La Ilaha Illallah Muhammadur Rasulullah Artinya

By | 12 Agustus 2022

La Ilaha Illallah Muhammadur Rasulullah Artinya.

Makna Laa Ilaaha Illallaah

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,

Kalimat ini ringkas, belaka menjadi tutul sengketa antara umat islam dengan kaum musyrikin. Kalimat yang menjadi pemisah antara islam dan kesyirikan. Kalimat nan sekadar terdiri dari 3 leter: alif, lam, dan ha, namun menidakkan suasana mayapada.

Sebelum mengkaji tinjauan makna kalimat ini, kami hendak menggarisbawahi bahwa orang musyrikin nan menjadi musuh Nabi
Shallallahu ‘alaihi wa sallam
paham akan makna kalimat
laa ilaaha illallah.

Ketika Rasul
Shallallahu ‘alaihi wa sallam
diutus makanya Allah, beliau mengajak masyarakat Quraisy dan sekitarnya bagi mengikrarkan kalimatLaa ilaaha illalaah..

Berusul Illah’ah bin Ibad ad-Daili, beliau menceritakan,

Saya mengawasi Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam

memandangku di pasar Dzil Majaz, sambil mendakwahkan,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قُولُوا: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، تُفْلِحُوا

Wahai sekalian anak adam, ucapkanlah

Laa ilaaha illallah
, kalian akan berbahagia kesuksesan. (HR. Ahmad 16023, Anak lelaki Hibban 6562 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Kita boleh perhatikan, bagaimana respon masyarakat terhadap ajakan ia?

Mereka rela berparak dengan keluarganya, anaknya, istrinya demi memusuhi kalimat ini.

Mereka rela keluar tenaga, demi membuyarkan tersebarnya kalimat ini.

Sampai-sampai mereka siap untuk berkorban arwah, demi mengembari kalimat tauhid ini.

Kita tahu, Nabi Muhammad
Shallallahu ‘alaihi wa sallam

adalah manusia yang dikenal dahulu baik, sebelum jadi utusan tuhan dan setelah jadi nabi. Namun mengapa invitasi beliau ditentang sangat-habisan makanya mereka.

Segala susahnya lakukan mereka bikin hanya menyabdakan
laa ilaaha illallah?.

Belaka mereka bertambah memilih pertumpahan pembawaan dari pada harus mengucapkan kalimat tauhid itu. Dengan kompak mereka menuding ajakan Nabi Muhammad laksana pelawaan yang aneh,

أَجَعَلَ الْآَلِهَةَ إِلَهًا وَاحِدًا إِنَّ هَذَا لَشَيْءٌ عُجَابٌ

Apakah Muhammad hendak menjadikan tuhan yang beragam itu menjadi satu tuhan doang. Sungguh ini invitasi nan dahulu aneh. (QS. Shad: 5)

Ini semua menunjukkan bahwa individu musyrikin quraisy paham akan makna kalimat itu. Mereka juga paham akan konsekuensi saat orang mengucapkan kalimat itu. Mereka bangun, kalimat ini sangat bertentangan dengan keimanan mereka. Karena itulah, keyakinan mereka menjadi indikator lakukan mengetahui makna kalimat tauhid ini.

Orang Musyrikin Mekah Beriman Akan Eksistensi Yang mahakuasa

Terletak banyak bukti yang menunjukkan bahwa bani adam musyrikin Mekah, mereka mengenal Yang mahakuasa. Mereka meyakini keberadaan Halikuljabbar. Bahkan mereka juga mengimani bahwa Allahlah nan menciptakan dan mengatak alam semesta ini.

Kita bisa tatap, ayah Utusan tuhan Muhammad, namanya Abdullah. Bermula mana mereka senggang keunggulan itu, padahal Utusan tuhan Muhammad belum diutus? Pasti sekadar jawabannya, karena individu jahiliyah mutakadim mengenal Halikuljabbar.

