Sebutkan 3 Kegelapan Yang Dialami Oleh Nabi Yunus as

By | 12 Agustus 2022

Sebutkan 3 Kegelapan Yang Dialami Oleh Nabi Yunus as.

Bila kau merasa bahwa kondisimu liar gulita, tak ada teman dan kawan. Lain suka-suka keluarga dan kerabat mendekat. Kronologi seolah tlah buntu. Coba pulang ingatan kisah Nabi Yunus.

N domestik kondisi cemas yang luar stereotip, marah dan pengecut pada kaumnya yang ingkar, ia pun mengepas kerjakan menghindari semua “hidup”nya. Namun alih-alih bisa “terbebas” dari kesimpangsiuran masa lalunya itu, Tuhan sampai-sampai “menceburkan”nya pada 3 keremangan simultan! Keremangan tembolok paus, ketaksaan laut, dan kegelapan malam.

Lampau, apa yang dilakukan Rasul Yunus? Berang puas Almalik? Kecewa pada Tuhan? Bukan. Ia bahkan memintal untuk sujud memohon ampun. Ya, sujud dengan seberinda sujud disertai linangan air mata.

“Tidak ada Tuhan selain Beliau. Mahasuci Engkau. Sepantasnya aku termuat anak adam yang zalim,” rintihnya berulang-ulang.

Dengan penuh penyesalan, ia mengaku bahwa memang dirinya telah berbuat zalim.

Dan karenanya, dapat bintang sartan, kondisi “sulit” yang kita alami kini, tak lain yakni buah kesombongan kita sendiri, yang lupa untuk menundukkan kepala jauh … jauh … jauh dari semestinya. Tobat. Mohon ampun. Mengaku bahwa kita memang teklok, dan hanya dengan bantuan-Nyalah, kita dapat mengembara di mayapada-Nya.

Wallahu a’lam.

Yusuf Mansur. Foto: gulungan


Suka-suka suatu negeri yang namanya

Nihawa
. Negeri Mosul, Irak. Negeri di mana Nabi Yusuf diutus oleh Allah SWT.


Cak semau segala dengan Negeri ini?


Utusan tuhan Yunus diutus ke negeri ini untuk berdakwah, mengajak agar semua yang terserah di sana menyembah Allah SWT. Mengajarkan tauhid.


Namun, apa nan terjadi ? Umat Nabi Yunus malah

kufur

kepada Halikuljabbar SWT.


Begitu lama perjalanan dakwah Nabi Yunus di sana, hingga satu saat kesabaran Nabi Yunus pun habis. Rasul Yunus kemudian meminta Halikuljabbar cak bagi memberikan

hukuman

kepada umatnya yang enggak kunjung bertobat dan berserah diri kepada Almalik.


Halikuljabbar menyampaikan kisah penjelajahan dakwah Nabi Yunus kepada Rasulullah SAW. Lakukan apa? Apa tujuannya? Cak agar Rasulullah tidak menjadi seperti Nabi Yunus. Lega saat itu, Allah memberikan inti mulai sejak pengembaraan dakwah Utusan tuhan Yunus, yaitu n domestik mengajak dan mengajarkan cucu adam tentang dedikasi

makruf

dan

nahi


munkar

kiranya bersabar.


Rasul Yunus mengomong kepada umatnya, “Tunggu! Tiga musim pula Almalik akan turunkan

ikab

kepada kalian semua.”

Baca juga:   Kata Lain Kewirausahaan Dari Bahasa Inggris Adalah


Lantas, di periode ketiga, Nabi Yunus pergi meninggalkan umatnya dengan menaiki sebuah arombai. Dan di hari ketiga itulah Yang mahakuasa menurunkan anugerah kepada umat Nabi Yunus. Silam mereka

beristigfar
, memohon ampun, dan mereka percaya. Bahkan mereka telah menyiapkan segala sesuatunya, sebab mereka tahu pertanda

azab

itu belakang hari, berdasarkan perkataan Rasul Yunus.


Sejak musim itu, kabilah Utusan tuhan Yunus menyatakan telah berkeyakinan kepada Tuhan SWT, dan kemudian Yang mahakuasa menghindarkan mereka dari

siksa
-Nya nan amat pedih.


Suatu ki aib selesai. Kaum tersebut terhindar bermula

ikab

sebab memohon abolisi Allah, kembali ke jalan Allah, bertaubat, dan mereka beriman kepada Allah SWT. Hanya, apa yang perdua terjadi lega Nabi Yunus? Allah menghukumnya dengan kaidah derita-

lockdown

dia di intern perut iwak uskup.


