Pasangan Atom Berikut Yang Mempunyai Jumlah Elektron Valensi Sama Adalah

By | 13 Agustus 2022

Pasangan Atom Berikut Yang Mempunyai Jumlah Elektron Valensi Sama Adalah.

Berpunca Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Empat ikatan kovalen. Karbon memiliki empat elektron valensi sehingga valensinya adalah empat. Sendirisendiri atom hidrogen memiliki suatu elektron valensi dan disebut univalen.

Dalam guna-guna ilmu pisah,
elektron valensi
adalah elektron plong pelupuk terluar yang terhubung dengan suatu atom, dan dapat berpartisipasi kerumahtanggaan pembentukan hubungan ilmu pisah jika kelopak terluar belum penuh. N domestik ikatan kovalen tunggal, kedua atom yang berikatan menyeimbangkan suatu elektron valensi kerjakan membentuk tandingan bersama. Kehadiran elektron valensi bisa menentukan sifat kimia unsur, seperti valensinya—nan menentukan apakah bisa berikatan dengan atom tidak dan, jika bisa, seberapa cepat dan seberapa banyak ia bisa bersimpai. Bagi anasir golongan utama, elektron valensi cuma boleh ada di kelopak elektron terluar; sreg logam perlintasan, elektron valensi dapat juga berada di kelopak dalam.

Sebuah atom dengan kelopak elektron valensi tertutup (sesuai dengan konfigurasi elektron s2p6) cenderung bersifat lembam secara kimia. Atom dengan satu atau dua elektron valensi kian banyak daripada yang dibutuhkan untuk pelupuk “tertutup” dulu tanggap karena alasan berikut:

  1. beliau memerlukan energi yang relatif rendah (dibandingkan energi kisi) untuk menghilangkan elektron valensi membentuk ion maujud.
  2. karena kecenderungannya untuk mendapatkan maupun meredam emosi elektron valensi (sehingga membentuk ion subversif), atau cak bagi berbagi elektron valensi (membentuk ikatan kovalen).

Serupa dengan elektron pada kelopak bagian n domestik, elektron valensi memiliki kemampuan untuk menyerap atau membebaskan energi dalam bentuk foton. Penyerapan energi dapat memicu elektron cak bagi berpindah (melompat) ke kelopak yang lebih asing; hal ini dikenal seumpama stimulasi elemen. Atau elektron dapat sungkap pecah pelupuk valensinya meninggalkan atom; ini yang disebut sebagai ionisasi membentuk ion positif. Ketika elektron kehilangan energinya (yang menyebabkan emisi foton), ia dapat berpindah ke kelopak fragmen dalam yang belum terisi penuh.

Tingkat energi valensi sesuai dengan takdir kuantum terdahulu (kaki langit
= 1, 2, 3, 4, 5, …) ataupun diberi segel alfabetis dengan huruf nan digunakan internal notasi seri-X (K, L, M, …).

Jumlah elektron valensi

[sunting
|
sunting sumber]

Jumlah elektron valensi suatu unsur bisa ditentukan berdasarkan golongan tabel periodik (kolom vertikal) di mana unsur tersebut dikategorikan. Selain golongan 3–12 (ferum transisi), unit digit nomor golongan menandakan jumlah elektron valensi yang terkait dengan elemen netral suatu zarah nan terdafatar n domestik ruangan tersebut.

Golongan tabel periodik Elektron valensi
Golongan 1 (I) (metal alkali) 1
Golongan 2 (II) (logam alkali persil) 2
Golongan 3-12 (ferum transisi) 3–12*
Golongan 13 (III) (golongan boron) 3
Golongan 14 (IV) (golongan karbon) 4
Golongan 15 (V) (pniktogen atau golongan nitrogen) 5
Golongan 16 (VI) (kalkogen atau golongan oksigen) 6
Golongan 17 (VII) (halogen) 7
Golongan 18 (VIII or 0) (asap mulia) 8**
Baca juga:   Arah Bola Smash Yang Baik Adalah

* Terdiri dari elektron ns dan (t-1)d. Sebagai alternatif, digunakan hitungan elektron d [en].

** Kecuali helium, yang belaka memiliki dua elektron valensi.

Konfigurasi elektron

[sunting
|
sunting sumur]

Elektron nan menentukan cara unsur bereaksi ilmu pisah merupakan nan mempunyai jarak umumnya paling jauh dari inti anasir; ialah, yang memiliki energi terbesar.

Bakal unsur golongan utama, elektron valensi didefinisikan umpama elektron-elektron yang berada pada pelupuk elektron dengan bilangan kuantum utama, n, tertinggi.[1]
Makanya sebab itu, jumlah elektron valensi yang dimiliki suatu atom, sederhananya, mengelepai pada konfigurasi elektronnya. Sebagai contoh, konfigurasi elektron fosforus (P) yakni 1s2
2s2
2p6
3s2
3p3
sehingga terwalak 5 elektron valensi (3s2
3p3), sesuai dengan valensi maksimum untuk P yaitu 5 seperti pada molekul PF5; konfigurasi ini jamak disingkat sebagai [Ne] 3s2
3p3, dengan [Ne] menunjukkan elektron penting yang konfigurasinya identik dengan gas mulia neon.

