saw. yang menengah dirundung kesedihan. Pada peristiwa tersebut, Nabi Muhammad saw. mengakui perintah Shalat 5 waktu dalam sehari semalam.

Setelah Isra’ Bihun’raj, Nabi Muhammad saw. menyinambungkan dakwahnya dan mengkover peristiwa yang dialaminya. Informasi itu membentuk kafir Quraisy menganggap Nabi Muhammad saw. mutakadim melakukan pembohongan.

Usaha-operasi genosida terhadap Nabi Muhammad saw. dan pengikutnya terus digalakkan. Sehabis Allah Swt. memerintahkan untuk hijrah, maka Nabi Muhammad saw. pun melaksanakan Pemindahan ke Madinah bersama para pengikutnya.

Kabar baik berbunga Ii kabupaten Yastrib

Awalnya, lega tahun
620 M
Nabi Muhammad saw. bertemu 6 orang Yastrib (yang esok bernama madinah) berpunca Kabilah Khazraj yang menjenguk ke Mekah. Dalam pertemuan tersebut, Nabi Muhammad saw. mengajak mereka buat timbrung Islam.

Mereka menyandang dengan baik ajakan itu dan menyatakan ikut Selam. Mereka pula nan memberitahukan tentang Islam kepada masyarakat Ya¡rib lainnya.

Pada perian
621 M, seorang muslim Yastrib beserta 6 orang teman nan lain sebagai utusan Kabilah Khazraj dan Aus mendatangi Nabi Muhammad saw. Keenam orang tersebut masuk Islam dan melakukan perjanjian di tempat yang bernama Aqabah.

Baca juga:   Berikut Yang Termasuk Kosakata Baku Yaitu

Isi perjanjian Aqabah itu ialah : “Kami tidak akan mempersekutukan Tuhan Swt. dengan sesuatu nan tidak. Kami tidak akan mencuri, ki bercabul, dan membunuh anak-anak. Kami tidak akan saling memfitnah dan kami tidak akan mendurhakai Utusan tuhan Muhammad saw”.

Selanjutnya, sreg
622 M, cucu adam-turunan Yastrib cak bertengger pula dengan maksud mengadakan
perjanjian Aqabah 2
sekaligus mengundang Nabi Muhammad saw. untuk berhijrah ke Yastrib. Perjanjian Aqabah 2, diikuti 75 orang Yastrib dan Utusan tuhan Muhammad saw. yang didampingi pamannya, Hamzah.

Isi perjanjian Aqabah 2 sama dengan yang sebelumnya, doang kuantitas peserta yang memeluk agama Selam semakin banyak. Privat dua kali perjanjian yang terjadi, Nabi Muhammad saw. mendapatkan kesan bahwa Islam telah siap berkembang pesat di Yastrib.

Kenyataan ini membuat Rasul Muhammad saw. mensyariatkan para pengikutnya cak bagi hijrah ke Yastrib dengan diam-diam. Sementara Utusan tuhan Muhammad saw. bertahan di Mekah bersama Abu Bakar dan Ali kedelai Abi Thalib.

Rencana hijrah Nabi Muhammad saw. didengar oleh kafir Quraisy. Kaum Quraisy pun alhasil merencanakan pembunuhan terhadap Nabi Muhammad saw. Kafir Quraisy senewen Selam akan berkembang di Yastrib.

Mereka menyuruh para pemuda untuk mengepung apartemen Nabi Muhammad saw. karena khawatir akan lari. Pada lilin lebah itu pula, Nabi Muhammad saw. membisikkan kepada Ali kacang Abi Thalib biar memakai selimut ia dan berbaring di medan tidurnya. Atas pembebasan Almalik Rasul Muhammad saw. berhasil keluar dari rumahnya dengan selamat.

Perjalanan Pengungsian Rasulullah saw.

Setelah itu, Nabi Muhammad saw. menuju ke apartemen Abu Bakar dan mengajaknya pemindahan. Kedua orang itu kemudian keluar dari tingkapan gerbang belakang dan terus bertolak ke sebelah selatan menuju Lubang Sur.

Jalan yang ditempuh oleh beliau berdua adalah jalan yang tidak mungkin dilewati bani adam. Peristiwa ini dilakukan supaya para pemuda Quraisy yang berburu tidak mengira mereka melalui jalan itu.

Kerumahtanggaan perjalanannya, beliau berdua tahu bersembunyi di Gorong-gorong Sur selama tiga hari tiga lilin lebah. Tidak cak semau seorang lagi yang memafhumi tempat persembunyian itu selain Abdullah bin Abu Bakar, kedua hamba allah puterinya, Aisyah dan Asma, dan asisten mereka ‘Amir kacang Fuhaira.

Tugas Abdullah ialah berburu pemberitahuan adapun buram kafir Quraisy terhadap Nabi Muhammad saw. Sreg malam periode ia mengedepankan maklumat tersebut kepada Nabi Muhammad saw. beserta ayahnya.

Pada masa ketiga, mereka empat mata sudah mengetahui bahwa situasi mutakadim hening. Mereka mulai dan melanjutkan perjalanan dengan perbekalan yang diberikan oleh putrinya.

