Jelaskan Perkembangan Trem Pada Masa Pemerintah Belanda Hingga Masa Sekarang

By | 12 Agustus 2022

Jelaskan Perkembangan Trem Pada Masa Pemerintah Belanda Hingga Masa Sekarang.

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia netral

Trem
maupun
tram
merupakan kereta yang mempunyai rel khusus di kerumahtanggaan kota. Trem nan berselang hari 5-10 menit berangkat, bisa yaitu solusi untuk kemacetan.[1]
[2]
Rangkaian trem umumnya satu set (terdiri atas dua kereta) mudah-mudahan lain terlalu tahapan. Disebut Light Rail karena memakai kereta ringan sekitar 20 ton seperti bus, tidak seberat sepur yang 40 ton. Letak rel berbaur dengan suntuk-lintas kota, atau terpisah begitu juga bus-way, lebih-lebih boleh pula layang (elevated) atau sub-way, doang kerjakan sebagian pelintasan saja.

Trem galibnya lebih ringan dan bertambah pendek dari kereta biasa dan angkutan cepat. Saat ini, sebagian besar trem menggunakan tenaga listrik, umumnya dialiri maka itu pantograf nan menjulur di listrik persebaran atas; sistem nan bertambah berida dapat memperalat gawang troli atau pengumpul busur. Internal bilang kasus, sepatu kontak lega ril ketiga digunakan. Seandainya wajib, mereka mungkin memiliki sistem tenaga ganda—setrum di jalan-kronologi kota dan diesel di lingkungan pedesaan.

Trem Kota

[sunting
|
sunting sumber]

Trem alias lengkapnya Trem Kota merupakan alternatif dalam menanggulangi kemacetan daerah tingkat. Kendaraan ini kebanyakan hanya terdiri atas satu set (dua deresi), karena harus menyeimbangkan dengan kejadian lingkungan jalan kota yang tidak dapat terlalu panjang, karena bersatu dengan lewat lintas daerah tingkat lainnya. Belaka bisa saja dua set atau 4 kereta (HRT – Heavy Rail Transit – satu set adalah 4 kereta).

Beraneka macam merek LRT adalah:

  • Dengan wahana ringan dan dapat dibuat oleh pabrik karoseri bus
  • Dapat beraduk dengan silam-lintas kota
  • Bisa berbelok dengan skop kecil ataupun mencolok (sekitar 15 meter, sehingga boleh menyelusuri bangunan tua pusat kota, padahal HRT minimum dengan radius 150 meter)
  • Dapat menaiki dengan elevasi hingga 12%, sedangkan HRT maxiumum 1%. Maka itu sebab itu stasiun LRT sering makmur di atas jembatan layang.
  • Biaya pembangunan dan operasi silam murah dibandingkan dengan HRT
  • Jenis 1:
    Bercampur dengan lalu-lintas kota dan strata satu set (2 kereta);
    Keberagaman 2:
    Dengan berbagai lintasan (surface, elevated, dan sub-way) dan panjang dua set (4 kereta);
    Tipe 3:
    Seperti HRT dengan lintasan khusus terpisah berikut sinyalnya, dan janjang 2 set setakat 4 set (bisa 4 hingga 8 kereta).
  • Namun LRT mampu mengangkut 80.000 penumpang per jam, bandingkan dengan HRT 140.000 penumpang tiap-tiap jam, monorel 40,000 penumpang per jam, sedangkan busway hanya 25.000 penumpang masing-masing jam.

Aksi

[sunting
|
sunting sendang]

Suka-suka dua jenis trem utama, trem klasik yang dibangun pada awal abad ke-20 dengan sistem trem nan beroperasi dalam mondarmandir campuran, dan varietas selanjutnya yang paling pelalah dikaitkan dengan sistem trem yang n kepunyaan jalurnya sendiri. Sistem trem yang mempunyai jalurnya sendiri selalu disebut light rail tetapi ini tidak demap benar. Meskipun kedua sistem ini berbeda dalam pengoperasiannya, perangkat mereka hampir sejajar.

