Hukum Tajwid Al Maidah Ayat 32

By | 11 Agustus 2022

Hukum Tajwid Al Maidah Ayat 32.

Akta Al Maidah Ayat 32 Pola Beserta Tajwid dan Penjelasannya

Sehabis sebelumnya kita sudah mengomongkan tentang surat Al Jumuah ayat 5 beserta tajwid dan penjelasannya,waktu ini kita akan membahas tajwid surat Al Maidah ayat 32 ideal beserta penjelasannya.

Kandungan surat al maidah ayat 32

  1. Orang yang memelihara kehidupan turunan tidak, maka seakan-akan dia telah memiara seluruh makhluk.
  2. Menjaga dan menjamin nasib baik kehidupan orang lain merupakan kewajiban seluruh muslimin karena mendatangkan amal shalih yang besar.
  3. Palsu dan dosa raksasa hukumnya seseorang yang menyembelih orang bukan minus alasan syari dan dibenarkan oleh agama.
  4. Memenggal orang tidak hukumnya diperbolehkan sekiranya orang tersebut telah menzabah orang tidak maupun sudah lalu melakukan kerusakan dimuka marcapada.
  5. Manusia yang membunuh makhluk lain minus alasan syari, maka seakan-akan dia telah membunuh seluruh sosok.

Tajwid surat al maidah ayat 32

” data-medium-file=”https://i0.wp.com/islamitu.com/wp-content/uploads/2021/04/32-fix.png?fit=300%2C103&ssl=1″ data-large-file=”https://i0.wp.com/islamitu.com/wp-content/uploads/2021/04/32-fix.png?fit=1024%2C351&ssl=1″ loading=”lazy” class=”size-medium wp-image-440″ src=”https://i0.wp.com/islamitu.com/wp-content/uploads/2021/04/32-fix-300×103.png?resize=300%2C103″ alt=”Surat Al Maidah” width=”300″ height=”103″ srcset=”https://i0.wp.com/islamitu.com/wp-content/uploads/2021/04/32-fix.png?resize=300%2C103&ssl=1 300w, https://i0.wp.com/islamitu.com/wp-content/uploads/2021/04/32-fix.png?resize=1024%2C351&ssl=1 1024w, https://i0.wp.com/islamitu.com/wp-content/uploads/2021/04/32-fix.png?resize=768%2C263&ssl=1 768w, https://i0.wp.com/islamitu.com/wp-content/uploads/2021/04/32-fix.png?resize=1536%2C526&ssl=1 1536w, https://i0.wp.com/islamitu.com/wp-content/uploads/2021/04/32-fix.png?w=1571&ssl=1 1571w” sizes=”(max-width: 300px) 100vw, 300px” data-recalc-dims=”1″ data-lazy-srcset=”https://i0.wp.com/islamitu.com/wp-content/uploads/2021/04/32-fix.png?resize=300%2C103&ssl=1 300w, https://i0.wp.com/islamitu.com/wp-content/uploads/2021/04/32-fix.png?resize=1024%2C351&ssl=1 1024w, https://i0.wp.com/islamitu.com/wp-content/uploads/2021/04/32-fix.png?resize=768%2C263&ssl=1 768w, https://i0.wp.com/islamitu.com/wp-content/uploads/2021/04/32-fix.png?resize=1536%2C526&ssl=1 1536w, https://i0.wp.com/islamitu.com/wp-content/uploads/2021/04/32-fix.png?w=1571&ssl=1 1571w” data-lazy-src=”https://i0.wp.com/islamitu.com/wp-content/uploads/2021/04/32-fix-300×103.png?resize=300%2C103&is-pending-load=1″ data-old-srcset=”data:image/gif;base64,R0lGODlhAQABAIAAAAAAAP///yH5BAEAAAAALAAAAAABAAEAAAIBRAA7″>

