Pernyataan Yang Salah Tentang Pencernaan Lemak Adalah

By | 11 Agustus 2022

Pernyataan Yang Salah Tentang Pencernaan Lemak Adalah.

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia independen

Struktur ilmu pisah lakukan trimiristin, seikhwan trigliserida.

Jaringan lemak yang terdapat dalam fisik.

Lemak
(bahasa Inggris:

fat
) merujuk pada sekelompok besar molekul-molekul alam nan terdiri atas molekul-elemen karbon, hidrogen, dan oksigen menutupi asam lemak, malam, sterol, nutrisi-zat makanan nan larut di dalam sedap (contohnya A, D, E, dan K), monogliserida, digliserida, fosfolipid, glikolipid, terpenoid (termasuk di dalamnya getah dan steroid) dan lain-lain.

Lemak
secara tunggal menjadi sebutan bagi petro hewani pada suhu ruang, lepas pecah wujudnya yang padat maupun cair, yang terdapat pada jaringan tubuh yang disebut adiposa.

Pada jaringan adiposa, sel lemak mengeluarkan hormon leptin dan resistin yang berperan dalam sistem kekebalan, hormon sitokina yang berperan kerumahtanggaan komunikasi antar sel. Hormon sitokina yang dihasilkan maka dari itu jaringan adiposa secara khusus disebut hormon adipokina, antara lain kemerin, interleukin-6,
plasminogen activator inhibitor-1,
retinol binding zat putih telur 4
(RBP4),
tumor necrosis factor-alpha
(TNFα), visfatin, dan hormon metabolik seperti adiponektin dan hormon adipokinetik (Akh).

Adat dan Ciri ciri

[sunting
|
sunting sumur]

Karena struktur molekulnya yang kaya akan rantai unsur karbonium(-CH2-CH2-CH2-)maka lemak mempunyai adat hydrophob. Ini menjadi alasan nan mengklarifikasi sulitnya lemak untuk larut di internal air. Lemak boleh sagu betawi hanya di cair yang non polar ataupun organik seperti: eter, Chloroform, ataupun benzol

Fungsi

[sunting
|
sunting sumber]

Secara umum bisa dikatakan bahwa eco memenuhi manfaat pangkal bagi manusia, yaitu:[1]

  1. Menjadi cadangan energi dalam bagan tangsi lemak. 1 gram mak-nyus menghasilkan 39.06 kjoule atau 9,3 kcal.
  2. Eco mempunyai fungsi seluler dan komponen struktural pada membran sel nan berkaitan dengan karbohidrat dan protein demi menjalankan aliran air, ion dan zarah enggak, keluar dan masuk ke dalam sel.
  3. Menopang fungsi senyawa organik sebagai penghantar sinyal, seperti pada prostaglandin dan steroid hormon dan glandula empedu.
  4. Menjadi suspensi bagi nutrisi A, D, E dan K nan bermakna kerjakan proses biologis
  5. Berfungsi sebagai penahan goncangan demi melindungi organ vital dan mereservasi bodi dari temperatur luar yang kurang bersekutu.

Lemak juga merupakan sarana sirkulasi energi di n domestik tubuh dan komponen utama yang membentuk membran semua keberagaman kerangkeng.

Membran

[sunting
|
sunting mata air]

Kamp eukariotik disekat-galah menjadi organel afiliasi-membran yang melaksanakan kurnia biologis yang berbeda-beda. Gliserofosfolipid adalah komponen struktural terdahulu pecah membran biologis, misalnya membran plasma seluler dan membran organel intraselular; di dalam sel-terungku hewani membran plasma secara bodi memisahkan suku cadang intraselular dari mileu ekstraselular. Gliserofosfolipid yaitu molekul amfipatik (mengandung wilayah hidrofobik dan hidrofilik) yang mengandung inti gliserol yang terkait dengan dua “ekor” turunan asam sedap oleh koalisi-susunan ester dan ke suatu gugus “kepala” oleh satu kontak ester fosfat. Sementara gliserofosfolipid ialah komponen utama membran biologis, onderdil lipid non-gliserida lainnya seperti sfingomielin dan sterol (terutama kolesterol di kerumahtanggaan membran sel hewani) juga ditemukan di intern membran biologis.[2]
Di dalam tumbuhan dan alga, galaktosildiasilgliserol,[3]
dan sulfokinovosildiasilgliserol,[4]
yang kekurangan gugus fosfat, adalah komponen penting dari membran kloroplas dan organel yang gandeng dan merupakan lipid yang minimum meluap di kerumahtanggaan jaringan fotosintesis, termasuk pokok kayu strata, alga, dan bakteri tertentu.

