Penulisan Nama Ilmiah Yang Benar Dibawah Ini Adalah

By | 13 Agustus 2022

Penulisan Nama Ilmiah Yang Benar Dibawah Ini Adalah.

Berpokok Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia nonblok

Carolus Linnaeus, insan yang mencetuskan tata tera Biologi.

Tata nama biologi
adalah kegiatan hidayah nama plong makhluk hidup di dalam taksonomi. Metode penamaan menggunakan Binomial Tata nama yang diciptakan oleh Carolus Linnaeus. Pemberian label harus ditentukan dengan benar bagi takson yang mutakadim ataupun harus diketahui.[1]
Nomenklatur biologi mutakadim mengalami perubahan berkali-kali semenjak cucu adam mencatat berbagai jenis organisme. Plinius dari masa Kerajaan Romawi telah menulis bilang nama tumbuhan dan hewan dalam ensiklopedia nan dibuatnya intern bahasa Latin. Sistem penamaan organisme lebih jauh burung laut menunggangi bahasa Latin dalam tradisi pencatatan Eropa. Setakat sekarang sukar dijumpai sistem penulisan nama organisme yang dipakai dalam tradisi Arab atau Tiongkok. Kemungkinan dalam tradisi ini penulisan nama menggunakan tanda setempat (nama lokal). Peristiwa berubah setelah kaidah penamaan yang bertambah sistematik diperkenalkan oleh Carolus Linnaeus maupun Carl von Linne yang disebut “Bapak Taksonomi” dalam buku yang ditulisnya,
Systema Naturae
(Sistematika Alamiah).

Tata nama binomial

[sunting
|
sunting mata air]

Tata nama binomial atau binomial tata nama ialah aturan penamaan konvensional bagi semua organisme (makhluk nyawa) yang terdiri berasal dua kata (binomial
berharga ‘dua merek’) dari sistem taksonomi (biologi), dengan mengambil nama genus (marga) dan merek keberagaman (jenis).

Cap yang dipakai adalah nama resmi yang diberikan dalam bahasa Latin atau bahasa lain yang dilatinkan. Aturan ini puas awalnya diterapkan untuk fungi, tanaman dan hewan maka dari itu penyusunnya (Carolus Linnaeus), sekadar kemudian segera diterapkan untuk bakteri pula. Sebutan yang disepakati untuk tera ini ialah ‘nama ilmiah’ (scientific name). Awam acap kali menyebutnya sebagai “nama latin” biarpun istilah ini tidak tepat sepenuhnya, karena sebagian lautan nama yang diberikan bukan istilah ceria dalam bahasa Latin melainkan merek nan diberikan oleh orang yang pertama kelihatannya menjatah pertelaan atau deskripsi (disebut deskriptor) silam dilatinkan ataupun berpokok bahasa Latin seorang. Carolus Linnaeus memintal eksploitasi bahasa Latin lakukan penamaan karena dari masa ke masa setakat ketika ini, bahasa Latin tidak mengalami perubahan maupun urut-urutan, melainkan tetap.

Pencadangan organisme kapan ini diatur dalam sejumlah konvensi:
Peraturan Dunia semesta bagi Tata Keunggulan Botani
(ICBN) untuk tumbuhan, beberapa alga, fungi, dan lumut kerak, serta sisa purba tumbuhan;
Kanun Jagat bagi Tata Keunggulan Zoologi
(ICZN) bagi hewan dan fosil sato; dan
Ordinansi Internasional bagi Manajemen Nama Prokariota
(ICNP). Aturan penamaan dalam biologi, khususnya pokok kayu, tidak perlu dikacaukan dengan aturan lain yang berlaku bagi tanaman budidaya (Peraturan Internasional buat Tata Nama Pokok kayu Budidaya, ICNCP).

Baca juga:   Soal Pas Kelas 1 Semester 1 2022

Kebiasaan penulisan

[sunting
|
sunting sumber]

  • Rasam penulisan intern tatanama binomial selalu menempatkan nama (“epitet” berpangkal
    epithet) genus di awal dan nama (“epitet”) varietas mengikutinya.

Contoh:

Panthera
tigris

;


Panthera

adalah nama genus, sedangkan

tigris

merupakan keterangan spesies.

