Lapisan Karet Yang Menutup Bagian Samping Ban Disebut

By | 13 Agustus 2022

Lapisan Karet Yang Menutup Bagian Samping Ban Disebut.

Ban

Reben pneumatic diisi dengan mega bertekanan yang digunakan puas kendaraan. Ban yaitu salah satu bagian dari kendaraan nan berhubungan langsung dengan latar urut-urutan. Ban dipasangkan pada pelek sebelum dipergunakan pada kendaraan, oleh karena itu pita dan pelek ubah berhubungan.

1. BAN

Reben berfungsi sebagai berikut :

  • Menahan seluruh rumpil kendaraan.
  • Tali tap gandeng dengan permukaan jalan sehingga ban dapat memindahkan tendensi gerak, gaya pengereman kendaraan di urut-urutan, dan mengontrol mulai jalan, akselerasi, perlambatan, pengereman dan membelok.
  • Mengurangi keefektifan yang disebabkan oleh meres jalan yang tidak beraturan.
  • Menerimakan kenyamanan dalam berkendara.

KONTRUKSI BAN

Konstruksi Ban

1. Carcass (Casing)
Carcass merupakan rencana reben yang gentur, pas kuat untuk menahan udara yang bertekanan tinggi dan juga  patut elastis buat meredam perubahan muatan dan tabrakan. Carcass terdiri dari ply (layer) dari tire cord (paisan anyaman pararel berasal bahan yang abadi) yang direkatkan menjadi satu dengan reja. Cord lega tali tap-ban bus alias trucuk biasanya dibuat terbit nylon atau pupuk, padahal untuk mobil-mobil penumpang katai biasanya terbuat dari Polyester atau nylon. Ban diklasifikasikan menurut jihat Cord adalah ban diversifikasi radial dan bias ply.

2. Tread
Tread yaitu lapisan cemping luar nan melindungi Carcass terhadap kepuasan dan kebinasaan disebabkan oleh meres jalan. Tread adalah episode yang serampak berbimbing dengan permukaan urut-urutan dan menghasilkan tahanan akibat gesekan nan ki memengaruhi gaya gerak dan tren pengereman alat angkut ke parasan kronologi.

Pola tread terdiri dari alur yang terletak pada permukaan tread, dan dirancang kerjakan merevisi kemampuan ban dalam memindahkan gaya ke bidang urut-urutan sesuai kebutuhan jalanan.

3. Sidewall
Sidewall adalah sepuhan karet yang menutup bagian samping tali tap dan mereservasi Carcass terhadap fasad dari luar reben. Sebagai bagian ban yang paling besar dan paling kecil fleksibel, sidewall secara berkelanjutan melenturkan di asal muatan yang dipikul oleh ki alat selama melanglang.

Di sidewall teragendakan informasi nama pabrik kreator, ukuran ban, tanggal dibuatnya dan informasi lainnya.

4. Breaker
Breaker adalah lapisan nan terletak diantara Carcass dengan tread yang memperkuat sentral rekat antara keduanya. Breaker meredam kejutan nan timbul dari permukaan kronologi ke Car ada dan umumnya digunakan pada ban dengan bias-ply.

Baca juga:   Yang Tidak Termasuk Kegiatan Apresiasi Seni Musik Yaitu

Ban bikin bus dan truk serta trucuk ringan menggunakan breaker yang terbuat dari nylon, padahal untuk mobil penumpang menggunakan bahan Polyester.

5. Belt (rigit breaker)
Belt atau rigit breaker adalah tipe breaker yang digunakan pada reben radial-ply dan diletakkan sebagaimana sarung mengelilingi tali tap diantara Carcass dan karet tread untuk menahan Car suka-suka dengan kuat. Rigit breaker yang tersusun bersumber kawat baja, rayon atau polyester digunakan untuk lin mobil penumy, padahal rigit breaker dari kawat pupuk digunakan untuk ban bus dan truk.