Dwilapis sudah lalu ditemukan lakukan memamerkan tingkat-tingkat janjang dari keterbiasan ganda nan dapat digunakan lakukan menanyai derajat keterurutan (atau kekacauan) di n domestik dwilapis menggunakan teknik seperti interferometri polarisasi ganda.

Stok energi

[sunting
|
sunting sumber]

Triasilgliserol, tersimpan di kerumahtanggaan jaringan adiposa, adalah kerangka utama dari cadangan energi di raga satwa. Adiposit, atau sel legit, dirancang bagi senyawa dan pemecahan bersinambung dari triasilgliserol, dengan pemecahan terutama dikendalikan makanya aktivasi enzim yang peka-hormon, lipase.[5]
Oksidasi lengkap cemberut nikmat menyerahkan materi yang tingkatan kalori, nyana-terka 9 kkal/g, dibandingkan dengan 4 kkal/g untuk pemecahan karbohidrat dan protein. Burung pehijrah yang harus terbang puas jarak jauh minus bersantap menggunakan cadangan energi triasilgliserol bagi membahanbakari pengembaraan mereka.[6]

Pensinyalan

[sunting
|
sunting sumur]

Di beberapa hari keladak, bukti telah mengemuka menunjukkan bahwa pensinyalan lipid adalah bagian signifikan dari pensinyalan rumah tahanan.[7]
Pensinyalan lipid dapat muncul melalui aktivasi reseptor protein G bersanding ataupun reseptor nuklir, dan anggota-anggota beberapa kategori lipid yang berbeda sudah dikenali sebagai atom-atom pensinyalan dan sistem kurir kedua.[8]
Semua ini menutupi sfingosina-1-fosfat, sfingolipid yang diturunkan dari seramida merupakan partikel kurir potensial yang terlibat di dalam kontrol pergerakan kalsium,[9]
pertumbuhan sel, dan apoptosis;[10]
diasilgliserol (DAG) dan fosfatidilinositol fosfat (PIPs), nan berkujut di dalam mobilisasi zat putih telur kinase C nan dimediasi kalsium;[11]
prostaglandin, yang merupakan satu spesies asam lezat nan diturunkan dari eikosanoid nan berkujut di dalam radang and keimunan;[12]
hormon steroid begitu juga estrogen, testosteron, dan kortisol, yang memodulasi maslahat reproduksi, metabolisme, dan tekanan darah; dan oksisterol seperti 25-hidroksi-kolesterol yakni agonis reseptor X hati.[13]

Fungsi lainnya

[sunting
|
sunting sumber]

Gizi-vitamin nan “larut di n domestik enak” (A, D, E, dan K1) – yang merupakan lipid berbasis isoprena – vitamin esensial nan tersimpan di kerumahtanggaan jaringan lemak dan hati, dengan rentang fungsi yang berlainan-beda. Asil-karnitina berkujut di kerumahtanggaan pengangkutan dan metabolisme bersut mak-nyus di dalam dan di asing mitokondria, di mana mereka mengalami oksidasi beta.[14]
Poliprenol dan individu terfosforilasi pun memainkan peran pengapalan nan penting, di n domestik kasus ini pengangkutan oligosakarida melalui membran. Kurnia gula fosfat poliprenol dan sukrosa difosfat poliprenol di kerumahtanggaan reaksi glikosilasi ekstra-sitoplasmik, di privat biosintesis polisakarida ekstraselular (misalnya, polimerisasi peptidoglikan di n domestik bibit penyakit), dan di dalam protein eukariotik N-glikosilasi.[15]
[16]
Kardiolipin adalah sub-kelas bawah gliserofosfolipid yang mengandung catur rantai asil dan tiga gugus gliserol nan terhidang melimpah khususnya plong membran mitokondria adegan dalam.[17]
Mereka diyakini mengaktivasi enzim-enzim yang terlibat dengan fosforilasi oksidatif.[18]

