Lama Pertandingan Pencak Silat Tiap Babak Adalah

By | 12 Agustus 2022

Lama Pertandingan Pencak Silat Tiap Babak Adalah.




Regulasi PERTANDINGAN Pencak SILAT

Sayembara Pencak Silat Indonesia dilakukan berdasarkan rasa persaodaraan dan jiwa bahadur dengan menggunakan anasir-unsur beladiri, seni dan olahraga Terlak Silat menjungjung strata
PRASETYA PESILAT INDONESIA.

Pertandingan dimainkan sesuai dengan qada dan qadar kategori yang diatur dalam peraturan perlombaan dan dipimpin maka dari itu superior penyelenggara teknis pertandingan yang sah.

Kategori pertandingan Kuntau Silat terdiri mulai sejak :


1.



Kategori
TANDING


2.



Kategori
Spesifik


3.



Kategori
GANDA


4.



Kategori
REGU

Bakal dapat melaksanakan pertandingan terlak sesuai dengan magsud dan tujuannya, ditetapkanlah peraturan pertandingan perumpamaan berikut :


PASAL 1


Pengertian Setiap Kategori



A.




Kategori
TANDING
adalah :

Kategori yang menampilkan dua orang pesilat dari sudut yang berbeda. Keduanya salingberhadapan menggunkan anasir pleidoi dan gempuran adalah : menangkis/mengelak, mengena/menyerang plong sasaran dan membekuk n antipoda ; menggunakan teknuk dan trik bertanding, ketahanan stamina dan semangar juang, menunggangi kaidah dengan memanfaatkan kekayaan teknik dan jurus.



B.




Kategori
Idiosinkratis
adalah :

Kategori yang memunculkan seorang pesilat menyimulasikan kemahirannya privat jurus unik resmi secara ter-hormat, tepat dan mantap, penuh penjiwaan, dengan tangan nihil dan bersenjata serta takluk kepada bilangan dan peraturan nan bermain bakal kategori tunggal.



C.




Kategori

GANDA
adalah :

Kategori nan menyodorkan dua orang pendekar berpunca tim nan sama, menyimulasikan kemahiran dan kekayaan teknik jurus serbuan bela yang dimiliki. Gerakan serang bela ditampilkan secara terencana, efektif, estentis, mantap dan logis intern sejumlah perikatan seni tanf teratur, baik bertenaga dan cepat alias dalam gerakan lambat munjung penjiwaan nan dumulai dari tangan nol dan lanjutkan dengan bersenjata serta tunduk kepada garis hidup dan peraturan yang berlaku buat lategori ganda.



D.




Kategori
REGU
adalah :

Kategori yang memunculkan tiga orang pesilat dari tim yang proporsional menyerupakan kemahirannya dakam jurus regu seremonial secara benar, tepat, mantap, penuh penjiwaan dan kompak dengan tangan kosong serta takluk kepada kadar dan qanun yang berlaku bagi kategori regu.


PASAL 2


Kategorisasi Sayembara


dan


Ketentuan Tentang Arwah serta Berat Badan


1.



Penggolonga Pertandingan Pencak Pencak Menurut umur dan tipe kelamin cak bagi semua kategori terdiri berusul :


1.1



kompetisi golongan
USIA DINI/ANAK-ANAK/Recup Harapan
untuk Putra dan Putri, berumur 10 tahun s/d 12 tahun.


1.2



Pertandingan Golongan

PRA REMAJA
cak bagi Putra dan Putri, berumur diatas 12 tahun s/d 14 waktu.


1.3



Kejuaraan Golongan
Akil balig
unruk Putra dan Putri, Berumur diatas 14 tahun s/d 17 hari.


1.4



Pertandingan Golongan
DEWASA
untuk Putra dan Pemudi, berumur diatas 17 tahun s/d 35 tahun


1.5



Pertandungan Golongan
MASTER/PENDEKAR
untuk Putra dan Cewek, berumur diatas 17 hari s/d 35 periode (single Event).


2.



Kebenaran mengenai umur pesilat yeng mengajuk kompetisi dibuktikan dengan Akte Kelahiran/ Ijazah / Paspor yang zakiah atau potocopy nan sudah dilegalisir.


3.



Roh pesilat harus sesuai dengan penggolongan sukma pelajar (Usia dini, Pra remaja, Remaja, Dewasa, dan Pendekar) dengan berpedoman kepada umur yang bergasangkutan pada rembulan kejuaraan dimulai, kecuali ada ketentuan lain sepanjang lain mencium penggolongan spirit peserta.


4.



Penjatahan papan bawah menurut jarang badan belaka berlaku bikin kategori Adu yang dilakukan dengan penimbangan Sukar fisik.


4.1



Penimbangan


4.1.1



enggak terserah kesabaran jarang raga.


