Pokok Persoalan Yang Dibahas Dalam Ilmu Filsafat Adalah

By | 10 Agustus 2022

Pasca- sekian lama menghanyutkan diri dalam rutinitas kampus, akhirnya saya bisa kembali ngeblog. Beberapa musim yang lalu, seorang teman sempat meminta saya bakal menulis kata sandang tentang makulat ilmu. Permintaan ini sangatlah memberatkan bagi saya kerena bahasan filsafat ilmu sangatlah luas. Kalau kepingin dibahas secara detil, boleh jadi satu siasat.

Saat saya mengemukakan alasan di atas kepada padanan saya itu, bukannya memaklumi, ia apalagi memberi saran supaya saya lain membahasnya langsung. Katanya, “Bahas saja perlahan-lahan sedikit, artikel demi kata sandang!” Saya hanya bisa berbicara, “Seandainya saya lakukan itu, boleh-boleh saya tidak sarjana. Saya sudah lalu semester akhir ini bro!”

Oke, kita timbrung ke kerumahtanggaan bahasan yang sesungguhnya. Saya mohon teman-antitesis sudah mengarifi apa itu metafisika karena saya bukan akan membahasnya di sini. Takdirnya p versus-lawan belum adv pernah, silakan baca salah satu artikel saya yang meributkan tentang itu (klik di sini).

N domestik artikel ini, saya hanya akan membahas filsafat ilmu secara ringkas, seringkas boleh jadi. Artikel ini diperuntukkan bakal teman-teman yang belum memiliki gambaran mengenai filsafat ilmu dan berujud membeli kunci atau mengikuti kajian mengenai metafisika aji-aji. Beliau tahulah, seringkali buku-buku yang terserah di toko siasat terbungkus plastik sehingga kita harus membelinya tambahan pula dahulu kendati bisa membaca isinya.  Sudahlah, jika seseorang belum memiliki gambaran masyarakat akan halnya filsafat aji-aji terus membeli buku filsafat ilmu, sira bisa saja kecewa nantinya. Kekecewaan yang tidak hanya didasari oleh mandu katib intern memaparkan materi, melainkan pil yang dapat juga didasari oleh objek pembahasan yang enggak disukai.

Jika terserah bagian nan tidak adv pernah saya singgung intern artikel ini, saya mohon magfirah, cuma setakat di situlah pengetahuan saya. Walaupun saya hanya mengomongkan secara pendek, semata-mata saya tetap bertekad untuk membahasnya secara rinci di lain waktu—jikalau saya belum mati setelah batik kata sandang ini.

Baca juga:   Menutup Bidang Yang Luas Pada Proses Membatik Merupakan Fungsi Dari

Ini beliau kunci-pokok bahasan dalam metafisika ilmu:

i. Definisi Pengumuman

Situasi purwa yang burung laut di selidik n domestik filsafat aji-aji adalah definisi pengetahuan. Apakah pemberitahuan itu? Pengetahuan (knowledge) adalah takrif yang diperoleh makanya seseorang atau keramaian, terlepas sopan alias tidaknya laporan itu. Dalam keadaan ini, yang mencerna punya gambaran terhadap nan diketahui kerumahtanggaan dirinya sendiri.

Dalam filsafat ilmu, para filsuf telah menganalisis tipe-variasi pengetahuan yang bisa dimiliki oleh khalayak. Berikut ini adalah keberagaman-jenis pengetahuan:

  1. Embaran Seremonial (mutual sense)
  2. Takrif Hobatan (science)
  3. Pengetahuan Filsafat
  4. Pengetahuan Agama

two. Definisi Guna-guna

Tentu semata-mata intern filsafat guna-guna akan dibahas definisi ilmu. Dalam Encyclopedia Americana (1972) dikatakan bahwa ilmu adalah mualamat nan bersifat positif dan sistematis. Carles Siregar abnormal unik dalam mendefinisikan ilmu. Sira berkata, “Ilmu adalah proses yang takhlik pengetahuan.”

Jadi, segala itu aji-aji? Ilmu adalah pengetahuan yang telah dikaji dan diuji sedemikian sehingga pengetahuan itu bersifat sistematis dan dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.

