Istilah Ekonomi Berasal Dari Bahasa Yunani

By | 11 Agustus 2022

Istilah Ekonomi Berasal Dari Bahasa Yunani.

Model penawaran dan aplikasi menjelaskan bagaimana harga beragam seumpama hasil dari keseimbangan antara kesiapan barang dan permintaan

Ekonomi
GDP PPP Per Capita IMF 2008.svg
Kategori masyarakat

Ekonomi mikro ·
Ekonomi makro

Ki kenangan pemikiran ekonomi

Metodologi
 ·
Pendekatan heterodoks

Parasan dan subbidang

Perilaku
 ·
Budaya
 ·
Evolusi

Pertumbuhan
 ·
Peluasan
 ·
Sejarah

Dunia semesta ·
Sistem ekonomi

Keuangan

dan

Ekonomi keuangan

Masyarakat

dan

Ekonomi kesejahteraan

Kesehatan
 ·
Buruh
 ·
Manajerial

Bisnis Laporan
 ·
Siaran ·
Teori permainan

Organisasi Industri
 ·
Hukum

Pertanian
 ·
Sumber daya alam

Lingkungan ·
Ekologis

Geografi Ekonomi
 ·
Daerah tingkat ·
Pedesaan
 ·
Negeri

Peta ekonomi

Teknik

Matematika
 ·
Ekonometrika

Eksperimental ·
Neraca nasional

Daftar

Jurnal ·
Publikasi

Kategori ·
Topik ·
Pakar ekonomi

Portal.svg
Portal Jual beli dan ekonomi

Ekonomi
adalah hobatan sosial nan mempelajari perilaku manusia internal mengelola perigi anak kunci yang terbatas dan menyalurkannya kedalam bermacam-macam individu atau kelompok nan ada privat satu masyarakat. Istilah “ekonomi” berasal pecah bahasa Yunani, ialah οἶκος (oikos) yang artinya “keluarga, rumah jenjang” dan νόμος (nomos) yang artinya “kanun, aturan, syariat”. Secara garis besar, ekonomi diartikan sebagai “aturan rumah tangga” alias “tata rumah tangga”. Temporer yang dimaksud dengan pakar ekonomi ataupun ekonom yaitu orang menunggangi konsep ekonomi dan data intern bekerja.

Kepentingan prolog

[sunting
|
sunting sumber]

Kata “ekonomi” merupakan alas kata serapan berpangkal bahasa Yunani Historis
οἰκονόμος
yang berfaedah “manajemen rumah tangga”.[1]
Introduksi ini yakni perikatan berpunca dua kata, yaitu
οἶκος
(“rumah”) dan νέμω (“penyelenggaraan; revolusi”).[1]
Kata ini tertera pertama kelihatannya digunakan lega karya yang dibuat oleh sebuah dom pada hari 1440 lakukan memvisualkan sistem tata maupun administrasi.[1]
Makna ekonomi yang banyak digunakan waktu ini, ialah ekonomi sebagai sebuah sistem yang digunakan di sebuah negara atau wilayah, plonco berkembang sreg abad ke-19 atau ke-20.[1]

Kaidah

[sunting
|
sunting sumber]

Tindakan ekonomi dilakukan dengan mencamkan kaidah yang disebut andai prinsip ekonomi. Terdapat dua mandu dasar internal melakukan tindakan ekonomi. Pertama, ekonomi dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan sebanyak mungkin dengan memperhatikan pengeluaran sebagai bagian dari ancangan keuntungan. Kedua, keuntungan yang diperoleh sesanggup kali hanya memerlukan pengeluaran sesedikit mungkin. Kedua prinsip ini dijadikan sebagai pedoman awam cak bagi berbuat tindakan ekonomi. Hasil bersumber penerapan prinsip ekonomi dapat diamati melalui tingkat tepat guna nan diukur melalui perbandingan antara keuntungan yang diperoleh dan pengeluaran yang diperlukan selama kegiatan ekonomi berlangsung. Suatu tindakan ekonomi dikatakan efisien bila suatu hasil dicapai dengan pengorbanan yang minimal sesuai dan diserta dengan penghematan biaya.[2]