4.1.2



Penibangan dilakukan ± 15 menit sebelum pesilat yang bersangkutan mengikuti kompetisi sesuai dengan jadwal yang ditentukan.


4.1.3



Untuk penimbangan, pesilat harus berpakaian pencak pencak yang digunakan lakukan bertanding, kering, minus setagen, tanpa penaung kemaluan dan pelindung sendi.


4.1.4



Pesilat nan tidak memenuhi kadar sulit badan dalam penimbangan menurut kelas bawah nan diikutinya, dikenakan sangsi diskualifikasi.


4.1.5



Penimbangan hanya dilakukan satu kali dan harus di sanksikan oleh kedua official.


4.1.6



Petugas penimbangan dan kedua official cak regu harus menanda tangani formulir rumit badan penimbangan yang telah disediakan oleh panitia pelaksana.


4.1.7



Petugas penimbangan ditunjug dan ditugaskan oleh panitia.


5.



Pemeriksaan Makrifat Kesehatan


5.1



setiap peserta harus mengirimkan surat pengumuman cegak yang sah yaitu surat pas sehat yang dikeluarkan maka itu sinse berbunga instansi Rumah Sakit/ Puskesmas yang berwenang (maksimal 1 rembulan sebelum pelaksanaan pertandingan).


5.2



Apabila sebelum sayembara dimulai pesilat tidak bisa menunjukan surat ketetangan kesehatan akan dikenakan diskualifikasi.

(panitia dapat merekomendasikan doket/Rumah Sakit tertentu lakukan dilakukan check kesehatan dinegara/kota tersebut dengan biaya ditanggung tim nan bersangkutan).


Pasal 3


Kategori dan Kelas Pertandingan Usia Prematur


1.



Kategori dan Kelas Pertandingan kerjakan Usia Dini :


1.1




Lomba PUTRA


terdiri dari :


1.1.1


kelas A

26 kg s/d 28 kg


1.1.2


inferior B
di atas 28 kg s/d 30 kg


1.1.3


kelas C
di atas 30 kg s/d 32 kg


1.1.4


papan bawah D
di atas 32 kg s/d 34 kg


1.1.5


inferior E
di atas 34 kg s/d 36 kg


1.1.6


papan bawah F
di atas 36 kg s/d 38 kg


1.1.7


papan bawah G
di atas 38 kg s/d 40 kg


1.1.8


kelas H

di atas 40 kg s/d 42 kg


1.1.9


papan bawah I

di atas 42 kg s/d 44 kg


1.1.10



kelas J
di atas 44 kg s/d 46 kg


1.1.11


kelas bawah K
di atas 46 kg s/d 48 kg


1.1.12


kelas L

di atas 48 kg s/d 50 kg


1.1.13


kelas bebas

di atas 50 kg s/d 56 kg


1.2 TANDING Pemudi


1.1.1


kelas A
26 kg s/d 28 kg


1.1.2


kelas B
diatas 28 kg s/d 30 kg


1.1.3


kelas C
diatas 30 kg s/d 32 kg


1.1.4


kelas D
diatas 32 kg s/d 34 kg


1.1.5


kelas E

diatas 34 kg s/d 36 kg


1.1.6


kelas F


diatas 36 kg s/d 38 kg


1.1.7


kelas G
diatas 38 kg s/d 40 kg


1.1.8


kelas H
diatas 40 kg s/d 42 kg


1.1.9


inferior I
diatas 42 kg s/d 44 kg


1.1.10


kelas J
diatas 44 kg s/d 46 kg


1.1.11


kelas bawah K

diatas 46 kg s/d 56 kg

Demikian lebih jauh dengan selisih 2 kg sebanyak-banyaknya 12 papan bawah untuk putra dan 10 kelas kerjakan dayang ditambah inferior bebas.


2.




Eksklusif


terdiri dari :



2.1





Tunggal Putra


2.2




Tunggal Putri


3.




GANDA


terdiri dari :



3.1





Ganda Putra


3.2




Ganda Putri


4.




REGU


terdiri terbit :



4.1





Regu Putra


4.2




Regu putri


5.



Seluruh kategori, Adu, spesifik, Ganda dan Regu dapat diikuti makanya seorang Pendekar sesuai dengan inferior, golongan dan spesies kelamin.


Pasal 4


Kategori dan Papan bawah Pertandingan Pra Remaja

Kategori dan kelas bawah sayembara untuk pra remaja :


1.



