Nama Perlawanan Tokoh Perlawanan Latar Belakang Proses Akhir

By | 11 Agustus 2022

Nama Perlawanan Tokoh Perlawanan Latar Belakang Proses Akhir.

Akal masuk instan ke jawaban di aplikasi kami

Dan jutaan jawaban atas pertanyaan lain tanpa iklan

Lebih pintar, unduh sekarang!

atau

Tatap beberapa iklan dan buka blokir jawabannya di situs

KOMPAS.com –Puas 1944, rakyat Indramayu melakukan perbantahan terhadap Jepang.

Perbangkangan rakyat Indramayu disebabkan oleh adanya kewajiban untuk menyetorkan hasil penghutanan padi kepada Jepang.

Di bawah arahan para gembong, rakyat Indramayu berbuat tentangan terhadap Jepang secara ki akbar-besaran, sampai ke pelosok-pelosok desa.

Baca juga: Mengapa Jepang Takluk Tanpa Syarat kepada Sekutu?

Meres pantat

Sreg 1942, Jepang mendarat di Indonesia dan ingin berkuasa karena mengincar aset sumber-sumber sasaran mentah, terutama gasolin, yang dimanfaatkan untuk kemujaraban perangnya.

Jepang lagi berhasil merebut Indonesia berasal tangan Belanda pada Maret 1942. Wilayah Indramayu juga tidak luput pecah perhatian mereka.

Puas 3 Maret 1942, Jepang mendarat di Eretan, Indramayu, tepatnya di Kampung Mata air Sereh.

Pron bila itu, para serdadu Jepang nan umumnya berpangkat jenderal cak bertengger ke sebuah pendopo nan terserah di Indramayu.

Mereka pun menuntut penduduk setempat memberi hormat. Sembarang orang nan menolak, maka akan dipukul ataupun diteriaki bagero yang berfaedah bodoh.

Sejak ketika itu, rakyat menjadi sangat murka terhadap Jepang. Kemarahan mereka memuncak saat penduduk Indramayu nan mayoritas berkarya sebagai buruh berkebun diwajibkan untuk memasrahkan hasil panen gabah.

Peristiwa inilah nan melatarbelakangi persabungan petani di Indramayu terhadap Jepang.

Baca lagi: Keimin Bunka Shidoso, Tulangtulangan Kebudayan Buatan Jepang

Perlawanan rakyat Indramayu diprakarsai oleh petani dan dipimpin maka itu para ulama.

Beberapa inisiator Indramayu internal perlagaan rakyat terhadap Jepang adalah Haji Madriyas, Haji Kartiwa, dan Kyai Srengseng.

Pada Maret 1944, penanam nan ada di Desa Kaplongan melancarkan demonstrasi karena masalah muatan pasrah padi.

Tentara Jepang yang ada di Cirebon setelah mendengar problem itu buru-buru datang dengan mengapalkan satu kompi truk melalui Desa Kedungbunder.

Sesudah itu, ditambah sekali lagi satu truk petugas keamanan pintar senjata abstrak mendatangi ke Desa Kaplongan.

Sebelumnya, para penanam di Desa Kaplongan sudah mengalkulasi segala kebolehjadian yang akan terjadi, sehingga begitu armada Jepang datang mereka telah siap.

Baca juga:   Tuliskan Bahan Baku Yang Digunakan Untuk Kebutuhan Industri Berikut

Para petambak sudah lalu mempersenjatai diri dengan aneka senjata, seperti geranggang, belangkas, seligi, dan keris.

Perlagaan pula terjadi nan menewaskan banyak bulan-bulanan dari kedua belah pihak.

Baca juga: Mengapa Belanda Menyerah Kepada Jepang?

Dari Desa Kaplongan seorang terserah empat khalayak yang meninggal karena ditembak tentara Jepang, merupakan Serdak Hasan, Tobur, Abdul Kadir, dan Khozin.

Adanya usaha protes berpangkal rakyat Indramayu di Desa Kaplongan mengobarkan jiwa perlawanan juga di desa-desa lain, begitu juga di Desa Cidempet.

Pada 6 Mei 1944, pemberontakan pun letup di Cidempet, dengan sebab peperangan yang sekelas.

Tokoh-pemrakarsa yang menganjuri protes sosial di Desa Cidempet sendiri adalah Haji Madriyas, Haji Dulkarim, Sura, Karsina, Sliyeg, dan Tasiah.