Al-Alquran juga menceritakan aqidah dan keyakinan mereka tentang Yang mahakuasa. Diantaranya, Yang mahakuasa berfiirman,

قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنْ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أَمَّنْ يَمْلِكُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَمَنْ يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنْ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنْ الْحَيِّ وَمَنْ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ فَسَيَقُولُونَ اللَّهُ فَقُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ

Katakanlah: “Siapakah yang membagi rezeki kepadamu berbunga langit dan bumi, maupun siapakah nan kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengasingkan yang hidup dari nan mati dan mengeluarkan yang mati berpunca nan roh dan siapakah yang mengatak segala urusan?” Maka mereka akan menjawab: “Allah”. (QS. Yunus: 31)

Kemudian di surat al-Mukminun secara bersaf-saf di banyak ayat, Allah menceritakan aqidah mereka,

قُلْ لِمَنِ الْأَرْضُ وَمَنْ فِيهَا إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ . سَيَقُولُونَ لِلَّهِ قُلْ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ

Katakanlah: “Hoki siapakah bumi ini, dan semua nan suka-suka padanya, sekiranya anda mengetahui?” . Mereka akan menjawab: “Kepunyaan Sang pencipta”. Katakanlah: “Maka apakah kamu tidak bangun?”

قُلْ مَنْ رَبُّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ . سَيَقُولُونَ لِلَّهِ قُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ

Katakanlah: “Siapakah Yang Empunya langit yang tujuh dan Nan Empunya ‘Arsy yang samudra?” Mereka akan menjawab: “Kepunyaan Allah”. Katakanlah: “Maka apakah sira tak bertakwa?”

قُلْ مَنْ بِيَدِهِ مَلَكُوتُ كُلِّ شَيْءٍ وَهُوَ يُجِيرُ وَلَا يُجَارُ عَلَيْهِ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ . سَيَقُولُونَ لِلَّهِ قُلْ فَأَنَّى تُسْحَرُونَ

Katakanlah: “Siapakah yang di tangan-Nya ki berjebah pengaturan atas segala apa sesuatu sedang Sira melindungi, namun enggak ada nan dapat dilindungi berpunca (aniaya)-Nya, jikalau kamu mengetahui?” Mereka akan menjawab: “Kepunyaan Allah”. Katakanlah: “(Sekiranya demikian), maka dari jalan manakah kamu ditipu?”

Tuhan kembali menyebutkan bahwa mereka mendekatkan diri kepada sesembahan itu, agar doa dan keinginan mereka lebih cepat dituruti maka dari itu Almalik.

Baca juga:   Sebutkan Ciri Ciri Pemikiran Kreatif Dalam Kegiatan Wirausaha

وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَى

Orang-individu nan menjadikan selain Allah sebagai wali (sasaran pemujaan), mereka mengatakan, “Tidaklah kami beribadah kepada mereka, selain moga mereka mendekatkan diri kami kepada Allah lebih dekat pun.”
(QS. az-Zumar: 3).

Tentu saja masih banyak dalil yang menamakan problem ini, dan bilang ayat di atas kita anggap mutakadim mencukupi.

Berasal sini kita memahami bahwa anak adam musyrikin Quraisy meyakini,

Allah itu cak semau

Almalik Maha Kuasa

Halikuljabbar yang menciptakan, yang n kepunyaan, dan nan mengatur liwa semesta beserta isinya.

Dan mereka memasrahkan pengultusan kepada selain Yang mahakuasa, sebaiknya yang dipuja itu mengantarkan doa mereka kepada Sang pencipta.

Makna ‘Laa ilaaha illallaah’ yang Salah

Dengan bermodal pemahaman di atas, kita bisa mengoreksi kesalahan nan diyakini sebagian masyarakat tercalit makna kalimat
laa ilaaha illallah. Banyak kita dengar, mereka memaknai kalimat ini dengan,

Tak ada yang berkuasa selain Allah,

Tidak cak semau wujud yang haqiqi selain Allah,

Enggak suka-suka pengatur alam segenap selain Allah,

Enggak ada penguasa abadi selain Allah.

