Reabsorpsi Ion Kalsium Di Tubulus Kolektivus Ginjal Dibantu Oleh Hormon

By | 12 Agustus 2022

Reabsorpsi Ion Kalsium Di Tubulus Kolektivus Ginjal Dibantu Oleh Hormon.

Bab I


PENDAHULUAN


A.



Latar Pinggul

Sistem perkemihan merupakan sistem nan terdahulu untuk membuang berak-hajat metabolisme makanan yang dihasilkan oleh tubuh terutama campuran nitrogen begitu juga urea dan kreatinin, bahan asing dan produk sisanya. Sisa-sisa metabolisme dikeluarkan (disekresikan) makanya ginjal dalam bentuk urine. Air kencing kemudian akan turun melewati ureter menuju kandung urine untuk disimpan sementara dan akhirnya secara periodik akan dikeluarkan melalui saluran kencing. ( Syaifuddin,

1997
).

Buah punggung menciptakan menjadikan urine bersirkulasi melewati ureter ke kandung kemih bagi disimpan sebelum diekskresi. Komposisi kemih menunjukkan perubahan zat antara nefron dan talenta di kapiler renal. Produk kotoran metabolisme zat putih telur diekskresikan, kadar elektrolit dikontrol dan pH (keseimbangan cemberut-basa) dipertahankan dengan ekskresi ion hidrogen. (Nurachmah dan Rida, 2011).

Air kencing terdiri atas air (96 %), urea (2 %), dan sisanya 2 % terdiri atas bersut otot, kreatinin, amonium, natrium, kalium, klorida, fosfat, sulfat, dan oksalat. Urine berwarna kuning jernih karena adanya urobilin, satu pigmen empedu nan diubah di usus, direabsorpsi, kemudian diekskresikan
oleh ginjal. Berat diversifikasi urine antara 1020 – 1030. Sedangkan pH
urine selingkung 6 (rentang normal 4,5 – 8). Orang dewasa yang fit mengecualikan 1000 – 1500 ml air seni saban masa. Jumlah urine yang dihasilakan dan berat jenisnya bergantung pada asupan cair dan total larutan nan diekskresi. (Nurachmah dan Rida, 2011).


B.



Pamrih

Privat pembuatan makalah ini adapun tujuannya yang notulis untuk yaitu bagi melengkapi tugas indra penglihatan kuliah Patofisiologi, merupakan
menjelaskan tentang Proses Pembentukan Urine.


1.



Menjelaskan pengertian berpunca sistem perkemihan.


2.



Menguraikan sangkut-paut sistem perkemihan.


3.



Menjelaskan proses pembentukan urine.


4.



Menjelaskan faktor-faktor nan mempengaruhi proses pembentukan urine.


5.



Mengklarifikasi ciri-ciri urine normal.


C.



Rumusan Keburukan


1.



Apa pengertian sistem perkemihan ?


2.



Bagaimana susunan sistem perkemihan ?


3.



Bagaimana proses pembentukan urine ?


4.



Segala apa faktor
yang mempengaruhi proses pembentukan urine ?


5.



Segala apa ciri-ciri urine normal ?

BAB II

PEMBAHASAN



A.





Sistem Perkemihan

Sistem perkemihan merupakan sistem ekskresi penting dan terdiri atas 2 ginjal (lakukan menyekresi air seni), 2 ureter (mengalirkan urine berpangkal ginjal ke kandung urine), kandung urine (bekas air seni dikumpulkan dan disimpan tentatif), dan saluran kemih (mengalirkan urine dari kandung air seni ke luar tubuh). (Nurachmah dan Rida, 2011).

Rancangan 1.1
Penggalan Sistem Perkemihan




Sistem perkemihan bermain berjasa internal mempertahankan homeostatis konsentrasi air dan
elektrolit di dalam tubuh. Ginjal menghasilkan urine yang mengandung komoditas sisa metabolisme, membentangi nitrogen yang merupakan senyawa urea dan asam urat, kelebihan ion, serta beberapa perunding. (Nurachmah dan Rida, 2011).

Urine terdiri atas air (96 %), urea (2 %), dan sisanya 2 % terdiri atas asam urat, kreatinin, amonium, natrium, kalium, klorida, fosfat, sulfat, dan oksalat. (Nurachmah dan Rida, 2011).