6. Bead
Bead terbuat dari kawat baja nan berfungsi cak bagi mencegah robeknya tali tap dari rim(pelek) dari berjenis-jenis gaya yang bekerja pada arah bebas alias penggalan samping ply  yang disebut kawat bead. Tekanan gegana di intern ban memerosokkan bead keluar pada rim (pelek) dan tertahan awet. Bead dilindungi dari kerusakan karena sentuhan dengan pelek dengan perkembangan memberinya lapisan reja gigih yang disebut Chafer strip, kontruksi, flipper beard toe, bead heel, bead base, chafer, and bear wire.

Konstruksi dasar bead

Kontruksi Bead

Flipper : pembungkus bead wire yang mempunyai bentuk  sedemikian rupa nan cocok dengan bentuk ban pada bead (memakai kain pengisi bead nan berbentuk segitiga sama) dengan intensi bakal menjaga posisi bead seyogiannya lain beringsut saat digunakan ataupun penggantian ban.

Bead toe : bagian bead jihat dalam.

Bead heel : bagian bead nan kombinasi dengan rim (pelek) pada flens.

Bead base : bagian bead yang berada diantara bead toe dan bead heel yang berbentuk membosankan.

Chafer : merupakan lapisan terluar yang membungkus bead untuk mencegah kerusakan karena singgungan dengan rim (pelek).

Bead wire : benang tembaga serabut yang mengandung kadar karbon tinggi menjamin pemasangan ban ke rim (pelek).

Bead chipper : berfungsi untuk melindungi area sidewall paling dasar.

Variasi Diversifikasi POLA TELAPAK BAN (TREAD)

Tread dibuat dengan beraneka rupa macam pola dengan tujuan nan berbeda-tikai, salah satunya yakni untuk membuang air. Perbedaan ini dapat mempengaruhi banyak kejadian intern berbagai faktor nan keluih akibat kondisi bidang jalan serta diversifikasi alat angkut yang menggunakannya.

Baca juga:   Materi Seni Budaya Kelas 8 Semester 2

1. Pola Rib
Arketipe Rib berbentuk beberapa galur zig-zag pararel nan mengerubuti ban. Sempurna ini sangat sekata untuk bepergian di jalan dengan permukaan yang rata pada kecepatan tingkatan (highway).

Pola Rib

Pola Rib memiliki karakteristik laksana berikut :

  • Punya tahanan gelinding (rolling resistance) yang boncel untuk ban.
  • Side-slipping resistance kian besar sehingga wahana bertambah mudah dikendalikan.
  • Suara yang ditimbulkan oleh tali tap kecil.
  • Tenaga tariknya tekor baik bila dibandingkan dengan ban yang memperalat pola lug.

2. Pola Lug
Pola Lug memiliki alur tegak verbatim terhadap garis keliling reben. Komplet ini banyak dipakai sreg ban mesin kontruksi dan truk. Pola tread ini sepakat digunakan bakal berjalan puas perkembangan nan tak rata dan sabar (jalan tanah).

Model Lug

Pola Lug memiliki karakteristik andai berikut ini :

  • Mempunyai tenaga tarik yang baik.
  • Terpidana gelinding (Rolling resistance) ban cukup tinggi.
  • Tread lega daerah Lug bertambah mudah aus tidak mmerata.
  • Suara nan ditimbulkan makanya ban makin raksasa.

3. Komplet Rib dan Lug
Pola Rib and Lug merupakan gabungan antara kamil ini dan Lug dengan intensi untuk menyunting kestabilan dalam menghadapi dan banyak dipakai plong ban-ban bus dan truck, dan cocok dijalankan plong jalan yang rata maupun lain rata ( jalan berpasir dan berbatu).

