Kantong Semar Merupakan Tumbuhan Yang Tumbuh Di Tanah Miskin Nutrisi

By | 10 Agustus 2022

Genus


Nepenthes



(Kantong semar, bahasa Inggris:
Tropical pitcher institute), yang teragendakan kerumahtanggaan familia
monotipik, terdiri bersumber 130 keberagaman dan belum termasuk hibrida alami maupun tiruan. Genus ini adalah tanaman karnivora di kawasan tropis Dunia Lama, sekarang meliputi negara Indonesia, Republik Rakyat Tiongkok penggalan selatan, Indochina, Malaysia, Filipina, Madagaskar bagian barat, Seychelles, Kaledonia Hijau, Republic of india, Sri Lanka, dan Commonwealth of australia. Habitat dengan keberagaman terbanyak ialah di pulau Borneo dan Sumatra.

Ciri fisik



[sunting

|
sunting sumber]



Tumbuhan ini boleh mencapai tinggi 15–20 m dengan cara memanjat tumbuhan lainnya, lamun cak semau beberapa spesies yang lain memanjat. Pada ujung patera terwalak carang yang dapat termodifikasi membentuk kantong, yakni perangkat perangkap yang digunakan untuk memakan mangsanya (misalnya insek, pacet, anak bancet) yang masuk ke dalam.[1]

Dompet ini digunakan bagi memenuhi kebutuhan nutrisi yang bukan tersedia pada habitat tumbuh.[2]

N. ampullaria

dengan batang memanjat dan kantong roset.

Pada lazimnya, Nepenthes memiliki tiga macam rang kantong, ialah kantong atas, kocek bawah, dan kantong roset. Kantong atas yakni kantong berasal pohon dewasa, umumnya berbentuk corong atau tabung, tidak punya sayap, tak memiliki corak nan menarik, bagian sulur menghadap ke belakang dan bisa melilit ranting pokok kayu bukan, dompet atas makin sering menangkap fauna nan buncah seperti nyamuk atau lalat, kantong jenis ini jarang bahkan tak ditemui plong sejumlah spesies, contohnya
Cakrawala. ampullaria. Dompet sumber akar yakni kantong yang dihasilkan pada putaran tanaman muda yang kebanyakan tergelatak di atas tanah, memiliki dua sayap nan berfungsi perumpamaan radas tolong bagi insekta tanah seperti semut cak bagi memanjat perkataan kantong dan balasannya tercebur dalam enceran berenzim di dalamnya, adapun dompet roset, memiliki bentuk nan setimbang sama dengan dompet bawah, belaka kantong roset tumbuh pada bagian daun berbentuk roset, acuan spesies nan n kepunyaan kantong macam ini merupakan
Horizon. ampullaria

dan
N. gracilis. Beberapa tanaman kadang-kadang menyingkirkan kantong paruh yang berbentuk begitu juga sintesis saku bawah dan kantong atas.

Taksonomi



[sunting

|
sunting sumber]



Seputar 160 spesies of
Nepenthes

nan diakui secara resmi kapan ini, ialah pertambahan jumlah secara cepat, dengan sejumlah spesies baru yang didefinisikan setiap tahun.[3]

Habitat



[sunting

|
sunting mata air]



Tanaman ini memiliki penyebaran nan sangat luas bermula pinggir tepi laut hingga dataran tinggi, karena inilah nepenthes dibagi dalam dua jenis yaitu jenis lembang tinggi dan jenis dataran rendah, walau kebanyakan spesies bertunas di legok tinggi. Macam yang termaktub bersemi di izzah minimum tinggi yakni
North. lamii

yakni di keluhuran 3,520 m.[one]

[4]

Baca juga:   Soal Pkn Kelas 8 Semester 1 Beserta Jawabannya

Galibnya jenis merecup di arena dengan kelembaban tinggi dan kurat dengan tingkat sedang hingga tataran. Beberapa jenis seperti
N. ampullaria

tumbuh di ajang yang teduh dengan bukan sesak banyak kilat, sementara itu
North. mirabilis

tumbuh ditempat nan terbabang dengan kilap nan fertil. Tanah arena tumbuh nepenthes lazimnya miskin hara dan asam. Beberapa spesies merecup di tempat yang silam berbisa cak bagi tanaman bukan seperti
Due north. rajah

yang tumbuh lega tanah dengan kandungan logam musykil dan
N. albomarginata

yang tumbuh pada pantai berpasir di zona yang tertular siraman air laut, beberapa tipe tumbuh epifit seperti
North. inermis

yang tumbuh tanpa bersentuhan dengan tanah.[1]

Tumbuhan ini merecup di kapling tepian miskin unsur hara, terutama nitrogen (Seperti tanah gambut, kerangas, tanah kapur, rawa).[5]

Simbiosis dengan kelelawar



[sunting

|
sunting sumber]



Kelelawar beruban wol (genus Kerivoula) diketahui bersimbiosis dengan kocek semar. kelelawar tersebut tidur di dalamnya sambil mencagar diri dari serangga nan akan terpeleset jebluk ke dalam kocek semar. Selain itu, geladir kelelawar kembali bernutrisi untuk kantong semar.[6]

Tatap pula



[sunting

|
sunting sumur]



  • Daftar varietas nepenthes berdasarkan distribusinya

Referensi



[sunting

|
sunting sendang]



  1. ^




    a









    b









    c







    Barthlott, W., Porembski, South., Seine, R., and Theisen, I. 2007.
    The Curious World of Carnivorous Plants.