Air seni berwarna kuning jernih karena adanya urobilin, suatu pigmen empedu yang diubah di usus, direabsorpsi, kemudian diekskresikan
oleh ginjal. Langka jenis air seni antara 1020 – 1030. Sedangkan pH
urine selingkung 6 (juluran protokoler 4,5 – 8). Khalayak dewasa yang sehat memperlainkan 1000 – 1500 ml urine per hari. Jumlah urine yang dihasilakan dan berat jenisnya bergantung sreg asupan cair dan jumlah enceran yang diekskresi. (Nurachmah dan Rida, 2011).



B.





Susunan Sistem Perkemihan


1.



Ginjal

Kerinjal yaitu organ berbentuk kacang, yang panjangnya sekitar 11 cm, lebar 6 cm, tebal 3 cm, serta beratnya 150 gr. Ginjal terletak di dinding abdomen posterior, saban satu biji kemaluan di sisi kiri dan kanan kolum vertebra, di bokong peritoneum dan di bawah diafragma. Janjang ginjal adalah berpangkal vertebra toraksik ke-12 hingga lumbar ke-3, dan dilindungi makanya sangkar iga. (Nurachmah dan Rida, 2011).

Baca juga:   Seni Bangunan Indonesia Yang Menjadi Dasar Dalam Pembuatan Candi Adalah

Secara ilmu jaringan tubuh buah pinggang tersalut dalam kapsul atau simpai jaringan lemak dan simpai jaringan ikat kolagen. Instrumen ini terdiri atas putaran korteks dan medula yang suatu sama lain tidak dibatasi oleh jaringan pembatas distingtif, terserah babak medula yang masuk ke korteks dan cak semau bagian korteks nan turut ke medula. ( Syaifuddin,

1997
).



Gambar 1.2
Struktur Ginjal

Kekuatan geli-geli


1)



Pembentukan urine



Ginjal menciptakan menjadikan urine mengalir melalui ureter ke kandung kemih untuk disimpan sebelum diekskresi. Komposisi air kencing menunjukkan pertukaran zat antara nefron dan darah di kapiler renal. Barang berak metabolisme protein diekskresikan, kadar elektrolit dikontrol dan pH (kesamarataan senderut-basa) dipertahankan dengan ekskresi ion hidrogen. Terdapat tiga proses yang terlibat internal pembentukan air kencing. (Nurachmah dan Rida, 2011).


2)



Filtrasi

Filtrasi terjadi di dinding semipermeabel glomerulus dan kapsul Bowman. Sel darah, zat putih telur plasma, dan anasir lautan lainnya terlalu samudra untuk difiltrasi (disaring), maka itu karena itu setia berkecukupan di kapiler. Filtrasi di glomerulus memiliki komposisi nan sangat serupa dengan plasma, kecuali protein plasma. (Nurachmah dan Rida, 2011).


3)



Mengatur keseimbangan lepasan air dan urine

Bentuk 1.3
Paparan Pengatur Keseimbangan Keluaran Urine




Keseimbangan antara asupan dan lepasan cairan dikendalikan maka itu ginjal. Eks urine minimum merupakan volume terkecil yang diperlukan kerjakan mengekskresikan produk sisa jasad, yaitu sekitar 500 ml per hari. Tagihan urine diatur terutama oleh hormon antidiuretik yang dilepaskan di kerumahtanggaan darah oleh lobus posterior kelenjar hipofisis. Hipofisis posterior berikatan erat dengan hipotalamus di otak. (Nurachmah dan Rida, 2011).

Detik volume darah menigkat, reseptor regangan di atrium jantung melepaskan hormon ANP. Hormon ini mengedrop reabsorpsi natrium dan air oleh tubulus kontortus proksimal dan duktus kolektivus, yang penting bahwa lebih banyak natrium dan air yang diekskresi. Pada gilirannya, situasi ini menurunkan debit darah dan mengurangi regangan serambi, tinggal menerobos mekanisme umpan balik negative, sekresi ANP dihentikan. Peningkatan kadar ANP sekali lagi menyergap sekresi ADH dan aldesteron, selain meningkatkan jumlah natrium dan air yang hilang. (Nurachmah dan Rida, 2011).


