Internet Merupakan Jaringan Global Atau Internasional Internet Kepanjangan Dari

By | 13 Agustus 2022

Internet Merupakan Jaringan Global Atau Internasional Internet Kepanjangan Dari.

Pengguna internet per 100 anggota populasi dan PDB tiap-tiap kapita lakukan negara-negara tertentu.

Internet
(lakuran bahasa Inggris semenjak
interconnected network; arti harfiah: “jaringan yang saling berhubungan”) adalah sistem jaringan komputer yang saling terhubung secara global dengan menggunakan paket protokol internet (TCP/IP) cak bagi menyambat alat di seluruh dunia. Ini adalah
jaringan berpangkal jaringan
yang terdiri berasal jaringan kerumahtanggaan, publik, akademik, bisnis, dan pemerintah lokal ke lingkup mendunia, dihubungkan oleh berbagai teknologi elektronik, nirkabel, dan jaringan optik. Internet membawa beragam sumur sentral dan layanan embaran, seperti dokumen hiperteks yang saling tercalit dan aplikasi World Wide Web (WWW), tembusan elektronik, telepon, dan berbagi gabung.

Dasar usul Internet bersumber mulai sejak investigasi yang ditugaskan oleh pemerintah federal Amerika Serikat lega waktu 1960-an untuk membangun komunikasi yang kuat dan toleran terhadap kesalahan dengan jaringan komputer jinjing.[1]
Jaringan prekursor utama, ARPANET, awalnya berfungsi sebagai tulang telapak kerjakan interkoneksi jaringan akademik dan militer regional plong 1980-an. Kapitalisasi National Science Foundation Network bak benak punggung baru pada 1980-an, serta pendanaan swasta buat ekstensi membahu lainnya, mendorong kolaborasi dunia privat pengembangan teknologi jaringan baru, dan penggabungan banyak jaringan.[2]
Keterkaitan jaringan niaga dan perusahaan pada awal 1990-an menandai dimulainya perlintasan ke internet berbudaya,[3]
dan menghasilkan pertumbuhan eksponensial yang berkelanjutan ketika generasi komputer institusional, personal, dan seluler terhubung ke jaringan. Walaupun internet banyak digunakan maka itu akademisi sejak 1980-an, komersialisasi memasukkan layanan dan teknologinya ke dalam hampir setiap aspek kehidupan modern.

Sebagian samudra media komunikasi tradisional, termasuk telepon, radio, televisi, sertifikat kertas dan inskripsi kabar dibentuk ulang, didefinisikan ulang, maupun bahkan dilewati oleh internet, sehingga melahirkan layanan baru seperti email, telepon Internet, televisi Internet, musik online, surat mualamat digital, dan situs web
streaming
video. Surat kabar, buku, dan penerbitan cetak lainnya beradaptasi dengan teknologi situs web, atau dibentuk kembali menjadi blogging, feed web, dan agregator berita online. Internet sudah lalu memungkinkan dan memacu gambar interaksi pribadi baru melalui wanti-wanti instan, forum Internet, dan jejaring sosial. Belanja online sudah lalu bertaruk secara eksponensial baik untuk pengecer besar, usaha kerdil dan pengusaha, karena memungkinkan firma untuk memperluas kehadiran “gangguan bata dan mortir” mereka bikin menyajikan pasar nan makin raksasa ataupun sampai-sampai lego barang dan jasa selengkapnya online. Layanan bisnis-ke-menggandar dan keuangan di Internet mempengaruhi rantai suplai di seluruh industri.

Internet tidak memiliki pengelolaan kelola tergabung tunggal intern implementasi teknologi maupun strategi untuk akses dan pengusahaan; setiap jaringan konstituen menetapkan kebijakannya sendiri.[4]
Definisi melampaui batas dari dua ruang tera utama di Internet, ruang korban Protokol Internet (alamat IP) dan Sistem Pencadangan Domain (DNS), diarahkan oleh organisasi pengelola, Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN). Radiks-dasar teknis dan pembakuan protokol inti adalah kegiatan semenjak Internet Engineering Task Force (IETF), sebuah organisasi nirlaba bermula para peserta sejagat yang berafiliasi secara terbuka yang dapat diajak bekerjasama oleh siapa saja dengan kontribusi berkeahlian teknis.[5]
Pada November 2006, Internet dimasukkan ke internal daftar
New Seven Wonders
dari
USA Today.[6]

