Pindah Silang Hanya Terjadi Pada Dua Gen Yang

By | 12 Agustus 2022

Pindah Silang Hanya Terjadi Pada Dua Gen Yang.



Maya



Praktikum nan dilakukan di Makmal Pendidikan Ilmu hayat ini bertujuan untuk memeragakan proses pindah cabang tunggal dan pindah cabang ganda, membentuk denah kromosom, serta menentukan koefisien koinsidens dan interferensi. Plong praktikum ini menggunakan bahan berupa plastisin, jeluang dan simulasi test-cross gen-gen tergoda. Pada percobaan sintetis kromosom menggunakan plastisin untuk pindah silang tunggal diperoleh hasil yaitu antara



lokus a pada kromosom 1 ganti menoleh dengan lokus A plong kromosom 3 yang menghasilkan rekombinasi gen. Sementara plong pindah cagak ganda memiliki rekombinasi gen yang jauh lebih besar dibandingkan sreg bermigrasi cagak solo. Kejadian ini disebabkan rekombinasi terbesar akan terdapat pada gen-gen yang mempunyai jarak nan jauh.
Bagi mengetahui kekerapan rekombinasi dilakukan pemetaan kromosom. Pemetaan kromosom merupakan skema sebuah kromosom nan dinyatakan sebagai garis lurus dimana diperlihatkan lokus setiap gen nan terwalak pada kromosom itu. Dari pembuatan peta kromosom tersebut dapat ditentukan frekuensi rekombinan. Dan berdasarkan hasil perhitungan diperoleh banyaknya pindah cagak ganda yaitu: KK =







= 187,24.




Kata Kunci:


Bermigrasi Cagak, Bermigrasi Simpang Tunggal, Pindah Silang Ganda, Pemetaan Kromosom, Rekombinasi Gen



PENDAHULUAN


Hukum kedua Mendel menyatakan bahwa bila dua


individu

memiliki dua pasang atau lebih sifat, maka diturunkannya sejodoh sifat secara bebas, tidak mengelepai pada padanan kebiasaan yang lain. Dengan kata tak,

alel

dengan

gen

sifat nan berbeda lain ganti memengaruhi. Hal ini menjelaskan bahwa gen yang menentukan tinggi pohon dengan warna bunga suatu tanaman, tidak saling memengaruhi. Hukum Mendel II


disimpulkan dari persimpangan dihibrid. Hukum ini juga dinamakan Hukum Penggabungan Independen (the mendelian law of independent assortment). Hukum II Mendel menyatakan bahwa pada waktu pembentukan gamet, alel-alel berbeda yang telah bersegregasi bebas (misal alel A memisah pecah a, serta alel B memisahkan diri dari b) akan bergabung secara bebas membentuk genotip dengan dengan kombinasi alel yang berlainan-beda.






Hukum Mendel II (Hukum Kebebasan Mendel = Prinsip berpasang-rival secara objektif), dimana:


a. Dalam keadaan pembentukan gamet, alela-alela mengadakan gayutan secara bebas sehingga asosiasi resan-sifat yang muncul kerumahtanggaan keturunannya beraneka ragam.


b. Berlaku untuk pembastaran dengan dua sifat tikai (dihibridisasi) maupun lebih, baik dominansi maupun intermediet



(Yatim,1986).



Tautan dapat terjadi pada kromosom tubuh maupun kromosom kelamin. Tautan pada kromosom raga disebut tautan autosomal atau tautan non-kelamin. Sedangkan tautan kelamin disebut kembali tautan sek
s.


Gen-gen yang mengalami tautan pada suatu kromosom bukan selalu sinkron pron bila pembentukan sel kelamin melangkahi pembelahan meiosis. Gen-gen yang tertaut tersebut dapat mengalami bermigrasi silang. Pindah silang (crossing over) adalah peristiwa pertukaran gen-gen suatu kromatid dengan gen-gen kromatid homolognya
(Suryo,2010).


Pindah silang (crossing over) adalah peristiwa penukaran segmen berusul kromatid-kromatid lain saudara pecah sepasang kromosom homolog. Keadaan pindah silang lampau umum terjadi kapan pembentukan gamet lega umumnya makhluk. Pindah cabang terjadi pada penghabisan profase I atau tadinya metafase I yang terjadi pada momen kromosom telah mengganda menjadi dua kromatid. Pindah silang umumnya terjadi pada kromatid-kromatid tengah ialah kromatid nomor dua dan tiga berpokok tetrad kromatid. Tetapi tidak menutup kebolehjadian adanya pindah silang pada kromatid-kromatid yang lain

(Campbell, 2004).