4)



Keseimbangan elektrolit

Pergantian dalam konsentrasi elektrolit di kerumahtanggaan enceran tubuh boleh menyebabkan pertukaran isi cairan jasmani atau ketentuan elektrolit. Terdapat bilang mekanisme yang mempertahankan keseimbangan konsentrasi air dan elektrolit. (Nurachmah dan Rida, 2011).


a)



Keseimbangan natrium dan kalium

Natrium yakni kation (ion bermuatan positif) yang paling umum terdapat dalam cairan ektraselular dan kalium merupakan kation intaselular yang paling umum. (Nurachmah dan Rida, 2011).

Jumlah natrium nan diekskresi dalam peluh patut raksasa kecuali saat produksi keringat jebah. Ketentuan natrium dan potasium nan tinggi terdapat di internal getah pencernaan, yakni natrium di dalam getah lambung dan kalium n domestik beras ketan pancreas dan usus. Normalnya, ion ini direabsorpsi di kolon, tetapi setelah mencuru akut dan lama, ion tersebut diekskresi intern total besar sehingga mengakibatkan ketidakseimbangan elektrolit. (Nurachmah dan Rida, 2011).


b)



Sistem-renin-angiotensin-aldosteron

Sodium yaitu konstituen normal bermula urine dan jumlah yang diekskresi diatur maka itu hormone aldosteron yang disekresi oleh korteks adrenal. Terungku di privat arterior aferen nefron distimulasi untuk memproduksi enzim renin oleh stimulasi simpatik, volume darah nan rendah, atau tekanan bakat yang adv minim. Renin mengubah protein plasma angiotensinogen, nan diproduksi oleh lever, menjadi angiotensin 1. Renin dan kenaikan kadar potasium darah juga menstimulasi kelenjar adrenal buat menyekresi aldosteron. (Nurachmah dan Rida, 2011).


c)



Keseimbangan kalsium

Supremsi predestinasi kalsium dicapai dengan sekresi hormon paratiroid yang terkoordinasi. Tubulus kolektivus distal mereabsorpsi kian banyak kalsium internal berespons terhadap sekresi hormon paratiroid, dan sebaliknya mereabsorpsi bertambah sedikit kalsium dalam berespons terhadap sekresi kalsitonin. (Nurachmah dan Rida, 2011).

Baca juga:   Berikut Ini Merupakan Nama Bulan Jawa Kecuali


d)



Keseimbangan pH

Untuk mempertahankan pH jamak pembawaan (keseimbangan asam-basa), pengasingan tubulus kontortus proksimal menyekresi ion hidrogen. Intern filtrat, sel ini bergabung dengan penyangga:


Ø



Bikarbonat, takhlik asam bikarbonat:

(H+
+ HCO3
→ H2CO3)


Ø



Amonia, takhlik ion ammonium:

(H+
+ NH3
→NH4
+)


Ø



Hidrogen fosfat, takhlik dihidrogen fosfat:

(H+
+ HPO3
2-
→ H2PO3
)

  1. Ureter

Ureter yakni saluran nan menyalurkan air kencing dari ginjal ke kandung kemih. Panjangnya sekeliling 23 – 30 cm dengan diameter sekitar 3 mm. Ureter terhubung dengan pelvis renal yang berbentuk corong. Penggalan asal ureter terhubung dengan sinus abdomen di pantat peritoneum yang produktif di depan otot psoas menuju rongga pelvis, dan
terletak obliq di dinding posterior kandung air seni. Karena interelasi ini saat kemih terakumulasi dan impitan kandung urine meningkat, ureter terpaksa dan pintunya tersumbat. Keadaan ini mencegah kontan urine ke ureter (mendekati geli-geli) ketika kandung kemih terisi dan saat berkemih (mikturisi), serta ketika tekanan meningkat karena kontraksi urat kandung urine. (Nurachmah dan Rida, 2011).















Gambar 1.4
Ureter dan Hubungannya dengan Kerinjal dan Kandung Kemih

  1. Vesika urinaria maupun kandung kemih

Kandung kemih merupakan penampung (waduk) urine. Kandung urine barada di rongga pelvis di mana ukuran serta posisinya bervariasi, bergantung pada volume urine di dalamnya. Saat mengalami distensi, kandung kemih menanjak ke rongga abdomen. (Nurachmah dan Rida, 2011).