Terminologi

Detik istilah
Internet
digunakan untuk merujuk pada sistem global spesifik dari jaringan Internet Protocol (IP) nan tukar berhubungan, kata tersebut yakni kata benda nan tepat[7]
nan harus ditulis dengan huruf kapital awal. Dalam eksploitasi mahajana dan sarana, sering kali lain dikapitalisasi, yaitu,
internet. Beberapa panduan menentukan bahwa kata tersebut harus ditulis dengan aksara besar bila digunakan sebagai kata benda, tetapi tak ditulis dengan huruf samudra saat digunakan seumpama alas kata sifat.[8]
Internet juga sering disebut sebagai
Net, misal lembaga singkatan berbunga
network. Secara historis, pada tadinya periode 1849, alas kata
internetted
digunakan tanpa kapitalisasi sebagai prolog sifat, yang berarti
tukar tersapu
atau
terjalin.[9]
Para perancang jaringan komputer awal menunggangi
internet
baik sebagai kata benda dan kata kerja dalam rajah singkatan dari
internetwork
maupun
internetworking, yang berarti interkoneksi jaringan komputer jinjing.[10]

Istilah
Internet
dan
World Wide Web
cangap digunakan secara bergantian internal konversasi sehari-hari; adalah yang umum jika terserah yang bersuara tentang “pergi ke Internet” ketika menggunakan peramban web untuk mengaram halaman web. Namun, World Wide Web atau
Web
hanyalah salah suatu dari sejumlah besar layanan Internet. Web yakni kumpulan kopi yang saling berhubungan (halaman web) dan perigi daya web lainnya, dihubungkan maka dari itu hyperlink dan URL.[11]
Andai bintik perbandingan lain, Hypertext Transfer Protocol, atau HTTP, adalah bahasa yang digunakan di Web bikin transfer siaran, tetapi itu hanyalah salah satu dari banyak bahasa atau protokol yang boleh digunakan untuk komunikasi di Internet.[12]
Istilah
Interweb
ialah portmanteau
Internet
dan
World Wide Web
yang biasanya digunakan secara sarkastis cak bagi memarodikan pengguna yang secara teknis kurang beruntung.

Sejarah

Peluasan transistor merupakan situasi mendasar bikin Internet.[13]
[14]
[15]
Transistor purwa ditemukan oleh William Shockley, Walter Houser Brattain dan John Bardeen di Bell Labs pada hari 1947.[14]
MOSFET (besi-oxide-silicon field-effect transistor), juga dikenal sebagai transistor MOS, kemudian ditemukan makanya Mohamed Atalla dan Dawon Kahng di Bell Labs sreg tahun 1959.[16]
[17]
[18]
MOSFET adalah blok penyusun atau “pekerja berkanjang” dari revolusi takrif dan era informasi,[19]
[20]
[21]
dan instrumen yang paling banyak diproduksi dalam sejarah.[22]
[23]
Sirkulasi terpadu MOS dan daya MOSFET memprakarsai komputer jinjing dan infrastruktur komunikasi yang mendayakan Internet.[24]
[25]
[26]
Bersamaan dengan komputer, elemen-elemen utama lainnya dari Internet dibangun terbit MOSFET termaktub peranti bergerak, penyinar-pemeroleh, modul stasiun basis, perute, amplifier daya RF,[27]
mikroprosesor, keping memori, dan telekomunikasi arus.[28]

Penelitian sambungan paket, salah satu teknologi dasar Internet, dimulai pada semula perian 1960-an intern karya Paul Baran,[29]
dan jaringan
packet-switched
sebagaimana jaringan NPL maka dari itu Donald Davies, ARPANET, Merit Network, CYCLADES, dan Telenet dikembangkan pada akhir tahun 1960-an dan awal tahun 1970-an.[30]
Proyek ARPANET mengarah puas pengembangan protokol bakal antarjaringan, di mana beberapa jaringan terpisah dapat berintegrasi ke dalam jaringan terbit jaringan.[31]
Ekspansi ARPANET dimulai dengan dua node jaringan yang saling berhubungan antara Network Measurement Center di University of California, Los Angeles (UCLA) Fakultas Teknik dan Sains Terapan Henry Samueli nan disutradarai oleh Leonard Kleinrock, dan sistem NLS di SRI International (SRI) oleh Douglas Engelbart di Menlo Park, California, plong tanggal 29 Oktober 1969.[32]
Situs ketiga yaitu Pusat Matematika Interaktif Culler-Fried di Universitas California, Santa Barbara, diikuti maka itu Kementerian Grafik Universitas Utah. Dalam nama awal pertumbuhan di musim depan, lima belas situs terhubung ke ARPANET pada akhir tahun 1971.[33]
[34]
Tahun awal ini didokumentasikan n domestik bioskop
Computer Networks: The Heralds of Resource Sharing.

