Sejarah dan Alasan Tidak Ada Ayah dalam Gambar Kaleng Khong Guan

Salah satunya yang nyaris ada selalu di meja tamu saat Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran ialah kaleng biskuit Khong Guan. Walau bukan Lebaran sekalinya, kaleng biskuit ini kerap dipakai sebagai tempat bermacam tipe makanan. Salah satunya ialah krupuk, keripik, atau rengginang. Hal yang menjadi legenda dari kaleng biskuit Khong Guan ialah lukisan ibu dan dua anaknya yang nikmati teh dan biskuit. Antiknya, tidak ada ayah dalam lukisan itu.

Sejarah dan Alasan Tidak Ada Ayah dalam Gambar Kaleng Khong Guan

Bagaimana cerita pengerjaan lukisan keluarga Khong Guan?

Ayah dalam gambar Khong Guan Merilis Kompas.com, 3 Juni 2020, pelukis gambar Khong Guan ialah Bernardus Prasodjo. Dalam sebuah video yang diupload ANTARA News di YouTube, Bernardus menjelaskan argumen tidak ada figur ayah dalam gambar itu.

Bernadus akui, sesungguhnya ia tidak paham tepat argumen tiadanya figur ayah dalam gambar itu. Meskipun begitu dia mempunyai sebuah teori. “Menurut saya itu langkah untuk memengaruhi ibu rumah-tangga agar beli . Sehingga yang perlu ada ibunya di sana. Karena yang berbelanja ibunya kok,” jawab Bernardus. Bernardus juga menjelaskan proses pengerjaan gambar itu. Awalannya dia membuat sketsa dengan formasi gambar sama pesanan. “Kita sketch dahulu. Kurang lebih semacam ini ingin tidak. Sampai telah sepakat kurang lebih formasnyai semacam itu, baru kita gambar,” papar Bernardus.

Cerita pembuatan Lukisan

Pengerjaan gambar Lukisan itu dia bikin sekitaran tahun 1970-an. Saat itu, ia mendapatkan pesanan untuk gambar itu dari sebuah perusahaan separasi film. “Mereka pesan banyak gambar ke saya. Diantaranya Khong Guan itu,” kata Bernardus.

Adapun idenya ialah sebuah cuplikan gambar dari sebuah majalah yang telah kusam. Ia dikasih gambar contoh itu, lalu mengikut instruksi yang diberi faksi pemesan supaya sesuai kemauan mereka. Menurut Bernardus, gambar yang hingga saat ini menghias kaleng biskuit Khong Guan itu sedikit berlainan dengan contoh gambar yang diberikan kepadanya. “Ya hanya ini pakaiannya warna kuning, ini merah. Selanjutnya anaknya ini agak digeser kemari, ini menjadi pegang biskuit. Ya demikian saja,” tutur ia.

Awalnya profesi Bernadus

Bernardus menjelaskan ia memulai profesi sebagai pelukis professional semenjak jalani kuliah di Institut Tehnologi Bandung. “Yang perlu dari beberapa pekerjaan seperti itu, dapat punyai rumah, dapat punyai mobil,” katanya. Ia tinggal di kost di Jalan Lengkong Kecil Bandung berdekatan dengan kantor redaksi Aktuil, sebuah majalah musik populer waktu itu. “Kami senang main ke situ, bantu-bantu buat contoh. Keterusan. Semakin lama kuliahnya ketinggal,” ungkapkan Bernadus. Di situ ia mulai mendapatkan pesanan komik, yang semakin lama makin banyak. Dimulai dari komik, ia mendapatkan pesanan dari perusahaan untuk menggambar produk mereka. “Dahulu, saya ke supermarket, itu senang sekali. Sebagian besar etiket-etiket yang laris itu, saya yang buat. Tapi, semakin kesini, semakin berkurang,” papar Bernardus.

Riwayat Khong Guan Biskuit Khong Guan terhitung produk populer di Indonesia, capaiannya sampai ke desa-desa seperti saat Lebaran. Meskipun populer di Indonesia, rupanya sesungguhnya Khong Guan berawal dari Singapura.

Diambil dari situs sah Khong Guan,

Khong Guan dibangun oleh imigran asal Fujian, China yaitu kakak-beradik Chew Choo Keng dan Chew Choo Han. Mereka tiba ke Singapura untuk cari nafkah supaya bisa menjaga keluarga mereka di China dan mendapati pekerjaan di pabrik biskuit lokal. Tetapi, saat Jepang menginvasi Singapura memaksakan ke-2 bersaudara itu untuk berlindung di Perak, Malaysia. Di situ ke-2 nta membuat biskuit dengan tangan untuk dipasarkan. Tetapi, ke-2 nya sempat pernah alami masalah dalam membuat biskuit karena kesusahan memperoleh suplai tepung dan gula. Pada akhirnya, mereka berpindah jual garam dan sabun. Semua dilaksanakan dalam usaha untuk meneruskan mata pencarian mereka di periode perang. Sesudah Jepang pergi dari Singapura, mereka juga kembali lagi ke negara itu dan mengawali usaha biskuit kembali.

Awalnya keberhasilan Khong Guan

Awalnya dari keberhasilan biskuit Khong Guan yaitu saat Chew Choo Han secara kebenaran mendapati beberapa mesin pembikin biskuit yang telah rusak dan tua karena perang yang dipasarkan sebagai tersisa dari pabrik tua tempat mereka dahulu bekerja. Ia selekasnya membeli dan membuat proses produksi biskuit secara semi-otomatis memakai rantai sepeda untuk mengalihkan biskuit pada mekanisme konveyor. Ini membuat kemampuan produksi dan pemasaran biskuit bertambah cepat. Pada 1947, Khong Guan Biscuit Faktory (Singapore) Limited disahkan di Singapura. Seterusnya, beberapa pabrik biskuit Khong Guan mulai dibangun di beberapa negara Asia Tenggara seperti Malaysia dan Indonesia. Pada awal 1980-an, pabrik Khong Guan dibangun di sejumlah kota pesisir di China. Di Indonesia, produk Khong Guan diantaranya Malkist rasa abon, Malkist Crackers, Khong Guan Saltcheese Combo, dan yang terpopuler ialah Khong Guan Red Assorted Biscuits.

Sumber: Kompas.com