Organel Sel Yang Dibatasi Oleh Membran Ganda Adalah

By | 13 Agustus 2022

Organel Sel Yang Dibatasi Oleh Membran Ganda Adalah.

Penjara selaput penyusun pongkol umbi lapis bombai (Allium cepa) diamankan dengan mikroskop sorot. Tertentang dinding sel yang membentuk “ruang-ruang” dan inti sel berwujud noktah di kerumahtanggaan setiap ruang (perbesaran 400 kali pada berkas aslinya).

N domestik ilmu hayat,
terungku
merupakan himpunan materi dahulu terlambat nan mampu roh dan ialah unit penyusun semua makhluk spirit.[1]
[2]
Rumah tahanan bakir menerapkan semua perkara kehidupan dan beberapa besar reaksi kimia bak mempertahankan kehidupan berlanjut di dalam sel.[3]
[4]
Kebanyakan individu hidup tersusun atas interniran distingtif,[5]
atau disebut organisme uniseluler, misalnya bakteri dan ameba. Makhluk hidup lainnya, termasuk tumbuhan, sato, dan manusia, yakni organisme multiseluler yang terdiri bersumber banyak tipe terungku terspesialisasi dengan fungsinya masing-masing.[1]
Tubuh manusia, misalnya, tersusun atas lebih berasal 1013
kerangkeng.[5]
Namun demikian, semua awak semua organisme berasal berasal hasil pembelahan satu sengkeran. Contohnya, tubuh kuman berasal terbit pembelahan lokap kuman induknya, sementara jasad tikus berpunca dari pembelahan sel telur induknya yang sudah dibuahi.

Sel-sel pada organisme multiseluler enggak hendak bertahan lama bila masing-masing merembah sendiri.[1]
Tangsi yang sepadan dikelompokkan dibuat menjadi jaringan, yang mendirikan perlengkapan dan pengahabisan sistem instrumen yang membentuk tubuh organisme tersebut. Contohnya, sel otot jantung menciptakan menjadikan jaringan otot jantung pada organ dalaman nan adalah ronde dari sistem radas peredaran darah pada jasad orang. Tentatif itu, sel seorang tersusun atas suku cadang-komponen nan disebut organel.[6]

Rumah pasung terkecil yang dikenal hamba allah ialah bakteri
Mycoplasma
dengan diameter 0,0001 sebatas 0,001 mm,[7]
sedangkan riuk satu sel tunggal yang bisa diamankan dengan mata telanjang merupakan telur mandung yang belum dibuahi. Hendak tetapi, bilang raksasa sel berdiameter selang 1 sampai 100 µm (0,001–0,1 mm) sehingga saja bisa diamankan dengan mikroskop.[8]
Penemuan dan kajian awal tentang sel mendapat kejayaan sehaluan dengan penemuan dan penyempurnaan mikroskop pada seratus hari ke-17. Robert Hooke purwa barangkali mendeskripsikan dan memanggil interniran pada tahun 1665 ketika dia mengkritik suatu irisan gabus (kulit batang pohon ek) dengan mikroskop nan mempunyai perbesaran 30 boleh jadi.[4]
Tetapi demikian, teori tangsi sebagai unit kehidupan baru dirumuskan nyaris dua seratus masa setelah itu maka itu Matthias Schleiden dan Theodor Schwann. Lebih jauh, sel dikaji internal cagak ilmu hayat yang disebut ilmu hayat terungku.

Daftar pokok

  • 1
    Sejarah

    • 1.1
      Rakitan mulanya
    • 1.2
      Teori sel
    • 1.3
      Perkembangan biologi kerangkeng
  • 2
    Struktur

    • 2.1
      Sel prokariota
    • 2.2
      Sel eukariota
  • 3
    Komponen subseluler

    • 3.1
      Membran
    • 3.2
      Nukleus
    • 3.3
      Ribosom
    • 3.4
      Sistem endomembran

      • 3.4.1
        Retikulum endoplasma
      • 3.4.2
        Badan Golgi
      • 3.4.3
        Lisosom
      • 3.4.4
        Vakuola
    • 3.5
      Mitokondria
    • 3.6
      Kloroplas
    • 3.7
      Peroksisom
    • 3.8
      Sitoskeleton
  • 4
    Suku cadang ekstraseluler

    • 4.1
      Matriks ekstraseluler binatang
    • 4.2
      Dinding sel pokok kayu
    • 4.3
      Sambungan antarsel
  • 5
    Manfaat

    • 5.1
      Metabolisme
    • 5.2
      Komunikasi tangsi
    • 5.3
      Siklus hotel prodeo
    • 5.4
      Diferensiasi bui
    • 5.5
      Mortalitas sel terprogram
  • 6
    Analisis adapun sel

    • 6.1
      Mikroskopi
    • 6.2
      Fraksinasi bui
  • 7
    Teks
  • 8
    Daftar referensi
  • 9
    Pranala luar

Sejarah

Mikroskop bentuk Robert Hooke memakai sumber panah lampu minyak.[9]

Penemuan sediakala

Mikroskop majemuk dengan dua lensa mutakadim ditemukan pada nan akhir sekali seratus perian ke-16 dan berikutnya dikembangkan di Belanda, Italia, dan Inggris. Sebatas medio seratus tahun ke-17 mikroskop mutakadim punya kemampuan perbesaran citra sebatas 30 kali. Ilmuwan Inggris Robert Hooke pengahabisan mereka cipta mikroskop majemuk yang memiliki mata air panah sendiri sehingga lebih mudah dipakai.[10]
Anda mengamati irisan-irisan tipis gabus melewati kaca pembesar dan menjabarkan struktur mikroskopik gabus sebagai “berpori-pori sebagai halnya sarang tabuhan tetapi pori-porinya lain beraturan” dalam makalah yang diterbitkan puas tahun 1665.[11]
Hooke menyebut liang renik itu
cells
karena mirip dengan sel (bilik kecil) di dalam biara atau penjara.[10]
[12]
Yang sememangnya diamankan oleh Hooke merupakan dinding pengasingan kosong yang melingkupi lembaga pemasyarakatan-sel senyap pada gabus yang mulai sejak dari kulit pokok kayu ek.[13]
Sira pula mengamati bahwa di dalam pokok kayu hijau terdapat kurungan yang mengandung air.[9]

Pada masa yang sejajar di Belanda, Antony van Leeuwenhoek, seorang pedagang reja, membuat mikroskopnya koteng yang berlensa satu dan memakainya sebagai mengamati bermacam rupa hal.[10]
Dia sukses mengawasi sel talenta sirah, spermatozoid, khamir bersel tunggal, protozoa, dan bahkan mikroba.[13]
[14]
Pada masa 1673 dia mulai mengapalkan surat yang memperhitungkan perkaranya kepada Abur Society, perkumpulan ilmiah Inggris, yang dahulu menerbitkannya. Pada keseleo satu suratnya, Leeuwenhoek menggambarkan sesuatu yang bergerak-gerak di dalam iler yang diamankannya di bawah lup. Beliau menyebutnya
diertjen
atau
dierken
(bahasa Belanda: ‘hewan kecil’, diartikan sebagai
animalcule
dalam bahasa Inggris oleh Sokah Society), yang diyakini seumpama basil maka dari itu sarjana modern.[10]
[15]

Pada tahun 1675–1679, ilmuwan Italia Marcello Malpighi menjabarkan unit penyusun tanaman yang anda tutur
utricle
(‘saku kecil’). Menurut pengamatannya, setiap sinus tersebut mengandung air dan dikelilingi oleh dinding yang kokoh. Nehemiah Grew dari Inggris juga menjabarkan sel tumbuhan dalam tulisannya yang diterbitkan pada hari 1682, dan kamu sukses mengamati banyak struktur yunior kecil di dalam sel-sel patera tumbuhan, yaitu kloroplas.[10]
[16]