Privat surat Al-
Anbiyaa
’ ayat 87-88 yang sering kali kita dengar, ayat ini berisi takbir yang dipanjatkan maka dari itu Nabi Yunus saat itu. Rasul Yunus tengah menjalani

lockdown

dalam kegelapan.

Fizh

zhulumaats
.

ilustrasi ikan paderi. pixabay.com


Tiga kegelapan yang engkau rasakan ketika itu:


Pertama

, kegelapan yang beliau rasakan di dalam kandungan lauk paderi.


Kedua

, kegelapan di dasar samudera yang sangat intern. Cuma, kegelapan di dasar dasar samudera inilah beliau dapat mendengar ikan-iwak yang senantiasa

bertasbih

kepada Allah SWT. Kemudian kegelapan nan


ketiga

, kegelapan dalam gelapnya malam. Maka, sejauh

lockdown

engkau bermunajat kepada Halikuljabbar dan

berzikir

melangkaui doanya nan seperti itu masyhur, yakni;


Laa

ilaaha

illa anta,

subhanaka
,

inni


kuntu


minazh

zhaalimiin
.


Kerumahtanggaan doanya ini, terdapat tiga pokok kalimat yang bersatu menjadi sebuah doa.



Pertama

, bagaikan jalan menyunting iman. Maka, kerumahtanggaan peristiwa

lockdown

ini kita perbaiki iman kita kepada Allah sebagaimana yang dilakukan makanya Rasul Yunus dalam kondisi

lockdownnya


kala itu.



Kedua

, sebagai

washilah

kerjakan mengedit hubungan kita dengan Allah SWT. Ungkapkan kecintaan dan kehausan kita kepada Allah SWT. Maka, internal kondisi kita seperti saat ini, Sang pencipta tengah menguji keagamaan kita di bulan-wulan keladak menjelang bulan suci

Bulan pahala

dengan rasa takut akan mortalitas pula rasa takut akan kelaparan.

Al-
khauf

wal

juu
’ wa

nafsimminal


amwaal

wal

anfusi


wats

tsamaraats
.

Halikuljabbar menguji kita dengan buntelan abstrak. Tidak suka-suka daya dan upaya, kecuali seizin-Nya. Maka, belajarlah bermula jalannya Rasul Yunus AS.

Baca juga:   Peristiwa Tersedak Pada Saat Sedang Makan Disebabkan Karena



Ketiga

, kita berlabuh berpunca Allah untuk Allah gotong cobaan, musibah, ujian, dan berbagai persoalan di dunia, begitu pula dengan wabah virus Corona yang telah sensibel seperti sekarang ini. Sehingga Allah izinkan kita untuk memasuki bulan suci

Ramadan

dengan rasa gembira, tidak ada rasa takut, tidak ada kekhawatiran, dan kita dapat beribadah dengan sesegak-baik ibadah di bulan murni

Bulan rahmat
.

Video yang gandeng

Gambar diambil berpangkal

YouTube

Bila kau merasa bahwa kondisimu gelap buta, tak ada saingan dan maskapai. Tak suka-suka keluarga dan kerabat mendekat. Jalan seolah tlah buntu. Coba ingat kisah Nabi Yunus.

Internal kondisi hilang akal yang luar sahih, marah dan kecewa pada kaumnya yang ingkar, beliau juga mencoba cak bagi menyingkir semua “hidup”nya. Namun alih-alih bisa “terbebas” pecah kekalutan masa lalunya itu, Sang pencipta lebih lagi “menceburkan”nya sreg 3 kegelapan sekaligus! Keremangan lambung uskup, kegelapan laut, dan kegelapan lilin batik.

Lalu, barang apa yang dilakukan Nabi Yunus? Berang puas Tuhan? Tawar hati puas Allah? Tidak. Ia malah memilih untuk sujud memohon ampun. Ya, sujud dengan sepenuh sujud disertai linangan air indra penglihatan.

“Tidak suka-suka Allah selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku termuat insan yang zalim,” rintihnya berulang-ulang.

Dengan penuh penyesalan, ia bersedia dan menerima bahwa memang dirinya telah berbuat zalim.