Tanding terdiri berasal :

1.1
Tanding Putra

1.1.1 Kelas A
34 kg s/d 37

1.1.2 Kelas B
diatas 47 kg s/d 40 kg

1.1.3 Papan bawah C
diatas 40 kg s/d 43 kg

Baca juga:   Pernyataan Yang Tepat Tentang Kebijakan Kolonial Belanda Di Indonesia Adalah

1.1.4 Papan bawah D
diatas 43 kg s/d 46 kg

1.1.5 Kelas E
diatas 46 kg s/d 49 kg

1.1.6 Kelas bawah F
diatas 49 kg s/d 52 kg

1.1.7 Inferior G
diatas 52 kg s/d 55 kg

1.1.8 Kelas H
diatas 55 kg s/d 58 kg

1.1.9 Inferior I
diatas 58 kg s.d 61 kg

1.1.10 Inferior J
diatas 61 kg s/d 64 kg

1.1.11 Papan bawah K
diatas 64 kg s/d 67 kg

1.1.12 Kelas L
diatas 67 kg s/d 70 kg

1.1.13 Papan bawah Independen
diatas 70 kg s/d 79 kg


1.2 Lomba Putri

1.1.1 Inferior A
34 kg s/d 37 kg

1.1.2 Kelas B
diatas 37 kg s/d 40 kg

1.1.3 Inferior C

diatas 40 kg s/d 43 kg

1.1.4 Inferior D
diatas 43 kg s.d 46 kg

1.1.5 Papan bawah E
diatas 46 kg s/d 49 kg

1.1.6 Kelas F
diatas 49 kg s/d 52 kg

1.1.7 Kelas G
diatas 52 kg s/d 55 kg

1.1.8 Kelas bawah H
diatas 55 kg s/d 58 kg

1.1.9 Kelas I
diatas 58 kg s/d 61 kg

1.1.10 papan bawah J
diatas 61 kg s/d 64 kg

1.1.11 Kelas Bebas
diatas 64 kg s/d 73 kg

Demikian seterusnya dengan cedera 3 kg sebanyak-banyaknya 12 kelas untuk putra dan 10 kelas bawah untuk putri di tambah kelas adil.


2.



TANDING, TUNGGAL, GANDA dan REGU sebagai halnya pembagian kelas bawah buat dewasa dengan menyesuaikan plong umur peserta.


3.



Seluruh kategori, tanding, Tunggal, Ganda dan Regu bisa diikuti maka itu sendiri Pendekar sasuai dengan inferior, golongan dan jenis kelamin.


Pasal 5


Kategori dan Kelas Pertandingan Mulai dewasa

Kategori dan kelas pertandingan lakukan remaja :


1.




Lomba


terdiri atas :



1.1





Tanding Putra

1.1.1 Kelas A
39 kg s/d 43 kg

1.1.2 Kelas B
diatas 43 kg s/d 47 kg

1.1.3 Kelas bawah C
diatas 47 kg s/d 51 kg

1.1.4 Kelas D
diatas 51 kg s/d 55 kg

1.1.5 Papan bawah E
diatas 55 kg s/d 59 kg

1.1.6 Kelas F
diatas 59 kg s/d 63 kg

1.1.7 Kelas G
diatas 63 kg s/d 67 kg

1.1.8 Kelas H

diatas 67 kg s/d 71 kg

1.1.9 Papan bawah I
diatas 71 kg s/d 75 kg

1.1.10 kelas J
diatas 75 kg s/d 79 kg

1.1.11 Kelas K
diatas 79 kg s/d 83 kg

1.1.12 Papan bawah L
diatas 83 kg s/d 87 kg

1.1.13 Inferior Adil
diatas 87 kg s/d 99 kg


1.2 Tading Upik

1.1.1 Papan bawah A
39 kg s/d 43 kg

1.1.2 Papan bawah B
diatas 43 kg s/d 57 kg

1.1.3 Kelas C
diatas 47 kg s/d 51 kg

1.1.4 Kelas D
diatas 51 kg s/d

55 kg

1.1.5 Papan bawah E
diatas 55 kg s/d 59 kg

1.1.6 Kelas F
diatas 59 kg s/d 63 kg

1.1.7 Kelas G
diatas 63 kg s/d 67 kg

1.1.8 Kelas H
diatas 67 kg s/d 71 kg

1.1.9 Inferior I
diatas 71 kg s/d 75 kg

1.1.10 Kelas J
diatas 75 kg s/d 79 kg

1.1.11 Inferior Bebas

diatas 79 kg s/d 91 kg

Demikian seterusnya dengan selisih 4 kg sebanyak-banyaknya 12 kelas untuk putra dan 10 untuk upik ditambang dengan kelas adil.


2.



Solo terdiri dari :


2.1



Tunggal Putra


2.2



Tunggal Amoi


3.



GANDA terdiri mulai sejak :


3.1



Ganda Putra


3.2



Ganda Putri


4.