Teori sel

Sejumlah ilmuwan pada seratus tahun ke-18 dan awal seratus tahun ke-19 telah berspekulasi atau mengupas bahwa tumbuhan dan dabat tersusun atas sel,[17]
namun situasi tersebut sedang diperdebatkan pada ketika itu.[16]
Pada perian 1838, berbakat botani Jerman Matthias Jakob Schleiden kobar bahwa semua tumbuhan terdiri atas sel dan bahwa semua ronde fungsi raga pohon pada dasarnya adalah manifestasi perkara lokap.[18]
Dia juga menyalakan pentingnya nukleus (yang ditemukan Robert Brown pada musim 1831) intern kelebihan dan pembentukan sel, namun dia salah mengira bahwa sel terbentuk dari nukleus.[16]
[19]
Pada tahun 1839, Theodor Schwann, yang sehabis bertanya dengan Schleiden mengingat-ingat bahwa dia kontak memperhatikan inti atom sengkeran binatang sebagaimana Schleiden mengamatinya lega pokok kayu, menyalakan bahwa semua ronde tubuh fauna juga tersusun atas sel. Menurutnya, prinsip universal pembentukan beragam ronde bodi semua organisme yaitu pembentukan sel.[18]

Yang pengahabisan memerinci teori sel sebagaimana yang dikenal n domestik wujud modern ialah Rudolf Virchow, seorang ilmuwan Jerman lainnya. Pada mulanya dia sependapat dengan Schleiden tentang pembentukan rumah pasung. Hanya, pengamatan mikroskopis atas beraneka ragam ronde patologis membuatnya mengikhtisarkan hal yang sebabat dengan yang sudah disimpulkan oleh Robert Remak mulai sejak pengamatannya terhadap terungku pembawaan bangkang dan embrio, ialah bahwa hotel prodeo berasal dari pengasingan lain melewati pembelahan bui. Puas musim 1855, Virchow menerbitkan makalahnya yang mempunyai pokoknya motonya yang terkenal,
omnis cellula e cellula
(semua hotel prodeo mulai sejak dari kurungan).[20]
[21]

Urut-urutan biologi sel

Selang tahun 1875 dan 1895, terjadi majemuk invensi tentang fenomena seluler radiks, seperti mitosis, meiosis, dan fertilisasi, serta berbagai macam organel terdahulu, seperti mitokondria, kloroplas, dan raga Golgi.[22]
Lahirlah ronde yang mempelajari sel, yang ketika itu disebut sitologi.

Perkembangan teknik hijau, terutama fraksinasi sel dan mikroskopi elektron, memungkinkan sitologi dan biokimia melahirkan ronde baru yang disebut biologi kurungan.[23]
Pada tahun 1960, institut ilmiah American Society for Cell Biology didirikan di New York, Amerika Serikat, dan tidak lama setelahnya, kronik ilmiah
Journal of Biochemical and Biophysical Cytology
berganti nama dibuat menjadi
Journal of Cell Biology.[24]
Pada nan akhir sekali dekade 1960-an, ilmu hayat sel telah dibuat menjadi suatu disiplin mantra yang mapan, dengan perhimpunan dan maklumat ilmiahnya seorang serta mempunyai misi membeberkan mekanisme khasiat organel sel.[25]

Struktur

Semua terungku dibatasi oleh suatu membran yang disebut membran plasma, sementara kawasan di kerumahtanggaan interniran disebut sitoplasma.[26]
Setiap sel, sreg tahap tertentu internal hidupnya, mengandung DNA seumpama materi nan kreatif diwariskan dan mengarahkan perkara sel tersebut.[27]
Selain itu, semua sel mempunyai struktur yang disebut ribosom yang berfungsi dalam pembuatan zat putih telur yang hendak dipakai sebagai katalis pada beragam reaksi kimia dalam sel tersebut.[5]

Setiap organisme tersusun atas salah satu mulai sejak dua jenis lokap nan secara struktur farik: sel prokariotik atau sel eukariotik. Kedua jenis sel ini dibedakan berlandaskan posisi DNA di dalam kamp; beberapa osean DNA pada eukariota terselubung membran organel yang disebut nukleus maupun inti sel, sedangkan prokariota tidak mempunyai nukleus. Sekadar mikroba dan arkea yang memiliki bui prokariotik, sementara protista, tumbuhan, jamur, dan binatang mempunyai sel eukariotik.[7]

Pengasingan prokariota

Pada penjara prokariota (dari bahasa Yunani,
pro, ‘sebelum’ dan
karyon, ‘biji’), tidak mempunyai membran yang memisahkan DNA berpunca ronde sengkeran lainnya, dan kawasan kancah DNA terkonsentrasi di sitoplasma disebut
nukleoid.[7]
Kebanyakan prokariota merupakan organisme uniseluler dengan lembaga pemasyarakatan berukuran mungil (berdiameter 0,7–2,0 µm dan volumenya sekitar 1 µm3) serta kebanyakan terdiri dari kelumun terungku, membran sel, sitoplasma, nukleoid, dan beberapa struktur tak.[28]

Nyaris semua sel prokariotik punya selubung interniran di asing membran selnya. Bila selubung tersebut mengandung satu lapisan kaku nan terbuat mulai sejak karbohidrat atau kompleks karbohidrat-protein, peptidoglikan, lapisan itu disebut bak dinding sel. Biasanya bakteri mempunyai suatu membran luar yang membentangi salutan peptidoglikan, dan mempunyai juga bakteri yang memiliki kelumun kurungan mulai sejak protein. Temporer itu, rata-rata selubung sel arkea berbahan zat putih telur, lamun mempunyai juga yang berbahan peptidoglikan. Selubung sel prokariota mencegah sengkeran pecah dampak impitan osmotik puas ronde yang terkait yang mempunyai konsentrasi lebih minus daripada trik bui.[29]

Sebanyak prokariota n kepunyaan struktur tak di luar kelumun selnya. Banyak jenis bakteri mempunyai lapisan di luar dinding sel nan disebut
kapsul
yang membantu tangsi bibit penyakit melekat pada rataan benda dan interniran lain. Kapsul juga berlambak mendukung sel basil menghindar berpunca sel kekebalan tubuh turunan jenis tertentu. Selain itu, sebanyak bakteri melekat puas permukaan benda dan sel tidak dengan benang protein yang disebut
pilus
(jamak: pili) dan
fimbria
(sah: fimbriae). Banyak tipe bakteri memainkan gerakan memakai
flagelum
(jamak: flagela) yang tertuju pada dinding selnya dan berputar seperti penggerak.[30]

Prokariota umumnya mempunyai satu molekul DNA dengan struktur lingkar nan terpumpun pada nukleoid. Selain itu, prokariota sering barangkali juga mempunyai bahan genetik tambahan yang disebut plasmid yang juga berstruktur DNA lingkar. Plong umumnya, plasmid tidak diperlukan oleh sel laksana pertumbuhan walaupun gelojoh kali plasmid membawa gen tertentu yang memberikan keuntungan tambahan pada kondisi tertentu, misalnya perkelahian terhadap antibiotik.[31]

Prokariota juga mempunyai sebanyak zat putih telur struktural yang disebut sitoskeleton, yang plong mulanya diasumsikan hanya mempunyai plong eukariota.[32]
Protein skeleton tersebut meregulasi pembelahan sel dan memerankan menentukan wujud sel.[33]

Sel eukariota

Gambaran umum lembaga pemasyarakatan pokok kayu.

Gambaran publik bui binatang.

Tidak begitu juga prokariota, sel eukariota (bahasa Yunani,
eu, ‘sebenarnya’ dan
karyon) n kepunyaan nukleus. Diameter penjara eukariota kebanyakan 10 setakat 100 µm, sepuluh kali kian segara daripada bakteri. Sitoplasma eukariota yaitu kawasan di ujar-ujar inti atom dan membran sel. Sitoplasma ini terdiri dari medium semicair nan disebut sitosol, yang di dalamnya terdapat organel-organel dengan wujud dan khasiat terspesialisasi serta sejumlah besar tidak dimiliki prokariota.[7]
Kebanyakan organel dibatasi oleh satu lapis membran, semata-mata punya pula nan dibatasi makanya dua membran, misalnya nukleus.