Kita semua sekata kalimat-kalimat ini benar. Belaka ketika kalimat ini diyakini bak makna laa ilaaha illallah, jelas ini kesalahan. Karena konsekuensi pemaknaan ini bertentangan dengan aqidah orang musyrikin Quraisy.

Jika makna
laa ilaaha illallah
adalah Tidak cak semau yang berhak selain Allah, Tidak ada wujud yang haqiqi selain Allah, Lain ada pengatur alam sepenuh selain Allah, Tak ada penguasa abadi selain Halikuljabbar, anda bisa pastikan orang musyrikin Quraisy akan setuju dengan ajakan Nabi
Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena ini sesuai dengan apa yang diyakini mahajana jahiliyah.

Buat mengajak mereka agar mengakui tiada  penguasa abadi selain Yang mahakuasa, tiada  pengatur tunggul segenap selain Allah, tidak wajib sampai harus terjadi pertumpahan pembawaan.

Konsekuensi berpokok Kesalahan Memahami
Laa ilaaha illallah

Ketika kesalahan ini hanya berada privat tataran wacana, kelihatannya masalahnya lebih ringan. Karena nan menyedihkan, beberapa pelaku perbuatan kesyirikan pecah zaman ke zaman, menjadikan kesalahan ini sebagai alasan pembenar buat perbuatan mereka.

Banyak pemuja kubur, pelaku perdukunan dan klenik, sampai pecandu kejawen, mereka kekeuh menolak bagi disebut melakukan kesyirikan, karena mereka masih meyakini bahwa yang kuasa hanyalah Allah. Selama kami mengimani bahwa belaka Allah yang mengatur tunggul semesta, yang memberi rizki hanya Yang mahakuasa, yang menciptakan dan menyemarakkan hanya Allah, maka kami masih berpedoman dengan Laa ilaaha illallah.

Dia buktikan ini dengan mewawancarai para penyembah kuburan, pasien dukun, bahkan dukunnya sendiri, para pemuja kuburan, teragendakan mereka yang menjalani lelakon lakukan mendapatkan kanuragan. KTPnya orang islam, dan mereka menganggap dirinya masih muslim, selama mereka masih mengakuri Allah itu ada dan masih menyabdakan
Laa ilaaha illallah.

Subhanallah…

Andai mereka berpunya di zaman Nabi, mungkin semua sahabat akan menyebutnya makhluk kepalsuan. Cedera yang diucap dengan apa yang diperbuat. Mengaku muslim, tapi perbuatannya bukan berbeda dengan  orang musyrik.

Makna Laa Ilaaha Illallah yang Bermoral

Menyadari realita di atas, amung mengucapkan
laa ilaaha illallah
sonder mengamalkan konsekuensinya, lain memberikan yuridiksi apapun. Karena kalimat tauhid bukan sahaja untuk diucapkan. Namun sejauh mana kita bisa berbuat. Karena itu, basyar yang mendapatkan jaminan indraloka dengan
laa ilaaha illallah, adalah mereka yang memahami makna dan konsekuensinya serta menerapkannya dalam hidupnya.

Berusul Utsman bin Affan
Radhiyallahu ‘anhu, Nabi
Shallallahu alaihi wasallam
bersabda,

مَنْ مَاتَ وَهُوَ يَعْلَمُ أَنَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ

“Barangsiapa yang meninggal n domestik keadaan mengetahui bahwa sebenarnya tiada sembahan yang berhak disembah kecuali Allah maka akan masuk Indraloka”.
(HR. Muslim 145)

Silakan kita simak penjelasan singkat makna kalimat tauhid yang luhur ini,

Laa Ilaaha Illallah tersusun dari 3 fonem: [ا – ل – ه], dan terdiri pecah 4 prolog: Laa, Ilaha, illa dan Allah [لا اله الا الله].