Baca juga:   Pada Tanaman Jahe Yang Merupakan Tempat Pendukung Pertumbuhan Akar Adalah

Kolaborasi alam semesta awal untuk ARPANET jarang terjadi. Pengembang Eropa khawatir dengan pengembangan jaringan X.25.[35]
Pengecualian penting adalah Norwegian Seismic Array (NORSAR) plong Juni 1973, diikuti sreg tahun 1973 oleh Swedia dengan tautan bintang beredar ke Stasiun Dunia Tanum dan keramaian penggalian Peter Cakrawala. Kirstein di Inggris, awalnya di Institute of Computer Sains, Universitas London dan kemudian di University College London.[36]
[37]
[38]
Pada bulan Desember 1974, RFC  675 (Spesifikasi Program Kontrol Transmisi Internet), oleh Vinton Cerf, Yogen Dalal, dan Carl Sunshine, menggunakan istilah
internet
seumpama kependekan buat
internetworking
dan kemudian RFC mengulangi penggunaan ini.[39]
Akal masuk ke ARPANET diperluas puas perian 1981 momen National Science Foundation (NSF) mendanai Computer Science Network (CSNET). Sreg waktu 1982, Internet Protocol Suite (TCP/IP) distandardisasi, yang memungkinkan proliferasi jaringan interkoneksi di seluruh dunia. Akses jaringan TCP/IP diperluas lagi pada waktu 1986 ketika National Science Foundation Network (NSFNet) menyediakan akses ke situs superkomputer di Amerika Serikat bagi para peneliti, purwa dengan kecepatan 56 kbit/dtk kemudian di 1,5 Mbit/dtk dan 45 Mbit/dtk.[40]
Penyedia layanan Internet kulak (ISP) unjuk plong akhir tahun 1980-an dan awal tahun 1990-an. ARPANET dinonaktifkan pada tahun 1990.

Internet berkembang pesat di Eropa dan Australia puas pertengahan sebatas akhir tahun 1980-an[41]
[42]
dan ke Asia pada akhir masa 1980-an dan awal hari 1990-an.[43]
Awal komunikasi transatlantik khusus antara NSFNET dan jaringan di Eropa didirikan dengan menghubungkan satelit berkecepatan rendah antara Princeton University dan Stockholm, Swedia lega Desember 1988.[44]
Meskipun protokol jaringan enggak seperti UUCP n kepunyaan jangkauan global nan jauh sebelum masa ini, ini menandai berawalnya Internet ibarat jaringan antarbenua.

Internet yaitu jaringan komputer jinjing yang dibentuk oleh Departemen Baluwarti Amerika Kawan lega tahun 1969, melalui proyek ARPA yang disebut ARPANET (Advanced Research Project Agency Network), di mana mereka mempertontonkan bagaimana dengan hardware dan software komputer yang berbasis UNIX, kita bisa berbuat komunikasi dalam jarak nan tidak terhingga melintasi saluran telepon.

Proyek ARPANET merancang bentuk jaringan, kehandalan, seberapa besar informasi boleh dipindahkan, dan akhirnya semua standar yang mereka tentukan menjadi cikal lakukan pembangunan protokol baru yang sekarang dikenal bagaikan TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol).

Tujuan awal dibangunnya pesanan itu yakni untuk keperluan militer. Bilamana itu Departemen Baluwarti Amerika Perseroan (US Department of Defense) takhlik sistem jaringan komputer yang tersebar dengan menghubungkan komputer di provinsi-daerah vital bikin mengatasi masalah bila terjadi terjangan nuklir dan lakukan menyingkir terjadinya informasi terpusat, yang apabila terjadi perang dapat mudah dihancurkan.