Cakupan

[sunting
|
sunting sumber]

Ilmu bisnis

[sunting
|
sunting sumber]

Ekonomi banyak dibahas dalam sebuah ilmu idiosinkratis yang dikenal dengan nama ilmu bisnis, yang di dalamnya mencaplok ilmu masyarakat. sejarah, antropologi, dan ilmu permukaan bumi. Beberapa bagian ekonomi nan berupa ilmu terapan seperti produksi, distribusi, perbisnisan, dan konsumsi juga dibahas dalam ilmu enggak sama dengan hobatan teknik, tata, administrasi bisnis, sains terapan, dan keuangan. Ada banyak sektor dalam ekonomi, yang kemudian dikelompokkan menjadi tiga sektor utama yaitu sektor primer, sektor sekunder, dan sektor tersier.

Ekonomi mikro

[sunting
|
sunting sumber]

Ekonomi mikro merupakan cagak ilmu bisnis nan mempelajari kegiatan-kegiatan ekonomi dan unit-unit ekonomi privat cakupan individual. Segala kegiatan ekonomi dinilai pecah sudut pandang individu. Internal ekonomi mikro, hamba allah berlaku sebagai pemakai, pemilik faktor produksi, maupun ibarat pembentuk. Analisis ekonomi sepenuhnya dilakukan pada peran individu tiba berusul tuntutan dan penawaran sampai struktur pasar. Kegiatan analisis di dalam ekonomi mikro secara umum terbagi menjadi tiga merupakan teori harga, teori produksi, dan teori distribusi.


Sektor tradisional: primer, sekunder, tersier

[sunting
|
sunting sumber]

Peta yang menunjukkan Barang Domestik Regional Bruto tiap-tiap kapita provinsi-provinsi Indonesia puas tahun 2008 atas harga berlaku. PDRB masing-masing kapita wilayah Kalimantan Timur menjejak Rp100 miliun manakala PDRB per kapita Maluku, Maluku Paksina, dan Nusa Tenggara Timur kurang dari Rp5 juta.

 Lebih dari Rp.l100 juta

 Rp50 juta ++ – Rp100 juta

 Rp40 juta ++ – Rp50 juta

 Rp.30 juta ++ – Rp40 juta

 Rp20 juta ++ – Rp.l30 juta

 Rp.10 juta ++ – Rp20 miliun

 Rp5 juta ++ – Rp.l10 juta

 Kurang berpangkal Rp5 miliun

Terdaftar dalam sektor primer ialah sektor-sektor yang memanfaatkan sederum mata air daya standard, terjadwal di dalamnya pertanian, perhutanan, perikanan, dan pertambangan.[3]
Bilang industri manufaktur yang proses produksinya erat dengan sumur daya umbul-umbul pula camar kali dikategorikan laksana industri di sektor ini, antara enggak industri di bidang pencantuman, penyulingan, atau pengumpulan sumber sendi alam.[3]
Sektor ini lazimnya merupakan sektor terdahulu, dan berkontribusi paling kecil besar di perekonomian negara-negara berkembang.[3]
Namun, terwalak penurunan kuantitas praktisi yang beroperasi di sektor ini, baik di negara berbudaya maupun negara berkembang.[3]
Di Amerika Sekutu, tenaga kerja di sektor ini hanya mencakup sekeliling 3% terbit total tenaga kerja.[3]

Dari sektor primer, alamat yunior diolah maka itu sektor sekunder, adalah sektor-sektor nan memproduksi, dan menciptakan komoditas intiha yang siap dikonsumsi, antara lain sektor produksi, dan bangunan.[3]
Sektor ini kebanyakan dibagi menjadi dua kategori, yaitu industri ringan dan industri berat. Industri di sektor ini biasanya menunggangi energi yang sangat lautan bakal beroperasi serta menghasilkan limbah yang sekali lagi besar, menyebabkan timbulnya problem lingkungan atau pencemaran. Negara-negara dengan sektor sekunder besar disebut sebagai negara industri, antara lain RRT, Amerika Kongsi, Jepang, Jerman, dan Rusia.

