Perbaikilah Penulisan Kata Kata Serapan Di Bawah Ini

By | 11 Agustus 2022

Perbaikilah Penulisan Kata Kata Serapan Di Bawah Ini.

Segala itu pembukaan serapan dan bagaimana cara penulisan unsur serapan yang benar? Yuk simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Bahasa merupakan pelecok satu bagian penting bagi kehidupan hamba allah. Situasi ini karena bahasa berfungsi seumpama alat komunikasi antarmanusia. Dengan bahasa, seseorang dapat bersosialisasi dengan umum ataupun bani adam lainnya, seperti bertukar pikiran dan pengalaman.


Sejatinya, bahasa selalu berkembang maju seiring dengan jalan pemikiran individu. Begitu juga dengan bahasa Indonesia yang berkembangan seiring dengan perkembangan zaman. Perkembangan bahasa Indonesia biasanya disebabkan maka dari itu gabungan budaya jagat rat sehingga pengaruh bahasa bukan dapat masuk ke bahasa Indonesia.

Beralaskan sejarah, bahasa Indonesia sebenarnya berasal dari bahasa Jawi. Namun, akibat dari kontak budaya dengan bangsa lainnya, bahasa Indonesia banyak menyerap alas kata-kata dari bahasa lain. Kerumahtanggaan bahasa Indoensia, kata yang terbimbing sebagai hasil pecah penyerapan dari bahasa bukan disebut lagi perkenalan awal serapan.

Mengenal Apa Itu Kata Serapan Bahasa Indonesia

Penulisan unsur serapan yang benar dan contoh kata serapan
(freepik.com)

Pengertian Pembukaan Serapan dan Fungsinya

Menurut Kamus Segara Bahasa Indonesia, kata serapan adalah kata yang berasal terbit bahasa asing alias bahasa daerah yang diserap ke internal bahasa Indonesia. Bakal kata absah, proses penyerapan pengenalan ini harus sesuai dengan prinsip yang berlaku dalam bahasa Indonesia. Provisional lakukan perkenalan awal enggak sahih, proses pengisapan kata ini biasanya bukan memperhatikan prinsip yang berlaku.

Selain penyerapan kata, privat bahasa Indonesia sekali lagi berlaku penghirupan Imbuhan, baik berupa afiks, prefiks, dan akhiran. Kurnia dari penyerapan alas kata dan afiks, yaitu lakukan memperkaya kosa perkenalan awal yang terletak dalam bahasa Indonesia. Kejadian ini karena bahasa Indonesia bersifat dinamis dan ternganga.

Syarat-Syarat Penyerapan

Berlandaskan buku Pedoman Umum Pembentukan Istilah, proses penyerapan satu kata ke dalam bahasa Indonesia boleh dilakukan jika menunaikan janji pelecok suatu syarat berikut:

  1. Istilah serapan yang dipilih memiliki konotasi yang kian sesuai.
  2. Istilah serapan yang dipilih bertambah singkat dibandingkan tafsiran bahasa Indonesianya.
  3. Istilah serapan yang dipilih bisa memudahkan tercapainya kesepakatan jika istilah Indonesianya punya banyak sekali sinonim.
Jasa Proofreading Dokumen

Proses penyerapan tersebut bisa dilakukan tanpa pengubahan, bisa juga dilakukan dengan pengubahan berupa penyesuaian ejaan dan/maupun lafal.

Meski lebih jelas, berikut beberapa arketipe istilah serapan yang dianjurkan:

Istilah Asing Istilah Indonesia yang dipetuakan Istilah Indonesia yang tidak dianjurkan
Marathon Maraton Lari jarak jauh
Decibel Desibel Ketengan ukuran kekerasan suara
Oxygen Oksigen Zat asam

Baca pun: Apa Itu Kata ganti dan Contohnya

Spesies-Jenis Kata Serapan

Beralaskan proses penyerapannya, terwalak catur varietas pembukaan serapan nan berlaku di dalam bahasa Indonesia.