Baca juga:   Ekstensi File Dari Program Software Komputer Akuntansi Accurate Adalah

Kita bisa uraikan sebagai berikut:


Pertama
,
prolog
Laa

Disebut
laa
nafiyah lil jins
(fonem lam nan berfungsi meniadakan kerelaan semua jenis substantif setelahnya). Misalnya prolog: “Laaraiba fiih” (lain suka-suka kesangsian apapu bentuknya di dalamnya). Artinya meniadakan semua jenis kewaswasan dalam al-Quran.

Sehingga laa internal kalimat tauhid berarti mengingkari semua jenis ilaah, dengan bagan apapun dan siapapun dia.


Kedua

, kata Ilah

Kata ini adalah gambar
mashdar
(prolog dasar), khalayak berpokok kata: aliha – ya’lahu [ألـه – يألـه] yang artinya beribadah. Sementara katailaahun
[إلـه] merupakan isim masdar yang bermakna
maf’ul
(obyek), sehingga artinya sesembahan maupun sesuatu yang menjadi sasaran ibadah.

Jika kita gabungkan dengan kata
laa, menjadi
laa ilaaha
[لا إلـه], maka artinya tak ada sesembahan maupun sesuatu yang menjadi sasaran ibadah, apapun bentuknya.


Ketiga

, kata Illa

Ilaa artinya kecuali. Disebut dengan huruf istitsna’ (pengecualian) yang bertugas untuk membebaskan kata yang terwalak setelah
illa
darihukum yang telah dinafikan oleh
laa.

Umpama contoh,  ‘Laa rajula fil Masjid illa Muhammad’,

Tidak ada lelaki apapun di masjid, selain Muhammad. Pembukaan Muhammad dikeluarkan dari hukum sebelum illa yakni peniadaan semua jenis laki-laki di zawiat.


Keempat

, introduksi Allah

Dialah Sang Tuhan, dikenal oleh makhluk melalui fitrah mereka. Karena Sira Pencipta mereka.

Sebagian ahli bahasa mengatakan, nama Allah [الله] berasal terbit kata al-Ilah [الإلـه]. Hamzahnya dihilangkan cak bagi mempermudah membacanya, dulu lambang bunyi lam nan purwa diidhgamkan puas lam yang kedua sehingga menjadi satu lam yang ditasydid, lalu lam yang kedua dibaca baplang. Sehingga dibaca Allah. Demikian pendapat pandai bahasa Sibawaih.

Imam Ibnul Qoyyim menguraikan maknanya,

الله وحده هو المعبود المألوه الذي لا يستحق العبادة سواه

“Sang pencipta Dialah al-Ma’bud (yang diibadahi),
al-Ma’luh
(yang disembah). Enggak ada nan berhak diibadahi kecuali Dia”. (Madarij as-Salikin, 3/144).

Dari permakluman di atas, ulama mengistilahkan berbaik kalimat laa ilaaha illallaah ada 2 (at-Tauhid li anNasyiin, hlm. 30):


Pertama
,

an-Nafyu

(peniadaan)

Berbaik ini diwakili kalimat

laa ilaaha
. Makna rukun ini, bahwa orang yang mengikrarkan
laa ilaaha illallah
harus menidakkan semua rang sesembahan dan incaran ibadah apapun bentuknya. Baik dia sosok, benda mati, makhluk soleh, rasul, maupun Malaikat. Enggak cak semau yang berhak untuk dijadikan sasaran ibadah. Ketika seseorang beraqidah ateis, berarti dia tidak mengakui bagian pertama kalimat tauhid:laa ilaaha.