Namun, zarah transisi memiliki tingkat energi (t − 1)d
yang sebagian terisi, yaitu sangat dekat dengan energi tingkat
cakrawalas.[2]
Inkompatibel dengan unsur golongan terdahulu, elektron valensi bagi besi transisi didefinisikan sebagai elektron yang berada di asing konfigurasi inti gas mulia.[3]
Sehingga, secara publik elektron
d
pada metal transisi berperangai bak elektron valensi sungguhpun mereka tidak kreatif pada pelupuk valensi. Sebagai contoh, mangan (Mn) memiliki konfigurasi 1s2
2s2
2p6
3s2
3p6
4s2
3d5; yang disingkat [Ar] 4s2
3d5, dengan [Ar] menandakan konfigurasi inti nan identik dengan tabun indah argon. Dalam atom ini, elektron 3d punya energi nan mirip dengan elektron 4s, dan kian tinggi daripada elektron 3s atau 3p. Alhasil, terdapat 7 elektron valensi (4s2
3d5) nan barangkali di luar inti seperti argon; ini konsisten dengan fakta ilmu pisah bahwa mangan dapat memiliki tingkat oksidasi sebatas +7 (intern ion permanganat:
MnO

4

).

Semakin ke kanan dalam deret logam perubahan, semakin rendah energi elektronnya intern subkelopak d dan elektronnya semakin kurang bersifat sebagai elektron valensi. Oleh karena itu meskipun molekul nikel secara prinsip mempunyai sepuluh elektron valensi (4s2
3d8), keadaan oksidasinya bukan pernah lebih dari empat. Bikin seng, subkelopak 3d telah lengkap dan berperilaku sama dengan elektron inti.

Oleh karena sulit memperkirakan jumlah elektron valensi yang berpartisipasi nyata kerumahtanggaan reaksi kimia, konsep elektron valensi kurang bermanfaat untuk metal transisi daripada unsur golongan utama; hitungan elektron d adalah panduan alternatif privat memahami kimia logam pergantian.

Reaksi kimia

[sunting
|
sunting perigi]

Kuantitas elektron dalam pelupuk valensi terluar mengatur perilaku ikatannya. Makanya karena itu, zarah-unsur yang atomnya memiliki jumlah elektron valensi yang sederajat dikelompokkan bersama dalam tabulasi periodik unsur ilmu pisah. Sesuai aturan umum, unsur golongan penting (kecuali hidrogen dan helium) cenderung bereaksi untuk membentuk pelupuk tertutup, sesuai konfigurasi elektron s2p6. Kecenderungan ini disebut resan oktet, karena masing-masing zarah yang bersendi mempunyai delapan elektron valensi termasuk elektron yang digunakan bersama.

Baca juga:   Tabel 5.4 Penyebab Terjadinya Disintegrasi Nasional

Zarah logam yang minimal reaktif adalah logam alkali Golongan 1 (misalnya, natrium atau kalium); situasi ini karena unsur golongan ini hanya memiliki elektron valensi tunggal; sejauh pembentukan sangkutan ionik yang menyenggangkan energi ionisasi yang diperlukan, satu elektron valensi ini mudah sekali dilepaskan membentuk ion positif (kation) dengan kelopak terkatup (misalnya Na+
atau K+). Ferum alkali petak Golongan 2 (misalnya magnesium) invalid reaktif (dibandingkan logam alkali), karena masing-masing zarah harus kekurangan dua elektron valensi untuk membentuk kation dengan kelopak terlayang (misalnya Mg2+).

Dalam sendirisendiri golongan (kolom tabel periodik) ferum, semakin ke bawah reaktivitas semakin meningkat (dari zarah ringan ke unsur yang lebih jarang), karena unsur yang lebih selit belit memiliki kelopak elektron bertambah banyak daripada zarah yang kian ringan; elektron valensi unsur yang bertambah berat berada pada kodrat kuantum penting nan lebih jenjang (mereka selanjutnya dari nukleus, sehingga energi potensialnya sekali lagi kian janjang, yang bermanfaat kurang terikat kuat).

Partikel nonlogam mendekati untuk menyedot elektron valensi tambahan mudah-mudahan kelopak valensinya terisi penuh; hal ini bisa dicapai melalui salah suatu bersumber dua mandu berikut: Sebuah atom dapat berbagi elektron dengan anasir tetangganya (membentuk ikatan kovalen), maupun menjajarkan elektron mulai sejak atom lain (membentuk ikatan ionik). Atom nonlogam yang minimal perseptif adalah halogen (misalnya fluor (F) atau klorin (Cl)). Unsur semacam ini memiliki konfigurasi elektron s2p5; ini hanya memerlukan satu elektron valensi tambahan untuk membentuk kelopak tertutup. Untuk membentuk ikatan ionik, molekul halogen boleh menyeret elektron dari unsur lain membentuk satu anion (misalnya, F, Cl, dll.). Cak bagi menciptakan menjadikan asosiasi kovalen, satu elektron dari halogen dan satu elektron dari atom lain membentuk teman bersama (misalnya, n domestik unsur H–F, garis mewakili elektron valensi yang digunakan bersama, satu berasal H dan satu berasal F).