Introduksi Serapan Adopsi

Adopsi adalah penyerapan kosa perkenalan awal asing ke privat bahasa Indonesia tanpa mengubah ejaan, pengucapan, dan penulisan.

Eksemplar kata serapan adopsi adalah sebagai berikut:

  • Data, mulai sejak berasal bahasa Inggris
    data.
  • Film, berbunga dari bahasa Inggris
    gambar hidup.
  • Poin, berasal dari bahasa Sanskerta
    ponten.
  • Aneka, berpangkal terbit bahasa Sanskerta
    aneka.
  • Bola, berasal terbit bahasa Portugis
    bola.
  • Rekening, berpunca bermula bahasa Belanda
    rekening.

Kata Serapan Adaptasi

Adaptasi adalah proses penyerapan kosa kata luar ke intern bahasa Indonesia dengan perubahan sesuai kaidah bahasa Indonesia. Pergantian tersebut dapat positif perubahan ejaan, artikulasi, ataupun penulisannya.

Paradigma kata serapan adaptasi adalah sebagai berikut:

  • Bisnis, berasal dari bahasa Inggris
    business.
  • Aktor, berasal dari bahasa Inggris
    actor.
  • Baca, berasal dari bahasa Sanskerta
    vaca.
  • Bahasa, berasal berpangkal bahasa Sanskerta
    bhāṣa.
  • Mentega, berasal dari bahasa Portugis
    manteiga.
  • Dosen, dari dari bahasa Belanda
    docent.

Kata Serapan Terjemahan

Terjemahan merupakan proses penyedotan kosa kata asing dengan kaidah mengambil konsep dasar dari bahasa aslinya lalu diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Keberagaman kata serapan ini disebut lagi kata serapan pungutan. Konseptual perkenalan awal serapan parafrase ataupun retribusi ialah andai berikut:

  • Uji coba, berasal dari bahasa Inggris
    try out.
  • Unduh, bersumber dari bahasa Inggris
    download.
  • Onderdil, berasal berpokok bahasa Inggris
    spare part.

Alas kata Serapan Kreasi

Penghirupan kosa pengenalan dengan prinsip kreasi mirip dengan cara terjemahan. Perbedaan keduanya ialah introduksi serapan yang dihasilkan dari prinsip kreasi tidak dituntut untuk setara bentuknya dengan kata asalnya. Misalnya jika kata asalnya berjumlah satu pembukaan, prolog serapannya mungkin berjumlah dua kata. Contoh alas kata serapan kreasi adalah sebagai berikut:

  • Berhasil kebaikan, berasal dari bahasa Inggris
    effective.
  • Daring (internal jaringan), mulai sejak dari bahasa Inggris
    online.
  • Luring (asing jaringan), berasal dari bahasa Inggris
    offline.

Baca juga: Jenis-Variasi Kata Berimbuhan dan Contohnya

Kata Serapan dari Bahasa Asing

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa bahasa Indonesia sebenarnya berasal berusul bahasa Melayu. Dalam perkembangannya, bahasa Melayu ini telah menyerap unsur-unsur pecah bahasa asing sebelum diresmikan ke dalam bahasa Indonesia. Dilansir mulai sejak berbagai mata air, bahasa yang banyak diserap ke dalam bahasa Melayu atau bahasa Indonesia yakni bahasa Sanskerta, bahasa Arab, bahasa Belanda, bahasa Inggris, bahasa Cina, bahasa Parsi, bahasa Tamil, bahasa Hindi, dan bahasa Portugis.

Baca juga:   Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Disambut Oleh Masyarakat Dengan

Penulisan unsur serapan yang benar dan contoh kata serapan
(freepik.com)

Kata Serapan dari Bahasa Sanskerta

Dapat dibilang, bahasa Sanskerta yaitu bahasa yang paling kecil berpengaruh intern kronologi bahasa Melayu. Bahasa ini merupakan bahasa tertua yang unsur-unsurnya banyak diserap ke dalam bahasa Melayu. Menurut berbagai sumber, proses penyerapan bahasa Sanskerta ke privat bahasa Jawi (Indonesia) terjadi saat nasion Jawi kontak dengan orang Hindu nan menggunakan bahasa Sanskerta sebagai kendaraan penyerantaan agama Hindu dan Budha di Nusantara.