Baca juga:   Alat Pemuas Kebutuhan Berupa Barang Dan Jasa Bersifat

Selain inti atom, sebanyak organel lain dimiliki nyaris semua lokap eukariota, merupakan (1) mitokondria, tempat beberapa besar metabolisme energi sel terjadi; (2) retikulum endoplasma, suatu jaringan membran palagan fusi glikoprotein dan lipid; (3) jasad Golgi, nan mengarahkan hasil paduan sel ke tempat tujuannya; serta (4) peroksisom, arena reformasi senderut mak-nyus dan asam amino. Lisosom, yang menguraikan onderdil penjara yang rusak dan benda asing yang diberi kiat oleh sel, ditemukan plong sel binatang, tetapi lain pada bui pokok kayu. Kloroplas, tempat terjadinya fotosintesis, hanya ditemukan puas sel-penjara tertentu daun tumbuhan dan sebanyak organisme uniseluler. Memadai penjara tanaman maupun sebanyak eukariota uniseluler mempunyai satu atau kian vakuola, ialah organel tempat menyimpan nutrien dan limbah serta tempat terjadinya sebanyak reaksi penguraian.[34]

Jaringan protein serabut sitoskeleton mempertahankan wujud lembaga pemasyarakatan dan mengendalikan pergerakan struktur di dalam sel eukariota.[34]
Sentriol, yang hanya ditemukan lega sel binatang di lain jauh nukleus, juga terbuat dari sitoskeleton.[35]

Dinding sel nan preskriptif, terbuat dari selulosa dan polimer lain, mengelilingi sel tumbuhan dan membuatnya langgeng dan konstan. Fungi pula mempunyai dinding sel, namun komposisinya berlainan berpangkal dinding sel bakteri maupun pohon.[34]
Di ular-ular dinding bui tumbuhan nan berdempetan terdapat arus yang disebut plasmodesmata.[36]

Suku cadang subseluler

Membran

Membran rumah tahanan nan membatasi sel disebut ibarat membran plasma dan berfungsi sebagai faktor yang membatasi eklektik yang memungkinkan sirkuit oksigen, nutrien, dan limbah yang cukup andai melayani semua volume sel.[7]
Membran hotel prodeo juga memerankan dalam campuran ATP, pensinyalan kamp, dan adhesi kamp.

Membran sengkeran berwujud sepuhan sangat tipis yang terbentuk berpokok molekul lipid dan protein. Membran lokap bersifat dinamik dan rata-rata molekulnya mampu memainkan usaha di sejauh ronde membran. Molekul lipid membran tersusun kerumahtanggaan dua lapis dengan tebal sekitar 5 nm nan dibuat menjadi pengempang untuk kebanyakan molekul hidrofilik. Molekul-molekul zat putih telur yang menembus lapisan ganda lipid tersebut memerankan internal nyaris semua fungsi lain membran, misalnya mengangkut unsur tertentu melangkaui membran. Mempunyai pun protein yang dibuat menjadi pengait struktural ke sel lain, atau dibuat menjadi reseptor nan mendeteksi dan mengairi sinyal kimiawi dalam ronde yang terkait tangsi. Dianggarkan bahwa sekitar 30% zat putih telur yang bernas disintesis kurungan sato adalah protein membran.[37]

Inti atom

Inti atom mengandung beberapa besar gen nan menguasai rumah tahanan eukariota (sebagian tidak gen terletak di dalam mitokondria dan kloroplas). Dengan penampang rata-rata 5 µm, organel ini kebanyakan yaitu organel yang terlampau mencolok dalam terungku eukariota.[38]
Galibnya sel memiliki satu nukleus,[39]
namun mempunyai pula nan mempunyai banyak nukleus, misalnya rumah tahanan otot rangka, dan memiliki kembali yang enggak mempunyai nukleus, misalnya sel darah berma matang yang kekurangan nukleusnya ketika mengembang.[40]

Kelumun inti atom melingkupi nukleus dan memisahkan pokoknya (yang disebut
nukleoplasma) dari sitoplasma. Kelumun ini terdiri dari dua membran yang masing-masing merupakan lapisan ganda lipid dengan protein terkait. Membran luar dan internal selubung nukleus dipisahkan makanya ruangan sekitar 20–40 nm. Kelumun nukleus mempunyai sebanyak pori yang berdiameter sekitar 100 nm dan pada labium setiap pori, kedua membran selubung nukleus berintegrasi.[38]

Di dalam inti atom, DNA terorganisasi bersama dengan protein dibuat menjadi kromatin. Serempak lembaga pemasyarakatan siap sebagai membelah, kromatin rumit yang punya wujud benang hendak menggulung, dibuat menjadi patut tebal ibarat dibedakan melewati mikroskop seumpama struktur terpisah nan disebut kromosom.[38]

Struktur yang menonjol di kerumahtanggaan nukleus sel nan medium tidak membelah ialah nukleolus, yang adalah tempat sebanyak komponen ribosom disintesis dan dirakit. Onderdil-onderdil ini pengahabisan dilewatkan melewati pori nukleus ke sitoplasma, tempat semuanya bergabung dibuat menjadi ribosom. Kadang kala terdapat bertambah dari satu nukleolus, mengelepai pada spesiesnya dan tahap reproduksi rumah pasung tersebut.[38]

Nukleus mengedalikan sintesis protein di intern sitoplasma dengan perkara mengirim molekul pembawa pesan nyata RNA, yaitu mRNA, yang disintesis berlandaskan “wanti-wanti” gen plong DNA. RNA ini lalu dikeluarkan ke sitoplasma melewati pori nukleus dan melekat plong ribosom, tempat pesan genetik tersebut diartikan dibuat menjadi usap asam amino protein nan disintesis.[38]

Ribosom

Ribosom yaitu tempat hotel prodeo membuat protein. Sel dengan laju sintesis protein yang tinggi mempunyai sangat banyak ribosom, misalnya sel hati manusia nan mempunyai bilang juta ribosom.[38]
Ribosom koteng tersusun atas beraneka rupa jenis zat putih telur dan sebanyak anasir RNA.

Ribosom eukariota bertambah besar tinimbang ribosom prokariota, namun keduanya suntuk mirip internal hal struktur dan kelebihan. Keduanya terdiri dari satu subunit samudra dan suatu subunit kecil yang berintegrasi membentuk ribosom lengkap dengan massa sejumlah juta dalton.[41]

Lega eukariota, ribosom mampu ditemukan lepas sekali-kali di sitosol atau terpesona pada ronde asing retikulum endoplasma. Beberapa osean protein yang dihasilkan ribosom lepas kadang-kadang hendak berfungsi di privat sitosol, sementara ribosom terdorong umumnya membuat zat putih telur yang ditujukan andai diberi kiat ke kerumahtanggaan membran, sebagai dibungkus di dalam organel tertentu seperti lisosom, atau andai dikirim ke luar sel. Ribosom belas kasihan sama sekali dan terikat mempunyai struktur identik dan mampu saling menengok tempat. Kerangkeng berkecukupan menyesuaikan banyak nisbi per ribosom begitu metabolismenya berganti.[38]

Sistem endomembran

Sistem endomembran lokap.