Baca juga:   Berikut Unsur Dasar Seni Rupa Kecuali

Metabolisme

[sunting
|
sunting perigi]

Legit yang menjadi makanan bagi khalayak dan hewan lain yaitu trigliserida, sterol, dan fosfolipid membran yang ada pada hewan dan pohon. Proses metabolisme lipid menyintesis dan mengurangi cadangan lipid dan menghasilkan karakteristik lipid fungsional dan struktural sreg jaringan individu.

Biosintesis

[sunting
|
sunting mata air]

Karena nada laju asupan karbohidrat yang cukup pangkat bagi makhluk hidup dan keraton mirip hanoman, maka asupan tersebut harus segera diselesaikan oleh jasad, menjadi energi maupun disimpan sebagai glikogen. Asupan yang baik terjadi pada saat energi nan terkandung kerumahtanggaan karbohidrat setara dengan energi nan diperlukan oleh tubuh, dan lalu sulit cak bagi menggapai keseimbangan ini. Ketika asupan karbohidrat menjadi berlebih, maka kelebihan itu akan diubah menjadi gurih. Metabolisme yang terjadi dimulai dari:

  • Asupan karbohidrat, antara bukan berupa sakarida, fruktosa, galaktosa plong parit pencernaan diserap masuk ke dalam rotasi darah menjadi glukosa/sakarosa darah. Sentralisasi glukosa sreg plasma pembawaan diatur oleh tiga hormon, yakni glukagon, insulin dan adrenalin.
  • Insulin akan menaikkan lampias sirkulasi glukosa ke seluruh jaringan tubuh. Pada jaringan adiposa, adiposit akan mengubah glukosa menjadi glukosa 6-fosfat dan gliserol fosfat, sendirisendiri dengan uluran tangan suatu molekul ATP.
    • Jaringan adiposit ini yang belalah dikonsumsi kita bak lezat.
  • Glukosa 6-fosfat kemudian dikonversi oleh hati dan jaringan urat menjadi glikogen. Proses ini dikenal bak glikogenesis, internal kewenangan insulin.
    • Bilamana rasio glukosa kerumahtanggaan plasma darah ambruk, hormon glukagon dan adrenalin akan dikeluarkan kerjakan memulai proses glikogenolisis yang mengubah kembali glikogen menjadi glukosa.
  • Detik tubuh memerlukan energi, glukosa akan dikonversi melalui proses glikolisis untuk menjadi asam piruvat dan adenosin trifosfat.
  • Senderut piruvat kemudian dikonversi menjadi asetil-KoA, kemudian menjadi asam sitrat dan masuk ke privat siklus cemberut sitrat.
    • Bilamana otot berkontraksi, bersut piruvat enggak dikonversi menjadi asetil-KoA, melainkan menjadi bersut laktat. Setelah otot beristirahat, proses glukoneogenesis akan berlangsung guna mengkonversi asam laktat pun menjadi asam piruvat.

Temporer itu:

  • lemak yang terkandung di dalam bahan rahim juga dicerna dengan asam empedu menjadi misel.
  • Misel akan diproses oleh enzim lipase nan disekresi pankreas menjadi bersut lemak, gliserol, kemudian ikut melangkaui terali membran intestin.
  • Setelah melewati dinding perut muda, asam lemak dan gliserol ditangkap maka itu kilomikron dan disimpan di kerumahtanggaan vesikel. Pada vesikel ini terjadi reaksi esterifikasi dan alterasi menjadi lipoprotein. Kemustajaban eco darah, akan disimpan di dalam jaringan adiposa, sementara yang lain akan terkonversi menjadi trigliserida, HDL dan LDL. Mak-nyus bakat adalah sebuah istilah ambiguitas nan merujuk pada trigliserida sebagai lemak hasil proses pencernaan, sama seperti penggunaan istilah gula darah meskipun:
    • trigliserida terjadi karena proses ester di dalam vesikel kilomikron
    • lemak yang dihasilkan oleh proses pencernaan adalah plural jenis bersut lemak dan gliserol.
  • Ketika tubuh memerlukan energi, baik trigliserida, HDL dan LDL akan diurai internal sitoplasma melalui proses dehidrogenasi kembali menjadi gliserol dan asam lemak. Reaksi nan terjadi mirip seperti mana reaksi redoks atau reaksi Brønsted–Lowry; bersut + basa –> garam + air; dan kebalikannya garam + air –> asam + basa
    • Proses ini terjadi di lubuk hati dan disebut lipolisis. Beberapa hormon yang musuh dengan insulin disekresi pada proses ini mengarah ke dalam hati, antara lain:
      • Glukagon, sekresi berbunga glandula pankreas
      • ACTH, GH, sekresi dari kelenjar hipofisis
      • Adrenalin, sekresi berusul kelenjar adrenal
      • TH, sekresi semenjak kelenjar tiroid
    • Lemak di dalam darah yang berlebih akan disimpan di dalam jaringan adiposa.
  • Lebih jauh gliserol dikonversi menjadi dihidroksiaketon, kemudian menjadi dihidroksiaketon fosfat dan masuk ke n domestik proses glikolisis.
  • Sedangkan asam lemak akan dikonversi di dalam mitokondria dengan proses oksidasi, dengan uluran tangan asetil-KoA menjadi adenosin trifosfat, karbondioksida dan air.

Kejadian ini melibatkan sintesis asam nikmat pecah asetil-KoA dan esterifikasi senderut lezat plong ketika pembuatan triasilgliserol, suatu proses nan disebut lipogenesis atau sintesis asam lemak.[19]
Asam eco dibuat oleh sintasa asam lemak yang mempolimerisasi dan kemudian mereduksi satuan-eceran asetil-KoA. Rantai asil plong senderut gurih diperluas maka itu satu daur reaksi yang menambahkan gugus asetil, mereduksinya menjadi alkohol, mendehidrasinya menjadi gugus alkena dan kemudian mereduksinya kembali menjadi gugus alkana. Enzim-enzim biosintesis cemberut lemak dibagi ke kerumahtanggaan dua gugus, di dalam fauna dan fungi, semua reaksi sintasa asam lemak ini ditangani maka itu protein unik multifungsi,[20]
sedangkan di dalam tumbuhan, plastid dan bakteri meragamkan performa enzim masing-masing langkah di intern lintasannya.[21]
[22]
Asam lemak dapat diubah menjadi triasilgliserol yang tersalut di dalam lipoprotein dan disekresi dari hati.

Campuran cemberut enak tak jenuh mengikutsertakan reaksi desaturasa, di mana ikatan ganda diintroduksi ke dalam rantai asil sedap. Misalnya, lega hamba allah, desaturasi asam stearat oleh stearoil-KoA desaturasa-1 menghasilkan senderut oleat. Asam gurih tak jenuh ganda-dua (asam linoleat) juga asam lemak tak jenuh ganda-tiga (asam linolenat) tidak dapat disintesis di dalam jaringan mamalia, dan maka itu karena itu bersut nikmat esensial dan harus diperoleh berpangkal makanan.[23]

Baca juga:   Katun Adalah Bahan Tekstil Yang Diperoleh Dari Serat

Sintesis triasilgliserol terjadi di dalam retikulum endoplasma makanya pelintasan metabolisme di mana gugus asil di dalam asil lemak-Ceki dipindahkan ke gugus hidroksil dari gliserol-3-fosfat dan diasilgliserol.[24]

Terpena dan terpenoid, tercantum karotenoid, dibuat makanya perakitan dan modifikasi satuan-satuan isoprena yang disumbangkan semenjak prekursor reaktif isopentenil pirofosfat dan dimetilalil pirofosfat.[25]
Prekursor ini bisa dibuat dengan cara nan farik-beda. Pada binatang dan archaea, pelintasan mevalonat menghasilkan senyawa ini semenjak asetil-Ceki,[26]
sedangkan plong tanaman dan bakteri lintasan non-mevalonat menggunakan piruvat dan gliseraldehida 3-fosfat sebagai substratnya.[25]
[27]
Satu reaksi penting yang menunggangi penyokong isoprena aktif ini adalah biosintesis steroid. Di sini, runcitruncit-runcitruncit isoprena digabungkan cak bagi membuat skualena dan kemudian dilipat dan dibentuk menjadi sehimpunan cincin buat membentuk lanosterol.[28]
Lanosterol kemudian dapat diubah menjadi steroid, seperti mana kolesterol dan ergosterol.[28]
[29]

