Jannah Dikelilingi Oleh Hal Hal Yang

By | 12 Agustus 2022

Jannah Dikelilingi Oleh Hal Hal Yang.

Jannah Dikelilingi Oleh Peristiwa Hal Yang.

 الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.

يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

اللّهُمَّ عَلِّمْنَا مَا يَنْفَعُنَا، وَانْفَعَنَا بِمَا عَلَّمْتَنَا، وَزِدْنَا عِلْماً، وَأَرَنَا الحَقَّ حَقّاً وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرَنَا البَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ

Segala puji kita kerjakan Allah Rabb semesta atas berbagai macam nikmat yang telah dianugerahkan pada kita semua. Segala kembali lemak yang Allah berikan patut kita syukuri walau itu cacat.

مَنْ لَمْ يَشْكُرِ الْقَلِيلَ لَمْ يَشْكُرِ الْكَثِيرَ

Barangkali pun nan lain mensyukuri nan invalid, maka kamu sulit bagi mensyukuri sesuatu yang banyak.” (HR. Ahmad)

Kiranya kita menjadi cucu adam nan berterima kasih dan boleh memanfaatkan enak yang cak semau n domestik kesetiaan dan ketakwaan puas Allah.

Shalawat dan salam semoga terlampiaskan kepada Nabi samudra Muhammadshallallahu ‘alaihi wa sallam, pula kepada para sahabat, para tabi’in, serta para jamhur yang mutakadim memberikan contoh nan baik puas kita.



JAMAAH JUMAT RAHIMAKUMULLAH

Rasulullah berucap

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ بْنِ قَعْنَبٍ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ ثَابِتٍ وَحُمَيْدٍ عَنْ

نَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حُفَّتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ وَحُفَّتأ

النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ

Sudah lalu mendongeng kepada kami Abdullah kacang Maslamah polong Qa’nab, telah bercerita kepada kami Hammad bin Salamah berusul Tsabit dan Humaid, berpunca Anas bin Malik berujar, “Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersuara: “Jannah dikelilingi oleh berbagai keadaan yang bukan menyenangkan dan neraka dikelilingi dengan sensualitas.” (HR Orang islam)

Nabi mengabarkan kepada kita bahwa jannah dikelilingi maka dari itu berbagai rupa peristiwa yang umumnya tidak disukai maka dari itu manusia. Siapapun yang kepingin mendapatkan Jannah mesti siap menempuh jalan yang penuh onak dan duri, kronologi resistansi yang melelahkan, pengorbanan harta, tenaga, spirit dan bahkan sukma, supaya suhu nafsu menentangnya. Terpampang sekali lagi di hadapannya sewu suatu rintangan nan tak diingini oleh nafsu yang condong rehat dan berfoya-foya.

Baca juga:   Sosialisme Indonesia Adalah Kondisi Masyarakat Yang Sejahtera

Sebaliknya, neraka terselubungi maka bermula itu sejuta pesona nan semok orang cak bagi menjamahnya, serasi dengan selera nafsu dan kezaliman. Sehingga banyak basyar terkecoh oleh jerat dan perangkapnya.

Teraihnya jannah hanyalah apabila sosok sanggup dolan dengan aturan dan pancang-rambu nan telah ditetapkan makanya Si Pemiliki Jannah (Sang pencipta) substansial perintah dan tabu. Mengikuti pacak-patok tersebut membutuhkan kesabaran ekstra dan pengorbanan nan luar jamak.

Karena kebanyakan perintah merupakan sesuatu yang runyam dipedulikan oleh selera hawa nafsunya. Adapun wujud larangan biasanya malah sesuatu yang diingini makanya syahwatnya. Belaka inilah harga nan mutakadim ditentukan maka itu Pemiliknya.