Baca juga:   Suatu Topik Yang Dibahas Pada Suatu Teks Disebut


Peristiwa pindah silang diikuti oleh patah dan melekatnya kromatid sreg waktu profase dalam pembelahan meiosis. Mengimbit simpang mengakibatkan rekombinasi sehingga dihasilkan kombinasi parental dan rekombinasi plong fenotipenya. Dalam menghitung presentase macam rekombinan di antara keturunan boleh digunakan unit peta, yaitu jarak antara gen-gen untuk menyatakan posisi relatifnya pada suatu kromosom. Kerjakan menentukan unit kar antara gen-gen, tambahan pula dulu dihitung skor pindah cagak (NPS) =  (jumlah varietas rekombinan / jumlah individu seluruhnya) x 100%


(Suryo,2010).


Persentase pindah simpang digunakan cak bagi melukiskan jarak antar gen nan saling memotong, dengan satuan matra
 unit peta.
Satu unit sekelas dengan 1% bermigrasi silang (rekombinan) dan menunjukan jarak linier antar 2 gen tersebut. Kekerapan pindah silang lewat ditentukan oleh jarak antar gen yakni kemungkinan terjadinya mengimbit cabang antar gen tersebut makin jauh. Jarak sentromer mempengaruhi pindah silang, demikian pula umur organisme (makin lanjut usia makin sedikit suhu, kian invalid atau lebih rendah 22oC), vitamin dan pengaruh zat kimia.

Tempat dimana gen berpunya dalam kromosom (loci) berada pada analog linier di benang kromatid.



Uji silang sering juga disebut sebagai persilangan tes, persimpangan pembuktian merupakan satu persilangan bakal mengetahui apakah satu individu itu homozigot ataukah heterozigot. Fenotip dari individu yang homozigot maupun nan heterozigot dominan berbunga satu gen yang berkepribadian dominan penuh merupakan selevel. Pada persilangan ini, maka individu yang akan diuji dikawinkan dengan individu yang telah jelas homozigot resesif
(


Hardjosubroto


, 1998).


Muller menegaskan bahwa suatu pindah silang yang terjadi pada satu
bekas karuan menghambat terjadinya pindah cabang bukan yang berdekatan. Inilah yang dinamakan interferensi. Bikin mencari besarnya interferensi harus dicari besarnya koefisien koinsidens (KK) lampau, merupakan perbandingan antara banyaknya pindah cabang ganda yang sesungguhnya dengan banyaknya bermigrasi silang ganda yang diharapkan
(


Elrod & Stansfield, 2002).




METODE


Praktikum ini dilaksanakan di Laboratorium Pendidikan Biologi FKIP Untan sreg copot 3 Desember 2012. Mengenai bahan yang digunakan kasatmata

plastisin, kertas dan simulasi
test-cross
gen-gen tergoda.


Permulaan-tama dibuat kromosom homolog dengan sister chromatid (tetrad) menggunakan plastisin. Seterusnya daluang bertuliskan A B C D E dan alelnya diletakkan pada plastisin seumpama simulasi letak gen secara random pada plastisin. Digambar dan diphoto hasil susunan gen nan terlatih. Adv amat dilakukan pindah cabang ganda, ialah segmen kromatid ditukarkan dengan segmen kromatid kromosom homolognya pada dua arena. Digambar dan diphoto hasil kawin gen-gen yunior nan terbentuk. Selanjutnya diperhatikan data simulasi computer hasil test-cross berikut:



Tabel Data simulasi computer hasil uji cabang (testcross)


No


Fenotip (gamet F1)


Jumlah


No


Fenotip (gamet F1)


Total


1


2


3


4


5


6


7


8


9


10


11


12


13


14


15


16


+++++


+B+++


++C++


+++D+


++++E


A++++


+B++E


+BC++


A+C++


++C+E


+B+D+


++CD+


A++D+


+++DE


A+++E


AB+++


116


35


11


26


24


4


8


4


34


1


9


1


2


108


1


15


17


18


19


20


21


22


23


24


25


26


27


28


29


30


31


32


+B+DE


+BC+E


A+C+E


+BCD+


A+CD+


AB+D+


++CDE


A++DE


AB++E


ABC++


+BCDE


A+CDE


AB+DE


Aksara+E


ABCD+


ABCDE


42


1


9


3


9


1


10


3


2


98


10


36


15


24


34


104

Baca juga:   Buah Apa Yang Membuat Kita Waspada


Lebih jauh di uji apakah setiap pasang gen (dua-dua) adil satu setolok enggak maupun tidak (terpaut). Kalau tidak bebas, dihitung koefisien rekombinasi dan jarak antara gen-gen tersebut. Kemudian digambar peta kromosomnya.