Supaya aman intern penjelajahan, Utusan tuhan Muhammad saw. dan Abu Bakar cekut jalan yang tidak pernah dilalui manusia. Abdullah kacang Uraiqit bermula Banu Du’il diminta misal indikator jalan. Keduanya membawa Nabi Muhammad saw. dan Serdak Bakar dengan hati-hati sekali ke arah selatan kemudian menuju Tihama di intim pesisir Laut Biram.

Rasul Muhammad saw. dan Serdak Bakar beserta penunjuk jalannya itu sejauh lilin batik dan siang berada di atas ki alat. Enggak kembali mereka pedulikan kesulitan dan rasa penat. Mereka doang beriktikad bahwa Allah Swt. akan menolong mereka.

Baca juga:   Cara Pencegahan Terjadinya Kelainan Pada Organ Gerak Yaitu Kecuali

Orang Quraisy mengadakan sayembara, siapa-siapa nan dapat mengangkut Nabi Muhammad saw, semangat atau mati, hadiah besar dan jabatan tinggi menantinya. Situasi ini menyeret hati masyarakat pada waktu itu, termuat Suraqa polong Malik yang suda mencerna perjalanan Utusan tuhan Muhammad saw. dan Duli Bakar.

Tidak lama kemudian Suraqa bin Malik mendekati bekas nan dimaksud dan dia menemukan Nabi Muhammad saw. beserta kedua temannya nan sedang berteduh di sebuah batu ki akbar sambil menyantap bekal nan diberikan oleh Asma, putri Debu Bakar.

Saban-saban Suraqa kedelai Malik memfokus rombongan Nabi Muhammad saw. kudanya caruk tersungkur. Situasi itu berulang sampai empat kali. Suraqa yang percaya kepada betara berpikir bahwa itu adalah perlambang buruk sehingga dia mengurungkan niatnya dan juga ke Mekah.

Sepanjang tujuh hari terus menerus mereka berjalan. Mereka hanya beristirahat di sumber akar panas membara musim kemarau dan berjalan lagi selama lilin lebah melayari lautan padang ramal.

Hanya karena adanya ketenangan hati kepada Tuhan Swt. membuat hati dan pikiran mereka terasa lebih aman. Mereka gelojoh yakin bahwa Allah Swt. akan selalu bersama mereka.

Di tengah perjalanan menumpu Madinah, Rasulullah saw. singgah di Quba’, sebuah desa yang terletak dua mil di selatan Madinah. Di sana engkau membangun sebuah masjid. Masjid ini menjadi masjid pertama intern sejarah Islam.

Sira singgah di sana sejauh empat hari bikin lebih lanjut meneruskan perjalanan ke Madinah. Pada hari Jumat pagi, beliau berangkat semenjak Quba’ dan tiba di perkampungan Ibni Salim bin Auf tepat pada hari Shalat Jumat. Shalat-lah dia di sana. Inilah Shalat Jumat purwa dalam Islam. Khotbahnya juga merupakan lektur nan pertama.

Utusan tuhan Muhammad saw. dan Duli Bakar mulai di Madinah pada rontok 12 Rabiul Awal. Kedatangan anda sudah dinanti-belakang hari masyarakat Madinah. Lega tahun eksistensi Nabi Muhammad saw. dan Duli Bakar, masyarakat Madinah sudah lalu menunggu di kronologi yang akan dilalui Rasul Muhammad saw., lengkap dengan regu genderang.

Mereka mengelu-elukan Utusan tuhan Muhammad saw. dan genderang pun gemuruh diselingi nyanyian yang sengaja digubah bagi keperluan penungguan itu. “Rembulan purnama telah muncul di tengah-tengah kita, berpokok celah-celah bebukitan. Wajiblah kita bersyukur atas ajakannya kepada Yang mahakuasa Swt. Wahai orang yang dibangkitkan lakukan kami, kau hinggap mengirimkan sesuatu nan wajib ditaati”. Itulah syair penyambutan Nabi Muhammad saw. di Madinah.

Dakwah Nabi Muhammad saw. di Madinah

Setelah sampai di Madinah, Nabi Muhammad saw. mulai menciptakan menjadikan program kerja dan melaksanakannya yaitu membangun masjid, mempersaudarakan antara suku bangsa Muhajirin dan Anshar, dan membuat perjanjian dengan penduduk Madinah.

Persiapan purwa, membangun masjid. Pembangunan langgar taajul dimulai dan seluruh umat Islam turut ambil putaran sehingga mengalir perlahan-lahan sebuah masjid berdinding bata, berkayu mayat kurma, dan beratap daun kurma.

Bandarsah nan dibangun Rasulullah saw. bersama-sama kaum Muhajirin dan Anshar tidak hanya berfungsi untuk Shalat satu-satunya, akan namun buat seluruh kegiatan Nabi di Madinah. Di antara kepentingan masjid pada zaman Nabi adalah sebagai arena mempersatukan umat, berunding mengenai perkembangan Islam, mengkaji dogma, lebih-lebih sebagai pusat pemerintahan setelah Rasulullah dipilih bagaikan pemimpin di Madinah.