Sreg mulanya ARPANET hanya menyambung 4 situs namun yaitu Stanford Research Institute, University of California, Santa Barbara, University of Utah, di mana mereka membentuk suatu jaringan terpadu plong masa 1969, dan secara umum ARPANET diperkenalkan lega wulan Oktober 1972. Tidak lama kemudian proyek ini berkembang pesat di seluruh daerah, dan semua universitas di negara tersebut ingin bergabung, sehingga membuat ARPANET kesulitan untuk mengaturnya.

Oleh sebab itu ARPANET dipecah manjadi dua, yaitu “MILNET” buat keperluan militer dan “ARPANET” baru yang bertambah mungil kerjakan keperluan non-militer seperti, universitas-universitas. Gabungan kedua jaringan akhirnya dikenal dengan tera DARPA Internet, yang kemudian disederhanakan menjadi Internet.

Internet pada detik ini

Representasi grafis dari jaringan WWW (doang 0.0001% sekadar).

Internet dijaga oleh perjanjian bilateral ataupun multilateral dan spesifikasi teknikal (protokol nan membeningkan tentang perpindahan data antara rangkaian). Protokol-protokol ini dibentuk beralaskan perbincangan Internet Engineering Task Force (IETF), nan terbuka kepada umum. Tubuh ini mengeluarkan akta yang dikenali misal RFC (Request for Comments). Sebagian berpangkal RFC dijadikan Standar Internet (Internet Standard), oleh Fisik Arsitektur Internet (Internet Architecture Board – IAB). Protokol-protokol Internet yang sayang digunakan merupakan seperti, IP, TCP, UDP, DNS, PPP, SLIP, ICMP, POP3, IMAP, SMTP, HTTP, HTTPS, SSH, Telnet, FTP, LDAP, dan SSL.

Sejumlah layanan tenar di Internet yang menggunakan protokol di atas, adalah email/surat elektronik, Usenet, Newsgroup, berbagi jaras (File Sharing), WWW (World Wide Web), Gopher, akses sesi (Session Access), WAIS, finger, IRC, MUD, dan MUSH. Di antara semua ini, email/tindasan elektronik dan World Wide Web bertambah kerap digunakan, dan bertambah banyak servis yang dibangun berdasarkannya, seperti milis (Mailing List) dan Weblog. Internet memungkinkan adanya servis terkini (Cak benar-time service), begitu juga web radio, dan webcast, nan dapat diakses di seluruh dunia. Selain itu melalui Internet dimungkinkan untuk berkomunikasi secara langsung antara dua pengguna maupun lebih melalui programa pengirim pesan instan seperti Camfrog, Pidgin (Gaim), Trilian, Kopete, Yahoo! Messenger, MSN Messenger Windows Live Messenger, Twitter,Facebook dan lain sebagainya.

Sejumlah servis Internet terkenal yang berdasarkan sistem tertutup (Proprietary System), merupakan seperti mana IRC, ICQ, AIM, CDDB, dan Gnutella.

Budaya Internet

Besaran pengguna Internet yang osean dan semakin berkembang, telah takhlik budaya Internet. Internet juga punya pengaruh yang besar atas guna-guna, dan pandangan mayapada. Dengan hanya berpandukan mesin pelacak seperti mana Google, pengguna di seluruh manjapada mempunyai akses Internet yang mudah atas bermacam-tipe informasi. Dibanding dengan buku dan perpustakaan, Internet melambangkan penyebaran(decentralization) / pengetahuan (knowledge) informasi dan data secara tajam.

Perkembangan Internet pun telah memengaruhi perkembangan ekonomi. Berbagai transaksi bisnis nan sebelumnya hanya dapat dilakukan dengan pendirian bersemuka (dan sebagian sangat kerdil melalui pos atau telepon), saat ini dulu mudah dan sering dilakukan melampaui Internet. Transaksi menerobos Internet ini dikenal dengan nama e-commerce.