Sang pencipta mensifatkan keadaan warga jannah dengan firman-Nya:







وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَىٰ

﴿٤٠﴾








فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَىٰ

﴿٤١﴾





“Dan mengenai orang-insan yang seram kepada kebesaran Rabbnya dan membendung diri dari kehausan hawa nafsunya, maka sesungguhnya jannahlah wadah silam (nya).” (QS An-Nazi’at 40-41)



JAMAAH JUMAT RAHIMAKUMULLAH

Mush’ab bin Umair, rela menyingkir apa kemewahannya ketika diboikot insan tua sejak turut Selam. Bermula pemuda nan paling kecil keren, minimum halus bajunya, paling wangi minyaknya bak photo model dan minimal didamba perawan-cewek di Mekah. Alhasil sira tinggalkan semuanya karena Selam. Malah tatkala saksi di ajang perang, semata-mata burdah yang dimilikinya untuk menutup tubuhnya, jika ditutpkan kakinya tertentang kepalanya dan sekiranya ditutupkan kepalanya kelihatan kakinya.

Kamu senggang, itulah organ ganti buat meraih jannah. Demi melihatnya nabi berfirman, “Betapa di Mekah dahulu aku tak melihat sosok nan lebih halus pakaiannya dan lebih rapi rambutnya daripada kamu.

Semata-mata sekarang rambutmu kusut masai dan tubuhmu belaka ditutup dengan sepenggal burdah.” Habis anda berucap perihal Mush’ab dan pahlawan tidak yang gugur:

نَّكُمُ الشُّهَدَاءُ عِنْدَ إِنَّ رَسُوْلَ اللهِ يَشْهَدُ أ

اللهِ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ

“Sungguh Rasulullah (aku) bersaksi bahwa kalian merupakan syuhada di sebelah Allah pada hari akhir zaman.”



JAMAAH JUMAT RAHIMAKUMULLAH

Jannah tidaklah disediakan bikin mereka yang tak kongkalikong hendak membayar harga, bakhil privat mengorbankan apa nan dimilikinya bikin mendapatkannya. Bukan pula bagi hamba allah yang zirnikh bakal meraihnya tetapi tak sudi menempuh jalannya. Yang mahakuasa membualkan perihal bani adam-sosok yang enggak timbrung serta dalam perang Tabuk:



لَوْ كَانَ عَرَضًا قَرِيبًا وَسَفَرًا قَاصِدًا لَّاتَّبَعُوكَ وَلَـٰكِن بَعُدَتْ عَلَيْهِمُ الشُّقَّةُ ۚوَسَيَحْلِفُونَ بِاللَّـهِ لَوِ اسْتَطَعْنَا لَخَرَجْنَا مَعَكُمْ يُهْلِكُونَ أَنفُسَهُمْ وَاللَّـهُ يَعْلَمُ إِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ

﴿٤٢﴾

Baca juga:   Nama Nama Penyakit Dalam Bahasa Inggris

“Kalau yang engkau serukan kepada mereka itu keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang lain berapa jauh, pastilah mereka mengikutimu, saja panggung nan dituju itu amat jauh terasa maka mulai sejak itu mereka. Mereka akan bersumpah dengan (cap) Allah: “Seandainya kami sanggup tentulah kami berangkat bersama-samamu” Mereka membasmi diri mereka sendiri dan Sang pereka cipta mengetahui bahwa sebenarnya mereka serius khalayak-anak laki-laki adam yang berdusta.” (At-Taubah 42)

Maka adakah pantas bagi seseorang mutakadim menanggung cinta kepada Allah, berangan kepingin mendapat jannah, sahaja engkau enjoy dengan maksiat, foya-foya, dan lain memiliki manah terhadapp urusan agamanya?

Hamba Sang kreator nan zakiah ingin mendapatkan jannah akan berupaya mencerna aji-paduka membidik jannah, mengamalkannya dan menyapu dada atas rayuan yang dihadapannya serta berganti berbunga pantangan-pantangan Jannah yakni bukti konkrit manusia nan cak hendak mendapatkan jannah.

Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu bercakap, “heksa- perkara, apabila cak semau pada diri seseorang maka ia tekun berburu jannah dan merenggang bermula neraka, ialah mengenal Tuhan kemudian mentaatinya, mengenal setan kemudian memusuhinya, mengenal kesahihan kemudian mengikutinya, mengenal kebathilan kemudian menjauhinya, mengenal marcapada kemudian mengesampingkannya menggunakannya untuk kepentingan akherat) dan mengenal akherat kemudian memburunya.”



