Kitab Zabur Berasal Dari Kata Zabara Yazburu Zabur Mengandung Arti

By | 13 Agustus 2022

Kitab Zabur Berasal Dari Kata Zabara Yazburu Zabur Mengandung Arti.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA —
Nabi Daud AS yaitu rasul permulaan yang mendapatkan kitab ikhlas bernama Zabur. Kata zabur berasal berasal alas kata lisan, zabara-yazburu-zabr, yang bermakna menulis. Jadi, Zabur menurut kurnia asalnya, berfaedah kitab yang tertulis dengan bentuk jamaknya zubur. Alquran banyak mendongeng mengenai Zabur.

Intern Alquran perkenalan awal Zabur n domestik bentuk lazim zubur disebutkan pada sembilan ayat, yakni surah asy- Syu‘ara’ ayat 196, surah Ali Imran ayat 184, surah an-Nahl ayat 44, Fatir ayat 25, al-Qamar ayat 43 dan 52, al-Isra’ ayat 55, an-Nisa’ ayat 163, dan surah al-Anbiya’ ayat 105.

Internal rajah mufrad (tunggal) Zabur disebutkan pada tiga ayat dalam Alquran, adalah surah al-Isra’ ayat 55, surah an-Nisa’ ayat 163, dan surah al-Anbiya’ ayat 105. Ayat ini menunjukkan bahwa Zabur merupakan kitab yang distingtif diberikan kepada Utusan tuhan Daud AS.

Alquran dan terjemahannya nan dikeluarkan Departemen Agama menerjemahkan kata zabur dalam surah al-Anbiya’ ayat 105 dengan seluruh kitab nan diturunkan Tuhan kepada nabi-utusan tuhan- Nya. Terjemahan ini enggak mengkhususkan Zabur kepada Nabi Daud AS saja. Arti dan penjelasan ini diberikan karena pada surah al- Anbiya’ ayat 105 ini perkenalan awal zabur lain dihubungkan dengan Nabi Daud AS.

Berbeda dengan surah al- Isra’ ayat 55 dan surahan-Nisa’ ayat 163 yang menghubungkan Zabur dengan Nabi Daud AS. Kerumahtanggaan bentuk jamak zubur, menurut Alquran, merupakan nama umum bagi semua kitab kalis nan diwahyukan kepada nabi-rasul penting (QS asy-Syu’ra’ [26]: 196, QS Ali Imran [3]: 184, QS an-Nahl [16]: 44, QS Fathir [35]: 25, dan QS al-Qamar [54]: 43). Sedangkan dalam surah al-Qamar ayat 52, kata zubur diartikan dengan kitab-kitab ulah manusia, ialah buku- buku catatan nan ada di tangan malaikat yang menyadari amal polah insan.

Baca juga:   Dibawah Ini Adalah Teknik Memukul Bola Dalam Permainan Kasti Kecuali

Zabur dengan arti kitab nan diwahyukan kepada Nabi Daud AS juga disebut privat bahasa Arab dengan mazmur dan jamaknya mazamir. Menurut Shorter Encyclopaedia of Islam, mazmur n domestik bahasa Ibrani disebut mizmor, n domestik bahasa Suriani disebut mazmor, dan lega bahasa Ethopia disebut mazmur.

Jadi, sesungguhnya Zabur Nabi Daud AS dengan definisi tersebut membeningkan bahwa kitab suci ini sebenarnya yakni pusparagam mazmur, yakni nyanyian rohani nan dianggap kudrati (Psalms dalam bahasa Inggris) yang berasal dari Nabi Daud AS.

Zabur berisi 150 nyanyian (mazmur) nan disenandungkan Nabi Daud AS dengan membuka semua camar duka yang dialaminya plong periode hidupnya. Pengalaman tersebut, seperti mana pengakuan dosanya, cerita kejatuhannya, pengampunan dosanya maka itu Allah, sukacitanya adapun kemenangannya atas musuh Almalik, izzah Sang pencipta seperti dinyatakan oleh alam dan hukuman Allah, dan kemuliaan Messiah (Nabi Muhammad) yang akan datang.

Zabur nan merupakan mazmur berisi panca jenis nyanyian, merupakan, lantunan liturgi kebaktian kerjakan memuji Tuhan, nyanyian perorangan sebagai ucapan terima kasih, ratapan- ratapan jamaah, ratapan dan doa makhluk, serta alunan untuk syah.

Cak semau pendapat mengatakan, tidak semua mazmur dalam Perjanjian Lama merupakan Zabur Nabi Daud AS. Berpunca 150 alunan murni yang masa ini masuk bagian Perjanjian Lama diperkirakan 73 saja, di antaranya dinisbahkan (berasal) dari Nabi Daud AS.

Mengenai penetapan Zabur bahwa Allah akan mewariskan bumi kepada orang nan saleh, sebagaimana dinyatakan maka dari itu Alquran, dapat dilihat bukti penetapan itu internal Mazmur Daud pada Perjanjian Lama. Alquran mengatakan, “Dan sungguh sudah Kami tulis di dalam Zabur sesudah (Kami catat dalam) Lauh Hafalan bahwasanya bumi ini dipusakai maka dari itu hamba-hamba-Ku nan saleh.” (QS al-Anbiya’ [21]: 105).

Baca juga:   Contoh Dari Sikap Ilmiah Yang Memenuhi Kerja Ilmiah Adalah

Sebutan Lauh Mahfuz ternyata juga termasuk di dalam Zabur sebagaimana dikisahkan dalam Alquran. Lauh Mahfudz, menurut Zabur, adalah coretan tentang predestinasi nan sudah ditetapkan Almalik SWT. Sementara itu pernyataan Quran tentang bumi yang dipusakai maka itu orang-orang yang alim, kejadian ini pun ternyata terdapat dalam Zabur.

Intern Perjanjian Lama, Mazmur 25:12-13, disebutkan, “Siapakah khalayak yang takut kepada Yang mahakuasa, Kepadanya Tuhan menunjukkan ja lan nan harus dipilihnya. Orang itu sendiri akan menargetkan dalam kebahagiaan dan momongan cucunya akan mewarisi bumi.”

Ayat ini menjadi satu referensi bahwa tidak ada perbedaan akidah dan tauhid antara Nabi Daud AS hingga Nabi Muhammad SAW. Umat mereka setara-sama disebut seumpama orang-insan imani dan dipusakai bikin menjadi khalifah di muka bumi. Baik orang-orang alim pada zaman terdahulu seperti umat Nabi Daud AS setakat makhluk-orang saleh kontemporer yang menjadi umat Nabi Muhammad SAW.

Baik dalam kitab Zabur maupun Alquran, keduanya menyebutkan bahwa bumi beserta isinya diwariskan kepada bani adam imani, yakni mereka yang percaya kepada Allah SWT dan tidak mempersekutukannya dengan sesuatu apa pun

Kitab Zabur Berasal Dari Kata Zabara Yazburu Zabur Mengandung Arti

Source: https://www.republika.co.id/berita/ok8pg2313/menelusuri-kitab-suci-zabur#:~:text=Kata%20zabur%20berasal%20dari%20kata,tertulis%20dengan%20bentuk%20jamaknya%20zubur.