Baca juga:   Bola Voli Didemonstrasikan Pertama Kali Pada Pertandingan Pada Tahun

Terkait dengan tadbir, Internet juga memicu tumbuhnya transparansi pelaksanaan tadbir melalui e-government seperti di kabupaten Sragen nan mana ternyata berdampak memberikan peningkatan pemasukan daerah dengan memanfaatkan Internet untuk transparansi pengelolaan dana masyarakat dan pemangkasan jongkong birokrasi, sehingga warga di daerah tersebut sangat diuntungkan demikian para pegawai negeri sipil bisa lagi ditingkatkan kesejahteraannya karena penyetoran daerah meningkat tajam.
[butuh rujukan]

Tata tertib Internet

Sama seperti halnya sebuah peguyuban, Internet juga mempunyai tata tertib tertentu, yang dikenal dengan nama
Nettiquette
atau internal bahasa Indonesia dikenal dengan istilah netiket.

Untuk di Indonesia selain tata tertib sosial di Internet juga diberlakukan peraturan (UU ITE).

Isu moral dan undang-undang

Terwalak kebimbangan publik tentang Internet yang berpuncak pada beberapa bahan kontroversi di dalamnya. Pelanggaran oktroi, pornografi, pencurian identitas, dan pernyataan kebencian (hate speech), yaitu biasa dan pelik dijaga. Hingga periode 2007, Indonesia masih belum memiliki Cyberlaw, sedangkan draft akademis RUU Cyberlaw sudah dibahas sejak masa 2000 maka itu Ditjen Postel dan Deperindag. UU yang masih cak semau kaitannya dengan teknologi kabar dan telekomunikasi adalah UU Telekomunikasi waktu 1999.

Internet juga disalahkan oleh sebagian orang karena dianggap menjadi sebab kematian. Brandon Vedas meninggal dunia akibat pengusahaan narkotik yang melampaui perenggan dengan atma dari teman-teman chatting IRCnya. Shawn Woolley binasakan diri karena kecanduan dengan permainan online, Everquest. Brandes ditikam bunuh, dan dimakan maka itu Armin Meiwes setelah menjawab iklan dalam Internet.

Akal masuk Internet

Anak-momongan medium menggunakan komputer bikin mengakses Internet.

Negara dengan akses Internet yang terbaik termasuk Korea Selatan (50% daripada penduduknya mempunyai akses jalurlebar – Broadband), dan Swedia. Terdapat dua bentuk akses Internet yang umum, yaitu dial-up, dan jalurlebar. Di Indonesia, seperti negara berkembang di mana akses Internet dan penetrasi PC sudah patut jenjang dengan didukungnya Internet murah dan netbook murah, hanya saja di Indonesia operator kurang nonblok internal menentukan harga dan sampai-sampai ada salah suatu operator yang sengaja membuat “jebakan” seharusnya pemakai Internet tersebut membayar lebih mahal. Lainnya sekitar 42% dari akses Internet melangkahi kemudahan Public Internet Access sebagai halnya warnet, cybercafe, hotspot dll. Tempat umum lainnya yang gelojoh dipakai untuk akses Internet adalah di kampus dan perkantoran.

Disamping menggunakan PC (Personal Computer), kita kembali dapat mengakses Internet melalui Handphone (HP) menggunakan akomodasi yang disebut GPRS (General Packet Radio Service). GPRS merupakan salah satu kriteria komunikasi wireless (nirkabel) nan memiliki kecepatan koneksi 115 kbps dan mendukung permintaan yang lebih luas (grafis dan multimedia). Teknologi GPRS bisa diakses nan mendukung fasilitas tersebut. Pengaturan GPRS plong ponsel tersangkut berbunga operator yang digunakan. Biaya akses Internet dihitung melalui besarnya kapasitas (per-kilobyte) yang diunduh.

Penggunaan Internet di tempat umum

Internet juga semakin banyak digunakan di palagan awam. Sejumlah tempat umum yang meluangkan layanan Internet tertulis persuratan, dan Internet cafe/warnet (juga disebut Cyber Cafe). Terwalak juga tempat awam nan menyempatkan pusat akses Internet, seperti Internet Kiosk, Public access Terminal, dan Telepon web.

Selain itu, ada juga toko-toko yang menyediakan akal masuk Wi-Fi, sebagai halnya WiFi-cafe. Pemakai hanya mesti membawa ponsel cerdas (smartphone), komputer jinjing jinjing (laptop, notebook), alias asisten digital pribadi (PDA) yang punya kemampuan WiFi cak bagi mendapatkan akses Internet.