Dalam setiap golongan nonlogam, semakin ke pangkal (dari atom ringan ke partikel berat) dalam tabel periodik, reaktivitas semakin menurun karena elektron valensi mengalami peningkatan energi secara progresif sehingga kurang terikat kuat. Faktanya, oksigen (elemen paling ringan n domestik Golongan 16) adalah nonlogam minimal reaktif setelah fluorin, meskipun oksigen enggak tercantum halogen, karena kelopak valensi halogen berada sreg kodrat kuantum utama yang lebih strata.

Dalam kasus keteter ini di mana aturan oktet dipatuhi, valensi satu zarah sebagai halnya total elektron yang diperoleh, hilang, maupun digunakan bersama bagi membentuk oktet yang stabil. Saja, banyak juga molekul yang menyimpang semenjak aturan oktet, sehingga valensinya tidak dapat didefinisikan dengan jelas.

Baca juga:   10 Contoh Soal Integral Tak Tentu

Konduktivitas listrik

[sunting
|
sunting sumber]

Elektron valensi lagi bertanggung jawab terhadap konduktivitas listrik suatu unsur; akibatnya, unsur dapat diklasifikasikan sebagai besi, nonlogam, atau semikonduktor (maupun metaloid).

Atom metal umumnya mempunyai daya hantar listrik yang tinggi momen fertil privat kejadian padat. Pada masing-masing deret diagram ajek, metal terdapat di sebelah kiri nonlogam, sehingga logam memiliki lebih kurang elektron valensi yang mungkin daripada nonlogam. Cuma, elektron valensi molekul logam memiliki energi ionisasi kecil, dan dalam kejadian padat elektron valensi ini relatif independen meninggalkan satu atom untuk berintegrasi dengan atom lain di dekatnya. Elektron “bebas” semacam ini bisa dipindahkan di dasar pengaruh medan elektrik, dan gerakannya mengandung sirkuit listrik; ia berkewajiban terhadap konduktivitas listrik logam. Tembaga, aluminium, selaka, dan emas adalah contoh konduktor yang baik.

Unsur nonlogam memiliki konduktivitas setrum minus; beliau bermain selaku isolator. Partikel demikian ini boleh dijumpai di arah kanan diagram perodik, dan n kepunyaan kelopak valensi sekurang-kurangnya setengah mumbung (terkecuali boron). Energi ionisasinya ki akbar; elektron tidak dapat menghindari atom dengan mudah ketika diberi perlakuan dengan wadah listrik, sehingga unsur semacam ini sangat kecil menghantarkan arus. Pola isolator atom padat adalah intan (suatu alotrop karbonium) dan belerang.

Senyawa padat yang mengandung logam dapat juga merupakan isolator jika elektron valensi anasir besi digunakan untuk membuat ikatan ionik. Misalnya, meskipun unsur natrium yaitu suatu besi, garam dapur padat adalah isolator, karena elektron valensi natrium ditransfer kepada klorin untuk membentuk ikatan ionik, sehingga elektron tidak boleh bergerak adil.

Semikonduktor memiliki konduktivitas listrik di antara ferum dan nonlogam; suatu semikonduktor juga berlainan mulai sejak logam dalam situasi konduktivitas semikonduktor yang meningkat seiring dengan pertambahan hawa. Partikel semikonduktor nan awam yakni silikon dan germanium, masing-masing atom n kepunyaan empat elektron valensi. Sifat semikonduktor boleh dijelaskan dengan baik menggunakan teori tali tap, bagaikan konsekuensi berusul kepincangan energi nan kecil antara pita valensi (yang mengandung elektron valensi sreg nol mutlak) dan reben konduksi (tujuan eksitasi elektron valensi karena energi termal).

Wacana

[sunting
|
sunting sendang]


  1. ^

    Petrucci R.H., Harwood W.S. and Herring F.G., General Chemistry (8th edn, Prentice-Hall 2002), p.339.

  2. ^

    THE Kiriman OF FILLING 3d AND 4s ORBITALS. chemguide.co.uk

  3. ^

    Miessler G.L. and Tarr, D.A., Inorganic Chemistry (2nd edn. Prentice-Hall 1999). p.48.

Pranala luar

[sunting
|
sunting sumber]

  • Francis, Eden. Valence Electrons Diarsipkan 2006-01-15 di Wayback Machine..



Pasangan Atom Berikut Yang Mempunyai Jumlah Elektron Valensi Sama Adalah

Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Elektron_valensi