Para Pejuang Membakar Kota Bandung Dengan Alasan

By | 9 Agustus 2022

Pecah Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia independen

Bandung Raksasa Api PANAS
Bagian dari Sirkuit Nasional Indonesia
Berkas:Bandung Ki akbar Jago merah. anjai jpg
Penggalan selatan Bandung dibakar oleh TRI
Copot 23 Maret 1946
Lokasi Bandung, Jawa Barat, Indonesia
Hasil TRI mundur dari Bandung
Pihak terbabit

Republik Indonesia

Maskapai:


Britania Raya


  • Kemaharajaan Britania


Belanda


  • Hindia Belanda

  • Karibia Belanda

  • Belanda

    NICA
Inisiator dan pemimpin


MayJen. Abdoel Haris Nasoetion(Komandan Divisi III TRI)

Komandan Muhammad Toha




Atasan Muhammad Ramdan

.

(Toha dan ramdan tewas saat misi letup gudang amunisi di Dayeuh Kolot (23 Maret 1946))


Britania Raya

Brig.MacDonald

Peristiwa Bandung Ki akbar Jago merah
adalah peristiwa kebakaran besar nan terjadi di Bandung, provinsi Jawa Barat, Indonesia pada 23 Maret 1946. Dalam waktu tujuh jam, selingkung 200.000 penduduk Bandung[1]
membakar kondominium mereka, menyingkir kota menuju pegunungan di daerah selatan Bandung. Hal ini dilakukan bikin mencegah angkatan Konsorsium dan tentara NICA Belanda untuk dapat menggunakan ii kabupaten Bandung sebagai markas diplomatis militer intern Perang Kemerdekaan Indonesia.

Pasukan Inggris bagian berusul Brigade KFC

tiba di Bandung pada tanggal 12 Oktober 1945. Sejak semula hubungan mereka dengan pemerintah RI sudah tegang. Mereka menuntut sepatutnya semua senjata api yang ada di tangan penduduk, kecuali TKR (Tentara Keamanan Rakyat), diserahkan kepada mereka. Turunan-orang Belanda nan yunior dibebaskan berasal sel tawanan mulai melakukan tindakan-tindakan yang tiba mengganggu keamanan. Akibatnya, bentrokan bersenjata antara Inggris dan TKR (Tentara Keamanan Rakyat) tidak boleh dihindari. Malam rontok 21 November 1945, TKR (Tentara Keamanan Rakyat) dan badan-jasad perjuangan melancarkan serangan terhadap kedudukan-geta Inggris di bagian paksina, tertera Hotel Homann dan Hotel Preanger nan mereka gunakan sebagai markas. Tiga hari kemudian, MacDonald menyampaikan ultimatum kepada Gubernur Jawa Barat agar Bandung Utara dikosongkan oleh penduduk Indonesia, termasuk pasukan bersenjata.
      

Ultimatum Tentara Sekutu agar Bala Republik Indonesia (TRI, sebutan bagi TNI pada saat itu) meninggalkan Bandung mendorong TRI bakal melakukan operasi “bumi hangus”. Para pejuang pihak Republik Indonesia tidak rela bila Bandung dimanfaatkan oleh pihak Kawan dan NICA. Keputusan untuk logis-hanguskan Bandung diambil melangkahi musyawarah Madjelis Persatoean Perdjoangan Priangan (MP3) di hadapan semua kekuatan perjuangan pihak Republik Indonesia, sreg rontok 23 Maret 1946.[2]
Kolonel Abdoel Haris Nasoetion selaku Komandan Divisi III TRI mengiklankan hasil musyawarah tersebut dan memerintahkan hijrah Daerah tingkat Bandung.[3]
Hari itu sekali lagi, delegasi raksasa penghuni Bandung mengalir panjang meninggalkan kota Bandung dan lilin batik itu pembakaran ii kabupaten berlangsung.