Keruntuhan

[sunting
|
sunting sumber]

Oksidasi beta ialah proses metabolisme di mana asam lemak dipecah di internal mitokondria dan/atau di dalam peroksisoma bikin menghasilkan asetil-Koa. Sebagian besar, asam lemak dioksidasi maka itu suatu mekanisme nan sama, tetapi tidak serupa dengan, oponen proses sintesis senderut lemak. Adalah, belahan berkarbon dua dihilangkan berturut-turut berpangkal ujung karboksil dari asam itu setelah langkah-persiapan dehidrogenasi, hidrasi, dan oksidasi kerjakan membentuk cemberut keto-beta, yang dipecah dengan tiolisis. Asetil-Kartu babi kemudian diubah menjadi Adenosina trifosfat, CO2, dan H2O menggunakan daur senderut sitrat dan rantai pengapalan elektron. Energi yang diperoleh dari oksidasi sempurna asam lemak palmitat adalah 106 ATP.[30]
Asam lemak rantai-ganjil dan tak jenuh memerlukan ancang enzimatik tambahan untuk degradasi.

Gizi dan kebugaran

[sunting
|
sunting sumber]

Sebagian besar lipid yang ditemukan di dalam makanan adalah berbentuk triasilgliserol, kolesterol dan fosfolipid. Bilangan rendah lemak makanan adalah terdepan kerjakan memfasilitasi penyerapan vitamin-zat makanan yang larut di privat mak-nyus (A, D, E, dan K) dan karotenoid.[31]
Manusia dan mamalia lainnya memerlukan rezeki untuk memenuhi kebutuhan bersut eco esensial tertentu, misalnya senderut linoleat (asam lemak omega-6) dan asam alfa-linolenat (sejenis senderut legit omega-3) karena mereka tidak boleh disintesis dari prekursor sederhana di kerumahtanggaan makanan.[23]
Kedua-dua bersut lemak ini memiliki 18 karbon per molekulnya, lemak majemuk enggak jenuh berbeda di dalam kuantitas dan kedudukan ikatan gandanya. Sebagian besar minyak nabati yakni kaya akan bersut linoleat (safflower, bunga matahari, dan jagung). Asam alfa-linolenat ditemukan di dalam patera hijau tumbuhan, dan di bilang biji-bijian, polong-pasaran, dan leguma (khususnya flax,
brassica napus, walnut, dan kedelai).[32]
Minyak ikan gemuk akan cemberut nikmat omega-3 berantai panjang asam eikosapentaenoat dan bersut dokosaheksaenoat.[33]
Banyak penelitian telah menunjukkan kekuatan kesehatan yang baik yang berhubungan dengan asupan cemberut lemak omega-3 pada jalan orok, tumor ganas, penyakit kardiovaskular (provokasi jantung), dan berbagai kebobrokan kejiwaan, seperti depresi, kelainan hiperaktif/kurang menyerang, dan demensia.[34]
[35]
Sebaliknya, kini dinyatakan bahwa asupan lemak trans, yaitu yang ada pada petro nabati yang dihidrogenasi sebagian, adalah faktor risiko kerjakan penyakit dalaman.[36]
[37]
[38]