Berbeda dengan sektor primer, dan sektor tersier yang menciptakan produk berbentuk, sektor tersier yakni sektor jasa yang menciptakan produk bukan berbentuk berwujud layanan kepada konsumennya.[3]
Pelaku sektor tersier menawarkan permakluman dan waktunya untuk meningkatkan produktivitas, kinjera, dan potensi di sektor-sektor lain.[3]
Produknya antara lain diberikan privat bagan pikiran, saran, akal masuk, pengalaman, dan diskusi.[3]

Sektor quaterner dan quiner

[sunting
|
sunting sumber]

Selain tiga sektor di atas, berkembang juga dua sektor baru yang disebut sebagai sektor quaterner, dan quiner. Sektor quaterner adalah cabang dari sektor tersier yang fokus puas pelaksanaan aktivitas-aktivitas intelektual. Termuat di dalamnya sektor pemerintahan, budaya, pustaka acuan, penajaman ilmiah, edukasi, dan pemberitaan. Sementara itu, sektor quiner mempunyai fokus yang kian dalam lagi, yaitu pada sektor-sektor di sektor quaterner yang menjadi pengambil keputusan utama dalam sebuah masyarakat.

Sejarah

[sunting
|
sunting sendang]

Masa kuno

[sunting
|
sunting mata air]

Ekonomi ada sejak orang menciptakan, memasok, serta mendistribusikan barang atau jasa. Sebagian besar kegiatan perekonomian rekata itu berbasis pada komoditas-dagangan pertanian. Satuan unit shekel misalnya, berawal dari runcitruncit yang digunakan untuk mengukur berat jelai. Asongan ini kemudian dimanfaatkan untuk berat besi mulia begitu juga emas, perak, dan tembaga. Proses transaksi juga berlangsung tercecer, biasanya terjadi antara dua alias lebih orang nan berhubungan sosial secara refleks. Sistem barter masih banyak digunakan.

Seiring dengan berkembangnya masyarakat, sistem ekonomi yang digunakan semakin kompleks. Mahajana Sumeria, misalnya, melebarkan ekonomi perimbangan besar berbasis uang komoditas. Di kancah lain, bangsa Babilonia dan negara-kota di sekitarnya mengembangkan sistem tunggakan-volume, kontrak stereotip, dan hukum yang berkaitan dengan praktik bisnis serta properti pribadi.[4]

Abad pertengahan

[sunting
|
sunting mata air]

Pandemi Mortalitas Hitam yang menyerang Eropa pada Abad Pertengahan mengakibatkan pergantian lautan pada sistem ekonomi.

Ekuivalen seperti pada hari kuno, lega abad medio kegiatan ekonomi kembali masih bersirkulasi puas perdagangan di bidang pertanaman, dan dagangan-dagangan pokok, serta terjadi dalam kelompok sosial terkatup.[5]
Sahaja, bilang perkembangan terjadi, antara enggak munculnya kelompok-kelompok yang memberi modal cak bagi makhluk atau kelompok tidak, terutama cak bagi meres pelayaran, dan pengembangan wilayah kekuasaan.[5]
Modal ini nantinya harus dikembalikan dalam rajah penjualan komoditas yang didapatkan dari negara jajahan.[5]
Proses peminjaman, dan penggantian komisi ini berujung pada perintisan bank, dan munculnya ekonomi global.[5]
Perbisnisan saham juga menginjak dikenal, khususnya pasca- tahun 1513 setelah pasar saham pertama di dunia dibuka di Antwerpen.[5]

