Jelaskan Tawaran Kafir Quraisy Agar Tidak Berdakwah Lagi

By | 12 Agustus 2022

Jelaskan Tawaran Kafir Quraisy Agar Tidak Berdakwah Lagi.

Jakarta

Nabi Muhammad SAW memufakati wahyu kerasulan pertama kali saat menjelang umur 40 tahun. Wahi datang melalui Malaikat Jibril di Gua Hira pada suatu lilin batik. Ada yang menamai peristiwa itu terjadi pada 17 Ramadhan 13 tahun sebelum hijriyah.

Pasca- peristiwa malam tersebu, Muhammad suami Khadijjah binti Khuwailid itu senggang mengalami pergulatan batin selama beberapa musim. Hingga kemudian sehabis tenang, putra Abdullah bin Abdul Muthalib pergi ke Kakbah.

Dalam perjalanan ke Kakbah Utusan tuhan Muhammad SAW bertemu dengan Waraqah bin Naufal, sepupu Siti Khadijjah. Kepada Waraqah, Muhammad menceritakan semua peristiwa yang beliau alami di Terowongan Hira.

Waraqah sebelumnya juga mendengar cerita senada dari Khadijjah. Waraqah meyakinkan bahwa Muhammad adalah Nabi yang diutus Allah SWT untuk menunaikan janji kepatutan umat.

Kepada Muhammad, Waraqah mengingatkan hendaknya berhati-hati. Sebab saat menyampaikan nubuat Allah SWT, nantinya Muhammad bisa saja berkat pertentangan dari kaum ateis Quraisy. “Pastilah kau (Muhammad) akan didustakan orang, akan disiksa, akan diusir dan akan diperangi. Seandainya sampai pada periode itu aku masih semangat, pasti aku akan membela yang di pihak Yang mahakuasa dengan pembelaan yang sudah lalu diketahui-Nya kembali,” introduksi Waraqah kepada Nabi Muhammad SAW seperti dikutip Tim Hikmah detikcom berpangkal gerendel Sejarah Semangat Nabi Muhammad karya Muhammad Husain Haekal.

Nabi Muhammad SAW, sang Penghulu Rasul itu kembali terbayang akan sambutan menyampaikan wangsit Halikuljabbar SWT kepada kaum Quraisy. Mengajak kabilah kafir Quraisy berkeyakinan kepada Allah SWT ketika itu bukan peristiwa yang mudah.

“Mereka suku bangsa Quraisy lewat kuat mempertahankan kebatilan itu. Mereka bersedia berperang dan mati bagi itu,” kata Muhammad Husain Haekal n domestik bukunya.


Disebutkan dalam sejumlah Biram Nabawiyah, di tadinya kenabian Utusan tuhan Muhammad SAW terpaksa mengamalkan dakwah secara umpet-sembunyi selama 3 tahun. Sampai kemudian anjlok ramalan Sang pencipta SWT, Salinan Asy-Syua’ra ayat 214 sampai 216.


وَأَنْذِرْ عَشِيرَتَكَ الْأَقْرَبِينَ . وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ . فَإِنْ عَصَوْكَ فَقُلْ إِنِّي بَرِيءٌ مِمَّا تَعْمَلُونَ


Latin-Arab : Wa anżir ‘asyīratakal-aqrabīn. Wakhfiḍ janāḥaka limanittaba’aka minal-mu`minīn. Fa in ‘aṣauka fa qul innī barī`um mimmā ta’malụn


Artinya: “Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdamping. dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu individu-insan yang beriman. Seandainya mereka mendurhakaimu maka katakanlah: “Sepatutnya ada aku bukan bertanggung jawab terhadap segala apa nan kamu buat” (QS. Asy-Syua’ra’: 214-216)

Baca juga:   Fungsi Computer Pada Mesin Cnc Adalah Kecuali

Turun pun Al Alquran Surat Al-Hijr ayat 94

فَٱصْدَعْ بِمَا تُؤْمَرُ وَأَعْرِضْ عَنِ ٱلْمُشْرِكِينَ

Latin – Arab: Faṣda’ bimā tu`maru wa a’riḍ ‘anil-musyrikīn

Artinya: Maka sampaikanlah olehmu (Muhammad) secara sorot-terangan segala segala nan diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah berpunca orang-orang nan musyrik.

Nabi Muhammad SAW kemudian memulai dakwah dengan terang-terangan dimulai dari keluarga terdamping yakni kalangan Bani Hasyim. Namun di antara kelarga Bani Hasyim hanya Ali kacang Debu Thalib yang mau berkepastian kepada Allah SWT. Sementara Debu Thalib melindungi dakwah Muhammad saja belum mau mengucap syahadat.

Setelah itu, dakwah terang-terangan Nabi Muhammad selalu beruntung pertentangan dari suku bangsa Quraisy. Bahkan, para pemuka Quraisy mencaci Rasul Muhammad gila dan sempat melemparkan cerih ke bodi Nabi. Termasuk yang menjurus dakwah Nabi Muhammad SAW adalah si pakcik, Abu Jahal dan Serbuk Lahab.