Dampak buruk

Internet mengasihkan dampak buruk pada manusia khususnya bagi kemampuan mendaras. Kemudahan yang diberikan oleh internet dalam akses data membuat manusia membidik mencari butir-butir melalui internet dan tak lagi mencari wara-wara menerobos sendi cetak. Kemampuan membaca makhluk mengalami penerjunan dikarenakan sumber-sendang informasi dapat diperoleh langsung melalui internet. Sumber informasi juga beralih bermula muslihat cetak ke internet. Sreg penerbitan modern, sebagian besar penyalin memilih menggunakan sumber informasi dari internet. Kemudahan pemburuan sumur informasi dan penyusunan informasi terbit internet menjadi sebuah bacaan takhlik manusia mengalami penurunan kemampuan membaca. Kemampuan yang mengalami penghamburan utamanya pada kualitas pustaka.[45]

Tatap pula

  • Kekerabatan maya
  • Warnet
  • ISOC
  • Internet troll
  • Istilah Internet Indonesia
  • Pengirim wanti-wanti instan
  • Gerbang web
  • TLD
  • Wi-Fi
  • WiMAX

Referensi


  1. ^

    “IPTO – Information Processing Techniques Office” Diarsipkan 2014-07-02 di Wayback Machine.,
    The Living Internet, Bill Stewart (ed), January 2000.

  2. ^

    “Internet History – One Page Summary” Diarsipkan 2014-07-02 di Wayback Machine.,
    The Living Internet, Bill Stewart (ed), January 2000.

  3. ^

    “So, who really did invent the Internet?” Diarsipkan 3 September 2011 di Wayback Machine., Ian Peter, The Internet History Project, 2004. Retrieved 27 June 2014.

  4. ^

    “Who owns the Internet?” Diarsipkan 19 June 2014 di Wayback Machine., Jonathan Strickland,
    How Stuff Works. Retrieved 27 June 2014.

  5. ^

    “The Tao of IETF: A Novice’s Guide to Internet Engineering Task Force”, P. Hoffman and S. Harris, RFC 4677, September 2006.

  6. ^


    “New Seven Wonders panel”.
    USA Today. October 27, 2006. Diakses tanggal
    July 31,
    2010
    .





  7. ^

    The Chicago Manual of Style, 16th Edition Diarsipkan 27 May 2013 di Wayback Machine.: “capitalize World Wide Web and Internet”

  8. ^

    “7.76 Terms like ‘web’ and ‘Internet'”,
    Chicago Manual of Style, University of Chicago, 16th edition
    (perlu mendaftar)

  9. ^


    “Internetted”.
    Oxford English Dictionary. Oxford University Press. 2nd ed. 1989.

    nineteenth-century use as an adjective.

  10. ^


    “Internetwork”.
    Oxford English Dictionary. Oxford University Press. 2nd ed. 1989.


  11. ^


    “HTML 4.01 Specification”. World Wide Web Consortium. Diarsipkan dari versi steril tanggal 6 October 2008. Diakses terlepas
    13 August
    2008
    .
    [Ufuk]he link (or hyperlink, or Web link) [is] the basic hypertext construct. A link is a connection from one Web resource to another. Although a simple concept, the link has been one of the primary forces driving the success of the Web.





  12. ^


    “The Difference Between the Internet and the World Wide Web”.
    Webopedia.com. QuinStreet Inc. 2010-06-24. Diarsipkan dari versi zakiah sungkap 2 May 2014. Diakses tanggal
    2014-05-01
    .





  13. ^


    Jakubowski, A.; Łukasiak, L. (2010). “History of Semiconductors”.
    Journal of Telecommunications and Information Technology.
    nr 1: 3–9.




  14. ^


    a




    b




    Lambert, Laura; Poole, Hilary W.; Woodford, Chris; Moschovitis, Christos J. P. (2005).
    The Internet: A Historical Encyclopedia. ABC-CLIO. hlm. 16. ISBN 9781851096596.





  15. ^


    Gaudin, Sharon (12 December 2007). “The transistor: The most important invention of the 20th century?”.
    Computerworld
    . Diakses tanggal
    10 August
    2019
    .





  16. ^


    “1960 – Metal Oxide Semiconductor (MOS) Transistor Demonstrated”.
    The Silicon Engine. Computer History Museum.