Pengaruh

[sunting
|
sunting sendang]

Trem secara tradisional dioperasikan dengan tuas terpisah untuk menerapkan taktik dan rem. Kendaraan yang lebih modern menggunakan pengontrol gaya lokomotif yang menggabungkan sakelar bani adam mati (dead man’s switch). Keberhasilan trem PCC juga melihat trem menggunakan kekuasaan kaki tendensi mobil yang memungkinkan pengoperasian
hands-free, terutama detik sopir berkewajiban atas pengumpulan ongkos.

Baca juga:   Bisnis Yang Dijalani Oleh Perusahaan Box Motor Delivery Merupakan Bisnis

Sumber daya elektrik

[sunting
|
sunting sumber]

Elektrik perputaran atas menyediakan daya kerjakan sebagian samudra trem listrik. Kabel overhead digunakan untuk trem dan sistem kereta ringan.

Trem listrik memperalat bineka perabot kerjakan mengumpulkan daya berpokok listrik aliran atas. Perlengkapan nan paling publik ditemukan saat ini adalah pantograf, sementara beberapa sistem yang lebih tua lontok memperalat tiang troli ataupun pengumpul busur. Catu rahasia di permukaan lahan telah menjadi inovasi baru-baru ini. Teknologi yunior lainnya menggunakan superkapasitor; ketika sebuah isolator pada sakelar rel memutus aliran listrik dari trem untuk jarak pendek di selama sagur, trem boleh menggunakan energi yang tersimpan dalam kapasitor besar buat menggerakkan trem melewati celah di sumber listrik.[3]
Sistem yang terka usang lakukan catu anak kunci adalah akumulasi aliran saluran.

Sistem trem lama di London, Manhattan (New York City), dan Washington, D.C., menggunakan rel sederum, seperti yang ada di rel setrum rel ketiga, tetapi di saluran di bawah urut-urutan, dari mana mereka menyeret listrik melalui beluku. Itu disebut koleksi arus Conduit. Washington adalah yang terakhir ditutup, pada tahun 1962. Saat ini, tidak terserah trem kulak nan menggunakan sistem ini. Baru-baru ini, sistem modern yang setara dengan sistem ini telah dikembangkan yang memungkinkan pemasangan rel ketiga dengan aman di urut-urutan-jalan daerah tingkat, yang dikenal bak pengumpulan arus satah maupun catu daya di permukaan tanah; contoh utamanya ialah sagur trem baru di Bordeaux.

Catu trik di permukaan tanah

[sunting
|
sunting sumber]

Bagian trek APS di Bordeaux dengan bagian yang bertenaga dan netral.

Sistem catu daya latar petak (ground-level power supply system) juga dikenal sebagai
Surface current collection
atau
Alimentation par le sol
(APS) adalah versi terbaru dari sistem variasi stud asli. APS memperalat ril ketiga nan ditempatkan di antara rel yang madya berjalan, dibagi secara elektrik menjadi segmen berdaya okta- meter dengan bagian netral tiga meter di antaranya. Setiap trem memiliki dua sepatu pengumpul daya, di sebelahnya terdapat antena yang mengirim sinyal radio untuk memberi energi pada segmen rel listrik saat trem melewatinya.

Sistem yang bertambah tua membutuhkan sistem
switching
mekanis yang rentan terhadap masalah lingkungan. Pada suatu tahun tidak lebih dari dua segmen berturut-masuk di bawah trem harus benar-benar hidup. Perpindahan nirkabel dan solid state menyenangkan masalah mekanis.

Alstom mengembangkan sistem terutama bikin menghindari kabel catu daya yang mengganggu di area labil watak daerah tingkat renta Bordeaux.[4]

Halte trem

[sunting
|
sunting sendang]

Halte trem mungkin mirip dengan halte bus dalam desain dan pemanfaatan, terutama di bagian jalan raya, di mana dalam beberapa kasus kendaraan tidak secara syariat diharuskan cak jongkok mulai sejak pintu trem. Beberapa halte mungkin menyerupai peron kereta jago merah, terutama di bagian kanan jalan pribadi dan di mana trem dinaiki puas ketinggian peron kereta api kriteria, dibandingkan dengan menunggangi tangga di ambang gerbang atau trem berlantai sedikit.

