Jelaskan Hubungan Antara Indische Vereeniging Dan Pppi

By | 13 Agustus 2022

Jelaskan Hubungan Antara Indische Vereeniging Dan Pppi.

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Indische Vereeniging
atau
Jamiah Hindia
adalah organisasi pelajar dan mahasiswa Hindia di Provinsi Belanda yang berdiri pada tahun 1908.

Indische Vereeniging seram atas prakarsa Soetan Kasajangan Soripada dan R.M. Noto Soeroto yang intensi utamanya merupakan mengadakan pesta joget-disko dan pidato-pidato.

Sejak Cipto Mangoenkoesoemo dan Soewardi Soerjaningrat (Borek Hajar Dewantara) turut, lega 1913, mulailah mereka memikirkan mengenai perian depan Indonesia. Mereka tiba menyadari alangkah pentingnya organisasi tersebut untuk bangsa Indonesia. Bermula itulah
vereeninging
ini memasuki kancah politik. Waktu itu pula
vereeniging
menerbitkan sebuah buku harian yang diberi stempel
Hindia Poetera, doang isinya sama sekali tidak memuat tulisan-coretan bernada politik.

Institut Indonesia

[sunting
|
sunting sumber]

Semula, gagasan nama
Indonesisch
(Indonesia) diperkenalkan laksana pengubah
indisch
(Hindia) makanya Prof Cornelis van Vollenhoven (1917). Sejalan dengan itu,
inlander
(pribumi) diganti dengan
indonesiër
(cucu adam Indonesia)[1](Lihat: Sejarah keunggulan Indonesia).

Plong September 1922, saat pergantian atasan antara Dr. Soetomo dan Herman Kartawisastra organisasi ini berubah segel menjadi
Indonesische Vereeniging. Momen itu istilah “Indonesier” dan perkenalan awal sifat “Indonesich” sudah tenar digunakan oleh para tokoh Strategi Etis. Para anggota Indonesische juga memutuskan lakukan menerbitkan kembali majalah
Hindia Poetra
dengan Mohammad Hatta sebagai pengasuhnya. Majalah ini terbit dwibulanan, dengan 16 halaman dan biaya langganan seharga 2,5 gulden setahun. Penerbitan juga
Hindia Poetra
ini menjadi sarana untuk menyebarkan ide-ide antikolonial. Dalam 2 edisi pertama, Hatta menghadiahkan gubahan suara miring mengenai praktik sewa tanah pabrik sakarosa Hindia Belanda yang merugikan pekebun.[2]

Saat Iwa Koesoemasoemantri menjadi pemimpin pada 1923, Indonesische tiba menyerakkan ide non-kooperasi yang mempunyai arti berjuang demi kemerdekaan tanpa bekerjasama dengan Belanda. Tahun 1924, momen M. Nazir Datuk Pamoentjak menjadi ketua, nama majalah
Hindia Poetra
berubah menjadi
Indonesia Merdeka. Waktu 1925 detik Soekiman Wirjosandjojo nama organisasi ini resmi berubah menjadi
Perhimpunan Indonesia
(PI).

Baca juga:   Teluk Bayur Adalah Pelabuhan Yang Terdapat Di Provinsi

Hatta menjadi
Voorzitter
(Komandan) PI terlama yakni sejak awal tahun 1926 sebatas 1930, sebelumnya setiap superior tetapi menjabat sejauh setahun. Universitas Indonesia kemudian kobar secara terencana propaganda akan halnya Perhimpunan Indonesia ke luar negeri Belanda.

Pentolan-biang keladi lain yang menjadi anggota organisasi ini antara tak: Achmad Soebardjo, Soekiman Wirjosandjojo, Arnold Mononutu, Mr. Dr. Mohamad Nazif, Prof Mr Sunario Sastrowardoyo, Sastromoeljono, Abdulmadjid Djojoadiningrat, Sutan Sjahrir, Sutomo, Ali Sastroamidjojo, Wreksodiningrat, Soedibjo Wirjowerdojo dll.

Akhir organisasi dan dikuasai komunis

[sunting
|
sunting sumber]

Dipimpin Mohammad Hatta

[sunting
|
sunting sumber]

Plong 1926, Mohammad Hatta diangkat menjadi atasan Perhimpunan Indonesia/Indische Vereeniging.[3]
Di bawah kepemimpinannya, PI memperlihatkan perubahan. Jamiah ini lebih banyak memperhatikan perkembangan pergerakan kewarganegaraan di Indonesia dengan memberikan banyak komentar di alat angkut massa di Indonesia.[4]
Semaun mulai sejak PKI nomplok kepada Hatta sebagai didikan PI kerjakan menawarkan pimpinan rayapan nasional secara umum kepada PI.[4]
Stalin membatalkan keinginan Semaun dan sebelumnya Hatta memang belum bisa berkepastian pada PKI.[5]

Pada periode kepemimpinannya, majalah PI, adalah
Indonesia Merdeka
banyak disita pihak kepolisian, maka masuknya majalah ini dengan cara infiltrasi.[6]

Rujukan

[sunting
|
sunting sumber]


  1. ^

    Revitalisasi Keindonesiaan
    [
    pranala nonaktif permanen
    ]

    , Kompas 28 Oktober 2005

  2. ^

    Majalah Tempo, Edisi Khusus 80 Tahun Kutuk Pemuda, 27 Oktober 2008

  3. ^

    Noer 2012, hlm. 21.
  4. ^


    a




    b



    Noer 2012, hlm. 19.

  5. ^

    Noer 2012, hlm. 19-20.

  6. ^

    Noer 2012, hlm. 23-24.

Bacaan

  • Noer, Deliar (2012). Jaap Erkelens, ed.
    Mohammad Hatta:Hati Rasa hati Bangsa. Jakarta: Gramedia Bacaan Utama. ISBN ISBN 978-979-709-633-5.



Pranala asing

[sunting
|
sunting sumur]

  • (Indonesia)
    Kemandirian, Dasar Martabat Bangsa



Jelaskan Hubungan Antara Indische Vereeniging Dan Pppi

Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Perhimpunan_Indonesia