  17. ^


    Lojek, Bo (2007).
    History of Semiconductor Engineering. Springer Science & Business Media. hlm. 321–3. ISBN 9783540342588.





  18. ^


    “Who Invented the Transistor?”.
    Computer History Museum. 4 December 2013. Diakses terlepas
    20 July
    2019
    .





  19. ^


    “Triumph of the MOS Transistor”.
    YouTube. Computer History Museum. 6 August 2010. Diakses tanggal
    21 July
    2019
    .





  20. ^


    Raymer, Michael G. (2009).
    The Silicon Web: Physics for the Internet Age. CRC Press. hlm. 365. ISBN 9781439803127.





  21. ^


    “Transistors – an overview”.
    ScienceDirect
    . Diakses terlepas
    8 August
    2019
    .





  22. ^


    “13 Sextillion & Counting: The Long & Winding Road to the Most Frequently Manufactured Human Artifact in History”.
    Computer History Museum. April 2, 2018. Diakses rontok
    28 July
    2019
    .





  23. ^


    Baker, R. Jacob (2011).
    CMOS: Circuit Design, Layout, and Simulation. John Wiley & Sons. hlm. 7. ISBN 978-1118038239.





  24. ^


    Fossum, Jerry G.; Trivedi, Vishal P. (2013).
    Fundamentals of Ultra-Thin-Body MOSFETs and FinFETs. Cambridge University Press. hlm. vii. ISBN 9781107434493.





  25. ^


    Omura, Yasuhisa; Mallik, Abhijit; Matsuo, Naoto (2017).
    MOS Devices for Low-Voltage and Low-Energy Applications. John Wiley & Sons. hlm. 53. ISBN 9781119107354.





  26. ^


    Whiteley, Carol; McLaughlin, John Robert (2002).
    Technology, Entrepreneurs, and Silicon Valley. Institute for the History of Technology. ISBN 9780964921719.
    These active electronic components, or power semiconductor products, from Siliconix are used to switch and convert power in a wide range of systems, from portable information appliances to the communications infrastructure that enable the Internet. The company’s power MOSFETs — tiny solid-state switches, or metal oxide semiconductor field-effect transistors — and power integrated circuits are widely used in cell phones and notebook computers to manage battery power efficiently





  27. ^


    Asif, Saad (2018).
    5G Mobile Communications: Concepts and Technologies. CRC Press. hlm. 128–134. ISBN 9780429881343.





  28. ^


    Colinge, Jean-Pierre; Greer, James C. (2016).
    Nanowire Transistors: Physics of Devices and Materials in One Dimension. Cambridge University Press. hlm. 2. ISBN 9781107052406.





  29. ^


    “Inductee Details – Paul Baran”. National Inventors Hall of Fame. Diakses tanggal
    6 September
    2017




    ;
    “Inductee Details – Donald Watts Davies”. National Inventors Hall of Fame. Diakses tanggal
    6 September
    2017
    .





  30. ^


    Kim, Byung-Keun (2005).
    Internationalising the Internet the Co-evolution of Influence and Technology. Edward Elgar. hlm. 51–55. ISBN 978-1-84542-675-0.





  31. ^

    “Brief History of the Internet: The Initial Internetting Concepts” Diarsipkan 9 April 2016 di Wayback Machine., Barry M. Leiner, et al., Internet Society, Retrieved 27 June 2014.

  32. ^

    “Roads and Crossroads of Internet History” Diarsipkan 27 January 2016 di Wayback Machine. by Gregory Gromov. 1995

  33. ^


    Hafner, Katie (1998).
    Where Wizards Stay Up Late: The Origins Of The Internet. Simon & Schuster. ISBN 978-0-684-83267-8.





  34. ^


    Hauben, Ronda (2001). “From the ARPANET to the Internet”. Diarsipkan semenjak versi asli rontok 21 July 2009. Diakses terlepas
    28 May
    2009
    .





  35. ^


    “Events in British Telecomms History”.
    Events in British TelecommsHistory. Diarsipkan semenjak versi asli copot 5 April 2003. Diakses terlepas
    25 November
    2005
    .





  36. ^


    “NORSAR and the Internet”. NORSAR. Diarsipkan berpokok varian sejati tanggal 21 January 2013.