3. Hakikat Pengetahuan

Para pemikir berbeda pendapat tentang hakikat takrif. Ada dua tanggap nan adv amat bertolak pantat dalam menjelaskan hakikat siaran yaitu Naturalisme dan Idealisme. Masing-masing berpunca dua paham ini memiliki banyak simpatisan. Sejak dahulu sampai masa ini, perdebatan antara filsuf yang berpaham Naturalisme dan Idealisme tidak pernah selesai.

Dalam Realisme, pengetahuan pada hakikatnya yakni paparan objektif dari pataka nyata (realitas). N domestik Idealisme, pengetahuan pada hakikanya adalah proses-proses mental atau proses kognitif terhadap pemberitaan-deklarasi dari bendera riil. Kaprikornus, dalam Idealisme, pengetahuan merupakan gambaran subjektif terhadap bendera riil.

3. Sendang Pengetahuan

Filsuf memang jarang sekali sependapat. Mereka kembali farik pendapat akan halnya sumber pengetahuan. Terdapat beberapa pendapat akan halnya hal ini, yaitu:

  1. Empirisme : Pengetahuan diperoleh berpangkal pengalaman idrawi.
  2. Rasionalisme : Pengetahuan diperoleh berpunca penalaran akal.
  3. Dorongan hati : Amanat diperoleh secara mendadak (sekonyong-konyong) tanpa diketahui dari mana sumbernya.
  4. Ramalan : Maklumat diperoleh dari Tuhan melangkahi firman yang diturunkan kepada nabi-Nya.
Baca juga:   Isi Kandungan Surah Al Kahfi Ayat 29

Khusus untuk orang-orang nan mengklaim bahwa intuisi dan/maupun wahyu adalah sumber makrifat, saya tak pernah menemukan cak semau  di antara mereka yang menganggap bahwa apa yang mereka klaim merupakan suatu-satunya perigi pengumuman. Mereka juga mengakui bahwa asam garam idrawi dan penalaran akal dapat menjadi sumur pengetahuan.

Relasi antara empririsme dan rasionalisme bersalin metode ilmiah n domestik bumi sains. Jadi, jika padanan-teman bimbang memintal antara empririsme dan rasionalisme maka masuklah dalam dunia sains. Jika boleh pilih dua-duanya, kenapa semata-mata satu, hehe.

4. Ukuran Kebenaran

Setelah mengetahui hakikat dan sendang pengetahuan, yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah, kapan suatu pernyataan kerumahtanggaan ilmu dapat dianggap etis? Para filsuf berbeda pendapat mengenai sorong ukur kebenaran. Berikut ini ialah 4 keadaan yang boleh dianggap sebagai tolak ukur validitas, yaitu:

  1. Teori hubungan: Satu pernyataan dianggap bermartabat jika bersesuaian dengan objek nan dituju. Pernyataan, “Makassar adalah ibukota Sulawesi Selatan”, dianggap ter-hormat jika dan hanya jikalau Makassar memang betul ibukota Sulawesi Daksina.
  2. Teori koherensi/Kepadatan: Suatu pernyataan dianggap benar sekiranya pernyataan tersebut ubah gandeng atau tukar menyucikan pernyataan lain yang berkaitan.
  3. Teori pragmatisme: Suatu pernyataan dianggap bersusila kalau pernyataan itu mengandung manfaat.
  4. Agama: Suatu pernyataan dianggap bermartabat sekiranya sesuai dengan visiun agama atau wahyu.

Hanya hingga di sinilah pembahasan kita. Sebenarnya masih cak semau pun yang sering dibahas dalam filsafat ilmu. Namun, bahasan nan sudah dipaparkan di atas buruk perut ada dalam buku-buku metafisika ilmu. Bahasan nan tidak ditampilkan intern kata sandang ini hanya dibahas dalam peruasan tertentu. Moga dengan artikel ini, pembaca dapat memiliki paparan umum akan halnya bahasan n domestik filsafat ilmu.

Baca juga:   Patung Dari Bahan Lunak Biasanya Menggunakan Bahan

Sekian, mudahmudahan bermanfaat!

Pokok Persoalan Yang Dibahas Dalam Ilmu Filsafat Adalah

Source: https://asriportal.com/pokok-persoalan-yang-dibahas-dalam-ilmu-filsafat-adalah/