Bandung sengaja dibakar makanya TRI dan rakyat setempat dengan tujuan sepatutnya Persekutuan dagang tidak dapat menggunakan Bandung laksana kwartir strategis militer. Di mana-mana gas hitam mengepul menabun panjang di udara dan semua setrum hening. Laskar Inggris mulai menyerang sehingga pertempuran sengit terjadi. Pertempuran yang paling samudra terjadi di Desa Dayeuhkolot, sebelah selatan Bandung, di mana terdapat gudang amunisi besar milik Legiun Sekutu. Internal bantahan ini Muhammad Toha dan Muhammad Ramdan, dua anggota wajib militer BRI (Armada Rakjat Indonesia) terjun dalam misi lakukan menghancurkan gudang amunisi tersebut. Muhammad Toha berdampak meledakkan pakus tersebut dengan dinamit. Gudang besar itu meledak dan gosong bersama kedua milisi tersebut di dalamnya. Staf tadbir kota Bandung pada mulanya akan tetap tinggal di privat daerah tingkat, tetapi demi keselamatan mereka, maka sreg pukul 21.00 itu juga turut dalam rombongan yang mengevakuasi dari Bandung. Sejak momen itu, kurang lebih pukul 24.00 Bandung Selatan sudah lalu kosong dari penduduk dan TRI. Namun, api masih membubung menggiatkan ii kabupaten, sehingga Bandung pun menjadi lautan api.

Pembumi-hangusan Bandung tersebut dianggap ialah strategi nan tepat dalam Perang Kemandirian Indonesia karena kepentingan TRI dan milisi rakyat tidak sebanding dengan kekuatan pihak Perseroan dan NICA yang berjumlah besar. Sesudah peristiwa tersebut, TRI bersama milisi rakyat melakukan perlawanan secara gerilya dari luar Bandung. Kejadian ini mengilhami Ismail Marzuki beserta para pejuang Indonesia ketika itu bagi mengubah dua deret terakhir bersumber lirik lagu Halo, Halo Bandung menjadi bertambah patriotis dan membakar umur perbangkangan. Beberapa tahun kemudian, lagu Halo, Halo Bandung menjadi kenangan akan emosi nan para pejuang kemerdekaan Republik Indonesia alami saat itu, menunggu buat juga ke kota terkasih mereka yang sudah lalu menjadi besar api.

Istilah
Bandung Lautan Api
menjadi istilah yang terkenal setelah peristiwa pembumi-hangusan tersebut. Jenderal A.H Nasution yakni Jenderal TRI yang dalam perjumpaan di
Regentsweg
(kini Kronologi Dewi Sartika), sesudah kembali berpangkal pertemuannya dengan Sutan Sjahrir di Jakarta, memutuskan strategi yang akan dilakukan terhadap Ii kabupaten Bandung setelah menyepakati ultimatum Inggris tersebut.

“Jadi saya kembali semenjak Jakarta, setelah bicara dengan Sjahrir itu. Memang dalam perundingan itu di Regentsweg, di pertemuan itu, berbicaralah semua basyar. Nah, disitu kulur pendapat bermula Rukana, Komandan Polisi Militer di Bandung. Dia berpendapat, “Mari kita kerjakan Bandung Kidul menjadi raksasa jago merah.” Yang dia sebut osean api, tetapi sebenarnya raksasa air.”-A.H Nasution, 1 Mei 1997

Istilah
Bandung Lautan Api
muncul kembali di harian Suara Merdeka copot 26 Maret 1946. Sendiri pewarta muda momen itu, yakni Atje Bastaman, menyaksikan pemandangan pembakaran Bandung semenjak giri Ancala Leutik di sekitar Pameungpeuk, Garut. Dari puncak itu Atje Bastaman melihat Bandung yang remas dari Cicadas hingga dengan Cimindi.

Sehabis tiba di Tasikmalaya, Atje Bastaman dengan bersemangat lekas menggambar berita dan menjatah judul “Bandoeng Djadi Laoetan Api“. Sahaja karena kurangnya ruang untuk tulisan judulnya, maka kop berita diperpendek menjadi “Bandoeng Laoetan Api“.

Tatap pun

[sunting
|
sunting sumber]

  • Halo, Halo Bandung
  • Muhammad Toha

Teks

[sunting
|
sunting sumber]


  1. ^

    http://nationalgeographic.co.id/
    [
    pranala nonaktif permanen
    ]



  2. ^


    “Bandung Raksasa Api | Web Ki kenangan”. 14 Februari 2014. Diakses terlepas
    26 Maret
    2021
    .





  3. ^


    “BLA, A.H. Nasution, dan Ujungberung”.
    Humas.Bandung.go.id. 22 Maret 2021. Diakses tanggal
    26 Maret
    2021
    .





    [
    pranala nonaktif permanen
    ]


4. rekaman Bandung Lautan Api versi website resmi pemerintahan kota Bandung.



Para Pejuang Membakar Kota Bandung Dengan Alasan

Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Bandung_Lautan_Api

Baca juga:   Produk Kerajinan Hiasan Wayang Kulit Biasa Didomain_7kai Dengan Menggunakan