REGU terdiri semenjak :


4.1



Regu Putra


4.2



Regu Gadis


Pasal 6


Kategori dan Kelas Kejuaraan Dewasa

Kategori dan kelas pertandingan untuk dewasa :


1. Lomba terdiri atas :


1.1 Adu Putra

1.1.1 Inferior A

45 kg s/d 50 kg

1.1.2 Papan bawah B
diatas 50 kg s/d 55 kg

1.1.3 Kelas bawah C
diatas 55 kg s/d 60 kg

1.1.4 kelas D
diatas 60 kg s/d 65 kg

1.1.5 Kelas E
diatas 65 kg s/d 70 kg

1.1.6 Kelas F
diatas 70 kg s/d 75 kg

1.1.7 Kelas G
diatas 75 kg s/d 80 kg

1.1.8 Kelas H
diatas 80 kg s/d 85 kg

1.1.9 Kelas I
diatas 85 kg s/d 90 kg

1.1.10 Kelas J


diatas 90 kg s/d 95 kg

1.1.11 Kelas bawah Bebas

diatas 85 kg


1.2 Tanding Kuntum

1.1.1 Kelas bawah A
45 kg s/d 50 kg

1.1.2 Kelas B
diatas 50 kg s/d 55 kg

1.1.3 Papan bawah C
diatas 55 kg s/d 60 kg

1.1.4 Papan bawah D
diatas 60 kg s/d 65 kg

1.1.5 Kelas E
diatas 65 kg s/d 70 kg

1.1.6 Kelas F

diatas 70 kg s/d 75 kg

1.1.7 Kelas Bebas
diatas 65 kg


2. Tuggal terdiri dari:


1.1 Unik Putra


1.2 Tunggal Nona


3. Ganda terdiri pecah :


1.1 Ganda Putra


1.2 Ganda Amoi


4. Regu terdiri atas:


1.1 Regu Putra


1.2 Regu Gadis


5.



Seluruh kategori, Tasnding, Individual, Ganda dan Regu dapat diikuti oleh seorang pendekar sesuai dengan papan bawah, golongan dan jenis kelamin.


Pasal 7


Kategori dan Inferior Pertandingan Pendekar

Kategori dan Inferior Pertandingan untuk pendekar :


1.



Lomba
terdiri atas :


1.1



Adu Putra

1.1.1 Kelas A

45 kg s/d 50 kg

1.1.2 Kelas B

diatas 50 kg s/d 55 kg

1.1.3 Kelas C
diatas 55 kg s/d 60 kg

1.1.4 Kelas D
diatas 60 kg s/d 65 kg

1.1.5 Inferior E
diatas 65 kg s/d 70 kg

1.1.6 Kelas F
diatas 70 kg s/d 75 kg

1.1.7 Kelas G
diatas 75 kg s/d 80 kg

1.1.8 Kelas H
diatas 80 kg s/d 85 kg

1.1.9 Kelas I
diatas 85 kg s/d 90 kg

1.1.10 Kelas bawah J
diatas 90 kg s/d 95 kg

1.1.11 Kelas Bebas
diatas 85 kg

1.2 Tanding Kuntum

1.2.1 Kelas bawah A
45 kg s/d 50 kg

1.2.2 Kelas B
diatas 50 kg s/d 55 kg

1.2.3 Inferior C
diatas 55 kg s/d 60 kg

1.2.4 Kelas D

diatas 60 kg s/d 65 kg

1.2.5 Kelas E
diatas 65 kg s/d 70 kg

1.2.6 Kelas F
diatas 70 kg s/d 75 kg

1.2.7 Kelas Netral
diatas 65 kg

2. TUNGGAL terdiri berpunca :

1.1 Tunggal Putra

1.2 Tunggal Putri

3. GANDA terdiri dari :

1.1 Ganda Putra

1.2 Ganda Putri

4. REGU terdiri dari :

1.1 Regu Putra

1.2 Regu Pemudi

5. Seluruh kategori, Lomba, Tunggal, Ganda dan Regu bisa diikuti oleh seorang pesilat sesuai dengan papan bawah, golongan dan tipe kelamin.


Pasal 8


Perlengkapan Gelangga dan Perlombaan


1.



Ajang

Gelanggang dapat dilantai atau dipanggung dan dilapisi matras standar IPSI (Rangkaian Pencak Silat Indonesia) dengan ketebalan 2.5 cm setakat 5 cm, bidang rata dan tidak memantul, boleh ditutup dengan alas nan lain licin, berformat 10 m x 10 m dengan dandan dasar baru semarak dan garis berwarna kalis sesuai dengan keperluannya, disediakan oelh Komite Pelaksanaan dengan penjelasan laksana berikut :


1.1



kerjakan kategori Lomba mengikuti kodrat bagaikan berikut :

Baca juga:   Surat Penawaran Barang Termasuk Jenis Surat


1.1.1



gelanggang pertandingan terdiri dari :

Bidang gelanggang berbentuk segi empat bujur sangkar dengan matra 10 m x 10 m. Bidang tanding berbentuk gudi dalam parasan gelanggang dengan penampang 8 m.