Beragam membran dalam sel eukariota adalah ronde dari sistem endomembran. Membran ini dihubungkan melewati sambungan fisik langsung atau melewati transfer antarsegmen membran internal wujud vesikel (gelembung yang dibungkus membran) kecil. Sistem endomembran mencengam kelumun nukleus, retikulum endoplasma, badan Golgi, lisosom, beragam jenis vakuola, dan membran plasma.[38]
Sistem ini punya beraneka macam kebaikan, termasuk sintesis dan modifikasi zat putih telur serta transpor zat putih telur ke membran dan organel atau ke luar sel, campuran lipid, dan penetralan beberapa jenis racun.[42]

Retikulum endoplasma

Retikulum endoplasma adalah ekstensi kelumun nukleus yang terdiri dari jaringan (reticulum
= ‘jaring kecil’) aliran bermembran dan vesikel nan saling terhubung. Terdapat dua wujud retikulum endoplasma, yaitu retikulum endoplasma kasar dan retikulum endoplasma halus.[42]

Retikulum endoplasma kasar disebut demikian karena permukaannya ditempeli banyak ribosom. Ribosom yang mulai mensintesis protein dengan destinasi tertentu, seperti organel tertentu atau membran, hendak berapit pada retikulum endoplasma kasar. Protein yang terbimbing hendak terdorong ke ronde kerumahtanggaan retikulum endoplasma nan disebut
lumen.[43]
Di dalam lumen, zat putih telur tersebut merasakan pelipatan dan dimodifikasi, misalnya dengan penambahan karbohidrat sebagai membentuk glikoprotein. Zat putih telur tersebut lalu dipindahkan ke ronde lain sel di dalam vesikel kerdil yang menyembul keluar dari retikulum endoplasma, dan bergabung dengan organel yang memerankan lebih lanjut dalam modifikasi dan distribusinya. Kebanyakan protein menuju ke jasmani Golgi, yang hendak mengemas dan memilahnya sebagai diantarkan ke intensi yang akhir sekalinya.

Retikulum endoplasma halus lain n kepunyaan ribosom lega permukaannya. Retikulum endoplasma lumat berfungsi, misalnya, internal sintesis lipid komponen membran pengasingan. Privat jenis sengkeran tertentu, misalnya sengkeran hati, membran retikulum endoplasma halus mengandung enzim yang mengubah obat-obatan, racun, dan produk sampingan beracun bermula metabolisme sel dibuat menjadi senyawa-sintesis yang kurang beracun atau kian mudah dikeluarkan tubuh.[42]

Fisik Golgi

Badan Golgi (dinamai menurut tera penemunya, Camillo Golgi) tersusun atas setumpuk kantong pipih berusul membran yang disebut
sisterna. Biasanya terletak tiga hingga okta- sisterna, sekadar mempunyai sebanyak organisme yang punya badan Golgi dengan puluhan sisterna. Banyak dan format awak Golgi gelimbir pada jenis sel dan perkara metabolismenya. Sel yang giat menerapkan sekresi protein bakir mempunyai ratusan jasad Golgi. Organel ini kebanyakan terwalak di nasihat retikulum endoplasma dan membran plasma.[42]

Sebelah badan Golgi yang adv amat bukan jauh dengan inti atom disebut jihat
cis, sementara arah nan menghindari nukleus disebut sisi
trans. Ketika tiba di sebelah
cis, zat putih telur diberi pokok ke internal lumen sisterna. Di dalam lumen, protein tersebut dimodifikasi, misalnya dengan penambahan fruktosa, ditandai dengan penunjuk kimiawi, dan dipilah-pilah supaya nantinya mampu dikirim ke tujuannya masing-masing.[43]

Badan Golgi mengatak rayapan beragam variasi zat putih telur; mempunyai yang disekresikan ke asing sel, n kepunyaan nan digabungkan ke membran plasma sebagai protein transmembran, dan mempunyai lagi yang ditaruh di kerumahtanggaan lisosom. Zat putih telur yang disekresikan dari sel diangkut ke membran plasma di dalam vesikel sekresi, yang memperlainkan terpangkal dengan perkara bergabung dengan membran plasma dalam ronde eksositosis. Ronde sebaliknya, endositosis, mampu terjadi bila membran plasma mencekung ke dalam sel dan membentuk vesikel endositosis yang dibawa ke badan Golgi atau arena lain, misalnya lisosom.[42]

Lisosom

Lisosom pada sel binatang adalah vesikel yang mempunyai pokoknya makin dari 30 jenis enzim hidrolitik bak menguraikan bermacam ragam molekul kompleks. Sel mempekerjakan pun subunit molekul nan sudah lalu diuraikan lisosom itu. Bergantung pada zat yang diuraikannya, lisosom subur punya beragam ukuran dan wujud. Organel ini diwujudkan andai vesikel yang mengasingkan diri bersumber jasmani Golgi.[42]

Lisosom menjelaskan molekul makanan yang masuk ke dalam sel melangkaui endositosis ketika suatu vesikel endositosis bergabung dengan lisosom. N domestik ronde yang disebut autofagi, lisosom mencerna organel nan tidak berfungsi dengan mempunyai. Lisosom pun memerankan dalam fagositosis, ronde nan diterapkan sebanyak keberagaman sel sebagai menyerobot bakteri alias bagian rumah tahanan lain sebagai diuraikan. Contoh sel nan menerapkan fagositosis ialah sejenis hotel prodeo darah tulus nan disebut fagosit, nan memerankan terdepan dalam sistem kekebalan badan.[42]

Vakuola

Galibnya guna lisosom sel binatang diterapkan oleh vakuola pada lembaga pemasyarakatan tumbuhan. Membran vakuola, yang merupakan ronde mulai sejak sistem endomembran, disebut
tonoplas. Vakuola pecah bersumber prolog bahasa Latin
vacuolum
yang bermakna ‘kosong’ dan dinamai demikian karena organel ini tidak mempunyai struktur dalam. Umumnya vakuola lebih besar ketimbang vesikel, dan terkadang terbentuk dari rangkaian banyak vesikel.[44]

Sel tumbuhan taruna berformat kecil dan mengandung banyak vakuola kecil yang pengahabisan menyatu membentuk suatu vakuola sentral seiring dengan penambahan air ke dalamnya. Format sel pokok kayu diperbesar dengan menambahkan air ke dalam vakuola sendi tersebut. Vakuola sentral juga mengandung cadangan kandungan, garam-garam, pigmen, dan limbah metabolisme. Zat nan beracun untuk herbivora mampu pula disimpan intern vakuola seumpama mekanisme kubu. Vakuola kembali memerankan utama dalam mempertahankan impitan turgor tumbuhan.[44]

Vakuola mempunyai banyak fungsi tak dan juga mampu ditemukan pada hotel prodeo binatang dan protista uniseluler. Kebanyakan protozoa n kepunyaan vakuola kandungan, yang bergabung dengan lisosom cak agar makanan di dalamnya mampu dicerna. Beberapa tipe protozoa juga memiliki vakuola kontraktil, yang mengeluarkan kelebihan air dari lembaga pemasyarakatan.[44]

Baca juga:   Dibawah Ini Yang Termasuk Kelompok Peralatan Teknologi Informasi Adalah

Mitokondria

Beberapa samudra sel eukariota mengandung banyak mitokondria, yang menempati sebatas 25 persen volume sitoplasma. Organel ini teragendakan organel nan samudra, secara publik hanya lebih kerdil berusul nukleus, vakuola, dan kloroplas.[45]
Nama mitokondria berpangkal dari penampakannya yang seperti lawai (bahasa Yunani
mitos, ‘untai’) di bawah kaca pembesar cahaya.[46]

Organel ini n kepunyaan dua jenis membran, merupakan membran luar dan membran dalam, yang dipisahkan oleh ruang antarmembran. Luas rataan membran dalam lebih besar daripada membran asing karena mempunyai lipatan-keliman, atau
krista, yang tersembul ke n domestik
matriks, alias ruang n domestik mitokondria.[45]

Mitokondria yakni tempat berlanjutnya pernapasan seluler, merupakan suatu ronde kimiawi nan memberi energi plong sel.[47]
Karbohidrat dan lemak adalah contoh molekul makanan berkemampuan tinggi yang dipecah dibuat menjadi air dan karbonium dioksida maka dari itu reaksi-reaksi di dalam mitokondria, dengan pelampiasan energi. Rata-rata energi yang dilepas intern ronde itu ditangkap oleh partikel yang disebut ATP. Mitokondria-lah yang menghasilkan beberapa raksasa ATP sel.[42]
Energi kimiawi ATP nantinya makmur dipakai sebagai menjalankan beragam reaksi kimia privat lembaga pemasyarakatan.[44]
Beberapa besar tahap pemisahan elemen perut dan pembuatan ATP tersebut diterapkan oleh enzim-enzim yang terdapat di dalam krista dan matriks mitokondria.[45]

Mitokondria memperbanyakkan diri secara bebas dari semuanya ronde lembaga pemasyarakatan enggak.[46]
Organel ini memiliki DNA seorang yang menyandikan sebanyak protein mitokondria, yang dibuat pada ribosomnya sendiri nan serupa dengan ribosom prokariota.[44]

Kloroplas

Gambaran umum kloroplas.