Penulisan Zarah Serapan dari Bahasa Sanskerta

Ada sejumlah prinsip penulisan kata serapan nan berpangkal bermula bahasa Sanskerta. Berikut adalah beberapa prinsip penulisan kata serapan dari bahasa Sanskerta yang dilansir dari beberapa sumur.

1. Vokal Pangkat

Kata-pengenalan berpokok bahasa sanskerta yang mempunyai vokal panjang diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi vokal pendek. Hal ini karena di n domestik bahasa Indonesia tak ada vokal panjang.

Contoh kata serapan dari bahasa sanskerta nan mengandung vokal Panjang adalah sebagai berikut.

  • Mūḍha diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi cukup umur.
  • Nāma diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi nama.

2. Huruf ç

Kata-prolog semenjak bahasa sanskerta yang mengandung abjad ç diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi huruf s.

Paradigma pengenalan serapan berbunga bahasa Sanskerta yang mengandung huruf ç merupakan laksana berikut.

  • Çabda diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi sabda.
  • Çastra diserap ke kerumahtanggaan bahasa Indonesia menjadi sastra.

Imbuhan Serapan dari Bahasa Sanskerta

Selain kata serapan, ternyata cak semau unsur serapan lainnya yang diserap dari bahasa Sanskerta ke n domestik bahasa Indonesia, adalah imbuhan. Afiks atau afiks yang diserap bermula bahasa Sanskerta adalah andai berikut.

Prefiks a-

Langkah ataupun prefiks a- yang diserap bersumber bahasa sanskerta ini mengandung makna tidak. Hipotetis imbuhan serapan a- terdapat pada kata lacur yang berarti tidak n kepunyaan moral.

Prefiks tuna-

Menurut Eddy (1989,30) prefiks tuna- sebenarnya tidak teragendakan prefiks asli karena perkenalan awal tuna bisa berdiri seorang laksana morfem bebas. Namun dalam bahasa Indonesia, penggunaan introduksi tuna selalu dilekatkan dengan prolog dasar, sehingga kata ini berfungsi andai prefiks atau anju. Prefiks tuna- mengandung makna tidak bisa. Contoh imbuhan serapan tuna- terdapat sreg kata tunaaksara yang berjasa tidak bisa membaca dan menulis.

Sufiks -man

Akhiran atau sufiks -man berfungsi laksana penggubah pengenalan nominal. Sufiks -man mengandung makna hamba allah nan ahli atau turunan yang memiliki. Sempurna afiks serapan -man terdapat pada perkenalan awal seniman nan berarti orang yang pandai dibidang seni.

Akhiran -wan dan -wati

Fungsi dari sufiks -wan dan -wati setolok seperti sufiks -man, yaitu sebagai pembentuk kata nominal. Sufiks -wan berusul dari bahasa Sanskerta -van. Sufiks -wan untuk menunjukkan alas kata-kata yang maskulin. Sementara sufiks -wati berasal berpunca bahasa Sanskerta -vati. Akhiran -wati digunakan bagi menunjukkan kata-kata yang feminim. Sufiks -wan mengandung makna orang nan ahli atau hamba allah yang memiliki. Cermin imbuhan serapan -wan terdapat plong kata miliuner yang berarti orang yang memiiki banyak harta.

Kata Serapan berasal Bahasa Arab

Bahasa luar kedua nan banyak diserap ke dalam bahasa Indonesia adalah bahasa Arab. Dilansir bermula sejumlah mata air, bahasa Arab start dibawa ke Nusantara oleh saudagar Persia, Arab, dan India yang menjadi penyebar agama Islam. Proses penyerapan bahasa Arab ke dalam bahasa Melayu start terjadi ketika banyak prabu-raja di Nusantara memeluk agama Islam.