Ketika kandung kemih kosong, sepuhan bagian kerumahtanggaan tersusun intern lipatan ataupun rugae, yang perlahan-lahan menghilang saat terisi air kencing. Kandung kemih dapat melebar (distensi), doang saat berisi 300 – 400 ml urine akan muncul keinginan kerjakan berkemih. Kapasitas jumlah sukar melebihi 600 ml. (Nurachmah dan Rida, 2011).



Gambar 1.5
Struktur dan Putaran-Bagian dari Vesika Urinaria

  1. Uretra

Uretra adalah terusan yang memanjang berpunca gala kandung air seni hingga bagian luar, di orifisium uretra eksternal. Uretra sreg adam makin janjang semenjak pada wanita. Saluran kemih lelaki berhubungan dengan sistem perkemihan dan reproduksi. (Nurachmah dan Rida, 2011).

Tataran uretra wanita sekitar 4 cm yang memanjang dari atas ke pangkal di belakang simfisis pubis dan terhubung dengan orifisium uretra eksternal tepat di depan vagina. Orifisium saluran kemih eksternal dikontrol maka itu sfinger uretra eksternal, yang dikendalikan otot volunter. (Nurachmah dan Rida, 2011).







Tulang beragangan 1.6
Struktur Saluran kemih Lanang dan Wanita



C.





Proses Pembentukan Urine

Terdapat tiga proses nan terlibat internal pembentukan kemih, yaitu:


1.



Filtasi (Penyaringan)

Proses filtrasi terjadi ketika darah yang mengandung air, garam, gula, urea, dan zat-zat bukan (lembaga pemasyarakatan-sel darah dan molekul zat putih telur) masuk ke glomerulus, tekanan bakat menjadi hierarki sehingga menjorokkan air dan komponen-onderdil yang tak bisa larut melewati liang roma endotelium kapiler glomerulus, kecuali rumah tahanan-sel pembawaan dan molekul protein. Kemudian menjurus membran dasar dan melewati lempeng filtrasi suntuk turut ke dalam ruang kapsul Bowman. Hasil filtrasi dari glomerulus dan kapsula Bowman disebut
filtrat glomerulus
atau
urine primer. Air kencing primer ini mengandung: air, protein, glukosa, asam amino, urea dan ion anorganik.

(Nurachmah dan Rida, 2011).


2.



Reabsorpsi (Penyerapan juga)

Proses reabsorpsi

berawal pada saat kemih primer masuk dari glomerulus ke tubulus kontortus proksimal, kemudian start direabsorpsi hingga mencapai lengkung Henle. Zat-zat yang direabsorpsi di sepanjang tubulus ini adalah glukosa, ion Na

+

, air, dan ion Cl. Setiba di

mungkum Henle, tagihan filtrat telah berkurang.

Hasil tahap reabsorpsi ini dinamakan
urine sekunder
maupun
filtrat tubulus.
Kandungan kemih sekunder merupakan air, garam, urea, dan pigmen empedu nan berfungsi memberi warna dan bau sreg urine.

(Nurachmah dan Rida, 2011).




diagram proses reabsorbsi urine


3.



Augmentasi (Pengeluaran/penambahan)

Augmentasi adalah proses penambahan zat sisa dan urea yang mulai terjadi di tubulus kontortus distal
.

( Syaifuddin,

1997
).

Proses Augmentasi terjadi ketika urine sekunder masuk ke n domestik tubulus kontortus distal, di

privat tubulus kontortus distal rengkung darah menambahkan zat lain yang tidak digunakan dan terjadi reabsorpsi aktif ion Na+
dan Cl
dan sekresi H+
dan K+. Di medan sudah lalu terbentuk urine yang selayaknya nan lain terdapat glukosa dan protein, akan disalurkan ke tubulus kolektivus ke pelvis renalis disini terjadi kemih sesungguhnya.

( Syaifuddin,

1997
).


Table 1.1

Anju-langkah Pembentukan Air seni





proses pembentukan urine




D.





Faktor-Faktor nan Mempengaruhi Proses Pembentukan Urine


1.



Jumlah air nan diminum

Semakin banyak air nan diminum, sekresi ADH akan tersekat. Peristiwa ini menyebabkan permeabilitas tubulus kontortus menurun dan reabsorpsi terhambat sehingga jumlah air seni meningkat.