Bila terjadi pindah silang bikin dua kromosom nan berdempetan (tiga gen tukar terpaut), dihitung coincidence dan interference: apakah kedua pindah cabang tersebut bebas atau tidak (saling mempengaruhi: menekan/merangsang).



HASIL



Rangka 1. Kromosom homolog dan



sister chromatid (tetrad)











Tulangtulangan 2. Kromosom hasil pindah silang singularis


















Tulangtulangan 3. Kromosom hasil pindah simpang ganda








PEMBAHASAN


Dalam penurunan rasam tertentu (bermula tetua ke turunannya), kadang terjadi penyimpangan Hukum Mendel baik Hukum I Mendel
atau Hukum
II
Mendel. Hukum II Mendel atau

Hukum Penggabungan Bebas (The Mendelian Law Of Independent Assortment) menyatakan bahwa pada waktu pembentukan gamet, alel-alel berbeda yang telah bersegregasi bebas (misal alel A memisah terbit a, serta alel B memisah bermula b) akan bergabung secara netral membentuk genotip dengan dengan kombinasi alel yang farik-selisih.

Artinya bahwa bila dua

cucu adam

n kepunyaan dua pasang atau lebih kebiasaan, maka diturunkannya sepasang aturan secara bebas, tak mengelepai pada pasangan sifat yang bukan. Dengan pengenalan lain,

alel

dengan

gen

sifat nan berbeda lain saling memengaruhi. Hal ini mengklarifikasi bahwa gen yang menentukan tangga pokok kayu dengan warna rente suatu pohon, tidak ganti memengaruhi.


Digresi hukum Mendel bisa disebabkan maka dari itu tautan dan pindah silang. Hal ini disebabkan organisme memiliki jumlah gen lebih banyak tinimbang jumlah kromosom.

Selain itu, pengamatan Mendel pun lega kromosom yang berlainan sehingga terjadi segregasi secara bebas. Hanya, dalam peristiwa ini sekiranya sifat yang diamati puas kromosom yang sama (homolog) maka tidak akan terjadi rasio fenotip 9:3:3:1 pada F2 nya, artinya syariat pemisahan secara bebas tidak bertindak karena terjadi tautan. Tautan (linkage) adalah 2 gen yang terletak pada kromosom yang sama tidak bisa bersegregasi secara bebas dan merentang diturunkan bersama. Melampaui pengamatan fenotip, kita memaklumi suatu sifat terpaut yaitu dengan mengerjakan
test cross.


Selain karena tautan, penyimpangan Syariat Mendel juga terjadi karena pindah silang. Pindah simpang merupakan salah satu situasi dalam mantra genetika dimana kromosom tidak berhimpit dengan kromosom homolognya
(Yatim,1996).


Pindah cagak dibedakan menjadi dua yaitu:



1.




Pindah silang spesial ialah pindah cagak yang terjadi pada satu bekas. Dengan terjadinya pindah silang ini akan terdidik 4 macam gamet. Dua variasi gamet n kepunyaan gen-gen yang seperti mana gen-gen yang dimiliki emak (parental), sehingga dinamakan sel kelamin spesies parental. Dua gamet lainnya merupakan gamet-gamet plonco, yang terjadi akibat adanya pindah cagak. Sel kelamin-gamet ini dinamakan gamet rekombinasi. Sel kelamin diversifikasi parental dibentuk lebih banyak dibanding dengan tipe rekombinasi.



2.



Pindah silang ganda adalah pindah silang yang terjadi plong dua medan. Takdirnya pindah silang ganda (double crossing oper) berlangsung diantara dua buah gen nan terangkai, maka terjadinya pindah silang ganda ini tidak akan tampak internal fenotip, sebab gamet-gamet yang dibentuk hanya berasal jenis parental saja atau dari diversifikasi rekombinasi atau tipe parental dan varietas rekombinasi akibat pindah cabang eksklusif. Akan tetapi, misalkan diantara gen A dan B masih cak semau gen ketiga, misalnya gen C, maka terjadinya pindah silang ganda antara A dan B akan nampak
(Suryo,2010).