Bersama suku bangsa kafir Quraiys Abu Jahal dan Abu Lahab menentang habis-habisan dakwah Rasulullah dan mengusir pengikutnya. Mereka gugup ajaran yang dibawa Muhammad bisa destruktif agama nenek moyang kaum Quraisy yakni menyembah kultus.

Mereka kembali mengamalkan segala mandu bagi menolak dakwah Rasulullah dengan menyedang membunuhnya. Kaum Quraisy membenari Abu Talib dengan memberikan beberapa uang lelah tebusan buat membiarkan Nabi Muhammad dibunuh.

Rencana pembunuhan dilakukan dengan mengikutsertakan makhluk di luar suku Quraisy sehingga lain akan memecah perang sipil. Serbuk Talib yang mendengar hal itu sekali lagi mengaram tanda keseriusan Quraisy privat memerangi dakwah Nabi Muhammad.

Ia pun bergegas memanggil semua tanggungan Bani Hasyim dan menjatah tahu rang suku Quraisy. Mereka pula berupaya melindungi Rasulullah dari segala teror nan direncanakan.

Kesulitan yang dihadapi makanya Rasulullah ternyata pula terjadi pada keluarga Bani Hasyim. Suku bangsa Quraisy diketahui memboikot segala jual-beli, akad nikah dan hubungan sosial dengan Bani Hasyim sehingga mengakibatkan mereka kesulitan mendapatkan bahan pangan.

Kabilah Quraisy berharap dengan adanya pemboikotan tersebut bisa membentuk Bani Hasyim menyerahkan Rasulullah lakukan dibunuh. Untuk itu, Debu Thalib memerintahkan sendiri dari Bani Hasyim tidur di petiduran Rasulullah sehingga menyerupai Utusan tuhan Muhammad.

Sesudah berbagai kesulitan yang dialami Utusan tuhan Muhammad SAW dan pengikutnya di Makkah, turunlah perintah evakuasi. Awalnya tujuan pengungsian yakni ke area Habasyah atau Ethiophia. Namun turun perintah agar umat Islam hijrah ke Madinah.

(pay/erd)

tim |
CNN Indonesia

Peparu, 29 Apr 2020 04:55 WIB

Jakarta, CNN Indonesia
— Nabi Muhammad Saw atau Rasulullah Saw selalu mendapatkan pertentangan dari kaum kafir Quraisy saat


berdakwah

. Persabungan terjadi karena ada beberapa alasan seperti yang terjadwal di Al-Mausu’ah Al-Tarikh Al-Islamiyah Fi Ushul Al-Ushtha nasib baik Ahmad Syalabi.Alasan permulaan karena Rasulullah Saw mengajarkan akan halnya kebangkitan kembali dan pembalasan di alam baka. Peristiwa itu tidak bisa diterima maka itu para pemimpin Quraisy.Mereka menganggap seruan Utusan tuhan Muhammad Saw sebagai tera indisiplin terhadap Ibni Abdul Muthalib. Kabilah Quraisy tidak bisa membedakan antara kenabian dan kekuasaan. Selain itu, takut kekurangan mata pencaharian sebagai penjual patung menjadi alasan kedua mereka memerosokkan Rasulullah.

Dilansir dari Alif.id, kalangan bangsawan suku bangsa Quraisy cenderung dakwah Rasulullah tentang kesetaraan kepunyaan hamba sahaya dan kaum bangsawan. Dan alasan terakhir mereka mendorong adalah kaitannya dengan kepercayaan terhadap nenek moyangnya. Hal ini menjadi alasan yang menjadikan kaum Quraisy melawan dan membidik dakwah Nabi Muhammad saat di Mekkah.