Mereka lah yag mendahului ratusan sebatas beribu-ribu rakyat bermula desa-desa di Kecamatan Lohbener, Sindang, dan Losarang buat membalas Jepang.

Akhir perlawanan rakyat Indramayu

Setelah pecah pertempuran di Desa Cidempet yang merembet hingga ke provinsi-daerah lainnya, tak sekali lagi terlihat aparat pemerintah Jepang, baik sipil maupun militer, hinggap ke sana.

Pihak Jepang memintal mengangkut Haji Abdullah Fakih untuk bernegosiasi dengan rakyat Indramayu.

Saja, Haji Abdullah ternyata hanya fragmen ki akal Jepang cak bagi bisa menggetah para komandan Indramayu.

Baca pula: Kampanye Hidoep Baroe pada Masa Pendudukan Jepang

Akibat strategi itu, banyak superior yang berhasil ditangkap dan ditahan di interniran tahanan pendopo Indramayu.

Belum berhenti di situ, Jepang melanjutkan siasat mereka dengan mengawurkan selebaran ke provinsi-daerah.

Isi sirkuler tersebut adalah rakyat Indramayu diminta bagi menyerahkan diri ke pendopo dan tidak perlu sano karena semua akan dijaga dan dilindungi.

Rakyat yang tidak syak hati kembali tiba berdatangan ke pendopo. Resistansi dari rakyat Indramayu terhadap Jepang berjauhan karena banyaknya para kiai dan cerdik pandai desa yang ditangkap.

Selain itu, peristiwa permakluman kemerdekaan Indonesia membuat Jepang gotong kaki dari Indramayu.

Dampak

Pemberontakan petani Indramayu yang berpisah pada bentrok fisik takhlik bahan jiwa bertitikan.

Banyak tentara Jepang nan tewas, begitu pula dengan para petani dan ulama nan gugur ataupun dipenjara maka dari itu Jepang.

Biar demikian, pasca-perlawanan berlangsung, rakyat Indramayu malah semakin giat bekerja karena hasil penuaian tak pula disetor kepada Jepang, nan telah sanggang suku dari Indonesia.

Baca juga:   Lukisan Terlihat Abstrak Yaitu Diserap Dengan Mengandalkan

Referensi:

  • Iryana, Wahyu. (2017). Momi Kyoosyutu: Roman Sejarah. Jakarta: Kakilangit Kencana.
  • Iryana, Wahyu. (2016). Protes Sosial Orang tani Indramayu Perian Pendudukan Jepang (1942-1945). Konsentrasi Histori FIB Unpad. Vol. 8. No. 3 September 2016. 285-300.

Dapatkan update
berita pilihan
dan
breaking news
saban hari dari Kompas.com. Yuk berintegrasi di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://ufuk.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install petisi Telegram sampai-sampai adv amat di ponsel.

KOMPAS.com
– Tengku Abdul Jalil atau Tengku Cot Plieng ialah sendiri ulama dan pembesar dangau pesantren di kawasan Lhokseumawe, Aceh.

Beliau terkenal karena menjadi tokoh penolakan terhadap penjajahan Jepang di Aceh.

Bersama para pengikut dan santrinya, Tengku Abdul Jalil bersumpah lakukan jihad melawan Jepang.

Sehabis terbabit peperangan sengit, Tengku Abdul Jalil dan pengikutnya ranggas dalam upaya mengusir Jepang berusul Aceh.

Baca juga: Perlawanan Rakyat Indramayu terhadap Jepang

Siapa Tengku Abdul Jalil?

Tengku Abdul Jalil lahir sreg awal abad ke-20 di Desa Blang Ado Buloh, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Paksina.

Ibunya bernama Nyak Cut Buleun, nan merupakan seorang guru agama yang juga masih keturunan berasal seorang jamhur.

Sejak remaja, Tengku Abdul Jalil sangat aktif privat belajar ilmu agama. Di samping menjalani pendidikan di Volk School, sekolah kolonial bagi anak-anak pribumi yang tinggal di desa, dia juga belajar agama kepada ulama.

Tengku Abdul Jalil tambahan pula mendalami ilmu agama di berbagai wadah, seperti di Bireuenghang, Ie Rot Bungkaih (Muara Bencana), Tanjong Samalanga, Mon Geudong, Cot Plieng, dan Krueng Kale (Banda Aceh).

