Mengapa Allah Swt. Itu Indah Nama-nama-nya

By | 11 Agustus 2022

Mengapa Allah Swt. Itu Indah Nama-nama-nya.

Dalam ayat Quran terwalak ayat muhkamat dan mutsayabihat

REPUBLIKA.CO.ID,


N domestik Alquran terdapat ayat-ayat nan muhkamat, yakni nan kandungannya adv amat jelas, sehingga dekatdekat enggak dibutuhkan penjelasan tambahan untuknya.

Ada kembali ayat-ayat yang mutasyabihat, yakni ayat-ayat yang mengandung beberapa signifikansi, samar artinya dan langka dipahami kecuali pasca- merujuk kepada yang muhkam maupun hanya Allah yang memafhumi maknanya.

هُوَ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ عَلَيْكَ الْكِتٰبَ مِنْهُ اٰيٰتٌ مُّحْكَمٰتٌ هُنَّ اُمُّ الْكِتٰبِ وَاُخَرُ مُتَشٰبِهٰتٌ ۗ فَاَمَّا الَّذِيْنَ فِيْ قُلُوْبِهِمْ زَيْغٌ فَيَتَّبِعُوْنَ مَا تَشَابَهَ مِنْهُ ابْتِغَاۤءَ الْفِتْنَةِ وَابْتِغَاۤءَ تَأْوِيْلِهٖۚ وَمَا يَعْلَمُ تَأْوِيْلَهٗٓ اِلَّا اللّٰهُ ۘوَالرَّاسِخُوْنَ فِى الْعِلْمِ يَقُوْلُوْنَ اٰمَنَّا بِهٖۙ كُلٌّ مِّنْ عِنْدِ رَبِّنَا ۚ وَمَا يَذَّكَّرُ اِلَّآ اُولُوا الْاَلْبَابِ

“Dialah nan menaruh Kitab (Alquran) kepadamu (Muhammad). Di antaranya cak semau ayat-ayat yang muhkamat, itulah pusat-resep Kitab (Quran) dan yang lain mutasyabihat. Adapun orang-makhluk yang dalam hatinya memfokus pada kesesatan, mereka mengikuti nan mutasyabihat untuk mencari-cari fitnah dan untuk mencari-cari takwilnya, padahal bukan ada nan mengetahui takwilnya kecuali Halikuljabbar. Dan cucu adam-hamba allah nan ilmunya mendalam berkata, “kami beriktikad kepadanya (Alquran), semuanya mulai sejak sisi Almalik kami.” Lain ada yang bisa mengambil kursus kecuali orang nan berakal.” (QS Ali Imran  7)

Internal Tafsir Kementerian Agama ayat ini menjelaskan, Alquran yang diturunkan Tuhan di dalamnya terdapat ayat-ayat yang muhkamat dan terdapat yang mutasyabihat. Ayat nan muhkamat yakni ayat yang jelas artinya, seperti ayat-ayat hukum, dan sebagainya.

Ayat mutasyabihat yaitu ayat yang tidak jelas artinya, nan dapat ditafsirkan dengan bermacam-keberagaman penafsiran. Seperti ayat-ayat yang berbimbing dengan hal-hal yang ghaib dan sebagainya.

Baca juga:   Ancaman Yang Berdimensi Politik Yang Bersumber Dari Dalam Negeri

Menurut sebagian mufasir, tujuan diturunkannya ayat-ayat ini di antaranya, cak bagi menguji iman dan keteguhan hati seorang Muslim kepada Allah.

Iman yang benar hendaklah disertai dengan pemasukan diri dalam kepentingan yang seluas-luasnya kepada Sang pencipta SWT.

Tuhan menempatkan ayat-ayat yang boleh dipahami artinya dengan mudah dan Dia menurunkan ayat-ayat yang rumit diketahui makna dan maksud yang sesungguhnya, adalah ayat-ayat mutasyabihat.

Dalam menghadapi ayat-ayat mutasyabihat ini, individu akan merasa bahwa dirinya bukanlah makhluk yang contoh, anda saja diberi Allah makrifat yang sedikit karena itu dia akan menerimakan signifikansi ayat-ayat itu kepada Yang mahakuasa Yang Mahamengetahui.

Dengan adanya ayat-ayat nan muhkamat dan mutasyabihat kabilah Muslimin akan berpikir sesuai dengan batas-had yang diberikan Allah. Ada yang boleh dipikirkan secara sungguh-sungguh dan ada pula yang rumit dipikirkan, lalu diserahkan kepada Yang mahakuasa.

Para Utusan tuhan dan para Rasul diutus kepada seluruh umat basyar yang berbeda-beda, misalnya farik kepandaiannya, kemampuannya, kekayaannya, farik pula bangsa, bahasa dan daerahnya.

Karena itu, cara pengajuan agama kepada mereka hendaklah disesuaikan dengan keadaan mereka dan kesiapan bahasa yang dimiliki sesuai dengan kemampuan mereka.

Sikap bani adam dalam memahami dan menghadapi ayat-ayat yang mutasyabihat ada sejumlah variasi.
Pertama, insan yang hatinya bukan menginginkan validitas, mereka jadikan ayat-ayat itu untuk sasaran fitnah yang mereka sebarkan di dok turunan dan mereka mencari-cari artinya yang dapat dijadikan alasan cak bagi meninggikan pendapat dan kemauan mereka.


Kedua,
orang yang mempunyai warta nan mendalam dan kepingin mencari kebenaran, mereka harus mencari pengertian yang benar, berpunca ayat itu. Bila mereka belum alias tidak sanggup mengetahuinya, mereka berserah diri kepada Allah sambil berdoa dan mohon nubuat.

Baca juga:   Pada Masa Kolonialisme Pers Berperan Menyebarkan Tentang

Sreg akhir ayat ini Yang mahakuasa membersihkan adat orang yang dalam ilmu pengetahuannya, yaitu orang yang suka menuduh makhluk Sang pencipta, suka menimang-nimang dan merenungkannya. Beliau berpikir saja karena Allah dan bagi mencari kesahihan.

BACA Pun: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Mengapa Allah Swt. Itu Indah Nama-nama-nya

Source: https://www.republika.co.id/berita/qy2wjc320/mengapa-allah-swt-turunkan-ayat-alquran-yang-samar-maknanya