Okulasi Dilakukan Pada Tumbuhan Yang Bersifat

By | 11 Agustus 2022

Okulasi Dilakukan Pada Tumbuhan Yang Bersifat.

Oleh :

Among Wibowo, SP, MMA

Penyuluh Pertanian Madya pada Maktab Pertanian dan Pangan Kota Magelang


Sumur Gambar: akta pribadi

Banyak teknik yang dilakukan para petani buat meningkatkan kualitas biji kemaluan tumbuhan mereka, salah satunya adalah Okulasi. Okulasi (budding) merupakan pemberkasan dua bagian tumbuhan buah maupun tanaman hias yang berbeda sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh dan merecup perumpamaan suatu pokok kayu setelah terjadi regenerasi jaringan pada bekas luka sambungan ataupun tautannya.

Dengan penggabungan ini diharapkan akan menghasilkan pokok kayu baru dengan kualitas unggul dari kedua tanaman induk. Kebanyakan pohon A adalah tanaman dengan hasil biji zakar yang baik sedangkan pokok kayu B adalah pokok kayu dengan akar yang kuat. Okulasi dapat dilakukan sreg 2 tumbuhan nan masih satu keluarga. Dengan teknik nan tepat, kita dapat mendapatkan satu pohon hasil okulasi dengan beberapa buah atau anak uang berbeda.


Cara Melakukan Teknik Okulasi Pokok kayu Buah


Penyortiran Pokok kayu

Bagi pokok kayu pendonor atau burung laut disebut dengan entres pilihlah pokok kayu dengan kualitas buah primadona sementara itu pohon penerima / seling harus memiliki batang yang kokoh dan akar yang kuat. Keduanya harus jauh berpokok penyakit dan sudah berumur (tertentang berbunga kulit yang bisa dikelupas, situasi ini tanda-tanda bahwa sudah banyak kandungan kambium).

Kambium internal tanaman berguna ibarat jaringan angkut peranakan dari patera ke batang dan sebagai perekat indra penglihatan recup tanaman pendonor dan kunarpa pohon akseptor. Sekiranya jaringan ini hilang maka okulasi dipastikan gagal. Saat mengidas mata recup, cukuplah taruk kerdil yang sehat. Jika tanaman pendonor bukan memiliki ain tunas, cobalah memulangi daunnya. Hal ini dilakukan bagi merangsang tumbuhan agar mengecualikan recup baru.

Baca juga:   Daerah Penghasil Batu Marmer Di Indonesia Adalah


Musim Pelaksanaan Okulasi

Waktu terbaik melakukan okulasi yakni detik pohon medium mengamalkan pembelahan tangsi kambium, biasanya terjadi pada pagi hari dimana pohon madya mengamalkan fotosintesis. Sebaiknya lakukan penempelan pada bulan-wulan kemarau.


Cara Okulasi

1. Perlakuan awal

Batang bawah dibersihkan dari kotoran/abu terutama pada bagian yang akan dibuat carikan buat okulasi dengan cara mengusapnya dengan induk jari dan telunjuk tangan.

2. Pembuatan sayatan bakal arena menempel entres

Gunakan pisau/silet tajam yang polos, dimaksudkan lakukan meminimalisir terjadinya pengotoran dan peragian pada tempelan. Kalau mesti masukkan dalam cairan alkohol mudah-mudahan bakteri tenang. Cara okulasi ini punya tingkat kesuksesan yang tinggi tapi kita tidak dapat melakukannya sreg semua tumbuhan.

– Puas tumbuhan pendonor, rampas sedikit area dekat mata tunas. Lakukan dengan sekali sayatan, inilah pentingnya menggunakan pisau nan tajam.

– Puas pohon penerima, buatlah sayatan mengufuk lalu sayatan vertikal sehingga akan berbentuk fonem Cakrawala. (cek rang) Sayatan jangan terlalu intern supaya enggak mengenai jaringan kambium.

– Tarik ujung indra peraba pohon bagian kiri dan kanan ke pangkal maka dia bisa melihat adanya celah bagi menyisipkan semi dari pohon pendonor.

– Tinggal masukkan tunas berasal pohon pendonor kedalamnya

– Balut dengan makao dengan abadi.

Tutup celah yang ada, usahakan jangan sampai cak semau air dan gegana nan masuk antara pohon penerima dan tempelan indra penglihatan tunas. Hal ini dilakukan untuk meninggalkan air yang menembakkan pembusukan yang mengakibatkan dan udara yang menyebabkan kambium cepat kering

– Setelah Okulasi sukses maka buru-buru lepas sangkut-paut agar tunas dapat bersemi dengan netral. Tanda bahwa okulasi sukses adalah menyatunya tempelan dan ain tunas nan sudah lalu tumbuh. Terakhir sangat menunggu tanaman berbuntut.

Baca juga:   Cara Mengubah Sinyal E Menjadi H+

Faktor yang menunjang keberhasilan okulasi

· Masa pelaksanaan okulasi

Waktu terbaik pelaksanaan okulasi yaitu pada pagi hari, antara jam 07.00-11.00 pagi. Hal ini karena pada waktu tersebut tanaman sedang aktif berfotosintesis sehingga kambium tanaman masih kerumahtanggaan kondisi aktif dan optimum. Apabila okulasi dilakukan diatas jam 12.00 siang maka daun-daun mulai layu. Cuma ini bisa diatasi dengan berbuat penempelan di medan teduh, yang terhindar dari sinar matahari secara sewaktu.

· Kebersihan radas okulasi

Silet yang akan digunakan kita belah dua saat masih dalam bungkusan kertas, sehingga silet kita tetap dalam kondisi bersih. Satu pecahan kita gunakan sedangkan bongkahan lainnya kita simpan lakukan pengganti pecahan silet permulaan apabila dirasa sudah tidak radikal lagi. Setelah silet digunakan, silet dibersihkan dan dibungkus kembali dengan kertas pembungkusnya agar tidak berkarat (among wibowo).

Okulasi Dilakukan Pada Tumbuhan Yang Bersifat

Source: http://pertanian.magelangkota.go.id/informasi/teknologi-pertanian/126-peningkatan-kualitas-buah-dengan-teknik-okulasi-tanaman