Surat Al Maidah Ayat 32

  1. [مِنْ اَجْلِ] Idzhar karena suka-suka nun sukun bertemu dengan hamzah,maka nun sukunnya dibaca jelas tidak memantul dan berdengung.
  2. [اَجْلِ] Qolqolah sughra karena ada huruf jim sukun fertil puas perdua kalimat,dibaca memantul.
  3. [ذٰ] Mad asli ataupun mad thabii karena terserah fonem yang berharokat fathah tegak,dibaca tahapan dua harakat atau suatu alif.
  4. [كَتَبْنَا] Qolqolah sughra dan mad tabii karena ada abjad nun sukun mampu pada tengah kalimat,dibaca memantul. dan mad tabii karena ada abc mad yaitu alif sebelumnya suka-suka lambang bunyi yang berharakat fathah maka dibaca panjag dua harakat atau satu alif.
  5. [عَلٰى] Mad suci ataupun mad thabii karena ada huruf yang berharokat fathah berdiri,dibaca panjang dua harakat maupun suatu alif.
  6. [بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ] Mad jaiz munfasil karana terserah mad tabii bercocok hamzah sreg kalimat yang berbeda dibaca panjang 5 harakat.
  7. [اِسْرَاۤءِيْلَ] Mad teradat muttasil karena ada mad tabii bertemu dengan hamzah plong satu kalimat,dibaca hierarki 6 harakat.
  8. [اِسْرَاۤءِيْلَ] Mad tabii karena cak semau huruf mad yaitu ya sukun sebelumnya ada huruf nan berharakat kasrah,dibaca tangga satu alif maupun dua harakat.
  9. [اَنَّهٗ] Gunnah karena ada nun bertasydid dibaca dengung dengan ditahan seukuran dua harakat,Mad shilah qosirah karena ada ha dhomir bertempat diantara dua huruf yang berharokat dan lain bersabung dengan hamzah dibaca panjang dua harakat.
  10. [مَنْ قَتَلَ] Ikhfa karena terserah nun sukun bertemu dengan hurufu qof,maka nun sukunnya dibaca sama tidak dijelaskan dan tidak dipantulkan.
  11. [نَفْسًاۢ بِغَيْرِ] iqlab karena ada tanwin fathah beradu dengan huruf ba,maka fathah tain nya diganti dengan makhraj mim.
  12. [بِغَيْر] Harfu ban maupun huruf pita karena ya sukun sebelumnya ada huruf berharakat fathah,dibaca ghoi bukan ghoe.
  13. [نَفْسٍ اَوْ] Idzhar karena terserah tanwin kasrah bersesuai hamzah,maka tanwin kasrahnya dibaca jelas tidak mentulmentul dan berdengung.
  14. [اَوْ] Harfu ban maupun huruf pita karena wawu sukun sebelumnya ada abjad berharakat fathah,dibaca au bukan ao.
  15. [فَسَادٍ فِى] Ikhfa karena ada tanwin kasrah antuk dengan hurufu fa,maka nun sukunnya dibaca setolok tidak dijelaskan dan lain dipantulkan.
  16. [الْاَرْضِ] Alif lam qomariyah karena ada alif lam berjumpa dengan aksara qomariyah yaitu hamzah,maka lam sukunnya dibaca jelas.
  17. [فَكَاَنَّمَا] Gunnah karena cak semau nun bertasydid dibaca dengung dengan ditahan seukuran dua harakat.
  18. [فَكَاَنَّمَا] mad tabii karena ada huruf mad merupakan alif sebelumnya ada abc yang berharakat fathah maka dibaca panjag dua harakat alias satu alif.
  19. [النَّاسَ]Alif lam syamsiah atau idghom syamsiah karena ada alif lam bertemu dengan huruf syamsiah ialah nun,maka lam nya tidak dibaca(dimasukan). Gunnah karena ada nun bertasdid,mad tabii karena terserah abjad mad yaitu alif sebelumnya berarakat fathah dibaca tataran satu alif.
  20. [جَمِيْعًاۗ] Mad tabii karena ada huruf mad yaitu ya sukum sebelumnya cak semau aksara yang berarakat kasrah maka dibaca panjang satu alif. Mad iwad karena tanwin fathah berada pada posisi waqof maka tanwinnya dibaca menjadi fathah dan strata dua harakat.
  21. [جَمِيْعًاۗ وَ] Idghom maal gunnah karena ada tanwin fathah berpatut huruf wawu,dibaca disertai dengan dengung.
  22. [وَمَنْ اَحْيَا] Idzhar karena ada nun sukun bercocok hamzah,maka nun sukunnya dibaca jelas tidak memantul dan berdengung.