Baca juga:   Apakah Reaksi Reaksi Di Bawah Ini Termasuk Reaksi Redoks

Keuntungan

[sunting
|
sunting sumber]

Berikut yaitu beberapa keuntungan adanya transportasi trem:

  • Trem (dan angkutan umum jalan raya pada lazimnya) jauh lebih efisien kerumahtanggaan hal penggunaan jalan ketimbang mobil – satu trem dapat menggantikan selingkung 40 mobil (nan jauh bertambah banyak memakan area adimarga).[5]
    [6]
  • Trem berjalan bertambah efisien dibandingkan dengan ki alat seikhwan yang menggunakan ban tiras, karena ketegaran gelinding roda rabuk puas rel baja kian rendah daripada ban karet pada kronologi pek.[7]
  • Dipandu oleh rel berfaedah bahwa bahkan unit trem yang dulu tataran boleh menavigasi berekreasi kota yang sempit dan berliku yang bukan dapat diakses oleh bus yang panjang.
  • Kendaraan trem sangat resistan lama, dengan beberapa berada beroperasi terus menerus selama kian dari panca puluh tahun. Dibandingkan dengan bus yang menggunakan pembakaran internal, nan cenderung membutuhkan pelestarian dalam jumlah besar dan rusak sehabis adv minim mulai sejak 20 tahun, sebagian besar karena pulsa mesin.
  • Internal banyak kasus, jaringan trem memiliki kapasitas yang lebih tinggi daripada bus. Hal ini disebut-sebut seumpama alasan untuk menukar pelecok suatu jaringan bus tersibuk di Eropa dengan trem oleh Dresdner Verkehrsbetriebe.
  • Karena merek kapasitas yang disebutkan di atas, biaya karyawan (yang merupakan bagian terbesar bermula biaya operasi berasal banyak sistem angkutan umum) per penumpang bisa jauh bertambah rendah dibandingkan dengan bus.
  • Sistem trem dan jalan kereta api ringan boleh bertambah murah untuk dipasang tinimbang kereta bawah petak atau bentuk rel berat lainnya. Di Berlin, skor yang cangap dikutip merupakan bahwa biaya suatu kilometer kereta asal tanah sekufu dengan dasa kilometer jalur trem.
  • Jalur trem dapat memanfaatkan jalur rel lama, bilang contohnya tersurat Manchester Metrolink di mana Bury Line merupakan bagian mulai sejak East Lancashire Railway. Komplet bukan dapat ditemukan di Paris, London, Boston, Melbourne, dan Sydney. Karenanya mereka terkadang memanfaatkan jalur berkecepatan tangga saat bakir di rel kereta jago merah.
  • Karena jalur trem berperangai permanen, hal ini memungkinkan otoritas tempatan buat membangun pun dan merevitalisasi kota-kota mereka asalkan perubahan perencanaan yang sesuai dibuat.[8]
    Melbourne akan mengizinkan gedung-gedung tinggi (5 sampai 6 ubin) di sepanjang rute trem meninggalkan pinggiran daerah tingkat yang ada di bokong tak berubah temporer menggandakan kepadatan daerah tingkat.[9]
  • Trem dengan rute tetapnya memasrahkan kepercayaan kepada dam cak bagi berinvestasi dibandingkan dengan rute bus yang dapat diubah.
  • Trem menghasilkan polusi udara bertambah rendah daripada transportasi berban karet nan menghasilkan polutan berbasis ban, aspal dan rem. Eksploitasi rem motor listrik regeneratif di trem menurunkan penggunaan rem mekanis. Sepeda cendawan dan partikulat rel diproduksi tetapi rekonsiliasi roda yang teratur dan pengisian track yang lentur dapat mengurangi emisi.
  • Jaringan trem bisa terhubung ke kereta berat operasional lainnya dan sistem angkutan cepat, memungkinkan kendaraan bagi mengalir langsung dari satu ke nan lain tanpa penumpang terlazim turun. Trem yang kompatibel dengan sistem rel berat disebut kereta trem, sedangkan yang dapat menggunakan terowongan kereta radiks tanah disebut pra-metro atau Stadtbahn.
  • Penumpang boleh menyentuh stasiun rataan lebih cepat daripada stasiun dasar tanah. Keamanan subjektif di stasiun permukaan demap terlihat kian tinggi.
  • Trem bisa menjadi potensi wisata, karena pengoperasiannya yang unik dan farik dengan bus.
  • Banyak sistem trem modern menanam vegetasi nan bertaruk rendah – lazimnya rumput – di antara rel yang memiliki sekuritas psikologis plong tingkat kebisingan nan dirasakan dan manfaat ruang hijau. Ini tidak mungkin diterapkan plong bus karena terlalu melantur berpangkal jalur “arketipe” dalam operasi sehari-hari
  • Ada surat berharga yang dipelajari dengan baik bahwa pemasangan layanan trem – bahkan sekiranya kekerapan layanan, kelajuan, dan harga semuanya tetap patuh – mengarah ke penumpang yang kian tinggi dan perpindahan moda dari otomobil dibandingkan dengan bus. Sebaliknya, pengabaian layanan trem menyebabkan penurunan jumlah penumpang yang terukur.
Baca juga:   Para Istri Ketua Ketua Adat Lampung Disebut