Baca lagi: Peristiwa Semenanjung Morawa: Latar Belakang, Tokoh, dan Dampak

Menjadi pemimpin pesantren

Pada 1937, Tengku Abdul Jalil diangkat menjadi pemimpin pesantren, mengoper gurunya, Tengku Ahmad, yang meninggal dunia.

Di pangkal pimpinannya, Pesantren Dayah Cot Plieng mengalami banyak perubahan. Tengku Abdul Jalil kembali mengadakan hubungan dan kerjasama dengan cerdik pandai di seluruh Aceh.

Sikapnya yang berkiblat penjajahan merecup ketika membaca Hikayat Prang Sabi. Oleh karena itu, sejauh memimpin pesantren, kamu juga memberikan pembelajaran tentang patriotisme kepada para santrinya.

Saat Belanda menyerah pada 1942, Tengku Abdul Jalil tidak mudah terlukai makanya propaganda yang disebarkan oleh Jepang.

Baca juga:   Kardus Plastik Botol Dan Ban Bekas Termasuk Contoh Limbah

Sebaliknya, ia malah semakin bentrok dan benci terhadap penjajah Jepang yang bersikap semena-mena dan sangat menyengsarakan rakyat.

Baca juga: Datuk ri Bandang, Tokoh Penyebar Islam di Indonesia Timur

Pelopor perjuangan Aceh terhadap Jepang

Perlawanan rakyat Cot Plieng, Lhokseumawe, Aceh terhadap Jepang dipimpin maka itu Tengku Abdul Jalil.

Pada Juli 1942, Tengku Abdul Jalil mengadakan pengajian bersama 400 pengikutnya, yang spontan menyuarakan kritik mencolok terhadap penjajahan Jepang.

Keesokan harinya, ia langsung diundang menghadap polisi Jepang karena dengan terlampau terbabang menghimpun arti bakal melakukan perlagaan.

Doang, undangan tersebut tidak dipenuhi, sehingga membuat hubungannya dengan Jepang semakin menegang.

Puncaknya adalah momen polisi Jepang bernama Hayasi cak bertengger bikin menjemput Tengku Abdul Jalil di Dayah Cot Plieng.

Sahaja, Hayasi justru berakhir terluka setelah mengerasi Tengku Abdul Jalil buat berhenti mengalunkan sikap perlawanan terhadap Jepang.

Menanggapi peristiwa itu, pada 7 November 1942, pasukan Jepang dikerahkan untuk menangkap Tengku Abdul Jalil.

Situasi itulah yang menandai mulanya mula Tengku Abdul Jalil melakukan perlawanan terhadap Jepang.

Sreg pertempuran itu, Tengku Abdul Jalil berdampak lolos, biar pesantrennya dibakar oleh Jepang dan bilang pengikutnya gugur.

Baca juga: Penggagas-tokoh Perjuangan Kooperatif Masa Penundukan Jepang

Wafat

Setelah lolos bermula pertempuran mula-mula, Tengku Abdul Jalil dan pengikutnya ki bertambah ke Masjid Paya Kambok di Kecamatan Meurah Mulya.

Pasca- tiga hari, tentara Jepang menemukannya dan kemudian terjadi pertempuran setelah salat Jumat.

Sambutan itu berhasil dimenangkan maka itu Jepang karena Tengku Abdul Jalil kalah kerumahtanggaan besaran pasukan ataupun persenjataan.

Gugurnya Tengku Abdul Jalil dan pengikutnya terjadi pada 10 November 1942.

Setelah peperangan selesai, jenazah Tengku Abdul Jalil di bawa ke Dayah Cot Plieng dan dimakamkan di sana.

Wacana:

  • Ibrahim, Muhammad. (1991). Sejarah Daerah Distrik Kewedanan Istimewa Aceh. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Dapatkan update
berita sortiran
dan
breaking news
setiap hari dari Kompas.com. Yuk bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://falak.berpenyakitan/kompascomupdate, kemudian join. Dia harus install aplikasi Telegram terlebih silam di ponsel.

Video liên quan

Nama Perlawanan Tokoh Perlawanan Latar Belakang Proses Akhir

Source: https://belajardenganbaik.com/perlawanan-rakyat-pada-masa-penduduk-jepang-nama-perlawanan-tokoh-perlawanan-latar-belakang-proses-akhir