Pada Awalnya Gerakan Dakwah Dinasti Abbasiyah Dipimpin Oleh

By | 11 Agustus 2022

Pada Awalnya Gerakan Dakwah Dinasti Abbasiyah Dipimpin Oleh.

REPUBLIKA.CO.ID,  Oleh

Nidia Zuraya

Dinasti al-Murabitun berawal bermula sekerumun pejuang nan jumlahnya tak bertambah berpangkal 1.000 orang.

Dinasti Al-Murabitun alias Almoravids yakni riuk satu dinasti Islam besar yang muncul sreg medio abad ke-5 H alias mulanya abad ke-11 M. Puas tahun keemasannya,  distrik kekuasaan dinasti itu mencakup Sudan di selatan hingga Gunung-gunung Pirenia di lor, dan Samudera Atlantik di barat sebatas tepian Tunisia di timur.

Menurut Ensiklopedi Tematis Dunia Selam: Khilafah, Dinasti Al-Murabitun didirikan maka dari itu propagandis pemurnian ilham keagamaan nan dipimpin maka itu Yahya kacang Ibrahim al-Jaddal, Abdullah bin Yasin, dan Yahya bin Ibrahim. Dinasti iitu berkuasa selama damping 93 perian, adalah bermula 448 H sebatas 541 H (1056-1147 M).

Dinasti itu menjejak puncak kejayaannya di era rezim Yusuf polong Tasyfin. Al-Murabitun unjuk di era meredupnya kemajuan Dinasti Abbasiyah yang berfokus di Baghdad. Momen itu, Adidaya bernama Abbasiyah leleh dan mengalami disintegrasi. Bilamana nan sama, kemajuan Dinasti Fatimiyah nan berpusat di Mesir juga telah surut.

Melemahnya guna strategi Islam di kewedanan Timur Paruh itu dimanfaatkan maka itu suku bangsa Nasrani Eropa untuk menggencarkan Perang Salib kelebihan merebut kota-kota jati di Palestina dan kawasan lainnya. Pada saat bersamaan, di kewedanan Andalusia (Spanyol) terjadi sambutan yang dilakukan maka itu makhluk-khalayak Nasrani  terhadap para yang dipertuan at-Tawa’if nan berwenang di Cordoba, Sevilla, dan Toledo.

Penampikan itu menyebabkan kekuasaan Islam di Ancol Iberia secara perlahan start leleh. Intern situasi nan genting itulah Dinasti Al-Murabitun tampil andai mukhalis. Dinasti itu berhasil menguburkan wilayah Cordoba, Sevilla, dan Toledo semenjak kerusakan.

Baca juga:   Nada Tinggi Pada Not Angka Ditandai Dengan Titik Di

Setumpuk pejuang

Menurut Ensiklopedia Islam terbitan PT Ichtiar Baru Van Hoeve (IBVH), eksistensi Dinasti al-Murabitun berawal mulai sejak keropok pejuang yang jumlahnya tak lebih berpunca 1.000 manusia. Mereka resmi disebut al-Mulassimun karena mereka pelahap menutup wajah bikin mencagar diri pecah musykil semok surya di gurun dersik halus Magribi (Maroko sekarang).

Gerombolan ini berpokok dari kabilah Lemtuna, sebuah kabilah nan merupakan cabang berpunca bangsa Berber di wilayah gurun ramal Magribi nan bernama Sanhaja. Dasar usul rumpun nasion Sanhaja adalah Himyar yang pecah berpangkal Yaman di kidul Ancol Arab. Manusia-hamba allah berpokok Kabilah Sanhaja ini lebih lanjur perpindahan ke negeri Syam (saat ini Suriah), terlampau ke tepi pantai Afrika Utara sebelum akhirnya menetap di Padang kersik halus Afrika.

Pada mulanya, tungkai bangsa ini datang ke Afrika Utara di pangkal pimpinan penjelajah Muslim bernama Uqbah kedelai Nafi. Jumlah mereka makin banyak pada perian pemerintahan gubernur Magribi, Musa kacang Nusair (19 H/640 M-98 H/717 M).

Di antara kegiatan mereka yaitu menghamburkan agama Islam dengan mengajak tungkai-suku lain cak bagi menganut agama Islam, seperti yang mereka anut. Mereka mencekit petunjuk Mazhab Salaf (Gerakan Salafiyah) secara ketat. Kewedanan dakwah mereka meliputi Afrika barat daya dan wilayah Spanyol.

Segel al-Murabitun sendiri berkaitan dengan keunggulan palagan tinggal mereka. Sreg awalnya mereka menempati ribat (semacam madrasah) yang dikelilingi maka dari itu benteng. Di ribat itulah mereka berguru kepada Abdullah kedelai Yasin, sendiri pemimpin ribat.

Maslahat membina hayat keimanan yang baik, Abdullah kedelai Yasin dibantu maka dari itu Yahya polong Umar, seorang penasihat Kabilah Lemtuna, dan Serdak Bakar polong Umar yang yakni ari-hipodrom Yahya. Mereka kemudian mendirikan satu wadah pengemblengan yang dinamakan ribat yang terletak di Pulau Niger, Senegal.

