Polaritas Tegangan Pada Transistor Npn Adalah

By | 12 Agustus 2022

Polaritas Tegangan Pada Transistor Npn Adalah.


Seorang yang bekerja seumpama teknisi listrik wajib mencerna jenis-diversifikasi transistor guna membantunya dalam menindak kerusakan peralatan elektronik. Secara masyarakat, transistor dibagi menjadi dua jenis, ialah transistor NPN dan PNP.

Hampir seluruh perangkat elektronik memiliki dua keberagaman komponen ini. Maka dari itu sebab itu, terdepan untuk seorang mekanik untuk mengarifi pendirian kerja serta seluk beluk lainnya dari transistor. Simak penjelasan di bawah ini kendati Dia bisa lebih mudah dalam memahaminya.

Konotasi Transistor NPN

Sebelum membicarakan bertambah dalam, sebaiknya Engkau paham terlebih dahulu konotasi dari transistor. Transistor yaitu sebuah komponen di dalam elektronika yang diciptakan terbit bahan-bahan semikonduktor dan memiliki tiga buah kaki. Per suku disebu sebagai basis, kolektor, dan emitor.

  • Emitor (E) n kepunyaan fungsi bikin menghasilkan elektron atau bahara negatif.
  • Kolektor (C) bertindak sebagai saluran bagi pikulan negatif untuk keluar dari n domestik transistor.
  • Basis (B) berharga buat mengatak arah gerak muatan merusak yang keluar dari transistor melangkaui kolektor.

Keefektifan berpokok transistor koteng adalah memperketat arus elektrik yang masuk ke kerumahtanggaan rangkaian. Kebaikan ini berkebalikan dengan resistor yang berlaku meredam persebaran elektrik.

Seperti yang sudah disebutkan, transistor terdiri semenjak dua jenis yaitu NPN dan PNP. NPN merupakan singkatan dari Subversif Positif Negatif. Sementara itu PNP adalah kependekan berpokok Aktual Negatif Kasatmata.

Transistor NPN akan aktif detik suku basis diberi aliran listrik bermuatan merusak. Sebaliknya, transistor PNP akan aktif apabila tungkai basis mendapatkan tarikan listrik positif.

Sreg transistor NPN, kaki basis memiliki lawan konkret dan bersinggungan langsung dengan sumber listrik alias baterai. Padahal kaki emitor memiliki n antipoda destruktif karena berhubungan langsung dengan massa. Antiwirawan destruktif juga ditemukan pada kaki kolektor yang menggerutu massa di rangkaian listrik.

Baca juga:   Kelebihan Dan Kekurangan Film Laskar Pelangi

Pendirian Kerja dan Faedah Transistor NPN

Apabila saklar dalam posisi tertutup atau terhubung arus setrum akan mengalir dari jodoh baterai kasatmata melangkahi kewajiban (dalam hal ini bola lampu) kemudian menuju kaki kolektor dan berhenti di sana. Sirkuit berhenti dikarenakan transistor masih belum mendapatkan pemicu sehingga posisinya tidak aktif. Kejadian ini menyebabkan lampu masih tunak mati.

Pada waktu yang bersamaan, arus pemicu nan ukurannya lebih kecil dibandingkan arus listrik terdahulu mengalir dari sumber listrik berorientasi ke resistor kemudian ke saklar, melampaui kaki basis transistor lanjur ke emitor, dan berlanjut menuju komposit. Karena bohlam mendapatkan masa listrik, beban tersebut juga akan menyala.

Dari cara kerja transistor NPM di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa aplikasinya masih berkaitan dengan saklar. Baik saklar lampu alias saklar puas peralatan elektronik lainnya.

Selayaknya, transistor NPN rapat persaudaraan selalu berkembar dengan transistor PNP dalam menjalankan fungsinya. Di bawah ini Anda dapat melihat aplikasi berpokok kedua transistor tersebut.

1. Driver Motor DC

Keefektifan dari transistor NPN Selain sebagai Saklar merupakan seumpama driver biang kerok DC. Kekuatan dari motor DC ini dikendalikan secara berbarengan oleh transistor. Momen transistor dalam posisi sang cut off, maka motor akan sunyi maupun Off. Biang kerok akan menyala apabila transistor privat kondisi saturasi. Selain menentukan nyala maupun matinya driver motor DC, berperan n domestik menentukan arah putarannya.

2. Penguat Rotasi

Di dalam sebuah gabungan setrum, peredaran yang masuk lain selalu sesuai dengan kebutuhan. Hal ini menyebabkan rangkaian tersebut bukan dapat mengangkat beban yang diinginkan. Oleh sebab itulah diperlukan adanya transistor NPN dan PNP intern pernah. Dengan bantuan komponen ini, rangkaian listrik akan menghasilkan arus yang lebih kuat.

Baca juga:   Jelaskan Kejahiliyahan Masyarakat Mekah Dalam Bidang Agama

3. Pembangkit Sinyal Flip-flop

Fungsi yang terakhir dari transistor NPN dan PNP ialah bak penggelora sinyal flip-flop. Saat dalam rangkaian setrum terletak 2 transistor,, komponen tersebut akan bekerja secara bergantian untuk menghidupkan dan memadamkan bola lampu LED.

Ketika riuk satu transistor dalam keadaan mati, transistor lainnya akan menyala. Hal ini akan berlangsung secara terus-menerus dan keduanya tidak akan kontak nyala atau mati secara bersamaan.

Cara Menentukan Transistor NPN dan PNP

Secara teori, transistor NPN dan PNP memang adv amat mudah dibuktikan karena perbedaan muatan pada tungkai-kakinya. Tapi, bagaimana pendirian menyingkirkan atau menentukan kedua transistor ini secara fisik?

Keduanya memang memiliki fisik yang sama saja ada cara untuk membedakannya seperti langkah-langkah di pangkal ini.

Transistor Tipe NPN

  1. Gunakan perangkat avometer dan tukar ke kecondongan atau guna ohmmeter.
  2. Sambungkan dawai yang bercat ahmar ke kaki emitor.
  3. lampu senter basis dihubungkan dengan kabel satu lagi nan berwarna hitam.
  4. Apabila jarum lega avometer lain mengalami rayapan, maka transistor tersebut bukanlah tipe NPN. Sebaliknya, apabila jarum terlihat bergerak, maka transistor tersebut termasuk tipe NPN.

Transistor Tipe PNP

  1. Alat yang digunakan masih sama, yaitu ohmmeter atau avometer yang disetel ke mode ohmeter.
  2. Sambungkan kaki basis dengan kabel bercat merah.
  3. Kabel berwarna hitam disambungkan ke suku kolektor atau emitor.
  4. Apabila penusuk bersirkulasi, artinya transistor tersebut merupakan tipe PNP.

Komponen dalam kelistrikan dan elektronika memang memadai banyak dan kali ini Anda telah mempelajari akan halnya transistor NPN serta PNP. Bagi memperdalam pemahaman Anda, seharusnya praktikkan simultan cara menentukan transistor PNP atau NPN di atas.

Polaritas Tegangan Pada Transistor Npn Adalah

Source: https://www.pengadaan.web.id/2020/10/transistor-npn.html