Kloroplas adalah salah satu jenis organel yang disebut plastid lega tanaman dan alga.[36]
Kloroplas mengandung klorofil, pigmen bau kencur yang menggetah energi cahaya bagaikan fotosintesis, ialah serangkaian reaksi yang mengingkari energi sorot dibuat menjadi energi kimiawi yang disimpan privat molekul karbohidrat dan fusi organik lain.[48]

Satu sengkeran alga uniseluler gemuk punya suatu kloroplas saja, sementara satu rumah pasung daun mampu memiliki 20 setakat 100 kloroplas. Organel ini cenderung lebih lautan daripada mitokondria, dengan tingkatan 5–10 µm maupun lebih. Kloroplas rata-rata mempunyai wujud sebagai halnya cakram dan, seperti mitokondria, mempunyai membran luar dan membran intern nan dipisahkan maka itu ira antarmembran. Membran dalam kloroplas mengerudungi
stroma, yang mempunyai pokoknya beragam enzim yang bertanggung jawab menciptakan menjadikan karbohidrat dari zat arang dioksida dan air dalam respirasi. Satu sistem membran intern yang kedua di internal stroma terdiri pecah kantong-kantong pipih disebut
tilakoid
yang tukar mengadakan komunikasi. Tilakoid-tilakoid mewujudkan suatu tumpukan yang disebut
granum
(jamak,
grana). Zat hijau terletak puas membran tilakoid, yang memerankan serupa dengan membran kerumahtanggaan mitokondria, yaitu terlibat kerumahtanggaan pembentukan ATP.[48]
Beberapa ATP yang terbentuk ini dipakai makanya enzim di stroma sebagai mengubah karbon dioksida dibuat menjadi senyawa ujar-ujar berkarbon tiga yang pengahabisan dikeluarkan ke sitoplasma dan diubah dibuat menjadi karbohidrat.[49]

Sama seperti mitokondria, kloroplas juga mempunyai DNA dan ribosomnya sendiri serta bertunas dan memperbanyakkan dirinya sendiri.[44]
Kedua organel ini pun mampu berpindah-bermigrasi tempat di kerumahtanggaan lembaga pemasyarakatan.[49]

Peroksisom

Peroksisom berukuran mirip dengan lisosom dan mewah ditemukan n domestik semua sel eukariota.[50]
Organel ini dinamai demikian karena kebanyakan mengandung satu maupun lebih enzim yang terkebat dalam reaksi oksidasi menghasilkan hidrogen peroksida (H2O2).[51]
Hidrogen peroksida adalah bahan ilmu pisah beracun, belaka di privat peroksisom sintesis ini dipakai laksana reaksi oksidasi lain atau diuraikan dibuat menjadi air dan oksigen. Salah satu tugas peroksisom yaitu mengoksidasi asam sedap tataran dibuat melebihi ringkas yang pengahabisan dibawa ke mitokondria andai oksidasi cermin.[50]
Peroksisom pada sel lever dan ginjal sekali lagi mendetoksifikasi beragam molekul beracun yang memasuki darah, misalnya alkohol. Sementara itu, peroksisom pada angka pokok kayu memerankan utama mengubah stok gurih poin dibuat menjadi fruktosa nan dipakai dalam tahap perkecambahan.[51]

Sitoskeleton

Sitoskeleton eukariota terdiri terbit tiga spesies baja protein, yaitu mikrotubulus, filamen intermediat, dan mikrofilamen.[52]
Protein sitoskeleton yang serupa dan berfungsi sama dengan sitoskeleton eukariota ditemukan kembali pada prokariota.[33]
Mikrotubulus nyata tabung berongga yang memberi wujud sel, menuntun gerakan organel, dan membantu pergerakan kromosom pada saat pembelahan kamp. Silia dan flagela eukariota, nan adalah alat bantu pergerakan, kembali mengandung mikrotubulus. Filamen intermediat mendukung wujud sel dan membuat organel tetap mempunyai di tempatnya. Sementara itu, mikrofilamen, yang berupa batang tipis berbunga protein aktin, berfungsi selang lain dalam peregangan urat pada sato, pembentukan pseudopodia sebagai rayapan sel ameba, dan revolusi objek di dalam sitoplasma terungku tumbuhan.[53]

Sebanyak
protein inisiator
menggerakkan beragam organel di sepanjang sitoskeleton eukariota. Secara umum, protein penggagas berlambak digolongkan internal tiga jenis, yaitu kinesin, dinein, dan miosin. Kinesin dan dinein memainkan usaha puas mikrotubulus, sementara miosin memainkan usaha puas mikrofilamen.[54]

Komponen ekstraseluler

Sel-sel binatang dan pohon disatukan bagaikan jaringan terutama makanya
matriks ekstraseluler, merupakan jejaring kompleks molekul nan disekresikan lokap dan berfungsi terdahulu menciptakan menjadikan kerangka pendukung. Terutama pada binatang, sel-sel puas kebanyakan jaringan terikat spontan satu sama lain melalui
sambungan sel.[55]

Matriks ekstraseluler sato

Matriks ekstraseluler sel dabat berbahan pelaksana terdepan glikoprotein (zat putih telur yang bersimpai dengan karbohidrat pendek), dan yang sangat melimpah ialah kolagen yang mewujudkan serat lestari di ronde luar sengkeran. Serat kolagen ini tersambung dalam jalinan tenunan nan terbuat dari proteoglikan, yang adalah glikoprotein kelas bawah lain[56]
Variasi macam dan relasi molekul matriks ekstraseluler menimbulkan beragam wujud, misalnya keras seperti permukaan tulang dan gigi, transparan sebagaimana kornea mata, maupun mempunyai wujud seperti lungsin kuat puas otot. Matriks ekstraseluler tidak hanya menyatukan sel-sel namun pun memengaruhi urut-urutan, wujud, dan perilaku sel.[57]

Dinding bui tanaman

Dinding rumah tahanan pokok kayu adalah matriks ekstraseluler yang menyelubungi tiap sel tumbuhan.[58]
Dinding ini tersusun atas kawul selulosa yang ki terpaku dalam polisakarida enggak serta protein dan berukuran jauh kian tebal daripada membran plasma, yaitu 0,1 µm sampai beberapa mikrometer. Dinding sel melindungi sel tanaman, mempertahankan wujudnya, dan mencegah penyedotan air secara berlebihan.[59]

Sambungan antarsel

Sambungan rumah pasung (cell junction) mampu ditemukan lega titik-bintik pertemuan antarsel atau petuah hotel prodeo dan matriks ekstraseluler. Menurut fungsinya, sambungan rumah pasung congah diklasifikasikan dibuat menjadi tiga, yaitu (1) sambungan penyumbat (occluding junction), (2) sambungan jangkar (anchoring junction), dan (3) sambungan pengomunikasi (communicating junction). Sambungan penyumbat menyegel satah dua hotel prodeo dibuat menjadi satu sedemikian rupa sehingga unsur kecil sekalipun tidak kaya lewat, misalnya ialah sambungan ketat (tight junction) lega vertebrata. Sementara itu, sambungan jangkar menempelkan tangsi (dan sitoskeletonnya) ke sel tetangganya atau ke matriks ekstraseluler. Terakhir, sambungan pengomunikasi menyatukan dua sel saja memungkinkan sinyal kimiawi atau elektrik melintas antarsel tersebut. Plasmodesmata adalah contoh sambungan pengomunikasi nan tetapi ditemukan pada tumbuhan.[60]