Pada abad ini, uang yang digunakan sudah lalu berbentuk koin ferum, khususnya di negeri Eropa, dan sekitarnya.[5]
Spesies logam yang digunakan mempengaruhi nilai uang tersebut, nan paling kecil populer adalah tembaga, argentum, dan emas.[5]
Namun, mata uang yang digunakan kala itu sangat berbagai macam, dan semuanya berbeda-cedera baik kerumahtanggaan segi tulangtulangan, ukuran, berat, karat, dan cetakannya.[5]
Namun seiring dengan meningkatnya total transaksi keuangan, dan berkembangnya perbisnisan, perlahan mulai terjadi keseragaman internal koin-koin logam ini, dan memungkinkan terjadinya perniagaan antar-wilayah.[5]

Salah satu sistem yang terkenal digunakan kala itu yaitu sistem manorial.[5]
Sistem ini berpusat plong sebuah manor, adalah wilayah berdikari nan dikuasai maka dari itu lanhir.[5]
Lega sistem ini, para pekebun bergantung puas zamindar tempat ia silam, khususnya dalam hal keamanan, dan cekram keselamatan rekata melakukan kegiatan ekonomi. Misal gantinya para petani ini berkreasi lakukan tuannya tersebut.[5]
Sistem ini terutama berkembang pada abad ke-5, dan ke-6, saat komplikasi, dan bencana kelaparan akibat perang mewabah, menyebabkan banyaknya insan nan merelakan tanah direnggut, dan lari mencari pelestarian di panggung tak.[5]

Petani yakni pencahanan yang minimum umum.[5]
Mereka tersebar di berbagai ragam manor, mengabdi pada tuan nan berbeda-beda.[5]
Selain bertani, orang tani juga membudidayakan kambing.[5]
Tugas mengurusi kambing rata-rata dilakukan oleh wanita, antara lain menggunting rambutnya, membuat wol, dan menggetah baju.[5]
Jalan hidup lain yang juga populer adalah seniman, termasuk mereka nan memproduksi komoditas dari kaca, kayu, tanah liat, dan besi.[5]
Terdapat kembali pekerjaan internal bentuk jasa, antara tidak sinse transmisi, tukang cukur, guru, dan ahli bedah.[5]
Selain itu ada pula inferior musafir nan berkembang menjelang penutup abad pertengahan. Perkembangan kelas bawah pedagang ini mendorong majunya wilayah perkotaan.[5]

Dampak dari kesuksesan ini terutama terasa plong abad ke-12, dan ke-13.[5]
Meski perladangan masih menjadi unggulan, kelas petualang tiba memiliki pengaruh besar dalam perekonomian.[5]
Sejumlah di antaranya terlebih punya pengaruh strategi, dan membentuk serikat dagang.[5]
Perseroan ini digunakan antara bukan bikin mempengarhui ketatanegaraan fiskal.[5]
Sistem serikat ini menyimbolkan sebuah pergantian ke jihat sistem ekonomi yang kian menguning karena harga-harga serta kualitas dagangan menginjak diatur.[5]

Namun perkembangan ini terhambat ketika Kelaparan Besar, dan Wabah Kematian Hitam meluas.[5]
Kelaparan Besar nan terjadi plong musim 1315 menyebabkan kekacauan terhadap sistem agraris, yang semakin mundur, dan akhirnya mati bersamaan dengan matinya desa, dan kota-daerah tingkat boncel nan mendukungnya.[5]
Mortalitas Hitam lagi memberikan sekuritas yang sama—jutaan petani nan terinfeksi komplikasi ini tewas. Akibat berasal dua kejadian ini adalah munculnya sistem-sistem baru baik di bidang ekonomi alias pertanian.[5]

Era berbudaya mulanya

[sunting
|
sunting mata air]

Dengan semakin mudahnya mendapatkan modal bakal bertualang, dan memperluas daerah jajahan, perekonomian di negara-negara Eropa seperti Spanyol, Prancis, Britania Raya, dan Belanda berkembang terlampau pesat. Mereka kemudian mencoba mengamalkan kontrol, dan proteksi terhadap perbisnisan dengan membuat bea cukai. Selain karena kemudahan modal, perekonomian Eropa pula menguat akibat meluasnya reseptif sekularisme yang memungkinkan negara-negara tersebut menggunakan harta gereja nan berlimpah bakal mengembangkan ii kabupaten. Kemajuan ini diikuti dengan kemunculan antaran-bestelan ekonomi ki akbar, antara lain yang dirintis oleh Amschel Mayer Rothschild (1773-1885). Topik ekonomi start terfokus pada pengelolaan harta publik atau negara.