Trem di Indonesia

[sunting
|
sunting perigi]

Trem di Jakarta dan Surabaya pada waktu Hindia Belanda

[sunting
|
sunting sumber]

Dimulai di Batavia sejak 1899, merupakan kendaraan yang paling banyak dimanfaatkan oleh publik. Sebelum trem listrik di Batavia, muncul trem aswa (1869) disusul dengan trem uap (1881), tanggal 10 April 1899 trem listrik berangkat beroperasi.

Trem di Kramat-Salemba (jalur Jatinegara-Tanjung) di Batavia (1900-1940).

Di
Batavia
(Jakarta), trem pernah beroperasi dengan sagur:

  • Jatinegara – Matraman – Pasar Senen – Ancol (letak Depo),
  • Pasar Senen – Lapangan Banteng – Pasar Plonco – Harmoni – Ii kabupaten – Pasar Ikan,
  • Kemayoran – Pasar Bau kencur – Harmoni – Lahan Abang.[10]

Trem di alun-alun Surabaya (1929-1932).

Sedangkan di
Surabaya
dengan jongkong:

  • Kebon Dabat – Darmo – Tunjungan – Jazirah Perak,
  • Kebon Sato – Pasar Turi – Titian Biram,
  • Kebon Sato – Gubeng – Stasiun Ii kabupaten.

Referensi

[sunting
|
sunting sumber]


  1. ^


    “tram – definition”.
    The Free Dictionary
    . Diakses tanggal
    19 February
    2018
    .





  2. ^


    “Tram – Definition and More from the Free Merriam-Webster Dictionary”.
    merriam-webster.com. Diarsipkan semenjak varian asli copot 9 April 2015.





  3. ^


    “An Introduction To Capacitors”.
    web.archive.org. 2015-03-09. Archived from the original on 2015-03-09. Diakses tanggal
    2021-12-25
    .





  4. ^


    “Allez le Tram”.
    Railway Technology
    (dalam bahasa Inggris). 2007-07-26. Diakses tanggal
    2021-12-25
    .





  5. ^


    “Human Transit: the photo that explains almost everything (updated!)”.
    web.archive.org. 2015-03-31. Archived from the original on 2015-03-31. Diakses tanggal
    2021-12-25
    .





  6. ^


    “Special Report 257: Making Transit Work”
    (PDF).





  7. ^


    “Q24 – Tram-bus”.
    www.bathtram.org
    . Diakses tanggal
    2021-12-25
    .





  8. ^


    Boquet, Yves (2017-03). “The renaissance of tramways and urban redevelopment in France”.
    Miscellanea Geographica.
    21
    (1): 5–18. doi:10.1515/mgrsd-2017-0005.





  9. ^


    “Transforming Australian Cities : Urban corridors”
    (PDF).





  10. ^


    Oost-Java Stoomtram Maatschappij (1902).
    Verslag der Oost-Java Stoomtram Maatschappij. Den Haag: OJS.




Pranala asing

[sunting
|
sunting sumber]

  • (Inggris)
    Helsinki City Transport Diarsipkan 2008-02-14 di Wayback Machine.
  • (Inggris)
    Hastings Tramways Club
  • (Inggris)
    Light Rail Transit Association
  • (Inggris)
    Light Rail Central



Jelaskan Perkembangan Trem Pada Masa Pemerintah Belanda Hingga Masa Sekarang

Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Trem