    Portland, Oregon: Timber Press.


  2. ^



    Muhammad Mansur. Potensi Serapan CO2 Pada Beberapa Jenis Saku Semar Dataran Abnormal. Berita Biologi. Volume 16 No i, Apr 2017


  3. ^



    Clarke, C.Thousand. & C.C. Lee 2004.
    Pitcher Plants of Sarawak. Natural History Publications (Kalimantan), Kota Kinabalu.


  4. ^





    Jebb, Chiliad.; Cheek, 1000. (1997). “A skeletal revision of
    Nepenthes

    (Nepenthaceae)”.
    Blumea.
    42: 1–106.










  5. ^



    Muhammad Mansur. Potensi Serapan CO2 Pada Beberapa Tipe Dompet Semar Lembang Rendah. Berita Ilmu hayat. Debit xvi No 1, April 2017


  6. ^





    Fuchs, Hannah (2013). Legowo, Vidi, ed. “Simbiose Tersendiri Kelelawar Borneo”.
    DW.DE

    (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal
    22 September

    2013
    .








Bacaan lebih jauh



[sunting

|
sunting sumber]



  • Amagase, S., S. Nakayama & A. Tsugita 1969. Acrid protease in
    Nepenthes. Two. Study on the specificity of nepenthesin.
    The Periodical of Biochemistry

    66(4): 431–439.
  • Athauda, South.B.P., K. Matsumoto, S. Rajapakshe, M. Kuribayashi, M. Kojima, Northward. Kubomura-Yoshida, A. Iwamatsu, C. Shibata, H. Inoue & K. Takahashi 2004.
    Enzymatic and structural characterization of nepenthesin, a unique fellow member of a novel subfamily of aspartic proteinases.

    PDF (i.32 MB)

    (manuscript BJ20031575)
    Biochemical Journal

    381(one): 295–306. doi:10.1042/BJ20031575
  • Bauer, U., Bohn, H.F. & Federle, West. 2008.
    Harmless nectar source or deadly trap:
    Nepenthes

    pitchers are activated by rain, condensation and nectar.


    PDF

    Proceedings of the Abur Social club B

    275(1632): 259-265.
  • Beaver, R.A. 1979. Biological studies of the fauna of pitcher plants
    Nepenthes

    in west Malaysia.
    Annales de la Société Entomologique de France

    fifteen: 3–17.
  • Beaver, R.A. 1983. The communities living in
    Nepenthes

    pitcher plants: fauna and nutrient webs. In: J.H. Frank & L.P. Lounibos (eds.)
    Phytotelmata: Plants every bit Hosts for Aquatic Insect Communities. Plexus Publishing, New Jersey. pp. 129–159.
  • Beaver, R.A. 1985. Geographical variation in nutrient web structure in
    Nepenthes

    pitcher plants.
    Ecological Entomology

    10: 241–248.
  • Beekman, E.M. 2004. A Note on the Priority of Rumphius’ Observation of Decapod Crustacea Living In
    Nepenthes.
    Crustaceana

    77(viii): 1019–1021. doi:x.1163/1568540042781748
  • Bohn, H.F. & W. Federle 2004.
    Insect aquaplaning:
    Nepenthes

    pitcher plants capture casualty with the peristome, a fully wettable water-lubricated anisotropic surface.


    PDF (547 KB)

    Proceedings of the National Academy of Sciences

    101(39): 14138–14143. doi:ten.1073/pnas.0405885101
  • (Prancis)

    Boulay, J. 1997. Tuntunan
    Nepenthes.
    Dionée

    38.
  • Carlquist, S. 1981. Wood Beefcake of Nepenthaceae.
    Bulletin of the Torrey Botanical Club

    108(iii): 324–330. doi:10.2307/2484711
  • Chia, T.F., H.H. Aung, A.N. Osipov, North.One thousand. Goh & L.S. Chia 2004. Carnivorous pitcher plant uses gratis radicals in the digestion of prey.
    Redox Report

    9(five): 255–261. doi:ten.1179/135100004225006029
  • Edwards, P. 2005.
    Growing
    Nepenthes

    – Part ane.


    PDF

    Victorian Carnivorous Institute Society Periodical

    75: 6–8.
  • Edwards, P. 2005.
    Growing
    Nepenthes

    – Role 2.


    PDF

    Victorian Carnivorous Institute Society Journal

    76: 6–9.
  • Frazier, C.Grand. 2000. The Indelible Controversies Concerning the Process of Zat putih telur Digestion in
    Nepenthes.
    Carnivorous Plant Newsletter

    29(two): 56–61.
  • Jenkin, A. 2005.


    Nepenthes

    pollination.


