Perbedaan Fob Shipping Point Dan Fob Destination

By | 13 Agustus 2022

Perbedaan Fob Shipping Point Dan Fob Destination.

Terdapat pihak-pihak yang berkujut dalam transaksi pembelian dan penjualan barang dagang. Pihak-pihak nan terlibat tersebut dapat mengajukan syarat-syarat yang sebelumnya telah disepakati bersama antara kedua belah pihak.

Tentang syarat nan sudah disepakati antara penjual dan pembeli itu umumnya adalah adapun syarat penyerahan barang intern hal ini pengiriman, maupun syarat pembayaran barang atau pelunasan transaksi.

Nah, pada kesempatan kali ini akuntanonline.com akan membincangkan akan halnya syarat-syarat n domestik penyerahan barang dagang. Adapun syarat-sayat penyerahan itu adalah sebagai berikut :


Pengertian FOB atau Free on Board Shipping Point

Pengertian  FOB Shipping Point merupakan bahwa biaya angkut maupun ongkos kirim barang dagang dari gudang penjual memusat pakus pembeli menjadi barang bawaan jawab bermula sendiri penawar dagangan tersebut. Sehingga kepemilikan barang telah menjadi nasib baik pembeli meskipun barang masih berada ditempat penjual.

Manakala terjadi sebuah pembelian barang berpangkal penjual dan seandainya barang tersebut masih ada privat pengembaraan menuju ke wadah peminta, maka komoditas yang sedang dalam perjalanan tersebut yaitu barang kepunyaan pelelang.

Meskipun kapan tutup kiat plong siklus akuntansi pihak pembeli,
barang tersebut belum diterima, maka komoditas tersebut harus dicatat intern  akun persediaan atau mutakadim masuk umpama persediaan.


Pengertian FOB ataupun Free on Board Destination Point

Kebalikan dari FOB Shipping Point, takdirnya pada FOB Shipping Point ongkos kirim menjadi anak bini si pembeli, maka pada FOB Destination Ongkos kirim maupun biaya angkut menjadi tanggungjawab si penjual barang membahu tersebut.

Sehingga kepemilikan barang menjadi peruntungan  peminta manakala barang tersebut sudah lalu diterima maka itu si pembeli.

Apabila terjadi pembelian barang dagang, dan ternyata komoditas tersebut masih dalam perjalanan ke arena si remedi, maka barang tersebut masih milik si penjual.

Baca juga:   Gambar Matahari Dalam Lambang Ipm Artinya

Ini menjadi sebuah gubahan berfaedah dalam pencatatan akuntansi nya, karena sekiranya pron bila pengunci hari buku produk tersebut belum diterima, maka skor barang tersebut tidak boleh dimasukkan dalam catatan akuntansi misal persediaan barang oleh perusahaan pembeli pada neraca akhir hari.


Cost, Insurance, and Freight atau CIF

Ialah pihak penjual yang mengaku semua biaya pengiriman dagangan dan premi asuransi ketakberuntungan atas barang tersebut.


Cost, Insurance, and Freight Inclusive Commission atau CIFIC

Merupakan pihak  penjual bagaikan pengidap atas seluruh biaya pengapalan barang, premi asuransi kerugian paradigma dengan keluarga biaya komisi atas produk tersebut.


Syarat Pembayaran Barang Dagang

Adapun dalam perjanjian menggandar barang jual beli terwalak sejumlah syarat penyerahan, syarat-syarat tersebut antara lain adalah sebagai berikut :


  • Tunai atau Kontan

Pembayaran tunai atau sekaligus yakni pembayaran yang berlangsung saat terjadinya transaksi. Baik pembayaran tersebut melalui cek atau giro bilyet maupun secara langsung ataupun dengan uang tunai.

  • Neto/30 atau n/30

Harapan dari n/30 ini ialah bahwa penyerahan harus dilakukan minimum lambat 30 perian setelah terjadinya transaksi akad jual beli produk bisnis.

  • n/EOM atau End of Month

artinya pemasukan minimal lambat merupakan akhir bulan saat terjadinya transaksi.

  • kaki langit/10 EOM

punya arti penyerahan harus dilakukan paling lambat 10 masa setelah akhir bulan.

  • 2/10, n/30

Pamrih berpunca 2/10, n/30 ini adalah apabila penyerahan yang dilakukan oleh perunding dilakukan abnormal atau sama dengan 10 waktu setelah rontok terjadinya transaksi, maka obat mendapatkan potongan sebesar 2% dan jangka waktu kredit selama 30 hari.

Sekian penjelasan dari akuntanonline.com mengenai
“syarat pembayaran dan penyerahan barang kulak”, mudah-mudahan berharga dan menambah wawasan para pembaca sekalian.

Baca juga:   Bentuk Konkret Dari Sanksi Positif Adalah

Dan terimakasih karena telah berkunjung ^^.

Kunjungi artikel lainnya:

  • Denotasi Pasar Uang serta Instrumen terbit Pasar Komisi
  • Kamil dan Karakteristik Firma Dagang
  • Pengertian Kebutuhan Primer, Sekunder, dan Tersier
  • Konotasi, Kelebihan dan Kekurangan Joint Venture

Perbedaan Fob Shipping Point Dan Fob Destination

Source: https://akuntanonline.com/pengertian-dan-perbedaan-fob-shipping-point-dan-fob-destination/