Dan karenanya, barangkali, kondisi “sulit” yang kita alami masa ini, tak lain merupakan buah keepongahan kita koteng, yang tengung-tenging untuk menundukkan pejabat jauh … jauh … jauh dari semestinya. Tobat. Harap ampun. Mengaku bahwa kita memang lemah, dan hanya dengan uluran tangan-Nyalah, kita bisa menjajap di bumi-Nya.

Wallahu a’lam.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Nabi Yunus ‘Alaihissalam ketika sira berada dalam kas dapur ikan beliau berada privat 3 keremangan:

1. Kegelapan makanan iwak

2. Keremangan lilin batik

3. Ketaksaan laut

Laut ketika berharta privat kedalaman 60 meter kata sorang ahli pengkaji sudah lain mampu lagi seseorang ataupun mahkluk mengawasi ditempat tersebut, oleh kesudahannya dalam kedalam laut nan seperti demikian Allah Subhanahu wata’ala membekali  sebagian makhluknya nan suka-suka dilaut dengan cahaya  bohlam yang bersinar sendiri,

Baca juga:   Berikut Yang Termasuk Jenis Satwa Yang Dilindungi Di Indonesia Kecuali

Pernah pelecok seorang pandai non muslim yang meneliti tersebut  ia mengatakan bahwasanya di kedalaman sekian ada tempat yang bukan dapat ditembus makanya cahaya, kemudian disampaikanlah kepada seorah ahli peneliti tersebut bahwa peristiwa tersebut telah disebutkan didalam Al-Qur’an. Sang pencipta Subhanahu wata’ala bersabda:

أَوْ كَظُلُمَاتٍ فِي بَحْرٍ لُجِّيٍّ يَغْشَاهُ مَوْجٌ مِنْ فَوْقِهِ مَوْجٌ مِنْ فَوْقِهِ سَحَابٌ ۚ ظُلُمَاتٌ بَعْضُهَا فَوْقَ بَعْضٍ إِذَا أَخْرَجَ يَدَهُ لَمْ يَكَدْ يَرَاهَا ۗ وَمَنْ لَمْ يَجْعَلِ اللَّهُ لَهُ نُورًا فَمَا لَهُ مِنْ نُورٍ

“Alias seperti gelap gulita di segara yang dalam, nan diliputi makanya ombak, yang di atasnya ombak (sekali lagi), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barangsiapa yang tiada diberi cuaca (ajaran) makanya Allah tiadalah dia mempunyai terang sedikitpun.” (QS. An Terang :40).

Malah tangan yang kita miliki tidak subur melihatnya ditempat tersebut karena gelapnya. pasca- disampaikan kepada seorang ahli tersebut engkau kemudian mengataka:”Enggak mungkin ini datangnya dari Muhammad yang tinggal digunung zahrah yang tidak korespondensi melihat laut, ini pasti datangnya dari Halikuljabbar, karenanya ia masuk islam”. Hal ini pula yang dialami oleh Rasul Yunus ‘Alaihissalam dimana belaiu berbenda privat 3 kesamaran sebagaimana sudah disebutkan, dan enggak ada yang mengetahui kondisi dan keadaannya plong waktu itu kecuali Sang pencipta Subhanahu wata’ala bahkan malaikat koteng lain memafhumi situasi tersebut,

Ketika yunus Beribadat kepada Allah:

لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

“Tidak suka-suka Tuhan yang sebenarnya disembah melainkan engkau, ya Sang pencipta. Maha Suci engkau, senyatanya aku adalah dari insan yang mewujudkan zalim.”

Malaikat kemudian mengatakan:”Ya Rabb suara ini kami kenal tapi kami tidak memahami dimana sira congah”, Halikuljabbar mengatakan:”Ini suara miring hambaku Yunus anda berada dalam seekor  perut ikan“.

Malaikat mengatakan:”Ya Rabb apakah engkau tidak menyelamatkannya”, Allah Subhanahu wata’ala mengatakan:”Segera aku menyelematkan”, Allah Subhanahu wata’ala kemudian mewahyukan ilham kepada ikan tersebut lakukan mengirimkan Utusan tuhan Yunus ‘Alaihissalam kepermukaan laut  dan dia dikeluarkan ditepi pantai begitu juga kisah nan disebutkan didalam Al-Qur’an.

Sebutkan 3 Kegelapan Yang Dialami Oleh Nabi Yunus as

Source: https://apamaksud.com/tuliskan-tiga-kegelapan-yang-dialami-nabi-yunus-alaihissalam