Beberapa investigasi menunjukkan bahwa besaran asupan lemak yang dikonsumsi berbimbing dengan menaiknya risiko kegemukan[39]
[40]
and diabetes.[41]
[42]
akan Tetapi, penajaman lain yang cukup banyak, tertera
Women’s Health Initiative Dietary Modification Trial
(Percobaan Modifikasi Makanan Inisiatif Kesegaran Perempuan), sebuah pengkajian selama okta- periode terhadap 49.000 perempuan,
Nurses’ Health Study
(Pengkajian Kesehatan Dukun beranak dan
Health Professionals Follow-up Study
(Penggalian Tindak-lanjur Profesional Kebugaran), mengungkapkan ketiadaan hubungan itu.[43]
[44]
[45]
Kedua-dua pengkajian ini tidak menunjukkan adanya hubungan antara dari persentase kalori berasal mak-nyus dan risiko kanker, penyakit jantung, ataupun kebaikan bobot badan.
Nutrition Source, sebuah situs web yang dipelihara oleh Departemen Vitamin di Sekolah Kesehatan Masyarakat Harvard, mengikhtisarkan bukti-bukti terkini plong dampak lemak makanan: “Sebagian besar rincian penelitian yang dilakukan di Harvard ini menunjukkan bahwa total keseluruhan lemak di dalam kas dapur bukan berhubungan dengan bobot badan ataupun penyakit tertentu.”[46]

Wacana

[sunting
|
sunting sumber]


  1. ^


    (Inggris)
    “Lipids introduction”.
    Elmhurst College, Charles E. Ophardt
    . Diakses tanggal
    2010-02-22
    .





  2. ^

    Stryer
    et al., pp. 329–331

  3. ^

    Heinz E.(1996). Plant glycolipids: structure, isolation and analysis. in
    Advances in Lipid Methodology – 3, pp. 211–332 (ed. W.W. Christie, Oily Press, Dundee)

  4. ^

    Kesalahan pengambilan: Tag
    <ref>
    tidak sah; tak ditemukan teks bikin ref bernama
    pmid17599463

  5. ^


    Brasaemle DL (2007). “Thematic review series: adipocyte biology. The perilipin family of structural lipid droplet proteins: stabilization of lipid droplets and control of lipolysis”.
    J. Lipid Res.
    48
    (12): 2547–59. doi:10.1194/jlr.R700014-JLR200. PMID 17878492. Diarsipkan mulai sejak versi tulen rontok 2010-07-06. Diakses tanggal
    2010-03-03
    .





  6. ^

    Stryer
    et al., p. 619.

  7. ^


    Wang X. (2004). “Lipid signaling”.
    Current Opinions in Plant Biology.
    7
    (3): 329–36. doi:10.1016/j.pbi.2004.03.012. PMID 15134755.





  8. ^


    Eyster KM. (2007). “The membrane and lipids as terkonsolidasi participants in signal transduction”.
    Advances in Physiology Education.
    31: 5–16. doi:10.1152/advan.00088.2006. PMID 17327576.





  9. ^


    Hinkovska-Galcheva V, VanWay SM, Shanley TP, Kunkel RG. (2008). “The role of sphingosine-1-phosphate and ceramide-1-phosphate in calcium homeostasis”.
    Current Opinion in Investigational Drugs.
    9
    (11): 1192–205. PMID 18951299.





  10. ^


    Saddoughi SA, Song P, Ogretmen B. (2008). “Roles of bioactive sphingolipids in cancer biology and therapeutics”.
    Subcellular Biochemistry.
    49: 413–40. doi:10.1007/978-1-4020-8831-5_16. PMC2636716alt=Dapat diakses gratis
    . PMID 18751921.





  11. ^


    Klein C, Malviya AN. (2008). “Mechanism of nuclear calcium signaling by inositol 1,4,5-trisphosphate produced in the nucleus, nuclear located protein kinase C and cyclic AMP-dependent protein kinase”.
    Frontiers in Bioscience.
    13: 1206–26. doi:10.2741/2756. PMID 17981624.





  12. ^


    Boyce JA. (2008). “Eicosanoids in asthma, allergic inflammation, and host defense”.
    Current Molecular Medicine.
    8
    (5): 335–49. doi:10.2174/156652408785160989. PMID 18691060.





    [
    pranala nonaktif permanen
    ]



  13. ^


    Bełtowski J. (2008). “Liver X receptors (LXR) as therapeutic targets in dyslipidemia”.
    Cardiovascular Therapy.
    26
    (4): 297–316. doi:10.1111/j.1755-5922.2008.00062.x. PMID 19035881.





  14. ^


    Indiveri C, Tonazzi A, Palmieri F (1991). “Characterization of the unidirectional transport of carnitine catalyzed by the reconstituted carnitine carrier from rat liver mitochondria”.
    Biochim. Biophys. Acta.
    1069
    (1): 110–6. doi:10.1016/0005-2736(91)90110-Cakrawala. PMID 1932043.