JAMAAH JUMAT RAHIMAKUMULLAH

Takdirnya para pemburu jannah harus mencurahkan pengorbanan apa yang dimilikinya, enggak penting para nomine pemukim neraka tidak kontol pengorbanan untuk mendaftar menjadi penghuninya.

Jodoh-pasangan Islam lagi menumpahkan segala apa tenaga, bersakit-sakit dan mengorbankan apa yang mereka mempunyai bakal menukarnya dengan neraka. Yang mahakuasa merenjeng lidah:



وَلَا تَهِنُوا فِي ابْتِغَاءِ الْقَوْمِ ۖ إِن تَكُونُوا تَأْلَمُونَ فَإِنَّهُمْ يَأْلَمُونَ كَمَا تَأْلَمُونَ ۖ وَتَرْجُونَ مِنَ اللَّـهِ مَا لَا يَرْجُونَ ۗ وَكَانَ اللَّـهُ عَلِيمًا حَكِيمًا

﴿١٠٤﴾

“Jika kamu menderita kesakitan, maka senyatanya merekapun menderita kesakitan (pula), seperti sira menderitanya, madya beliau mengharap pecah Allah barang apa yang tak mereka harapkan.” (QS An-Nisa’ 104)

Begitupula dengan para pemburu yang mengabaikan akheratnya. Belum ada ceritanya para penggandrung manjapada merasa pada dengan apa nan mutakadim di tangannya.

Beliau akan senantiasa berjuang, berkorban dan berkreasi keras buat memburu kerinduan nafsunya yang mustahil akan didapatkannya. Akan doang:

عَامِلَةٌ نَّاصِبَةٌ ﴿ ٣﴾ تَصْلَىٰ نَارًا حَامِيَةً

Baca juga:   1 Per 3 2 Per 3

“Membanting tulang lagi kepayahan, (lalu) memasuki api nan tinggal seksi (neraka).” (QS Al-Ghasiyah 3-4)



JAMAAH JUMAT RAHIMAKUMULLAH

Siapapun makhluk selayaknya ia akan menuai hasil perbuatannya di mayapada. Yang kafir ataupun nan cucu adam islam, yang shalih maupun nan thalih, nan bakir alias nan miskin ter-hormat. Hasil yang diperoleh terjemur dengan besarnya pengorbanan dan maksud ia berkorban.

Jika para pemburu neraka berkorban dan berjuang buat mendapatkan kebinasaannya, tentulah pengorbanan kita bikin mendapatkan kenikmatan Jannah harus lebih dituntut.

Kiranya kita lain segera merasa bangga dan merasa cukup dengan dedikasi yang telah kita usahakan, karena kenikmatan jannah nan disediakan untuk kita habis besar bila dibandingkan dengan upaya kita. Imam Syafi’i berkata, “kalau engkau redup ujub, maka ingatlah tiga perkara, merupakan ridha siapa nan anda cari, kenikmatan apa nan sira inginkan dan kerusakan mana yang hendak dia jauhi.

Barangsiapa yang merefleksikan ketiganya, niscaya akan merasa kecillah segala apa yang telah dia usahakan.”

أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا َوَاسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ إِنَّهُ هُوَ السَمِيْعُ العَلِيْمُ

Khutbah Kedua

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ

اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلاَمِ وَنَجِّنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَجَنِّبْنَا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَبَارِكْ لَنَا فِى أَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُلُوبِنَا وَأَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ وَاجْعَلْنَا شَاكِرِينَ لِنِعْمَتِكَ مُثْنِينَ بِهَا قَابِلِيهَا وَأَتِمَّهَا عَلَيْنَا

اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى ، والتُّقَى ، والعَفَافَ ، والغِنَى

اَللَّهُمَّ اكْفِنا بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنَا بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

اللَّهُمَّ أَحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِى الأُمُورِ كُلِّهَا وَأَجِرْنَا مِنْ خِزْىِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الآخِرَةِ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن

وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Source: https://sditcoba.blogspot.com/2020/03/khutbah-jumat-jannah-sekadar-bagi-yang.html

Jannah Dikelilingi Oleh Hal Hal Yang

Source: https://asriportal.com/jannah-dikelilingi-oleh-hal-hal-yang/