    PDF

    Victorian Cannibal Constitute Guild Periodical

    75: 12–13.
  • Jennings, D.E. & JR. Rohr 2011. A review of the conservation threats to carnivorous plants.
    Biological Conservation, published online on April three, 2011. doi:10.1016/j.biocon.2011.03.013
  • Meimberg, H., A. Wistuba, P. Dittrich & Thousand. Heubl 2001. Molecular Phylogeny of Nepenthaceae Based on Cladistic Analysis of Plastid trnK Intron Sequence Data.
    Constitute Biology (Stuttgart, Germany)

    3: 164–175. doi:10.1055/south-2001-12897
  • Mithöfer, A. 2010. Cannibal pitcher plants: insights in an one-time topic.
    Phytochemistry, published online on December 22, 2010. doi:x.1016/j.phytochem.2010.xi.024
  • Mokkamul, P., A. Chaveerach, R. Sudmoon & Ufuk. Tanee 2007.
    Species Identification and Sex Determination of the Genus
    Nepenthes

    (Nepenthaceae).


    PDF (702 KB)

    Pakistan Journal of Biological Sciences

    x(4): 561–567. doi:10.3923/pjbs.2007.561.567
  • Moran, J.A., W.E. Booth & J.Chiliad. Charles 1999.
    Aspects of Pitcher Morphology and Spectral Characteristics of Vi Bornean
    Nepenthes

    Pitcher Constitute Species: Implications for Casualty Capture.


    PDF (187 KB)

    Annals of Botany

    83: 521–528.
  • Nosonovsky, Yard. 2011. Materials science: slippery when wetted.
    Nature

    477: 412–413. doi:x.1038/477412a
  • Osunkoya, Ozon.O., Southward.D. Daud, B. Di-Giusto, F.50. Wimmer & Lengkung langit.M. Holige 2007. Construction Costs and Physico-chemical Properties of the Assimilatory Organs of
    Nepenthes

    Species in Northern Borneo.
    Annals of Phytology

    99(five): 895–906. doi:10.1093/aob/mcm023
  • Pavlovič, A., E. Masarovičová & J. Hudák 2007. Carnivorous Syndrome in Asian Bullpen Plants of the Genus
    Nepenthes.
    Register of Botany

    100(3): 527–536. doi:x.1093/aob/mcm145
  • Poppinga, S., K. Koch, H.F. Bohn & W. Barthlott 2010. Comparative and functional morphology of hierarchically structured anti-adhesive surfaces in cannibal plants and kettle trap flowers.
    Functional Plant Biology

    37(10): 952–961. doi:10.1071/FP10061
  • Riedel, Thousand., A. Eichner, H. Meimberg & R. Jetter 2007. Chemical composition of epicuticular wax crystals on the slippery zone in pitchers of v
    Nepenthes

    species and hybrids.
    Planta

    225(half-dozen): 1517–1534. doi:x.1007/s00425-006-0437-iii
  • Schulze, W., W.B. Frommer & J.M. Ward 1999.
    Transporters for ammonium, amino acids and peptides are expressed in pitchers of the carnivorous establish
    Nepenthes.


    PDF

    The Plant Journal

    17(vi): 637–646. doi:ten.1046/j.1365-313x.1999.00414.ten
  • Vines, South.H. 1876. On the Digestive Ferment of
    Nepenthes.
    Journal of Anatomy and Physiology

    11(1): 124–127.
  • Wong, T.-S., S.H. Kang, S.K.Y. Kakaktua, E.J. Smythe, B.D. Hatton, A. Grinthal & J. Aizenberg 2011. Bioinspired self-repairing glace surfaces with pressure-stable omniphobicity.
    Nature

    477: 443–447. doi:10.1038/nature10447
Baca juga:   Penyelenggaraan Pemerintah Yang Didasarkan Pada Pancasila Mampu Menciptakan

Pranala luar



[sunting

|
sunting sumber]



  • (Inggris)

    “The Enduring Controversies Concerning the Procedure of Protein Digestion in
    Nepenthes
  • (Inggris)

    The Families of Flowering Plants
  • (Inggris)

    Nepenthes

    – the Monkey Cups Diarsipkan 2013-07-08 di Wayback Machine. from the Botanical Club of America
  • (Inggris)

    Photographs of
    Nepenthes

    in their natural habitats by Joachim Nerz
  • (Inggris)

    Nepenthes

    photographs at the Carnivorous Constitute Photo Finder
  • (Inggris)

    A video about
    Nepenthes

    from
    The Individual Life of Plants
  • (Inggris)

    The Carnivorous Institute FAQ:
    Nepenthes

    by Barry Rice
  • (Inggris)

    Development —
    Nepenthes

    Phylogeny from the International Carnivorous Found Society
  • (Republic of indonesia)

    Republic of indonesia Nepenthes Forum

    [

    pranala nonaktif permanen

    ]


  • (Indonesia)

    Tumbuhan Republic of indonesia

    [

    pranala nonaktif permanen

    ]


Kantong Semar Merupakan Tumbuhan Yang Tumbuh Di Tanah Miskin Nutrisi

Source: https://asriportal.com/kantong-semar-merupakan-tumbuhan-yang-tumbuh-di-tanah-miskin-nutrisi/