Baca juga:   Gerakan Non Blok Merupakan Bentuk Aksi Dari


Lakukan menentukan gen-gen yang terletak diantara gen lainnya yaitu dengan melakukan penjumlahan frekuensi rekombinasi. Rekombinasi terbesar akan terdapat pada gen-gen yang punya jarak yang jauh. Untuk mengetahui frekuensi rekombinasi dilakukan pemetaan kromosom. Pemetaan kromosom merupakan skema sebuah kromosom yang dinyatakan sebagai garis verbatim dimana diperlihatkan lokus setiap gen yang terletak lega kromosom itu. Berusul pembuatan peta kromosom tersebut boleh ditentukan kekerapan rekombinan.


Intrusi ialah suatu bermigrasi cabang yang terjadi lega suatu palagan tertentu menahan terjadinya pindah silang yang berdekatan. Bikin mencari besarnya interferensi, terlebih silam dicari koefisien koinsidens (KK), merupakan perbandingan antara banyaknya pindah simpang yang sepatutnya ada dengan banyaknya pindah silang ganda nan diharapkan. Setelah koefisien koinsidens didapat, maka koefisien interferensi dapat dihitung dengan menggunakan perhitungan 1-KK.


Pada praktikum ini menggunakan plastisin bagi dijadikan model kromosomnya. Hal ini dikarenakan sifat plastisin yang praktis buat dibentuk. Imitasi kromosom berasal plastisin ini nantinya ditempeli dengan potongan kertas bertuliskan A B C D E nan dimisalkan sebagai lokus lega kromosom.


Selanjutnya imitasi kromosom dipindahsilangkan dimana seperti yang tampak pada gambar 2, antara kromosom 1 dan kromosom 3, antara lokus a pada kromosom 1 tukar bertukar dengan lokus A pada kromosom 3. Peristiwa ini menghasilkan rekombinasi gen. Darurat peristiwa ini koteng disebut sebagai pindah simpang spesial.


Selanjutnya dilakukan bermigrasi silang ganda yang balasannya seperti pada gambar 3, dimana n kepunyaan rekombinasi gen nan jauh kian besar dibandingkan pada bermigrasi simpang tunggal.


Apabila proses bermigrasi silang telah radu, maka dilakukan pengukuran jarak antar gen yang suka-suka.


Bersendikan hasil perhitungan , diperoleh data berikut:


Jarak A – C = 234:800 x 100 = 29,25


Jarak A – B = 86:800×100 = 10,75


Jarak B – C = 124:800×100 = 15,50


Jarak B – D = 382:800×100 = 47,75


Jarak C – D = 178:800×100 = 22,25


Jarak C – E = 459:800×100 = 57,38


Jarak D – E = 155:800×100 = 19,38


Selanjutnya dibuat urutan gen berikut:







Dari percobaan yang dilakukan melalui perhitungan, diketahui pindah silang ganda yang sesungguhnya terjadi yaitu: 367/800 = 0,459. Pindah cagak ganda nan diharapkan yaitu:


0,19275 x 0,4775 x 0,2625 x 0,1015 = 0,00245. Makara banyaknya bermigrasi silang ganda yaitu : KK =





= 187,24



Inferensi


Berdasarkan hasil percobaan imitasi kromosom dengan menggunakan bahan faktual plastisin diperoleh hasil bakal pindah silang distingtif yaitu antara

lokus a pada kromosom 1 saling bertukar dengan lokus A pada kromosom 3 yang menghasilkan rekombinasi gen. Sementara sreg pindah cagak ganda memiliki rekombinasi gen nan jauh bertambah besar dibandingkan pada pindah silang spesial. Dan berdasarkan hasil perhitungan diperoleh banyaknya bermigrasi cabang ganda yaitu: KK =





= 187,24.



Bacaan


C
a
m
pbe
ll
NA,
dkk, 2004.
Biologi.
Edisang
Ke
lim
a.
Jilid
1
.

J
akar
n
a:
Er
l
a
ngg
a.


Elrod & Stansfield. 2002.
Schaum’s Outline Teori dan Soal-Soal Genetika. Jakarta: Erlangga.


Hardjosubroto, Wartomo. 1998. Pengantar Genetika Hewan. Yogyakarta: Fakultas Peternakan UGM.


Suryo. 2010.
Genetika bagi Strata1. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.


Yatim, Wildan. 1986. Genetika. Bandung: Transito.



http://summervina.blogspot.com/2013/04/laporan-genetika-melakukan-tiruan.html

Pindah Silang Hanya Terjadi Pada Dua Gen Yang

Source: https://salambiologi.blogspot.com/2014/02/pautan-dan-pindah-silang.html