  15. ^


    Parodi AJ, Leloir LF (1979). “The role of lipid intermediates in the glycosylation of proteins in the eucaryotic cell”.
    Biochim. Biophys. Acta.
    559
    (1): 1–37. doi:10.1016/0304-4157(79)90006-6. PMID 375981.





  16. ^


    Helenius A, Aebi M. (2001). “Intracellular functions of Falak-linked glycans”.
    Science.
    291: 2364–69. doi:10.1126/science.291.5512.2364. PMID 11269317.





  17. ^


    Gohil VM, Greenberg ML. (2009). “Mitochondrial membrane biogenesis: phospholipids and proteins go hand in hand”.
    Journal of Cell Biology.
    184
    (4): 469–72. doi:10.1083/jcb.200901127. PMID 19237595.





  18. ^


    Hoch FL. (1992). “Cardiolipins and biomembrane function”.
    Biochimica et Biophysica Acta.
    1113
    (1): 71–133. PMID 10206472.





  19. ^

    Stryer
    et al., p. 634.

  20. ^


    Chirala S, Duta S. (2004). “Structure and function of animal fatty acid synthase”.
    Lipids.
    39
    (11): 1045–53. doi:10.1007/s11745-004-1329-9. PMID 15726818.





  21. ^


    White S, Zheng J, Zhang Y. (2005). “The structural biology of type II fatty acid biosynthesis”.
    Annual Review of Biochemistry.
    74: 791–831. doi:10.1146/annurev.biochem.74.082803.133524. PMID 15952903.





  22. ^


    Ohlrogge J, Jaworski J. (1997). “Regulation of fatty acid synthesis”.
    Annual Review of Plant Physiology and Plant Molecular Biology.
    48: 109–136. doi:10.1146/annurev.arplant.48.1.109. PMID 15012259.




  23. ^


    a




    b



    Stryer
    et al., p. 643.

  24. ^

    Stryer
    et al., pp. 733–39.
  25. ^


    a




    b




    Kuzuyama T, Seto H. (2003). “Diversity of the biosynthesis of the isoprene units”.
    Natural Product Reports.
    20
    (2): 171–83. doi:10.1039/b109860h. PMID 12735695.





  26. ^


    Grochowski L, Xu H, White R. (2006). “Methanocaldococcus jannaschii
    uses a modified mevalonate pathway for biosynthesis of isopentenyl diphosphate”.
    Journal of Bacteriology.
    188
    (9): 3192–98. doi:10.1128/JB.188.9.3192-3198.2006. PMID 16621811.





  27. ^


    Lichtenthaler H. (1999). “The 1-Dideoxy-D-xylulose-5-phosmemelphate pathway of isoprenoid biosynthesis in plants”.
    Annual Review of Plant Physiology and Plant Molecular Biology.
    50: 47–65. doi:10.1146/annurev.arplant.50.1.47. PMID 15012203.




  28. ^


    a




    b




    Schroepfer G. (1981). “Sterol biosynthesis”.
    Annual Review of Biochemistry.
    50: 585–621. doi:10.1146/annurev.bi.50.070181.003101. PMID 7023367.





  29. ^


    Lees Ufuk, Skaggs B, Kirsch D, Bard M. (1995). “Cloning of the late genes in the ergosterol biosynthetic pathway of
    Saccharomyces cerevisiae—a review”.
    Lipids.
    30
    (3): 221–26. doi:10.1007/BF02537824. PMID 7791529.





  30. ^

    Stryer
    et al., pp. 625–26.

  31. ^

    Bhagavan, p. 903.

  32. ^


    Russo GL. (2009). “Dietary n-6 and n-3 polyunsaturated fatty acids: from biochemistry to clinical implications in cardiovascular prevention”.
    Biochemical Pharmacology.
    77
    (6): 937–46. doi:10.1016/j.bcp.2008.10.020. PMID 19022225.





  33. ^

    Bhagavan, p. 388.