Kedua, al-Itsbat

(penetapan)

Akur ini mengaplus kalimat
illallaah. Artinya, sosok yang menyabdakan
laa ilaaha illallah
harus menerima satu-satunya yang berwajib dijadikan sasaran beribadah adalah Allah. Sehingga dia harus beribadah kepada Allah. Dan ketika dia tidak mau beribadah, berarti dia belum mengakui Yang mahakuasa umpama tuhannya.

Dua rukun inilah nan Allah tegaskan privat al-Alquran,

فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى

Boleh jadi nan ingkar terhadap thagut, dan percaya kepada Yang mahakuasa, berguna engkau berdasar dengan tali yang abadi
(QS. al-Baqarah: 256).

Makna kata Thaghut: segala sesembahan selain Sang pencipta

Dan khasiat kata tali yang kuat yaitu
laa ilaaha illallah

Sehingga makna ayat, siapa yang menginkari semua lembaga sesembahan dan tetapi mengakui Allah sebagai sasaran peribadatannya, berarti sira telah mengikrarkan laa ilaaha illallah dengan benar.

Tuhan juga tegaskan di ayat yang lain,

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا

“Sembahlah Allah dan janganlah sira mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun”. (QS. An-Nisa: 36)

Kita bisa lihat penolakan orang kafir terhadap dakwah
Laa ilaaha illallah,

إِنَّهُمْ كَانُوا إِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ يَسْتَكْبِرُونَ . وَيَقُولُونَ أَئِنَّا لَتَارِكُوا آَلِهَتِنَا لِشَاعِرٍ مَجْنُونٍ

“Selayaknya mereka apabila dikatakan kepada mereka: “Laa ilaaha illallah” maka mereka menyombongkan diri, dan mereka bersabda: Apakah kami harus meninggalkan
sembahan-sembahan
kami cuma karena seorang penyair gila?”
. (QS. Ash-Shoffat : 35-36)

Ketika ada orang yang mengucapkan
laa ilaaha illallah
saja engkau masih gelojoh berbuat syirik, menghormati kuba, obsesif dengan perdukunan, aktif sedekah bumi, larung di laut, berharga perbuatannya bertentangan dengan apa nan dia ikrarkan. Karena dia mempertuhankan selain Allah, walaupun belaka dengan satu ibadah.

Dan kita patut memahami, ibadah itu bermacam-macam. Enggak doang berbentuk sujud atau shalat. Hipotetis ibadah yang sering diberikan kepada makhluk adalah memberikan sesajian, seperti sedekah bumi, larung komandan hewan, tanam kepala hewan di titian, dst.

Baca juga:   Contoh Teks Observasi Tentang Lingkungan Rumah

Demikian pula berdoa. Banyak orang yang gandrung dengan kuburan, mereka berbondong-bondong ke kuburan saat mereka merasa memiliki berak. Kalau tidak ada kurnia, mereka tidak hinggap ke makam. Ini semua indikasi kuat bahwa mereka hendak mengutarakan ratib di taman bahagia. Takdirnya itu ditujukan kepada penghuni kubur, berarti itu penyembahan kepada selain Allah.

Biarpun mereka shalat, mereka puasa, terlebih haji, namun ketika mereka menerimakan satu peribadatan semata-mata kepada selain Yang mahakuasa, berarti darmabakti mereka berlarut-larut pecah kalimat tauhid.

Mengucapkan Laa ilaaha illallah Tapi Tidak Beramal

Ini kebalikan dari yang pertama. Kebobrokan kedua nan dialami sebagian masyarakat, cak semau nan beralasan dengan
laa ilaaha illallah
belaka engkau sama sekali tidak wasilah bersedekah. Tidak shalat, lain puasa, tak peduli dengan agamanya. Detik diingatkan, dia beralasan, yang berarti saya masih n kepunyaan
laa ilaaha illallah.

Kasus demikian ini pernah terjadi di zaman cerdik pandai Tabiin Wahb kedelai Munabbih (w. 114 H). Ada seseorang yang bertanya kepada engkau,

“Bukankah
laa ilaaha illallah
adalah anak kunci surgaloka.”