Baca juga:   Jenis Iklan Yang Dipublikasikan Menggunakan Media Cetak Disebut

Langkah kedua
Utusan tuhan Muhammad saw. yaitu mempersaudarakan antara orang-orang Muhajirin dengan Anshar.
Suku bangsa
Muhajirin yaitu
orang nan hijrah dari Mekah ke Madinah, sedangkan
Kaum Anshar merupakan
orang Madinah yang menyambut keikhlasan kaum Muhajirin. Setiap orang Anshar mengakuri orang Muhajirin sebagai saudaranya sendiri. Mereka mempersilakan saudaranya dulu di rumah dan memanfaatkan segala fasilitas yang cak semau di rumah tersebut.

Di antara para sahabat yang dipersaudarakan adalah:

No Muhajirin Anshar
1 Abu Bakar Kharijah bin Zuhair
2 Umar bin Khattab Itban bin Malik
3 Modin bin Rabah Abu Ruwaihah
4 Amir kedelai Abdillah Sa’ad kedelai Muadz
5 Abdul Rahman bin Auf Sa’ad kacang Illah’
6 Zubair kacang Awwam Salamah bin Salamah
7 Usman bin Affan Aus bin Tsabit
8 Thalhah kacang Ubaidillah Ka’ab bin Malik
9 Serdak Huzaifah bin Utbah Ubbah bin Bisyr
10 Ammar polong Yasir Huzaifah polong Al Yaman

Langkah ini mendapat simpati seluruh lapisan awam Madinah. Anak adam-orang Muhajirin merasa nyaman dan tenteram, walaupun bukan tinggal di rumah sendiri. Mereka mengerjakan kegiatan dan interaksi dengan penduduk Madinah dan saling menolong sehingga suasana Madinah menjadi indah dan menyenangkan.

Awalan ketiga, Rasul Muhammad saw. merumuskan inskripsi yang berlaku bakal seluruh kabilah muslimin dan individu-orang non-mukminat di Madinah, yang kemudian disebut “Surat Madinah”. Akan halnya isi piagam Madinah antara lain adalah:

  1. Kaum Yahudi bersama kaum muslimin wajib timbrung serta dalam penolakan.
  2. Suku bangsa Ibrani dari Bani Auf diperlakukan sama kaum muslimin.
  3. Kaum Yahudi tegar dengan Agama Yahudi mereka, dan demikian sekali lagi dengan kaum muslimin.
  4. Semua kaum Yahudi dari semua suku dan kabilah di Madinah diberlakukan sebagaimana kaum Yahudi Bani Auf.
  5. Kaum Yahudi dan muslimin harus tukar tolong menolong privat memerangi alias menghadapi antiwirawan.
  6. Kaum Ibrani dan muslimin harus senantiasa silih mengamalkan darmabakti dan saling mengingatkan momen terjadi penganiayaan alias kezaliman.
  7. Kota Madinah dipertahankan bersama dari terjangan pihak luar.
  8. Semua pemukim Madinah dijamin keselamatannya kecuali bagi nan mengerjakan jahat.

Perlu diketahui, bahwa di Madinah lain saja orang-khalayak Islam sekadar yang tinggal, tetapi di sana terletak lagi orang-orang non-muslim. Hendaknya terjadi hubungan yang harmonis, silih menghormati, kesabaran, dan menjaga lingkungan di Madinah, maka harus suka-suka kesepakatan bersama.

Arsip inilah yang oleh Ibni Hisyam disebut bagaikan undang-undang dasar negara dan pemerintahan Islam yang permulaan. Isinya mencakup, antara lain, perikemanusiaan, keadilan sosial, ketenangan beragama, dan gotong royong.

Dengan program-program cerdas yang dilakukan Nabi Muhammad saw., Madinah menjadi provinsi yang terlampau maju baik peradaban maupun kebudayaannya sehingga terkenalah dengan sebutan al-Madinah al-Munawarah (kota yang bercahaya).

Kuis Interaktif BAB 11 Hijrah ke Madinah, Sebuah Kisah yang Membanggakan

Setelah mempelajari materi pendedahan tentang Hijrah ke Madinah, Sebuah Kisah yang Membanggakandi atas, ujilah pemahamanmu melangkahi kursus soal interaktif dengan cara klik link di asal ini:

https://quizizz.com/join/quiz/5e8d6c4fc97977001cf818eb/mulai


Untuk memainkan latihan soalnya, klik “Berangkat” untuk memulai latihan soal interaktifnya. Silakan pilih jawaban yang sobat anggap ter-hormat. Latihan soal interaktif ini bisa sobat ulang berkali-kali dengan gratis.

Ke Halaman Seterusnya……. Soal dan jawaban Portal 11 Perpindahan ke Madinah

Hijrah Ke Madinah Sebuah Kisah Yang Membanggakan

Source: https://maglearning.id/2021/05/31/pai-smp-kelas-7-bab-11-hijrah-ke-madinah-sebuah-kisah-yang-membanggakan/