1.1.2




5 cm kearah dalam.


1.1.3



Pada tengah-tengah permukaan lomba dibuat lingkarang dengan garis tengah 3 m, gempal garis 5 cm bercelup jati laksana senggat pemisah sesaat akan dimulai perlombaan.


1.1.4



Sudut pesilat adalah ruang pada sudut bujur sangkar gelanggang yang bertatap yang dibatasi oleh rataan tanding terdiri atas :


a.



Sudut berwarna dramatis yang fertil disebelah ujung kanan meja pertandingan.


b.



Sudut bercelup ahmar yang berbenda diarah diagonal kacamata dramatis.


c.



Sudut berwarna jati merupakan kedua sudut lainnya laksana sudut adil.


1.2



cak bagi kategori TUNGGAL, GANDA dan REGU mengajuk kadar sebagai berikut :

Medan penampilan untuk ketiga kategori tersebut merupakan bidang gelanggang dengan ukuran 10 m x 10 m


2.



perlengkapan Gelanggang

perabot ajang yang wajib disediakan oleh komite Pelaksanaan terdiri atas :


a.



Meja dan Kursi pertandingan


b.



kenap dan takhta wasit juri


c.



Formulir pertandingan dan alat tulis


d.



jam kompetisi, mungmungan (alat lainya yang sepersaudaraan) dan bel


e.



bohlam babak alias alat lainya untuk menentukan putaran


f.



Lampu isyarat berwarna, sensasional, merah dan asfar lakukan menerimakan tanda-tanda yang diperlukan sesuai dengan proses pertandingan nan berlangsung.


g.



bendera kecil dandan merah dan biru bertangkai, masing-masing dengan matra 30 cm x 30 cm bikin hakim lomba dan bendera
dengan ukuran yang setimpal warna kuning untuk pengamat waktu.


h.



Papan informasi tulisan waktu peragaan pesilat kategori Tungal, Ganda dan Regu.


i.



Panggung senjata


j.



Papan nilai dan peranti sytem penilaian digital atau penilaian secara manual.


k.



Timbangan.


l.



Radas pengeras suara (sound sistem)


m.



Baldi dan kaca plastik, kain pel, lap kaki/keset kaki.


n.



Alat perekam suara minor/gambar, mekanik dan perlengkapannya (alat lain tak yaitu gawai bukti yang sah dalam menentukan kemajuan)


udara murni.



Tiang jenama : ketua pertandingan, dewan wasit juri, sekretaris pertandingan, pengamat waktu, dokter pertandingan, juri sesuai dengan urutannya (I s/d V). Bila diperlukan istilah tersebut bisa diterjemahkan kedalam bahasa bukan yang dituliskan dibagian bawah.


p.



Perlengkpan lain yang diperlukan.

Antara bukan, internal situasi tertentu (penonton terlalu ramai dan suara wasit tidak dapat didengar makanya pesilat) maka wasit boleh menggunkan pengeras/penasihat suara.


Gapura II


Garis hidup BERTANDING


Pasal 9


Kategori Tanding



1.





Peranti bertanding


1.1



baju

pesilat mengaryakan rok Pencak Terlak model tolok warna hitam angkin putih. Pada waktu bertanding sabuk putih dilepaskan. Boleh memakai badge tubuh induk didada sebelah kiri serta diperkenankan mempekerjakan bedge IPSI didada kanan, bendera negara dilengan kidal dan mencantumkan logo sponsor yang posisinya dilengan kanan, yang besarnya lain melebihi bedge IPSI. Nama negara dibagian birit badan. Disediakan oleh wasit. Tak mengenakan / mengaryakan aksesoris apapun selain baju kuntau.


1.2



pelindung badan dengan predestinasi ibarat berikut :


1.2.1



kualitas standar IPSI.


1.2.2



Warna hitam


1.2.3



Ukuran 5 variasi : Super Extra Segara (XXL), Extra Besar (XL), Besar (L), Sedang (M) dan kecil (S).


1.2.4



Angkin / setagi merah dan biru kerjakan pesilat sebagai tanda pengenal sudut. Ukuran lebar 10 cm berusul objek nan tidak mudah terlipat.


1.2.5



Satu ajang memerlukan setidaknya 5 pasang pelindung jasad dan disediakan oleh panitia perakit.


1.2.6



Pesilat putra/pemudi menggunakan pelindung aurat dari bahan plastik, nan disediakan oleh saban pesilat.


1.2.7



Pelindung resep, tungkai dan lengan diperkenankan satu lapis dengan ketebalan lain lebih dari 1 cm dan terbuat dari bahan yang lain berkanjang.


1.2.8



Diperbolehkan menggunakan join taping.


1.2.9



Diperbolehkan memperalat penaung gigi.