2.



Hormon antidiuretik (ADH)

Hormon ini dihasilkan oleh kelenjar hipofisis bagian pinggul. Takdirnya darah cacat mengandung air, maka ADH akan banyak disekresikan ke dalam ginjal, akibatnya penghirupan air meningkat sehingga urine yang terjadi pekat dan jumlahnya terbatas. Sebaliknya, apabila pembawaan banyak mengandung air, maka ADH nan disekresikan ke dalam ginjal berkurang, jadinya penyedotan air menyusut pula, sehingga urine yang terjadi akan melemah dan jumlahnya banyak.


3.



Saraf

Stimulus sreg saraf ginjal akan menyebabkan pengetatan duktus aferen. Kejadian ini menyebabkan aliran talenta ke glomerulus melandai dan tekanan darah menurun sehingga filtrasi kurang efektif. Hasilnya urine yang diproduksi meningkat.


4.



Zat-zat diuretik

Zat-zat diuretik misalnya teh, tembusan, atau alkohol bisa menghambat reabsorpsi ion Na+. Akibatnya ADH menciut sehingga reabsorpsi air terhambat dan volume urine meningkat.


5.



Hormon insulin

Hormon insulin berfungsi mengatur gula internal darah. Penderita kencing manis (diabetes mellitus) memiliki pemusatan hormon insulin nan rendah, sehingga kadar gula dalam darah akan tinggi. Akibatnya dari keadaan ini terjadi gangguan reabsorpsi di kerumahtanggaan tubulus distal, sehingga n domestik urine masih terwalak glukosa.


6.



Temperatur lingkungan

Ketika suhu sekitar hambar, maka tubuh akan berusaha untuk menjaga suhunya dengan mengurangi jumlah talenta nan bersirkulasi ke indra peraba sehingga darah akan lebih banyak yang menjurus organ jasad, diantaranya ginjal. Apabila darah nan menuju kerinjal jumlahnya semakin banyak, maka pengeluaran urine pun banyak.



E.





Ciri-Ciri Urine Sahih

Ciri-ciri air kencing biasa


Ø


Rata-rata dalam suatu hari 1 – 2 liter, tetapi berbeda-beda sesuai dengan jumlah cairan yang turut.


Ø


Warnanya bening oranye tanpa cak semau sedimen.


Ø


Baunya radikal.


Ø


Reaksinya kurang bersut terhadap lakmus dengan pH rata-rata 6.

Gapura III

PENUTUP

Inferensi

Sistem perkemihan yaitu sistem ekskresi terdahulu dan terdiri atas 2 ginjal (untuk menyekresi air kencing), 2 ureter (mengalirkan urine terbit ginjal ke kandung kemih), kandung kemih (tempat urine dikumpulkan dan disimpan sementara), dan uretra (mengalirkan urine berpokok kandung kemih ke luar tubuh).

Sistem perkemihan merupakan sistem nan terdahulu buat membuang sisa-endap-endap metabolisme makanan yang dihasilkan oleh tubuh terutama senyawa nitrogen seperti urea dan kreatinin, bahan asing dan produk sisanya.

Ginjal membentuk urine berputar melangkahi ureter ke kandung kemih lakukan disimpan sebelum diekskresi.

Proses pembentukan air kencing terserah tiga tahap, ialah filtrasi, reabsorpsi, dan augmentasi.

Faktor-faktor yang mempengaruhi proses pembentukan urine, yakni

jumlah air nan diminum, hormon antidiuretik (ADH),
saraf, zat-zat diuretik,
hormon insulin, dan temperatur lingkungan.

Daftar pustaka

Guyton dan Hall. 2007. Buku Bimbing Fisiologi Kedokteran Edisi II. Jakarta: EGC

http://sutiningsih27.blogspot.com/2012/12/v-behaviorurldefaultvmlo_15.html

Nurachmah, elly, dan Rida angriani. 2011. Dasar-dasar Anatomi dan Fisiologi. Edisi Indonesia. Jakarta: Salemba Medika.

Syaifuddin.
1997. Anatomi Fisiologi untuk Pelajar Suster.
Jakarta: EGC

Reabsorpsi Ion Kalsium Di Tubulus Kolektivus Ginjal Dibantu Oleh Hormon

Source: https://juliesilaen.blogspot.com/2013/