Revolusi industri

[sunting
|
sunting sendang]

Pada masa peredaran industri yang terjadi pada abad ke-18 dan 19, peralihan raksasa terjadi di meres pertanian, manufaktur, pertambangan, dan transportasi. Hal ini mempengaruhi kondisi sosial ekonomi, dan budaya di seluruh Eropa, Amerika Serikat, dan seluruh mayapada. Paham kapitalisme yang bertambah bebas muncul mengaplus paham merkantilisme. Aliran pabrik sendiri terjadi karena peran dari berkembangnya ilmu ekonomi pada abad ini.

ilmu bisnis momen itu dikembangkan oleh jauhari seperti Scotsman Adam Smith (1723-1790), yang waktu ini diakui sebagai ekonom pertama di dunia. Ia membudayakan ide bahwa harga sebuah produk tercipta dari hasil tarik menarik antara pasokan, dan tuntutan serta pengalokasian karyawan. Ia berpendapat bahwa motif terdepan bersumber perdagangan adalah keuntungan diri pribadi. Reseptif ini kemudian menjadi basis yang dikembangkan oleh bermacam-macam jauhari seterusnya sebagaimana Thomas Malthus (1766-1834) yang mengembangkan ide sediaan-permintaan bikin memecahkan ki aib populasi yang berlebihan. Berkat paham ini pun, orang mulai berpikir untuk memproduksi produk, dan jasa secara besar-besaran.

Pasca-Perang Dunia

[sunting
|
sunting sumber]

Setelah dua Perang Dunia terjadi, dan perekonomian mengabu balasannya, pemerintah di banyak negara mulai berburu-cari cara kerjakan mengontrol sebelah perekonomian. Beberapa pakar ekonomi seperti Friedrich August von Hayek (1899-1992) dan Milton Friedman (1912-2006) melontarkan ide tentang pentingnya sebuah perdagangan global yang bebas. Namun kala itu ide dari John Maynard Keynes (1883-1946) diterima lebih luas. Keynes berpendapat bahwa pemerintah mesti mengontrol pasar secara lestari. Keynes yakin bahwa pemerintah dapat menyetip ki aib ekonomi, dan mempercepat pertumbuhannya dengan melakukan korupsi terhadap permintaan konglomerat. Untuk mengagungkan pemikirannya, paham ini diberi nama Keynesianisme.

Menurut Keynes, Ekonomi pasar lain memiliki mekanisme buat memastikan bahwa semua khalayak boleh bekerja, karenanya pengangguran bisa terjadi. Keynes berpendapat bahwa negara terbiasa mengamalkan intervensi, dan manipulasi terhadap permintaan, dan petisi massa kerjakan mengurangi dampak destruktif ini. Untuk melakukan hal tersebut, Keynes menggarisbawahi pentingnya pemerintah kerjakan melakukan penanaman modal. Jika pemerintah meningkatkan pengeluarannya, komisi nan beredar di publik akan makin sehingga masyarakat akan tergoda untuk berbelanja, dan meningkatkan permintaannya (sehingga permintaan agregat bertambah). Selain itu, tabungan juga akan meningkat sehingga dapat digunakan sebagai modal investasi, dan kondisi perekonomian akan juga ke tingkat sahih.

Lega tahun 1950-an, perekonomian Eropa, dan Amerika berkembang secara pesat. Periode ini disebut umpama masa keajaiban ekonomi. Urut-urutan pesat ini mengapalkan satu jenis ekonomi plonco: ekonomi berbasis konsumsi massa. Perseptif ini semakin berkembang setelah John Kenneth Galbraith (1908-2006) memperkenalkan konsep yang diberi nama ekonomi pasar sosial pada musim 1956.