2.




Sistem dan tahap pertandingan


2.1



kejuaraan menggunakan sistem gugur, kecuali ditentukan lain oleh IPSI.


2.2



Tahap pertandingan dimulai dari peminggiran, seperempat final, semi final dan final tersampir pada jumlah peserta sayembara, bermain untuk semua kelas bawah.


2.3



Setiap kelas diikuti minimal 2 peserta.



3.





Penggalan pertandingan dan waktu


3.1



Lakukan usia prematur dan pra remaja


3.1.1



pertandingan dilakukan dalam 2 babak


3.1.2



tiap babak terdiri dari 1,5 menit bersih


3.2



lakukan cukup umur dan dewasa


3.2.1



pertandingan dilakukan dalam 3 babak


3.2.2



tiap babak terdiri atas 2 menit tahir


3.2.3



disetiap adegan di berikan periode istirahat 1 menit


3.2.4



hari detik wasit menghentikan pertandingan tidak termasuk periode nangkring bertanding.


3.2.5



Penjumlahan terhadap pesilat yang drop karna terjangan yang sah, tidak tersurat periode bertanding


3.3



untuk pendekar


3.3.1



kompetisi dilakukan n domestik 3 babak


3.3.2



tiap babak terdiri atas 1.5 menit bersih


3.3.3



diantara adegan diberikan waktu istirahat 1 menit


3.3.4



periode momen wasit menghentikan pertandingan tidak tercatat waktu bertanding


3.3.5



penghitung terhadap pesilat yang drop karena serangan yang sah, tidak termasuk waktu bertanding



4.





pendamping Pendekar


4.1



setiap pesilat khusus kerjakan kategori Tanding, didampingi maka itu pendamping pesilat sebanyak-banyaknya 2 orang dan keseleo satunya memiliki piagam pelatih sesuai dengan tingkat kejuaraanya.


4.2



Pakaian kepercayaan pesilat adalah pencak silat sempurna standar IPSI warna hitam dengan bedge lambang jasad induk didada sebelah kiri, serta diperkenankan mengaryakan badge IPSI didada kanan stempel negara dibagian punggung dan mengenankan setagi/angkin warna orange dempak 10 cm.


4.3



Kepercayaan pesilat cuma diperkenankan memberikan arahan sreg periode pause istirahat.


4.4



Salah seorang pengapit pesilat harus berjenis kelamin sama dengan pesilat yang bertanding.



5.





Tata cara pertandingan


5.1



langkah dimulai pertandingan diawali dengan masuknya wasit dan juri ke panggung dari sebelah kanan ketua pertandingan. Sebelum memasuki gelanggang wasit juri memberi hormat dan melapor tentang akan dimulainya pelaksanaan tugas kepada pengarah pertandingan.


5.2



Setiap pesilat yang akan bertanding sesudah mendapat isarat dari wasit, memasuki gelanggang dari sudut saban, kemudian memberi hormat kepada wasit dan ketua kejuaraan, selanjutnya pesilat diperbolehkan melakukan perkariban gerakan jurus perguruan 5 sampai 10 gerakan kemudian kedua pesilat kembali cekut tempat disudut nan sudah ditentukan,


5.3



Untuk memulai pertandingan, penengah menyapa kedua pesilat, seterusnya pesilat berjabatan tangan dan siap memulai perlombaan.


5.4



Pasca- juri memeriksa kesiapan semua petugas dengan isyarat tangan, wasit memberi aba-aba kepada kedua pesilat lakukan memulai pertandingan.


5.5



Sreg waktu istirahat antara babak, pesilat harus pula kesudut tiap-tiap, pendamping pesilat melakukan fingsunya sesuai ketentuan pasal 8 ayat 4.3


5.6



Selain hakim dan kedua pesilat, tidak seorang pun berkecukupan pada palagan kecuali atas aplikasi hakim.


5.7



Setelah babak intiha radu, kedua pesilat sekali lagi kesudut masing-masing atau hakim menyebut kedua pesilat sreg saat keputusan pemenang yang akan diumumlan dan pemenang diangkat tangannya makanya wasit, dilanjutkan dengan memberi hormat kepada ketua kompetisi.


5.8



Selesai anugerah khidmat, kedua pesilat tukar berjabatan tangan dan pergi palagan diikuti maka dari itu wasit dan para juri yang memberi puja dan melaporkan berakhirnya pelaksanaan tugas kepada ketua pertandingan. Hakim dan juri setelah melaporkan menghindari gelanggang disebelah kiri meja
ketua perlombaan.

Baca juga:   Lama Permainan Tenis Meja Ditentukan Oleh



6.





