Motif Hias Cendrawasih Pada Kain Batik Dapat Dijumpai Di Daerah

By | 11 Agustus 2022

Motif Hias Cendrawasih Pada Kain Batik Dapat Dijumpai Di Daerah.

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia independen

Ragam hias
atau
motif
merupakan bentuk radiks hiasan yang umumnya diulang-ulang sehingga menjadi abstrak privat suatu karya kerajinan atau kesenian. Ragam hias dapat dihasilkan dari proses batik, memahat, mencetak dsb. untuk meningkatkan mutu dan nilai puas suatu benda ataupun karya seni.[1]

Ulah hias yang diulang-ulang, dipadukan, atau diatur sedemikian rupa sehingga terpandang rapi bisa disebut sebagai pola alias corak. Sementara itu, satu atau makin paduan polah rias dapat disebut ornamen. Ornamen umumnya terdiri terbit suatu atau lebih ragam hias yang diatur dalam cermin-komplet tertentu.[2]

Perbuatan solek Nusantara dapat ditemukan puas motif menulis, tenunan, ramin, tembikar, ukiran papan, dan pahatan bujukan. Ulah hias ini muncul dalam bentuk-bentuk dasar yang sama namun dengan tipe nan spesial untuk setiap daerah. Dalam karya kerajinan atau seni Nusantara tradisional, berkali-kali terdapat makna spiritual yang dituangkan privat stilisasi ragam rias.[3]

Istilah perbuatan solek, motif, dan ornamen sering digunakan secara tertukar-silih kerumahtanggaan bahasa Indonesia. Dalam bahasa Inggris, motif ialah desain yang jikalau diulang-ulang dapat takhlik ideal[4]
(konsep ini dalam bahasa Indonesia disebut ragam solek), sementara kata motif dalam KBBI lebih dempet dan bahkan bersinonim dengan pola.[5]
Bahasa Indonesia juga menumpu menyamakan antara polah hias (bahasa Inggris:
motif) bersinonim dengan ornamen.

Varietas-varietas

[sunting
|
sunting sumber]

Beralaskan bentuknya, ragam hias terbagi menjadi beberapa jenis,[3]
yakni:

  • Ragam Solek Tumbuh-pokok kayu
    Tumbuh-pohon perumpamaan sumber korban ragam hias boleh dijumpai erat di seluruh pulau di Indonesia. Ulah hias dengan bentuk tumbuh-tanaman, sebagai halnya anak uang, carang-sulur, dedaunan, bisa dijumpai plong produk-barang seni, seperti mana menggambar, ukiran, kain sulam, perca tenun, dan bordir.
  • Ragam Hias Hewan
    Bentuk ragam hias ini didasarkan pada berbagai diversifikasi binatang, misalnya kontol, gajah, cicak, lauk, dan mandung. N domestik menciptakan menjadikan ornamen, motif rias ini bisa digabung dengan kelakuan hias lainnya. Ragam rias daerah di Indonesia banyak memperalat hewan sebagai objek ulah hias. Wilayah-daerah tersebut seperti mana Yogyakarta, Bali, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Ulah hias hewan tersebut bisa dijumpai pada hasil karya menggambar, pahatan, sulaman, anyaman, tenun, dan reja bordir. Ragam hias buram hewan boleh dijadikan sarana untuk memasyarakatkan kearifan lokal daerah tertentu di Indonesia seperti ceceh cendrawasih di Papua, komodo di Nusa Tenggara Timur, dan gajah di Lampung.
  • Kelakuan Hias Geometris
    Ragam hias geometris yaitu ulah solek nan dikembangkan dari bentuk-buram geometris dan kemudian digayakan sesuai dengan selera dan imajinasi pembuatnya. Gaya ragam hias geometris dapat dijumpai di seluruh kawasan di Indonesia, sebagaimana Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Ragam rias geometris boleh dibuat dengan menggabungkan tulangtulangan-rangka geometris ke dalam satu motif ragam hias.
  • Ragam Hias Manusia
    Bagan ragam hias ini dirancang beralaskan objek manusia yang digambar dengan gaya tertentu. Ragam hias khalayak maupun figur ini umumnya terletak lega bahan tekstil ataupun bahan kayu, yang proses pembuatannya bisa dilakukan dengan cara menggambar.
Baca juga:   Dari Teks Tersebut Yang Termasuk Dalam Definisi Umum Laporan Adalah

Galeri

[sunting
|
sunting sumber]

Bertunas-tumbuhan, hewan dan manusia

Geometris

Lihat lagi

[sunting
|
sunting sumur]

  • Ornamen
  • Transendental
  • Ikonografi

Referensi

[sunting
|
sunting sumur]


  1. ^

    Kasiyan, M.Hum.
    Ulah Solek TRADISIONAL.
    Jurusan Pendidikan Seni Rupa Fakultas Bahasa dan Seni – Universitas Negeri Yogyakarta. http://staffnew.uny.ac.id/upload/132243650/pendidikan/Perbuatan+Rias+Tradisional.pdf Diarsipkan 2018-12-22 di Wayback Machine.

  2. ^

    Trilling, James. 2003.
    Ornament: A Bertamadun Perspective.
    University of Washington Press. Hal. 29.
  3. ^


    a




    b



    Purnomo, Eko dkk. 2014.
    Seni Budaya.
    Edisi Revisi. Jakarta : Departemen Pendidikan dan Peradaban

  4. ^


    “Definition of MOTIF”.
    www.merriam-webster.com
    (dalam bahasa Inggris). Diakses rontok
    2018-11-07
    .





  5. ^


    “Hasil Pemburuan – KBBI Daring”.
    kbbi.kemdikbud.go.id
    . Diakses rontok
    2018-11-07
    .






Motif Hias Cendrawasih Pada Kain Batik Dapat Dijumpai Di Daerah

Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Ragam_hias