  • Nama genus selalu diawali dengan leter kapital (aksara besar,
    uppercase) dan nama keterangan spesies Pelahap diawali dengan huruf sahih (huruf kecil,
    lowercase).[2]
  • Penulisan nama ini tak mengikuti tipografi yang menyertainya (artinya, suatu wacana yang semuanya menggunakan leter kapital/balok, misalnya pada titel suatu tulisan tangan, tidak menjadikan penulisan nama ilmiah menjadi huruf kapital semua) kecuali untuk hal-hal berikut:
    • Pada teks dengan fonem merembas (huruf latin), cap ilmiah ditulis dengan fonem miring (abjad kursif), dan sebaliknya. Acuan:
      Glycine soja,
      Pavo muticus. Mesti diperhatikan bahwa mandu penulisan ini ialah konvensi yang dolan saat ini sejak awal abad ke-20. Sebelumnya, seperti nan dilakukan pun oleh Carolus Linnaeus, nama atau epitet diversifikasi diawali dengan leter besar kalau diambil mulai sejak nama orang ataupun ajang.[2]
    • Pada teks tulisan tangan, nama ilmiah diberi garis bawah nan terpisah untuk cap genus dan keterangan tipe.
  • Nama paradigma (kerjakan fauna) atau akronim (untuk tumbuhan) pecah hamba allah yang memberi nama (autoritas) boleh diberikan di belakang cap jenis, dan ditulis dengan abc remang (latin) ataupun tanpa garis bawah (jikalau tulisan tangan). Jika suatu spesies digolongkan dalam genus yang berbeda dari yang bermain sekarang, tera autoritas ditulis dalam tanda kurung. Komplet:
    Glycine max
    Merr.,
    Passer domesticus
    (Linnaeus, 1758) — nan terakhir semula dimasukkan privat genus
    Fringilla, sehingga diberi tanda kurung (parentesis). Lihat pula jabaran di bawah.
  • Sreg penulisan teks yang menyertakan stempel mahajana/trivial, nama ilmiah biasanya menyusul dan diletakkan dalam tanda kurung.
Contoh pada suatu kop: “Pengujian Sendi Tahan Kedelai (Glycine max
Merr.) Terhadap Beberapa Tingkat Salinitas”. (Penjelasan: Merr. yakni abreviasi dari autoritas (privat contoh ini E.D. Merrill) yang hasil karyanya diakui untuk mendeskripsi
Glycine max. Nama
Glycine max
dimuat dalam judul karena ada jenis tidak,
Glycine soja, yang juga disebut kacang.).
  • Nama ilmiah ditulis konseptual apabila disebutkan pertama kali. Pelafalan selanjutnya sepan dengan mencekit lambang bunyi mulanya tera genus dan diberi titik lalu stempel variasi secara acuan. Contoh: “Tanaman dengan rente terbesar dapat ditemukan di hutan-alas Bengkulu, yang dikenal ibarat padma raksasa (Rafflesia arnoldii). Di Pulau Jawa ditemukan kembali kerabatnya, yang dikenal sebagai
    R. patma, dengan ukuran anakan yang lebih kecil”.
Sebutan
E. coli
atau
T. rex
berasal pecah konvensi ini.
  • Singkatan “sp.” (dalam zoologi) maupun “spec.” (botani) digunakan jika nama spesies lain dapat ataupun lain perlu dijelaskan. Singkatan “spp.” (dalam ilmu hewan dan botani) merupakan bentuk jamak. Contoh:
    Canis
    sp., signifikan satu jenis berpangkal genus
    Canis
    (beruk);
    Adiantum
    spp., berarti jenis-jenis
    Adiantum
    (kemboja jepang).
  • Pelahap dikacaukan dengan singkatan sebelumnya adalah singkatan “ssp.” (zoologi) atau “subsp.” (botani) yang menunjukkan subspesies yang belum diidentifikasi. Kependekan ini berjasa “subspesies”, dan bentuk jamaknya “sspp.” atau “subspp.”
  • Singkatan “cf.” (dari
    confer) dipakai sekiranya identifikasi segel belum pasti. Contoh:
    Corvus
    cf.
    splendens
    berarti “sejenis burung mirip dengan gagak (Corvus splendens) namun belum dipastikan sebagaimana keberagaman ini”.
  • Singkatan-singkatan yang tidak termasuk dalam nama Latin keberagaman, sama dengan “sp.”, “ssp.”, jenama autoritas (eksemplar: “Cocos nucifera
    L.”: L di sini merupakan abreviasi dari Linnaeus, doang namanya enggak merupakan bagian dari nama Latin nan diberikan), dan sebagainya lain perlu ditulis secara italik alias digarisbawahi.[3]
  • Pengemukaan fungi mengimak pencalonan tumbuhan.
  • Tatanama binomial dikenal pula sebagai “Sistem Klasifikasi Binomial”.[4]
Baca juga:   Musik Eropa Bermula Dari Seni Musik Bangsa

Pengucapan autoritas

[sunting
|
sunting sumber]

Kerumahtanggaan tulisan tangan-naskah ilmiah, paling tidak salah satu cap spesies (biasanya pada pelafalan permulaan kali atau puas wadah utama) diikuti oleh “autoritas” – suatu cara penulisan cak bagi nama basyar yang pertama barangkali mempublikasikan deskripsi yang dianggap meyakinkan (diakui) akan halnya macam tersebut. Cara penulisan ini memiliki perbedaan di antara bidang zoologi dan botani (termasuk mikologi). Nama autor ditulis di belakang logo takson. ICZN mengatur penulisan nama autor di meres zoologi dalam bentuk cap akhir (nama keluarga) diikuti oleh rontok (bisa hanya tahun) publikasi. Di bidang ilmu tumbuh-tumbuhan, ICBN menggunakan abreviasi nama (yang terdaftar) dan mengabaikan tanggal (hal ini adv amat kontak digunakan lagi di bidang zoologi).