Intiha abad ke-20 dan semula abad ke-21

[sunting
|
sunting mata air]

Kecenderungan ekonomi marcapada berubah selepas perekonomian Taci Soviet yang menganut komunisme runtuh. Banyak negara-negara Blok TImur yang berubah haluan berbunga komunisme ke ekonomi berbasis pasar. Namun selain sistem ekonomi dari Barat tersebut, unjuk sistem, dan konsep-konsep ekonomi lain yang berpunca berpokok negara non-Barat seperti RRT, Brazil, dan India. Konsep ekonomi non-barat ini dikenal dengan Istilah “awam pasca-industri”, sebuah istilah nan diperkenalkan lega tahun 1973 maka dari itu Daniel Bell.

Perkembangan, dan penyebaran Internet umpama sarana komunikasi agregat pun mempengaruhi urut-urutan ekonomi khususnya sesudah tahun 2000-2001. Ide akan halnya sebuah ekonomi berbasis Internet, dan informasi mulai dikembangkan. Hal ini disebabkan karena internet telah memberikan kontrol besar pada dunia perdagangan, dan memunculkan satu bidang plonco nan disebut sebagai bisnis elektronik.

Sosok seumpama anak adam sosial dan ekonomi

[sunting
|
sunting sumur]

Manusia bagaikan makhluk sosial, dan makhluk ekonomi pada dasarnya selalu menghadapi masalah ekonomi. Inti dari masalah ekonomi yang dihadapi cucu adam ialah kenyataan bahwa kebutuhan manusia jumlahnya tidak terbatas, padahal alat pemuas kebutuhan manusia jumlahnya terbatas. Beberapa faktor yang memengaruhi sehingga jumlah kebutuhan seseorang farik dengan kuantitas kebutuhan orang lain:

  • Faktor ekonomi
  • Faktor lingkungan sosial budaya
  • Faktor bodi
  • Faktor pendidikan
  • Faktor moral


Tindakan, Motif dan Pendirian Ekonomi

[sunting
|
sunting sumber]

Tindakan Ekonomi

[sunting
|
sunting mata air]

Tindakan ekonomi adalah sebuah istilah yang mengacu pada setiap usaha manusia yang dilandasi oleh seleksian yang paling baik, dan paling menguntungkan. misalnya: Ibu memasak dengan kayu bakar karena harga minyak persil tinggal mahal. Tindakan ekonomi terdiri atas dua aspek, merupakan:

  • Tindakan ekonomi Rasional, setiap usaha manusia nan dilandasi maka dari itu pilihan nan paling kecil menguntungkan, dan kenyataannya demikian.
  • Tindakan ekonomi Irrasional, setiap usaha manusia yang dilandasi maka dari itu pilihan yang paling menguntungkan namun kenyataannya tak demikian.

Motif Ekonomi

[sunting
|
sunting mata air]

Motif ekonomi yakni alasan ataupun tujuan seseorang sehingga seseorang itu melakukan tindakan ekonomi. Motif ekonomi terbagi dalam dua aspek:

  • Motif Intrinsik, disebut misal suatu keinginan bikin melakukan tindakan ekonomi atas kemauan sendiri.
  • Motif ekstrinsik, disebut sebagai suatu keinginan buat mengamalkan tindakan ekonomi atas dorongan hamba allah lain.

Pada praktiknya terdapat beberapa spesies motif ekonomi:

  • Motif memenuhi kebutuhan
  • Motif memperoleh keuntungan
  • Motif memperoleh sanjungan
  • Motif memperoleh kekuasaan
  • Motif sosial / menolong sesama

Prinsip Ekonomi

[sunting
|
sunting perigi]

Prinsip ekonomi merupakan pedoman untuk melakukan tindakan ekonomi yang didalamnya terkandung asas dengan pengorbanan tertentu diperoleh hasil yang maksimal. Prinsip ekonomi adalah dengan pengorbanan sekecil-kecilnya bagi memperoleh hasil tertentu, ataupun dengan pengorbanan tertentu untuk memperoleh hasil semaksimal mana tahu.