Komplet Rib dan Lug

Pola Rib dan Lug n kepunyaan karakteristik bak berikut ini :

  • Pola Rib yang buntak lega keliling ban dapat menstabilkan kendaraan dengan mengurangi prospek sidr-slipping, sedangkan pola Lug puas tepi ban bisa memperbaiki kemampuan pengendaraan dan pengereman.
  • Fragmen paradigma Lug pada pola ini kian mudah aus tidak merata.

4. Bola Block
Pola Block n kepunyaan tread yang berbentuk pecah block yang berdiri koteng. Pola ini banyak digunakan para pita-lin salju, dan waktu ini pola Block mulai digunakan pada tali tap radial-ply bagi mobil-mobil penumpang.

Model Block

Teladan Block memiliki karakteristik sebagai berikut ini :

  • Punya kemampuan pengendaraan dan pengereman lebih baik.
  • Bisa mengurangi slipping dan skidding puas jalan nan tertutup luluk atau bersalju.
  • Ban mendatangi lebih cepat aus jika dibanding dengan Pola Rib dan Lug.
  • Rolling resistance sedikit bertambah besar.
  • Tread lebih mudah aus tidak beraturan, terutama pada permukaan perkembangan yang keras.
Baca juga:   Contoh Cerita Fabel Beserta Strukturnya Orientasi Komplikasi Resolusi Koda


Perasaan!


Pita-reben dengan pola unidirectional dimana ban-tali tap memiliki konseptual tread disesuaikan dengan arah episode ban. Alur kesamping pada tali tap dibuat sehaluan buat dapat meningkatkan kemampuan ban pada jalan nan basah. Karena tali tap bertambah mudah membuang air. Jika pencantuman reben arahannya tertunggang maka dapat membuat kemampuan ban ini di jalan basah menjadi tidak baik.

Diversifikasi-JENIS BAN

Pita dapat dikelompokkan kerumahtanggaan berbagai cara sebagai berikut ini.

Menurut konstruksinya, pita dikelompokkan seumpama berikut.
Klasifikasi menurut cara penyusunan ply cord yang membuat carcass ban :

  • Lin bias-ply (cross-ply tire).
  • Ban radial.
  • Ban belted digresi.

Klasifikasi menurut cara penyimpanan udara :

  • Ban dengan lin internal (Tubed).
  • Ban tanpa ban dalam (Tubeless).

Klasifikasi pita menurut cara penyusunan ply-cord

1. Ban Bias
Tali tap ini dibuat dengan lapisan benang/cendawan arah miring membuat ki perspektif 30° – 40° terhadap sengkang reben. Memiliki tapak (tread) dengan daya serap benturan yang baik sehingga memberikan kenyamanan berkendaraan. Akan halnya toleransi terhadap keausan dan nyeri (rol) tidak sebaik tali tap radial.

2. Ban Radial
Lapisan serat lin ini tegak verbatim dengan garis tengah reben, ditambah salutan sabuk/belt (rigid breaker) searah lingkar ban yang terbuat dari benang tekstil langgeng ataupun kawat yang dibalut perca bikin membuat tread lebih rigid.

Perbedaan Ban Distorsi dan Ban Radial

Lin Bias :

  • Dinding samping tebal (kaku) dibandingkan dengan tali tap radial.
  • Telapak kurang kaku dibandingkan dengan pita radial.
  • Dinding samping tebal akan mengurangi kelenturan, setiap persuasi akan mempengaruhi diameter telapak lin.
  • Bilamana menikung, sebagian punggung terangkat, sehingga mengurangi arti gabungan punggung dengan permukaan jalan.

Ban Radial :

  • Dinding samping reben tidak tebal (lentur).
  • Telapak tali tap kian dogmatis.
  • Waktu sarana menikung, mode yang menyamping diserap maka dari itu dinding ban yang lentur sehingga tidak mempengaruhi kedudukan punggung ban dengan permukaan jalan.

Lapisan Karet Yang Menutup Bagian Samping Ban Disebut

Source: https://pelajarotomotif11.blogspot.com/2018/12/pengertian-ban-fungsi-ban-konstruksi.html