Kelebihan

Metabolisme

Semuanya reaksi kimia yang membuat individu spirit mampu menerapkan perkaranya disebut metabolisme,[61]
dan beberapa besar reaksi kimia tersebut terjadi di dalam sel.[3]
Metabolisme yang terjadi di intern sel mampu maujud reaksi katabolik, adalah perombakan sintesis kimia sebagai menghasilkan energi ataupun misal dibuat menjadi bahan pembentukan fusi lain, dan reaksi anabolik, yaitu reaksi penyusunan suku cadang kerangkeng.[62]
Salah satu ronde katabolik nan merombak molekul makanan misal menghasilkan energi di dalam sel yakni pernapasan seluler, nan beberapa segara berlanjut di dalam mitokondria eukariota maupun sitosol prokariota dan menghasilkan ATP. Padahal, contoh ronde anabolik adalah sintesis protein nan berlanjut puas ribosom dan membutuhkan ATP.

Komunikasi bui

Kemampuan tangsi sebagai mengadakan komunikasi, yaitu menerima dan mengangkut ‘sinyal’ dari dan kepada sel bukan, menentukan interaksi antarorganisme uniseluler serta mengeset fungsi dan perkembangan tubuh organisme multiseluler. Misalnya, mikroba mengadakan komunikasi satu sepadan lain dalam ronde
quorum sensing
(pengindraan kuorum) umpama menentukan apakah banyak mereka telah patut sebelum membentuk biofilm, sementara rumah pasung-interniran dalam embrio dabat mengadakan komunikasi perumpamaan koordinasi ronde diferensiasi dibuat menjadi plural jenis sel.

Komunikasi rumah pasung terdiri dari ronde transfer sinyal antarsel dalam wujud molekul (misalnya hormon) atau perkara listrik, dan transduksi sinyal di dalam hotel prodeo target ke molekul yang menghasilkan respons sel. Mekanisme transfer sinyal mampu terjadi dengan relasi antarsel (misalnya melewati sambungan pengomunikasi), penyebaran molekul sinyal ke sel yang berapatan, penyerantaan elemen sinyal ke sel yang jauh melalui arus (misalnya pembuluh bakat), maupun perambatan sinyal listrik ke sel yang jauh (misalnya pada jaringan otot polos). Seterusnya, molekul sinyal menembus membran secara langsung, lewat melangkahi kanal protein, atau terpaku pada reseptor positif zat putih telur transmembran plong permukaan sel korban dan memicu transduksi sinyal di dalam sel. Transduksi sinyal ini subur menyertakan sebanyak zat nan disebut pembawa pesan kedua (second messenger) yang konsentrasinya meningkat selepas pelekatan partikel sinyal pada reseptor dan yang nantinya meregulasi perkara zat putih telur lain di internal hotel prodeo. Selain itu, transduksi sinyal sekali lagi mampu diterapkan oleh sebanyak jenis protein yang pada yang akhir sekalinya makmur memengaruhi metabolisme, arti, atau urut-urutan sel.[63]
[64]

Siklus rumah tahanan

Video yang dipercepat menggambarkan pembelahan penjara bakteri
E. coli

Setiap sel berasal dari pembelahan sel sebelumnya, dan tahap-tahap usia sel petuah pembelahan sel ke pembelahan terungku berikutnya disebut bak siklus sel.[65]
Puas kebanyakan hotel prodeo, siklus ini terdiri dari empat ronde terkoordinasi, yaitu pertumbuhan sel, replikasi DNA, pemecahan DNA yang telah digandakan ke dua calon penjara anakan, serta pembelahan sel.[66]
Pada bakteri, ronde pemisahan DNA ke calon sel anakan ki berjebah terjadi bersamaan dengan replikasi DNA, dan siklus penjara yang berturutan mampu bertumpang tindih. Situasi ini enggak terjadi pada eukariota yang siklus selnya terjadi dalam catur fase terpisah sehingga laju pembelahan sel bakteri mampu lebih cepat tinimbang laju pembelahan sel eukariota.[67]
Pada eukariota, tahap pertumbuhan sel lazimnya terjadi dua kali, yaitu sebelum replikasi DNA (disebut
fase G1
,
gap
1) dan sebelum pembelahan sel (fase G2
). Siklus sel patogen tidak teradat mempunyai fase G1, namun mempunyai fase G2
yang disebut periode D. Tahap replikasi DNA pada eukariota disebut
fase S
(sintesis), atau pada bakteri ekuivalen dengan masa C. Selanjutnya, eukariota mempunyai tahap pembelahan nukleus yang disebut
fase M
(mitosis).

Peralihan antartahap siklus pengasingan diurus maka dari itu suatu radas pengaturan nan tidak cuma mengoordinasi berbagai macam keadaan dalam siklus penjara, tetapi juga menghubungkan siklus sel dengan sinyal ekstrasel yang menguasai pergandaan sel. Misalnya, lembaga pemasyarakatan binatang plong fase G1
mampu bubar dan tidak berpindah ke fase S bila tidak mempunyai faktor pertumbuhan tertentu, melainkan memasuki kondisi yang disebut fase G
dan tidak merasakan pertumbuhan maupun multiplikasi. Misalnya yaitu sel fibroblas yang belaka membelah diri sebagai memperbaiki kerusakan tubuh dampak luka.[66]
Bila otoritas siklus sel terganggu, misalnya karena alih tugas, risiko pembentukan tumor—yaitu perbanyakan bui yang enggak normal—meningkat dan mampu berpengaruh sreg pembentukan kanker.[68]

Baca juga:   Jumlah Isomer Alkuna Yang Mempunyai Rumus Molekul C5h8 Adalah

Diferensiasi sel

Diferensiasi sel membuat spesies jenis kerangkeng yang muncul sejauh perkembangan suatu organisme multiseluler dari satu rumah pasung telur yang mutakadim dibuahi. Misalnya, mamalia yang berasal dari suatu sel mengembang dibuat menjadi suatu organisme dengan ratusan jenis tangsi berlainan sebagai halnya otot, saraf, dan kulit.[69]
Sel-sel kerumahtanggaan mudigah yang sedang mengembang menerapkan pensinyalan rumah pasung yang memengaruhi ekspresi gen sel dan menyebabkan diferensiasi tersebut.[70]

Kematian sel terprogram

Sel dalam organisme multiseluler mampu merasakan suatu kematian terprogram yang berjasa sebagai pengendalian populasi sel dengan perkara mengimbangi perbanyakan sel, misalnya laksana mencegah munculnya tumor. Kematian sel juga berharga andai menghilangkan ronde tubuh nan tidak diperlukan. Contohnya, plong ketika pembentukan embrio, jari-jari pada tangan atau kaki insan pada mulanya ganti menyatu, namun pengahabisan terbentuk berbahagia kematian sel-sel antarjari. Dengan demikian, musim dan tempat terjadinya kematian kerangkeng, sekufu sebagai halnya pertumbuhan dan pembelahan sel, adalah ronde yang tinggal terkendali. Kematian lokap semacam itu terjadi dalam ronde yang disebut apoptosis yang dimulai detik suatu faktor utama hilang dari ronde yang terkait sel maupun ketika suatu sinyal privat diaktifkan. Gejala awal apoptosis merupakan kompresi nukleus dan fragmentasi DNA nan disertai oleh penyusutan sel.[71]

Amatan akan halnya sel

Biologi sel maju mengembang berpokok integrasi ujar-ujar sitologi, adalah analisis tentang struktur kurungan, dan biokimia, adalah amatan akan halnya zarah dan ronde kimiawi metabolisme. Mikroskop adalah alat yang dulu terdahulu kerumahtanggaan sitologi, darurat pendekatan biokimia yang disebut fraksinasi sel lagi telah dibuat menjadi sangat penting dalam biologi sengkeran.[72]

Mikroskopi

Silia pada permukaan sel ronde dalam trakea mamalia diamankan dengan SEM (perbesaran 10.000 kali pada taris aslinya).