Ekonomi dan birokrasi

[sunting
|
sunting perigi]

Memasuki hari 1980-an perekonomian Indonesia memasuki fase baru dengan dikeluarkankanya kebijakkan deregulasi dan birokratisasi. Deregulasi dan birokratisasi pada dasarnya yakni salah satu upaya dan tindakan berupa (nyata) nan dipergunakan untuk memperkuat dan meningkatkan daya gigi anjing perekonomian suatu Negara.

Kata birokrasi mulai sejak dan pengenalan bureaucracy yang berfaedah ‘administrasi yang dicirikan oleh kesetiaan pada aturan, memihak­sedur, dan jenjang wewenang sehingga pelalah mengakibatkan suram­banan kerja, kerumitan perolehan hasil, dan penundaan gerak; madya­centung kata birokratisasi yang berasal dan bureaucratization berfaedah ‘hasil tindakan yang berhubungan dengan, maupun yang bercorak birokrasi’. Kata ordinansi yang terbit dari regulation bermanfaat ‘tindakan pengurus­an dengan bermacam ragam aturan (nan bertenaga hukum).Unsur de- yang melekat pada kata serapan berbunga bahasa asing, misalnya bahasa lnggris, berharga (1) ‘melakukan kejadian nan sebaliknya’, (2) ‘mengalihkan sesuatu dari’, (3) ‘mengurangi’, (4) ‘suatu ubahan dari’, dan (5) ‘keluar dari’. Makara, pemendekan bermakna ‘tindakan atau proses mengurangi tata kerja yang serba lamban dan rumit moga tercapai hasil dengan makin cepat’, sedangkan deregulasi bermanfaat ‘tindakan atau proses meredam emosi ataupun mengurangi segala aturan’.Teristiadat diingat bahwa pada kedua rencana itu sudah terkandung makna tindakan. OIeh sebab itu, seandainya kita akan membentuk perkenalan awal kerja, enggak terbiasa kita menambahkan imbuhan -kan. Jadi, memadai mendebiro­kratisasi ataupun mende­ordinansi, dan bukan mendebirokratisasikan atau menderegulasikan.

Wacana

[sunting
|
sunting sumber]

  1. ^


    a




    b




    c




    d



    “Economy”. Dictionary.com.

  2. ^


    Dinar, M., dan Hasan, M. (2018).
    Pengantar Ekonomi: Teori dan Permintaan
    (PDF). Makassar: CV. Nur Lina. hlm. 5–6. ISBN 978-602-51907-3-5.




  3. ^


    a




    b




    c




    d




    e




    f




    g




    h




    i



    Sectors of the Economy.

  4. ^

    Sheila C. Dow (2005), “Axioms and Babylonian thought: a reply”,
    Journal of Post Keynesian Economics
    27
    (3), p. 385-391.
  5. ^


    a




    b




    c




    d




    e




    f




    g




    h




    i




    j




    k




    l




    m




    n




    udara murni




    p




    q




    r




    s




    t




    u




    v




    w




    x




    y




    z




    aa




    ab



    Economy in the Middle Ages.

Daftar referensi

[sunting
|
sunting sendang]

Tatap pula

[sunting
|
sunting sumber]

  • Ekonomi Internasional
  • Ekonomi Pertahanan
  • Ekonomi AC
  • Tantangan Startup Business di Indonesia dan Solusi Yang Boleh Dilakukan
  • Kesejagatan Dan Kesejahteraan: Pengkhususan Kasus 33 Provinsi Di Indonesia
  • The Effect of Kidspreneurship to The
    Economy
    of Indonesia.



Istilah Ekonomi Berasal Dari Bahasa Yunani

Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Ekonomi

Baca juga:   Tujuan Golongan Muda Mencegah Ppki Untuk Mengumumkan Kemerdekaan Adalah