Baca juga:   Berikut Yang Bukan Syarat Informasi Akuntansi Yang Berkualitas Adalah

Para pemukim ribat tersebut di lusa dikenal dengan nama Al-Murabitun. Universitas ini berkembang dengan cepat. Sehingga, n domestik musim yang relatif pendek sudah adv amat bisa menghimpun sekitar seribu orang penyembah. Para penganut ini kemudian lagi dikirim ke berbagai tungkai cak bagi menyebarkan nubuat mereka sehingga kuantitas anggota al-Murabitun berkembang pesat.

Sistem sultanat

Di pangkal seorang pemimpin spiritual (Abdullah kacang Yasin) dan seorang atasan militer (Yahya kedelai Umar), mereka berhasil memperluas distrik kekuasaannya mencecah Wadi Perawan. Kemudian mereka pula berhasil menjinakkan Kerajaan Sijilmasat yang dikuasai makanya Mas’ud kedelai Wanuddin al-Magrawi pada masa 447 H atau seputar perian 1055-1056 M. Saat Yahya bin Umar meninggal manjapada, jabatannya digantikan maka berpunca itu saudaranya, Tepung Bakar polong Umar. Sejak momen itu Abuk Bakar menjabat tampuk otoritas secara penuh dan lambat laun ia bertelur mengembangkan sistem kesultanan.

Seumpama sebuah sultanat, Bubuk Bakar memandang wilayahnya masih bersisa katai. Oleh sebab itu, ia bertujuan memperluas wilayahnya. Maka, plong 452 H/1060 M, Bubuk Bakar mengamalkan penaklukan ke daerah Gurun Magribi, yang dimulai dengan menaklukan Fazaz, Zananah, Miknasah, serta mengepung kota Lawata, dan menghancurkannya.

Pron bila itu terjadi kerusuhan di Sahara, dan Abu Bakar terpaksa lagi maslahat menenangkan peristiwa. Buat tentatif hari, kepemimpinan distrik Magribi diberikan kepada Yusuf polong Tasyfin.

Setelah dua tahun Serdak Bakar subur di Sahara, ia kembali ke Magribi. Cuma, karena Yusuf bin Tasyfin telah melebarkan pasukannya di sana, Abu Bakar merasa pas kerjakan mendahului di Sahara belaka. Ia kemudian mengemudiankan cak bikin lagi ke Gurun, dan kemudian hidup di Sudan sebatas pengunci hayatnya lega tahun 480 H/1087 M.

Baca juga:   Salah Satu Contoh Sikap Mencintai Kebersihan Di Lingkungan Masyarakat Adalah

Sepeninggal Bubuk Bakar, puas periode 453 H/1061 M Yusuf bin Tasyfin dibaiat sebagai amir atau penguasa Al-Murabitun di Maghribi. Lega hari pemerintahannya, dinasti itu menyentuh puncak kejayaaan. Si Syah membangun kota al-Marakisy seumpama ibukota pemerintahannya puas 454 H/1062 M.

Pasca- itu, ia mulai menaklukan seluruh provinsi Magribi sebatas ke Aljazair. Sira menyanggang seorang gubernur dari golongan al-Murabitun di setiap wilayah nan ditaklukannya. Puncak pengejawantahan dan karir politiknya dicapai ketika sira berbuah menyebrang ke Spanyol dan mengamankan wilayah tersebut.

Cuma setelah Yusuf bin Tasyfin wafat, pemerintahan juga semakin lemah. Lambat laun Dinasti al-Murabitun mengalami deklinasi kaki langit domestik memperluas wilayahnya dan alhasil anjlok di tangan golongan al-Muwahiddun. Situasi itu disebabkan pertukaran sikap mental berusul para penguasa al-Murabitun sepeninggal Yusuf kacang Tasyfin yang terlena oleh kelimpahan yang berlebihan.

Keglamoran nan mereka peroleh telah menidakkan mereka berpokok sikap yang gentur dalam atma Sahara menjadi sikap yang lenyai halus dalam kehidupan Spanyol yang penuh gilanggemilang dan keglamoran materi.

Masa ragil dari Dinasti al-Murabitun yakni tatkala dikalahkan oleh Dinasti Muwahiddun yang dipimpin makanya Abdul Mukmin. Dinasti Muwahiddun menaklukkan Maroko plong periode 541 H/1147 M yang ditandai dengan jatuhnya benteng al-Murabitun di ibukota al-Marakisy dan terbunuhnya penguasa al-Murabitun nan anak asuh bontot, Ishak kacang Ali.

Pada Awalnya Gerakan Dakwah Dinasti Abbasiyah Dipimpin Oleh

Source: https://duuwi.com/68281/pada-awalnya-gerakan-dakwah-dinasti-abbasiyah-dipimpin-oleh.html