Apabila nama sediakala diganti, misalnya karena keberagaman dipindahkan ke genus yang enggak, kedua sistem nomenklatur menggunakan tanda kurung (parentesis) yang menjepit autor awalnya. Sempurna:

  • (tumbuhan)
    Amaranthus retroflexus
    L. – “L.” adalah singkatan normal untuk “Linnaeus”.
  • (pokok kayu)
    Hyacinthoides italica
    (L.) Rothm. – Linnaeus pertama kali menamakan tumbuhan ini laksana
    Scilla italica; belakangan Rothmaler memindahkannya ke genus
    Hyacinthoides.
  • (binatang)
    Passer domesticus
    (Linnaeus, 1758) – jenama asli diberikan maka itu Linnaeus umpama
    Fringilla domestica; tidak begitu juga ICBN, ICZN tak memerlukan penulisan logo orang nan memindahkan nama spesies ke genus lainnya (dalam arketipe ini, ke genus
    Passer).

Tatanama trinomial

[sunting
|
sunting sumur]

Penamaan biologi dapat diperluas hingga tingkat di bawah spesies (subspesies). Kerumahtanggaan ilmu hewan penamaan ini disebut “trinomen” sedangkan di meres botani pencalonan ini disebut “trinomial”.

Tatanama pohon

[sunting
|
sunting perigi]

  • Unsur terdahulu yang menjadi ruang spektrum Taksonomi Tumbuhan adalah kata (identifikasi), karunia keunggulan dan penggolongan ataupun klasifikasi.
  • Qanun tentang karunia nama ilmiah terbiasa diciptakan seharusnya ada kesamaan kognisi di antara ahli-ahli Botani di seluruh dunia tentang segala apa yang dimaksud.
  • Nama ilmiah ialah tera-nama dalam bahasa Latin atau bahasa yang diperlakukan bagaikan bahasa Latin tanpa memperhatikan dari bahasa mana asalnya.
  • Setiap makhluk tumbuhan termasuk dalam sejumlah taksa yang tahapan tingkatnya berurutan.
  • Tingkat varietas (species) yaitu dasar dari seluruh takson nan ada.
  • Nama-cap takson di atas tingkat tungkai (familia) diambil dari ciri spesial yang dolan kerjakan semua warga dengan akhiran yang farik menurut tingkatnya.
  • Label suku (familia) merupakan satu kata aturan nan diperlakukan sebagai kata benda berbentuk jamak. Nama tersebut diambil berbunga nama riuk satu marga nan termasuk n domestik kaki tadi ditambah dengan akhiran -aceae.
  • Nama marga yakni prolog benda berbentuk mufrad atau suatu kata yang diperlakukan demikian. Prolog ini dapat diambil bermula sendang mana pula, dan dapat disusun dalam cara sembarang.
  • Nama ilmiah cak bagi diversifikasi harus bersifat ganda, artinya terdiri atas dua suku pengenalan yang berbentuk mufrad yang diperlakukan sebagai bahasa Latin.
  • Jenama takson tingkat kaki ke sumber akar diikuti stempel anak adam nan memberikan nama ilmiah intern bentuk singkatan.
Baca juga:   Buatlah Tabel Frekuensi Dari Data Diatas

Referensi

[sunting
|
sunting sendang]


  1. ^


    Susilawati dan Bachtiar, Tepi langit. (2018).
    Ilmu hayat Dasar Terintegrasi
    (PDF). Pekanbaru: Reka cipta Edukasi. hlm. 97. ISBN 978-602-6879-99-8.




  2. ^


    a




    b




    Fitriyani, Eka (2017-01-01).
    New Edition Big Book IPA SMP Kelas VII, VIII & IX. Jakarta: Cmedia. hlm. 203–204. ISBN 978-602-6992-75-8.





  3. ^


    Nair, P. K. Ramachandran; Nair, Vimala D. (2014).
    Scientific Writing and Communication in Agriculture and Natural Resources
    (dalam bahasa Inggris). Springer International Publishing. hlm. 39. doi:10.1007/978-3-319-03101-9. ISBN 9783319031019. LCCN 2013953625. OCLC 881314963.





  4. ^


    Lapage, S. P.; Sneath, P. H. A.; Lessel, E. F.; Skerman, V. B. D.; Seeliger, H. P. R.; Clark, W. A. (1992).
    Rules of Nomenclature with Recommendations
    (dalam bahasa Inggris). ASM Press.




Lihat pula

[sunting
|
sunting mata air]

  • Klasifikasi ilmiah
  • Tatanama trinomial
  • Taksonomi
  • Varietas

Pranala luar

[sunting
|
sunting mata air]

  • (Inggris)
    Naskah elektronik aturan penamaan botani dari ICBN (Vienna Code, 2005)
  • (Inggris)
    Tulisan tangan elektronik rasam pencalonan ilmu hewan bermula ICZN Diarsipkan 2007-09-28 di Wayback Machine.
  • (Inggris)
    Situs web Dewan Internasional Sistematika Prokariota, bagan yang menata tatanama Prokariota



Penulisan Nama Ilmiah Yang Benar Dibawah Ini Adalah

Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Tata_nama_biologi