Takdir Pertandingan


6.1



Aturan Bertanding


6.1.1



Pesilat saling berhadapan dengan menggunakan unsur pembelaan dan ofensif pencak silat adalah menangkis/mengelak, menyarungkan korban dan menjatukan lawan, menerapkan pendirian pencak silat serta mematuhi aturan-aturan yang ditentukan. Yang dimagsud dengan mandu adalah bahwa n domestik mencapai teknik, seorang pendekar harus mengembangkan arketipe bertanding yang dimulai dari sikap pasang, awalan serta mengukur jarak terhadap lawan den koordinasi dalam melakukan serangan/pembelaan serta kembali kesikap pasang.


6.1.2



Pembelaan dan serangan yang dilakukan harus berpola dari sikap mulanya/pasang atau pola persiapan, serta adanya koordinasi dalam melakukan serangan dan pembelaan. Setelah mengamalkan bidasan/pembelaan harus kembali kepada sikap mulanya/pasang dengan ki ajek memperalat sempurna anju. Hakim akan memasrahkan aba-aba “LANGKAH” jika seorang pesilat lain melakukan teknik pencak pencak yang semestinya.


6.1.3



Serangan yang dinilai adalah ofensif yang menggunakan pendirian, mantap, bertenaga, tidak tersuntuk oleh tangkisan.


6.2



Aba-aba Pertandingan


6.2.1



Aba-aba “BERSEDIA” digunakan intern persiapan sebagai peringatan bagi pendekar dan seluruh aparat pertandingan bahwa kejuaraan akan taajul dimulai.


6.2.2



Aba-aba “Mulai” digunakan tiap kompetisi dimulai dan akan dilanjutkan, bisa juga dengan isyarat.


6.2.3



Aba-aba “Nangkring” digunakan lakukan menghentikan pertandingan.


6.2.4



Aba-aba “PASANG”, “Ancang” dan “Terlak” digunakan untuk pembinaan.


6.2.5



Pada mulanya dan intiha pertandingan setiap babak ditandai dengan pemukulan mungmungan.


6.3



Sasaran

Yang dapat dijadikan mangsa protokoler dan bernilai yakni “Togok” yaitu bagian raga kecuali leher keatas dan bermula pusat aurat :


6.3.1



Dada


6.3.2



Tembolok (Pusar ke atas)


6.3.3



Rusuk kiri dan kanan


6.3.4



Punggung atau belakang badan

Episode tungkai dan gala bisa dijadikan sasaran serangan antara dalam usaha menjatuhkan belaka tidak mempunyai angka perumpamaan bahan perkenaan.


6.4



Pemali

Tabu yang dinyatakan bak pelanggaran :


1.



Pelanggaran sulit


a.



Menyerang bagian jasad nan tidak lazim yaitu leher , kepala serta radiks pusar/pusar sampe kemaluan.


b.



Usaha mematahkan persendian secara langsung.


c.



Sengaja melemparkan keluar gelanggang.


d.



Menyabungkan memperalat pemimpin atau menyerang menggunakan kepala.


e.



Menyerang antagonis sebelum aba-aba “MULAI” dan memaki sesudah ada-aba “Memangkal” dari penengah, menyebabkan imbangan cidera (harus penjelasan peratiuran pertandingan)


f.



Mengumul, mengigit, mencakar, mencengkram dan menjambak (menggelandang rambut/jilbab, (perlu penjelasan ordinansi pertandingan memperalat jilbab)


g.



Menuju, menghina, merangkul, kecam, mengeluarkan perkenalan awal-pengenalan yang tak sopan, meludahi, memancing –mancing dengan suara minor berlebihan terhadap lawan maupun terhadap aparat pertandingan (Delegasi Teknik, Ketua Kejuaraan, dewan juri dan Wasit Wasit).


h.



Melakukan pelanggaran terhadap resan kejuaraan.


i.



Memegang, menyirat ataupun merangkul berbarengan melakukan bidasan.


2.



Pelanggaran ringan


a.



Tak menunggangi salah satu kaidah.


b.



Keluar dari gelanggang secara sengaja maupun lain sengaja


c.



Merangkul lawan dalam proses pembelaan.


d.



Melakukan bidasan dengan teknik sapuan depan/birit, guntingan langsung merebahkan diri lebih dari 1 kali dalam 1 fragmen dengan tujuan cak bagi mengulur waktu.


e.



Berkomunikasi dengan cucu adam luar dengan isyarat atau perkataan.


f.



Kedua pendekar pasif atau bila salah satu pesilat pasif makin dari 5 detik.


g.



Berteriak berlebihan sepanjang perlombaan.


h.



Lintasna serangan yang salah.


i.



Mendorong dengan sengaja yang mengakibatkan pesilat/padanan keluar garis bidang laga.


3.



Kesalahan teknik pleidoi :


a.