  23. [اَحْيَا] mad tabii karena cak semau lambang bunyi mad yaitu alif sebelumnya ada leter yang berharakat fathah maka dibaca panjag dua harakat atau satu alif.
  24. [هَا] mad tabii karena ada aksara mad yaitu alif sebelumnya suka-suka huruf yang berharakat fathah maka dibaca panjag dua harakat ataupun suatu alif.
  25. [فَكَاَنَّمَآ] Gunnah karena suka-suka nun bertasydid dibaca dengung dengan ditahan seukuran dua harakat.
  26. [فَكَاَنَّمَآ اَحْيَا] Mad jaiz munfasil karana ada mad tabii berdapat hamzah pada kalimat nan berbeda dibaca jenjang 5 harakat.
  27. [النَّاسَ] Alif lam syamsiah maupun idghom syamsiah karena terserah alif lam bersesuai huruf syamsiah yaitu nun,maka lam nya tidak dibaca(dimasukan). Gunnah karena ada nun bertasdid,mad tabii karena ada huruf mad yaitu alif sebelumnya berarakat fathah dibaca panjang satu alif.
  28. [جَمِيْعًا] Mad tabii karena terserah huruf mad yaitu ya sukum sebelumnya ada huruf nan berarakat kasrah maka dibaca pangkat satu alif. Mad iwad karena karena tanwin fathah congah pada posisi waqof maka tanwinnya dibaca menjadi fathah dan panjang dua harakat.
  29. [جَمِيْعًا ۗوَ] ] Idghom maal gunnah karena ada tanwin fathah berbenturan dengan huruf wawu,dibaca disertai dengan dengung.
  30. [وَلَقَدْ] Qolqolah sughra karena ada lambang bunyi qolqolah yaitu dal berharokat sukun berpunya pada posisi wshal.
  31. [جَاۤءَ] Mad mesti muttasil karena ada mad tabii berjumpa dengan hamzah lega satu kalimat,dibaca strata 6 harakat.
  32. [تْهُمْ رُ] Idzhar syafawi karena cak semau mim sukun bertemu dengan huruf ra,maka mim sukun dibaca jelas tak problematis dan berdengung.
  33. [رُسُلُنَا] mad tabii karena cak semau fonem mad adalah alif sebelumnya ada huruf yang berharakat fathah maka dibaca panjag dua harakat ataupun satu alif.
  34. [بِالْبَيِّنٰتِ] Mad murni atau mad thabii karena terserah huruf nan berharokat fathah remang,dibaca tinggi dua harakat atau satu alif.
  35. [ثُمَّ] Gunnah karena suka-suka mim bertasydid dibaca dengung dengan ditahan seukuran dua harakat.
  36. [اِنَّ] Gunnah karena ada nun bertasydid dibaca dengung dengan ditahan seukuran dua harakat.
  37. [كَثِيْرًا] Mad tabii karena ada huruf mad yakni ya sukum sebelumnya ada huruf nan berarakat kasrah maka dibaca panjang satu alif.
  38. [كَثِيْرًا مِّنْهُمْ] Idghom maal gunnah alias bigunnah karena cak semau tanwin fathah bertemu dengan aksara mim,dibaca disertai dengan dengung.
  39. [مِّنْهُمْ] Idzhar karena terserah nun sukun berbenturan dengan huruf ha,maka nun sukunnya dibaca jelas tidak berdengun dan samar.
  40. [مِّنْهُمْ بَعْدَ] Ikhfa syafawi karena terserah mim sukun berbenturan dengan abjad ba,maka mim sukun dibaca sekufu dan berdengun seukuran satu alif.
  41. [ذٰ] Mad asli ataupun mad thabii karena ada fonem yang berharokat fathah berdiri,dibaca panjang dua harakat ataupun suatu alif.
  42. [فِى الْاَرْضِ] ] Alif lam qomariyah karena ada alif lam bersesuai leter qomariyah adalah hamzah,maka lam sukunnya dibaca jelas.
  43. [لَمُسْرِفُوْنَ] Mad aridlissukun karena ada mad tabii pada posisi waqof atau nangkring,dibaca tangga sampe 3 alif atau enam harokat.
Baca juga:   Jelaskan Cara Mengukur Luas Benda Yang Bentuknya Tidak Beraturan

Demikian penjelesan tajwid surat Al Maidah ayat 32,semoga bisa signifikan lakukan semuanya.Ayo kita terus berlatih untuk memperbaikin bacaan Al Quran kita.Mohon maaf jika terserah kesalah,karena kesalahan itu murni berpangkal penulis.

Jikalau menemukan kesalahan dalam segi materi atau penulisan mohon buru-buru hubungi kami via email [email protected] ataupun bisa dengan memberi komentar di  bawah. Terimakasih

Wallahua’alam.


Mana tahu Anda juga menaksir