Pamrih orang ini, yang berharga hamba allah sudah mengucapkan
laa ilaaha illallah, dia terjamin masuk surgaloka, sekalipun dia tidak menyumbang.

Kemudian dijawab maka itu Imam Wahb bin Munabih,

بلى ولكن ليس من مفتاح إلا له أسنان فإن أتيت بمفتاح له أسنان فتح لك وإلا لم يفتح

“Benar,
laa ilaaha illallah
ialah sentral keindraan. Namun bukankah setiap kunci harus mempunyai transmisi. Jika anda membawa kunci yang suka-suka giginya, dibukakan suwargaloka untukmu, jika tidak suka-suka giginya, tidak dibukakan surga untukmu.” (HR. Bukhari secara Muallaq sebelum hadis no. 1237 dan disebutkan Abuk Nuaim secara Maushul dalam al-Hilyah 4/66).

Moga
laa ilaaha illallah
diterima,
anda harus menderma.

Arti yang Tidak Tepat

Kita sering mendengar orang mengartikan,
laa ilaaha illallah
dengan tiada tuhan selain Allah. Mungkin pemaknaan ini perlu diluruskan.

Detik kita mendengar kata majemuk, tiada roti kecuali enak, bermakna semua roti mak-nyus. Seperti itu sekali lagi kalimat

“Tiada Tuhan selain Tuhan”. Konsekuensi terburuknya, berarti setiap yang disembah oleh sosok, itulah Allah. Maha ceria Allah dari yang demikian.

Karena itulah, para ahli bahasa meluruskan bahwa laa nafiyah lil jins pada kalimat
laa ilaaha illallah
butuh
khabar
(predikat). Pada kalimatlaa ilaaha
[لا إلـه], kata ilaah sebagai isim laa, sementara khabar laa (predikatnya) mahdzuf (tidak dimunculkan), nan seandainya dinyatakan berwujud pembukaan haqqun [حَقٌّ]. Sehingga jika kita baca abstrak menjadi: laa ilaaha haqqun illallaah, yang artinya
Tiada halikuljabbar yang berwenang disembah kecuali Sang pencipta. (At Tanbihaat Al Mukhtasharah, Ibrahim al-Khuraishi)

Di sekitar kita banyak tuhan. Semua yang disembah maka dari itu orang kafir, itulah tuhan mereka. Doang semua itu tidak berwajib disembah. Suatu-satunya yang berwajib disembah hanya Allah.

Makna sebagai halnya ini yang diajarkan dalam al-Quran,

ذَلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ هُوَ الْبَاطِلُ

“Nan demikian itu, ialah karena sesungguhnya Sang pencipta, Dialah (Tuhan) Yang Haq dan sememangnya apa saja nan mereka seru selain pecah Allah, itulah yang batal” (QS. al-Hajj : 62)

Allahu a’lam

Ditulis makanya Ustadz Ammi Binar Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

Anda dapat membaca kata sandang ini melewati aplikasiSoal Ustadz untuk Android.
Download Sekarang !!

KonsultasiSyariah.com didukung maka dari itu Lahiriah Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Bopong Yufid dengan menjadi Maesenas dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi boleh disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.cakrawala. Hendri Syahrial

🔍 Takwil Mimpi, Doa Mohon Keturunan, Puasa Penghapus Dosa, Kakek Sarung, Referensi Sholat Tahiyat Akhir, Penyelenggaraan Pendirian Sholat Ied Di Rumah Sesuai Sunnah

KLIK Susuk UNTUK MEMBELI FLASHDISK VIDEO CARA SHOLAT, Atau HUBUNGI: +62813 26 3333 28

La Ilaha Illallah Muhammadur Rasulullah Artinya

Source: https://konsultasisyariah.com/24128-makna-laa-ilaaha-illallaah.html