Mikroskop memerankan dalam kajian tentang sel sejak awal penemuannya. Jenis mikroskop yang dipakai para ilmuwan Renaisans dan nan sekarang sedang banyak dipakai di laboratorium ialah lup kilap. Cahaya tertumbuk pandangan dilewatkan menembus spesimen dan pengahabisan suryakanta kaca nan merefraksikan cahaya sedemikian rupa sehingga citra spesimen tersebut diperbesar detik diproyeksikan ke mata pengguna mikroskop. Namun demikian, mikroskop cahaya bersempadan muslihat beber, yaitu lain congah mengklarifikasi estimasi nan kian subtil berusul anggaran 0,2 µm (ukuran bibit penyakit kerdil). Pengembangan teknik eksploitasi mikroskop semarak sejak semula seratus tahun ke-20 melibatkan usaha sebagai meningkatkan kontras, misalnya dengan pewarnaan ataupun pemberian zat fluoresen. Selanjutnya, biologi sel merasakan kemajuan pesat dengan penciptaan lup elektron yang mempekerjakan kebat elektron sebagai pemindah cuaca tampak dan mampu punya resolusi (sentral urai) sekitar 2 nm. Terdapat dua diversifikasi dasar mikroskop elektron, ialah mikroskop elektron persneling (transmission electron microscope, TEM) dan lup elektron payar (scanning electron microscope, SEM). TEM terutama dipakai bak mengkaji struktur internal sel, darurat SEM sangat berjasa ibarat melihat permukaan spesimen secara rinci.[72]

Fraksinasi kamp

Fraksinasi kurungan merupakan teknik sebagai merarai bagian-babak interniran. Secara umum, teknik ini melibatkan homogenisasi, merupakan pemecahan sel secara halus dengan bantuan blender ataupun organ ultrasuara, dan sentrifugasi, adalah pemisahan onderdil-suku cadang sengkeran oleh gaya sentrifugal internal alat sentrifuge, alat seperti komidi mengsol seumpama torak reaksi yang mampu berputar pada berbagai macam kepantasan. Sentrifuge yang terlampau canggih, nan disebut ultrasentrifuge, produktif berputar secepat-cepatnya 80.000 aliran tiap-tiap menit (rpm) dan memasrahkan kecenderungan pada partikel-zarah sampel setakat 500.000 siapa tendensi gravitasi bumi (500.000
g). Pemutaran homogenat di dalam sentrifuge hendak merujukkan bagian-bagian sel ke dalam dua fraksi, ialah pelet, yang terdiri atas struktur-struktur makin besar yang terkumpul di ronde asal silinder sentrifuge, dan supernatan, yang terdiri atas putaran-bagian sel nan lebih kecil nan tersuspensi kerumahtanggaan air di atas pelet tersebut. Supernatan ini disentrifugasi juga dan rondenya diulangi, dengan kederasan putaran nan semakin jenjang lega setiap tahap, sehingga onderdil sel yang semakin lama semakin mungil terhimpun dalam pelet yang berurutan.[72]

Pustaka

  1. ^
    a
    b
    c
    Campbell, Reece & Mitchell 2002, peristiwa. 112
  2. ^
    Fried & Hademenos 2006, situasi. 35
  3. ^
    a
    b
    Sloane 2003, hal. 34
  4. ^
    a
    b
    Campbell, Reece & Mitchell 2002, hal. 4
  5. ^
    a
    b
    c
    Alberts et al. 2002, “The Universal Features of Cells on Earth”
  6. ^
    Campbell, Reece & Mitchell 2002, hal. 3
  7. ^
    a
    b
    c
    d
    e
    Campbell, Reece & Mitchell 2002, keadaan. 116
  8. ^
    Campbell, Reece & Mitchell 2002, hal. 113
  9. ^
    a
    b
    Starr et al. 2008, keadaan. 54-55
  10. ^
    a
    b
    c
    d
    e
    Stewart 2007, hal. 10-18
  11. ^

    (Inggris)
    Micrographia: Some Physiological Descriptions of Minute Bodies Made by Magnifying Glasses with Observations and Inquiries Thereupon
    oleh Robert Hooke, di Proyek Gutenberg
  12. ^
    Fried & Hademenos 2006, hal. 45
  13. ^
    a
    b
    Stone 2004, situasi. 64
  14. ^
    Porter 1976, peristiwa. 260-269
  15. ^

    Anderson, D. (1 September 2009). “Dutch”.
    Lens on Leeuwenhoek
    (in Inggris). Retrieved 02-02-2012.




  16. ^
    a
    b
    c
    Everson 2007, peristiwa. 37-41
  17. ^
    Stewart 2007, hal. 31
  18. ^
    a
    b
    Magner 2002, situasi. 154-158
  19. ^
    Harris 2000, keadaan. 98
  20. ^
    Magner 2002, hal. 160-161
  21. ^
    Schwartz 2008, peristiwa. 146
  22. ^
    Magner 2002, hal. 163
  23. ^
    Bechtel 2006, hal. 162
  24. ^
    Hay 1992, peristiwa. 384
  25. ^
    Bechtel 2006, hal. 13
  26. ^
    Kratz 2009, hal. 17
  27. ^
    Campbell, Reece & Mitchell 2002, hal. 6
  28. ^
    Wheelis 2008, situasi. 48-49
  29. ^
    Wheelis 2008, hal. 50-52
  30. ^
    Kratz 2009, hal. 35
  31. ^
    Yuwono 2007, keadaan. 77
  32. ^
    Karp 2009, hal. 318-319
  33. ^
    a
    b
    Pommerville 2011, hal. 122-128
  34. ^
    a
    b
    c
    Lodish et al. 2000, Eukaryotic Cells Contain Many Organelles and a Complex Cytoskeleton
  35. ^
    Campbell, Reece & Mitchell 2002, hal. 118
  36. ^
    a
    b
    Campbell, Reece & Mitchell 2002, hal. 119
  37. ^
    Alberts et al. 2002, “Chapter 10. Membrane Structure”
  38. ^
    a
    b
    c
    d
    e
    f
    g
    h
    Campbell, Reece & Mitchell 2002, hal. 120
  39. ^
    Solomon, Berg & Martin 2004, hal. 77
  40. ^
    Sloane 2003, hal. 39
  41. ^
    Alberts et al. 2002, “The RNA Message Is Decoded on Ribosomes”
  42. ^
    a
    b
    c
    d
    e
    f
    g
    h
    Russell, Hertz & McMillan 2011, hal. 99
  43. ^
    a
    b
    Kratz 2009, hal. 24-25
  44. ^
    a
    b
    c
    d
    e
    f
    Solomon, Berg & Martin 2004, hal. 84
  45. ^
    a
    b
    c
    Lodish et al. 2000, “Mitochondria Are the Principal Sites of ATP Production in Aerobic Cells”
  46. ^
    a
    b
    Fried & Hademenos 2006, hal. 38
  47. ^
    Campbell, Reece & Mitchell 2002, hal. 7
  48. ^
    a
    b
    Solomon, Berg & Martin 2004, hal. 86
  49. ^
    a
    b
    Lodish et al. 2000, “Chloroplasts, the Sites of Photosynthesis, Contain Three Membrane-Limited Compartments”
  50. ^
    a
    b
    Marks, Marks & Smith 2000, situasi. 135
  51. ^
    a
    b
    Alberts et al. 2002, “Peroxisomes”
  52. ^
    Solomon, Berg & Martin 2004, hal. 87
  53. ^
    Campbell, Reece & Mitchell 2002, hal. 139
  54. ^
    Karp 2009, hal. 328
  55. ^
    Alberts et al. 2002, “Chapter 19: Cell Junctions, Cell Adhesion, and the Extracellular Matrix”
  56. ^
    Campbell, Reece & Mitchell 2002, hal. 136
  57. ^
    Alberts et al. 2002, “The Extracellular Matrix of Animals”
  58. ^
    Alberts et al. 2002, “The Plant Cell Wall”
  59. ^
    Campbell, Reece & Mitchell 2002, keadaan. 135
  60. ^
    Alberts et al. 2002, “Cell Junctions”
  61. ^
    Solomon, Berg & Martin 2004, hal. 122
  62. ^
    Yuwono 2007, kejadian. 14
  63. ^
    Lodish et al. 2000, “Section 20.1: Overview of Extracellular Signaling”
  64. ^
    Clements & Saffrey 2001, hal. 241-291
  65. ^
    Russell, Hertz & McMillan 2011, kejadian. 200
  66. ^
    a
    b
    Cooper 2000, The Eukaryotic Cell Cycle
  67. ^
    Wheelis 2008, hal. 194-197
  68. ^
    Goodman 2008, keadaan. 286
  69. ^
    Lodish et al. 2000, “Cell Differentiation Creates New Types of Cells”
  70. ^
    Campbell, Reece & Mitchell 2004, keadaan. 198
  71. ^
    Lodish et al. 2000, “Cells Die by Suicide”
  72. ^
    a
    b
    c
    Campbell, Reece & Mitchell 2002, hal. 113-115

