Kegiatan 7.5 Bahasa Indonesia Kelas 8 Halaman 187

By | 14 Agustus 2022

Kegiatan 7.5 Bahasa Indonesia Kelas 8 Halaman 187.

Kegiatan 7.5 Bahasa Indonesia ini terdapat privat sosi Bahasa Indonesia Kelas 8 Kurikulum 2013 edisi revisi 2017 pelataran 187. Peserta didik diminta mengerjakan soal yang masih berhubungan dengan wacana persuasi dengan berdasarkan pada teks.




1. Bacalah teks di radiks ini dengan baik!

Internet dan HAKI
(1) Oponen-kutub refleks, jujur doang, kita memang belum boleh terbuka membicarakan soal seks dan kebugaran reproduksi. Padahal, itu terdahulu sekali buat kita ketahui supaya lain terjerumus ke kronologi nan riuk. Padalah, lewat situs-situs tertentu di internet, beragam siaran yang kita butuhkan bisa kita dapatkan.

(2) Kalau di satah syariat, HAKI adalah singkatan dari hak atas khasanah sarjana. Ini terserah kaitannya dengan perlindungan dan penggunaan oktroi. Akan semata-mata, HAKI nan akan kami telaah waktu ini merupakan singkatan berpokok hoki-properti reproduksi. Wah, bosan ya, wara wiri mengupas ki aib yang satu ini? Sekadar mengingatkan cuma, sebagai remaja kita punya deka- properti reproduksi yang senyatanya kita pertahankan.

(3) Dari sepuluh itu, pelecok satunya adalah mendapatkan manifesto nan tepat tentang reproduksi cukup umur. Supaya kita bisa luang dan boleh menentukan pilihan atas diri dan kesehatan reproduksi kita. Nah, yang paling kecil utama nih, kita bisa bertanggung jawab atas sortiran tadi sehingga lain akan menyesal di lusa.

(4) Sudah menjadi gerendel umum, kalau ada sepasang puspa hati yang terjerumus melakukan perkariban seksual sebelum menikah. Peristiwa itu terjadi karena mereka tidak luang cara mengontrol diri dan menghapuskan ajaran agama. Mereka sekali lagi tidak tahu cara menghindari diri dari polah itu. Karenanya, merekamenyesal, tinggal terpikir lakukan aborsi. Agak kelam, kan? Itu sahaja salah satu lengkap
akibat ketidakpedulian kita atas hak kita buat mendapatkan laporan yang bermartabat mengenai diri, libido, permasalahan reproduksi reproduksi cukup umur lain, dan tentu cuma karena lemahnya iman pada diri mereka.

Baca juga:   Gubernur Madinah Yang Bertugas Mengumpulkan Dan Membukukan Hadits Adalah

(5) Bersyukurlah sekali sekiranya manusia wreda kita damai hati mau berbagi dan terbuka setinggi kita tentang apa saja yang kita tanyakan sebabat mereka. Masalahnya, buat ibu bapak juga ternyata tak segampang itu membicarakan pertanyaan seks, reproduksi mulai dewasa, dan berbagai ragam isu enggak.

(6) Nah, untungnya kita sudah akrab dengan teknologi internet. Sarana ini memungkinkan kita kerjakan mencari kenyataan semua kebutuhan kita. Banyak situs di internet nan menyediakan berbagai informasi tentang seksualitas dan reproduksi bagi mulai dewasa. Doang semata-mata kesuksesan teknologi (tersurat internet) lazimnya bagai pisau bermata dua: dia bisa berperangai sebagai antiwirawan maupun penyedia informasi yang tepat, tapi bisa pun sebagai devil advocate, antitesis nan lebih lagi justru memperdayai kita ke ragam nan tidak baik. Nah! Lagi kita harus diskriminatif dan waspada dengan situs-situs nan akan kita kunjungi.

(7) Selamat berakrab-akraban dengan internet. Jadikanlah alat angkut nan satu ini sebagai penambah wawasan. Internet dapat dijadikan tandingan setia dalam menjalani hidup ini. Kita bukan tertipu apalagi terjerumus plong situasi-hal yang merugikan diri seorang dan lagi dilarang makanya agama.

(Sumber: Roellya Ardyaning Tyas dan Chatarina Wahyurini dalam Kompas)

2. Secara berdiskusi, petakanlah struktur wacana tersebut dengan jelas dan tepat!

Jawab:

a.
Pengenalan isu:
pada alinea 1,2, dan 3.
Alasannya,
lega paragraf permulaan, terdapat prolog isu adapun berahi dan kesehatan reproduksi. Pada paragraf kedua, pembukaan isu tentang dasa properti reproduksi. Sedangkan puas paragraf ketiga terdapat perkenalan awal isu akan halnya reproduksi remaja.

b.
Sangkutan argumen:

P
aragraf 4,5.

Alasannya,

puas paragraf empat, carik menginjak memaparkan argumennya yang berupa paradigma kasus pertautan seksual sebelum menikah, penyebab dampak buruk nan kali terjadi. Penyebabnya adalah karena kurang yuridiksi dan terbatas iman. Akibat buruknya adalah aborsi. Sementara plong paragraf kelima, penulis memaparkan argumennya tentang peran orangtua.

Baca juga:   Sebuah Transformator Step Up Menghasilkan Beda Potensial 200 Volt

c.
Ajakan-ajakan:
alinea 6.
Alasannya,

terdapat himbauan/ ajakan untuk mengakses permakluman n domestik internet.

d.
Penandasan lagi:
alinea 7.
Alasannya,
terdapat penandasan nyata kalimat seyogiannya internet dapat menjadi teman tunak privat atma ini.

Kegiatan 7.5 Bahasa Indonesia Kelas 8 Halaman 187

Source: https://arif.rahmawan.web.id/2019/02/kegiatan-75-bahasa-indonesia-kelas-8.html