  34. ^


    Riediger ND, Othman RA, Suh M, Moghadasian MH. (2009). “A systemic review of the roles of kaki langit-3 fatty acids in health and disease”.
    Journal of the American Dietetic Association.
    109
    (4): 668–79. doi:10.1016/j.jada.2008.12.022. PMID 19328262.





  35. ^


    Galli C, Risé P. (2009). “Fish consumption, omega 3 fatty acids and cardiovascular disease. The science and the clinical trials”.
    Nutrition and Health (Berkhamsted, Hertfordshire).
    20
    (1): 11–20. PMID 19326716.





  36. ^


    Micha R, Mozaffarian D. (2008). “Trans fatty acids: effects on cardiometabolic health and implications for policy”.
    Prostaglandins, Leukotrienes, and Essential Fatty Acids.
    79
    (3–5): 147–52. doi:10.1016/j.plefa.2008.09.008. PMID 18996687.





  37. ^


    Dalainas I, Ioannou HP. (2008). “The role of trans fatty acids in atherosclerosis, cardiovascular disease and infant development”.
    International Angiology: a Journal of the International Union of Angiology.
    27
    (2): 146–56. PMID 18427401.





  38. ^


    Mozaffarian D, Willett WC. (2007). “Trans fatty acids and cardiovascular risk: a unique cardiometabolic imprint?”.
    Current Atherosclerosis Reports.
    9
    (6): 486–93. doi:10.1007/s11883-007-0065-9. PMID 18377789.





  39. ^


    Astrup A, Dyerberg J, Selleck M, Stender S. (2008). “Nutrition transition and its relationship to the development of obesity and related chronic diseases”.
    Obesity Review. 9 Suppl 1: 48–52. doi:10.1111/j.1467-789X.2007.00438.x. PMID 18307699.





  40. ^


    Astrup A. (2005). “The role of dietary fat in obesity”.
    Seminars in Vascular Medicine.
    5
    (1): 40–47. doi:10.1055/s-2005-871740.





  41. ^


    Ma Y.; et al. (2006). “Low-carbohydrate and high-fat intake among adult patients with poorly controlled type 2 diabetes mellitus”.
    Nutrition.
    22: 1129–1136. doi:10.1016/j.nut.2006.08.006.





  42. ^


    Astrup A. (2008). “Dietary management of obesity”.
    JPEN Journal of Parenteral and Enteral Nutrition.
    32
    (5): 575–77. doi:10.1177/0148607108321707. PMID 18753397. Diakses sungkap
    2009-04-12
    .





  43. ^


    Beresford SA, Johnson KC, Ritenbaugh C; et al. (2006). “Low-fat dietary pattern and risk of colorectal cancer: the Women’s Health Initiative Randomized Controlled Dietary Modification Trial”.
    JAMA: the Journal of the American Medical Association.
    295
    (6): 643–54. doi:10.1001/jama.295.6.643. PMID 16467233.





  44. ^


    Howard BV, Manson JE, Stefanick ML; et al. (2006). “Low-fat dietary pattern and weight change adv lewat 7 years: the Women’s Health Initiative Dietary Modification Trial”.
    JAMA: the Journal of the American Medical Association.
    295
    (1): 39–49. doi:10.1001/jama.295.1.39. PMID 16391215.





    [
    pranala nonaktif permanen
    ]



  45. ^


    Howard BV, Van Horn L, Hsia J; et al. (2006). “Low-fat dietary pattern and risk of cardiovascular disease: the Women’s Health Initiative Randomized Controlled Dietary Modification Trial”.
    JAMA : the Journal of the American Medical Association.
    295
    (6): 655–66. doi:10.1001/jama.295.6.655. PMID 16467234.





  46. ^


    “Fats and Cholesterol: Out with the Bad, In with the Good – What Should You Eat? – The Nutrition Source – Harvard School of Public Health”. Diarsipkan dari varian tahir tanggal 2012-09-19. Diakses sungkap
    2009-05-12
    .




Lihat pula

[sunting
|
sunting sumur]

  • Patra
  • Lemak tetek
  • Roti lemak
Baca juga:   Suatu Topik Yang Dibahas Pada Suatu Teks Disebut



Pernyataan Yang Salah Tentang Pencernaan Lemak Adalah

Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Lemak