Daftar teks

  • Alberts, B.; Johnson, A.; Lewis, J.; Raff, M.; Roberts, K.; Walters, P. (2002).
    Molecular Biology of the Cell
    (in Inggris) (4 ed.). New York: Garland Science.



  • Bechtel, Wiiliam (2006).
    Discovering Cell Mechanisms: The Creation of Berbudaya Cell Biology
    (in Inggris). Cambridge: Cambridge University Press. ISBN 9780521812474.



  • Campbell, Horizon.A.; Reece, J.B.; Mitchell, L.G. (2002).
    Biologi
    1. Diartikan maka dari itu R. Awet dkk. (5 ed.). Jakarta: Erlangga. ISBN 9796884682.



  • Campbell, N.A.; Reece, J.B.; Mitchell, L.G. (2004).
    Biologi
    3. Diartikan maka dari itu W. Manalu (5 ed.). Jakarta: Erlangga. ISBN 9789796884704.




    (lihat di Penelusuran Buku Google)
  • Clements, M.; Saffrey, J. (2001). “Communication between Cells”. In Saffrey, J. (penyunting).
    The Core of Life
    (in Inggris)
    2. Milton Keynes: The Open University. ISBN 9780749235673.



  • Cooper, G.M. (2000).
    The Cell: A Molecular Approach
    (in Inggris) (2 ed.). Sunderland, MA: Sinauer Associates.



  • Everson, Ted (2007).
    The Gene: a historical perspective
    (in Inggris). Westport, CT: Greenwood Press. ISBN 9780313334498.



  • Fried, George H.; Hademenos, George J. (2006).
    Schaum’s Outlines Biologi. Diartikan maka itu D. Tyas (2 ed.). Jakarta: Erlangga. ISBN 9789797817138.




  • Medical Cell Biology
    (in Inggris) (3 ed.). Burlington, MA: Academic Press. 2008. ISBN 9780123704580.



  • Harris, Henry (2000).
    The Birth of the Cell
    (in Inggris). New Haven: Yale University Press. ISBN 9780300082951.



  • Hay, Elizabeth D. (1992), “Cell Biology”, in Morris, C. et al. (penyunting),
    Academic Press Dictionary of Science and Technology
    (in Inggris), San Diego: Academic Press, ISBN 9780122004001



  • Karp, Gerald (2009).
    Cell and Molecular Biology: Concepts and Experiments
    (in Inggris) (6 ed.). Hoboken, NJ: John Wiley and Sons. ISBN 9780470483374.



  • Kratz, R.F. (2009).
    Molecular & Cell Biology for Dummies
    (in Inggris). Hoboken, NJ: John Wiley & Son. ISBN 9780470531020.



  • Lodish, H.; Berk, A.; Zipursky, S.L.; Matsudaira, P.; Baltimore, D; Darnell, J. (2000).
    Molecular Cell Biology
    (in Inggris) (4 ed.). New York: W. H. Freeman.



  • Magner, L.Falak. (2002).
    A History of the Life Sciences
    (in Inggris) (3 ed.). New York: CRC Press. ISBN 9780824743604.



  • Marks; Marks, A.D.; Smith, C.M. (2000).
    Biokimia Kedokteran Dasar: Suatu Pendekatan Klinis. Diartikan oleh B.U. Pendit. Jakarta: EGC. ISBN 9789794484838.




    (lihat di Penelusuran Buku Google)
  • Pommerville, J.C. (2011).
    Alcamo’s Fundamentals of Microbiology
    (in Inggris) (9 ed.). Sudbury, MA: Jones & Bartlett Publishers. ISBN 9781449615666.



  • Porter, J.R. (Juni 1976). “Antony van Leeuwenhoek: tercentenary of his discovery of bacteria”.
    Bacteriol. Rev.
    (in Inggris)
    40: 260–269. OCLC 679604905.



  • Russell, P.J.; Hertz, P.E.; McMillan, B. (2011).
    Biology: The Dynamic Science
    (in Inggris)
    1
    (2 ed.). Belmont, CA: Cengage Learning. ISBN 9780538493727.



  • Schwartz, James (2008).
    In Pursuit of the Gene: From Darwin to DNA
    (in Inggris). Cambridge: Harvard University Press. ISBN 9780674026704.



  • Sloane, Ethel (2003).
    Anatomi dan Fisiologi Bagaikan Pemula. Diartikan oleh J. Veldman. Jakarta: EGC. ISBN 9789794486221.



  • Solomon, E.P.; Berg, L.R.; Martin, D.W. (2004).
    Biology
    (in Inggris) (7 ed.). Belmont, CA: Cengage Learning. ISBN 9780534492762.





  • Stewart, Melissa (2007).
    Cell Biology
    (in Inggris). Minneapolis: Twenty-First Century Books. ISBN 9780822566038.



  • Stone, C.L. (2004).
    The Basics of Biology
    (in Inggris). Westport, CT: Greenwood Press. ISBN 9780313317866.



  • Wheelis, Mark (2008).
    Principles of Modern Microbiology
    (in Inggris). Sudbury, MA: Jones & Bartlett Learning. ISBN 9780763710750.



  • Yuwono, Triwibowo (2007).
    Biologi Molekular. Jakarta: Erlangga. ISBN 9789797811921.



Pranala luar

  • Ixedu.com 3D Animations, Virtual Microscope, Activities, a Game and more! All about the cells.
  • The Inner Life of A Cell, a flash video showing what happens inside of a cell
  • The Virtual Cell
  • Cells Alive!
  • Journal of Cell Biology
  • A comparison of the generational and exponential growth of cell populations
  • High-resolution images of brain cells
  • The Biology Project > Cell Biology
  • The Image & Video Library of The American Society for Cell Biology, a collection of peer-reviewed still images, video clips and digital books that illustrate the structure, function and biology of the cell.
  • Centre of the Cell online
  • Biology sites
  • Molecular Biology of the Cell NCBI Books

Ini yaitu artikel pilihan. Klik di sini sebagai informasi lebih lanjut.



edunitas.com

Organel Sel Yang Dibatasi Oleh Membran Ganda Adalah

Source: http://p2k.unkris.ac.id/en3/3065-2962/Sel_25944_unkris_p2k-unkris.html