Serangan yang sah dengan pelintasan dengan bidasan nan benar, jika karena kesalahan teknik pleidoi lawannya nan salah (elakan yang mendatangi sreg pelintasan terjangan), tidak dinyatakan sebagai pengingkaran.


b.



Sekiranya pendekar nan kena serangan tersebut cedera, maka hakim segera menjuluki mantri. Jika mantri memutuskan pesilat tersebut bukan cegak, maka beliau dinyatakan kalah teknik.


c.



Jika pesilat yang kena serangan tersebut menurut sinse segak dan tidak dapat buru-buru bangkit, wasit langsung mengamalkan prediksi teknik.


4.



Ikab

Tahap dan bentuk hukuman :


1.1



Sapaan


a.



Diberikan apabila pesilat berbuat pengingkaran ringan selepas melewati 1 kali pembinaan sesuai ketentuan pasal 9 ayat 6,4,2


b.



Sapa dapat diberikan sinkron apabila pendekar mengamalkan pelanggaran berat nan bukan menyebabkan lawan selisih.


1.2



Peringattan I

Diberikan apabila pesilat :


a.



Melakukan pelanggaran berat.


b.



Mendapat tegoran yang ketiga akibat pengingkaran ringan.

Setelah peringatan I masih dapat diberikan tegoran terhadap pengingkaran ringan dalam putaran yang sama.


1.3



peringatan II

diberikan bila pesilat kembali melakukan hukuman peringatan setelah peringatan I

atau peringatan II masih dapat diberikan tegoran terhadap pelanggaran ringan saat babak yang sama.


1.4



peringatan III

diberikan bila pesilat kembali berkat hukuman peringatan pasca- peringatan II dan simultan dinyatakan didiskualifikasi.

Peringatan ke III harus dinyatakan maka itu wasit


1.5



diskualifikasi

diberikan apabila pendekar :


a.



bernasib baik peringatan setelah peringatan II.


b.



Mengamalkan pelanggaran berat yang didorong oleh unsur-unsur kesengajaan dan bertentangan dengan norma sportivitas.


c.



Melakukan pengingkaran elusif dengan hukuman peringatan I atau minimum teguran I, saja cidera tidak dapat meneruskan kompetisi atas keputusan dokter kejuaraan.


d.



Pasca- penimbangan 15 menit sebelum kejuaraan, elusif badannya bukan sesuai dengan papan bawah nan diikuti


e.



Pesilat terkena doping

Diskualifikasi doping ialah gugurnya hak seorang pesilat, bikin mendapat mendali/peringkat juara.


5.



Penilaian


1.1



ketentuan biji (konsep lama)

nilai penampilan teknik

Nilai 1
serangan dengan tangan yang masuk lega incaran, tanpa terhenti oleh bantahan, hindaran atau elakan lawan.

Angka 1+1

tangkisan, hindaran maupun elakan nan berhasil memunahkan serangan inversi, disusul dengan serbuan dengan tangan yang ikut pada objek.

Biji 2
gempuran dengan kaki yang masuk pada objek, tanpa terhalang oelh persabungan .

Nilai 1+2
tangkisan yang bertelur memunahkan ofensif lawam, disusul menyerang dengan menggunakan tendangan kaki, dan menyarungkan sasaran tanpa di hindari.

Nilai 3
teknik jatuhkan yang berbuntut menjatuhkan inversi.

Ponten 1+3
perlagaan/tangkapan yang memunahkan terjangan lawan, disusul oleh serangan dengan teknik jatuhkan yang berhasil menjatukan p versus.


6.



Menang mutlak

Penentuan menjuarai mutlak ialah bila lawan jatuh karena terjangan yang lazim dan tidak dapat kumat. Maka setelah hitungan hakim ke 10 dan enggak bisa mencuar dengan sikap siap pasang.


7.



Menang W.P.A / Juri Menghentikan Pertandingan

Menang sekiranya kompetisi tidak seimbang.


8.



Menang Undur diri

Memenangi apabila oponen enggak datang ke kancah (Walk Over)


9.



Menang Diskualifikasi


a.



Lawan beruntung peringatan III setelah berbuat peringtan ke II


b.



Lawan melakukan pelanggaran pelik yang diberikan hukuman serentak diskualifikasi.


c.



Melakukan pelanggaran tingkat I dan lawan cidera tidak dapat melanjutkan pertandingan atas keputusan dokter pertandingan.

Pendekar yang menang diskualifikasi karena keputusan dokter kejuaraan diperbolehkan bertanding bikin episode selanjutnya jika asian izin berpangkal dokter pertandingan.


d.



Kapan penimbangan langka raga tidak sesuai dengan ketentuan.


e.



Pendekar tak bisa menunjukan dokumen keterangan sehat sebelum pertandingan.



Lama Pertandingan Pencak Silat Tiap Babak Adalah

Source: https://peraturanpencaksilat.blogspot.com/