Baca juga:   Uraikan Dalam Satu Paragraf Mengenai Pentingnya Kekuasaan Negara

Segala cara dilakukan oleh kaum Quraisy bikin menolak Rasulullah SAW. Salah satunya dengan memburas sang paman rasul, Abu Thalib yang suntuk disegani dan mencagar keponakannya.Saat itu, kaum Quraisy memberikan dua pilihan kepada Abu Thalib. Pilihan pertama meminta Rasulullah untuk menghentikan dakwahnya atau diserahkan kepada mereka habis dibunuh.Ancaman tersebut takhlik Duli Thalib meminta Rasulullah SAW lakukan nongkrong berdakwah.”Demi Tuhan, saya tidak nongkrong memperjuangkan permakluman allah ini. Walaupun seluruh anggota keluarga dan saudara akan mengucilkan saya.”Mendengar situasi itu, Abu Thalib bukan boleh mencegat rasa harunya. Ia lagi langsung berkata:”Teruskanlah, demi Allah aku akan terus membelamu”, introduksi Debu Thalib.Berita itu pun sampai ke telinga kabilah Quraisy, dan tanpa menunggu lama mereka sambil menyusun strategi selanjutnya. Mereka mengutus Umarah bin Walid andai alat tukar dengan Rasulullah SAW.Utusan itu sederum ditolak maka dari itu Duli Thalib. Kaum Quraisy tak kehilangan akal, mereka berbarengan menemui si nabi dan merayunya dengan harta, tahta, dan wanita. Rasulullah langsung menolak tawaran tersebut.”Demi Allah, supaya juga mereka meletakkan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku. Aku tidak akan cak jongkok melakukan ini, sehingga agama ini menang maupun aku binasa karenanya.”Lantaran tawaran selalu ditolak, para atasan Quraisy melakukan intimidasi. Mereka enggak ragu melakukan intimidasi dengan kekerassan dan menyiksa gerombolan mereka koteng dan para budak karena masuk Islam.Mendengar dan meluluk perlakuan keji kaum Quraisy, Rasulullah mengatur strategi supaya bisa terhindar dari mereka. Nabi mewajibkan kepada pengikutnya lakukan evakuasi ke Habasyah (sekarang Ethiopia).Kabilah Quraisy tidak menyerah dan tetap melakukan tindakan penolakan. Upaya mereka lakukan menghentikan Nabi Muhammad dengan memboikot seluruh keluarga Bani Hasyim.Kabilah Quraisy menyibuk bahwa keluarga Bani Hasyim adalah kelemahan semenjak Nabi. Keluarga Bani Hasyim telah melindunginya dan melindungi para mualaf maupun yang belum masuk Islam.Para pemimpin Quraisy melarang semua penduduk Mekkah lakukan melakukan boikot kegiatan memikul dengan Anak lelaki Hasyim. Alhasil para anggotanya menderita kelaparan. Aksi boikot ini berlanjut sampai tiga tahun lamanya.”Nabi Muhammad merupakan kamil bagi para pensyiar alias mubalig kerumahtanggaan menyebarkan poin-nilai Islam nan rahmmata lil alamin, dengan munjung kegigihan, rendah lever, dan keluasan pikiran,”

Baca juga:   Apa Yang Dimaksud Dengan Teknik Konstruksi

Artikel ini merupakan kerjasama CNNIndonesia.com dengan Alif.id yang sebelumnya ditulis oleh Sorot Hasan.
(auz/chs)

[Gambas:Video CNN]


LIVE REPORT

Tatap Selengkapnya

Apakah Anda sedang mencari jelaskan tawaran kafir Quarisy kepada Rasul Muhammad SAW. semoga tak berdakwa lagi, kalau iya? maka Kamu congah di website yang tepat.

Jangan lupa berdoa meski ilmunya berkah!

Jelaskan tawaran kafir Quarisy kepada Utusan tuhan Muhammad SAW. seyogiannya tidak berdakwa sekali lagi

Jawaban:

Banyak tawaran nan diajukan oleh suku bangsa kafir quraisy kapan itu agar Nabi Muhammad mau berhenti berdakwah. Riuk satu keadaan yang ditawarkan makanya kaum kufur quraisy pada Nabi Muhammad untuk berhanti berdakwah yaitu Nabi Muhammad ditawarkan banyak wanita cantik. Selain itu Nabi Muhammad juga ditawarkan harta yang luber jika kepingin mengetem berdakwah

Penjelasan:

Setelah sekian banyak tawaran nan diberikan, Nabi tetap enggak cak hendak berhenti berdakwah. Kaum kufur quraisy alhasil menawarkan hendaknya saling beribadah dengan prinsip agama satu setimpal lain secara bergantian. Akhirnya turunlah surah Al kafirun yang memberitahukan bahwa enggak boleh mencampur adukkan intern urusan agama. Sehingga Nabi Muhammad kembali menjorokkan tawaran tersebut.

—————-#—————-

Baca juga Mengapa Nabi Muhammad SAW. melakukan Uzlah

Demikian yang dapat Teknik Daerah bagikan, mengenai jelaskan tawaran kafir Quarisy kepada Utusan tuhan Muhammad SAW. agar tidak berdakwa pun . Sekian dan songsong kasih sudah lalu mengunjungi www.teknikarea.com, mudahmudahan berarti dan sampai jumpa lagi di artikel agama berikutnya. Dapatkan butir-butir-informasi menarik tentang hosting terbaik, jasa pembuatan website dan website gratis, Software VPN terbaik, tempat wisata primadona, jasa iklan google, harbolnas, HP Terbaik 2 jutaan, uang pelicin pemodalan emas, tips investasi pada forex tanpa trading, asuransi mobil, dan Indonesia culture.

Jelaskan Tawaran Kafir Quraisy Agar Tidak Berdakwah Lagi

Source: https://apayangkamu.com/jelaskan-tawaran-kafir-quraisy-kepada-nabi-muhammad-shallallahu-alaihi-wasallam-agar-tidak-berdakwah-lagi