Baca juga:   Secara Default Dalam Lembar Kerja Ms Excel Akan Menampilkan

Penulisan Unsur Serapan dari Bahasa Arab

Berikut beberapa kaidah penulisan alas kata serapan terbit bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia menurut Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia.


1. Lambang bunyi ‘ain (ع) pada awal suku pengenalan

Kata yang mengandung huruf ‘netra (ع) lega awal kaki perkenalan awal, diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi a, i, atau u.

Contoh kata serapan dari bahasa Arab nan mengandung fonem ‘ain (ع) lega awal kaki kata adalah sebagai berikut.

  • ‘ilm (علم) diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi ilmu.
  • ‘ālam (عالم) diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi bendera.

2. Huruf ‘indra penglihatan (ع) plong awal suku prolog

Kata yang mengandung huruf ‘ain (ع) pada intiha tungkai kata, diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi k.

Contoh kata serapan bersumber bahasa Arab yang mengandung huruf ‘indra penglihatan (ع) di akhir suku kata adalah sebagai berikut

  • Ma’na (معنى) diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi makna.
  • Ni’mat (نعمة) diserap ke kerumahtanggaan bahasa Indonesia menjadi nikmat.

3. Fonem hamzah (ء) yang diikuti vokal

Pembukaan yang mengandung hamzah (ء) nan diikuti vokal, diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi huruf a, i, maupun u.

Sempurna introduksi serapan semenjak bahasa Arab yang mengandung huruf hamzah (ء) yang diikuti vokal adalah umpama berikut.

  • ‘Iimān (إيمان) diserap ke n domestik bahasa Indonesia menjadi iman.
  • Mas‘alah (مسألة) diserap ke kerumahtanggaan bahasa Indonesia menjadi ki aib.

4. Huruf hamzah (ء) di akhir kaki perkenalan awal

Kata yang mengandung hamzah (ء) di akhir kaki pembukaan, kecuali wasalam, diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi leter k. Provisional kata nan mengandung abc hamzah (ء) di introduksi dihilangkan.

Contoh perkenalan awal serapan dari bahasa Arab yang mengandung huruf hamzah (ء) yang di penutup suku kata dan di akhir prolog adalah sebagai berikut.

  • thulatha‘ (ثلاثاء)diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi selasa.
  • Mu‘min (مؤمن) diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi mukminat.

5. Huruf kho (خ)

Kata nan mengandung leter kho (خ) diserap ke privat bahasa Indonesia menjadi huruh kh.

Contoh introduksi serapan berasal bahasa Arab nan mengandung aksara kho (خ) adalah laksana berikut.

  • Makhluq (مخلوق) diserap ke privat bahasa Indonesia menjadi Individu.
  • Tarikh (تاريخ) diserap ke privat bahasa Indonesia menjadi tarikh.

6. Aksara qaf (ق)

Introduksi yang mengandung leter qaf (ق) diserap ke n domestik bahasa Indonesia menjadi huruh k.

Contoh perkenalan awal serapan dari bahasa Arab nan mengandung huruf qaf (ق) ialah seumpama berikut.

  • Yaqin (يقين) diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi yakin.
  • Maqsud (مقصود) diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi maksud.

7. Lambang bunyi syin (ش)

Kata yang mengandung leter syin (ش) diserap kedalam bahasa Indonesia menjadi huruf sy.

Contoh kata serapan dari bahasa Arab yang mengandung huruf (ش) adalah sebagai berikut.

  • Musyāwarah (مشاورة) diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi musyawarah.
  • Isyārah (إشارة) diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi pertanda.

8. Huruf dzal (ذ)

Pembukaan yang mengandung huruf dzal (ذ) diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi z.

Arketipe kata serapan dari bahasa Arab yang mengandung huruf (ذ) adalah ibarat berikut.

  • Ustādz (أستاذ) diserap ke dalam bahasa Indenesia menjadi ustaz.
  • Idzin (الإذن) diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi absolusi.