  37. ^

    “#3 1982: the ARPANET community grows” in
    40 maps that explain the internet
    Diarsipkan 6 March 2017 di Wayback Machine., Timothy B. Lee, Vox Conversations, 2 June 2014. Retrieved 27 June 2014.

  38. ^


    Kirstein, Peter T. “Early experiences with the ARPANET and Internet in the UK”. Department of Computer Science, Systems and Networks Research Group, University College London. Diarsipkan pecah versi masif rontok 2018-07-09. Diakses tanggal
    13 April
    2016




    ;
    Cade Metz (25 December 2012). “How the Queen of England Beat Everyone to the Internet”.
    Wired Magazine. Diarsipkan terbit versi kudrati copot 19 July 2014. Diakses sungkap
    27 June
    2014
    .





  39. ^


    Leiner, Barry M.; Cerf, Vinton G.; Clark, David D.; Kahn, Robert E.; Kleinrock, Leonard; Lynch, Daniel C.; Postel, Jon; Roberts, Larry G.; Wolff, Stephen (2003). “A Brief History of Internet”: 1011. arXiv:cs/9901011alt=Dapat diakses gratis
    . Bibcode:1999cs……..1011L. Diarsipkan dari versi asli tanggal 4 June 2007. Diakses tanggal
    28 May
    2009
    .





  40. ^


    NSFNET: A Partnership for High-Speed Networking, Final Report 1987–1995, Karen D. Frazer, Merit Network, Inc., 1995

  41. ^


    Ben Segal (1995). “A Short History of Internet Protocols at CERN”.




  42. ^

    Réseaux IP Européens (RIPE)

  43. ^


    “Internet History in Asia”.
    16th APAN Meetings/Advanced Network Conference in Busan. Diarsipkan pecah versi tahir tanggal 1 February 2006. Diakses tanggal
    25 December
    2005
    .





  44. ^

    The History of NORDUnet Diarsipkan 4 March 2016 di Wayback Machine.

  45. ^


    Terima kasih, Yanuardi (2017).
    Menulis di Jalan Tuhan. Sleman: Deepublish. hlm. 46–47. ISBN 978-602-401-711-8.




Wacana lanjutan

  • Chen, Adrian, “The Confidence Game: How Silicon Valley broke the economy”,
    The Nation, vol. 309, no. 11 (4 November 2019), pp. 27–30. The multifarious abuses perpetrated by individuals, organizations, corporations, and governments, using the Internet and mobile telephony, prompt Adrian Chen to muse whether “a technical complex born… of Cold War militarism and mainstreamed in a free-market frenzy might not be fundamentally always at odds with human flourishing.” (p. 30.)
  • First Monday, a peer-reviewed journal on the Internet established in 1996 as a Great Cities Initiative of the University Library of the University of Illinois at Chicago, ISSN 1396-0466
  • Rise of the Network Society, Manual Castells, Wiley-Blackwell, 1996 (1st ed) and 2009 (2nd ed), ISBN 978-1-4051-9686-4
  • “The Internet: Changing the Way We Communicate” in
    America’s Investment in the Future, National Science Foundation, Arlington, Va. USA, 2000
  • “Lessons from the History of the Internet”, Manuel Castells, in
    The Internet Galaxy, Ch. 1, pp. 9–35, Oxford University Press, 2001, ISBN 978-0-19-925577-1
  • “Ki alat Freedom Internet Cookbook” by the OSCE Representative on Freedom of the Media Vienna, 2004
  • The Internet Explained, Vincent Zegna & Mike Pepper, Sonet Digital, November 2005, pp. 1–7.
  • “How Much Does The Internet Weigh?”, by Stephen Cass,
    Discover, 2007
  • “The Internet spreads its tentacles”, Julie Rehmeyer,
    Science News, Vol. 171, No. 25, pp. 387–88, 23 June 2007
  • Internet, Lorenzo Cantoni & Stefano Tardini, Routledge, 2006, ISBN 978-0-203-69888-4
Baca juga:   Berikut Yang Merupakan Sasaran Utama Administrasi Keuangan Adalah

Pranala luar

  • (Inggris)
    Sejarah Internet di Internet Society Diarsipkan 2007-06-04 di Wayback Machine.



Internet Merupakan Jaringan Global Atau Internasional Internet Kepanjangan Dari

Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Internet