9. Huruf za’ (ز)

Kata yang mengandung huruf za’ (ز) diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi z.

Arketipe kata serapan dari bahasa Arab yang mengandung huruf (ز) adalah sebagai berikut.

  • Zamān (زمان) diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi zaman.
  • Ziyārah (زيارة) diserap ke kerumahtanggaan bahasa Indonesia menjadi ziarah.

Afiks Serapan bermula bahasa Arab

Zarah serapan lainnya dari bahasa Arab adalah afiks positif akhiran -i, -wi, dan -iah. Ketiga sufiks ini mempunyai arti yang hampir selevel, yaitu mempunyai resan. Akhiran -i terpatok pada pembukaan yang diakhiri dengan konsonan. Contoh prolog nan mengandung sufiks -i adalah alami yang berarti berwatak alam. Sementara akhiran -wi terpatok plong prolog yang diakhiri dengan hufur vokal. Sempurna kata yang mengandung sufiks wi adalah duniawi yang n kepunyaan khasiat bersifat bumi.

Perkenalan awal Serapan berasal Bahasa Portugis

Bahasa asing ketiga yang diserap ke intern bahasa Indonesia yaitu bahasa Portugis. Bahasa ini mulai dikenalkan di Nusantara ketika bangsa Portugis menduduki Malaka plong masa 1511. Menurut beberapa sumber, bahasa Portugis mulai menjadi bahasa perhubungan antaretnis puas abad ke-17. Pada hari itulah mulai terjadi banyak penyerapan bahasa Portugis ke kerumahtanggaan bahasa Melayu.

Contoh Kata Serapan bersumber Bahasa Portugis adalah perumpamaan berikut.

  • Bola diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi bola.
  • Dança diserap ke internal bahasa Indonesia menjadi dansa.
  • Janela diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi aliran udara.
  • Aries diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kenap.
  • Dawat diserap ke privat bahasa Indonesia menjadi tinta.
  • Manteiga diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi mentega.
  • Igreja diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi katedral.
  • Queijo diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi keju.
Baca juga:   Jika Terjadi Pindah Bola Maka Pemain Akan Bergeser Ke Arah

Alas kata Serapan dari Bahasa Belanda

Bahasa Belanda mulai dikenal sejak bangsa Belanda mendatangi Nusantara pada awal abad ke 17. Seperti yang tercatat intern rekaman bahwa Belanda adalah negara penjajah terlama yang menduduki Nusantara dari musim 1602-1942. Bangsa Belanda merupakan sumber utama kerjakan kabilah pergerakan dalam menimba hobatan. Maka bersumber itu, banyak gagasan-gagasan kemandirian yang mengacu kepada bahasa Belanda. Kata-perkenalan awal dari bahasa Belanda nan minimum banyak diserap ke intern bahasa Indonesia adalah kata-kata yang berkaitan dengan administrasi dan tadbir.

Penulisan Unsur Serapan dari Bahasa Belanda

Berdasarkan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia, cak semau sejumlah prinsip penulisan dalam penyerapan bahasa Belanda ke kerumahtanggaan bahasa Indonesia.

1. Huruf aa

Introduksi yang mengandung huruf aa diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi a.

Contoh kata serapan mulai sejak bahasa Belanda yang mengandung huruf aa yakni sebagai berikut:

  • Oktaaf diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi oktaf.


2. Huruf ee

Kata nan mengandung lambang bunyi ee diserap ke internal bahasa Indonesia menjadi e.

Contoh kara serapan berbunga bahasa Belanda yang mengandung lambang bunyi ee adalah sebagai berikut.

  • stratosfeer diserap ke intern bahasa Indonesia menjadi stratosfer.
  • Systeem diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi sistem.


3. Huruf ie

Perkenalan awal yang mengandung leter ie diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi i.

Contoh kara serapan berpangkal bahasa Belanda yang mengandung leter oo adalah sebagai berikut.

  • Grafiek diserap ke intern bahasa Indonesia menjadi diagram.
  • Subsidie diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi subsidi.
  • Politiek diserap ke privat bahasa Indonesia menjadi ketatanegaraan.


4. Huruf oo

Kata yang mengandung huruf oo diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi o.

Contoh kara serapan berpangkal bahasa Belanda yang mengandung huruf oo merupakan andai berikut.

  • Kantoor diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi dinas.
  • Komfoor diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi anglo.

5. Abjad th

Perkenalan awal yang mengandung aksara th diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi tepi langit.

Sempurna kara serapan dari bahasa Belanda yang mengandung huruf oo yakni sebagai berikut.

  • Methode diserap ke kerumahtanggaan bahasa Indonesia menjadi metode.
  • Theocracy diserap ke internal bahasa Indonesia menjadi teokrasi.

Kata Serapan dari Bahasa Inggris

Bahasa Inggris mulai dikenal maka dari itu nasion kita sejak nasion Inggris mulai menduduki Nusantara, khususnya pulau Jawa, pada periode 1811. Proses penyerapan kosa perkenalan awal bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia, berangkat terjadi mulai sejak masa penjajahan hingga masa setelah kemerdekaan. Plong periode setelah kemerdekaan, kata serapan dari bahasa Inggris ke intern bahasa Indonesia terjadi melalui hubungan internasional. Hal ini karena bahasa Inggris adalah bahasa sejagat yang paling banyak digunakan oleh manusia hingga ketika ini.

Contoh Kata Serapan dari Bahasa Inggris adalah sebagai berikut.

  • Cosmetic diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kosmetik.
  • Participation diserap ke privat bahasa Indonesia menjadi kooperasi.
  • Cartoon diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kartun.
  • Boss diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi bos.

Baca juga: Mandu Penulisan Kata Sapaan nan Benar

Kata Serapan dari Bahasa Area

Selain penghirupan bahasa Asing, bahasa Indonesia lagi banyak diserap mulai sejak bahasa provinsi. Peristiwa ini karena bangsa Indonesia memiliki beraneka ragam tungkai, bahasa, dan budaya.

Dilansir berpunca situs formal Awak Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Bahasa daerah yang paling banyak diserap ke kerumahtanggaan bahasa Indonesia adalah bahasa Jawa, Minangkabau, dan Sunda.

Faktor yang mempengaruhi banyaknya kosa alas kata bahasa area yang diserap ke dalam bahasa Indonesia adalah:

  • Besaran penutur bahasa negeri.
  • Frekuensi penggunaan kosakata bahasa daerah oleh motor awam, penyalin, dan wartawan di alat angkut massa.
  • ketersediaan konsep hijau intern glosari bahasa daerah yang tidak dimiliki maka dari itu bahasa Indonesia.

Acuan Kata Serapan berbunga Bahasa Jawa:

  • Ampuh
  • Sejati
  • Rumit

Eksemplar Introduksi Serapan dari Bahasa Minangkabau:

  • Acuh
  • Gigih
  • Melebar

Hipotetis Kata Serapan dari Bahasa Sunda:

  • Gempa bumi
  • Meriang
  • Mending

Demikian penjelasan tentang kata serapan tiba berusul pengertian hingga pendirian penulisan kata serapan. Berpunca penjelasan di atas kita tahu bahwa aturan penulisan kata serapan berbeda-beda tergantung berpangkal asal bahasanya. Penulisan perkenalan awal serapan ini berguna diperhatikan saat menulis tulisan formal seperti jurnal ilmiah maupun skripsi. Selain penulisan kata serapan yang benar, kita sekali lagi teradat mencamkan ejaan, tata bahasa, dan ilmu mantik karangan momen takhlik tulisan formal. Jika kamu masih bingung dengan ejaan, penyelenggaraan bahasa, dan logika tulisanmu, kamu dapat menggunakan jasaproofreading
Xerpihan.

Perbaikilah Penulisan Kata Kata Serapan Di Bawah Ini

Source: https://xerpihan.id/blog/1246/apa-itu-kata-serapan-berikut-jenis-penulisan-dan-contoh-kata-serapan/